Sabtu, Februari 18, 2012

Kekurangan Samsung Galaxy Tab 8.9


Pada tulisan sebelumnya: Review Samsung Galaxy Tab 8.9, aku telah menuliskan ulasan mengenai tablet ini. Pada tulisan kali ini aku akan mengulas beberapa kekurangan yang aku rasakan selama menggunakan produk tablet ini. Beberapa diantaranya bisa dibilang cukup subyektif. Berikut adalah beberapa kekurangan yang aku rasakan selama menggunakan tablet ini.

Layar sentuh yang kurang responsif
Dalam kondisi normal, layar sentuh tablet ini cukup responsif. Namun terkadang ada kalanya menjadi kurang responsif, seperti sedikit nge-lag, dan beberapa saat kemudian normal lagi. Kondisi ini bisa dibilang jarang, dan terjadi ketika mengakses Home Screen. Penyebabnya sendiri aku tidak tahu. Aku duga ada aplikasi yang berjalan pada mode background dan melakukan proses yang cukup memakan sumber daya prosesornya. Kondisi serupa juga cukup sering aku alami ketika membuka dokumen PDF yang berukuran cukup besar (diatas 50MB) melalui aplikasi eBook. Kurasa cukup wajar jika melihat ukuran dokumen yang dibuka, tetapi harusnya nggak perlu sampai membuat layar sentuhnya menjadi kurang responsif.

Kies yang selalu bermasalah
Pada awalnya aku bisa menghubungkan tablet Galaxy Tab ku ke aplikasi Kies di laptop. Namun belakangan ini, koneksinya selalu gagal, seolah-olah tabletnya tidak merespon aplikasi Kies-nya. Penyebabnya pun sampai saat ini aku tidak tahu. Setelah googling, aku menemukan beberapa artikel yang menunjukkan masalah yang serupa, tapi tidak ada satupun solusi yang aku dapatkan. Dugaanku, ada perubahan seting/konfigurasi akibat dari instalasi aplikasi tertentu pada tabletnya. Namun sampai saat ini aku juga tidak tahu aplikasi mana yang menyebabkan masalah ini. Satu-satunya solusi yang paling efektif adalah factory reset, yang tentunya dengan resiko kehilangan seluruh aplikasi yang sudah diinstall berikut dengan data-datanya. Setelah factory reset, sekarang masalah ini kembali terulang *sigh*. Dan kurasa factory reset bukanlah solusi yang akan aku ambil.

Transfer File Melalui Bluetooth Bermasalah
Masalah ini bisa dibilang hampir sama dengan masalah sebelumnya: penyebabnya tidak diketahui dan googling tidak membantu sama sekali dalam menemukan solusinya. Perangkat bluetoothnya sendiri tidak bermasalah karena bisa dideteksi oleh PC/laptop. Hanya saja, ketika akan melakukan transfer file langsung di-reject oleh tabletnya. Masalah ini juga terjadi ketika aku mencoba melakukan transfer file dari perangkat lain (HP) ke tablet.

Solusi alternatif untuk masalah ini adalah menginstall aplikasi tambahan, yaitu Bluetooth File Exchanger. Aplikasi ini gratis namun disisipi iklan. Kusebut solusi alternatif karena permasalahan gagalnya transfer menggunakan aplikasi bawaan yang sudah terinstall di dalam tablet tidak diketahui penyebabnya. Namun demikian solusi alternatif ini cukup ampuh. Selain bisa melakukan transfer file dengan bebas, aplikasi ini juga memiliki kelebihan lain, aku tidak perlu melakukan konfirmasi pada tablet ketika akan melakukan transfer file (konfirmasi ini kurasa untuk alasan keamanan), selain itu aku bisa melakukan transfer beberapa file sekaligus.

Kies tidak bisa melakukan backup pada data aplikasi
Yang sangat disayangkan, data-data aplikasi (contohnya adalah informasi username pada aplikasi, data preferensi, atau progress dalam game) tidak bisa dibackup melalui Kies. Aneh memang, namun sepertinya kurasa ini untuk masalah keamanan juga. Pada dasarnya data-data aplikasi ini bisa dianggap sensitif, dan pengguna tidak bisa membaca data-data ini, kecuali pengguna tersebut telah melakukan rooting pada tabletnya. Proses rooting ini sendiri walaupun bisa dikatakan aman, tetapi akan menghilangkan garansi produknya. Cukup beresiko bagi pengguna awam.

