Tampilkan postingan dengan label Related with my work. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Related with my work. Tampilkan semua postingan

Senin, Oktober 26, 2020

3 bulan Menuju 2021

Tahun 2020 menjadi tahun yang tidak akan terlupakan dalam sejarah. Wabah Covid-19 telah memberikan banyak perubahan pada hampir semua sektor. Semua orang dipaksa untuk dapat beradaptasi pada era baru yang disebut new normal. Secara pribadi, perubahan yang paling terasa adalah implementasi kebijakan Work From Home (WFH) dan social distancing. Kedua hal ini telah banyak mengubah aktivitas sehari-hari yang kulakukan, baik yang berhubungan dengan pekerjaan, hobi, dan interaksi dengan keluarga dan lingkungan sosialku. 

Dalam tulisan kali ini aku ingin sekedar berbagi perubahan-perubahan apa saja yang terjadi dalam 10 bulan terakhir sejak Covid-19 mulai memberikan dampak serius dan mendapatkan banyak perhatian dari pemerintah.

Rabu, Oktober 04, 2017

Menikmati Keindahan Kawah Ijen

pemandangan kawah Ijen
Beberapa waktu lalu aku bersama rekan-rekan kerja di kantor berkesempatan untuk mengunjungi kota Banyuwangi, dalam rangka workshop dan sekaligus refreshing. Dalam acara refreshingtersebut peserta diberikan kebebasan untuk memilih lokasi wisata yang ingin dikunjungi: Kawah Ijen atau Taman Nasional Baluran. Pada awalnya aku memilih Baluran karena acara trekking ke Kawah Ijen nya dimulai setelah waktu shubuh. Selain sudah panas, kami juga tidak akan bisa menikmati blue fire yang menjadi ciri khas wisata ini. Namun karena pada akhirnya jadwal keberangkatannya dimajukan menjadi ke tengah malam, aku memutuskan untuk memilih Kawah Ijen.

Selasa, Januari 17, 2017

Kontemplasi & Catatan 2016

Tahun 2016 telah berlalu, dan seperti biasa banyak hal-hal yang bisa dijadikan bahan perenungan untuk perbaikan kedepannya. Melalui tulisan ini, aku ingin berbagi cerita terkait dengan kejadian-kejadian yang kuanggap cukup penting, beberapa pencapaian, serta harapan-harapan yang tidak tercapai di tahun 2016 lalu.

Sejujurnya, di tahun 2016 ini tidak terlalu banyak target yang ingin aku capai. Kesalahanku yang paling fatal mungkin karena memang di tahun 2016 aku tidak membuat resolusi secara spesifik seperti tahun sebelumnya. Jadi ya pencapaian yang ada tidak bisa aku ukur dan dibandingkan dengan target yang sudah ditentukan. Namun demikian di awal tahun aku memiliki target terkait dengan aktivitas bersepedaku yang sudah aku tentukan secara spesifik dan akan kuulas disini.

Minggu, November 06, 2016

Positive Thinking

Beberapa waktu yang lalu, ada training Dale Carnegie dari kantor. Salah satu poin penting yang kudapat adalah pentingnya berpikir positif dalam menghadapi segala permasalahan. Ada poin-poin lain yang menurutku juga penting, namun menurutku ini adalah poin yang paling bisa diaplikasikan dalam lingkungan kantor. Terkadang masalah-masalah yang ada di kantor menuntut kesabaran dan tidak bisa diselesaikan secara cepat.

Sabtu, Oktober 24, 2015

Catatan Perjalanan ke Aceh

pemandangan dari spot icon Kota Sabang
Di akhir bulan September lalu, aku dan rekan-rekan kerjaku berkesempatan untuk mengunjungi propinsi yang berada di wilayah paling barat Indonesia. Ceritanya sih workshop, tapi format acaranya bertema jalan-jalan dan liburan. Sebelumnya ada beberapa pilihan untuk tujuan jalan-jalannya, namun pada akhirnya kami memilih Aceh dan Sabang karena destinasi ini jarang menjadi tujuan untuk kunjungan kerja ataupun destinasi liburan. Tidak se-mainstream Bali atau Lombok yang sudah sangat komersial. Selain itu berhubung ada salah satu rekan kerja yang berasal dari Aceh, jadi bisa memberikan rekomendasi spot-spot wisata dan kuliner nya.

Sabtu, Desember 13, 2014

How to Install SeedDMS on Ubuntu

SeedDMS is an open source document management system. In my opinion, its features are quite powerful, easy to use, but unfortunately lack of documentation. I guess the developers are too busy focusing on coding and forgetting how good documentation will help the others to install and use the application. After some trial and error, I’m finally able to install SeedDMS on my Ubuntu.

