Sebagai pengguna Mac OS X, anda bisa mengambil screenshot layar atau window aplikasi yang aktif melalui shortcut keyboard atau aplikasi Grab. Kedua cara tersebut sudah pernah diulas di blog ini, dan bisa diakses melalui tautan berikut ini:
Selain cara diatas, Mac OS X juga menyediakan cara lain yang bisa diakses melalui command line pada aplikasi Terminal dengan menjalankan perintah screencapture.
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Rabu, Agustus 01, 2012
Sabtu, Juli 21, 2012
Fitur Fullscreen pada Firefox untuk Mac OS X
Well, agak sedikit kecewa kenapa baru sekarang Firefox memberikan dukungan untuk fitur Fullscreen di OS X Lion. Dulu Firefox adalah browser favoritku. Bahkan ketika menggunakan Windows pun aku lebih senang menggunakan Firefox dibandingkan dengan browser lain seperti Chrome, walaupun Chrome lebih enteng. Namun dengan bsennya fitur native Fullscreen untuk OS X Lion, Firefox menjadi aplikasi yang paling jarang aku gunakan di Mac. Terdengar konyol juga, setelah 1 tahun sejak OS X Lion dirilis, Firefox baru memberikan fitur terdesebut, berbeda dengan Chrome yang segera memperbaharui versi browsernya.
Senin, Juli 09, 2012
Tarif KRL Naik, Pantaskah?
Sudah dua minggu ini mendengar adanya rencana kenaikan tarif KRL Commuter Line sebesar Rp. 2.000 untuk masing-masing rute. Kenaikan ini rencananya efektif per 1 Oktober 2012. Hampir di semua stasiun kulihat sudah ada spanduk yang berisi informasi mengenai kenaikan tarif ini.
Memang sih masih lama kenaikannya. Tapi jika melihat suasana di Twitter, sepertinya isu ini semakin memanas saja. Jika anda mem-follow akun Twitter @krlmania, tampak banyak pihak yang menolak kenaikan tarif ini. Diawali dari pernyataan direktur PT KAI yang mengatakan "Ada harga, ada rupa. Tarif Rp. 7.000 wajar saja AC mati". Tak pelak lagi pernyataan ini menyulut kekesalan dan kemarahan para pengguna KRL di Twitter.
Memang sih masih lama kenaikannya. Tapi jika melihat suasana di Twitter, sepertinya isu ini semakin memanas saja. Jika anda mem-follow akun Twitter @krlmania, tampak banyak pihak yang menolak kenaikan tarif ini. Diawali dari pernyataan direktur PT KAI yang mengatakan "Ada harga, ada rupa. Tarif Rp. 7.000 wajar saja AC mati". Tak pelak lagi pernyataan ini menyulut kekesalan dan kemarahan para pengguna KRL di Twitter.
Rabu, Juli 04, 2012
[Review Buku] Dewi Lestari - Partikel
Partikel adalah seri ke-4 dari novel Supernova. Dari 4 seri ini baru Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh, dan Partikel saja yang sudah pernah kubaca. Dua novel sisanya: Akar dan Petir, belum sempat baca, dan semoga kedua buku tersebut bisa menemani saya dalam perjalanan ke Surabaya di akhir pekan ini.
Sabtu, Juni 30, 2012
Bermain-main dengan Martha Stewart CraftStudio
Sesuai dengan namanya, aplikasi CraftStudio ini cocok digunakan bagi para pecinta paper crafting. Aku sendiri sih sebenarnya bukan salah satunya, tapi berhubung aplikasi ini bisa diunduh secara gratis melalui Apple App Store hingga 4 Juli 2012, nggak ada ruginya lah untuk mencoba.
Minggu, Juni 24, 2012
Produktif dengan Pocket
Pocket adalah layanan yang memungkinkan penggunanya menyimpan artikel favorit mereka untuk dibaca kemudian. Artikel yang sudah disimpan ke dalam Pocket akan ditampilkan secara rapi sehingga nyaman untuk dibaca. Hebatnya lagi, pengguna bisa langsung menambahkan artikel yang akan dimasukkan ke dalam Pocket melalui browser (browser pada PC atau Mac memerlukan plugin tambahan) ataupun melalui aplikasi seperti Twitter, Reeder, maupun Flipboard. Sebagai catatan, untuk dapat menyimpan artikel ke dalam Pocket, pengguna harus terkoneksi dengan internet.