Android Market hanya bisa diakses melalui Tablet
Client Android Market hanya dapat dibuka melalui tablet, tidak seperti Apple yang menyediakan iTunes untuk mengunduh aplikasi via PC/laptop. Dengan keterbatasan ini, jika ingin mengunduh aplikasi-aplikasi yang cukup besar, solusi yang paling efisien dan murah adalah melalui WiFi, kalau pake jaringan selular kayaknya sayang bandwidth. Nah tidak semua tempat kan ada WiFi nya. Belum lagi WiFi hotspot tersebut harus memiliki koneksi langsung ke internet. Tablet Galaxy Tab ini tidak bisa terkoneksi ke WiFi Hotspot yang memerlukan proxy, seperti halnya pada jaringan kantor. Sebenernya bisa saja sih konek pakai proxy, tapi tabletnya mesti di-root terlebih dahulu. Untuk pengguna awam, tentunya lumayan ribet.

Seandainya ada versi client untuk PC/laptop kan bakalan lebih mudah. Bisa membeli dan mengunduh aplikasi secara bebas melalui PC/laptop, setelah diunduh, baru ditransfer deh ke tabletnya. Menurutku ini lebih simpel dan efektif. Jujur saja, dengan banyaknya isu malware pada OS Android, membuatku nggak berani beli aplikasi berbayar melalui Android Market (terlalu parno sih). Daripada nanti disalahgunakan dan merugikan diri sendiri, mending cari versi crack nya di internet dan install secara langsung tanpa melalui Android Market.

Kompatibilitas aplikasi
Tablet Galaxy Tab 8.9 dilengkapi dengan resolusi layar 1280x800 pixel. Untuk kebanyakan perangkat yang menggunakan OS Android, resolusi tersebut bisa dibilang sangat tinggi. Kebanyakan perangkat yang menggunakan OS Android memiliki resolusi dibawah itu. Nah ada kalanya ada aplikasi yang didesain untuk menggunakan resolusi rendah. Aplikasi yang seperti ini dapat diinstall dengan baik pada Galaxy Tab, namun terkadang tampilannya menjadi kurang menarik, dan bahkan pecah (pixelated), karena seolah tampilannya di-stretch ke dalam resolusi yang lebih besar. Sebenarnya ini tidak terlalu bermasalah, tetapi paling nggak ekspektasiku semua aplikasi yang tersedia di Android Market bisa memberikan informasi resolusi optimum, sehingga sebelum aku menjalankan aplikasi tersebut, paling nggak aku sudah tahu bahwa tampilan aplikasinya bakalan sedikit bermasalah, dan bisa memutuskan untuk melanjutkan untuk mengunduh atau tidak.

Kurangnya dukungan untuk MacAplikasi Kies memang tersedia untuk Mac, namun Kies ini memiliki banyak keterbatasan dan lebih cocok digunakan untuk melakukan sinkronisasi data-data seperti kontak, memo, dan kalender antara Mac dengan tablet. Tidak seperti pada Windows, dimana ketika dihubungkan dengan kabel data, tablet Galaxy Tab akan dikenali sebagai USB drive. Pada Mac, ketika anda menghubungkan table menggunakan kabel data, seolah tidak terjadi apa-apa. Mac tidak mengenali perangkat ini sebagai USB Drive. Jika dikenali sih harusnya muncul pada aplikasi Finder di Mac nya. Sepertinya sih ini bukan salah tabletnya, tapi karena Mac nya yang tidak support secara native. Dan parahnya lagi, Samsung tidak menyediakan driver khusus untuk menangani masalah ini.

Kebayang kan, jika anda pengguna Mac (dan nggak punya OS Windows), anda akan kesulitan dalam mentransfer file dari Mac ke tablet. Bisa saja melalui Bluetooth, tapi ya nggak bisa cepet, dari pengalamanku, maksimal kecepatan transfernya sekitar 160 KB/s. Terlebih lagi jika Kies nya pun tidak bisa digunakan seperti pada masalah yang telah disebutkan diatas, bisa membuat frustasi deh.

Kesimpulan
Tablet Galaxy Tab ini jika dilihat dari perspektif OS Android, bisa dibilang OK lah. Selain banyaknya aplikasi yang tersedia, perangkat ini juga custimizable dan bisa dioprek. Hanya saja menurutku untuk pengguna awam, kalau mau benar-benar memanfaatkan perangkat ini secara optimal ya mesti mau belajar dan meluangkan waktu untuk ngutak-ngatik. Untuk pengguna yang memang malas untuk ngoprek, rasanya sayang aja. Ibaratnya beli komputer canggih dan up to date, tapi dipakai untuk mengetik dan bermain Solitaire. Mubazir kan?

