Tampilkan postingan dengan label kontemplasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kontemplasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, Februari 17, 2026

Jabar Banten Loop: Penutup

Ada perasaan senang ketika aku berhasil menyelesaikan rute ini. Tak disangka rute yang kukira sulit, ternyata bisa dieksekusi juga. Yang menunjukkan bahwa tantangan terbesarnya adalah mental. Sementara kondisi fisik bisa disesuaikan. Walaupun di hari ketiga target jaraknya melenceng, pada akhirnya perjalanan ini bisa diselesaikan tanpa lewat dari 4 hari. Selama 1 tahun terakhir, banyak kekhawatiran ketika aku mencoba rute ini, akan memakan waktu lebih dari 4 hari. Sehingga menjadikan wishlist 2 tahun ini tidak pernah bisa tereksekusi.

Sebuah kepuasan tersendiri bagi seorang INTJ sepertiku ketika eksekusi di lapangan nggak melenceng jauh dari rencana. Tapi selalu ada faktor X. Kita nggak tahu apa yang terjadi di hari pertama maupun hari kedua. Kegagalan perencanaan di hari ketiga ini seharusnya bisa jadi masukan untuk melewati rute ini lagi: spare waktu yang cukup panjang sangat diperlukan ketika melewati segmen tanjakan panjang dan pedas. Kecepatan rata-rata 19,9 km/jam di hari itu, seharusnya bisa jadi gambaran untuk perencanaan yang lebih baik ke depan. Perencanaan matang memang penting, tapi juga diperlukan adaptability jika seandainya terjadi sesuatu yang diluar rencana.

Pada akhirnya, perjalanan ini memberikan pelajaran yang bisa dipetik: perencanaan itu penting, namun harus siap jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. We can’t predict, but we can prepare. Dengan membuat perencanaan, paling tidak kita bisa tahu baseline dari hasil yang diharapkan. Ketika kita mengeksekusi perencanaan tersebut, kita harus selalu memonitor progress, apakah masih on track, ataukah sudah melenceng sehingga memerlukan penyesuaian. Perencanaan dan eksekusi menjadi 2 hal yang saling melengkapi. Eksekusi tanpa perencanaan bisa berakhir buruk, perencanaan tanpa eksekusi, hanya akan menjadi mimpi.

Artikel utama: Yang Tersisa dari Jabar Banten Loop

Jabar Banten Loop Dalam Angka

 Total Perjalanan (versi Strava)

Metrik Nilai
Total Jarak 1.215,43 km
Total Elevasi 10.148 m
Total Moving Time 51 jam 28 menit
Rata-rata Harian 304 km/hari


Statistik Harian (versi Cyclocomp)

Hari Rute Jarak Elevasi Moving Time Avg Speed
1 Jakarta → Ciamis 363,21 km 2.311 m 13jam 14menit 27,4 km/jam
2 Ciamis → Sindangbarang 309,81 km 2.479 m 12jam 59menit 23,8 km/jam
3 Sindangbarang → Muara Binuangeun 260,99 km 3.464 m 13jam 03menit 19,9 km/jam ⚠️
4 Muara Binuangeun → Jakarta 281,42 km 1.694 m 12jam 12menit 23 km/jam

⚠️ Hari terberat: tanjakan Puncak Habibi & Sawarna


Pengeluaran

Kategori Rincian Nominal
🏨 Penginapan 3 malam (Ciamis, Sindangbarang, Muara Binuangeun) Rp950.000
🍽️ Makan Besar Sarapan, makan siang, makan malam Rp662.000
🥤 Snack & Minum Semua yang dibeli di minimarket Rp752.800
📦 Logistik Kirim pakaian (Lion Parcel/JNE) Rp50.550
TOTAL Rp2.415.350

💡 Per orang: Rp1.207.675 (dibagi 2)

Rincian pengeluaran harian:
Hari Keterangan Kategori Pengeluaran
Hari ke-1 Indomaret Snack Rp61.400
Makan Siang - Cirebon (Ayam + Telur) Makan Besar Rp60.000
Makan Malam - Ciamis (Nasi Goreng) Makan Besar Rp80.000
Indomaret Snack Rp42.400
Penginapan - Ciamis Penginapan Rp380.000
Alfamart Snack Rp68.400
Alfamart Snack Rp42.400
Hari ke-2 Tips Penginapan Penginapan Rp20.000
Sarapan - Ciamis (Kupat Tahu) Makan Besar Rp47.000
Makan Siang - Cikalong (Sop Iga) Makan Besar Rp123.000
Makan Malam - Sindangbarang (Pecel Ayam) Makan Besar Rp33.000
Penginapan - Sindangbarang Penginapan Rp300.000
Indomaret Snack Rp55.000
Indomaret Snack Rp113.100
Indomaret Snack Rp37.200
Biaya packing paket - Ciamis Logistik Rp20.000
Kirim Lion Parcel - Ciamis Logistik Rp30.550
Hari ke-3 Sarapan - Sindangbarang (Kupat Tahu) Makan Besar Rp47.000
Makan siang - Palabuhan Ratu (Sop Iga) Makan Besar Rp179.000
Kopi - Puncak Habibi Snack Rp17.000
Makan malam - Malingping (Soto Ayam) Makan Besar Rp43.000
Penginapan - Muara Binuangeun Penginapan Rp250.000
Alfamart Snack Rp63.500
Indomaret Snack Rp108.000
Alfamidi Snack Rp12.400
Hari ke-4 Sarapan - Cibaliung (Nasi Uduk) Makan Besar Rp50.000
Indomaret Snack Rp37.000
Indomaret Snack Rp33.500
Indomaret Snack Rp61.500
Total Rp2.415.350