Pada awalnya, kupikir untuk apa menggunakan layanan seperti ini. Jika memang ada artikel yang menarik di Web, kita bisa langsung membacanya. Namun setelah belakangan ini aku terbiasa menggunakan Flipboard untuk membaca berita-berita terbaru, aplikasi ini kurasa sangat membantu. Karena kesibukan di kantor, waktu untuk membaca berita-berita favorit sangat terbatas. Namun demikian waktu yang kumiliki masih cukup kugunakan untuk membaca artikel secara sekilas. Ketika misalnya aku menemukan berita yang menarik, langsung kusimpan ke dalam Pocket
Aplikasi client Pocket tersedia untuk iOS dan Mac. Keduanya bisa diakses secara gratis melalui Apple App Store. Melalui aplikasi client ini, artikel-artikel yang sudah disimpan sebelumnya akan diunduh dari server Pocket, sehingga pengguna dapat membacanya kemudian secara offline. Sangat produktif bukan? Selain bisa menghemat waktu, anda juga dapat fokus pada artikel yang sedang anda baca. Tidak ada iklan dan tidak ada konten lain yang tidak relevan. Hanya artikel relevan saja yang ditampilkan dengan rapi.
Pada awalnya, kupikir untuk apa menggunakan layanan seperti ini. Jika memang ada artikel yang menarik di Web, kita bisa langsung membacanya. Namun setelah belakangan ini aku terbiasa menggunakan Flipboard untuk membaca berita-berita terbaru, aplikasi ini kurasa sangat membantu. Karena kesibukan di kantor, waktu untuk membaca berita-berita favorit sangat terbatas. Namun demikian waktu yang kumiliki masih cukup kugunakan untuk membaca artikel secara sekilas. Ketika misalnya aku menemukan berita yang menarik, langsung kusimpan ke dalam Pocket
Aplikasi client Pocket tersedia untuk iOS dan Mac. Keduanya bisa diakses secara gratis melalui Apple App Store. Melalui aplikasi client ini, artikel-artikel yang sudah disimpan sebelumnya akan diunduh dari server Pocket, sehingga pengguna dapat membacanya kemudian secara offline. Sangat produktif bukan? Selain bisa menghemat waktu, anda juga dapat fokus pada artikel yang sedang anda baca. Tidak ada iklan dan tidak ada konten lain yang tidak relevan. Hanya artikel relevan saja yang ditampilkan dengan rapi.
| Pocket for iPad |
![]() |
| Get It Later for Mac |
Jumat, Juni 22, 2012
Power of Flipboard
Belakangan ini baru mulai merasakan manfaat dari Flipboard. Flipboard adalah aplikasi yang memiliki kemampuan untuk mengambil data-data dari media sosial seperti Twitter dan Facebook dan menampilkannya ke dalam format majalah sehingga lebih informatif dan menarik untuk dibaca. Seperti misalnya pada Twitter yang memiliki limitasi 140 karakter, tweet yang berisi berita berita seringkali ditampilkan sesingkat mungkin disertai dengan tautan ke berita tersebut. Pada Flipboard, tweet seperti ini akan ditampilkan lebih informatif. Jika berita tersebut memiliki informasi gambar, maka gambar tersebut akan ditampilkan, disertai dengan teks informasinya, yang walaupun tidak sepenuhnya ditampilkan, namun jelas lebih banyak dari sekedar 140 karakter.
Pada awalnya aplikasi ini hanya aku gunakan untuk mengambil konten dari account Twitter dan Google Reader-ku. Kebanyakan isinya berita-berita lokal dan terkadang tidak up to date jika referensi berita tersebut mengambil sumber dari luar. Terlebih lagi isi timeline Twitterku campur aduk, antara tweet orang-orang yang aku follow, dan tweet yang isinya memang berita dan memiliki tautan ke situs berita tersebut. Beruntung aplikasi ini memiliki banyak channel berita yang bisa diatur dan disesuaikan dengan kategorinya. Misalnya jika pembaca hanya tertarik dengan hal-hal yang berbau teknologi, Flipboard menyediakan channel yang berisi berita-berita dari situs media sosial yang bekutat di teknologi.
