Tampilkan postingan dengan label Mac. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mac. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juli 13, 2016

Intellie Notes 2 aplikasi Penyimpan Catatan Serbaguna

Aplikasi Intellie Notes 2 saat ini telah menjadi salah satu aplikasi favoritku untuk menyimpan catatan-catatan sederhana di Macbook ku. Sebelumnya untuk menyimpan catatan yang kompleks, aku biasanya menggunakan aplikasi One Note yang tersedia dari paketan Microsoft Office. One Note aku akui sangat powerful karena bisa melakukan sinkronasi secara otomatis dengan perangkat lain seperti PC di Windows, maupun ke iPad ku. Namun demikian, aplikasi ini menurutku terlalu ‘berat’ jika hanya untuk menyimpan catatan-catatan sederhana seperti kode script ataupun teks yang tidak memerlukan formatting.

Minggu, Oktober 05, 2014

Instalasi iTunes Server pada Raspberry Pi

Pada tulisan kali ini, aku akan mengulas cara meng-install iTunes Server pada Raspberry Pi. Mengapa iTunes Server? Karena aku adalah pengguna Mac, dan tentunya ingin agar server ini bisa kompatibel dengan iTunes, aplikasi pemutar media bawaan dari Mac. Objektif yang ingin aku capai adalah menjadikan Raspberry Pi yang aku miliki menjadi sebuah media server yang dapat menyimpan lagu-lagu favoritku dan memainkannya melalui iTunes.

Pada artikel ini, aku menggunakan sistem operasi Raspbian. Mengapa Raspbian? Alasannya karena aku sudah cukup familiar dengan Debian. Cara-cara dalam artikel ini seharusnya bisa digunakan juga untuk sistem operasi berbasis Debian yang lain seperti Raspbmc. Raspbian yang aku gunakan adalah versi September 2014.

Sabtu, Agustus 23, 2014

Kelebihan dan Kekurangan Seagate Central

Part 1 - Mengapa Seagate Central?
Part 2 - Unboxing dan Instalasi
Part 3 - Uji Coba Perangkat
Part 4 - Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan
  • Harga cukup terjangkau dibandingkan dengan produk NAS lain
  • Setup dan instalasi yang mudah
  • Kecepatan baca dan tulis yang lumayan cepat (ketika dihubungkan dengan jaringan yang telah mendukung gigabit ethernet)
  • Bisa memainkan semua konten yang didukung secara native oleh perangkat iOS
  • Integrasi yang mudah dengan fitur Time Machine
  • Mendukung streaming konten ke AppleTV (Anda membutuhkan perangkat iOS untuk melakukan hal ini)
  • Mendukung protokol DLNA, yang bisa diakses melalui perangkat seperti SmartTV maupun smartphone dengan aplikasi yang mendukung
  • Bisa mengakses konten secara remote melalui internet
  • Memiliki expansion port yaitu USB 2.0 yang memungkinkan pengguna untuk membackup konten yang ada pada produk ini ke media penyimpanan eksternal lain (hard disk eksternal ataupun USB flash disk)

Kekurangan
  • Aplikasi SeagateMedia hanya mendukung konten yang disupport secara native oleh perangkat. Jadi misalnya untuk konten film, format yang didukung oleh aplikasi SeagateMedia versi iOS adalah format mp4 atau m4v. Anda tidak dapat memainkan konten film dengan format mkv
  • Fitur Facebook backup untuk membackup seluruh konten video maupun foto tidal bekerja sesuai dengan yang diharapkan
  • Dashboard aplikasi sangat sederhana, tidak ada pengaturan untuk pengguna tingkat lanjut (advanced). Dan berdasarkan pengamatanku, konfigurasi fitur-fitur seperti DLNA, iTunes, dll akan ter-reset ketika Anda me-restart perangkat. Jika sebelumnya Anda mematikan salah satu fitur, misalnya agar tidak bisa dilakukan remote access, maka ketika Seagate Central Anda restart, fitur ini kembali aktif.
  • Tidak dapat memonitor aktivitas yang sedang terjadi maupun menampilkan progress dari sebuah aktivitas
  • Media yang digunakan tidak dapat dipartisi
  • Fitur SlideShow pada aplikasi SeagateMedia hanya menampilkan konten pada resolusi yang telah disesuaikan dengan perangkat. Jika akan ditampilkan ke layar eksternal yang lebih besar seperti TV, konten gambarnya menjadi kurang tajam.
  • Fitur iTunes yang disediakan perangkat ini tidak mendukung playlist
  • Aplikasi SeagateMedia masih memiliki banyak bug dan perlu perbaikan. Namun demikian karena produk ini menggunakan protokol DLNA, bisa digunakan aplikasi alternatif lainnya