Namun demikian, jika aku melihat tablet ini dari perspektif Samsung (nggak ngomongin Androidnya), aku sangat kecewa dengan produk ini. Masalah-masalah terkait dengan Bluetooth dan Kies diatas, kurasa tidak berhubungan dengan Android nya, tetapi Samsung nya ini yang bermasalah. Kedengarannnya cukup konyol, namun demikianlah kenyataannya. Mungkin banyak pengguna yang memang jarang menggunakan Kies, namun jika memang Samsung cukup peduli, seharusnya masalah-masalah diatas sudah ada solusinya.

Oke, memang pendapatku diatas bisa dibilang sangat subyektif. Tapi rasanya aku cukup bisa menyimpulkan kualitas produk keluaran Samsung ini seperti apa. Seolah Samsung hanya ikut-ikutan untung dari popularitas Android, tetapi mengabaikan support untuk produknya. Aku adalah pengguna Mac, dan kurasakan dukungan Samsung untuk Mac sangat mengecewakan. Bagi pengguna Mac yang tidak memiliki OS lain, masalah konektivitas bisa menjadi mimpi buruk. Solusi alternatifnya, ya mau nggak mau install OS Windows (pakai dual boot), atau virtualisasi menggunakan aplikasi seperti VMWare, VirtualBox, atau Parallels.

Artikel terkait:
Perbandingan iPad 2 vs Samsung Galaxy Tab

Jumat, Februari 17, 2012

Review Samsung Galaxy Tab 8.9


Samsung Galaxy Tab 8.9 merupakan salah satu tablet keluaran Samsung yang memiliki ukuran layar 8.9 inch dan resolusi 1280x800 pixels. Tablet ini dibekali dengan OS Android Honeycomb (3.0, yang bisa diupgrade ke versi 3.2). Spec prosesornya pun lumayan canggih: Dual Core Cortex-A9 1 GHz. Untuk RAM nya, berdasarkan informasi yang kudapat, tablet ini dilengkapi dengan 1GB RAM, namun jika melihat informasi dari tabletnya sendiri, memory yang tersedia adalah 768 MB. Entah kenapa bisa berbeda, mungkin yang 256 MB di reserve untuk OS nya sendiri.

Tulisan ini tidak akan terlalu banyak membahas spesifikasi teknis dari tablet ini. Penulis akan mencoba untuk menuliskan ulasan dari sisi user experience atau pengalaman pribadi sendiri dalam menggunakan tablet ini, ditambah dengan fitur-fitur dari sisi aplikasinya. Spesifikasi lengkap mengenai tablet ini, bisa dilihat melalui tautan berikut.

Konektivitas
Tablet ini dapat beroperasi pada jaringan 2G (GPRS, EDGE) maupun 3G (HSDPA). Selain itu, perangkat ini pun dilengkapi dengan WiFi dan Bluetooth untuk koneksinya. Pastikan anda berlangganan paket data dari operator anda, karena tablet Android ini menurut pengamatanku cukup boros untuk urusan data. Perangkat ini didesain untuk selalu terkoneksi dengan internet, bisa jadi anda tidak sedang menggunakan tablet ini, tetapi secara background, ada aplikasi yang melakukan sinkronisasi via internet. Jika di tempat anda ada WiFi hotspot, konektivitas ke jaringan selular bisa dimatikan dan beralih ke WiFi.

Untuk konektivitas ke PC/laptop, Samsung menyediakan aplikasi yang bernama Kies. Kies memungkinkan pengguna untuk melakukan sinkronisasi data-data kontak, memo, dan kalender dari tablet ke PC/laptop. Selain itu, pengguna bisa melakukan sinkronisasi file-file media seperti lagu dan film. Untuk bisa terkoneksi dengan Kies, anda bisa menggunakan kabel data, Bluetooth, ataupun WiFi. Tentunya koneksi menggunakan kabel data akan jauh lebih cepat dibandingkan menggunakan Bluetooth ataupun WiFi.