Berikutnya: Jabar Banten Loop: Penutup

Artikel utama: Yang Tersisa dari Jabar Banten Loop

Jabar Banten Loop Day 4: The Mechanical & Mental Battle (Muara Binuangeun → Jakarta, 281km)

[06:00] Start Tanpa Sarapan & Hujan Gerimis

Hari terakhir menyisakan jarak sekitar 280km-an untuk sampai kembali ke Jakarta. Kalau sesuai rencana dan bisa menginap di daerah Sumur, sisa perjalanannya sekitar 230km dan relatif flat. Rute pada gap 50km antara Muara Binuangeun dan Sumur bisa dibilang nggak mudah. Jalanannya relatif menanjak sampai Cibaliung dan banyak segmen rolling sepanjang rute tersebut. Inilah kenapa di rencana awal, target hari ke-3 menginap di daerah Sumur, karena setelah ini rute menuju Jakarta sudah bisa dibilang enteng, flat. Jadi ekspektasiknya di hari terakhir bisa benar-benar santai.

Sarapan di Cibaliung

Seperti biasa kami jalan jam 6 pagi. Tapi berhubung tempat kami menginap agak di luar pusat keramaian, jadi di dekat penginapan nggak ada warung yang jual sarapan. Kami putuskan untuk lanjut menuju Cibaliung yang berjarak sekitar 38km dari penginapan. Cuaca pada pagi itu mendung dan gerimis. Kami sampai di Cibaliung (km 962) sekitar jam 7:30, dan langsung cari sarapan nasi uduk sekalian mampir di minimarket untuk refuelling.

Jabar Banten Loop Day 3: The Mountain Test (Sindangbarang → Muara Binuangeun, 260km)

[06:00] Start & Masalah Logistik

Perjalanan di hari ke-3 dimulai sekitar jam 6 pagi, seperti biasa. Di hari ini, kami menitipkan kembali baju kotor di penginapan untuk bisa di-pick up kurir, yang belakangan ternyata jasa pickup-nya nggak tersedia di Sindangbarang. Pada akhirnya temanku minta orang penginapan untuk mengirimkan barang kami melalui kurir terdekat. Dan itupun baru bisa dikirimkan keesokan harinya karena hari ke-3 ini jatuh pada hari Minggu, dimana kurir tutup.

Sebelum melanjutkan ke arah Palabuhan Ratu, kami sarapan dulu di warung kaki lima yang tak jauh dari penginapan. Yang penting sarapan, jadi nggak pilih-pilih makanannya. Begitu lihat ada penjual kupat tahu, langsung kami putuskan untuk sarapan di sini.

Jabar Banten Loop Day 2: The Rolling Hell (Ciamis → Sindangbarang, 308km)

[05:45] Checkout & Logistik

Kami checkout sekitar jam 5:45 pagi. Pakaian kotor dari hari pertama kami titipkan di hotel untuk di-pick up kurir dan dikirimkan kembali ke Jakarta. Lumayan, beban berkurang. Sebelum melanjutkan, kami cari sarapan di dekat alun-alun, sekalian berfoto di sana.

Pakaian kotor dikirimkan kembali ke Jakarta, titip ke penginapan
Berfoto di spot ikonik Ciamis, lanjut sarapan

Jabar Banten Loop Day 1: The Flat Marathon (Jakarta → Ciamis, 363km)

start dari Citos
[05:30] Start & Janjian di Citos

Aku start dari rumah sekitar jam 5:30. Janjian dengan Om Terry di Citos jam 6. Pagi itu cuaca cukup cerah, berkebalikan dengan cuaca seminggu sebelumnya. Tiap pagi selalu hujan, jadi nggak sempat mencoba settingan sepeda. Barang bawaanku cukup minim. Tapi karena membawa tas expedition 14L, ya kuisi aja agar nggak terlalu kosong. Dibandingkan dengan Om Terry, barang bawaanku bisa dibilang nggak minimalis: aku malah membawa handuk kecil, sajadah, dan sarung, untuk memastikan bisa sholat di kondisi apa pun.