Mengapa aplikasi ini menurutku sangat bermanfaat? Alasan pertama adalah karena aku menginginkan (belum tentu perlu loh) informasi yang up to date terkait dengan bidang minatku, dan Flipboard mampu menyediakan informasi ini dari berbagai sumber. Aku tidak perlu tahu situs-situs media sosial mana saja yang menyediakan informasi yang kubutuhkan. Flipboard memiliki daftarnya, dan aku tinggal memilih. Simple kan.
Alasan yang kedua adalah fitur dari Flipboard itu sendiri, yang mampu memberikan ikhtisar (paling nggak paragraf pertama) dari berita yang akan aku baca. Dengan membaca paragraf pertama dari berita yang ditampilkan, aku bisa menyortir dengan cepat apakah berita tersebut memang ingin kubaca atau tidak.
Alasan ketiga adalah user interfacenya yang menurutku sangat intuitif. Pengguna dapat melakukan navigasi ke halaman sebelum maupun setelahnya hanya dengan melakukan swipe seolah sedang membalik halaman sebuah majalah. Setelah memilih artikel berita yang diinginkan, Flipboard akan menampilkan keseluruhan isi berita dengan rapi. berbeda jika kita membaca berita tersebut melalui situsnya secara langsung, dimana terkadang seringkali terdapat iklan dan informasi-informasi lain yang kurang relevan.
Dengan kelebihan-kelebihan tersebut, Flipboard mampu memberikan informasi yang aku perlukan dengan cepat dan tepat. Tidak perlu membuang-buang waktu untuk mencari-cari berita yang aku butuhkan, karena semuanya sudah tersedia, tinggal pilih saja. Namun demikian, kekurangan yang aku rasakan adalah aplikasi ini cukup boros dalam urusan penggunaan data, karena tidak hanya informasi berupa teks saja yang diambil, namun juga informasi yang berupa gambar. Lebih baik menggunakan koneksi WiFi jika tersedia.
Pada awalnya aplikasi ini hanya aku gunakan untuk mengambil konten dari account Twitter dan Google Reader-ku. Kebanyakan isinya berita-berita lokal dan terkadang tidak up to date jika referensi berita tersebut mengambil sumber dari luar. Terlebih lagi isi timeline Twitterku campur aduk, antara tweet orang-orang yang aku follow, dan tweet yang isinya memang berita dan memiliki tautan ke situs berita tersebut. Beruntung aplikasi ini memiliki banyak channel berita yang bisa diatur dan disesuaikan dengan kategorinya. Misalnya jika pembaca hanya tertarik dengan hal-hal yang berbau teknologi, Flipboard menyediakan channel yang berisi berita-berita dari situs media sosial yang bekutat di teknologi.
Mengapa aplikasi ini menurutku sangat bermanfaat? Alasan pertama adalah karena aku menginginkan (belum tentu perlu loh) informasi yang up to date terkait dengan bidang minatku, dan Flipboard mampu menyediakan informasi ini dari berbagai sumber. Aku tidak perlu tahu situs-situs media sosial mana saja yang menyediakan informasi yang kubutuhkan. Flipboard memiliki daftarnya, dan aku tinggal memilih. Simple kan.
Alasan yang kedua adalah fitur dari Flipboard itu sendiri, yang mampu memberikan ikhtisar (paling nggak paragraf pertama) dari berita yang akan aku baca. Dengan membaca paragraf pertama dari berita yang ditampilkan, aku bisa menyortir dengan cepat apakah berita tersebut memang ingin kubaca atau tidak.
Alasan ketiga adalah user interfacenya yang menurutku sangat intuitif. Pengguna dapat melakukan navigasi ke halaman sebelum maupun setelahnya hanya dengan melakukan swipe seolah sedang membalik halaman sebuah majalah. Setelah memilih artikel berita yang diinginkan, Flipboard akan menampilkan keseluruhan isi berita dengan rapi. berbeda jika kita membaca berita tersebut melalui situsnya secara langsung, dimana terkadang seringkali terdapat iklan dan informasi-informasi lain yang kurang relevan.
