Minggu, Desember 29, 2013

Tips Menghemat Baterai iPhone

iPhone memiliki kapasitas baterai yang tidak terlalu besar (jika dibandingkan dengan perangkat-perangkat lain yang menggunakan platform Android). Namun demikian dengan penggunaan yang tepat, Anda tidak perlu terlalu sering melakukan charge iPhone Anda. Berdasarkan pengalaman penulis, dengan penggunaan normal (jaringan 3G aktif) iPhone dapat bertahan hingga 24 jam untuk satu kali charge. Jika 3G tidak diaktifkan, dan hanya menggunakan 2G saja, daya tahan baterainya bertambah cukup signifikan.

Namun demikian, tergantung pada penggunaan dan kebiasaan, baterai iPhone bisa saja cepat habis alias drop, dan memaksa penggunanya untuk sering-sering melakukan charge. Bahkan untuk berjaga-jaga hingga menyiapkan powerbank untuk memastikan iPhone selalu aktif. Padahal jika digunakan dan dioperasikan dengan benar, untuk kebutuhan sehari-hari, pengguna iPhone tidak memerlukan powerbank. Ini berdasarkan pengalaman pribadi loh ya. Lain halnya jika Anda adalah heavy iPhone user dimana Anda selalu mengutilisasi iPhone setiap waktu, baik itu untuk browsing, mendengarkan lagu, menonton video, dan bermain game. Aktivitas-aktivitas tersebut akan menghabiskan baterai iPhone dengan cepat. Atau bisa jadi Anda memiliki mobilitas yang tinggi dan sering traveling, dimana akses ke sumber listring sangat terbatas. Untuk kedua kasus diatas, memang sudah seharusnya Anda memiliki sebuah powerbank sebagai penyelamat agar tak mati gaya.

Senin, Desember 23, 2013

Shafiya - 3 Bulan

Bulan ini Shafiya akan berumur 3 bulan. Dari sejak lahir hingga sekarang, perkembangannya bisa dibilang cukup pesat. Alhamdulillah hingga sekarang masih ASI eksklusif, tidak seperti kakaknya, Quanta, yang sejak lahir sudah dicekoki susu formula. Mungkin karena penyebab itulah, Shafiya di usianya yang hampir 3 bulan tidak segemuk kakaknya dulu di usia yang sama. Dibilang kurus juga nggak sih, tetapi pipinya nggak sebulat Quanta dulu di usia yang sama.

Pada usianya yang beranjak 3 bulan, Shafiya sudah bisa tengkurap, namum belum bisa menegakkan kepalanya. Tangan dan kakinya juga lebih sering digerakkan. Tidak seperti kakaknya yang pada usia sama cenderung tidak banyak ngoceh, Shafiya sering bersuara dan mengoceh. Sepertinya nanti kemampuan berbicaranya akan lebih cepat dibandingkan dengan kakaknya nih. Shafiya juga sudah mulai bisa mengenali wajah orang-orang di sekitarnya. Jika aku ajak ngobrol, dia senang sekali lalu tersenyum dan tertawa. Padahal dulu kakaknya nggak kayak begini. Dipanggil-panggil cuek aja, kalau Shafiya ketika kupanggil langsung senyum. Makanya ngambil foto Shafiya pas lagi tersenyum bisa dibilang gampang banget.

Minggu, Desember 22, 2013

#iOS7 Tips & Trik - Menampilkan Timestamp Pesan pada Aplikasi Messages

Pada versi iOS sebelumnya, jika Anda sering menggunakan aplikasi Messages untuk berkirim pesan, Messages hanya menampilkan waktu/time stamp di awal percakapan. Jika misalnya Anda melakukan 3 kali percakapan dalam satu hari (Apple sepertinya memiliki algoritma khusus untuk membedakan antara satu percakapan dengan percakapan lainnya), waktu yang ditampilkan adalah waktu awal ketika percakapan itu terjadi. Jika dalam satu percakapan tertentu Anda mengirimkan atau menerima pesan lebih dari satu kali, pesan tersebut tidak dapat diketahui waktunya. Informasi yang dapat diketahui adalah waktu/timestamp pesan tersebut terjadi setelah waktu yang tertera pada awal percakapan.

Senin, Desember 16, 2013

Selamat Datang Ebooks

Beberapa tahun lalu, buku masih menjadi pilihanku dalam menemani perjalanan pulang pergi ke kantor. Kala itu kereta KRL yang biasa aku naiki tak sepenuh sekarang. Walaupun bisa dibilang kondisi KRL tidak terlalu lengang, namun masih bisa untuk membaca buku dengan nyaman. Buku elektronik atau disebut dengan ebook pada saat itu belum terlalu populer. Dan walaupun pada saat itu sudah banyak ebook yang beredar, aku lebih memilih buku.

Ada beberapa alasan kenapa aku lebih memilih buku fisik dibandingkan dengan ebook. Buku fisik lebih aku pilih karena untuk buku-buku lokal, lebih mudah aku temukan versi fisiknya di toko buku terdekat dibandingkan dengan versi ebooknya. Selain itu buku fisik lebih bisa dikoleksi dan dipajang di rak buku (walaupun menuh-menuhin juga sih ujung-ujungnya), sehingga lebih bisa menumbuhkan rasa memiliki terhadap buku itu. Alasan terakhir adalah, pada saat itu perangkat yang bisa digunakan untuk membaca ebook belum terlalu mendukung. Pada saat itu, layar ponsel berukuran kecil dan belum memiliki layar sentuh seperti sekarang. Jadi membaca ebook menggunakan ponsel bisa dikatakan kurang nyaman.

Minggu, Desember 08, 2013

#iOS7 Tips & Trik - Mematikan fitur Update Otomatis pada #iOS7

Fitur Update otomatis/Automatic Update merupakan fitur baru pada iOS7 yang memungkinkan aplikasi-aplikasi yang sudah terinstall pada perangkat iOS7 Anda diperbaharui secara otomatis ketika update terbaru tersedia pada App Store. Dengan fitur ini, Anda tidak perlu repot-repot lagi melakukan update aplikasi satu persatu.

Namun demikian, fitur ini bagaikan pedang bermata dua. Jika koneksi internet Anda terbatas dan update aplikasi yang akan diunduh berukuran cukup besar, aplikasi tersebut tidak akan bisa Anda gunakan hingga update tersebut telah berhasil di-install. Sangat merepotkan bukan. Terlebih lagi jika Anda terkoneksi pada jaringan dengan kuota internet terbatas, update yang berukuran besar tentunya akan dengan cepat menghabiskan kuota internet Anda.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk mematikan fitur update otomatis:
1. Buka Settings->iTunes & App Store
2. Pada bagian Automatic Download, matikan opsi untuk Updates
3. Anda juga dapat membatasi agar fitur update otomatis hanya dapat dilakukan ketika perangkat Anda terkoneksi ke WiFi dengan mematikan opsi Use Cellular Data



#iOS7 Tips & Trik - Mematikan Efek Transparan pada #iOS7

Secara default iOS7 akan menambahkan efek transparan ketika pengguna mengaktifkan Notification Center, Control Center, menu pada Assistive Touch, Lock Screen, dan lain sebagainya. Efek ini tentunya menambah estetika pada desain dan tampilan iOS7. Namun demikian jika Anda tidak menyukai efek ini, Anda dapat mematikannya melalui langkah-langkah dibawah ini:
1. Buka Settings->General->Accessibility
2. Pilih opsi Increase Contrast
3. Aktifkan opsi Increase Contrast untuk mematikan efek transparan.
4. Kini fitur-fitur seperti Notification Center dan Control Center akan memiliki latar belakang yang gelap, tanpa efek transparan


Sabtu, Desember 07, 2013

#iOS7 Tips & Trik - Berbagi dokumen atau foto ke perangkat iOS lain melalui AirDrop

Kini pengguna iOS7 dapat berbagi dokumen maupun foto dengan mudah melalui fitur AirDrop. Pada iOS versi sebelumnya, pengguna iOS hanya dapat berbagi dokumen melalui aplikasi Mail dan Messages. Pertukaran dokumen via Bluetooth maupun WiFi hanya bisa dilakukan melalui aplikasi pihak ketiga, dan aplikasi tersebut harus terpasang di kedua perangkat dan aktif pada saat transfer dilakukan. Sangat merepotkan bukan?

Melalui fitur AirDrop, Apple berusaha untuk mempermudah urusan berbagi dokumen antar perangkat. AirDrop mengharuskan perangkat pengirim dan penerima telah menggunakan iOS7 dan mendukung fitur ini. Tidak semua perangkat yang mendukung iOS7 mendapat fitur AirDrop. Perangkat yang sudah mendukung fitur ini adalah: iPhone 5 keatas, iPod Touch generasi ke-5, iPad Mini keatas, serta iPad 4 keatas.

Minggu, Desember 01, 2013

#iOS7 Tips & Trik - Mengatur Ukuran Font pada #iOS7

Apakah Anda merasa ukuran font yang digunakan pada perangkat iOS terlalu kecil sehingga sulit dibaca?  iOS7 menyediakan beberapa opsi untuk mengatur hal tersebut.