[06:00-14:00] Pantura: Sangat Flat dan Membosankan

Kami menyusuri TB Simatupang hingga Pasar Rebo, berbelok ke arah Condet dan UKI, menyusuri jalanan Kalimalang hingga Bekasi dan dari Bekasi menyusuri jalur pantura yang sangat flat dan membosankan hingga Cirebon. Sepanjang 260km, kecepatan rata-rata kami sekitar 30km/jam. Nggak terlalu cepat, dan nggak terlalu lambat juga.

Di rute ini aku bisa merasakan sepeda baruku smooth. Di jalan mulus rasanya hampir nggak ada suara dan getaran tambahan, berbeda dengan sepeda lamaku yang sedikit berisik. Beberapa hal lain yang kuperhatikan: ban 32c bisa dibilang sangat nyaman walaupun memakai merek yang baru kudengar, Obor Mojo Stamina. Untuk jalanan yang agak kasar dan nggak mulus, masih bisa dilibas dengan nyaman.


Tapi entah kenapa aku merasa perlu power yang lebih besar daripada sepeda lamaku untuk bisa maintain speed. Entah karena ban yang profilnya lebih lebar, ataukah karena WS yang kugunakan adalah WS bawaan yang lebih berat dan kurang aerodinamis (dari spek lebih berat 300gr).

Jabar Banten Loop: Persiapan

gambaran setup sepeda
Sejujurnya tidak ada latihan khusus untuk menjajal rute ini. Hanya saja karena rutenya banyak beririsan dengan rute Jabar Loop namun dibalik arah, jadi cukup terbayang medan dan kondisi jalan yang akan dilewati. Secara fisik tidak ada persiapan khusus latihan, apalagi plannya cukup mepet, hanya sekitar 2 minggu dari sejak aku tuliskan di resolusi 2026-ku. Dalam waktu 1 minggu terakhir ini lebih banyak dihabiskan untuk perencanaan terkait bagaimana kami akan menyelesaikan rute ini: berapa target jarak harian, di mana tempat untuk menginap, dan bagaimana strategi agar tidak terlalu banyak membawa barang dengan memanfaatkan jasa logistik dan kurir.

Rute Jabar Banten Loop yang kubuat berjarak sekitar 1200km dengan elevation gain 9900m versi Strava. Rute ini start dan finish di Jakarta, sesuai namanya "loop" dan mengitari wilayah Jawa Barat dan Banten. Rute ini melewati Bekasi - Cikampek - Cirebon - Kuningan - Ciamis - Banjar - Pangandaran - Cijulang - Pameungpeuk - Rancabuaya - Sindangbarang - Agrabinta - Surade - Palabuhan Ratu - Sawarna - Bayah - Malingping - Muara Binuangeun - Cibaliung - Sumur - Tanjung Lesung - Anyer - Serang - Tangerang - dan kembali ke Jakarta. Jalan yang dilalui adalah jalan raya utama, menghindari jalan-jalan kecil jika memang tidak terpaksa.

Yang Tersisa Dari Jabar Banten Loop

Rute gowes yang berjarak kurang lebih 1200km ini pada awalnya kubuat setelah aku dan rekanku (Om Terry Tarigan) menyelesaikan rute Jabar Loop untuk partisipasi dalam event PRCC Seceng di akhir tahun 2023. Pada saat itu, masih dalam suasana euforia menyelesaikan Jabar Loop yang berjarak kurang lebih 950km, iseng-iseng kubuat rutenya jika mengelilingi Jawa Barat + Banten. Ternyata rutenya hanya bertambah sekitaran 250km. Jika pada saat itu Jabar Loop bisa kami selesaikan 3 hari 3 malam, maka seharusnya tambahan 250km ini akan menambah waktu perjalanan 1 hari saja.

Karena waktu itu hanya iseng-iseng saja, tidak ada rencana yang nyata untuk mewujudkan rute ini. Tapi ternyata di akhir tahun 2024, aku memasukkan rute ini sebagai salah satu resolusiku di 2025, yang pada akhirnya di tahun tersebut tidak terwujud juga. Banyak pertimbangan mengapa rute ini sangat sulit untuk direalisasikan:

Senin, Januari 06, 2025

Wishlist dan Resolusi 2025

Tahun 2024 telah berlalu, meninggalkan cerita, pelajaran dan momen-momen berharga. Aku cukup beruntung di tengah bulan Desember lalu sempat sakit, sehingga waktu yang biasanya kupakai untuk berolahraga aku gunakan untuk pemulihan sekaligus merencanakan hal-hal yang ingin kucapai di tahun 2025. Sebagai bentuk pengingat, semua harapanku di tahun 2025 akan aku tuliskan disini. Semoga tahun depan aku tak lupa untuk membuat tulisan untuk evaluasi pencapaiannya.

Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana wishlist dan resolusiku aku kelompokkan ke dalam kategori tertentu, di tahun 2025 ini aku memilih untuk straight to the point. Tujuannya adalah agar poin-poin yang ingin kucapai menjadi lebih spesifik dan lebih mudah untuk dievaluasi.


🎯 Menyelesaikan jigsaw puzzle Starry Night karya Van Gogh.

Puzzle ini memiliki 4800 pieces dan kurasa akan menjadi tantangan tersendiri untukku. Sebelumnya aku sudah pernah menyelesaikan puzzle yang sama, namun hanya memiliki 1200 pieces. Untuk menyelesaikan puzzle ini saja membutuhkan waktu yang cukup lama, karena lukisannya sendiri bisa dibilang abstrak, banyak warna yang mirip-mirip sehingga cukup menyulitkanku dalam menyelesaikannya. Waktu pengerjaannya tidak aku batasi, namun targetku harus diselesaikan sebelum pergantian tahun.


🎯 
Strava 330 days active

Jika di tahun 2024 lalu aku berhasil mencatatkan rekor sempurna: 366 days active tanpa bolong sama sekali, maka di tahun 2025 ini aku berusaha tetap komit namun tidak akan mengejar target perfect lagi. Alasannya sederhana, target yang sempurna akan menyulitkanku ketika aku sedang pergi ke luar kota, misal karena ada keperluan kantor ataupun liburan bersama keluarga. Di tahun 2025 ini cukup 330 hari saja, dengan kategori yang masuk perhitungan adalah olahraga bersepeda dan lari (indoor & oudoor). Sementara olahraga lain seperti jalan kaki & hiking tidak masuk hitungan.


🎯 Partisipasi di Event Bersepeda

Di tahun 2025 ini aku tidak akan muluk-muluk mengejar target untuk mengikuti berbagai event gowes. Sejauh ini ada 3 yang menarik perhatianku:


  • Lakoni. Ini aku tertarik dengan konsepnya, semoga saja event ini diadakan lagi di tahun ini. Mungkin aku akan mengambil kategori pair jika ada.
  • Mangewu Mangatus 5500. Aku berharap event ini diadakan lagi di Jawa Barat, biar nggak perlu jauh-jauh nyetir. Bandung atau Tangerang sepertinya bakalan menarik. Sama seperti Lakoni, aku juga menyukai konsepnya. Rute yang dibuat sendiri memberikan tantangan tersendiri dan lebih memacu adrenalin, karena kecil kemungkinan bertemu dengan peserta lain kecuali di titik CP. Oleh karena itu, persiapannnya juga mesti lebih matang. Di event yang sebelumnya aku hampir DNF gegara ban ku bocor sampai 3x. Di event ini aku juga berharap bisa pair dengan peserta lain.
  • Audax. Setelah absen dengan sama sekali tidak mengikuti event Audax di tahun 2024, aku berencana untuk mengikuti paling tidak 1 event Audax di tahun 2025 ini. Ada beberapa opsi kota yang ingin kuikuti:
    • Malang 300K. Alasannya sederhana, karena belum pernah gowes disini. Jarak juga terhitung moderat
    • Semarang 400K. Dulu pernah ikut Audax 200K di kota ini, rutenya menarik, dan kurasa jarak 400K lebih menarik lagi. Namun aku sedikit ragu bisa ikut karena jadwal event nya ini tepat dengan hari ulang tahun anakku yang pertama.
    • Bali 400K. Sudah lama aku ingin gowes mengelilingi Bali. Aku mungkin akan mengikuti event ini jika seandainya ada barengan untuk bisa gowes rame-rame disini. Kalau nggak sih mungkin mikir-mikir lagi.
    • Jakarta Festive 600K. Jujur aku agak kapok untuk mengikuti event Audax yang diadakan di Jakarta, karena biasanya rutenya akan menerabas banyak kemacetan. Namun karena ini jaraknya 600Km, kurasa akan banyak keluar kota. Dan karena event ini kemungkinan juga berbarengan dengan event PRCC seceng, bisa sekalian nambah-nambah kilometer.