Dengan kelebihan-kelebihan tersebut, Flipboard mampu memberikan informasi yang aku perlukan dengan cepat dan tepat. Tidak perlu membuang-buang waktu untuk mencari-cari berita yang aku butuhkan, karena semuanya sudah tersedia, tinggal pilih saja. Namun demikian, kekurangan yang aku rasakan adalah aplikasi ini cukup boros dalam urusan penggunaan data, karena tidak hanya informasi berupa teks saja yang diambil, namun juga informasi yang berupa gambar. Lebih baik menggunakan koneksi WiFi jika tersedia.
Selasa, Juni 12, 2012
Mengganti Login Screen pada Mac OS X Lion
Apakah anda merasa bosan dengan tampilan Login pada Mac OS X Lion seperti pada gambar dibawah ini?
Pada Mac OS X Lion, anda dapat mengubah tampilan Login dengan wallpaper atau gambar favorit anda. Tidak diperlukan aplikasi khusus untuk melakukannya. Namun demikian, jika tidak mau repot, Anda bisa menggunakan aplikasi Loginox yang bisa diunduh secara gratis.
Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda lakukan:
- Siapkan gambar favorit anda dalam format PNG dengan resolusi 72 dpi. Untuk tampilan yang optimal, ukuran gambar harus sama dengan resolusi layar Mac yang anda gunakan. Jika anda memiliki gambar tekstur dengan resolusi rendah, gambar tersebut akan digambar secara berulang pada layar, seperti halnya tempilan default Login Mac OS X Lion pada gambar diatas yang merupakan gambar tekstur dan memiliki resolusi 256 x 256 pixels. Untuk keperluan konversi gambar ke dalam format PNG, anda dapat menggunakan aplikasi Preview, dan melakukan konversi melalui menu File -> Export lalu pilih PNG pada menu drop down Format yang tersedia. Anda juga dapat mengubah resolusi gambar menjadi 72 dpi melalui menu Tools -> Adjust Size.
- Namai file gambar yang telah anda konversi dengan nama NSTexturedFullScreenBackgroundColor.png
- Buka aplikasi Finder.
- Masuk ke direktori /System/Library/Frameworks/AppKit.framework/Versions/C/Resources/. Anda bisa langsung menuju direktori yang dituju dengan shortcut Command+Shift+G.
- Anda akan menemukan file gambar yang bernama NSTexturedFullScreenBackgroundColor.png. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, lakukan backup pada file tersebut dengan menyalinnya ke direktori lain (misalnya ke direktori Documents milik Anda)
- Salin file gambar favorit Anda pada langkah nomor 2 ke direktori /System/Library/Frameworks/AppKit.framework/Versions/C/Resources/. Ketika menyalin gambar, akan muncul konfirmasi seperti gambar dibawah. Klik tombol Authenticate, dan masukkan password user Mac Anda untuk menimpa file gambar sebelumnya dengan gambar favorit Anda.
- Log out dari sesi Mac And a untuk melihat perubahan yang telah dilakukan.
Sabtu, Juni 02, 2012
Mengambil Screenshot pada Mac OS X (bagian 2)
Pada tulisan sebelumnya, telah dijelaskan bagaimana mengambil screenshot menggunakan shortcut. Selain menggnakan shortcut, Mac OS X memiliki aplikasi yang bernama Grab yang bisa digunakan untuk mengambil screenshot. Aplikasi ini bisa diakses melalui /Applications/Utilities.
Grab menyediakan 4 pilihan mode pengambilan screenshot pada Mac:
- Selection: Pilihan ini bisa digunakan untuk mengambil area persegi tertentu pada layar
- Window: Pilihan ini digunakan untuk mengambil screenshot dari window tertentu secara utuh
- Screen: Plihan ini digunakan untuk mengambil screenshot layar yang sedang aktif
- Timed Screen: Pilihan ini digunakan untuk mengambil screenshot layar yang sedang aktif, namun disertai dengan timer.
Setelah screenshot diambil, hasilnya akan langsung ditampilkan. Pengguna kemudian bisa menyalin hasil gambar tersebut ke clipboard atau menyimpannya ke dalam file dengan format tiff.