Menebalkan teks
Cara pertama adalah dengan memberikan efek tebal (bold) pada tulisan. Berikut adalah langkah-langkah pengaturannya:
  1. Buka Settings->General->Accessibility
  2. Aktifkan opsi Bold Teks
  3. Perangkat iOS7 akan meminta Anda untuk melakukan konfirmasi restart.
  4. Restart perangkat iOS7 Anda. Kini teks akan ditampilkan dengan efek tebal (bold)



Mengubah ukuran font
Cara berikutnya adalah dengan melakukan perubahan ukuran font yang digunakan pada perangkat iOS7. Namun demikian, fitur ini hanya dapat bekerja pada aplikasi yang telah mendukung Dynamic Type saja. Untuk melakukan pengaturan ukuran font, lakukan langkah-langkah berikut:
  1. Buka Settings->General->Text Size
  2. Lakukan pengaturan ukuran font pada slider yang tersedia
  3. Ukuran font telah disesuaikan. Kini jika Anda membuka aplikasi yang telah mendukung Dynamic Type, ukuran font yang ditampilkan akan menyesuaikan dengan pilihan Anda.

Selain itu, iOS7 juga menyediakan opsi Larger Type yang bisa diakses melalui Settings->General->Accessibility->Larger Type. Jika opsi ini diaktifkan, pengguna dapat memilih ukuran font yang lebih besar.

#iOS Tips & Trik - Memainkan Lagu/Video yang Ada pada Mac di Perangkat iOS

Pengguna iOS dapat memainkan konten multimedia (lagu, video, dll) yang tersimpan pada Mac melalui perangkatnya (iPhone, iPod Touch, iPad). Dengan kata lain, konten multimedia yang disimpan pada library iTunes Mac/PC Anda, dapat dimainkan melalui perangkat iOS. Untuk mengakomodasi kebutuhan ini, Apple menyediakan fitur yang dinamakan Home Sharing. Melalui fitur ini, library iTunes Mac Anda dapat dibaca dan dimainkan oleh perangkat lain (Mac, iPhone, iPod Touch, iPad, AppleTV).

Senin, November 25, 2013

#iOS7 Tips & Trik - Mematikan Efek Parallax & Animasi

Parallax merupakan sebuah fitur baru yang dihadirkan Apple pada iOS7. Dengan fitur ini, tampilan antarmuka iOS7 khususnya pada home screen dan lock screen seolah-olah memiliki beberapa layer dan menimbulkan persepsi kedalaman (3D). Efek dapat dilihat ketika perangkat iOS digerakkan. Latar dan icon-icon pada home screen akan bergerak dinamis mengikuti gerakan perangkat iOS. Selain efek parallax, iOS7 juga menyertakan fitur animasi yang bisa terlihat ketika pengguna membuka aplikasi, menutup aplikasi, membuka lock screen, membuka folder pada home screen, dan lain sebagainya.

#iOS7 Tips & Trik - Memblokir Panggilan & Pesan

Pengguna iOS7 kini bisa memblok panggilan dan pesan yang masuk ke iPhone. Panggilan dan pesan ini termasuk panggilan biasa, panggilan melalui fitur FaceTime, SMS, maupun pesan iMessage. Ada beberapa cara untuk melakukan blokir tersebut:
Melalui Settings
Pengguna dapat melakukan blokir melalui menu Phone, Messages, atau FaceTime pada menu Settings seperti tampak pada gambar dibawah. Untuk menambahkan daftar kontak ke dalam blacklist, tap opsi Blocked->Add New.

Minggu, November 03, 2013

[Review] Ulasan BBM untuk iOS

Beberapa waktu lalu akhirnya Blackberry merilis BBM untuk iOS dan Android. Tidak seperti rilis sebelumnya yang bisa dibilang ‘gagal’, pada rilis kali ini Blackberry sepertinya sudah lebih siap untuk mengantisipasi lonjakan trafik dari penggunanya. Pengguna yang telah mengunduh aplikasinya via App Store maupun Google Play Store harus sedikit bersabar karena mereka tidak bisa langsung menggunakan layanan ini. Blackberry menerapkan sistem antrian untuk mengatasi lonjakan trafik, sehingga pengguna harus menunggu beberapa saat (pengalamanku kemarin sih harus menunggu kurang lebih 1 jam).

Setelah melewati antrian, pengguna diberikan dua pilihan: Sign In dengan BlackberryID yang sudah ada, atau membuat BlackberryID yang baru. Pengguna handset Blackberry yang sudah mengupgrade dan menggunakan BBM versi 7 (versi terakhir) dapat memigrasikan kontak-kontaknya ke BBM versi iOS dengan cara Sign In menggunakan BlackberryID yang digunakan pada handset Blackberrynya. Perlu dicatat bahwa BlackberryID hanya dapat digunakan pada 1 perangkat saja. Ketika BlackberryID yang digunakan pada handset Blackberry digunakan untuk Sign In di BBM untuk iOS, maka otomatis pengguna tidak bisa menggunakan aplikasi BBM yang ada di handset Blackberry lagi, kecuali menggunakan BlackberryID yang baru.

Senin, Oktober 28, 2013

Semakin Nyaman Menjadi Pejalan Kaki di Jakarta

Beberapa bulan belakangan ini trotoar di sepanjang jalan Gatot Subroto diperbaiki. Bukan diperbaiki sih, tepatnya diganti. Trotoar yang lama dibongkar dan diganti dengan yang baru. Jika kuperhatikan, kini dari perempatan kuningan hingga depan gedung Manggala Wanabakti sudah menggunakan trotoar yang baru. Entah apakah perbaikan dan penggantian trotoar ini untuk jalan-jalan arteri saja atau akan diteruskan ke jalan-jalan lain.

Lebih dari itu, di sepanjang jalur yang diperbaiki juga dibuat jalur khusus untuk tunanetra yang ditandai dengan paving block berwarna kuning. Selain itu tak lupa bangku taman turut menghiasi trotoar yang baru. Selain berfungsi sebagai tempat duduk, cukup menambah estetika jalanan Jakarta yang terkenal dengan carut-marutnya.


Senin, Oktober 21, 2013

Pengalaman dengan T-Cash

T-Cash merupakan layanan uang elektronik yang dimiliki oleh Telkomsel. Dengan T-Cash, pelanggan tidak perlu lagi membawa uang tunai dan direpotkan oleh uang kembalian, semua bisa dilakukan melalui ponsel pelanggan. Kurang lebih demikian lah informasi yang bisa didapatkan melalui situs resmi Telkomsel. Walaupun layanan ini sudah diluncurkan beberapa tahun lalu, kalau nggak salah dari tahun 2008, aku belum pernah sekalipun mencoba menggunakan layanan ini, walaupun sudah sejak lama melakukan aktivasi.

Dulu ketika layanan ini diluncurkan, salah satu merchant yang digaung-gaungkan dalam marketingnya adalah Indomaret. Pelanggan bisa berbelanja di Indomaret dengan menggunakan T-Cash. Dan seperti penjelasan di awal paragraf, secara teori, nggak perlu ribet dan tidak perlu repot dengan uang kembalian. Well, benarkah demikian? Dalam dua minggu terakhir ini aku mencoba melakukan pembelian di beberapa Indomaret dan ketika akan melakukan pembayaran, kasirnya selalu kutanya apakah bisa melakukan pembayaran melalui T-Cash. Semua kasir tampak kebingungan menjawab pertanyaanku. Ada yang bilang takut salah, ada yang mencoba-coba, yang pada akhirnya gagal. Yah, pada intinya sih dari semua Indomaret yang aku coba, tidak ada satupun yang berhasil dan ujung-ujungnya aku mesti bayar cash dengan uang tunai.

Rabu, September 04, 2013

Commuter Line yang Semakin Tak Nyaman

Beberapa waktu lalu KJC memberlakukan tarif progresif untuk KRL Commuter Line. 5 stasiun pertama penumpang hanya perlu membayar Rp 3.000 (disubsidi menjadi Rp 2.000), dan untuk 3 stasiun berikutnya dikenakan tambahan Rp 1.000 (disubsidi menjadi Rp 500). Walaupun memang tujuannya baik, yaitu agar Commuter Line ini bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, namun tampaknya penurunan tarif ini tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas kereta untuk mengimbangi peningkatan jumlah penumpang.


Memang sih sebelum tarifnya turun, tidak bisa dibilang juga kalau KRL waktu jam-jam sibuk nggak penuh. Tapi, setelah penurunan tarif, penuhnya nggak kira-kira. Terkadang saking penuhnya, mau masuk saja sudah susah. Kalaupun berhasil masuk, nanti di stasiun-stasiun berikutnya akan masuk lebih ke dalam lagi oleh penumpang-penumpang yang 'memaksa' masuk. Yah bukan salah mereka juga sih, namanya juga sama-sama penumpang, maunya kan pasti terangkut dan bisa sampai ke stasiun tujuan dengan cepat.

Jumat, Agustus 23, 2013

Genteng Bocor? Perbaiki Saja Sendiri

Salah satu masalah yang belakangan cukup menjengkelkan adalah adanya rembesan pada plafon rumah. Rembesan ini biasanya ditandai dengan menjamurnya plafon atau dinding yang dekat lokasi rembesan. Dan seminggu belakangan ini aku cukup dibuat repot dengan masalah rembesan ini, yang kuduga disebabkan karena renovasi rumah tahun lalu, dimana bagian belakang rumah dirombak, nambah kamar + nge dak bagian atasnya untuk jemuran.