🎯 
Eksplorasi Rute Gowes Baru

Fokusku di tahun ini adalah memperbanyak eksplorasi rute-rute sepeda tanpa melalui partisipasi di event. Itungannya sih biar nggak terlalu banyak tekanan dan bisa mencari banyak konten. Di tahun 2025 ini ada 2 rute yang ingin kujajal:

  • Jabar Banten Loop. Dengan rute mengelilingi propinsi Jawa Barat dan Banten yang memutar searah jarum jam. Estimasi jarak yang ditempuh 1.215km++ dengan elevation gain 9.925m. Karena paling nggak rute ini memerlukan 5 hari gowes full, bakalan perlu persiapan yang matang untuk menyelesaikannya, terutama untuk urusan logistiknya. Berdasarkan pengalaman Jabar Loop sebelumnya, membawa terlalu banyak barang bawaan akan menyulitkan di rute-rute yang memiliki banyak tanjakan. Sehingga sepertinya perlu diatur lagi berapa jumlah BiB & jersey ganti yang perlu dibawa. Titik drop bag juga sepertinya perlu dipertimbangkan, agar tetap bisa gowes dengan nyaman namun dengan jumlah barang bawaan yang lebih manageable.
  • Citorek Loop. Dengan rute Jakarta-Bogor-Pelabuhan Ratu - Warung Banten - Citorek - Jasinga - Tenjo - Jakarta. Estimasi jarak yang ditempuh 322km dengan elevation gain 6.164m. Target utamanya adalah menginap di Citorek dan melihat keindahan lembah di atas awan. Karena hanya perlu 2 hari, kurasa rute ini lebih mudah untuk dieksekusi tanpa perlu banyak persiapan.

🎯 Perfect Strava Badge

Aku menargetkan untuk bisa menyelesaikan Strava Challenge bulanan untuk kategori berikut:

  • 5K Challenge: Menyelesaikan aktivitas lari sejauh 5km
  • 10K Challenge: Menyelesaikan aktivitas lari sejauh 10km
  • Gran Fondo Challenge: Menyelesaikan aktivitas bersepeda sejauh 100km
  • 600K Challenge: Menyelesaikan aktivitas bersepeda sejauh 600km, akumulatif dalam 1 bulan
  • Cycling Elevation Challenge: Mendapatkan elevation gain dari aktivitas bersepeda sebanyak 7.000m, akumulatif dalam 1 bulan

Seharusnya target ini tidak terlalu susah untuk dicapai. Namun demikian tetap membutuhkan komitmen dan konsistensi, terutama untuk elevation challenge dimana dalam 1 bulan harus ada gowes nanjak.

🎯 Half Marathon

Di tahun 2025 ini, aku ingin mencoba untuk mengikuti event lari. Targetku adalah mengikuti event Half Marathon namun dengan target waktu dibawah 2 jam. Secara teori sih seharusnya memungkinkan, karena terakhir aku mencoba HM catatan waktuku 2 jam 10 menit, dimana masih banyak yang bisa di-improve. Sebelum aku serius mengikuti event lari ini, sepertinya aku harus membereskan masalah kaki kananku terlebih dahulu yang mengalami cedera. Sampai sekarang jika kupakai lari dengan pace yang agak kencang, pasti sakit.

🎯 12 Buku untuk Dibaca

Jumlah ini sebenarnya tidak terlalu menantang, karena di tahun 2024 lalu jumlah buku yang berhasil kuselesaikan jauh diatas target ini. Namun demikian, aku tidak ingin terlalu banyak fokus pada jumlah. Angka 12 ini aku anggap sebagai komitmen awal agar selalu ada buku yang kubaca di sela-sela waktu luangku. Berikut adalah judul buku yang menjadi target untuk kuselesaikan di tahun ini:

  • The Dip, Seth Godin
  • The Wealth Money Can’t Buy, Robin Sharma
  • Slow Productivity, Cal Newport
  • The Power of When, Michael Breus
  • The Decision Book, Mikael Krogerus & Roman Tschappeler
  • The Monk Who Sold His Ferrari, Robin Sharma
  • Stillness is The Key, Ryan Holiday
  • Mind Management not Time Management, David Kadavy
  • Die With Zero, Bill Perkins
  • The Science of Getting Rich, Wallace D Wattles
  • Good Vibes Good Life, Vex King
  • Same as Ever, Morgan Housel


🎯 30 % Saving Rate

Aku menargetkan angka saving rate sebesar 30% di tahun 2025 ini. Angka ini merepresentasikan rasio dari jumlah uang yang tidak terkonsumsi (unspent) yang kudapat dari gajiku selama setahun penuh. Angka unspent ini adalah sisa uang gaji setelah dikurangi seluruh pengeluaran, namun diluar pengeluaran Zakat & Infaq dimana untuk pos pengeluaran ini tidak aku ambil dari gaji, melainkan dari portofolio sahamku. Di tahun 2024, saving rate ku 46%. Melihat historis dari tahun sebelumnya, angka 30% sepertinya tidak terlalu sulit untuk dicapai. Namun demikian untuk berjaga-jaga dari pengeluaran-pengeluaran yang mendadak di tahun 2025, aku pasang target 30% agar lebih realistis.