In this tutorial, I use latest Ubuntu server 14.10 (Utopic Unicorn) which can be downloaded via Ubuntu official website here and latest SeedDMS (version 4.3.13 ) which can be downloaded via sourceforge here. I assume you already installed Ubuntu and are familiar with Ubuntu environment.

Minggu, April 14, 2013

Finally...

Akhirnyaaaa, setelah beberapa tahun belakangan ini nggak pernah ngadain workshop di luar kota (definisi luar kota: lebih dari 100km dari Jakarta), workshop kali ini diadakan di Bandung. Yah lumayan lah, daripada nggak sama sekali. Walaupun demikian, kalo ngeliat sub direktorat tetangga yang dulu awalnya masih sama-sama satu sub dir, workshop di Bandung bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan. Tetangga sebelah sekalinya workshop transportasinya minimal pake pesawat.

Workshop kemarin ini hanya diadakan selama 2 hari: mulai Kamis pagi (yang ujung-ujungnya sih mulainya siang hari karena jalanan yang cukup maceet), dan selesai pada hari Jumat siang. Setelah makan siang, peserta workshop udah pada bubar entah kemana.

Senin, Juli 30, 2012

Business Trip ke Hong Kong - Day 4

Acara hari ke-4 adalah jalan-jalan ke Disneyland. Permasalahannya adalah saat ini sedang musim panas. Dan panasnya lumayan menyengat. Tak hanya mataharinya saja yang yang menyengat, namun udara di sekelilingnya juga panas tak terkira. Belum lagi kami semua tipe yang malas mengeksplorasi dan jalan-jalan di tempat hiburan seperti ini. Mungkin ada hubungannya dengan faktor 'U' kali yah, yang sudah tidak terlalu tertarik untuk bermain-main di tempat hiburan seperti ini.

Alhasil inilah yang terjadi pada hari ke-4: Datang ke Disneyland. Berhubung pakai mobil sewaan, jalannya jadi lumayan jauh. Dan sepertinya memang kebanyakan orang-orang yang datang kesini menggunakan transportasi publik seperti MTR atau Bus. Untuk diketahui di Hong Kong, orang yang punya mobil pribadi bisa dibilang super kaya. Selain tarif parkirnya yang gila-gilaan, dibandingkan dengan Indonesia, pajak per tahunnya juga tinggi. Dari driver yang mengantar kami jalan-jalan, konon pajak per tahunnya sekitar HKD 300.000. Dengan pajak sebesar itu, tak aneh jika mobil-mobil pribadi yang berseliweran di HK adalah mobil-mobil mewah semua. Logikanya, nggak lucu kan beli mobil yang harganya lebih murah daripada pajaknya?

Business Trip ke Hong Kong - Day 3

Kapok dengan pengalaman makan siang pada hari sebelumnya, makan siang kali ini kami nggak mau neko-neko. Makan junk food macam McD juga nggak masalah lah, yang penting bumbunya nggak macam-macam dan cocok di lidah.

Hari ke-3 ini merupakan hari terakhir training. Selesai training, kami makan sore di Warung Malang, salah satu tempat makan khas Indonesia yang cukup direkomendasikan orang-orang. Lokasinya terletak di daerah Causeway Bay, dekat dengan Victoria Park. Dan yang penting halal sih. Menunya pun macam-macam, mulai dari ayam goreng, soto ayam, sop buntut, hingga pecel lele bo. Konyol memang sih, namanya orang Indonesia, kalo nggak makan nasi ya ga kenyang. Jauh-jauh ke HK makanan yang dipesan pecel lele. #doh

Rabu, Juli 25, 2012

Business Trip ke Hong Kong - Day 2

Rupanya paket kamar hotel yang sudah dipesan bukan paket yang menyertakan sarapan. Di tempat yang nyari makanan halal aja susah, tentunya ini menjadi masalah serius. Kalo di negeri sendiri sih, bukan masalah besar lah. Tinggal keluar nyari warung, seapes-apesnya makan indomie pake telor jelas cukup mengenyangkan untuk sarapan.

Beruntung vendornya berbaik hati untuk mengajak sarapan di hotel, yang tentunya keluar duit lagi 200HKD x 9 = 1800 HKD menguap lagi pagi itu. Walapun sarapan di hotel yang cukup ternama, mesti hati-hati juga untuk memilih menu makanan yang tersedia. Mau ngambil menu nasi aja mesti lihat baik-baik, karena bisa jadi disamping menunya tertera gambar  piglet.

Business Trip ke Hong Kong - Day 1

Well.. sebagai kata pembuka, Business Trip kali ini adalah acara training untuk sebuah produk yang akan diimplementasikan di perusahaanku. Yang megang produk ini sebenarnya temen satu departmen, tapi entah bagaimana, yang diajukan untuk ikut training malah aku, bukan temenku ini. Tadinya aku udah agak-agak segan, tapi ya sudahlah, namanya juga rejeki masa iya ditolak.