Berhubung rumahnya baru aku tempati beberapa bulan, dan selama itu nggak pernah ngerasain + melihat sendiri kondisi rumah ketika hujan deras, jadi ya niatnya setengah-setengah deh buat ngebenerin. Alasan keduanya sih karena letaknya di bagian belakang rumah alias di dapur, jadi aku merasa tidak terlalu urgent untuk memperbaiki. Nah baru minggu kemarin aku merasakan sendiri ketika hujan deras + angin kencang, rembesannya sangat parah. Selain merembes ke dinding, air sudah menetes cukup deras dari plafon.

Rabu, Agustus 14, 2013

Ramadhan & Lebaran 2013

Honestly, aku cukup puas dengan bulan Ramadhan tahun ini. Walaupun masih banyak kekurangan disana-sini, namun aku merasakan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan bulan Ramadhan tahun lalu. Pada Ramadhan tahun lalu, rasa-rasanya waktuku banyak terbuang untuk urusan pekerjaan. Sampai akhirnya mendekati H-3 sebelum lebaran aku malah sakit, gejala DB. Beruntung masih bisa ngeles-ngeles untuk nggak dirawat di RS karena trombositku sudah dibawah normal. Rugi lah lebaran-lebaran di rumah sakit. Mending pula ada yang nungguin. Akhirnya walaupun bisa istirahat di rumah, puasa bolong deh 3 hari.

Minggu, Agustus 11, 2013

Quanta - 2 tahun 4 bulan

Q bentar lagi genap 28 bulan. Walaupun udah lebih dari 2 tahun, Q masih belum bisa ngomong, nggak seperti anak-anak lain seusianya yang rata-rata udah bisa ngomong dan berkomunikasi 2 arah. Namun demikian, beberapa minggu belakangan ini dia udah mulai seneng ngoceh. Walaupun belum jelas apa yang dia ucapkan, sepertinya Q sedang mencoba untuk berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya.

Kalau kuperhatikan, dia memang nggak banyak ngoceh, tapi senang mengamati dan meniru dari lingkungan sekitarnya. Jadi walaupun belajar ngomongnya telat, Q sudah bisa mengenali banyak objek berdasarkan apa yang dia lihat. Dia sudah bisa menunjukkan huruf dan angka jika kita menyebutkannya. Walaupun demikian, dia belum bisa mengucapkan huruf/angka yang dimaksud. Beberapa huruf yang bisa dia ucapkan adalah huruf-huruf vokal dan beberapa huruf konsonan seperti B, S, C, P. Q sudah bisa mengucapkan kata-kata berikut:
- ayah
- mah -> menunjuk ke bundanya
- tas -> menunjukkan arah ke atas
- apa -> menanyakan sesuatu
- pupup -> buang air besar
- pipis -> buang air kecil
- ta -> meminta sesuatu

Kamis, Juli 11, 2013

[Review] Ulasan dan Fitur Baru pada iOS7 Beta

iOS 7 diumumkan oleh Apple pada WWDC 2013 pada tanggal 10 Juni lalu. Pada versi iOS kali ini, Apple melakukan perubahan yang cukup signifikan pada tampilan dan user experience penggunanya. Tidak seperti pada iOS versi sebelumnya dimana perubahan tampilannya tidak terlalu mencolok, pada iOS7 ini perubahannya cukup signifikan, dan konon ini adalah perubahan terbesar sejak Apple meluncurkan iPhone untuk pertama kali. Karena hal inilah aku nekat untuk melakukan upgrade iOS pada iPhone ku, walaupun aku tidak memiliki account developer Apple. Karena iPhone yang aku upgrade memang pada dasarnya aku gunakan untuk pemakaian sehari-hari, ada kekhawatiran akan banyaknya celah ataupun bugs yang akan mengganggu produktiviasku. Beruntung menurutku kekurangan-kekurangan yang ada masih bisa ditoleransi dan tidak terlalu mengganggu.

Kesan Pertama
Setelah berhasil melakukan upgrade, kesan pertama yang muncul di benakku adalah masalah desain icon pada aplikasi bawaan seperti App Store, Safari, Mail, Camera, Newstand, Messages, dan lain-lain yang tampak tidak konsisten dan terkesan sangat tidak elegan seperti pada iOS6. Yah, namanya juga masih versi Beta, kemungkinan untuk berubah tentu saja masih ada. Namun demikian, sejujurnya sih setelah sebulan lebih menggunakan iOS7, masalah ini segera aku lupakan. Selama iPhone ini masih bisa mendukung produktivitas, masalah desain icon bisa kuanggap masuk prioritas nomor 2. Namun, jika nanti pada versi finalnya tidak ada perubahan desain icon yang signifikan, aku akan benar-benar kecewa pada Apple, yang sejauh ini aku persepsikan sebagai perusahaan yang benar-benar peduli pada detail dan desain.

Minggu, Juni 09, 2013

Two Thumbs Up buat Taksi Express

Beberapa waktu lalu, aku mengalami kejadian yang kurang menyenangkan dengan Taksi Express. Kejadiannya ketika aku akan pulang kantor menuju ke Stasiun Palmerah untuk melanjutkan perjalanan dengan Commuter Line. Berhubung udah malem, dan lagi rada-rada males buat naik Busway, kuputuskan untuk naik Taksi, dan seperti biasa, pilihanku jatuh ke Taksi Express. Yang jadi masalah adalah ketika turun, si pengemudi taksinya minta dikasih lebih. Padahal yang kubayar juga lebih dari argo yang tertera.

Sebenarnya sih untuk urusan yang seperti ini aku biasanya cenderung mengalah dan males untuk ngeributin, terlebih lagi tambahan yang diminta juga nggak terlalu gede. Sayangnya mood ku lagi nggak bagus waktu itu, tapi aku juga lagi males untuk negur pengemudinya. Akhirnya aku catat aja nomor lambung taksinya, dan uang tambahan yang diminta aku bayar juga.

1 Bulan Setelah Pindahan



sumber: mrnamie.com
Akhirnya kesampaian juga pindahan rumah setelah lebih dari 1 tahun ditunda. Alasan-alasan untuk menunda pindahan memang cukup klasik: rumah baru belum siap untuk ditempati, nanggung nunggu lebaran, dan segudang alasan lain yang kalau dipikir-pikir sih lebih karena memang kurang niat aja sih. Memang sih dari sejak rumah baru udah jadi sampai ditempatin, udah banyak upgrade sana-sini, dari mulai furnitur, kitchen set, kamar tambahan, nge-dak buat jemuran, kanopi di depan rumah, sampai terakhir kanopi di bagian belakang rumah dengan justifikasi biar kalo jemur baju nggak perlu khawatir kalau hujan.

Pindahan bisa diartikan dengan tambahan pengeluaran. Well.. setelah pindahan tentunya kepikiran macem-macem untuk mengisi berbagai kekurangan, yang memang nggak bakalan kepikiran kalau belum pindah rumah. Setelah diakumulasikan, kekurangan-kekurangan ini lumayan menguras kantong :(. Definisi menguras kantong ini lebih disebabkan karena pengeluaran untuk pernak-pernik ini diluar perkiraan sebelumnya. Ini baru pernak-pernik yang penting. Nah, yang 'nggak penting' nya ini justru baru kepikiran setelah sebulan pindahan. Namanya juga rumah sendiri, maunya ya bebas ngatur isinya seperti apa. Fiuhhh… memang perlu kesabaran dan belajar untuk menahan diri nih, biar nggak kebablasan.

Minggu, April 28, 2013

Ketika Baterai BlackBerry Berulah

sumber: forums.crackberry.com
Hidup enggan, mati pun tak mau. Itulah analogi yang tepat untuk menggambarkan perangkat BlackBerry 9790 yang sudah lebih dari 2 tahun ini menemaniku. Aku sebenernya udah males pake perangkat ini kalau nggak gara-gara grup kerjaan resmi di kantor pakai BlackBerry. Sebenernya sih bukan dalam artian kantor secara perusahaan yah, tapi di unit kerjaku. BBM seolah menjadi alat komunikasi resmi antar karyawan, dan begitulah jadinya. Rata-rata karyawan di unit kerjaku pasti paling nggak punya 2 handset, yang tentunya salah satunya adalah BlackBerry.

Belakangan ini, entah kenapa si BB ini batrenya cepet banget nge-drop, padahal baru 5 bulan ganti karena batre yang lama bermasalah dan ga bisa dipakai. Di layar BlackBerry hanya muncul simbol baterai yang kosong disertai dengan tanda silang. Orang awam pun bisa menerjemahkan itu: permasalahan ada di baterainya.

Minggu, April 21, 2013

iPad Mini: Kelebihan dan Kekurangannya

Setelah menjajal produk ini selama kurang lebih 1 bulan, rasanya menjadi malas untuk menggunakan kembali iPad 9.7 inch. Alasan yang paling mendasar adalah dari sisi ukuran dan berat. iPad mini jelas lebih tipis dan lebih ringan. Dengan berat yang hanya sekitar setengahnya (selisih sekitar 300 gram) dari iPad 9.7", efeknya sangat berasa untuk jangka panjang. iPad Mini lebih portabel untuk dibawa kemana-mana, serta ukurannya menurutku sangat pas untuk digunakan untuk membaca artikel, e-book, dan lain-lainnya ketika mobile, tanpa perlu membuat tangan cepat pegal.