🎯 Pertumbuhan Portofolio Saham 10%

Di saat kondisi ekonomi yang sedang mengalami banyak tekanan, angka 10% sepertinya terbilang cukup besar. Namun melihat performa portofolio sahamku di tahun 2024 yang tumbuh sebesar 12.8%, rasa-rasanya target 10% masih terhitung realistis. Angka ini mungkin akan banyak tergantung pada faktor eksternal yang berada di luar kontrolku. Yang bisa aku kontrol adalah pemilihan emiten-emiten yang mengisi portofolioku. Jadi bisa dibilang given. Seandainya pada akhirnya nanti dibawah 10% dan dibawah pertumbuhan IHSG, mungkin aku perlu me-review ulang portofolioku. Jika diberi lebih, ya alhamdulillah,



🎯 
Dollar Cost Averaging

Dollar Cost Averaging adalah metode membeli saham secara dalam jumlah tetap secara berkala tanpa perlu melihat fluktuasi harga sahamnya. Metode ini biasanya dilakukan dalam periode yang cukup panjang, sehingga pada akhirnya akan didapatkan harga rata-rata yang lebih baik jika dibandingkan dengan membeli dengan metode lumpsum.

Berkaitan dengan wishlist dan resolusiku di tahun 2025 ini, aku berencana untuk melakukan DCA pada salah satu emiten kesayanganku: MPMX dengan target minimal 8 tahun. Mengapa MPMX? Karena secara historis 5 tahun ke belakang emiten ini konsisten memberikan dividen dengan yield yang lumayan, sekitar 10% dan harganya pun relatif stabil, tidak terlalu volatile. Rencanaku, pembelian akan dilakukan setidaknya 1x setiap minggunya dengan angka lot yang tetap. Sumber dana untuk investasi di saham ini berasal dari 30% saving rate yang sudah dijelaskan sebelumnya ditambah dengan dividen yang kudapatkan dari portofolio sahamku. Agar lebih mudah dalam fungsi monitoring, evaluasi, dan kontrol, investasiku di emiten ini akan aku lakukan di akun sekuritas yang terpisah yang memang hanya diisi oleh emiten ini saja. Dengan asumsi dividen yield sebesar 10%, maka diharapkan di tahun ke-8 dividen yang kudapatkan dari emiten ini sudah setara dengan nilai top up tahunanku.

Itu adalah rencana jangka panjangnya. Untuk tahun ini, aku hanya perlu memastikan bahwa nilai top up ku sesuai dengan apa yang sudah kurencanakan. Karena rencana pembeliannya juga sudah diatur (fixed setiap minggu akan membeli minimal 1x), perlu dipastikan juga sustainability nya, jangan sampai ketika waktunya beli, dananya tidak ada.


🎯 5 Digit Portofolio Saham

Manusia hanya bisa berencana, namun rezeki sudah ada yang mengatur. Wishlist ini termasuk yang sangat ambisius, ibarat ngarep menang lotre. Tapi namanya juga #ngarep, tidak ada yang melarang. Melihat realita dan performa di tahun ini, wishlist ini akan lebih realistis dicapai dalam 2-3 tahun kedepan. Jujurly, aku melihat tahun 2025 bakalan suram. Namun pasar saham yang suram tentunya akan memberikan banyak peluang jika kita masih punya amunisi yang cukup.

Seandainya wishlist ini bisa tercapai di tahun 2025, sepertinya aku akan melakukan beberapa penyesuaian di portofolioku. Cash out beberapa emiten yang mungkin sudah bisa aku ambil profitnya, dan memindahkannya ke instrumen lain yang memberikan return yang tidak terlalu besar namun memiliki resiko yang lebih minim.



🎯 
Road Trip ke Bali

Setelah menjajal road trip ke Banyuwangi & Bali di tahun 2024 lalu, di tahun 2025 ini aku ingin menjajal kembali road trip ke Bali. Kali ini destinasiku bukan Bali Barat lagi, melainkan Bali daerah Tengah (Ubud & Bedugul) dan daerah Nusa Penida. Harapannya sih di tahun ini perjalanannya tidak terburu-buru jadi bisa benar-benar menikmati perjalanan dan mungkin mampir di beberapa kota ketika perjalanan pulang nantinya. Kota Malang dan Tulungagung ada di dalam list kota yang mungkin akan kusinggahi nantinya, sambil melihat situasi apakah waktu kami cukup untuk mampir.



🎯 
A Brand New Bike

Sebenarnya ini adalah satu wishlist yang sangat sulit untuk direalisasikan karena sepedaku saat ini masih berfungsi normal. Walaupun mungkin ada beberapa kekurangan yang disebabkan karena masa pakainya yang sudah lebih dari 8 tahun, namun aku masih bisa mentoleransi. Dengan kondisi ini, justifikasi untuk membeli sepeda baru tidak cukup kuat, walaupun sejujurnya untuk melakukan pembelian ini visa nya sudah keluar entah dari kapan. Oleh karena itu, wishlist ini akan kueksekusi dalam bentuk self reward jika emiten kesayanganku TSPC menyentuh harga 3000 di tahun 2025. GTC sudah dipasang, dan aku tinggal duduk manis, apakah harga 3000 bisa tersentuh, dan jemuran sahamku ada yang mengambil.

