Ada harga ada rupa. Dengan harga yang lebih mahal dibandingkan dengan kelas Eksekutif biasa, kereta Panoramic menawarkan pengalaman yang berbeda di gerbongnya dengan jendela kaca berdimensi besar di sisi kiri, kanan, dan atap (sunroof). Secara umum fasilitas yang diberikan kurang lebih seperti ini:
- Fasilitas Luxury Lounge di Stasiun Gambir. Sayangnya sih menurutku aura luxury nya nggak terlalu berasa karena banyaknya perjalanan kereta dari Stasiun Gambir ke luar kota. Selain itu, lokasinya yang juga menjadi jalur penumpang yang menggunakan lift jadi mengurangi ke-eksklusifan lounge nya.
- Kaca panoramic ekstra besar: bisa dibilang ini menu utamanya. Dan pengalaman ini yang ingin kami coba. Terlebih lagi di jalur Cikampek-Purwakarta-Padalarang pemandangannya oke.
- Konfigurasi kursi 2-2 (AB - CD), di ujung gerbong ada kursi yang hanya 1 saja.
- Dedicated Train Attendant. Kuperhatikan di gerbong panoramic ini setidaknya ada 2 petugas yang stand by untuk melayani penumpang: mulai dari mengatur barang bawaan & koper penumpang, membagikan snack, hingga menginformasikan ketika kereta akan melewati spot-spot iconic.
- Reclining seat yang dapat diputar 180 derajat dan dapat dihadapkan pada jendela. Pada kenyataanya, karena kami berempat dan duduk di sisi kiri, settingnya jadi duduk berhadap-hadapan. Nggak sempat kami coba untuk diset agar menghadap ke jendela karena bisa mengurangi mobilisasi.
- Rak bagasi khusus di ujung gerbong. Jadi begitu masuk kereta, barang bawaan bisa langsung disimpan di rak bagasi, tanpa perlu dibawa ke tempat duduk seperti halnya kereta kelas Eksekutif biasa. Setiap tas/koper akan diberikan tag khusus oleh petugasnya.
- Toilet modern yang estetik & otomatis. Bisa dibilang terhitung mewah. Lebih luas dibandingkan dengan kelas biasa. Di sisi lain, kemewahan ini lumayan membingungkan bagi orang awam sepertiku yang biasa sat-set. Kebanyakan tombol dan serba otomatis. Beruntung perjalanannya pendek jadi tidak perlu banyak berurusan dengan toilet.
- Konsumsi gratis: berupa snack roti, pop corn, kue kering, dan air mineral. Baru tahu kalau untuk snack nya ini di provide oleh XXI Cafe. Selain itu penumpang gerbong ini akan mendapatkan Hydro Coco + pilihan minuman panas (teh, kopi, cokelat)
- Mini Bar
- Free Wifi, cukup untuk browsing dan akses yang tidak memerlukan bandwidth besar.
- Televisi: nggak terlalu berguna sih, tapi memang mesti ada.
- Stop kontak untuk masing-masing kursi. Posisi nya berada di bawah kursi.
![]() |
| interior gerbong kereta Pangandaran Panoramic |
How it goes?
Kereta Pangandaran yang kami naiki seharusnya berangkat dari Stasiun Gambir pukul 08:30. Namun pada saat itu ada masalah teknis di lokomotifnya, sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut dan pada akhirnya jadwal keberangkatannya mundur sekitar 30 menit. Tidak terlalu masalah sih karena kami nggak buru-buru juga. Lagipula, baru bisa check in di hotel jam 14:00 juga di Bandung, jadi mau telat 1 jam pun seharusnya masih aman. Setelah kereta berangkat, tidak ada lagi masalah teknis hingga kami sampai di Stasiun Bandung sekitaran jam 12:15.
Yang agak disayangkan adalah karena kami berempat mengambil kursi di bagian sisi kiri, ketika ada spot pemandangan bagus yang berada di sebelah kanan, jadinya kurang fleksibel. Tetap bisa dinikmati sih, tapi kurang oke untuk dokumentasi.
![]() |
| fasilitas Minibar |
![]() |
| fasilitas toilet |
Apakah worth it?
Untuk rute Jakarta-Bandung yang relatif pendek, kereta kelas Panoramic ini menurutku worth it jika kita baru pertama kali mencoba. Harga tiket nya sebanding dengan fasilitas yang diberikan, experience, serta pemandangan yang ditawarkan sepanjang rute Cikampek-Padalarang. Apalagi jika bepergiannya ramai-ramai dengan keluarga.
Nah kalau sudah terbiasa bepergian dan pergi-pulang ke Bandung, kupikir jadi nggak worth it lagi. Bisa naik kelas eksekutif biasa yang harganya terpaut jauh. Makanan & snack bisa dibeli secara terpisah melalui kereta restorasi.
![]() |
| complimentary snack & minuman panas |
Apakah mau mencoba lagi?
Jika ada kesempatan, aku mungkin akan mencoba lagi, namun tidak hanya sampai Bandung tetapi sampai Banjar. Karena kereta Pangandaran ini rutenya Jakarta - Banjar. Pemandangan dari Bandung hingga Ciamis juga tak kalah cantik. Banyak spot-spot yang bagus untuk dinikmati.
Berikutnya: Review Kereta #2 🚆 Argo Wilis Panoramic
Artikel Utama: Short Trip Bandung - Surabaya: Menjajal Kereta Api Wisata Panoramic & Compartment Suite




Tidak ada komentar:
Posting Komentar