Senin, November 28, 2016

Keberuntungan atau Kemalangan

Beberapa waktu yang lalu aku membaca sebuah buku yang berjudul If You're So Smart, Why Aren't You Happy yang ditulis oleh Raj Raghunathan. Aku nggak akan membahas tentang isinya di sini, namun ada potongan cerita yang cukup menarik dan pernah kudapat sebelumnya dari sebuah milis beberapa tahun silam.

Senin, November 21, 2016

Selamat Datang di Dunia Introvert

Telah lama aku menyadari bahwa diriku adalah seorang introvert. Dari sejak dulu kala aku paling benci dengan keramaian dan bertemu dengan orang-orang baru. Sebaliknya, aku lebih senang menghabiskan waktuku sendirian: membaca buku/artikel, menulis, dan sekelumit aktivitas lainnya yang bisa memaksaku untuk fokus dan tidak perlu melibatkan kontak dengan orang lain. Kalaupun harus bertemu dengan orang lain, biasanya mereka adalah orang-orang yang sudah aku anggap dekat dan aku kenal dengan baik.

Sabtu, November 19, 2016

Sakit adalah Berkah

Di awal minggu ini, dengan terpaksa aku ijin tidak masuk kantor karena alasan sakit. Sehari sebelumnya, kepalaku tiba-tiba pusing dan malamnya demam tinggi. Aku pikir keesokan harinya kondisinya akan membaik setelah memutuskan untuk tidur lebih awal. Ternyata, di hari Senin pagi, sakitnya malah semakin menjadi. Demamnya tidak hilang, kepalaku masih pusing, ditambah diare pula. Rencana untuk mengerjakan pekerjaan secara remote pun hanya menjadi wacana, karena sakitnya membuat aku tidak bisa fokus dan berkonsentrasi.

Minggu, November 06, 2016

Positive Thinking

Beberapa waktu yang lalu, ada training Dale Carnegie dari kantor. Salah satu poin penting yang kudapat adalah pentingnya berpikir positif dalam menghadapi segala permasalahan. Ada poin-poin lain yang menurutku juga penting, namun menurutku ini adalah poin yang paling bisa diaplikasikan dalam lingkungan kantor. Terkadang masalah-masalah yang ada di kantor menuntut kesabaran dan tidak bisa diselesaikan secara cepat.

Selasa, Oktober 25, 2016

Gran Fondo Strava 2016

Melanjutkan tulisanku sebelumnya tentang aktivitas gowesku di tahun 2016, pada tulisan ini aku ingin berbagi cerita mengenai salah satu targetku: menuntaskan semua tantangan Granfondo Strava di tahun 2016. Berhubung tahun 2016 belum berakhir, aku akan menuliskan pencapaianku sampai tulisan ini dibuat, Oktober 2016. Nanti jika sudah lengkap semua akan aku perbaharui lagi.

Minggu, September 25, 2016

Aktivitas Gowes Sejauh ini

Well done.. tahun ini sudah memasuki bulan September, masih tersisa 3 bulan lagi hingga pergantian tahun. Dalam tulisan kali ini, aku ingin berbagi sedikit cerita tentang aktivitas seputar gowesku sejauh ini beserta beberapa pencapaian yang menurutku lumayan lah untuk permulaan dalam mencapai target berikutnya yang lebih menantang.

Minggu, Agustus 07, 2016

1 Minggu bersama Anak-anak

Sedikit late post. Seharusnya tulisan ini kuposting jauh-jauh hari sebelumnya. Namun apa daya, karena banyaknya godaan untuk mengerjakan yang lain, jadi ya gitu deh.

Lebaran telah berlalu, dan seperti biasanya minggu-minggu pertama setelah lebaran menjadi minggu yang cukup berat bagi sebagian besar pasangan suami istri yang dua-duanya bekerja dan memiliki anak kecil. Pengasuh anak pulang kampung. Yah.. inilah masalah umum yang terjadi, dan dialami oleh banyak orang setiap tahunnya. Seringkali pembantu/pengasuh anak tidak kembali lagi setelah lebaran. Mencari pengganti yang sesuai juga bukan pekerjaan waktu yang mudah, dan semuanya berburu dengan waktu: sisa cuti hingga hari masuk kantor tiba. Sebelum masuk kantor sudah harus ada penggantinya.