Sekedar catatan, Grab dapat menangkap cursor mouse pada layar. Pilihan cursor yang ingin diambil screenshotnya dapat diakses melalui menu Preferences. Namun demikian, pada mode Window, pengguna tidak dapat menambahkan drop shadow. Screenshot dari window yang diambil terkesan flat, dan tidak memiliki border seperti halnya mengambil screenshot menggunakan shortcut seperti pada cara dalam tulisan sebelumnya.
Mengambil Screenshot pada Mac OS X (bagian 1)
Mac OS X menyediakan berbagai macam alternatif untuk memudahkan penggunanya dalam mengambil screenshot. Alternatif yang paling mudah adalah dengan menggunakan shortcut keyboard yang bisa diakses ketika penggunanya membuka Finder ataupun pada saat membuka aplikasi-aplikasi lainnya. Berikut adalah shortcut yang digunakan;
- Command+Shift+3: Mengambil screen shot satu layar penuh dan menyimpannya kedalam file di desktop
- Command+Shift+4: Pengguna bisa menentukan bagian mana dari layar yang akan diambil screen shot nya. Area yang diambil berbentuk segi empat. Setelah diambil, sistem akan menyimpannya ke dalam file dan menyimpannya di desktop
- Command+Shift+4, kemudian menekan spacebar: Perintah ini berfungsi untuk mengambil screenshot dari window tertentu saja. Setelah shortcut tersebut dieksekusi, pengguna dapat memilih window yang akan di capture. Setelah dipilih, sistem akan menyimpannya ke dalam file di desktop
- Command+Control+Shift+3: Mengambil screenshot satu layar penuh dan menyimpannya ke dalam clipboard
- Command+Control+Shift+4: Pengguna bisa menentukan bagian mana dari layar yang akan diambil screenshot nya. Area yang diambil berbentuk segi empat. Setelah diambil, sistem akan menyimpannya ke dalam clipboard
- Command+Control+Shift+4, kemudian menekan spacebar: Perintah ini berfungsi untuk mengambil screenshot dari window tertentu saja. Setelah shortcut tersebut dieksekusi, pengguna dapat memilih window yang akan di capture. Setelah dipilih, sistem akan menyimpannya ke dalam clipboard
Secara default, untuk 3 perintah pertama, file yang dihasilkan akan disimpan ke folder desktop dengan format nama <Screen Shot> <tanggal> at <waktu>. Format gambar yang digunakan adalah png. Setingan default tersebut tentu saja bisa diubah melalui perintah defaults write com.apple.screencapture <key> <value> melalui aplikasi Terminal (Aplikasi Terminal dapat diakses melalui /Applications/Utilities). Setelah melakukan perubahan konfigurasi melalui perintah diatas, jalankan perintah killall SystemUIServer agar sistem me-reload konfigurasi yang baru.
Setingan-setingan yang bisa diubah diantaranya adalah:
- Nama file: defaults write com.apple.screencapture name <nama file>. Ganti <nama file> dengan nama yang diinginkan. Jika nama tersebut berisi karakter spasi, gunakan karakter petik dua (") di awal dan di akhir nama file.
- Format gambar file: defaults write com.apple.screencapture type <format>. Ganti <format> dengan pilihan berikut: png pdf jpg jp2 gif tif bmp pict tga
- Lokasi penyimpanan file: defaults write com.apple.screencapture location <lokasi>. Ganti <lokasi> dengan lokasi penyimpanan file untuk 3 perintah pertama. Default untuk lokasi ini adalah ~/Desktop
- Time Stamp: defaults write com.apple.screencapture include-date <pilihan>. Ganti <pilihan> dengan true atau false. Setingan default adalah true. Dengan setingan ini, maka akan disertakan informasi tanggal dan waktu pada nama file yang disimpan.
- Shadow untuk mengambil screenshot window tertentu: defaults write com.apple.screencapture disable-shadow <pilihan>. Jika anda mengambil screenshot untuk window tertentu menggunakan shortcut Command+Shift+4 maupun Command+Control+Shift+4, secara default akan ditambahkan shadow pada window yang dicapture. Jika anda tidak menginginkan adanya shadow, ganti <pilihan> pada perintah diatas dengan false.
