Tampilkan postingan dengan label My Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Life. Tampilkan semua postingan

Jumat, Agustus 28, 2026

Life of an INTJ: A Mind that Never Rests

Tulisan ini kubuat sebagai catatan pribadiku, tidak kumaksudkan untuk mencari justifikasi dan validasi. Aku hanya ingin mencoba sedikit membuka diri tentang kepribadianku, caraku berpikir, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarku. 

Rasanya sudah lama ingin menulis artikel terkait dengan tipe kepribadianku. Namun karena bingung mulai dari mana, akhirnya keinginan itu pudar bersama dengan waktu. Hingga pada akhirnya sekarang aku merasa harus menuliskannya karena terpikir untuk membuat seri tulisan yang berhubungan. Jadi mau tidak mau mesti ditulis dulu tulisan pembukanya agar tulisan-tulisan berikutnya bisa dilanjutkan dengan lebih mudah. 

Entah sejak kapan aku berhasil mengidentifikasi kalau aku adalah seorang INTJ. Sebelum aku mempelajari tipe-tipe personality MBTI dan mengetahui kalau tipeku adalah INTJ, aku merasa kalau aku adalah bagian dari outlier, merasa tidak cocok/fit dengan lingkungan sekitar. Cara berpikirku seringkali berbeda dengan teman-temanku. Keluargaku bahkan men-cap aku tipe orang yang tidak mau bersosialisasi dengan orang lain, dan menganggap itu tidak normal. Well.. aku merasa berbeda sendiri karena mungkin tipe kepribadian ini terhitung langka, jadi tak banyak teman yang kurasa memiliki tipe kepribadian yang serupa. Ketika itu aku berpikir bahwa “kurang sosial” dan memiliki perilaku yang berbeda dengan lingkungan sekitar adalah “aneh”. Tekanan dari sekitar membuat aku berpikir demikian dan berusaha untuk memenuhi ekspektasi orang lain, yang tentunya terasa sangat berat karena seolah aku harus berubah menjadi bukan diriku sendiri.

Selasa, Agustus 25, 2026

Trip to Belitung Day-5: Waktunya Pulang

Karena ini adalah hari terakhir kami di Belitung, tak banyak aktivitas yang kami lakukan. Terlebih lagi istriku di hari itu ada meeting zoom di pagi hari yang menyebabkan kami baru bisa check out dari hotel jam 10 pagi, sementara jadwal pesawat kami ke Jakarta jam 1 siang. Waktu yang efektif hanya tersisa 2 jam. Pada awalnya kami berniat untuk mengunjungi representasi rumah adat, namun karena waktunya mepet di hari itu kami putuskan untuk mampir ke toko oleh-oleh, makan siang di Mie Ayam Bangka dan lanjut ke bandara.

Trip to Belitung Day-4: Wisata Sejarah & Pantai Tanjung Tinggi

Pada hari ke-empat kunjungan kami ke Pulau Belitung, itinerarynya bisa dibilang sudah tak sama lagi dengan itinerary awal yang diinfokan tour guide kami di hari pertama. Destinasi kami di hari ke-4 ini seharusnya hanya ada 2 destinasi: Peternakan Lebah Madu dan eksplorasi Pantai Tanjung Tinggi. Namun karena itinerary nya diperbolehkan untuk fleksibel, jadi bisa menyesuaikan dengan keinginan kami.

Trip to Belitung Day-3: Island Hopping

Di hari ketiga, itinerarynya adalah mengunjungi pulau-pulau yang menjadi ikon pariwisata Belitung. Ada itinerary untuk snorkeling juga di tengah-tengah sesi. Karena berhubungan dengan pulau-pulau, kami sudah di brief agar sudah menggunakan baju siap basah dari sejak pertama meninggalkan hotel, dan tentunya menyiapkan baju ganti juga. Sama seperti halnya dengan kunjungan kami ke Pulau Leebong di hari sebelumnya, destinasi wisata kami di hari ketiga ini hanya satu: Pantai Tanjung Kelayang. Dari Pantai Tanjung Kelayang, kami akan naik perahu dan mengunjungi satu persatu pulau-pulau yang berada tak jauh dari pantai, kembali lagi ke titik awal, dan kembali ke hotel.