Acara training ini sejatinya berlangsung dari tanggal 16 s/d 20 Juli. Sampai seminggu sebelum keberangkatan, belum ada kepastian mengenai keberangkatannya. Baru dikasih tahu jadi berangkat malah pada tanggal 13, hari Jumat. Mepet bener. Kirain berhubung acara trainingnya mulai hari Senin, berangkatnya bakalan hari Minggu, tahunya hari Senin juga. Mana pagi-pagi pula lagi, jadwal pesawat jam 8:20. Hari Senin + pagi = macet, jadi mesti berangkat pagi-pagi buta deh untuk menghindari macet.

Sabtu, Juni 30, 2012

Makan Gaji Buta di Jalan Tol

Suatu ketika pada jam makan siang..

Boss: Lo ntar ikutan si X yah meeting di BSD jam 2.
Gw: Lah, ini gw ada miting laen nih. Emang tentang apaan meetingnya?
Boss: Ga tahu, lo telpon si X aja, berangkatnya bareng dia. Meetingnya sampe jam 4 kok. Lo langsung pulang aja
Gw: @$!#%@ walopun pulang 4 juga tetep aja BSD ke Bekasi jauh Bo

Minggu, Juni 24, 2012

Lelah: Working Harder but Not Smarter

Ini adalah minggu yang sungguh luar biasa melelahkan. Apalagi kalau bukan karena pekerjaan di kantor. Pekerjaannya sebenarnya sih nggak berat-berat amat, cuma berhubung lumayan banyak dan sangat beragam, otakku sudah tidak bisa mengikuti semuanya dengan baik.

Ibarat sebuah sistem yang memiliki kapasitas produksi X dan bisa menampung antrian sebanyak Y. Sistem tersebut dapat memproses X dalam waktu T. Secara teoritis sistem tersebut akan memproses secara sekuensial, tergantung prioritasnya. Jika sudah selesai, maka akan memproses antrian berikutnya. Normalnya, dalam waktu T, sebanyak X pekerjaan dapat diselesaikan.

Anggap saja kemampuanku dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan contoh diatas. Nah, yang terjadi dalam kasusku adalah, aku diberikan pekerjaan sejumlah > X, tentunya sebagian akan aku masukkan dalam antrian dong. Yang memberiku pekerjaan sudah tahu kapasitasku, sebanyak X dan akan selesai dalam waktu T. Permasalahannya, terkadang tiba-tiba ada pekerjaan yang dimasukkan ke dalam antrian dan memiliki prioritas 'Real Time', yang artinya mesti diselesaikan pada saat itu juga.

Tidak seperti processor komputer jaman sekarang yang sudah multicore, otak manusia ya core nya cuma satu. Jika menerima pekerjaan semacam itu, yang terjadi adalah semua pekerjaan yang masuk dalam kategori X akan distop dulu, dan mengerjakan pekerjaan dengan prioritas 'Real Time' tersebut lebih dulu. Setelah selesai, baru lanjut lagi dengan pekerjaan sebelumnya. Perpindahan ini tentunya memakan resource. Artinya otak perlu di-reload ketika memindahkan fokus dari dan ke pekerjaan yang memiliki prioritas yang lebih tinggi. Memori otak manusia juga mengalami keterbatasan. Bisa jadi saat akan memindahkan fokus ke pekerjaan yang lebih rendah, ada sesuatu yang terlewat. Yang aku alami sekarang, banyak sekali pekerjaan-pekerjaan yang datang tiba-tiba dan memiliki prioritas 'Real Time'. Gimana nggak puyeng coba.

Hasil akhirnya bisa ditebak, pekerjaan-pekerjaan mendadak yang biasanya nggak terlalu penting dibandingkan dengan project besar akan selesai tepat waktu. Project besar yang di depan mata terkadang terbengkalai, namun biasanya sih pasti kelar karena pada suatu saat tingkat prioritasnya akan naik menjadi 'Real Time' juga. Pekerjaan-pekerjaan yang sudah masuk dalam proses produksi, bakalan molor dan memakan waktu lebih dari T. Bagaimana dengan pekerjaan yang masih dalam antrian? Nggak akan pernah selesai, karena waktu yang diberikan tidak mencukupi. Ujung-ujungnya motivasi jadi menurun karena capek dan merasa sibuk, tetapi hasil yang didapatkan nggak optimal. Rasanya ini kerja nggak tambah cerdas, cuma nambah capek aja.