Kesimpulan
Secara keseluruhan, perangkat ini tidak mengecewakan. Kebutuhanku untuk backup data dan streaming konten melalui perangkat mobile seperti smartphone dan tablet sudah terpenuhi. Namun demikian, rasa-rasanya masih ada beberapa fitur seperti DLNA yang belum bisa kumanfaatkan dengan optimal karena keterbatasan perangkat yang kumiliki yang mendukung protokol tersebut.

Bagi Anda yang berniat membeli produk ini, harap diperhatikan bahwa Seagate Central memerlukan koneksi ethernet untuk dapat digunakan. Sehingga Anda tidak dapat menghubungkannya langsung dengan PC/laptop menggunakan kabel USB. Port USB yang ada pada perangkat ini hanya dapat digunakan untuk printer dan hard disk eksternal lain. Selain itu untuk pengalaman yang lebih baik, disarankan agar menggunakan jaringan yang sudah mendukung gigabit ethernet.

Harap diperhatikan juga, tidak semua konten didukung oleh aplikasi Seagate Media. Konten yang didukung bisa berbeda-beda tergantung dari platform perangkatnya (iOS, Android, dan lain sebagainya).

Uji Coba Seagate Central

Part 1 - Mengapa Seagate Central?
Part 2 - Unboxing dan Instalasi
Part 3 - Uji Coba Perangkat
Part 4 - Kelebihan dan Kekurangan

Setelah mencoba perangkat ini selama beberapa hari, rasanya aku tak salah telah memutuskan untuk membeli perangkat ini. Sesuai dengan ekspektasiku di awal, aku berencana untuk menyimpan seluruh koleksi film dan foto-fotoku di perangkat ini. Dan karena perangkat ini otomatis dikenali melalui aplikasi Finder di Mac, proses penyalinan kontennya dapat dilakukan dengan mudah. Satu hal yang cukup mengganggu adalah router yang aku gunakan di rumah bukan router Gigabit, sehingga kecepatan transfernya secara teori tidak akan melebihi 100Mbps (kurang lebih 12,5MB/s). Bisa dibayangkan untuk menyalin konten film dengan ukuran 3GB akan diperlukan waktu kurang lebih 3 s/d 5 menit. Jika ada 100 film, bisa berjam-jam nih. Untuk itu, agar bisa melakukan uji coba dengan maksimal, selain aku lakukan di rumah, aku lakukan juga di kantor yang notabene jaringannya sudah menggunakan gigabit ethernet.

Seagate Central: Unboxing & Instalasi

Part 1 - Mengapa Seagate Central?
Part 2 - Unboxing dan Instalasi
Part 3 - Uji Coba Perangkat
Part 4 - Kelebihan dan Kekurangan

Isi Kemasan
Dus perangkat ini cukup besar. Ketika dibuka, Anda akan menemukan:
  • 1 box perangkat penyimpanan
  • Power adapter, yang dilengkapi dengan beberapa pilihan colokan listrik
  • 1 buah kabel ethernet
  • Quick Start Guide
Pada bagian belakang perangkat Seagate Central, Anda akan menemukan 3 buah port:
  • Port untuk power
  • Port USB 2.0, yang bisa digunakan untuk menancapkan hard disk eksternal lain maupun printer
  • Port gigabit ethernet untuk dihubungkan dengan jaringan lokal
Pada bagian bawah boxnya Anda akan menemukan tombol reset, yang bisa digunakan untuk me-reset konfigurasi Seagate Central tanpa menghapus data yang sudah ada di dalamnya. Tombol ini dapat anda gunakan ketika misalnya Anda lupa password administrator perangkat.