Trip to Belitung Day-2: Pulau Leebong

Di hari kedua, destinasi wisata yang kami kunjungi hanya satu: Pulau Leebong. Pulau Leebong ini adalah destinasi wisata pulau pribadi (private island) yang terletak di sisi barat Pulau Belitung. Pulau Leebong ini dapat diakses melalui Pelabuhan Tanjung Ru, dan dilanjutkan dengan menyeberang menggunakan perahu tradisional selama kurang lebih 20 menit. Terhitung dekat, karena pulaunya sendiri masih dapat terlihat dari Pelabuhan Tanjung Ru.

Berdasarkan informasi dari tour guide kami, itinerary dan kunjungan ke Pulau Leebong ini diatur sepenuhnya oleh pengelola pulaunya. Jadi walaupun kami menggunakan jasa tour, mereka hanya bertugas mengantarkan hingga Pelabuhan Tanjung Ru. Selanjutnya semua itinerary seperti jadwal perahu yang mengantar jemput hingga kepulangan diatur oleh pengelola pulau.

Trip To Belitung Day-1: Belitung Timur

Agar bisa memaksimalkan waktu eksplorasi di Belitung, kami naik pesawat yang paling pagi ke Tanjung Pandan, Belitung. Di hari itu, fokus eksplorasinya ada di daerah Belitung Timur yang jaraknya kurang lebih 80km dari kota Tanjung Pandan. Kalau kuperhatikan dalam beberapa paket tour, eksplorasi daerah Belitung Timur ini seringkali dilakukan di hari pertama. Mungkin ada pertimbangan karena biasanya wisatawan mengejar pesawat yang paling pagi, jadi kurang tidur. Perjalanan ke Belitung Timur yang makan waktu cukup lama 1.5-2jam bisa digunakan untuk tidur dan beristirahat.

5D 4N Trip to Belitung

Mengeksplorasi Belitung bersama keluarga adalah salah satu wishlistku di tahun ini. Untuk merealisasikan wishlist ini, tentunya jadwalnya juga pas sedang liburan anak-anak sekolah. Dari awal tahun, sudah diputuskan agar trip ini dilakukan di tengah tahun ketika anak-anak liburan kenaikan kelas. Selain karena biasanya waktu liburannya lebih lama sehingga bisa lebih fleksibel jadwalnya, di akhir tahun biasanya sudah menjadi jatah untuk pulang kampung.

Berdasarkan informasi yang kudapatkan dari internet, untuk mengeksplorasi Belitung seharusnya cukup 3 hari 2 malam saja. Spot-spot yang penting dan ikonik di Belitung dapat dikunjungi dalam rentang waktu ini. Namun karena aku berharap liburan ini bisa dinikmati tanpa perlu dikejar-kejar waktu, kami putuskan untuk liburan disana selama 5 hari. Dan dengan alasan nggak mau ribet juga, kami menggunakan jasa tour lokal disana (Belitung Tours). Jadi udah terima bersih, tinggal pilih paket, hotel, dan itinerary, dan bayar. Karena tidak ada paket 5 Hari 4 Malam, kami mengambil paket reguler 4 Hari 3 Malam + 1 Paket Hari untuk mengunjungi Pulau Leebong.

Berdasarkan itinerary awal yang tertera di situsnya berikut adalah titik-titik yang akan kami kunjungi:

Itinerary Utama
Day-1
  • Sarapan di Mie khas Belitung
  • SD Muhammadiyah Gantong (SD Laskar Pelangi)
  • Rumah Keong (Dermaga Kirana)
  • Museum Kata Andrea Hirata
  • Kampung Ahok
  • Vihara Dewi Kuan In
  • Pantai Burung Mandi

Day-2
  • Pantai Tanjung Kelayang
  • Hopping Island + Snorkeling: Pulau Pasir, Pulau Batu Berlayar, Pulau Lengkuas
  • Explore Pulau Kelayang & Goa Kelayang

Day-3
  • Pantai Bukit Berahu
  • Pantai Tanjung Tinggi
  • Pantai Tanjung Pendam