Rabu, Juli 13, 2016

Intellie Notes 2 aplikasi Penyimpan Catatan Serbaguna

Aplikasi Intellie Notes 2 saat ini telah menjadi salah satu aplikasi favoritku untuk menyimpan catatan-catatan sederhana di Macbook ku. Sebelumnya untuk menyimpan catatan yang kompleks, aku biasanya menggunakan aplikasi One Note yang tersedia dari paketan Microsoft Office. One Note aku akui sangat powerful karena bisa melakukan sinkronasi secara otomatis dengan perangkat lain seperti PC di Windows, maupun ke iPad ku. Namun demikian, aplikasi ini menurutku terlalu ‘berat’ jika hanya untuk menyimpan catatan-catatan sederhana seperti kode script ataupun teks yang tidak memerlukan formatting.

Senin, Juli 11, 2016

Cardiogram, Aplikasi Pencatat Detak Jantung

Sejak menggunakan Apple Watch, aku jadi sedikit peduli dengan heart rate ku atau istilahnya detak jantung. Apple Watch memiliki fitur untuk mengukur detak jantung secara otomatis dengan menggunakan teknologi photoplethysmography. Ketika digunakan, perangkat ini akan secara periodik mengukur detak jantungku, kalau nggak salah 10 menit sekali. Sementara, jika sedang digunakan untuk melakukan aktivitas olahraga, pengukurannya akan semakin sering, dalam 1 menit bisa beberapa kali, aku lupa tepatnya.

Data-data detak jantung ini kemudian akan dikirimkan ke iPhone dan bisa dilihat melalui aplikasi Health. Melalui aplikasi ini pengguna iPhone dapat melihat data-data historis detak jantung beserta data-data lainnya yang relevan dengan kesehatan, tergantung dari sensor eksternal yang terhubung dengan iPhone. Namun demikian melalui aplikasi bawaan Health ini, data yang ditampilkan kurang nyaman untuk dilihat karena hanya berupa angka saja, bayangkan jika Anda menggunakan Apple Watch seharian, data yang ditampillkan berupa angka sebanyak 144 record dengan interval 10 menit.

Gowes ke Cidampit

Beberapa bulan yang lalu aku beserta rombongan tim Spider gowes ke trek Cidampit, Serang. Acara gowes ini sebenarnya sudah direncakan jauh-jauh hari sebelumnya. Namun karena berbagai hal terus tertunda dan akhirnya baru terealisasikan di bulan Mei lalu. Dalam tulisan kali ini aku akan mencoba mengulas pengalamanku ketika gowes disana. Mumpung masih inget-inget dikit.

Start kesiangan gara-gara ada masalah dengan mobil pick up yang akan membawa sepeda para rombongan. Pada akhirnya baru jalan dari rumah jam 6 pagi dan itupun masih perlu menjemput beberapa orang lagi. Akhirnya kami sampai Serang sekitar jam 8:30, titik kumpulnya di alun-alun kota Serang. Seharusnya mobil diparkir di balaikota, namun karena ada acara pada saat itu, titik kumpul dan parkir mobil di kantor Telkom yang masih berada di lingkungan alun-alun.

Sabtu, Juli 09, 2016

Strava vs Endomondo

Sejak membeli sepeda pertamaku, aku menggunakan aplikasi Endomondo untuk mencatat aktivitas bersepedaku. Baru beberapa bulan belakangan ini aku menggunakan Strava dan kepincut dengan fitur-fiturnya. Namun demikian bukan berarti aku beralih dari Endomondo ke Strava. Alih-alih, aku menggunakan kedua aplikasi ini secara berbarengan. Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing aplikasi ini, sehingga menjalankan keduanya secara bersamaan dapat saling melengkapi.