Minggu, Mei 19, 2024

Catatan Liburan ke Glamping Legok Kondang Ciwidey

peta area glamping
Di akhir bulan Januari lalu, aku dan keluargaku berlibur ke Glamping Legok Kondang. Berawal dari rekomendasi salah satu temanku yang emang demen liburan, akhirnya baru terkeksekusi di akhir bulan Januari kemarin, ketika ada hari kejepit. Tadinya mau kesini ketika liburan di akhir tahun 2023 lalu, tetapi karena agak mepet, jadi sudah penuh. Sebelumnya juga sudah diingatkan sih oleh temanku kalau reservasinya mesti jauh-jauh hari sebelumnya, minimal 6 bulan sebelumnya karena banyak peminat dan jumlah villa nya pun terbatas. Di akhir bulan Januari kemarin pun kupikir bisa dibilang kami cukup beruntung bisa reservasi, mengingat reservasinya di satu bulan sebelumnya. Mungkin karena habis liburan akhir tahun kali ya, jadi nggak banyak yang menjadwalkan liburan di bulan Januari. Walaupun demikian, nggak semua type villa/tenda tersedia.

Minggu, Maret 17, 2024

EJJ 2024 1500km: Bagian 12 - Gowes Day-5 & Penutup

Tak disangka aku tidur nyenyak malam itu. Walaupun kupasang alarm di jam ku, sampai nggak bangun. Aku terbangun jam 02:30, yang artinya aku sudah tertidur 6 jam. Sedikit panik karena masih setengah sadar dari tidur bablas, aku langsung mengecek barang-barangku. Aman masih ada. Ketika aku cek di racemap, Om Terry dan Om John sudah jauh di depan, dengan selisih jarak 70km an,  jika kukonversi dengan itung-itunganku, selisih waktunya berarti 3 jam. Dengan aku tertidur 6 jam, berarti mereka juga sempat istirahat.

EJJ 2024 1500km: Bagian 11 - Gowes Day-4

Aku melanjutkan perjalananku. Rute dari Pantai Gemah menanjak, dan selanjutnya melewati rute rolling naik dan turun khas JLS menuju Pantai Prigi yang berada di balik bukit. Karena ini jalannya terhitung baru, aku belum pernah gowes sampai kesini. Tadinya kupikir jalurnya cukup dekat antara Pantai Prigi dan Pantai Gemah, ternyata lumayan jauh. Aku gowes dengan pace seadanya, selain jalanannya yang naik turun dan kurang bersahabat, karena tidak banyak penerangan, aku jadi sedikit berhati-hati.

EJJ 2024 1500km: Bagian 10 - Gowes Day-3

Aku bangun kesiangan di pagi itu, seharusnya bangun jam 3 tapi malah jam 4, itu juga terbangun oleh alarm normalku yang memang biasa ku set jam segitu. Agak terburu-buru aku langsung beberes, dan bersiap-siap untuk sholat shubuh. Selepas sholat shubuh kami jalan, kembali lagi ke rute utama yang berjarak hampir 2 km dari Hotel Cakra.

Gn Semeru dari kejauhan

EJJ 2024 1500km: Bagian 9 - Gowes Day-2

Tidurku tak terlalu nyenyak. Jam 3 pagi aku bangun dan bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan, Tak lama Om Terry nge WA. Ternyata dia menginap di Jambu sekitaran km 414 dan ngajak barengan karena melihatku tak jauh dari lokasinya berada. Aku persilakan dia untuk duluan karena aku nanti mesti melipir lagi di Jambu untuk sholat shubuh.  Sebelum melanjutkan, BiB dan jerseyku di hari pertama kucuci dan kujemur aero bar & top tube. Agak sedikit menyesal seharusnya ini kulakukan di malam sebelumnya. bisa lebih cepet kering.

EJJ 2024 1500km: Bagian 8 - Gowes Day-1

suasana di titik start
Setelah sholat shubuh, aku dan Om Terry langsung beberes dan menuju lokasi titik start di Surabaya Town Square. Disana kami diharuskan melakukan bike check terlebih dahulu. Panitia akan memastikan sepeda yang kami gunakan sudah sesuai regulasi: GPS tracker sudah diaktifkan, sensor HR dan cadence sudah terpadang, 2 lampu depan dan 2 lampu belakang yang harus sudah terpasang, ukuran ban minimum 28c.

