Kamis, April 30, 2026

Short Trip Bandung - Surabaya: Review Argo Semeru Compartment Suite

Kelas Compartment Suite adalah kelas paling tinggi yang disediakan oleh PT KAI. Dengan harga hampir 3x lipat dari harga kelas eksekutif biasa, kelas ini memberikan fasilitas antara lain:

  • Fasilitas Luxury Lounge yang bisa dinikmati di stasiun keberangkatan. Untuk kasusku, ini di Stasiun Gubeng. Dibandingkan dengan Luxury Lounge di Stasiun Gambir, fasilitas yang diberikan di Stasiun Gubeng lebih worth it: berasa banget eksklusifnya. Akan kuulas di bagian terpisah.
  • Desain yang mewah. Begitu masuk ke gerbong ini, langsung terasa kemewahannya: lorong dengan pencahayaan yang redup, interior dan ornamen yang memberikan kesan mewah baik di lorong maupun di dalam kompartemen, didominasi oleh warna cokelat dan gold.
  • Privasi: Setiap penumpang menempati 1 kompartemen.  Satu gerbong hanya berisi 16 kompartmen.
  • Dedicated Train Attendant. Setidaknya ada 2-3 petugas yang stand by untuk melayani penumpang: mulai dari mengatur barang bawaan & koper penumpang, menjelaskan fasilitas dan cara mengoperasikan peralatan di kompartemen, dan membagikan snack dan makanan. Selain juga disediakan tombol untuk memanggil petugas saat dibutuhkan.
  • Kursi elektrik yang dapat diatur untuk: maju/mundur, tegak/rebah hingga 180 derajat, kemiringan sandaran kaki, mengubah arah kursi (nggak sempet mencoba apakah bisa diputar sampai 180 derajat hingga menghadap ke arah berlawanan dengan arah kereta), mode pijat, pencahayaan di kompartemen termasuk pendingin udara
  • Rak bagasi khusus di ujung gerbong.
  • Toilet yang mewah. Namun menurutku masih lebih mewah dan luas toilet Kelas Panoramic kereta Pangandaran. Selain itu kalau kuperhatikan, ambiance dari toiletnya agak-agak kurang match. Toiletnya memiliki ambiance yang terang dengan warna putih, sementara kompartemen dan lorongnya didominasi warna cokelat dan emas.
  • Fasilitas makanan & minuman: lebih mewah dibandingkan dengan kelas Panoramic: mulai dari makanan pembuka, hidangan utama, hingga penutup. Seingatku untuk menu utamanya dapat dipilih. Selain itu penumpang akan mendapatkan air mineral, minuman panas (aku memesan kopi, dan bisa memilih arabika atau robusta), dan jus.
  • Free Wifi
  • Fasilitas hiburan: masing-masing kompartemen mendapatkan fasilitas hiburan berupa televisi kecil (tablet lebih tepatnya tetapi tidak portabel) yang dilengkapi dengan headset. Sayangnya kemarin nggak terlalu meng-eksplor fasilitas ini karena sedang fokus menyelesaikan tulisanku menggunakan laptop. Mendengarkan musik cukup melalui handphone dengan earphone yang kubawa sendiri.
  • Stop kontak. Yang sayangnya posisinya kurang strategis. Untuk kompartemenku kemarin posisinya di ujung belakang, sehingga perlu kabel lebih panjang. Akan lebih baik jika posisi stop kontak berada di tengah.
  • Pintu otomatis: pintu kompartemen dapat dibuka dan ditutup menggunakan tombol.

interior gerbong

interior kompartemen

How It Goes?
Karena jadwal pemberangkatan kereta Argo Semeru relatif tidak terlalu pagi (pukul 09:05 dari Stasiun Gubeng), kami tidak perlu terburu-buru seperti sebelumnya. Setelah sarapan di hotel, kami checkout sekitar jam 07:30 dan berjalan menuju stasiun yang jaraknya tak sampai 10 menit berjalan kaki. Kami sengaja jalan lebih awal karena ingin menjajal Luxury Lounge di Stasiun Gubeng yang memang bisa dinikmati secara cuma-cuma oleh penumpang kelas Compartment.