Day-4
  • Spot Oleh-oleh
  • City Tour: Rumah Adat Belitung
  • Danau Kaolin

Itinerary Tambahan (1 hari terpisah)
  • Full Day explore Pulau Leebong

Namun pada hari H, itinerarynya berubah. Nggak berubah banget sih, tapi ada beberapa yang dimodifikasi. Dan ternyata itinerarynya juga bisa fleksibel selama dikomunikasikan dengan driver kami yang bertugas mengantarkan dan mendampingi kami mengunjungi spot-spot di itinerary, sekaligus menjadi tour guide dan fotografer.


Berikutnya

Selasa, Juli 14, 2026

Short Trip Kota Yogyakarta

Pada awal bulan Juli ini, aku ikut berpartisipasi dalam event sepeda Lakoni 600K di Yogyakarta. Biasanya aku selalu pergi membawa kendaraan sendiri. Jika eventnya start di hari Sabtu, aku selalu berangkat hari Jumat dini hari. Sampai Yogyakarta di jam-jam makan siang setelah sebelumnya mampir dulu di warung langganan di daerah Ambarawa. Namun kali ini karena ada opsi untuk memakai jasa angkut sepeda yang layanannya door-to-door, aku putuskan untuk mencobanya. Transportasi PP ke Yogyakarta aku putuskan untuk menggunakan kereta api dengan alasan lebih cepat. Sebenarnya ingin mencoba transportasi menggunakan bus, namun waktu tempuhnya nggak kaleng-kaleng: masa bedanya sampai 6 jam dengan kereta. Aku merasa terlalu mubazir waktuku dihabiskan di jalan.

Sabtu, Juli 11, 2026

Short Trip Kota Surakarta

Beberapa waktu lalu, aku berkesempatan untuk mengunjungi Kota Surakarta untuk menghadiri undangan pernikahan teman kantorku dari divisi lama. Karena acara pernikahannya di hari libur tanggal merah, dan tengah minggu pula, aku putuskan untuk tidak cuti. Jadi kesana hanya menginap semalam, dan pulang lagi ke Jakarta keesokan harinya di hari H nya. Acara pernikahannya di Karanganyar, cukup jauh dari Kota Surakarta, lumayan agak merepotkan untuk pergi-pulangnya dari Surakarta-Karanganyar.

Kesempatan ini ingin kugunakan untuk mengeksplorasi Kota Surakarta, walaupun mungkin waktuku tidak banyak hanya dari setelah acara pernikahan hingga malam hari. Dengan pertimbangan ingin sat-set dan juga ingin foto-foto, rencanaku spot-spot yang akan kukunjungi lokasinya tidak terlalu jauh dari Stasiun Solo Balapan, sehingga masih bisa kueksplorasi dengan berjalan kaki saja. Setelah berkonsultasi dengan AI dan melihat peta di area sekitaran Stasiun Solo, aku memutuskan untuk mengunjungi titik-titik ini:

Minggu, Juni 21, 2026

Mangewu Mangatus 5500 - 8th Series Cirebon

Setelah dua kali mengikuti event 5500 ini (5500 5th series Yogyakarta & 5500 6th series Bandung), dua-duanya tak mudah dan sangat melelahkan. Entah apakah karena rutenya yang sulit ataukah karena aku yang cukup memaksa untuk nge-push. Jika kuperhatikan, dalam membuat rute aku selalu membuat patokan agar dalam 1 hari pertama target jarak yang kutempuh bisa diatas 350km. Namun asumsi ini selalu runtuh, karena elevation gain dan tanjakan di hari pertama seringkali kulibas dengan agak nge-push. Bisa dibilang aku underestimate dengan efeknya. Setelah tanjakan, performa menjadi drop dan ini terbawa hingga pergantian ke hari berikutnya. Harapanku dari awal lebih ingin menikmati gowesnya ini, lebih santai, namun pada akhirnya nge-push juga karena ingin penderitaan ini segera berakhir.