Dalam tulisan kali ini aku akan mencoba mengulas perbedaan diantara keduanya. Dalam menggunakan kedua aplikasi ini, aku menggunakan edisi berbayar/premium. Namun demikian, tidak semua fitur-fitur premium ini aku butuhkan sehingga tidak aku ulas disini. Selain itu fokusku disini adalah mengulas dari perspektifku sebagai goweser.

Sabtu, Mei 21, 2016

Escape to Gunung Pancar

Gunung Pancar sudah beberapa kali aku kunjungi dengan menggunakan sepeda. Medan tanjakannya yang lumayan curam tak membuatku bosan, karena di ujung rute aku bisa menikmati pemandangan hutan pinus dan udara pagi yang sejuk. Inilah rewarduntuk segala usaha yang aku kerahkan untuk melibas setiap tanjakan menuju tempat wisata ini.

Dan akhirnya pada akhir pekan lalu, kesampaian juga keinginanku untuk mengunjungi Gunung Pancar bersama keluarga. Target utamaku adalah pemandian air panas yang berada di dalam kawasan wisata ini. Anggap saja pemandangan hutan pinusnya adalah bonus, karena belum tentu anak-anak suka. Kalau yang namanya main air, tidak usah ditanya lagi.

Selasa, Mei 17, 2016

Libur Long Weekend telah Tiba

Long weekend telah tiba. Tanggal merah selama dua hari berturut-turut pada tanggal 5 dan 6 Mei lalu tidak kusia-siakan. Seperti biasa, libur panjang seperti ini bisa dipastikan jalanan macet dan tempat-tempat wisata di luar kota pasti dipadati oleh pengunjung. Dengan alasan inilah aku memutuskan untuk tidak pergi kemana-mana, khususnya keluar kota. Rencanaku, di libur panjang kali ini aku akan melakukan gowes jarak jauh ke Gunung Halimun dan ke Puncak. 2 hari sisanya baru untuk keluarga.

Minggu, Mei 15, 2016

Gowes to Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Berawal dari pengalaman teman gowesku yang sudah beberapa kali ke Gunung Halimun, membuatku cukup tertarik untuk bersepeda kesana. Namanya gunung pasti nanjak lah ya. Dan secara aku menyukai medan tanjakan, destinasi ini membuatku cukup penasaran. Namun demikian, rute pulang pergi ke Gunung Halimun ini lumayan jauh: 120km. Dengan jarak sejauh ini, rasa-rasanya sedikit menciutkan niat, terlebih lagi ini acara gowesnya sendirian pula.

Akhirnya niat itu terlaksana juga di hari pertama long weekend kemarin. Aku putuskan untuk menggunakan MTB karena aku tidak tahu medan yang aku hadapi seperti apa, dan seberapa ‘parah’ tanjakan yang mesti aku libas nantinya. Dengan persiapan yang kurang (nggak makan malam + sarapan alakadarnya), aku langsung ngebut menuju Gunung Halimun dengan rute Rumah-Ciputat-Parung-Ciseeng-Ciampea-Gn Halimun. Ternyata jalurnya sedikit kurang recommended, aku menemukan beberapa titik kemacetan: Pasar Parung dan Pasar Ciampea. Namun demikian, jalur yang kulewati cukup bagus, didominasi oleh beton. Sehingga sebenarnya layak juga untuk dilalui oleh Road Bike walaupun ada beberapa ruas jalan yang rusak.

Minggu, Maret 13, 2016

1000 km Pertama dengan Road Bike

Tak terasa sudah 2 bulan lebih sejak aku memiliki road bike Pertamaku: Polygon Helios A8. Dan kini berdasarkan catatanku di Strava , kilometernya sudah melewati 1000km. Sejak kubeli, bisa dibilang sepeda ini menjadi sepeda utamaku, menggantikan MTB yang sudah kumiliki sebelumnya. Namun demikian, bukan berarti aku beralih ke aliran road bike. Karena memang belakangan ini sudah memasuki musim hujan, sehingga trek favoritku di dekat rumah kurang nyaman untuk dilibas dengan MTB. Pilihan gowes ku menjadi terbatas pada jalanan aspal, yang tentunya akan lebih nyaman jika dilibas dengan Helios.