Mengapa Seagate Central?

Part 1 - Mengapa Seagate Central?
Part 2 - Unboxing dan Instalasi
Part 3 - Uji Coba Perangkat
Part 4 - Kelebihan dan Kekurangan

Berawal dari sisa space hard disk eksternalku yang kian hari semakin menipis, rasa-rasanya sudah saatnya membeli hard disk baru dengan kapasitas yang lebih besar. Salah satu konten yang paling rakus dalam urusan space adalah film. Film-film yang biasanya sudah aku tonton akan aku koleksi siapa tahu di masa yang akan datang ketika mau nonton lagi kan nggak perlu repot-repot mencari (padahal sih dalam kenyataannya jarang sekali aku dan mungkin pembaca sekalian untuk menonton film yang sama lebih dari satu kali). Alasan yang lebih logisnya adalah siapa tahu nanti ada teman, saudara, atau tetangga yang kebetulan belum nonton kan tinggal dikasih aja.

Sementara itu, konten-konten lain selain film seperti lagu, dokumen, foto-foto, dan dokumen-dokumen terkait pekerjaan tidak terlalu memakan spacehard disk. Kuperkirakan dengan menggunakan hard disk berukuran 1TB, diluar untuk menyimpan konten film, sisa space tersebut sudah mencukupi kebutuhanku selama beberapa tahun kedepan.

Minggu, Agustus 03, 2014

Tips Menghemat Baterai Macbook

Pada umumnya Macbook yang beredar di pasaran saat ini dibekali dengan baterai yang bisa bertahan hingga 5 jam untuk sekali charge. Macbook keluaran terbaru yang sudah menggunakan processor Intel Hasswell bahkan diklaim bisa bertahan antara 8 s/d 12 jam tergantung pada tipe Macbook nya. Bagi Anda yang menggunakan Macbook di rumah ataupun di kantor, tentunya kapasitas baterai bukan menjadi masalah, karena Macbook Anda dapat tetap terhubung dengan sumber daya listrik. Namun sebagai pengguna Macbook yang selalu mobile, tentunya Anda ingin agar Macbook yang Anda pakai bisa bertahan selama mungkin tanpa tergantung pada sumber daya listrik (stop kontak). Tergantung pada penggunaannya, baterai Macbook Anda mungkin memerlukan waktu yang lebih cepat untuk di-charge ulang.

Minggu, Maret 31, 2013

Berburu Aplikasi Promo

Sebagai pengguna Mac, cukup banyak godaan-godaan untuk memiliki aplikasi-aplikasi yang berkualitas. Di luar sana, cukup banyak aplikasi bagus baik dari sisi fitur maupun dari desain yang begitu menggoda untuk dimiliki, yang terkadang aplikasi ini seringkali nggak gratis tentunya. Aplikasi yang di desain untuk Mac biasanya nggak murah, terlebih lagi aplikasi yang berkategori “Produktivitas”, biasanya dibanderol cukup mahal. Cukup membuatku berpikir beberapa kali sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli.

Namun demikian, aplikasi-aplikasi tersebut tidak selamanya dijual mahal. Pada even-even tertentu ada kalanya aplikasi-aplikasi tersebut dijual lebih murah. Atau beberapa aplikasi sekaligus dibundel dan didiskon besar-besaran sehingga harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan jika kita membelinya secara satuan. Pada aplikasi yang dijual melalui Mac App Store, even-even seperti Black Friday, Tahun Baru, Dan Natal biasanya dijadikan momen yang tepat untuk menurunkan harga. Sudah beberapa kali aku membeli aplikasi yang sedang diskon hingga 50% di Mac App Store. Lumayan kan, walaupun terkadang nyesek juga ketika sudah membeli aplikasinya mahal-mahal ternyata tak lama kemudian didiskon gila-gilaan.