Kamis, April 30, 2026

Short Trip Bandung - Surabaya: Review Wisata Kota

Sesuai dengan rencana awal, kami tidak berniat kemana-mana ketika di Bandung karena waktunya cukup sempit. Rencananya, kami akan berkeliling ke spot-spot yang kami anggap menarik ketika kami di Surabaya, ada waktu 1 hari penuh yang bisa kami manfaatkan untuk berkeliling.

Short Trip Bandung - Surabaya: Review Wisata Kuliner

Kuliner Bandung
Karena kami hanya menginap selama 1 malam saja di Bandung, tidak banyak opsi yang bisa kami coba pada saat itu. Kami memutuskan untuk mencari makan di dekat stasiun saja agar sat-set dan bisa dijangkau dengan jalan kaki, Kebetulan di sepanjang jalan tempat kami menginap banyak warung-warung makan yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki.

Short Trip Bandung - Surabaya: Review Argo Wilis Panoramic

Karena jadwal keretanya lumayan pagi, jam 07:35 membuat kami kurang fleksibel. Beruntung hotel tempat menginap hanya berjarak 5 menit dengan berjalan kaki, jadi tidak perlu terburu-buru. Namun demikian kekurangannya adalah kami tidak sempat sarapan di hotel. 

Sekitar jam 06:40 kami check out dan berjalan kaki ke stasiun. Keretanya sudah tersedia di stasiun jadi kami langsung masuk. Seandainya keretanya berangkat agak siangan sedikit, seharusnya kami bisa menjajal fasilitas Luxury Lounge stasiun Bandung.

Short Trip Bandung - Surabaya: Review Pangandaran Panoramic

Ada harga ada rupa. Dengan harga yang lebih mahal dibandingkan dengan kelas Eksekutif biasa,  kereta Panoramic menawarkan pengalaman yang berbeda di gerbongnya dengan jendela kaca berdimensi besar di sisi kiri, kanan, dan atap (sunroof). Secara umum fasilitas yang diberikan kurang lebih seperti ini:

  • Fasilitas Luxury Lounge di Stasiun Gambir. Sayangnya sih menurutku aura luxury nya nggak terlalu berasa karena banyaknya perjalanan kereta dari Stasiun Gambir ke luar kota. Selain itu, lokasinya yang juga menjadi jalur penumpang yang menggunakan lift jadi mengurangi ke-eksklusifan lounge nya.
  • Kaca panoramic ekstra besar: bisa dibilang ini menu utamanya. Dan pengalaman ini yang ingin kami coba. Terlebih lagi di jalur Cikampek-Purwakarta-Padalarang pemandangannya oke. 
  • Konfigurasi kursi 2-2 (AB - CD), di ujung gerbong ada kursi yang hanya 1 saja.
  • Dedicated Train Attendant. Kuperhatikan di gerbong panoramic ini setidaknya ada 2 petugas yang stand by untuk melayani penumpang: mulai dari mengatur barang bawaan & koper penumpang, membagikan snack, hingga menginformasikan ketika kereta akan melewati spot-spot iconic.
  • Reclining seat yang dapat diputar 180 derajat dan dapat dihadapkan pada jendela. Pada kenyataanya, karena kami berempat dan duduk di sisi kiri, settingnya jadi duduk berhadap-hadapan. Nggak sempat kami coba untuk diset agar menghadap ke jendela karena bisa mengurangi mobilisasi.
  • Rak bagasi khusus di ujung gerbong. Jadi begitu masuk kereta, barang bawaan bisa langsung disimpan di rak bagasi, tanpa perlu dibawa ke tempat duduk seperti halnya kereta kelas Eksekutif biasa. Setiap tas/koper akan diberikan tag khusus oleh petugasnya.
  • Toilet modern yang estetik & otomatis. Bisa dibilang terhitung mewah. Lebih luas dibandingkan dengan kelas biasa. Di sisi lain, kemewahan ini lumayan membingungkan bagi orang awam sepertiku yang biasa sat-set. Kebanyakan tombol dan serba otomatis. Beruntung perjalanannya pendek jadi tidak perlu banyak berurusan dengan toilet.
  • Konsumsi gratis: berupa snack roti, pop corn, kue kering, dan air mineral. Baru tahu kalau untuk snack nya ini di provide oleh XXI Cafe. Selain itu penumpang gerbong ini akan mendapatkan Hydro Coco + pilihan minuman panas (teh, kopi, cokelat)
  • Mini Bar
  • Free Wifi, cukup untuk browsing dan akses yang tidak memerlukan bandwidth besar.
  • Televisi: nggak terlalu berguna sih, tapi memang mesti ada.
  • Stop kontak untuk masing-masing kursi. Posisi nya berada di bawah kursi. 

