Kamis, April 30, 2026

Short Trip Bandung - Surabaya: Review Wisata Kota

Sesuai dengan rencana awal, kami tidak berniat kemana-mana ketika di Bandung karena waktunya cukup sempit. Rencananya, kami akan berkeliling ke spot-spot yang kami anggap menarik ketika kami di Surabaya, ada waktu 1 hari penuh yang bisa kami manfaatkan untuk berkeliling.

🏛️ Monumen Kapal Selam Surabaya/Monkasel
Berlokasi tak jauh dari hotel tempat kami menginap, monumen ini menjadi lokasi wisata yang kami kunjungi di hari pertama ketika kami sampai di Surabaya. Dengan berjalan kaki kurang lebih 10 menit, kami sudah berada di pintu masuk. Terlebih lagi monumen ini buka hingga jam 9 malam, jadi bisa kami selipkan ke itinerary sebelum makan malam.

Monumen Kapal Selam dari luar

Monumen ini menampilkan KRI Pasopati 410, kapal selam kelas Whiskey buatan Uni Soviet yang mulai berdinas pada tahun 1962 dan pernah menjadi bagian dari armada TNI AL. Setelah pensiun dari operasional, kapal selam ini dipindahkan ke darat dan dijadikan monumen permanen yang bisa dikunjungi publik.

Di dalam area Monkasel

Di dalam Monkasel, pengunjung bisa masuk ke dalam lambung kapal dan melihat langsung berbagai ruangan seperti ruang kemudi, ruang torpedo, ruang mesin, serta ruang tidur awak yang sempit. Kondisi interiornya dipertahankan seperti aslinya, sehingga pengunjung bisa merasakan bagaimana kehidupan awak kapal selam saat beroperasi di bawah laut. Selain sebagai objek wisata, Monkasel juga berfungsi sebagai sarana edukasi sejarah maritim dan pertahanan Indonesia.

Bagian interior kapal selam KRI Pasopati

🏛️ Alun-Alun Surabaya
Alun-Alun Surabaya merupakan salah satu ikon wisata sejarah dan ruang publik utama yang terletak di pusat Kota Surabaya. Berbeda dengan alun-alun tradisional di Jawa yang biasanya berupa lapangan terbuka hijau yang luas, Alun-Alun Surabaya memiliki konsep modern yang mengintegrasikan kompleks Gedung Balai Pemuda dengan area terbuka yang estetik. Kawasan ini menawarkan perpaduan arsitektur kolonial yang megah dengan fasilitas kontemporer, menjadikannya pusat kegiatan seni, budaya, dan rekreasi bagi warga lokal maupun wisatawan. Alun-alun ini berfungsi sebagai wadah ekspresi kreatif komunitas serta ruang terbuka hijau yang mendukung tata kota Surabaya yang humanis.

Alun-alun Surabaya tampak depan

Walaupun secara lokasinya tidak terlalu jauh dari Monumen Kapal Selam (kurang lebih 500m berjalan kaki), namun karena kami sudah keburu lapar dan ingin segera makan malam, kami baru bisa mengunjunginya keesokan harinya. Agak menyesal sih sebenarnya, karena kalau aku lihat di reviewnya, landspace nya ketika malam hari cukup unik dan bagus salah satunya dari faktor pencahayaan bangunannya.

Di dalam area Alun-alun Surabaya

Konon katanya salah satu daya tarik utama dari Alun-Alun Surabaya adalah keberadaan area bawah tanah (basement) yang menjadi alun-alun bawah tanah pertama di Indonesia. Area ini difungsikan sebagai galeri seni yang menampilkan berbagai pameran lukisan, instalasi kreatif, serta area bermain papan luncur (skate park) dalam ruangan. Nah sayangnya kami baru tahu belakangan kalau semua spot wisata seperti museum itu tutup di hari Senin, tepat di hari kami berniat mengeksplorasi kota Surabaya ini. Jadi ketika kami kesana pagi itu, suasanya relatif sepi dan tidak terlalu ramai. Untuk akses ke basement juga ditutup. Pada akhirnya disana hanya sempat berfoto-foto, berkeliling sebentar dan melanjutkan ke spot berikutnya.