Setelah cukup lama menggunakan produk Apple, paradigma berpikirku bergeser. Spek bukanlah menjadi alasan utama untuk membeli sebuah produk. Faktor-faktor diluar spek seperti desain, kualitas produk, kemudahan/kepraktisan dalam penggunaan, serta seberapa besar pengaruh suatu produk dalam meningkatkan produktivitas, menjadi poin pertimbangan yang sangat penting. Berdasarkan pengalamanku, selama suatu produk performanya stabil, nggak sering berulah, dan dapat dioperasikan dengan mudah, produk tersebut akan terus aku gunakan.

Minggu, April 14, 2013

Finally...

Akhirnyaaaa, setelah beberapa tahun belakangan ini nggak pernah ngadain workshop di luar kota (definisi luar kota: lebih dari 100km dari Jakarta), workshop kali ini diadakan di Bandung. Yah lumayan lah, daripada nggak sama sekali. Walaupun demikian, kalo ngeliat sub direktorat tetangga yang dulu awalnya masih sama-sama satu sub dir, workshop di Bandung bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan. Tetangga sebelah sekalinya workshop transportasinya minimal pake pesawat.

Workshop kemarin ini hanya diadakan selama 2 hari: mulai Kamis pagi (yang ujung-ujungnya sih mulainya siang hari karena jalanan yang cukup maceet), dan selesai pada hari Jumat siang. Setelah makan siang, peserta workshop udah pada bubar entah kemana.

Minggu, Maret 31, 2013

Berburu Aplikasi Promo

Sebagai pengguna Mac, cukup banyak godaan-godaan untuk memiliki aplikasi-aplikasi yang berkualitas. Di luar sana, cukup banyak aplikasi bagus baik dari sisi fitur maupun dari desain yang begitu menggoda untuk dimiliki, yang terkadang aplikasi ini seringkali nggak gratis tentunya. Aplikasi yang di desain untuk Mac biasanya nggak murah, terlebih lagi aplikasi yang berkategori “Produktivitas”, biasanya dibanderol cukup mahal. Cukup membuatku berpikir beberapa kali sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli.

Namun demikian, aplikasi-aplikasi tersebut tidak selamanya dijual mahal. Pada even-even tertentu ada kalanya aplikasi-aplikasi tersebut dijual lebih murah. Atau beberapa aplikasi sekaligus dibundel dan didiskon besar-besaran sehingga harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan jika kita membelinya secara satuan. Pada aplikasi yang dijual melalui Mac App Store, even-even seperti Black Friday, Tahun Baru, Dan Natal biasanya dijadikan momen yang tepat untuk menurunkan harga. Sudah beberapa kali aku membeli aplikasi yang sedang diskon hingga 50% di Mac App Store. Lumayan kan, walaupun terkadang nyesek juga ketika sudah membeli aplikasinya mahal-mahal ternyata tak lama kemudian didiskon gila-gilaan.

Mematikan Proses via Terminal di Mac

Bagi pengguna Mac tingkat lanjut, tentunya tidak awam dengan aplikasi Terminal. Banyak sekali perintah-perintah sederhana yang dapat dijalankan melalui Terminal, salah satunya adalah mematikan (kill) proses. Pada dasarnya, pengguna Mac dapat mematikan proses secara manual melalui aplikasi Activity Monitor. Tinggal pilih proses yang akan dimatikan, dan klik tombol Quit Process pada bagian kiri atas Activity Monitor.

Lebih nyaman dengan cara konvensional? Mekanisme diatas dapat dilakukan via perintah kill. Namun demikian untuk dapat mematikan proses tertentu, Anda harus mengetahui pid dari proses yang akan dimatikan. Untuk melihat seluruh proses yang sedang berjalan dapat dilihat dengan menggunakan perintah ps -e. Pid akan ditampilkan pada kolom pertama pada hasil perintah. Misalnya Anda ingin mematikan proses dengan pid 555, maka perintah untuk mematikan proses tersebut adalah:
kill 555

Minggu, Maret 24, 2013

Tepar To The Max

Setelah melewatkan 3 hari yang super produktif, akhirnya badanku nggak kuat juga. 3 hari berturut-turut pulang telat (nggak sampe larut banget sih), diperparah dengan tidur lewat jam 12 malem, dan di hari ketiga diakhiri dengan pulang keujanan dan diguyur AC yang super dingin sama mobil omprengan. Klop deh.

Tak ayal sejak pulang kantor di hari Rabu malam, suhu badan langsung naik drastis: 40 derajat. Dan malam itu aku tidur menggunakan sweater dan masih ditambah dengan selimut tebal. Hari Kamis nya sudah tentu sakitnya makin parah, selain demam tinggi disertai dengan ngilu-ngilu di seluruh persendian, terutama di bagian punggung. Nafsu makan pun hilang. Beruntung sakitnya tidak diperparah dengan batuk dan pilek.

Rabu, Maret 20, 2013

Feedly: Alternatif Pengganti Google Reader

Minggu lalu aku cukup terkejut dengan pemberitahuan bahwa layanan Google Reader akan ditutup pada tanggal 1 Juli 2013. Memang sih, dalam beberapa waktu belakangan ini tidak ada penambahan fitur yang cukup signifikan dalam layanannya. Tampilannya dari dulu pun begitu-begitu saja, minimalis. Namun demikian, integrasi dengan Google Reader ini telah menjadi fitur fundamental pada aplikasi-aplikasi RSS Reader yang dikembangkan oleh pihak ketiga.


Minggu, Maret 17, 2013

9 Maret 2013 - 12th Fool Day

Tanggal 9 memiliki makna yang cukup berarti buatku dan sahabatku. Tepat 12 tahun yang lalu pada tanggal yang sama, ada kejadian konyol yang tak perlu aku sebutkan disini. Terlalu personal lah :p, dan sebenarnya sih nggak ada hubungannya dengan sahabatku itu.  Akhirnya karena terinspirasi oleh quote “April Fool” pada komik Detektif Conan yang entah nomor berapa (yang aku ingat di komik tersebut, tokoh Kaito Kid pertama kali muncul), kami menyebut tanggal 9 sebagai Fool Day. Tanggal tersebut selalu mengingatkan kami pada kejadian-kejadian konyol (you can name it awkward moments), yang tentunya korbannya adalah kami sendiri.

Dan bgitulah ceritanya, setiap tanggal 9 kami selalu merayakan dengan mengerjakan hal-hal gila dan nggak penting. Sebagai pengingat bahwa kesedihan itu tidak perlu terlalu dipikirkan, dan kita harus selalu move on. Tanggal 9 juga sebagai pengingat untuk kebodohan-kebodohan yang pernah kami lakukan. Waktu SMA dulu, biasanya kami merayakannya dengan makan bakso favorit dengan saus cabe sebanyak 9 sendok, dan acar dengan jumlah yang sama. Nggak penting banget kan? kalau udah bgitu, satu mangkuk acar bisa kami habiskan hanya untuk acara nggak jelas itu. Hehehe

Selasa, Maret 12, 2013

Quanta - 22 Bulan

Di usianya yang hampir menginjak 2 tahun, perkembangan Q belakangan ini cukup cepat. Walaupun masih belum bisa ngomong, tapi dia bisa cepat belajar dan bisa memahami perintah-perintah sederhana dari orang-orang di sekitarnya. Egonya pun sudah mulai tampak, dan bisa marah kalau ada hal-hal yang tidak disukai olehnya.

Jika Q ditanya mana kepalanya, mana perutnya, mana telinganya, dan pertanyaan-pertanyaan sejenis lainnya, dia sudah bisa menunjukkan dengan memegang bagian yang disebut dengan tangannya. Membedakan orang-orang disekitarnya seperti ayah, bunda, eyang pun dia sudah bisa. Barang-barang seperti jam, meja, lemari, pintu, sudah bisa dia bedakan juga. Karena belum bisa ngomong, dia hanya bisa menunjuk barang yang dimaksud dengan jari tangannya. Sepertinya sih perkembangan kecerdasan visual-spasialnya lumayan cepat, walaupun kemampuan bicaranya tidak terlalu berkembang dalam 6 bulan belakangan ini.

Minggu, Februari 24, 2013

Rectoverso, Cinta yang tak Terucap: Diluar Ekspektasi

Sebagai penggemar karya-karya Dee, rasanya memang sayang untuk melewatkan filmnya. Namun jujur saja aku sedikit kecewa dengan Perahu Kertas. Walaupun konon mendapat sambutan yang cukup baik dari para penggemar karya-karya Dee, namun menurutku biasa saja dan cenderung mengecewakan. Dari sisi cerita sih memang lumayan oke, namun akting para pemainnya menurutku terlalu kaku dan kurang natural. Dari pengalaman tersebut, aku tidak berharap lebih pada film ini. Tadinya sih mau nunggu review dari orang-orang yang sudah menontonnya. Tapi apa mau dikata, udah diajakin duluan nonton sama istri.

Tak seperti bukunya yang berisi 11 cerita pendek, dalam versi filmnya hanya ada 5 cerita yang diangkat: Malaikat Juga Tahu, Firasat, Cicak Di Dinding, Curhat Buat Sahabat, dan Hanya Isyarat. Kelima cerita tersebut memiliki tema yang sama sesuai dengan tagline filmnya: Cinta yang tak Terucap. Pada versi filmnya, ceritanya dibuat lebih berkembang, sehingga memudahkan penonton dalam memahami alur ceritanya. Kalau baca versi bukunya sih memang agak-agak aneh, karena selain ceritanya benar-benar pendek, plotnya langsung to the point, tidak menekankan pada ending cerita, tapi pesan yang ingin disampaikan penulisnya cukup jelas.