Short Trip Bandung - Surabaya: Review Penginapan - Grand Sovia & Hotel Sahid

Hari pertama kami menginap di Hotel Grand Sovia yang lokasinya berada tepat di seberang Stasiun Bandung. Hotelnya cukup oke dengan harga yang ditawarkan. Di sepanjang jalan tersebut ada juga beberapa alternatif hotel lainnya, namun sepertinya hotel ini secara lokasi sudah paling dekat dengan stasiun. Di radius 500m-1km dari hotel ini juga banyak pilihan tempat makan, convenience store seperti Alfamart dan Indomaret. Menurutku hotel ini worth it sih untuk transit. Petugas hotelnya pun cukup ramah. Yang belum bisa kuulas mungkin menu sarapannya, yang belum sempat kami coba karena harus berangkat pagi-pagi mengejar kereta Bandung-Surabaya. Jika ada kesempatan seperti ini lagi, akan kupertimbangkan untuk bisa menginap kembali disini. 

Sementara untuk hari kedua kami menginap di Hotel Sahid Surabaya. Well.. kami pilih hotel ini karena lokasinya paling dekat dengan Stasiun Gubeng tanpa perlu menyeberang jalan. Sebagai informasi tambahan, Stasiun Gubeng berada di tengah kota dan jalanan yang melewati stasiun ini bisa dibilang jalan utama yang menurut prediksiku bakalan selalu ramai. Jadi aku berpikir akan ribet kalau nanti sambil bawa-bawa barang mesti menyeberang jalan juga.

Hotel Sahid ini bisa dibilang hotel tua, dan sepertinya dari bangunannya mungkin dulunya adalah salah satu hotel yang lumayan mewah. Dengan mempertimbangkan harga, rasanya kurang worth it. Tak jauh dari hotel Sahid ada beberapa hotel lain yang lebih baru yang menawarkan harga yang mirip-mirip juga. Bedanya perlu menyeberang jalan saja. Ada beberapa sisi minusnya yang kurasakan: hotel ini tidak menyediakan tissue di kamar (hanya tissue toilet saja), tidak ada hair dryer, dan juga tidak menyediakan setrika (walaupun sudah meminta ke resepsionis), selain itu pilihan menu sarapannya juga terkesan minimalis dan tidak banyak. Dengan pengalaman seperti ini rasanya aku tidak akan menginap disini lagi jika memang nggak kepaksa.

Berikutnya: Review Kereta #1 🚆 Pangandaran Panoramic

Artikel Utama: Short Trip Bandung - Surabaya: Menjajal Kereta Api Wisata Panoramic & Compartment Suite

Short Trip Bandung - Surabaya: Menjajal Kereta Api Wisata Panoramic & Compartment Suite

Di pertengahan bulan Februari lalu, tepatnya ketika libur Imlek, kami sekeluarga jalan-jalan ke Bandung & Surabaya menggunakan moda transportasi kereta api. Perjalanan ini sekaligus menutup resolusi #7 ku di tahun 2026: merasakan pengalaman di kereta api wisata panoramic & compartment, yang sudah menjadi wishlistku dari tahun lalu.

Rencana awalnya, hanya aku dan istriku saja yang akan menjajal kereta panoramic & compartment ini. Tentu saja pertimbangannya adalah harga tiketnya yang lumayan menguras kantong, belum termasuk biaya akomodasi hotel. Namun karena waktunya bisa diatur pas anak-anak juga sedang libur sekolah, pada akhirnya perjalanan ini kami eksekusi ber-empat.