Pengguna juga dapat melakukan reset pada semua seting screencapture dan kembali ke konfigurasi default dengan menjalankan perintah defaults delete com.apple.screencapture. Jangan lupa untuk menjalankan perintah killall SystemUIServer untuk mengaplikasikan perubahan yang telah dibuat.
Sekedar catatan, mengambil screenshot dengan menggunakan shortcut seperti cara diatas tidak menyertakan cursor mouse ke dalam gambar. Mac OS X menyediakan alternatif lain untuk mengambil screenshot melalui aplikasi Grab. Dengan aplikasi ini, pengguna bisa menyertakan cursor mouse pada gambar yang diambil. Penjelasan lebih lanjut mengenai aplikasi ini bisa diperoleh melalui tautan berikut.
Berikutnya: Mengambil Screenshot pada Mac OS X (bagian 2)
Berikutnya: Mengambil Screenshot pada Mac OS X (bagian 2)
Rabu, Mei 30, 2012
Dan Apple pun Tak Mengecewakanku
Beberapa waktu lalu aku melakukan pembelian melalui iTunes App Store, untuk membeli majalah National Geographic melalui Newsstand. Kesalahanku pada saat itu adalah, iPad yang aku gunakan dalam kondisi ter-jailbreak, dan ada tweak untuk In-App Purchase yang sedang aktif yang menyebabkan penggunanya bisa mem-bypass pembelian melalui aplikasi sehingga tidak tertagih di iTunes. Namun tentunya tweak semacam ini tidak akan bekerja untuk aplikasi semacam Newsstand. Akibatnya adalah edisi National Geographic yang ingin aku beli tidak bisa diunduh.
Menyadari kesalahanku, aku mencoba untuk menonaktifkan tweak In-App Purchase. Pada aplikasi National Geographic, status edisi majalah yang ingin aku beli sudah berubah menjadi 'Purchased' sehingga aku tidak bisa melakukan pembelian ulang. Hanya ada pilihan untuk melakukan pengunduhan, namun tentu saja selalu gagal. Namun demikian, ada pilihan untuk berlangganan, dan aku memilih pilihan tersebut. Pembelian ini pun sukses, setelah aku melakukan konfirmasi pembelian dengan memasukkan password Apple ID ku. Tetapi apa daya, edisi National Geographic yang aku inginkan tetap tidak bisa diunduh.
Aku pun mencoba untuk komplain melalui Customer Support National Geographic. Responku segera dibalas, namun sepertinya mereka tidak terlalu memahami permasalahannya dan hanya menyarankanku untuk melakukan restart iPad, dan beberapa perintah-perintah lain yang tidak masuk akal. Tentu saja restart hingga install ulang aplikasi Newsstand sudah aku lakukan dengan hasil yang nihil. Walaupun ak telah menginstall lang aplikasinya, status edisi majalah yang ingin aku unduh tidak berubah: 'Purchased'. Dari sini aku yakin bahwa ada ID unik untuk perangkat iPad yang aku gunakan. ID tersebut sepertinya disimpan di servernya National Geographic bersama dengan informasi pembelian edisi majalah yang aku inginkan. Artinya, sebenarnya secara teknis masalah ini ada di National Geographic, namun mereka tidak paham dengan inti permasalahannya dan malah menyarankanku untuk mengontak iTunes Customer Support.
Setelah berpikir bahwa National Geographic tidak akan bisa membantu menyelesaikan permasalahanku, aku pun mengontak iTunes Customer Support melalui email pada hari yang sama. Emailku baru dibalas pada tengah malam, menyesuaikan dengan perbedaan waktu. Yang membuatku cukup terkejut adalah, yang pertama dilakukan oleh Customer Support iTunes adalah me-refund pembelian yang telah aku lakukan. Baru kemudian menanyakan informasi yang lebih detail mengenai permasalahan yang aku hadapi. Walaupun aku tahu bahwa masalah ini bukan berasal dari Apple, namun sepertinya para Customer Support nya Apple telah dilatih untuk memberikan yang terbaik untuk pelanggannya. Memang, pada akhirnya komplainku ke Apple tidak menyelesaikan permasalahanku, namun paling nggak transaksiku sudah di-refund.