Minggu, Februari 21, 2016

Gowes Gadog - Guest House Kompas Gramedia: My First Crash

Sejatinya, bersepeda menggunakan MTB maupun road bike sama-sama memiliki resiko kecelakaan. Ketika menggunakan MTB, resiko kecelakaan meningkat ketika goweser melalui medan off road yang licin ataupun ketika melibas drop dalam trek yang sulit. Sementara itu, ketika menggunakan road bike, musuh utamanya adalah jalanan yang licin serta turunan tajam. Itu baru resiko yang disebabkan oleh sepedanya sendiri, belum termasuk resiko tertabrak oleh kendaraan lain yang mungkin sedang tidak awas.

Selasa, Februari 09, 2016

Road Bike vs Mountain Bike

Konon sepeda adalah salah satu alat transportasi yang paling efisien. Selain sebagai alat transportasi, sepeda juga digunakan sebagai sarana untuk berolahraga. Bersepeda di akhir pekan bersama rekan dan kolega, selain membuat badan menjadi lebih sehat dan bugar, juga dapat menjadi sarana untuk bersosialisasi.

Pada umumnya, sepeda yang beredar di jalanan dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu Mountain Bike (MTB) atau yang dikenal dengan sepeda gunung, dan Road Bike yang dikenal dengan sepeda balap. Ada pula kategori lain seperti sepeda hybrid yang mencoba menggabungkan kedua kategori diatas dan sepeda untuk triathlon yang desainnya mirip dengan road bike namun ditujukan untuk balapan dengan jarak yang relatif lebih dekat.

Kamis, Februari 04, 2016

Catatan 2015

Tahun 2015 telah berlalu dan meninggalkan beberapa catatan untuk perbaikan di tahun 2016. Untuk me-review target-targetku selama 2015 ini aku akan mencoba membandingkan dengan resolusi dan harapanku di tahun 2015 ini. Jika dilihat secara sekilas, ada beberapa resolusi yang memiliki pencapaian yang baik, dan beberapa lainnya dengan hasil yang tidak terlalu menggembirakan. Oke, mari kita lihat satu persatu:

Rabu, Januari 06, 2016

My First 100km ride

Tanggal 3 Januari 2016 menjadi hari yang cukup bersejarah dalam aktivitas gowesku. Di hari itu, untuk pertama kalinya aku bersepeda sejauh 100km. Rekor terjauhku sebelumnya adalah 80km dengan rute yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari rumahku. Hanya karena rutenya memutar, jarak tempuhnya menjadi jauh. Sementara untuk gowes 100km kali ini, rute yang aku ambil adalah Rumah - Serpong - Parung - Bogor - Parung - Pamulang - Rumah.

Sudah cukup lama niatku untuk bersepeda dengan jarak minimum 100km. Selama ini belum kesampaian karena aku nggak cukup pede dengan kekuatanku yang tentunya akan mempengaruhi waktu tempuhnya. Semakin lama, artinya aku harus bergowes ria dibawah teriknya sinar matahari di tengah hari. Pertimbangan lainnya lebih ke persiapan dan mental. Bagaimana jika nanti terjadi apa-apa di tengah aktivitas dan ternyata malah membuatku kerepotan sendiri.

Gowes Perdana 2016

Tahun 2016 ini aku awali dengan bergowes ria ke Jalur Parigi Baru (JPB) yang lokasinya memang tak jauh dari rumahku. Padahal sih rencana awalnya mau ke Sentul, gowes uphill dengan rute Bagol - Katulampa - Gunung Geulis - Rainbow Hill - KM0 - dan balik lagi ke Bagol. Namun apa daya, pada hari itu aku bangun agak kesiangan gara-gara begadang di malam sebelumnya. Ditambah lagi kekhawatiran nanti kena arus balik dari orang-orang yang merayakan tahun baru di Puncak.