Selasa, Februari 17, 2026

Jabar Banten Loop: Penutup

Ada perasaan senang ketika aku berhasil menyelesaikan rute ini. Tak disangka rute yang kukira sulit, ternyata bisa dieksekusi juga. Yang menunjukkan bahwa tantangan terbesarnya adalah mental. Sementara kondisi fisik bisa disesuaikan. Walaupun di hari ketiga target jaraknya melenceng, pada akhirnya perjalanan ini bisa diselesaikan tanpa lewat dari 4 hari. Selama 1 tahun terakhir, banyak kekhawatiran ketika aku mencoba rute ini, akan memakan waktu lebih dari 4 hari. Sehingga menjadikan wishlist 2 tahun ini tidak pernah bisa tereksekusi.

Sebuah kepuasan tersendiri bagi seorang INTJ sepertiku ketika eksekusi di lapangan nggak melenceng jauh dari rencana. Tapi selalu ada faktor X. Kita nggak tahu apa yang terjadi di hari pertama maupun hari kedua. Kegagalan perencanaan di hari ketiga ini seharusnya bisa jadi masukan untuk melewati rute ini lagi: spare waktu yang cukup panjang sangat diperlukan ketika melewati segmen tanjakan panjang dan pedas. Kecepatan rata-rata 19,9 km/jam di hari itu, seharusnya bisa jadi gambaran untuk perencanaan yang lebih baik ke depan. Perencanaan matang memang penting, tapi juga diperlukan adaptability jika seandainya terjadi sesuatu yang diluar rencana.

Pada akhirnya, perjalanan ini memberikan pelajaran yang bisa dipetik: perencanaan itu penting, namun harus siap jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. We can’t predict, but we can prepare. Dengan membuat perencanaan, paling tidak kita bisa tahu baseline dari hasil yang diharapkan. Ketika kita mengeksekusi perencanaan tersebut, kita harus selalu memonitor progress, apakah masih on track, ataukah sudah melenceng sehingga memerlukan penyesuaian. Perencanaan dan eksekusi menjadi 2 hal yang saling melengkapi. Eksekusi tanpa perencanaan bisa berakhir buruk, perencanaan tanpa eksekusi, hanya akan menjadi mimpi.

Artikel utama: Yang Tersisa dari Jabar Banten Loop

Jabar Banten Loop Dalam Angka

 Total Perjalanan (versi Strava)

Metrik Nilai
Total Jarak 1.215,43 km
Total Elevasi 10.148 m
Total Moving Time 51 jam 28 menit
Rata-rata Harian 304 km/hari


Statistik Harian (versi Cyclocomp)

Hari Rute Jarak Elevasi Moving Time Avg Speed
1 Jakarta → Ciamis 363,21 km 2.311 m 13jam 14menit 27,4 km/jam
2 Ciamis → Sindangbarang 309,81 km 2.479 m 12jam 59menit 23,8 km/jam
3 Sindangbarang → Muara Binuangeun 260,99 km 3.464 m 13jam 03menit 19,9 km/jam ⚠️
4 Muara Binuangeun → Jakarta 281,42 km 1.694 m 12jam 12menit 23 km/jam

⚠️ Hari terberat: tanjakan Puncak Habibi & Sawarna


Pengeluaran

Kategori Rincian Nominal
🏨 Penginapan 3 malam (Ciamis, Sindangbarang, Muara Binuangeun) Rp950.000
🍽️ Makan Besar Sarapan, makan siang, makan malam Rp662.000
🥤 Snack & Minum Semua yang dibeli di minimarket Rp752.800
📦 Logistik Kirim pakaian (Lion Parcel/JNE) Rp50.550
TOTAL Rp2.415.350

💡 Per orang: Rp1.207.675 (dibagi 2)