Setelah kejadian ini, aku merasa puas dengan apa yang telah diberikan Apple sebagai respon dari komplainku. Dengan pelayanan seperti ini, wajar jika tingkat kepuasan dan kepercayaan para pengguna Apple cukup tinggi. Memang, bisa kuakui harga produk Apple sedikit lebih mahal dibandingkan dengan produk dari vendor lain. Namun dengan pelayanan yang baik dan memuaskan seperti ini, kurasa para fans Apple tidak menyesal untuk mengeluarkan uang sedikit lebih banyak. Worth it lah..
Menyadari kesalahanku, aku mencoba untuk menonaktifkan tweak In-App Purchase. Pada aplikasi National Geographic, status edisi majalah yang ingin aku beli sudah berubah menjadi 'Purchased' sehingga aku tidak bisa melakukan pembelian ulang. Hanya ada pilihan untuk melakukan pengunduhan, namun tentu saja selalu gagal. Namun demikian, ada pilihan untuk berlangganan, dan aku memilih pilihan tersebut. Pembelian ini pun sukses, setelah aku melakukan konfirmasi pembelian dengan memasukkan password Apple ID ku. Tetapi apa daya, edisi National Geographic yang aku inginkan tetap tidak bisa diunduh.
Aku pun mencoba untuk komplain melalui Customer Support National Geographic. Responku segera dibalas, namun sepertinya mereka tidak terlalu memahami permasalahannya dan hanya menyarankanku untuk melakukan restart iPad, dan beberapa perintah-perintah lain yang tidak masuk akal. Tentu saja restart hingga install ulang aplikasi Newsstand sudah aku lakukan dengan hasil yang nihil. Walaupun ak telah menginstall lang aplikasinya, status edisi majalah yang ingin aku unduh tidak berubah: 'Purchased'. Dari sini aku yakin bahwa ada ID unik untuk perangkat iPad yang aku gunakan. ID tersebut sepertinya disimpan di servernya National Geographic bersama dengan informasi pembelian edisi majalah yang aku inginkan. Artinya, sebenarnya secara teknis masalah ini ada di National Geographic, namun mereka tidak paham dengan inti permasalahannya dan malah menyarankanku untuk mengontak iTunes Customer Support.
Setelah berpikir bahwa National Geographic tidak akan bisa membantu menyelesaikan permasalahanku, aku pun mengontak iTunes Customer Support melalui email pada hari yang sama. Emailku baru dibalas pada tengah malam, menyesuaikan dengan perbedaan waktu. Yang membuatku cukup terkejut adalah, yang pertama dilakukan oleh Customer Support iTunes adalah me-refund pembelian yang telah aku lakukan. Baru kemudian menanyakan informasi yang lebih detail mengenai permasalahan yang aku hadapi. Walaupun aku tahu bahwa masalah ini bukan berasal dari Apple, namun sepertinya para Customer Support nya Apple telah dilatih untuk memberikan yang terbaik untuk pelanggannya. Memang, pada akhirnya komplainku ke Apple tidak menyelesaikan permasalahanku, namun paling nggak transaksiku sudah di-refund.
Setelah kejadian ini, aku merasa puas dengan apa yang telah diberikan Apple sebagai respon dari komplainku. Dengan pelayanan seperti ini, wajar jika tingkat kepuasan dan kepercayaan para pengguna Apple cukup tinggi. Memang, bisa kuakui harga produk Apple sedikit lebih mahal dibandingkan dengan produk dari vendor lain. Namun dengan pelayanan yang baik dan memuaskan seperti ini, kurasa para fans Apple tidak menyesal untuk mengeluarkan uang sedikit lebih banyak. Worth it lah..
Jumat, Mei 18, 2012
Menampilkan Folder User Library pada Mac OSX 10.7
Secara default, Mac OS X Lion menyembunyikan folder Library untuk setiap user. Folder Library tidak akan ditampilkan pada Finder, namun pengguna masih dapat mengaksesnya melalui Terminal. Tentunya hal ini cukup merepotkan jika pengguna tersebut sering mengakses folder Library nya.