Diantara kelima cerita yang disajikan, Malaikat Juga Tahu menurutku yang paling oke. Ceritanya sangat menyentuh, dan didukung oleh akting Lukman Sardi yang patut diacungi jempol. Ending ceritanya pun sangat emosional dan menguras air mata. Far more better lah dibandingkan dengan versi bukunya. Bukan ceritanya yang lebih bagus loh ya, tapi kesan yang didapatkan pada versi filmnya jauh lebih dramatis. Nggak heran banyak penonton cewek yang nangis setelah menonton filmnya.

Pada cerita yang kedua: Firasat, plotnya menurutku agak membosankan dan terkesan bertele-tele. Memang sih, akting Asmirandah dan Widyawati sebai Senja dan ibunya lumayan oke disini. Namun, tokoh Panca yang diperankan oleh Dwi Sasono kok agak-agak hambar yah. Antara Senja dan Panca chemistry nya kurang terlihat dan terkesan kaku. Namun demikian, jika dibandingkan dengan cerita yang lainnya, Firasat paling filosofis. Menurutku pesan moral dari cerita ini cukup mendalam. Salah satu quote terbaik dari cerita ini: terkadang satu-satunya pilihan terbaik adalah menerima. Sederhana, namun penuh makna.

Cicak Di Dinding adalah salah satu cerita favoritku dalam buku Rectoverso. Pada versi bukunya ending ceritanya dikisahkan secara dramatis, dan hal ini membuatku berharap versi filmnya tentunya harus jauh lebih oke dong. Dalam versi film, aku sedikit kecewa karena ceritanya dikisahkan secara vulgar (seingatku sih versi bukunya nggak begini-begini amat), dan akhir ceritanya pun terkesan kurang dramatis karena ada adegan tambahan yang menurutku nggak perlu (mana vulgar pula). Yang sudah baca bukunya sih pasti tahu perbedaannya. Yang patut diacungi jempol adalah pemeran tokoh-tokohnya: Sophia Latjuba, Yama Karlos, dan Tio Pakusadewo yang mampu memerankan karakter tokoh-tokohnya dengan sangat baik. Mungkin karena ada adegan vulgarnya kali yah, jadi yang dipilih adalah pemain yang udah senior.

Kisah Curhat Buat Sahabat mungkin adalah salah satu kisah yang paling menghibur dalam film ini. Well.. ada satu adegan yang membuat para penonton tertawa cukup lepas. Akting Acha Septriasa yang memerankan tokoh Amanda patut diacungi jempol. Bisa dibilang sangat lepas dan emosional, terlihat benar-benar menjiwai perannya. Kebalikannya dengan Indra Birowo yang memerankan Regi, yang banyak diam dan mendengarkan curhatan Amanda. Dalam cerita ini, penonton bisa mendengarkan langsung lagu Curhat Buat Sahabat yang langsung dinyanyikan oleh Acha Septriasa.

Hanya Isyarat mungkin menjadi cerita dengan plot yang paling sederhana, dengan setting di sebuah bar di pinggir pantai. Komen nggak pentingku: walaupun temanya sama-sama tentang cinta, namun dalam cerita ini, si tokoh utamanya bercerita kalau dia jatuh cinta, walaupun nggak disebutkan juga sih dia sebenarnya jatuh cinta pada tokoh yang dalam cerita yang sama. Jadi tagline Cinta Yang Tak Terucap agak-agak tidak berlaku disini. Kembali ke topik semula, walaupun plotnya sederhana, namun ceritanya cukup filosofis dan mendalam. Walaupun tokoh Al yang diperankan oleh Amanda Soekasah agak-agak kaku, tapi secara keseluruhan oke lah. Quote favoritku yang kurang lebih sama dengan cerita di bukunya: “Sahabat saya itu adalah orang yang berbahagia. Ia menikmati punggung ayam tanpa tahu ada bagian lain. Ia hanya mengetahui apa yang ia sanggup miliki. Saya adalah orang yang paling bersedih, karena saya mengetahui apa yang tidak sanggup saya miliki.”

Secara keseluruhan, film ini aku rekomendasikan untuk ditonton, khususnya buat penggemar karya-karya Dewi Lestari. Buat yang belum baca bukunya, disarankan untuk beli dan baca juga. Nggak rugi lah. Yah, semoga saja 6 sisa ceritanya akan dilanjutkan dalam layar lebar juga. Sudah nggak sabar untuk menonton lanjutannya :).

Bug Pada AirPort Express

Honestly, selama menggunakan perangkat AirPort Express buatan Apple ini kinerjanya cukup memuaskan. Pengaturannya sederhana, dan bisa disetting langsung dari perangkat iOS tanpa perlu PC/Mac. Masalah koneksi pun bisa dibilang so far so good. Untuk sekedar menghubungkan perangkat iOS dengan Mac + jaringan kantor nggak ada masalah walaupun coverage nya nggak terlalu luas.

Nah anehnya, ketika AirPort Express ini aku gunakan untuk memainkan lagu via AirPlay, terkadang tidak smooth. Streamingnya terkadang putus-putus dengan intensitas yang tidak terlalu sering, tapi selalu terjadi. Reset perangkat tidak menyelesaikan masalah. Agak aneh memang, ketika digunakan untuk melakukan hal lain seperti browsing dan download, bahkan untuk memainkan video via AirPlay Mirroring menggunakan Apple TV, videonya dapat dimainkan dengan lancar tanpa terputus.

Kemarin secara tak sengaja, aku mematikan fitur Guest Network yang memang sebelumnya sengaja aku aktifkan karena perangkat ini aku share dengan rekan-rekan kerjaku di kantor. Dan seperti biasa aku gunakan perangkat ini untuk memainkan lagu via AirPlay. Voila, lagu bisa aku mainkan dengan lancar dan tanpa interupsi. Well.. jadi sumbernya ternyata ada di Guest Network. Kombinasi Guest Network yang aktif + memainkan lagu via AirPlay ternyata menyebabkan masalah seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Let see lah. Masalah ini sudah dilaporkan ke Apple, dan kita lihat saja nanti apakah Apple akan merespon laporannya dengan cepat atau nggak.

Senin, Februari 18, 2013

Angry Birds edisi Carrefour


Sebenarnya sih belakangan ini udah jarang belanja ke Carrefour. Namun atas kebaikan beberapa orang yang sudah belanja lumayan banyak ke Carrefour, akhirnya terkumpulah 50 stiker yang bisa ditukarkan dengan salah satu boneka Angry Birds. Berbeda dengan promo boneka Paddington Bear sebelumnya, kali ini untuk mendapatkan 1 stiker mesti belanja dulu minimal 75 ribu rupiah dan berlaku kelipatan. Kayaknya promo boneka berikutnya minimal belanjanya jadi 100 ribu deh :p. 

Ada 8 varian boneka Angry Birds yang dipromosikan. Pelanggan yang memiliki 50 stiker bisa menukarkannya dengan salah satu varian, yang tentunya selama persediaan masih ada. Namun demikian, dengan 25 stiker juga bisa mendapatkan 1 boneka, namun dengan biaya tambahan sebesar Rp. 80.000. Dari 8 varian yang tersedia, akhirnya pilihan jatuh pada boneka Helmet Pig karena memang agak-agak nggak umum. Ayo buruan ditukar, promonya berakhir 12 Maret loh.

Sabtu, Februari 16, 2013

Sabtu, Januari 26, 2013

Menghilangkan Duplikasi pada Menu “Open With” di Mac

Ketika pengguna Mac melakukan secondary click pada sebuah dokumen di aplikasi Finder, akan ditampilkan daftar aplikasi yang dapat digunakan untuk membuka dokumen tersebut. Daftar aplikasi tersebut akan ditampilkan pada menu “Open With”. Normalnya daftar tersebut unik, dan tidak ada aplikasi yang sama yang muncul lebih dari satu kali dalam daftar. Namun seiring dengan berjalannya waktu dalam menggunakan Mac, aplikasi yang sama dapat muncul lebih dari satu kali dalam daftar pada menu “Open With” seperti tampak pada gambar.

Berdasarkan informasi hasil googling, hal ini disebabkan karena adanya proses install/uninstall aplikasi yang berulang, atau juga karena pengguna melakukan mount pada media yang berisi aplikasi yang sama. Hal ini menyebabkan database Launch Services menjadi korup dan duplikasi menu pun terjadi.

Untuk memperbaikinya, perlu dilakukan reset pada database Launch Services melalui aplikasi Terminal:
  1. Buka aplikasi Terminal melalui Applications->Utilities->Terminal
  2. Ketikkan perintah berikut ini:

    /System/Library/Frameworks/CoreServices.framework/Frameworks/ LaunchServices.framework/Support/lsregister -kill -r -domain local -domain system -domain user
Proses reset database Launch Services diatas memerlukan waktu beberapa saat, normalnya 1 hingga 2 menit. Setelah proses selesai dieksekusi, kini menu “Open With” akan kembali normal.

