Jumat, Agustus 23, 2013

Genteng Bocor? Perbaiki Saja Sendiri

Salah satu masalah yang belakangan cukup menjengkelkan adalah adanya rembesan pada plafon rumah. Rembesan ini biasanya ditandai dengan menjamurnya plafon atau dinding yang dekat lokasi rembesan. Dan seminggu belakangan ini aku cukup dibuat repot dengan masalah rembesan ini, yang kuduga disebabkan karena renovasi rumah tahun lalu, dimana bagian belakang rumah dirombak, nambah kamar + nge dak bagian atasnya untuk jemuran.

Berhubung rumahnya baru aku tempati beberapa bulan, dan selama itu nggak pernah ngerasain + melihat sendiri kondisi rumah ketika hujan deras, jadi ya niatnya setengah-setengah deh buat ngebenerin. Alasan keduanya sih karena letaknya di bagian belakang rumah alias di dapur, jadi aku merasa tidak terlalu urgent untuk memperbaiki. Nah baru minggu kemarin aku merasakan sendiri ketika hujan deras + angin kencang, rembesannya sangat parah. Selain merembes ke dinding, air sudah menetes cukup deras dari plafon.

Rabu, Agustus 14, 2013

Ramadhan & Lebaran 2013

Honestly, aku cukup puas dengan bulan Ramadhan tahun ini. Walaupun masih banyak kekurangan disana-sini, namun aku merasakan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan bulan Ramadhan tahun lalu. Pada Ramadhan tahun lalu, rasa-rasanya waktuku banyak terbuang untuk urusan pekerjaan. Sampai akhirnya mendekati H-3 sebelum lebaran aku malah sakit, gejala DB. Beruntung masih bisa ngeles-ngeles untuk nggak dirawat di RS karena trombositku sudah dibawah normal. Rugi lah lebaran-lebaran di rumah sakit. Mending pula ada yang nungguin. Akhirnya walaupun bisa istirahat di rumah, puasa bolong deh 3 hari.

Minggu, Agustus 11, 2013

Quanta - 2 tahun 4 bulan

Q bentar lagi genap 28 bulan. Walaupun udah lebih dari 2 tahun, Q masih belum bisa ngomong, nggak seperti anak-anak lain seusianya yang rata-rata udah bisa ngomong dan berkomunikasi 2 arah. Namun demikian, beberapa minggu belakangan ini dia udah mulai seneng ngoceh. Walaupun belum jelas apa yang dia ucapkan, sepertinya Q sedang mencoba untuk berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya.

Kalau kuperhatikan, dia memang nggak banyak ngoceh, tapi senang mengamati dan meniru dari lingkungan sekitarnya. Jadi walaupun belajar ngomongnya telat, Q sudah bisa mengenali banyak objek berdasarkan apa yang dia lihat. Dia sudah bisa menunjukkan huruf dan angka jika kita menyebutkannya. Walaupun demikian, dia belum bisa mengucapkan huruf/angka yang dimaksud. Beberapa huruf yang bisa dia ucapkan adalah huruf-huruf vokal dan beberapa huruf konsonan seperti B, S, C, P. Q sudah bisa mengucapkan kata-kata berikut:
- ayah
- mah -> menunjuk ke bundanya
- tas -> menunjukkan arah ke atas
- apa -> menanyakan sesuatu
- pupup -> buang air besar
- pipis -> buang air kecil
- ta -> meminta sesuatu