Bluetooth-nya pun bisa digunakan untuk berkirim dokumen. Namun tidak semua dokumen bisa dikirimkan, hanya dokumen-dokumen yang dikenali oleh perangkat ini saja yang bisa dikirimkan. Repotnya lagi, tiap kali mau transfer mesti konfirmasi. Lumayan ribet, tapi mungkin untuk alasan keamanan juga sih. Jika nggak mau ribet dengan limitasi diatas, bisa menginstall aplikasi tambahan dari pihak ketiga. Cara yang lebih gampang untuk transfer file adalah menggunakan kabel data. Ketika perangkat ini terkoneksi via kabel, di PC/laptop akan dikenali sebagai USB drive. Anda bisa mentransfer banyak file sekaligus, tidak perlu satu persatu seperti halnya menggunakan Bluetooth.

Anda juga dapat menjadikan perangkat tablet ini menjadi personal hot-spot. Dengan fitur ini anda bisa membagi akses internet dari tablet ini ke perangkat lain melalui WiFi. Cukup praktis menurutku, selain menjadi modem portabel, fitur ini memungkinkan beberapa perangkat sekaligus dapat terhubung dan menggunakan koneksi internet yang sama.

Multimedia & Hiburan
Tablet ini dilengkapi dengan kamera 3 MP yang bisa digunakan untuk memotret maupun merekam video. Untuk memainkan file-file musik ataupun video, tablet ini sudah dilengkapi dengan aplikasi bawaan. Untuk membuat playlist musik, selain bisa langsung dibuat pada tabletnya, bisa juga menggunakan Kies. Kies lebih memudahkan pengguna karena bisa meng-import playlist iTunes secara langsung. Selain itu, membuat playlist juga menjadi lebih mudah. Bandingkan dengan membuat playlist langsung dari tablet, dimana lagu yang akan ditambahkan mesti dipilih satu persatu.

Aplikasi & Game
Anda bisa mengunduh banyak aplikasi (baik gratis maupun berbayar) melalui Android Market yang bisa diakses langsung dari perangkat ini. Ada lebih dari 400 ribu aplikasi yang tersedia melalui Android Market saat ini. Apalagi banyak aplikasi/games yang gratis, dimana biasanya mereka mendapatkan pemasukan melalui iklan.

Selain melalui Android Market, anda juga bisa menginstall aplikasi dari internet/PC. File instalasi Android biasanya berekstensi *.apk. Untuk menginstalnya, anda bisa mentransfer file  instalasi tersebut kedalam perangkat melalui Bluetooth/kabel data. Setelah ditransfer, buka file APK tersebut melalui aplikasi File Manager (Samsung menyertakan aplikasi yang bernama My files untuk keperluan ini). Untuk alasan keamanan, secara bawaannya, anda tidak disarankan untuk menginstall aplikasi tanpa melalui Android Market. Anda bisa mengubah setingan ini melalui Settings->Applications, dan centang pilihan "Unknown Source: Allow installations of non-Market applications".

Email & Aplikasi Office
Untuk urusan pekerjaan, perangkat ini sudah cukup canggih. Untuk urusan portabilitas, perangkat ini bisa menggantikan laptop. Anda bisa membaca dan berkirim email melalui perangkat ini secara realtime. Tablet ini juga dilengkapi dengan aplikasi Polaris Office untuk membuka dan mengedit dokumen-dokumen Word, Excel, maupun Power Point, namun tentunya dengan fitur yang terbatas. Jika anda kurang puas, Anda bisa menginstall aplikasi seperti Documents To Go atau Office Suite melalui Android Market, yang tentunya tidak gratis.

Untuk membuka dokumen PDF, anda bisa menggunakan aplikasi bawaan eBook. Sesuai namanya, aplikasi ini diperuntukkan untuk membuka eBook. Namun berhubung salah satu format eBook adalah PDF, jadi nggak salah juga jika anda membuka dokumen PDF melalui aplikasi ini. Melalui aplikasi ini anda bisa menambahkan bookmark di halaman manapun. Selain itu, anda juga bisa menambahkan catatan-catatan maupun penanda (bookmark) pada dokumen anda.

Kesimpulan
Dalam hal mobilitas, tablet Samsung Galaxy Tab 8.9 ini cukup memuaskan, baik untuk urusan pekerjaan maupun untuk hiburan. Perangkat ini lebih sering aku gunakan untuk browsing, bermain game, menonton film dan membaca buku dalam format ebook. Sementara untuk urusan email dan pekerjaan aku lebih prefer menggunakan laptop (ya iya lah). Ribet kan soalnya mesti transfer-transfer dokumennya. Untuk baca email masih lumayan lah, namun untuk menulis email, masih enakan pakai HP biasa yang menggunakan keypad (jelas lebih praktis). Dengan ukurannya yang lumayan besar, tentunya perangkat ini tidak sepraktis handphone yang bisa dimasukkan kedalam saku celana. Jadinya agak ribet jika menggunakan perangkat ini di tempat umum seperti di dalam bus/kereta.