Mematikan Proses via Terminal di Mac

Bagi pengguna Mac tingkat lanjut, tentunya tidak awam dengan aplikasi Terminal. Banyak sekali perintah-perintah sederhana yang dapat dijalankan melalui Terminal, salah satunya adalah mematikan (kill) proses. Pada dasarnya, pengguna Mac dapat mematikan proses secara manual melalui aplikasi Activity Monitor. Tinggal pilih proses yang akan dimatikan, dan klik tombol Quit Process pada bagian kiri atas Activity Monitor.

Lebih nyaman dengan cara konvensional? Mekanisme diatas dapat dilakukan via perintah kill. Namun demikian untuk dapat mematikan proses tertentu, Anda harus mengetahui pid dari proses yang akan dimatikan. Untuk melihat seluruh proses yang sedang berjalan dapat dilihat dengan menggunakan perintah ps -e. Pid akan ditampilkan pada kolom pertama pada hasil perintah. Misalnya Anda ingin mematikan proses dengan pid 555, maka perintah untuk mematikan proses tersebut adalah:
kill 555

Sabtu, Januari 26, 2013

Menghilangkan Duplikasi pada Menu “Open With” di Mac

Ketika pengguna Mac melakukan secondary click pada sebuah dokumen di aplikasi Finder, akan ditampilkan daftar aplikasi yang dapat digunakan untuk membuka dokumen tersebut. Daftar aplikasi tersebut akan ditampilkan pada menu “Open With”. Normalnya daftar tersebut unik, dan tidak ada aplikasi yang sama yang muncul lebih dari satu kali dalam daftar. Namun seiring dengan berjalannya waktu dalam menggunakan Mac, aplikasi yang sama dapat muncul lebih dari satu kali dalam daftar pada menu “Open With” seperti tampak pada gambar.

Berdasarkan informasi hasil googling, hal ini disebabkan karena adanya proses install/uninstall aplikasi yang berulang, atau juga karena pengguna melakukan mount pada media yang berisi aplikasi yang sama. Hal ini menyebabkan database Launch Services menjadi korup dan duplikasi menu pun terjadi.

Untuk memperbaikinya, perlu dilakukan reset pada database Launch Services melalui aplikasi Terminal:
  1. Buka aplikasi Terminal melalui Applications->Utilities->Terminal
  2. Ketikkan perintah berikut ini:

    /System/Library/Frameworks/CoreServices.framework/Frameworks/ LaunchServices.framework/Support/lsregister -kill -r -domain local -domain system -domain user
Proses reset database Launch Services diatas memerlukan waktu beberapa saat, normalnya 1 hingga 2 menit. Setelah proses selesai dieksekusi, kini menu “Open With” akan kembali normal.

Kamis, Januari 24, 2013

Keyboard Shortcut untuk Shut Down, Restart, Sleep, Log Out, dan Lock Screen pada Mac


Setelah menggunakan Mac selama lebih dari setahun, baru tahu aja kalau ternyata ada shortcut untuk melakukan fungsi-fungsi diatas.
Sebagai catatan, shortcut ini akan langsung melakukan eksekusi perintah tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu. Berikut adalah shortcut nya:
  • Shut Down: Control+Option+Command+Power/Eject (⌃⌥⌘⏏)
  • Restart: Control+Command+Power/Eject (⌃⌘⏏)
  • Log Out: Shift+Command+Q (⇧⌘Q)
  • Sleep: Option+Command+Power/Eject (⌥⌘⏏)
  • Lock/Mematikan display Mac: Shift+Control+Power/Eject (⇧⌃⏏)