Sisi lain alun-alun

🏛️ Monumen Tugu Pahlawan
Monumen Tugu Pahlawan merupakan salah satu landmark yakg ikonik di Kota Surabaya yang didirikan untuk memperingati peristiwa pertempuran 10 November 1945. Monumen ini memiliki bentuk lingga atau paku terbalik dengan tinggi mencapai 41,15 meter dan terdiri dari 11 ruas serta 10 bidang lengkungan, yang secara simbolis merepresentasikan tanggal bersejarah tersebut. Terletak di tengah lapangan seluas 2,5 hektar di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, monumen ini berdiri di atas lahan yang dulunya merupakan gedung Raad van Justitie atau Pengadilan Tinggi pada masa kolonial Belanda. Sebagai simbol semangat kepahlawanan, kawasan ini berfungsi sebagai pusat upacara kenegaraan serta ruang terbuka hijau yang menyimpan nilai historis mendalam bagi bangsa Indonesia.

Monumen Tugu Pahlawan

Di dalam kawasan monumen ini, terdapat Museum Sepuluh Nopember yang dibangun sedalam 7 meter di bawah permukaan tanah untuk menjaga estetika visual Tugu Pahlawan. Museum tersebut menyimpan berbagai koleksi artefak perjuangan, foto-foto dokumenter, serta diorama statis maupun elektronik yang menggambarkan kronologi pertempuran rakyat Surabaya melawan pasukan Sekutu. Selain museum, pengunjung juga dapat menemukan berbagai ornamen sejarah lainnya, seperti patung Proklamator Soekarno-Hatta, koleksi senjata rampasan, dan tank sisa perang. Integrasi antara monumen megah dan museum edukatif ini menjadikan Tugu Pahlawan sebagai destinasi wisata sejarah utama yang berfungsi sebagai sarana pelestarian nilai-nilai patriotisme bagi generasi muda.

Sisi lain Monumen Tugu Pahlawan

Walaupun kami menyadari monumen ini akan tutup juga, kami tetap pergi kemari. Paling nggak walaupun tidak bisa masuk, mungkin setidaknya bisa foto-foto untuk kenangan. Tak disangka ternyata petugas disana memperbolehkan kami untuk masuk. Mungkin tahu kami ini adalah turis dari luar dan kasihan kalau sudah jauh-jauh kesana tapi nggak dapat apa-apa. Area monumennya lumayan luas, kami bisa berkeliling. Didalam area monumen kuperhatikan ternyata ada beberapa turis asing berfoto-foto, mungkin diperbolehkan masuk dengan alasan yang sama. Namun demikian, kami hanya bisa berkeliling di area kawasan monumennya saja. Untuk museumnya benar-benar ditutup.

🏛️ Kota Lama Surabaya
Kota Lama Surabaya merupakan kawasan cagar budaya dan destinasi wisata sejarah yang terletak di wilayah utara Kota Surabaya. Kawasan ini menyimpan rekam jejak perkembangan kota sejak masa kolonial Belanda, di mana wilayah tersebut dulunya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan pemukiman modern pertama di Surabaya. Keberadaan gedung-gedung berarsitektur kolonial yang megah serta warisan budaya multikultural yang masih terjaga menjadikan Kota Lama Surabaya sebagai salah satu pusat pelestarian sejarah yang paling signifikan.

Spot paling ikonik di Kota Lama Surabaya

Niat awalnya kami ingin berjalan kaki dan berkeliling menyusuri jalanan dengan deretan bangunan berarsitektur Eropa klasik di kawasan ini. Namun apa daya, pada saat kami kesini, matahari sudah cukup terik, cuacanya cukup panas di hari itu. Kondisi ini menyebabkan istri dan anak-anakku mager untuk bergerak. Jadinya ya hanya diam di satu spot dan mengambil foto dengan latar belakang gedung yang paling ikonik di kawasan itu. Mungkin waktunya memang kurang pas, seharusnya kesini di sore atau malam hari ketika suhu sudah cukup adem dan nyaman untuk berkeliling.

Sisi lain Kota Lama Surabaya

Artikel Utama: Short Trip Bandung - Surabaya: Menjajal Kereta Api Wisata Panoramic & Compartment Suite

Tidak ada komentar:

Posting Komentar