Suasananya tidak terlalu ramai, karena berdasarkan informasi pesertanya hanya ada  48 orang. Di lokasi start, juga sudah disediakan snack dan makanan ringan untuk sarapan. Di pukul 05:00 waktu setempat, event ini resmi dimulai. Tidak ada acara sambutan & seremoni yang panjang seperti event-event lain yang pernah kuikuti sebelumnya. Rasanya seperti ini lebih baik dan efisien.

aku termasuk cyclist yang di belakang

EJJ 2024 1500km: Bagian 6 - H-2 sebelum Day-1

H-3 atau Jumat malam, aku nyetir dari Surabaya menuju Tulungagung. Berusaha untuk nggak terlalu ngebut dan buru-buru. Ngantuk sedikit langsung melipir ke rest area. Harapannya ketika sampai kampung, aku tidak terlalu lelah.

EJJ 2024 1500km: Bagian 5 - Setting Sepeda & Barang Bawaan

settingan sepeda

Pada awalnya, aku berpikir bahwa di EJJ ini akan ada fasilitas drop bag, dimana peserta bisa menitipkan barang-barang yang baru akan diambil ketika sampai di Check Point. Dengan ada fasilitas ini aku harapkan setiap hari bisa gowes dengan nyaman, menggunakan BiB yang fresh dan bersih. BiB dan pakaian kotor tinggal dititipkan balik untuk dibawa lagi pas acara selesai. Namun ternyata zonk, tidak ada drop bag di acara EJJ ini. Jujur saja sih aku selama ini gowes belum pernah nggak sampai ganti BiB, dengan keterbatasan ini berarti setiap hari mesti mencuci BiB dan menjemurnya di jalan, berharap bisa kering. Membawa banyak pakaian juga bukan solusi, karena akan membuat waktu gowesnya semakin lama.

EJJ 2024 1500km: Bagian 4 - Itinerary EJJ 1500km

Setelah mendapatkan rute final dan lokasi CP, aku mencoba membuat plan/itinerary untuk gowes selama 5 hari. Di event longride/ultra seperti EJJ ini tentunya perlu rencana awal yang baik bagaimana kita akan menuntaskan jarak 1500km ini. Rencana awal adalah berapa hari target yang kita tetapkan untuk menyelesaikan eventnya. Selanjutnya target ini di breakdown kedalam target harian dan dimana kita akan menginap,disesuaikan dengan rute yang dilewati. Jangan sampai salah pasang target, tahu-tahunya target menginap berada di tengah hutan. Dengan rencana awal, minimal ada gambaran, jadi setiap hari kita akan berusaha mencapai target yang sudah ditetapkan, nggak cuma gowes sekenanya saja.

EJJ 2024 1500km: Bagian 3- Rute

rute EJJ 2024 1500km
Jujur aku tidak terlalu mengikuti berita-berita seputar EJJ 2024 sebelum acaranya berlangsung. Kebetulan Om Terry rajin mantengin informasi terkait EJJ sampai banyak bertanya-tanya juga ke panitia, sehingga banyak informasi yang kudapatkan dari dia. Bahkan info awal soal rute juga secara kasar aku dapatkan dari dia. Bahwa rutenya akan mengitari Jawa Timur searah dengan arah jarum jam, dan bocoran-bocoran bahwa rutenya tidak melulu jalan mulus, tetapi akan melewati ruas-ruas jalan rusak juga. Disitu aku hanya bisa menduga-duga rutenya akan kemana saja. Target awalku nggak muluk-muluk, dengan asumsi aku akan berusaha untuk menempuh jarak 300km/hari, maka perkiraanku EJJ ini bisa aku selesaikan dalam waktu 5 hari (max 120 jam). 

EJJ 2024 1500km: Bagian 2 - Persiapan Latihan

Untuk persiapan latihan, jujur saja karena memang dari awal nggak terlalu niat, jadi sebulan sebelum acara gowes biasa-biasa aja. Tidak ada gowes long ride (diatas 1 hari) yang aku lakukan dari awal tahun. Terakhir yang bisa dianggap sebagai latihan adalah gowes bareng bertiga sama Om Handika & Terry ke Citorek, 3 minggu sebelum event. Disini aku sekalian ngetes WS alloy ku yang bisa dibilang setahun nggak dipakai. Ternyata walaupun berat, redamannya lebih bailk daripada WS karbonku, nggak bikin tangan cepet sakit & pegel.

Pihak panitia Mainsepeda mensyaratkan untuk pengguna rimbrake harus menggunakan wheelset alloy dan ban dengan profil minimum 28c. Jadinya mau nggak mau nanti mesti pakai WS alloy yang lumayan berat, jika dihitung2 selisih beratnya dengan WS karbon yang kugunakan saat ini kurasa bisa sampai 400-500gr.