Minggu, Desember 09, 2012

Memanfaatkan Fitur Home Sharing

Home Sharing adalah fitur yang yang tersedia pada iTunes yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi library iTunes pada PC/Mac ke PC/Mac maupun iDevice yang lain seperti iPad, iPhone, iPod Touch, bahkan Apple TV. Konsepnya sangat sederhana, jika fitur ini diaktifkan pada iTunes di PC/Mac, maka semua perangkat lain yang telah disebutkan sebelumnya dapat memainkan musik, video, podcast, dan konten-konten lainnya yang tersimpan pada library iTunes PC/Mac tersebut.

Untuk mengaktifkan fitur ini, semua perangkat yang terhubung harus menggunakan Apple ID yang sama. Ya, Apple membatasi hanya 5 device yang bisa mengaktifkan fitur ini, namum sepertinya perangkat yang bisa memainkan library-nya tidak dibatasi. Selain itu fitur ini hanya berlaku pada jaringan yang sama. Jadi pastikan perangkat iDevice Anda saling terhubung dalam satu jaringan.
Berikut adalah langkah-langkah untuk memanfaatkan fitur Home Sharing ini:
  1. Buka aplikasi iTunes
  2. Masuk menu Preferences iTunes. Pada Mac, menu ini dapat diakses melalui iTunes -> Preferences. Sementara pada PC menu ini dapat diakses pada Edit -> Preferences.
  3. Buka Tab Sharing pada jendela Preferences.
  4. Aktifkan Check Box "Share my library on my local network". Untuk mengubah nama library iTunes yang akan muncul pada perangkat lain, bisa diatur pada tab General.
  5. Selanjutnya adalah konfigurasi pada perangkat iDevice yang lain. Dalam kasus ini, contoh yang akan digunakan adalah iPhone.
  6. Buka Settings -> Music atau Settings -> Videos.
  7. Pada bagian bawah layar terdapat opsi untuk Home Sharing.
  8. Masukkan Apple ID dan password Anda. Apple ID yang dimasukkan harus sama dengan Apple ID yang digunakan pada PC/Mac.
  9. Buka aplikasi Music atau Videos pada iPhone Anda.
  10. Nama library PC/Mac Anda akan ditampilkan dan Anda bisa melakukan streaming konten-konten pada PC/Mac.

Review: Apple TV

Setelah sebelumnya me-review AirPort Express, dalam tulisan ini aku akan mengulas Apple TV yang kubeli bersama-sama dengan AirPort Express. Pada dasarnya Apple TV adalah sebuah perangkat yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan streaming konten dari iTunes, Netflix, Hulu Plus, dan penyedia konten streaming lainnya. Saat perangkat ini kubeli,  pengguna di Indonesia belum bisa menikmati konten-konten tersebut karena layanannya terbatas untuk negara-negara tertentu saja. Sehingga wajar saja jika produk AppleTV ini sangat sulit untuk didapatkan di Indonesia. Namun beberapa saat yang lalu Apple membuka iTunes Store di Indonesia. Pengguna dengan Apple ID Indonesia kini dapat membeli konten musik dan video melalui iTunes. D

Interface
Sama seperti AirPort Express, perangkat Apple TV tidak memiliki tombol On/Off. Perangkat ini memiliki output HDMI yang bisa dihubungkan ke TV/monitor, digital optical audio output, port ethernet untuk dihubungkan ke internet/PC/Mac, Micro USB yang digunakan untuk troubleshooting dan update firmware.

Perangkat ini juga dilengkapi dengan WiFi yang berfungsi sebagai WiFi client. Sehingga jika Anda ingin memanfaatkan teknologi AirPlay dari Mac maupun iDevice yang lain, pastikan anda memiliki perangkat WiFi router. Namun demikian, Anda bisa menjadikan Mac ataupun iPhone sebagai WiFi router, tetapi rasanya kurang proper saja.