Luxury Lounge Stasiun Gubeng
Kami berkesempatan untuk mencoba fasilitas Luxury Lounge yang ada di Stasiun Gubeng cukup lama karena ketika kami sampai stasiun, keretanya belum datang. Ketika kami masuk, kemewahan lounge ini langsung terasa, kontras dengan tempat menunggu yang reguler yang ramai oleh penumpang. Di lounge ini, penumpangnya hanya kami berempat saja. Yang membuatku cukup salut, sepertinya calon penumpang yang eligible untuk mendapatkan fasilitas lounge ini sudah didata terlebih dahulu, jadi ketika kami masuk, petugasnya langsung mengarahkan kami ke sudut khusus yang sudah di reserve.

Luxury Lounge Stasiun Gubeng

Ada sedikit pengalaman yang tak terlupakan ketika kami sedang berada di lounge. Di hari itu kebetulan sedang libur Imlek (17 Februari). Dan pagi itu PT KAI mengumumkan ada sedikit pertunjukan barongsai untuk meramaikan imlek. Aku sempat melihat pertunjukannya, namun karena lumayan berisik dan berada di luar gate tiket aku memutuskan untuk kembali lagi ke lounge. Ternyata pertunjukannya tidak hanya disana saja, mereka berjalan, dan terakhir yang kutahu masuk ke luxury lounge. Pejabat PT KAI disana membagi-bagikan jeruk dan cindera mata untuk calon penumpang yang ada di luxury lounge, yang pada saat itu hanya ada kami berempat saja. Well done PT KAI. Menurutku ini cara yang bagus untuk mengapresiasi penumpang.

kejutan di hari Imlek

Kembali ke Kereta
Sebagai seorang INTJ yang sangat menghindari kontak dengan orang-orang yang tidak dikenal, kelas Compartment Suite ini seolah menjadi jawaban dari ekspektasiku ketika aku bepergian menggunakan kereta. Terlepas dari harganya yang mehong dan mungkin membuat kantong jebol yah. Karena perjalanan kemarin bisa dibilang di siang hari, aku jadi bisa memanfaatkan waktu secara maksimal untuk: membaca buku, tidur, dan menyelesaikan tulisan yang tak sempat aku bereskan di hari biasa.

fasilitas toilet, kalah telak dibanding kelas Panoramic

Namun demikian di sisi yang lain, aku merasa perjalanan kemarin agak sedikit aneh karena kami pergi sekeluarga berempat. Ekspektasinya ya kami bisa kumpul berempat di perjalanan, tanpa perlu dipisah-pisah dengan kompartemen seperti ini. Aku membayangkan kedepannya PT KAI bisa menyediakan kelas kompartemen yang lebih luas, bukan 1 penumpang dalam 1 kompartemen, melainkan 4 penumpang.

fasilitas complimentary minuman

Terlepas dari sisi negatifnya diatas, pengalamanku dengan kelas Compartment Suite ini secara overall sangat memuaskan.

Apakah worth it?
Mungkin aku cukup bias disini, karena karakterku introvert. Namun menurutku kelas Compartment Suite ini worth it dengan beberapa catatan:

  • Perjalanan dilakukan sendirian. Nggak direkomendasikan kalau perjalanannya ramai-ramai terutama jika bareng dengan keluarga. Bahkan untuk berkomunikasi secara langsung dengan penumpang di kompartemen sebelah saja cukup effort. Memang didesain untuk privasi dan nggak banyak kontak dengan penumpang lain dan petugasnya di sepanjang perjalanan.
  • Ada hal lain yang ingin dilakukan dengan tenang di sepanjang perjalanan dan tidak ingin terganggu dengan apapun: misalnya membaca buku, mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan fokus, meeting online sepanjang perjalanan, dan lain-lainnya.
  • Tidak ada masalah dengan budget. Ini balik lagi ke urusan kantong. Perjalanan yang sifatnya sesekali seharusnya cukup okelah. Harga mahal yang dibayar lebih selain untuk fasilitas, juga untuk menghindari kontak dengan orang lain. Jika tidak ada masalah dengan privasi, memilih kelas ini mungkin terhitung sebagai pemborosan.

fasilitas complimentary makanan: snack dan makan besar

Apakah mau mencoba lagi?
Absolutely. Dengan catatan aku harus mempersiapkan aktivitas yang akan kulakukan selama perjalanan. Yang tentunya kalau di keretaaku hanya akan tidur saja (misal naik kereta malam), mungkin opsi kelas ini tidak akan aku pilih.

Berikutnya: Review Wisata Kuliner

Artikel Utama: Short Trip Bandung - Surabaya: Menjajal Kereta Api Wisata Panoramic & Compartment Suite

Tidak ada komentar:

Posting Komentar