Kamis, Januari 24, 2013

Keyboard Shortcut untuk Shut Down, Restart, Sleep, Log Out, dan Lock Screen pada Mac


Setelah menggunakan Mac selama lebih dari setahun, baru tahu aja kalau ternyata ada shortcut untuk melakukan fungsi-fungsi diatas.
Sebagai catatan, shortcut ini akan langsung melakukan eksekusi perintah tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu. Berikut adalah shortcut nya:
  • Shut Down: Control+Option+Command+Power/Eject (⌃⌥⌘⏏)
  • Restart: Control+Command+Power/Eject (⌃⌘⏏)
  • Log Out: Shift+Command+Q (⇧⌘Q)
  • Sleep: Option+Command+Power/Eject (⌥⌘⏏)
  • Lock/Mematikan display Mac: Shift+Control+Power/Eject (⇧⌃⏏)

Sabtu, Januari 19, 2013

Review: iPhone (bagian 3)

sebelumnya (bagian 2)..

Personal Hotspot
iPhone dapat digunakan sebagai personal internet hotspot yang pengaturannya dapat dilakukan dengan mudah. Koneksi hotspot yang didukung meliputi Bluetooth, kabel data, dan WiFi. Pengaturannya bisa dibilang sangat simpel. Tidak seperti perangkat Android yang memiliki setingan untuk pengguna advance, setingan pada iPhone hanya terbatas pada APN yang digunakan dan tombol switch On/Off untuk mengaktifkan maupun me-non aktifkan fungsi internet hotspot tersebut.

Privacy Control yang lebih baik
Apple sangat ketat dalam mengatur aplikasi yang berada pada ekosistemnya. Pada iPhone pengguna bisa mengatur akses aplikasi ke informasi-informasi sensitif seperti Location (GPS), informasi kontak, hingga foto yang tersimpan dalam iPhone. Dengan fitur ini pengguna iPhone bisa memastikan bahwa aplikasi-aplikasi yang dijalankan tidak akan mengakses informasi-informasi sensitif pada iPhone.

Fitur Restriksi
iOS dilengkapi dengan fitur restriksi yang akan membatasi kemampuan perangkatnya untuk melakukan suatu task. Sebagai contohnya pengguna dapat membatasi iPhone-nya agar tidak dapat meng-install ataupun menghapus aplikasi, mengakses peramban Safari, fitur kamera, melakukan pembelian melalui In-App Purchase, bahkan hingga membatasi aplikasi yang dapat dijalankan berdasarkan ratingnya. Menurutku fitur ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi orang tua yang membelikan iPhone untuk anaknya (sebagai Parental Control), karena restriksinya dapat diaplikasikan hingga ke level konten (aplikasi, musik, ebook, dan video). Walaupun tampaknya cocok sebagai parental control, aku juga memanfaatkan fitur restriksi ini, hanya fitur menghapus aplikasi dan pembelian melalui In-App Purchase saja yang aku matikan karena kedua fitur tersebut sangat rentan untuk tereksekusi secara tidak sengaja.

Pemutar Audio & Video
iPhone dapat digunakan sebagai pengganti MP3 player dan mampu memainkan film dengan format HD. Jika Anda pengguna iPod, Anda tidak akan kesulitan dalam memindahkan lagu-lagu kesayangan Anda ke iPhone. Selama lagu-lagu pada iPod disinkronisasi dari library iTunes yang sama, Anda dapat menyalin semua isi lagu yang ada di iPod ke iPhone.

Untuk video, pemutar video bawaan iPhone hanya bisa memainkan video dengan format yang terbatas (MP4, MOV, M4V). Sedikit mengesalkan memang. Selain itu subtitle eksternal seperti .srt tidak dapat dibuka melalui pemutar bawaan ini. Jika Anda ingin memainkan video yang formatnya tidak didukung iPhone, Anda dapat membeli aplikasi dari pihak ketiga seperti AVPlayer ataupun CineXPlayer yang dapat memainkan video dengan format yang lebih beragam. Kedua aplikasi tersebut juga mampu menampilkan subtitle yang disimpan pada file .srt. Jika Anda tidak ingin membeli aplikasi dari pihak ketiga, Anda dapat mengkonversi video tersebut ke dalam format yang dikenali iPhone. Salah satu aplikasi yang aku gunakan adalah HandBrake (gratis, dan tersedia untuk PC dan Mac). Dengan HandBrake dapat diatur kualitas hasil konversi video nya dan juga aplikasi ini dapat meng-embedd file subtitle ke dalam MP4 sehingga dapat ditampilkan pada pemutar video bawaan iPhone.

Kamera dan Perekam Video
iPhone dilengkapi dengan kamera yang dapat digunakan untuk mengambil gambar dan merekam video. Kualitasnya pun lumayan oke jika dibandingkan dengan kebanyakan handphone yang berada di pasaran. iPhone terbaru, iPhone 5 dilengkapi dengan kamera 8 MP dan kemampuan merekam video dengan kualitas HD (1080p).

Berdasarkan pengalamanku, kualitas jepretan kameranya lumayan bagus untuk kondisi pencahayaan yang cukup. Untuk sekedar diupload di twitter ataupun instagram sih sudah cukup, terlebih lagi biasanya sebelum diupload dibumbui dengan berbagai macam filter, sehingga ukuran ketajaman hasil jepretan bukan menjadi prioritas utama.

Sementara itu untuk perekam videonya, cukup menghabiskan space. Untuk video berdurasi 5 menit, ukurannya bisa mencapai 600 MB. iPhone tidak menyediakan pilihan kualitas/ukuran video hasil rekamannya, sehingga hasil rekaman video nya otomatis 1080p (untuk kamera belakang). Pengguna tidak bisa merekam video dengan kualitas 720p menggunakan kamera belakang. Pengaturan resolusi video hanya bisa dilakukan setelah proses perekaman dengan menggunakan aplikasi seperti iMovie ataupun Handbrake.


Home Sharing
Melalui fitur Home Sharing, pengguna bisa mendengarkan musik maupun memutar video yang ada pada iTunes di PC/Mac. Konsepnya sederhana, library iTunes akan di share sehingga dapat dimainkan di iPhone. Musik maupun video yang diputar akan di-stream melalui WiFi. Pengguna hanya perlu melakukan autentikasi dengan menggunkan AppleID yang sama pada iTunes di PC/Mac dan pada iPhone. Selain itu iPhone dan Mac harus berada pada jaringan yang sama.

AirPlay
AirPlay adalah teknologi yang memungkinkan penguna iPhone untuk melakukan streaming audio secara wireless ke speaker yang telah mendukung teknologi ini. Anda juga dapat mendengarkan lagu secara wireless menggunakan speaker konvensional yang telah dihubungkan dengan AirPort Express. Air Port Express adalah salah satu produk WiFi router yang dikeluarkan Apple yang memiliki jack audio out. Pada dasarnya tidak hanya iPhone saja yang dapat memanfaatkan fitur ini. Produk iDevice yang lain serta iTunes pada PC/Mac dapat memanfaatkan fitur serupa selama masih terkoneksi pada jaringan yang sama.

Selain streaming audio, pengguna juga dapat melakukan streaming video ke AppleTV. Melalui teknologi yang disebut dengan AirPlay mirroring, pengguna iPhone dapat menampilkan isi layar iPhone nya ke TV melalui AppleTV.


iMessage
iMessage memungkinkan pengguna iPhone untuk saling mengirimkan pesan melalui jalur data. iMessage juga dapat digunakan pada Mac, sehingga pada dasarnya melalui fitur ini pengguna dapat mengirimkan pesan ke semua perangkat iDevice maupun Mac. Terleboh lagi pada iPhone, fitur ini terintegrasi pada aplikasi Message yang digunakan untuk mengirimkan SMS. Jika nomor tujuan yang akan dikirimi pesan terdaftar dalam layanan iMessage, otomatis pesan yang dikirim akan berupa iMessage, bukan SMS. Walaupun fitur ini memiliki banyak kekurangan dan masih memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut, namun karena fitur ini menyatu dengan Message, menfaatnya benar-benar terasa. Antar sesama pengguna iPhone dapat saling berkirim pesan dengan fitur native, dan tidak perlu aplikasi chat lain.

Face Time
Melalui FaceTime, antar sesama pengguna iPhone dapat melakukan video call melalui jaringan 3G maupun WiFi. Selain itu fitur ini juga tersedia pada Mac. FaceTime menggunakan AppleID sebagai identitias penggunanya, dan pengguna juga dapat menggunakan nomor telepon pada iPhone, namun dengan catatan sudah melakukan aktivasi terlebih dahulu yang akan dilakukan secara otomatis saat pertama kali menggunakan fitur ini.

Berdasarkan pengalamanku, walaupun fitur ini tersedia pada jaringan 3G, user experiencenya kurang bagus. Gambarnya putus-putus dan kurang tajam. Pengalaman yang lebih baik akan didapat jika sesama pengguna sama-sama menggunakan WiFi yang tentunya memiliki koneksi yang lebih cepat ke internet.

Find Friends & Find My iPhone
Find Friends dan Find My iPhone merupakan fitur yang memanfaatkan posisi lokasi penggunanya. Find Friends hampir sama dengan Google Latitude yang dapat melacak posisi teman-teman Anda saat ini dan menampilkannya dalam peta. Pada Find Friends pengguna dapat memanfaatkan fitur notifikasi otomatis yang akan dikirimkan ketika ada teman yang datang atau meninggalkan lokasi tertentu. Karena terintegrasi dengan iOS, notifikasi akan dikirimkan melalui Notification Center pada perangkat iPhone Anda. Tidak seperti Find My iPhone yang dapat diakses melalui Web, Find Friends hanya tersedia pada iPhone dan perangkat berbasis iOS seperti iPod Touch dan iPad.