Rincian pengeluaran harian:
Hari Keterangan Kategori Pengeluaran
Hari ke-1 Indomaret Snack Rp61.400
Makan Siang - Cirebon (Ayam + Telur) Makan Besar Rp60.000
Makan Malam - Ciamis (Nasi Goreng) Makan Besar Rp80.000
Indomaret Snack Rp42.400
Penginapan - Ciamis Penginapan Rp380.000
Alfamart Snack Rp68.400
Alfamart Snack Rp42.400
Hari ke-2 Tips Penginapan Penginapan Rp20.000
Sarapan - Ciamis (Kupat Tahu) Makan Besar Rp47.000
Makan Siang - Cikalong (Sop Iga) Makan Besar Rp123.000
Makan Malam - Sindangbarang (Pecel Ayam) Makan Besar Rp33.000
Penginapan - Sindangbarang Penginapan Rp300.000
Indomaret Snack Rp55.000
Indomaret Snack Rp113.100
Indomaret Snack Rp37.200
Biaya packing paket - Ciamis Logistik Rp20.000
Kirim Lion Parcel - Ciamis Logistik Rp30.550
Hari ke-3 Sarapan - Sindangbarang (Kupat Tahu) Makan Besar Rp47.000
Makan siang - Palabuhan Ratu (Sop Iga) Makan Besar Rp179.000
Kopi - Puncak Habibi Snack Rp17.000
Makan malam - Malingping (Soto Ayam) Makan Besar Rp43.000
Penginapan - Muara Binuangeun Penginapan Rp250.000
Alfamart Snack Rp63.500
Indomaret Snack Rp108.000
Alfamidi Snack Rp12.400
Hari ke-4 Sarapan - Cibaliung (Nasi Uduk) Makan Besar Rp50.000
Indomaret Snack Rp37.000
Indomaret Snack Rp33.500
Indomaret Snack Rp61.500
Total Rp2.415.350

Berikutnya: Jabar Banten Loop: Penutup

Artikel utama: Yang Tersisa dari Jabar Banten Loop

Jabar Banten Loop Day 4: The Mechanical & Mental Battle (Muara Binuangeun → Jakarta, 281km)

[06:00] Start Tanpa Sarapan & Hujan Gerimis

Hari terakhir menyisakan jarak sekitar 280km-an untuk sampai kembali ke Jakarta. Kalau sesuai rencana dan bisa menginap di daerah Sumur, sisa perjalanannya sekitar 230km dan relatif flat. Rute pada gap 50km antara Muara Binuangeun dan Sumur bisa dibilang nggak mudah. Jalanannya relatif menanjak sampai Cibaliung dan banyak segmen rolling sepanjang rute tersebut. Inilah kenapa di rencana awal, target hari ke-3 menginap di daerah Sumur, karena setelah ini rute menuju Jakarta sudah bisa dibilang enteng, flat. Jadi ekspektasiknya di hari terakhir bisa benar-benar santai.

Sarapan di Cibaliung

Seperti biasa kami jalan jam 6 pagi. Tapi berhubung tempat kami menginap agak di luar pusat keramaian, jadi di dekat penginapan nggak ada warung yang jual sarapan. Kami putuskan untuk lanjut menuju Cibaliung yang berjarak sekitar 38km dari penginapan. Cuaca pada pagi itu mendung dan gerimis. Kami sampai di Cibaliung (km 962) sekitar jam 7:30, dan langsung cari sarapan nasi uduk sekalian mampir di minimarket untuk refuelling.

Jabar Banten Loop Day 3: The Mountain Test (Sindangbarang → Muara Binuangeun, 260km)

[06:00] Start & Masalah Logistik

Perjalanan di hari ke-3 dimulai sekitar jam 6 pagi, seperti biasa. Di hari ini, kami menitipkan kembali baju kotor di penginapan untuk bisa di-pick up kurir, yang belakangan ternyata jasa pickup-nya nggak tersedia di Sindangbarang. Pada akhirnya temanku minta orang penginapan untuk mengirimkan barang kami melalui kurir terdekat. Dan itupun baru bisa dikirimkan keesokan harinya karena hari ke-3 ini jatuh pada hari Minggu, dimana kurir tutup.

Sebelum melanjutkan ke arah Palabuhan Ratu, kami sarapan dulu di warung kaki lima yang tak jauh dari penginapan. Yang penting sarapan, jadi nggak pilih-pilih makanannya. Begitu lihat ada penjual kupat tahu, langsung kami putuskan untuk sarapan di sini.