Sabtu, Januari 01, 2011

Aplikasi favorit selama 2010

Selamat datang tahun 2011, dan selamat tinggal tahun 2010. Dan berikut ini adalah aplikasi-aplikasi favorit khususnya untuk kategori desktop yang sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas dan yang paling sering aku gunakan selama setahun terakhir.

  1. Microsoft Word, Excel, Power Point,  Outlook, dan Adobe Reader
  2. Tanpa keempat aplikasi ini, yang jelas urusan pekerjaan kantor bisa bubar. Kebutuhan akan aplikasi -aplikasi ini sudah tidak dapat dipungkiri lagi.

  3. Microsoft OneNote
  4. Mungkin belum banyak pengguna Ms Office yang memanfaatkan aplikasi ini. Dari beberapa survey ke rekan-rekan sekantor yang menggunakan Ms Office, banyak yang tidak mengetahui manfaat dan kelebihan aplikasi ini. Aplikasi OneNote ini seperti namanya berfungsi untuk menyimpan catatan. Pengguna bisa dengan bebas menyimpan catatan tanpa perlu khawatir catatan tersebut hilang karena lupa menyimpannya. Setiap perubahan akan otomatis tersimpan.

    Selain itu, catatan yang dibuat tersimpan dalam struktur yang hierarkis sehingga memudahkan pengguna dalam mencari dan mengkategorikan catatan-catatan yang telah disimpan. Kelebihan lain dari aplikasi ini adalah pengguna bisa secara bebas menulis di bagian manapun dan memasukkan objek-objek seperti gambar, tabel, hingga dokumen lain. Lebih jauh lagi, dengan sedikit kreativitas, pengguna bisa membuat kalender dan membuat to do list pada kalender tersebut.

  5. Firefox
  6. Firefox adalah browser favoritku. Walaupun terkadang menggunakan Google Chrome sebagai browser sampingan, tetap saja Firefox lebih sering aku gunakan. IE mah, ke laut ajah dah.

  7. Sync Toy
  8. SyncToy adalah aplikasi gratisan dari Microsoft yang berfungsi untuk sinkronisasi folder. Aplikasi ini sangat membantu dalam mem-backup dokumen-dokumen kantor dan dokumen-dokumen pribadiku ke media lain seperti portable hard disk, flash disk, maupun shared folder di network. Kelebihan aplikasi ini adalah efisiensi pada data yang disalin. Update hanya dilakukan pada dokumen-dokumen yang baru atau yang telah mengalami perubahan.

  9. KeePass
  10. Aplikasi ini sangat berguna untuk menyimpan password-pasword dari semua akun yang aku gunakan, baik di internet maupun di internal perusahaan. Dengan KeePass aku tidak perlu lagi mengingat semua password yang aku gunakan, sehingga untuk setiap akun aku dapat dengan leluasa menggunakan password yang berbeda-beda tanpa perlu khawatir lupa. Bahkan untuk beberapa akun, aku tidak peduli dan tidak perlu tahu passwordnya, tinggal copy dan paste semuanya beres. Yang perlu diingat adalah master key untuk membuka dokumen yang berisi semua passwordku. Sekalinya lupa atau bocor ke tangan yang salah, bisa gawat. Hebatnya lagi, aplikasi ini tidak hanya tersedia pada PC saja, namun tersedia versi mobile nya yang bisa digunakan pada HP Nokia dan BB ku. Benar-benar portable :)

  11. Putty
  12. Ini bisa kubilang aplikasi wajib yang harus aku miliki untuk bisa terhubung ke server yang berbasis Unix. Di lingkup pekerjaanku, banyak sekali kebutuhan untuk mengolah data berbasis teks yang jauh lebih efisien jika dieksekusi pada OS berbasis Unix. Secara aku menggunakan OS yang Windows based, tentunya Putty sangat membantu sekali dalam menjembatani  komunikasi antara kedua OS ini.

  13. Nokia PC Suite
  14. Tanpa aplikasi ini, aku nggak bakalan bisa konek ke internet ketika sedang tidak berada di kantor. HP Nokia yang aku miliki berfungsi ganda, selain untuk berkomunikasi aku gunakan juga untuk Modem. Ketika berada di rumah dan online, bisa dipastikan aplikasi ini akan aku jalankan.

  15. Yahoo Messenger
  16. Inilah aplikasi Messenger favorit selama setahun belakangan ini. Walaupun penggunaannya dalam setahun belakangan ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk menghubungi rekan-rekan diluar internal kantor, aplikasi ini masih sering aku gunakan. Sementara untuk rekan-rekan di internal kantor ataupun diluar kantor yang sudah memiliki BB, aku lebih nyaman menggunakan Blackberry Messenger (BBM).

