- Mengoptimalkan proses Boot Windows 7
- Pada Start Menu, ketikkan msconfig atau System Configuration untuk membuka jendela System Configuration
- Pilih tab Boot. Atur nilai Timeout pada text box untuk mengurangi waktu yang diberikan oleh sistem kepada pengguna untuk memilih sistem operasi yang digunakan. Jika sistem operasi yang terpasang pada PC hanya satu, nilai ini tidak berpengaruh. Namun jika memiliki dua sistem operasi atau lebih, nilai ini bisa dikurangi (diset menjadi 5 misalnya).
- Pilih No GUI Boot agar ketika proses booting sedang berlangsung, logo Windows 7 tidak perlu ditampilkan. Pilihan ini membuat proses booting tidak menampilkan apa-apa (blank).
- Klik tombol Advanced Options. Jika PC yang digunakan memiliki lebih dari satu prosesor, maka set pilihan Number of processors sesuai dengan jumlah processor yang ada.
- Klik OK untuk menutup jendela. Dan klik OK pada aplikasi System Configuration untuk menutup aplikasi dan menyimpan konfigurasi.
- Me-nonaktifkan fitur Hibernate Hibernate adalah salah satu fitur yang sangat membantu, terutama jika digunakan pada laptop. Namun demikian, fitur ini memerlukan space hard disk sebanyak jumlah memori yang terpasang. Jika anda tidak pernah menggunakan fitur ini, maka ada baiknya untuk mematikan fungsi hibernate ini untuk menghemat space. Untuk menonaktifkan fitur Hibernate, lakukan langkah-langkah berikut:
- Pilih Start Menu -> All Programs -> Accessories -> Command Prompt. Klik kanan dan pilih Run as Administrator.
- Ketikkan powercfg -h off untuk menonaktifkan fitur Hibernate.
- Untuk mengaktifkan lagi fitur ini, ketik powercfg -h on
- Defrag secara teratur hard disk yang terpasang pada PC/laptop Semakin banyak aplikasi yang terinstall pada hard disk PC/laptop anda, dan semakin banyak dokumen yang anda simpan pada hard disk, menyebabkan akses baca ke hard disk tersebut menjadi lambat. Hal ini disebabkan karena bagian-bagian file yang ada tersimpan secara tersebar. Untuk mengatasi masalah ini, Windows telah menyediakan tool yang bernama Disk Defragmenter atau lebih dikenal dengan nama Defrag yang bisa diakses pada Start Menu -> All Programs -> Accessories -> System Tools -> Disk Defragmenter. Tool ini dapat merapikan kembali potongan-potongan file yang tersimpan secara tersebar, dan menyatukannya, sehingga ketika dibaca, aksesnya menjadi lebih cepat. Lakukan proses defragmentasi ini secara rutin atau setelah melakukan pemindahan/penyalinan file-file dalam jumlah besar.
- Menonaktifkan Aero Theme Fitur Aero Theme membuat tampilan Windows 7 menjadi lebih menarik. Namun demikian, jika Windows 7 digunakan pada PC/laptop yang memiliki resource terbatas (misalnya pada PC/laptop yang lama), tentunya akan lebih baik jika fitur ini dimatikan untuk meringankan beban graphic card yang digunakan dan meningkatkan performa. Untuk menonaktifkan fitur ini, klik kanan pada Desktop -> Personalize. Pilih Windows 7 Basic atau Windows Classic dan tunggu beberapa saat sampai seting ini diaplikasikan ke dalam sistem.
- Menonaktifkan efek-efek visual pada Windows 7 Efek-efek visual yang menyejukkan mata pada Windows 7 dapat dinonaktifkan untuk meningkatkan performa sistem. Trik nomor 5 ini sebenarnya nggak jauh beda dengan trik nomor 4, jika dilihat dari efek yang diakibatkan. Pada dasarnya, selama spesifikasi PC/laptop yang digunakan kompatibel dengan Windows 7, nggak perlu sampai menonaktifkan efek-efek ini. Karena selain peningkatan performa yang didapat, tampilan Windows 7 nya malah mirip dengan Windows 98, alias bikin ilfil. Tapi nggak ada salahnya dicoba, namanya juga sesuai dengan judul tulisan ini: mengoptimaliasi performa Windows 7 :P Untuk menonaktifkan efek-efek visual pada Windows 7, lakukan langkah berikut.
- Pilih Start Menu -> Computers. Klik kanan, lalu pilih Properties.
- Pada menu sebelah kiri, klik Advanced System Settings. Jendela System Properties akan muncul.
- Pilih Tab Advanced. Pada bagian Performance klik tombol Settings ... Jendela Performance Options akan muncul.
- Pada pilihan yang ada, pilih Adjust for best performance.
- Memanfaatkan fitur ReadyBoost Ready Boost merupakan fitur yang tersedia di Windows 7 yang memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan nonvolatile flash memory seperti USB Flash Disk atau Memory Card (jika memiliki Card Reader) untuk meningkatkan performa sistem. Perangkat flash memory ini berfungsi sebagai cache atau memori tambahan, sehingga sistem dapat mengakses data lebih cepat dibandingkan dengan mengakses hard disk. Untuk menggunakan fitur ini, lakukan langkah-langkah berikut:
- Masukkan USB Flash Disk ke dalam port USB yang tersedia. Klik Start Menu -> Computers. Klik kanan pada icon USB Flash Disk, dan Klik Properties. Jendela baru muncul
- Klik tab ReadyBoost. Pilih opsi Dedicate this device to ReadyBoost atau Use this device dan atur jumlah space yang ingin dialokasikan untuk ReadyBoost.