Melalui Find My iPhone, pengguna dapat melacak semua lokasi perangkat iOS dan Mac yang dimilikinya. Untuk memanfaatkan fitur ini, pengguna harus mengaktifkan iCloud dan mengaktifkan fitur Find My iPhone. Agak-agak aneh dengan nama fitur ini, karena tidak hanya iPhone saja yang bisa dilacak, namun juga Mac dan perangkat-perangkat iDevice lain yang menggunakan AppleID yang sama. Untuk Mac dan perangkat iDevice selain iPhone, lokasi yang diberikan mungkin tidak akurat, karena perangkat-perangkat tersebut tidak memiliki GPS dan hanya mengandalkan lokasi dari jaringan WiFi atau jaringan internet yang digunakan. Fitur ini memungkinkan penggunanya secara remote untuk memainkan suara yang kencang, mengirimkan pesan, atau menghapus isi perangkat yang dituju. Kelemahan fitur ini adalah perangkat-perangkat yang dituju harus terkoneksi ke internet dan iCloud. Pada Mac, fitur ini juga dapat digunakan untuk mengunci Mac. Pengguna akan diminta untuk memasukkan 4 digit kode yang akan digunakan untuk membuka Mac yang sudah terkunci. Pada kasus Mac yang terkunci, sistem secara otomatis akan melakukan restart Mac, dan pengguna akan dibawa ke session khusus dimana pengguna harus memasukkan 4 digit kode kunci yang telah diset sebelumnya.

Photo Stream
Dengan fitur ini, foto-foto yang diambil melalui iPhone akan otomatis diunggah dan dikirimkan ke semua perangkat iDevice yang menggunakan iCould. Selain itu fitur ini juga dapat digunakan pada Mac/PC untuk menampilkan foto-foto yang telah diunggah. Jika Anda menggunakan iPhoto pada Mac, setiap foto yang ditambahkan pada library iPhoto dapat secara otomatis diunggah ke Photo Stream sehingga dapat otomatis dilihat pada iPhone. Sepertinya karena fitur ini memerlukan bandwidth yang cukup besar, proses pengunggahan dan pengunduhan foto pada iPhone hanya dapat dilakukan jika iPhone terkoneksi ke internet via WiFi.

Remote
iPhone juga dapat digunakan sebagai remote yang dapat mengontrol library iTunes pada Mac/PC yang sedang digunakan. Selain PC/Mac, iPhone Anda dapat menggantikan fungsi Remote pada Apple TV. Jika remote pada Apple TV menggunakan infrared, iPhone menggunakan koneksi via WiFi. Ketika menggunakan fitur ini pengguna dapat memilih library iTunes atau Apple TV yang tersedia pada jaringan yang sama (tentunya iPhone harus menggunakan WiFi dan terkoneksi pada jaringan yang sama dengan PC/Mac ataupun Apple TV). Daftar library yang ditampilkan adalah iTunes library yang fitur Home Sharing nya sudah diaktifkan (pastikan fitur Home Sharing pada iTunes dan iPhone telah diaktifkan dengan menggunakan AppleID yang sama). Namun demikian, bisa juga ditambahkan iTunes library secara manual (tanpa harus mengaktifkan fitur Home Sharing), dimana pengguna harus memasukkan kode autentikasi yang ditampilkan di iPhone pada iTunes yang dituju. Sesuai dengan namanya, fitur ini baru akan terasa manfaatnya jika PC/Mac sedang digunakan untuk memutar konten musik/video namun Anda tidak berada di depan Mac/PC Anda.

Penutup
Demikian fitur-fitur iPhone yang bisa diulas pada tulisan ini. Masih banyak fitur-fitur lain yang sebenarnya masih bisa dieksplorasi. Namun pendekatanku adalah pada pengalaman dalam pemakaian sehari-hari, sehingga fitur-fitur yang tidak terlalu sering kupakai tidak terulas disini. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pengguna iPhone yang ingin lebih memanfaatkan perangkatnya secara lebih optimal. Siapa tahu bisa berguna juga untuk pengguna platform lain yang ingin berpindah OS :p. Hehehe

Review: iPhone (bagian 2)

sebelumnya (bagian 1) ..

User Interface yang Simpel
Menurutku, iPhone simpel dan user interfacenya intuitif sehingga sangat mudah untuk digunakan. Saking simpelnya, jika Anda adalah pengguna advance yang senang mengutak-atik, iPhone sepertinya kurang cocok untuk Anda. Kalaupun mau ya tinggal di jail break saja. Tetapi dengan resiko sistemnya menjadi tidak stabil tentunya. Untukku sekarang, iPhone lebih aku manfaatkan sebagai perangkat hiburan dan penunjang pekerjaan. Disitulah nilai lebih dari iPhone. Seperti hanya PC, kemampuannya tidak selalu tergantung pada spec yang ada, juga tergantung pada aplikasi yang terpasang di dalamnya.

Terkadang karena masalah user interface yang dianggap simpel ini, seringkali dianggap membosankan oleh sebagian orang. Memang dari pertama kali muncul, tampilan Home Screen iPhone tidak mengalami perubahan yang signifikan. Menurutku sih bukannya Apple tidak memiliki kemampuan untuk mengubahnya, namun sepertinya Apple menginginkan agar user experience nya tidak berubah sehingga untuk orang-orang yang sudah terbiasa menggunakan tidak akan kebingungan ketika keluar produk yang terbaru.

Sisi simplisitas iPhone justru tidak disadari oleh penggunanya sendiri. Sampai aku melihat dokumen perbandingan user interface produk milik Samsung dan iPhone pada kasus Apple vs Samsung yang belakangan cukup hot. Pada dokumen itu terlihat bahwa Apple mendesain iPhone dengan sangat baik. Desain disini bukan hanya desain hardware saja, tetapi hingga desain user interface software nya juga. Mungkin Anda baru akan menyadari sisi kesederhanaan ini iPhone setelah menggunakan produk dari manufaktur lain. Well… IMHO, aku rela membayar lebih mahal untuk membeli produk yang memberikan user experience yang lebih baik daripada sekedar membeli spek. Perubahan yang sedikit dan tidak terlalu signifikan, jika fitur tersebut sering digunakan tentunya akan menberikan pengaruh yang besar.

Kelebihan lain dari iPhone adalah, aku bisa mengoperasikan perangkat ini hanya dengan menggunakan satu tangan saja. Inilah alasan mengapa ukuran layar iPhone tidak terlalu besar. Dengan ukuran layar 4 inch, jempol tanganku mampu menyapu seluruh bagian layar. Walaupun untuk masalah 1 tangan ini aku lebih nyaman dengan iPhone 4S karena ukuran layarnya lebih kecil dan lebih terjangkau oleh jempol. Mungkin untuk sebagian orang kelebihan ini terkesan sepele, namun untukku ini cukup signifikan. Ketika menggunakan transportasi publik seperti KRL/busway kelebihan ini sangat berarti sekali. Aku masih bisa browsing, menulis tweet, membalas SMS dengan menggunakan satu tangan  saja.

User experience yang cenderung seragam pada semua versi
Karena varian iPhone yang ada di pasaran tidak terlalu banyak, pengguna tidak perlu bingung dan khawatir akan adanya perbedaan user experience pada perangkat iPhone yang berbeda. Tidak seperti platform Android yang terfragmentasi, user experience antar produk-produk yang berbeda manufaktur tentunya akan berbeda. Pada manufaktur yang sama sekalipun, jika berbeda produk bisa berbeda pula user experience dalam menjalankan aplikasi. Permasalahan pertama adalah pada resolusi layar. Banyaknya produk dengan resolusi layar yang berbeda tentunya memberikan user experience yang berbeda-beda pula dari sisi tampilan. Belum lagi terkait dengan perbedaan spesifikasi memori dan prosesor yang kadang menyebabkan tidak semua aplikasi bisa dijalankan pada produk tertentu. Dan ini tidak terjadi di iPhone.

Karena variannya yang tidak terlalu beragam inilah, developer menjadi lebih mudah dalam menuliskan apakah suatu aplikasi hanya bisa berjalan pada iPhone 4 keatas misalnya. Pengguna iPhone bisa memperoleh informasi kompatibilitas tersebut melalui Apple App Store sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menngunduh aplikasi yang dimaksud atau tidak. Paling nggak kalau memang iPhone nya nggak kompatibel kan nggak perlu rugi duluan karena sudah terlanjur membeli aplikasinya.


Terintegrasi dengan perangkat iDevice Lain
Yang aku suka dari produk Apple adalah kemudahan integrasinya dengan produk-produk Apple lain. Sebagai pengguna Mac, sejauh ini iPhone adalah satu-satunya perangkat yang dapat aku maksimalkan potensinya melalui Mac. Sejauh ini aku telah menggunakan perangkat berbasis Symbian, Blackberry, dan Android. Pemanfaatan ketiga perangkat ini di Mac kurang optimal menurutku. Sebagai contohnya, pemanfaatan fitur Personal Hotspot jauh lebih mudah ketika aku gunakan pada iPhone dibandingkan dengan ketiga perangkat lain. Belum lagi untuk sinkronisasi lagu dan konten-konten multimedia lainnya, upgrade firmware, serta fungsi backup/restore. Kurangnya dukungan dari ketiga perangkat tersebut untuk Mac pernah membuatku cukup frustasi, karena hanya bisa dimanfaatkan secara penuh melalui OS Windows saja, dan itupun masih sering bermasalah pula.