  17. Proxifier dan uTorrent
  18. Policy internet di kantorku tidak memungkinkan untuk mengakses port diluar port 80 ke alamat-alamat diluar internal perusahaan. Untungnya kekurangan ini bisa diakali dengan aplikasi yang bernama Proxifier. Dengan aplikasi ini, aku bisa mengakses port-port diluar port 80 secara leluasa sehingga aplikasi-aplikasi seperti Yahoo Messenger dan Torrent Client seperti uTorrent. Belakangan ini torrent menjadi alternatif utama dalam mencari film di internet karena gratis tentunya. Selamat tinggal Rapidshare, Megaupload, Hotfile, dan kawan-kawan :D

  19. iTunes dan VLC Media Player
  20. Inilah aplikasi pemutar lagu dan pemutar film favoritku. Kedua aplikasi gratisan ini sudah sangat-sangat mencukupi untuk menikmati lagu-lagu kesayangan dan film-film hasil unduhan pada poin nomor 9, hehehe.

Senin, Oktober 12, 2009

Kerjaan: Lain dulu, lain sekarang

Well, setelah 2,5 tahun bekerja di perusahaan yang selama ini aku anggap sebagai tempat bekerja yang menyenangkan, aku sempat kepikiran untuk menulis perbandingan job desc ku, dan segala hal yang terkait dengan kerjaanku ketika pertama kali masuk dan keadaan saat ini. Setelah aku pikir-pikir perbedaannya lumayan jauh. Beberapa ekspektasiku terpenuhi, dan beberapa lagi lewat begitu saja. Untuk itu, dalam tulisanku kali ini, aku mencoba membuat perbandingan baik secara obyektif dan subyektif dari sudut pandangku.

3 bulan pertama: Masa Probation
  • Berasa makan gaji buta. Masih belum jelas apa pekerjaanku. Bahkan sempet kepikiran sebenarnya di departemenku butuh orang tambahan nggak sih?
  • Biasanya ngebantu-bantuin kerjaan senior, yang untungnya sih baik-baik dan nggak pernah sampe disuruh bikin kopi :P
  • Suasana kerja sangat menyenangkan, lingkungannya nyaman. Secara umum, tingkat stress dalam lingkungan kerja masih tergolong rendah.
  • Belum diberikan tanggung jawab untuk memegang suatu proses bisnis tertentu atau peoyek tertentu
  • Waktu banyak terbuang dengan percuma, karena nggak banyak yang dikerjakan. Bisa aku manfaatkan untuk membaca beberapa ebook serta artikel-artikel lain.
  • Lembur: Karena kerjaan dikit, kayaknya cuma beberapa kali aja, itu juga untuk kerjaan-kerjaan yang mendadak dan perlu dikerjakan cepet.
  • Rasio job desc dan gaji: sangat worth lah, malah berasa makan gaji buta.
  • Email: tiap hari masih kosong. Rata-rata menerima email dikit banget, dan isinya biasanya bukan kerjaan.
    Jam kantor: datang pagi-pagi, pulangnya nggak terlalu malam lah (probation gituh loh)

3 bulan sampai 1 tahun pertama:
  • Mulai diberikan pekerjaan dan tanggung jawab yang lebih spesifik
  • Load pekerjaan secara umum masih belum terlalu tinggi. Waktu luang yang dimiliki masih banyak. Rasio antara kerja dan nggak kerja, bisa dibilang 1:1.
  • Mulai melihat adanya beberapa proses bisnis yang bisa diautomatisasi. Yang tentunya jadi kerjaan iseng-iseng berhadiah. Kalau jalan diterusin, kalau nggak ya udah.
  • Ketika load pekerjaan sedang mencapai puncaknya, efeknya cuma sementara dan tidak terus berlanjut. SLA untuk pekerjaan masih bisa dijamin. Pekerjaan paling telat dikerjakan keesokan harinya dan bisa langsung solved.
  • Lembur: Jarang banget. Sesekali masih boleh lah. Rata-rata lembur sebulan maksimal 2 atau 3 kali. Kalau sengaja nyari lemburan sih jangan mimpi deh.
  • Rasio job desc dengan gaji: masih sama, belum ada keluhan. :P
  • Email: walaupun email yang masuk mulai banyak, biasanya jarang sampai menumpuk. Ketika aku pulang, aku pastikan semua email sudah terbaca dan ter-follow up.
  • Sore-sore masih sering ada ajakan untuk makan mie ayam di belakang kantor. Padahal waktu masih menunjukkan jam 4.
  • Akhir tahun ketika semua masih cuti, masih bisa sempet maen game rame-rame se-divisi. Jam kerja pula lagi.
    Jam kantor: datang jam 8 an lewat, pulangnya tepat waktu :D
1 tahun pertama sampai tahun kedua:
  • Sejak ganti bos baru, kerjaan jadi lebih fleksibel, walaupun secara load sih sama aja.
  • Load pekerjaan tentunya meningkat lah. Kerjaan yang aku lakukan sudah jauh lebih spesifik dan general (loh): mulai dari ngurusin audit, dokumen harian, urusan koding dan automatisasi, dan sampe iseng-iseng memanfaatkan PC yang nggak kepakai sebagai server lokal yang akhirnya malah kepake banget.
  • Mulai melihat adanya ketergantungan data dari IT, biar nggak bolak-balik minta terus. Tapi apa daya nggak punya storage yang cukup.
  • Suasana kerja masih menyenangkan, beberapa orang senior yang diberikan tanggung jawab yang lebih besar mulai sibuk mengurusi hal-hal yang non teknis. Ini menyebabkan pekerjaan teknis jadi beraalih ke aku semua.
  • Pagi-pagi masih bisa baca koran. Jam kerja yang bener-bener kerja baru mulai jam 10 pagi, dan biasanya jam 3 atau jam 4 dah kelar semua. Bisa istirahat dan pulang cepet.
  • Jam kantor: dateng rada siang, dan pulang tepat waktu. Intinya ngapain kerja lama-lama kalo bisa pulang cepet. Mulai melihat adanya peluang untuk memperoleh dan belajar hal lain di luar jam kantor.
  • Masih sempet lah ngerjain proyek-proyek diluar kepentingan kantor di luar jam kantor.
  • Email: kayaknya nggak ada perubahan dari yang sebelumnya.