Set Up
Perangkat AppleTV sangat mudah untuk dikonfigurasi. Anda dapat menghubungkan AppleTV dengan Mac dengan menggunakan port ethernet, namun tentunya akan sedikit repot jika Anda tidak memiliki switch karena perlu dilakukan konfigurasi IP address secara manual, baik di Mac maupun di perangkat AppleTV nya.

Sementara itu, untuk koneksi nirkabel, Anda memerlukan sebuah WiFi router. Konfigurasinya sangat mudah, namun sedikit merepotkan terutama jika nama SSID maupun password yang digunakan pada WiFi router yang Anda gunakan cukup kompleks. Maklum, desain remote nya sangat simpel dan tentunya tidak dilengkapi dengan keypad QWERTY.

Setelah AppleTV dikonfigurasi, perangkat ini langsung bisa digunakan dan dikenali dengan oleh Mac maupun perangkat iDevice lainnya. Pada Mac maupun iDevice, opsi AirPlay/AirPlay mirroring akan otomatis muncul. Jika opsi ini Anda pilih, tampilan yang ada pada layar Mac maupun iDevice akan ditampilkan melalui perangkat ini.

Fitur
Apa yang bisa Anda lakukan dengan perangkat ini? Melalui AppleTV Anda bisa:

  • Streaming konten video melalui penyedia konten seperti iTunes, Hulu Plus, dan Netflix (tentunya tidak applicable di Indonesia kecuali konten-konten yang sudah dibeli di iTunes)
  • Menampilkan layar Mac maupun iDevice Anda ke AppleTV melalui fitur AirPlay Mirroring
  • Streaming konten video maupun music yang ada pada Mac/PC melalui fitur Home Sharing
  • Menampilkan koleksi foto yang ada pada PC/Mac
Kesimpulan
Dengan harga sekitar USD 99, perangkat ini cukup worth untuk dimiliki. Harganya kurang lebih sama sama jika dibandingkan dengan membeli kabel konektor HDMI untuk Mac dan iDevice. Di rumah, perangkat Apple TV kugunakan bersama-sama dengan AirPort Express sebagai WiFi routernya.

Setelah beberapa minggu menggunakan perangkat ini, sejauh ini performanya sangat memuaskan. Untuk beberapa kondisi, AirPlay mirroring dari iPad maupun iPhone terkadang sedikit nge-lag, dimana kasus ini terjadi jika aku menonton video yang tidak didukung secara native oleh hardware iPad maupun iPhone. Dengan kata lain, aku menggunakan aplikasi dari pihak ketiga untuk menonton video tersebut. Namun, untuk konten video yang dimainkan melalui pemutar video bawaan, tidak ada masalah sama sekali.

Fitur yang paling aku suka adalah streaming konten melalui Home Sharing. Melalui fitur ini kita bisa memainkan konten yang sudah tersimpan pada library iTunes di Mac. Bahkan ketika Mac yang aku gunakan sedang sibuk, konten tetap dapat dimainkan dengan mulus dan tanpa terputus.

Sabtu, Desember 08, 2012

Review: AirPort Express

Beberapa waktu lalu aku membeli AirPort Express dan Apple TV. Pada awalnya sih cuma mau beli Apple TV saja, tapi karena ternyata Apple TV tidak bisa berfungsi sebagai WiFi router sehingga aku memutuskan untuk membeli Air Port Express sekalian. Air Port Express berfungsi sebagai WiFi router yang akan menghubungkan Apple TV, Mac Book, dan semua iDevice yang kumiliki.

Dalam tulisan kali ini, aku akan me-review fitur-fitur yang dimiliki oleh AirPort Express. Sementara untuk AppleTV akan dibahas pada tulisan yang terpisah.