Untuk menampilkan folder Library, pengguna dapat menggunakan perintah chflags. Caranya,
1. Buka aplikasi Terminal melalui /Applications/Utilities
2. Jalankan perintah chflags nohidden ~/Library
Tentu saja pengguna juga bisa kembali menyembunyikan folder Library tersebut dengan perintah chflags hidden ~/Library
Cara lain adalah dengan mengatur Finder agar menampilkan semua file dan folder dengan cara:
1. Buka aplikasi Terminal
2. Jalankan perintah defaults write com.apple.Finder AppleShowAllFiles TRUE
3. Jalankan perintah killall Finder. Perintah tersebut akan me-reload Finder dengan konfigurasi yang baru.
Setelah perintah tersebut dijalankan, semua file dan folder yang tersembunyi akan ditampilkan pada Finder. File yang memiliki attribut hidden maupun yang berawalan '.' akan ditampilkan dengan icon yang lebih transparan dan berwarna abu-abu.
Untuk menyembunyikan kembali semua file dan folder yang memiliki flag hidden, dapat menjalankan cara diatas dengan mengganti perintah pada nomor 2 dengan perintah defaults write com.apple.Finder AppleShowAllFiles FALSE.
Selamat mencoba
Untuk menampilkan folder Library, pengguna dapat menggunakan perintah chflags. Caranya,
1. Buka aplikasi Terminal melalui /Applications/Utilities
2. Jalankan perintah chflags nohidden ~/Library
Tentu saja pengguna juga bisa kembali menyembunyikan folder Library tersebut dengan perintah chflags hidden ~/Library
Cara lain adalah dengan mengatur Finder agar menampilkan semua file dan folder dengan cara:
1. Buka aplikasi Terminal
2. Jalankan perintah defaults write com.apple.Finder AppleShowAllFiles TRUE
3. Jalankan perintah killall Finder. Perintah tersebut akan me-reload Finder dengan konfigurasi yang baru.
Setelah perintah tersebut dijalankan, semua file dan folder yang tersembunyi akan ditampilkan pada Finder. File yang memiliki attribut hidden maupun yang berawalan '.' akan ditampilkan dengan icon yang lebih transparan dan berwarna abu-abu.
Untuk menyembunyikan kembali semua file dan folder yang memiliki flag hidden, dapat menjalankan cara diatas dengan mengganti perintah pada nomor 2 dengan perintah defaults write com.apple.Finder AppleShowAllFiles FALSE.
Selamat mencoba
Senin, Oktober 04, 2010
Promo BIS Telkomsel s/d Desember 2010
Per tanggal 1 Oktober 2010 jam 22:00 (lebih enaknya sih mulai tanggal 2 Oktober), Telkomsel melakukan penyesuaian tarif Backberry Internet Service Unlimited untuk PrePaid & Postpaid mulai dari 70ribu s/d 99ribu.
Ketentuannya sebagai berikut:
Ketentuannya sebagai berikut:
- Promo BIS Unlimited dengan harga Rp 70.000 hanya berlaku bagi pelanggan yang belum pernah berlangganan paket BB Unlimited bulanan sebelumnya dan mendaftar BB Unlimited Bulanan pada tanggal 1 Oktober 2010– 10 Oktober 2010 (10hari) . dan Promo ini berlaku hanya di bulanpertama kali aktivasi BIS unlimited bulanan.
- Promo BIS Unlimited dengan harga Rp 90.000 hanya berlaku bagi pelanggan yang belum pernah berlangganan paket BB Unlimited bulanan sebelumnya dan mendaftar BB Unlimited Bulanan pada tanggal 11 Oktober 2010– 31 Desember 2010. dan Promo ini berlaku hanya di bulanpertama kali aktivasi BIS unlimited bulanan.
- Promo BIS Unlimited dengan harga Rp 99.000 berlaku untuk semua pelanggan Blackberry Telkomsel pada tanggal 1 Oktober 2010 – 31 Desember 2010. Kecuali pelanggan yg termasuk di poin no 1 dan 2
Walaupun turun tarif, sayang nggak bisa ikut menikmati. Kapan nih ya tarif BES ikutan turun juga? :(
Langganan:
Postingan (Atom)