Setelah tahun kedua
  • Restrukturisasi dan reorganisasi mengacaukan segalanya. Kurang resources menjadi hal yang lumrah.
  • Jam kantor: datang sebelum jam 8, pulangnya bisa sampai malam.
  • Load pekerjaan: meningkat dengan drastis. Issue kurang orang menjadi issue utama, namun nggak bisa solved dengan segera karena ada kebijakan zero growth dari perusahaan
  • Suasana kerja sudah mulai tak kondusif (karena loadnya tinggi) walaupun masih menyenangkan lah.
  • Pagi-pagi, udah nggak keburu baca koran. Kerjaan utama pagi-pagi adalah panen di Farm Ville mumpung lagi sempet. Siangnya biasanya udah kesita dengan banyak pekerjaan.
  • Pekerjaan menjadi nggak fokus. Banyak sekali hal-hal kecil yang harus dikerjakan walaupun tidak mendesak tapi penting. Mesti bisa bekerja dan menyelesaikan masalah secara all-in-one.
  • Email: Ini sih jangan tanya. Lagi weekend 2 hari aja bisa-bisa nambah sampai puluhan, apalagi pas hari kerja. Bikin stress pas ngebuka email hari Senin pagi.
  • Kebanyakan target yang mesti dicapai. Padahal banyak hal juga yang mesti dibenahi dari proses bisnis yang sudah ada dan berjalan sejak dulu kala.
  • Lembur: Suka-suka deh. Kalau dulu nyari lemburan susah karena emang mau ngerjain apa lagi. Kalau sekarang: bisa milih mau lembur hari apa. Selalu ada pekerjaan yang bisa dikerjakan untuk lembur.
  • Sore-sore bawaannya mau pulang cepet aja kalau lagi nggak ada pekerjaan. Biar bisa cepet sampai rumah dan istirahat deh.
  • Rasio gaji dan job desc: Bikin ngeneg aja. Apalagi kena korban Job Valuation di perusahaan yang konon katanya bulan Oktober ini udah kelar.
Yah, memang ada suka dukanya. Yang penting masih bisa dinikmati lah. ;)

Jumat, September 18, 2009

Apapun temuannya, back date solusinya

Topik yang satu ini memang nggak akan pernah habis dibahas. Karena memang ini adalah kontrol dan pekerjaan rutin yang mau nggak mau harus dikerjakan. Resikonya jika sampai nggak dikerjakan adalah adanya temuan yang artinya defisiensi dan artinya bonus berkurang karena audit ini merupakan salah satu komponen KPI.

Di tempat aku bekerja, kontrol untuk audit ini secara umum dibagi menjadi dua: kontrol transaksional, dan kontrol untuk IT. Kontrol secara transaksional menyangkut dokumen-dokumen yang terkait dengan pekerjaan harian, yang pada umumnya selalu ada dan selalu dibuat, jadi nggak mungkin lupa. Sementara kontrol yang satunya lagi ini yang nggak jelas: kontrol IT.