Bisa dikatakan juga, anda bisa melakukan apapun melalui tablet ini. Semuanya karena sistem operasi Android yang disematkan pada tablet ini. Banyaknya dukungan aplikasi yang tersedia membuat tablet ini sangat powerful. Jika ingin fitur tambahan, ya install aplikasi yang sesuai, beres kan. Ibaratnya seperti membeli PC kosong, kita bisa menginstall bermacam-macam aplikasi. Fungsi dan manfaat PC tersebut bergantung pada penggunanya dalam memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang ada. Jika anda pengguna awam, mungkin bagian yang agak menyusahkan adalah menemukan aplikasi-aplikasi yang bagus dan tentunya bermanfaat. Tapi dengan teknologi internet saat ini, seharusnya hal ini tidak menjadi masalah: tinggal googling saja.

Lebih ekstrimnya lagi, anda bisa me-root tablet Galaxy Tab anda atau bahkan menginstall ROM dari pihak ketiga. Tapi kedua hal tersebut tidak akan aku ulas disini. Secara aku juga masih newbie dan belum punya waktu luang yang cukup banyak untuk ngoprek-ngoprek. Lagipula jika anda melakukan kedua hal diatas, otomatis garansi resminya akan hilang. Yah walaupun pada kenyataannya bisa diakali juga sih, untuk mengembalikan tablet dalam kondisi semula.

Rabu, Februari 01, 2012

Buku Hafalan Shalat Delisa: Benar-benar menyentuh

Akhirnya kesampaian juga untuk membaca buku ini. Judulnya memang sudah lama familier di telingaku karena cerita ini sudah difilmkan, walaupun aku sendiri belum menonton filmnya. Hanya saja, menurut pengamatanku judul buku yang akhirnya dibuat film, dan apalagi buku tersebut bercerita tentang anak-anak, biasanya memang bagus isinya, dan pada umumnya highly recommended untuk dibaca. Namun jujur saja, baru kali ini aku membaca bukunya Tere Liye. Dan biasanya, begitu aku tahu salah satu tulisannya bagus, akan berlanjut untuk ke buku lainnya.

Sesuai dengan judulnya, buku ini menceritakan kisah Delisa, anak kecil berusia 6 tahun yang sedang belajar untuk menghapal bacaan shalat. Cerita diambil dari sudut pandang tokoh utamanya. Latar yang digunakan adalah kisah tsunami Aceh pada tahun 2004. Setelah membaca bagian awal buku ini, kupikir judul buku ini hanya hiasan dan tidak benar-benar merepresentasikan keseluruhan isi bukunya. Namun setelah membaca hingga bagian akhir, rasanya aku paham, mengapa buku ini diberi judul demikian.

Isi buku ini benar-benar menyentuh. Banyak sekali bagian-bagian yang mengharukan dan membuatku hampir menangis. Seandainya aku membaca buku ini tidak dalam perjalanan pulang menggunakan kendaraan umum, mataku pasti sudah basah oleh air mata. Di buku ini, sang penulis benar-benar mampu menuliskan pandangan-pandangan dan pola pikir dari sudut pandang anak kecil yang berusia 6 tahun. Kepolosan pola pikir inilah yang menurutku sangat terasa dan menusuk hati nurani. Selain nilai-nilai kebenaran yang tersebar di seluruh bagian, buku ini banyak mengajarkan apa itu arti tulus dan ikhlas. Dalam melakukan kebaikan, sudah sepantasnya itu dilakukan dengan tulus dan ikhlas karena Allah, bukan karena mengharapkan imbalan. Inilah inti cerita dari buku ini.

Ending ceritanya menurutku agak gimana gitu. Agak sedikit memaksa, karena seolah ending seperti itu sudah disiapkan penulis mulai dari tengah-tengah cerita. Tapi kurasa sangat wajar karena sepertinya penulis tidak ingin meninggalkan potongan puzzle yang tidak terjawab. Anyway, this book is great. Rasanya tidak sabar untuk membaca buku-buku lainnya yang ditulis oleh Tere Liye. Semoga saja isinya sebagus buku ini. Syukur-syukur lebih bagus lagi.