Kemudahan integrasi ini diperkaya dengan hadirnya iCloud pada Mac OS X dan iOS. Melalui fitur iCloud ini data-data dari Mac dan semua perangkat berbasis iOS lain bisa tersinkronisasi dengan iPhone yang aku gunakan. Secara native, iCloud dapat menyimpan informasi Contacts, Notes, Calendars & Reminders, Internet Bookmark, Find My Mac/Find My iPhone, dan dokumen atau data dari aplikasi pihak ketiga. Selain itu pengguna iPhone juga dapat melakukan backup isi iPhone nya ke dalam iCloud. Untuk memanfaatkan fitur ini pastikan ada memiliki koneksi WiFi yang cukup kencang karena data-data yang digunakan untuk backup/restore cukup besar.

Fitur dasar seperti Notes dan Reminders ini walaupun sepele dan sederhana namun sering aku gunakan pada Mac dan iPhone. Catatan-catatan penting biasanya aku catat pada Mac dan ketika aku sedang tidak menggunakan Mac, aku dapat mengaksesnya via iPhone. Memang kedua aplikasi tersebut fiturnya memang sangat sederhana. Namun kedepannya aku berharap kedua aplikasi ini dapat diperkaya lagi oleh Apple mengingat keduanya adalah aplikasi bawaan dan menurutku manfaat terbesarnya terletak pada kemudahan sinkronisasinya yang dilakukan secara otomatis. Dan secara fitur masih dimungkinkan untuk dikembangkan lagi.

Selain itu sebagai catatan lain, salah satu aplikasi yang menggunakan iCloud yang aku gunakan adalah Day One yang tersedia pada Mac, iPhone, dan iPad. Aplikasi ini berfungsi untuk mencatat jurnal. Kelebihannya adalah selain sederhana dan mudah digunakan, desain aplikasinya pun elegan. Tak heran jika aplikasi ini mendapat award dari Apple sebagai aplikasi terbaik pada 2012. Aplikasi ini menggunakan iCloud untuk sinkronisasinya, dan selama aku menggunakan aplikasi ini, performanya sangat memuaskan. Aku bisa mencatat jurnal dimana saja tanpa perlu tergantung pada perangkat yang aku gunakan. Dan selama ada koneksi internet, perubahan pada jurnal akan otomatis tersinkroniasi ke perangkat yang lain.

Fitur Backup & Restore yang mudah
iPhone yang aku gunakan dapat melakukan backup secara otomatis ke iCloud maupun ke Mac ketika dihubungkan dengan kabel data. iTunes akan otomatis melakukan backup dan sinkronisasi data antara Mac dan iPhone. Dan hebatnya lagi backup ini bisa aku restore di perangkat iDevice yang lain seperti iPad maupun iPod Touch berikut aplikasinya (dengan catatan aplikasi yang digunakan di iPhone sudah tersedia di iTunes secara lokal). Dengan fitur ini, backup dan restore dapat dilakukan secara offline tanpa perlu koneksi ke internet.


iTunes
Siapa yang tak kenal iTunes. Siapa sangka aplikasi yang dulunya berfungsi sebagai pemutar musik kini juga berfungsi sebagai aplikasi untuk mengatur perangkat-perangkat yang menggunakan iOS dan sebagai toko konten digital milik Apple. Melalui iTunes transfer lagu dari PC/Mac ke iPhone dapat dilakukan dengan mudah. Tinggal drag and drop saja. Fitur inilah yang selama ini belum aku temukan di perangkat lain seperti Android. Bahkan untuk manufaktur seperti Samsung maupun HTC belum memiliki aplikasi yang sekaliber dengan iTunes.

Konsep yang ditawarkan oleh iTunes adalah sinkronisasi. Pengguna bisa melakukan sinkronisasi konten-konten yang ada di PC/Mac ke iPhone dengan mudah. Konten-konten yang didukung antara lain: lagu, film, aplikasi, foto, ring tone, ebook, dan podcast. Dengan konsep seperti ini iTunes menjadi satu-satunya aplikasi yang digunakan untuk mentransfer konten. Khusus untuk foto sinkronisasi hanya bisa dilakukan per folder atau per item (event atau album) pada iPhoto. Jadi agak-agak repot jika ingin menambahkan foto. Foto tersebut harus diaalin dulu ke folder yang hendak di sinkronisasi terlebih dahulu.

selanjutnya (bagian 3)..

Review: iPhone (bagian 1)

Setelah kurang lebih 3 bulan menggunakan iPhone, rasanya sudah gatel aja pengen nulis ulasannya. Niatnya sih udah dari dulu-dulu, tapi baru sempet nulis sekarang. Seperti biasa, dalam tulisan ini, aku nggak akan fokus kepada spesifikasi iPhone nya itu sendiri. Seandainya produk ini dilengkapi dengan RAM 4 GB dan prosesor 10-core pun rasa-rasanya tidak perlu aku ulas disini, alasannya sederhana saja, dengan spec yang setinggi itu perbedaan user experience nya tidak akan terlalu jauh. Karena saat ini belum ada aplikasi di iPhone yang memerlukan spesifikasi seperti yang disebutkan diatas.

Dalam tulisan ini, aku ingin berbagi pengalaman dalam menggunakan iPhone untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga para pembaca bisa mengetahui fitur-fitur yang ada di dalamnya dan pada intinya iPhone itu bisa dipakai untuk apa saja sih. Agar fair juga, aku juga akan mencoba mengulas beberapa kekurangan-kekurangannya, yang rencananya akan aku tuliskan pada tulisan yang terpisah.

iOS
Kekuatan iPhone terletak pada ekosistem dan sistem operasinya: iOS. Pada umumnya iOS versi terakhir bisa digunakan ke produk Apple yang diproduksi 3 tahun ke belakang. Seperti pada saat ini, iOS terakhir adalah iOS versi 6 dan bisa digunakan pada iPhone 3GS yang diproduksi 3 tahun yang lalu. Salah satu kelebihan iOS adalah user interface nya yang intuitif dan smooth ketika pengguna mengoperasikan layar sentuh iPhone.

Adopsi firmware yang lebih cepat
Tidak seperti pada Android yang begitu terfragmentasi sehingga ketika jika ada update terbaru belum tentu perangkat Android tersebut bisa langsung di-upgrade. Walaupun bisa diupgrade biasanya harus menunggu beberapa lama hingga manufaktur produsen perangkat Android tersebut mengeluarkan rilis resmi untuk upgrade ke versi terbaru. Di iOS, begitu ada update terbaru, pengguna bisa langsung melakukan upgrade.

Jika update terbaru telah ada, dan iPhone Anda terkoneksi ke internet via WiFi, otomatis update tersebut akan diunduh tanpa Anda menyadarinya. Tahu-tahu keluar notifikasi bahwa telah ada update terbaru dan siap diinstall. Well… berhati-hati sajalah jika Anda menggunakan WiFi tethering untuk iPhone, bisa menyedot quota paket data yang Anda gunakan, karena untuk update biasanya ukurannya cukup besar (diatas 100 MB).

App Store
Ekosistem aplikasi adalah salah satu kekuatan iPhone. App Store saat ini memiliki lebih dari 700 ribu aplikasi. Aplikasi-aplikasi yang ada pada App Store telah melalui uji seleksi yang cukup ketat sehingga aman untuk digunakan. Memang ada beberapa aplikasi lolos sensor yang ternyata membahayakan penggunanya. Namun aplikasi-aplikasi yang lolos sensor ini sangat sedikit apabila dibandingkan dengan Android misalnya. Disini Apple mengontrol semuanya. Jika ada fitur-fitur pada aplikasi yang dirasa tidak sesuai dengan term and condition nya, Apple tidak segan untuk menolak aplikasi tersebut.

Pada akhirnya memang ada keterbatasan fitur pada aplikasi-aplikasi yang ada pada App Store jika dibandingkan dengan platform lain seperti Android. Android memiliki Google Play sebagai toko aplikasinya, dan developer bisa lebih bebas dalam membuat aplikasi yang dijual melalui toko aplikasi tersebut. Seperti misalnya pada Apple App Store, aplikasi-aplikasi yang memiliki kemampuan untuk mengubah sistem tentunya akan ditolak.

Lebih Aman
Dengan berbagai limitasi fitur pada aplikasi yang dijual melalui Apple App Store, menjadikan iPhone lebih aman dari serangan malware dan aplikasi-aplikasi 'tak jelas' lain yang mungkin bisa melakukan hal-hal yang membahayakan seperti mengirimkan data-data ke luar tanpa diketahui penggunanya, menghapus file sistem, menyebabkan iPhone menjadi tidak stabil, dan lain sebagainya.

Isu keamanan memang menjadi fokus Apple. Inilah alasan mengapa Apple tidak menyertakan opsi untuk penambahan kapasitas penyimpanan menggunakan media seperti microSD. Jika ada data-data penting pada memori eksternal dan iPhone Anda hilang, memori eksternal tersebut masih dapat dibaca.

selanjutnya (bagian 2)..