Dokumen yang mesti di-submit adalah dokumen-dokumen semacam kesepakatan antara departemenku dan departemen IT, yang dalam jangka waktu tertentu harus selalu diperbaharui *walaupun isinya ya bgitu-bgitu saja, yang jelas beda tanggal lah*. Nah dokumen-dokumen ini nih yang terkadang lupa dibuat, atau misalnya belum ada serah terima antara departemen terkait dengan departemenku, sehingga belum bisa dibuat tapi sudah ditagih oleh audit. Dokumen-dokumen ini so far yang aku tahu nggak pernah diperiksa isinya oleh audit: yang penting dokumennya ada. Karena itulah, dokumen-dokumen semacam ini sangat mudah dibuat walaupun dalam kondisi mendesak. Tinggal back date *membuat dokumen dengan tanggal jauh-jauh ke belakang* seolah dokumen tersebut dibuat pada periode audit yang ditentukan, sehingga tak menjadi temuan. Sangat konyol memang, tapi itulah yang terjadi. Dimana-mana seperti itu. Nggak di departemenku, nggak di IT, back date selalu menjadi sebuah solusi. Nah, kali memang kejadiannya sudah terlalu banyak, kira-kira salahnya dimana ya? Apakah memang orang-orangnya yang malas dan lupa membuat dokumen, atau memang membuat dokumen seperti ini dianggap membuang-buang waktu dan nggak jelas gunanya: toh nggak diperiksa juga isinya. Jadi, siapa yang salah???

Kamis, Juni 11, 2009

Can We Stop For A While?

It was a frantic day. Everyday is a frantic day. For this late month, everyone looks so busy with their own assignment. After my company made a great step to reorganize its structural organization especially on commerce directorate, everything was changed. Our leader challenges all of employees to make more profit by monetizing every opportunity regardless whether it is tangible or not.

For some reasons, I agree with statement above. We have to do our best to increase our revenue. As its impact, now everyone is busy: a lot of homeworks to be accomplished. For short period of time, it sounds good. But for longer period of time it triggers stress and other negative disorders.

Peoples sitting arround me now look so serious. A little mistake can trigger their negative emotion. They sometime express their displeasure or dissatisfaction of their own circumtance by complaining to themselves. I am quite sure that they don't realize that, but peoples around him would sense it. Moreover, they are more likely to speak dirty words. Even they looks usual and ordinary, but they can't hide their true expression.

The situation become worse and worse. Senior manager are challenged to make new innovative products to make more profit. They evaluate and break down the goals into smaller objectives and then pass it to their managers. Managers do the same and pass it to their staff. This means more works to be done. Because there are a lot of assignments to be done, all staffs should rearrange them and make a priority which assignment need to be done first. It means, some assignments would be placed on lower priority and would never be done, believe me.

This situation affects me as well. I can't focus on one assignment and completely finish if before I manage to solve another one. I have to finish several assignments at once, like a concept known as multithreading. But how much time need to be wasted just only to switch from one assignment to another one. But that's the problem: I have no time to ask and complain about this, what I have to do is finishing as many as I'm able to do.

So what's the solution? I think, our management should see this situation is not good for long period of time. Otherwise, perhaps all staffs in my directorate need to learn how to manage time efficiently in a proper way. Anger and emotion management could be added as an optional solution as well.

Senin, Oktober 27, 2008

SMS Please

I hate it, when I was in the middle of my activity - doing something that need some concentration, my phone rang. I lost my track on my work. And damn, it came from one of Content Provider's technical staff. I didn't answer the call. But I knew, there is something wrong. After my phone stopped ringing, I turned it off, and continued working on my interrupted job.

Two hours later, I finished my work and turned my phone on. Immediately, three messages came in. Yeah, one notification message - informed me that someone had called me during my phone was turned off, and two remaining messages came from the CP who previously called me. I replied it, said the problem has been followed up to IT guys and to wait. Because I have no access to the production server. So both he and me, can only wait and wait until our IT staff take an action. And after that, I didn't received any reply message.

Yup, that incident happened to me last Saturday night. It's not the matter about the guy who complained a problem on our network. It's the matter on how he conveyed his complaint. It was on weekend, and it's my holiday. So, for any urgent matter like that, I hate if someone called and rang my phone just only to talk about my job in my office, especially when it's related to a problem. I really appreciate when someone send me a short message to deliver his complaint. Of course, this rule is only applicable on my weekend and holiday, except it came from my colleagues in my office. Hehehe

Why do I hate it? First reason is, it really bother me, especially when I was in the middle of something that I need my mind to be focused. I usually do not let my phone far away from me. So I would notice when there was any incoming message. It's enough to inform me that there was something wrong

Second, I expect our partner appreciate my time on weekend. In my opinion, calling somebody else just only to talk something related to their job is categorized as an impolite manner. Weekend is a time when people should free themselves from their work. Therefore, when we want to 'trouble' someone else, it's better to SMS instead of making a phone call.