Interface
AirPort Express tidak memiliki switch untuk On/Off. Setelah kabel power nya ditancapkan, otomatis perangkat ini akan menyala dan mulai bekerja. Perangkat ini memiliki 2 port Ethernet, satu port untuk WAN dan satu port lainnya untuk LAN. Port WAN bisa dihubungkan ke jaringan yang sudah ada, sementara Port LAN nya bisa dihubungkan dengan PC atau Laptop.

Selain itu, terdapat satu port USB 2.0 yang hanya bisa digunakan untuk koneksi ke printer, dan 3.5 mm audio minijack untuk output ke speaker yang bisa digunakan melalui teknologi AirPlay.

Set Up
Air Port Express sangat mudah untuk dikonfigurasi. Namun sayangnya untuk set up pertama aku memerlukan sebuah kabel ethernet agar bisa dikonfigurasi melalui Macbook. Setelah setingan WiFi nya dikonfigurasi barulah Air Port Express bisa diatur melalui WiFi yang artinya bisa langsung aku set up melalui iPad atau iPhone dan tidak memerlukan kabel ethernet lagi.

Selain berfungsi sebagai WiFi router yang membagi koneksi dari jaringan ethernet ke WiFi, perangkat ini bisa digunakan juga sebagai wireless client, yang membagi jaringan WiFi yang telah ada ke LAN port yang tersedia; ataupun digunakan untuk meng-extend jaringan WiFi yang telah ada.

Review AirPort Express
Apa yang bisa Anda lakukan dengan perangkat ini? Melalui AirPort Express, Anda bisa:

  • Mencetak dokumen melalui WiFi dari PC/Mac, iPad, iPhone, maupun iPod.
  • Mendengarkan lagu secara wireless melalui PC/Mac, iPad, iPhone, dan iPod melalui teknologi AirPlay. Fitur ini adalah fitur favoritku yang memang menjadi salah satu alasanku membeli perangkat ini. Dengan perangkat ini, Anda tidak perlu membeli speaker yang memiliki teknologi AirPlay, yang pada umumnya harganya relatif lebih mahal dibandingkan dengan speaker biasa.
  • Hidden Network. Fitur ini menurutku sudah menjadi standar. Dengan fitur ini, perangkat ini tidak akan membroadcast SSID.
  • Guest Network. Melalui fitur ini, Anda bisa membuat satu SSID tambahan pada perangkat AirPort Express. SSID tambahan ini memiliki keterbatasan: tidak bisa mengakses perangkat-perangkat yang ada pada jaringan AirPort Express. Jika ada 3 perangkat yang terhubung ke AirPort Express, ketiga perangkat ini dapat saling berkomunikasi. Jika ada perangkat lain yang terhubung melalui Guest Network, perangkat tersebut tidak dapat saling berkomunikasi dengan 3 perangkat sebelumnya. Fitur ini cocok digunakan untuk kasus-kasus seperti tamu di rumah Anda dapat terhubung ke internet, namun tidak bisa mengakses printer, Mac, maupun perangkat-perangkat lain.

Kesimpulan
Setelah menggunakan selama beberapa minggu, rasanya tidak menyesal telah membeli perangkat ini. Walaupun memang harganya cukup mahal, tapi kemudahan dalam penggunaan serta fitur-fitur yang dimiliki oleh perangkat ini mampu membayar itu semua. Saat ini, AirPort Express aku gunakan sebagai WiFi router di kantor selama 5 hari kerja. Dan ketika weekend aku bawa pulang untuk mendengarkan musik melalui fitur AirPlay dan juga sebagai WiFi router untuk menonton film melalui AppleTV. Untuk kedua kebutuhan diatas, aku akui perangkat ini telah bekerja sesuai dengan ekspektasi dan memuaskan.

Sabtu, September 22, 2012

[OS X Mountain Lion Tips] 43 Wallpaper Tersembunyi di Mountain Lion

Belakangan ini aku baru tahu kalau di Mountain Lion ada wallpaper yang lokasinya tersembunyi. Wallpaper ini bukanlah wallpaper standar yang akan ditampilkan pada System Preferences ketika pengguna akan mengganti wallpaper. Namun demikian wallpaper ini dapat diakses pada setingan Screen Saver. Agak sedikit aneh juga sih, jika bisa diset sebagai screen saver kenapa tidak bisa diset sebagai wallpaper coba.