Third, SMS make me possible to reply it later. Unlike a phone call which interrupted our activity when we answer it, a SMS could be opened and replied later. It is flexible and do not interrupt our activity except its ringing tone. :P

Selasa, Agustus 19, 2008

My Wish Comes True

A week ago, my manager called me to discuss a new mechanism to increase our division revenue. On discussion, I learned that Depsos nowadays begin to socialize a new rule of quiz permission. Since the beginning of this month, Depsos would restrict Content Provider to launch their quiz. I don't know whether or not this will be realized in reality.

Simply, I was quite happy to hear this news. Ah, eventually my wish came true. For most CP, I guess the quizzes existence would give them more and more revenues. In fact, there is some CP who can survive from quizzes. I could hardly believe it. In my opinion most quizzes held by CP are not educative. It tempt people to waste their money, teasing them with prizes. Only few amount of people would win the quizzes and the other will only become a 'victim' maybe after spending a lot of money in answering the questions on the quizes.

I also learned, quizzes is the most effective ways to gain more and more revenues. It was very very effective I guess. You even could be able to obtain more than one billion rupiahs on a month. And it was not gross revenue, it was the profit itself. You can guess how many peoples trapped in this game and wasted their money up to more than one billion in a month.

Most of all quizes are using subscription mechanism in which subscriber have to send some keyword to particular ADN to be registered on specific quiz. After registration process, subscribers would receive about one or two question everyday. CP would stop sending them question when they unregister to the same ADN they used to register. But sometimes, CP still be able to send them SMS if the subscriber is also registered on other service on the same ADN. This is the problem. In my opinion there are so many peoples outside who don't understand about this mechanism yet. They usually try to send some SMS using keyword they saw on advertisement on TV and magazine. After they realized that they would be charged on every SMS they received, they experienced a problem how to stop it, how to unregister it. The consequence of this circumstance is rapid growth of complaint received by customer services (call center).

I believe life is not a matter of money only. There are others aspect that should be taken as a consideration. CP should not make anything which is probable to harm customer. Perhaps, nowadays it's difficult to act honestly. Considering there are so many CP competing on the same field. As long as their intention is based on revenues, they'll do anything to generate it, even in wrong ways.

I wish, after this rule prevail, complaint addressed to customer service will decrease significantly. As far as I know, quizzes has generated a large amount of traffic everyday. So, prohobiting the quizzes means reduces traffic significantly. Hopefully, this prohobiting action will not create another hole. I don't know whether or not this prohobiting action will prevail absolutely. Absolutely means all SMS quizzes will be blocked. Or perhaps, Depsos will limit their action on issuing permission of quizzes operation. If so, then I'm afraid the CP will bribe Depsos to issue a permission of quizzes operation.

Rabu, Maret 19, 2008

I Hate It..

Hmm... Have you ever thought about leaving your office for absence while you had several and might be so many task need to be done? It's not a good idea I think. But, sometimes, you just need to do so, for example, for my case, I left for absence because I had to attend something dealing with my family affairs.

Fortunately, I have an access to enter my office network using my beloved N70 handset. So, I can work remotely. I can be able to settle my tasks even when I'm far away from my office as long as my handset is on GPRS coverage area. It'll be better if I'm on 3G coverage area, but I think, 2G only is enough as long as the connection is stable. I just need to be more patient when I'm on 2G only coverage area.

Because of my family affair, I could only connect to my office network at night. Because, everyone had fallen asleep. I won't disturb them then. Last night, I was working on my tasks. Downloading and reading my email from my beloved email client, thunderbird. Doing somethings which are asked by another department on my office as it written on email. I've several tasks to do. As I finished my second tasks, the connection became unstable. From the network information, my N70 kept sending requests while it had no response in return. I thought my N70 was in problem. So I restarted the handset. Few second after my handset restarted, I startled, I gazed unblinkingly, half-unbelievable,... Yeah.. my N70 was out of network service area. I didn't understand why it was so sudden. Some crazy thought came into my mind.. It might be, there was someone stealing something from the nearest BTS and by mistake, shut down the BTS. Cool eh? Or it might be, the operator's network technician or it's vendor or whatsoever it called, had shut the BTS down temporarily. Meanwhile, they're upgrading the BTS into a Node B BTS (3G BTS). Hehehe.. Just daydreaming again.

Finally, after waiting for about one hour, at last the network coverage back to normal. I got full signal on my handset. Next, I did everything need to be done as quick as I could. Unfortunately, my dream didn't come true. The coverage area didn't turn into 3G as I had expected before. Hhh... I need some rest here. Cooling down my brain, from my business in Jakarta... But, I hate it after all. My journey to my beloved city, Tulungagung, had turn in vain I supposed. It's no different than I work on my office. It's just carrying my job right here where I am. I can't conceive how many tasks need to be done when I've come back to Jakarta this week end. T_T