Ada 4 macam tema yang tersedia: foto dari National Geographic, foto Cosmic yang konon diambil dari teleskop Hubble, foto aerial, serta Nature. Semua foto-foto yang ada merupakan foto beresolusi tinggi: 3200 x 2000 pixel. Terlepas dari ukuran resolusinya, foto-foto tersembunyi ini keren-keren. Untuk mengaksesnya bisa dilakukan melalui Finder. Ketik Cmd + Shift + G untuk membuka folder tertentu dan ketikkan /System/Library/Frameworks/ScreenSaver.Framework/Versions/A/Resources/Default Collections/. Untuk mempermudah akses, Anda dapat menyalin foto-foto tersebut ke lokasi lain.

Kamis, September 20, 2012

[OSX Mountain Lion Tips] Mematikan Fitur Notification Center

Notification Center adalah salah satu fitur baru yang tersedia pada Mountain Lion. Fitur ini cukup berguna ketika dengan memberikan notifikasi popup kepada pengguna ketika ada event baru, seperti alarm reminder, email baru, tweet yang me-mention username anda, dan lain sebagainya. Namun demikian, fitur ini dapat dinonaktifkan jika memang diinginkan.

Selasa, September 11, 2012

Air Display: Menjadikan iPad sebagai Monitor Kedua pada Mac

Apakah Anda terbiasa menggunakan dua monitor atau lebih ketika menggunakan PC/Mac? Bagi yang telah terbiasa tentunya sudah merasakan betapa menyenangkannya hal tersebut, terutama jika Anda berkerja menggunakan dua aplikasi secara bersamaan. Daripada repot-repot berpindah aplikasi dengan Alt+Tab atau Cmd+Tab, Anda bisa menampilkan kedua aplikasi tersebut pada layar yang terpisah. Sehingga Anda bisa fokus membaca email pada satu layar, sementara layar satunya lagi bisa Anda gunakan untuk mengerjakan hal yang lain misalnya.

Minggu, Agustus 26, 2012

[OS X Mountain Lion Tips] Selamat Datang iCoud


Fitur iCloud sebenarnya telah ada sejak OS X Lion 10.7.2, namun demikian fitur tersebut disempurnakan lagi pada Mountain Lion. Aplikasi-aplikasi esensial pada Mac seperti Calendar, Reminders, Notes, TextEdit, Preview memanfaatkan fitur iCloud agar memungkinkan data-data pengguna Mac dapat tersinkronisasi ke perangkat Mac maupun iDevice yang lain. Untuk melakukan konfigurasi dan aktivasi iCloud, Anda dapat mengaksesnya melalui Applications -> System Preferences -> iCloud

[OS X Mountain Lion Tips] Notification Center

Melalui fitur Notification Center, semua notifikasi dari aplikasi-aplikasi bawaan Mountain Lion seperti Calendar, FaceTime, Game Center, Mail, Messages, dan Reminders akan ditampilkan pada pojok kanan atas layar Mac. Tergantung pada pilihan penggunanya, notifikasi tersebut bisa tidak ditampilkan atau akan terus ditampilkan sampai pengguna menutup notifikasinya. Konfigurasi Notification Center ini dapat diakses melalui Applications -> System Preferences -> Notifications.

Jumat, Agustus 24, 2012

[OS X Mountain Lion Tips] Aplikasi Reminders dan Notes

Bagi pengguna iOS 5, tentunya sudah tidak asing lagi dengan aplikasi ini. Walaupun fiturnya bisa dibilang sangat sederhana, namun karena keduanya terintegrasi dengan iCloud, Anda bisa melakukan sinkronisasi data dengan mudah dari Mac ke perangkat iDevice maupun sebaliknya.