- Klik OK atau Apply untuk mengaplikasikan konfigurasi.
- Menonaktifkan fitur User Account Control (UAC) Meskipun katanya fitur ini dapat melindungi komputer dari aplikasi yang berbahaya seperti virus, fitur ini bisa menjadi sangat mengganggu. Pada dasarnya, fitur ini menampilkan notifikasi (lebih tepatnya konfirmasi) sebelum dilakukannya perubahan pada sistem yang memerlukan ijin pada level administrator. Dengan mematikan fitur ini, jika pengguna login sebagai administrator, semua perubahan yang dilakukan pada sistem seperti meng-install program dan lain sebagainya akan langsung dieksekusi tanpa adanya konfirmasi. Kemudahan dan kepraktisan memang sebanding dengan level keamanan yang ditawarkan. Jika anda merasa yakin bahwa komputer anda sangat aman, bahkan tanpa bantuan fitur ini sekalipun, maka fitur ini bisa dinonaktifkan. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk mematikan fitur ini:
- Buka Control Panel -> User Accounts. Jendela User Accounts akan muncul.
- Pilih Change User Account Control settings. Turunkan level slider yang ada menjadi Never notify.
- Klik tombol OK untuk menyimpan seting, dan restart komputer agar seting yang baru dapat diaplikasikan.
- Menonaktifkan service-service yang tidak diperlukan pada Windows 7 Windows 7 dilengkapi dengan berbagai macam service yang berjalan secara background. Adalakanya, service-service ini tidak kita perlukan namun berjalan secara default sejak pertama kali kita menginstall Windows 7. Berikut ini adalah service-service yang dapat dinonaktifkan:
- Windows Search. Service ini digunakan oleh Windows 7 untuk mengoptimalkan pencarian dengan melakukan proses indexing pada seluruh file yang ada pada sistem. Terkadang, service ini menghabiskan banyak resource hanya untuk mengindeks file-file yang mungkin tidak akan pernah kita cari. Jika pengguna sistem Windows 7 jarang melakukan pencarian, service ini bisa di-nonaktifkan. Pencarian file masih dapat dilakukan walaupun service ini dinonaktifkan, hanya saja proses pencariannya memerlukan waktu yang lebih lama.
- Print Spooler. Service ini bisa dimatikan jika anda tidak menggunakan fitur untuk mencetak dokumen ke printer.
- Computer Browser dan Server. Service ini aman untuk dinonaktifkan selama anda tidak terhubung ke ke jaringan.
- Themes dan Desktop Window Manager Session Manager. Kedua service ini dapat dinonaktifkan jika anda tidak menginginkan Aero Theme dan efek-efek visual lainnya.
- Windows Time. Service ini digunakan untuk melakukan sinkronisasi waktu komputer dengan server. Jika tidak diperlukan sinkronisasi waktu, service ini dapat dinonaktifkan.
- Remote Registry. Service ini memungkinkan pengguna dari komputer lain untuk mengubah informasi pada registry. Service ini disarankan untuk dimatikan untuk meningkatkan level keamanan sistem.
- Tablet PC Input Service. Jika komputer yang digunakan bukan Tablet, service ini lebih baik untuk dinonaktifkan.
- Windows Error Reporting Service. Service ini berfungsi untuk melaporkan informasi mengenai error yang terjadi (misalnya Windows mengalami crash). Informasi ini dapat digunakan untuk keperluan diagnosis dan perbaikan sistem. Kalo memang Windowsnya jarang error, dan sekalinya error juga dibiarin aja, lebih baik dinonaktifkan saja.
- Pilih Start Menu -> Computer. Klik kanan lalu pilih Manage. Jendela Computer Management muncul.
- Pada menu di sebelah kiri, pilih Services and Applications -> Services. Akan muncul daftar service yang ada pada sistem.
- Pilih service yang diinginkan. Dobel klik atau klik kanan lalu pilih Properties.
- Klik tombol Start/Stop untuk mengaktifkan/menonaktifkan service. Untuk menonaktifkan service untuk seterusnya, pilih Disabled atau Manual pada Startup Type. Untuk lebih amannya, pilihlah Manual daripada memilih Disabled. Jika opsi Manual dipilih, masih memungkinkan service ini diaktifkan oleh Windows ketika dibutuhkan. Jika opsi Disabled dipilih, maka Windows tidak dapat secara otomatis mengaktifkan service ini ketika dibutuhkan.
Tampilkan postingan dengan label Windows 7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Windows 7. Tampilkan semua postingan
Kamis, Februari 04, 2010
Mengoptimalisasi Windows 7
Bagi yang menggunakan Windows 7, tentunya sudah merasakan performanya yang bila dibandingkan dengan pendahulunya bisa dibilang lebih baik dan lebih cepat. Namun demikian, ada beberapa trik atau cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja Windows 7. Berikut ini adalah trik-trik berikut:
Rabu, Januari 20, 2010
Mengganti Logon Screen pada Windows 7
Kemarin nggak sengaja menemukan artikel yang berisi cara untuk mengganti Logon Screen pada Windows 7. Caranya ternyata cukup mudah, sudah ada aplikasi kecil yang bernama Tweak.com Logon Changer for Windows 7 yang dapat diunduh melalui link ini.
Cara pemakaiannya cukup mudah, tinggal klik tombol Change Logon Screen lalu pilih file gambar yang diiginkan untuk dijadikan background. Untuk mengembalikan Logon Screen ke setingan default, tinggal klik Revert Default Logon Screen.
Bagi yang penasaran mengenai detail caranya, perubahan Logon Screen ini bisa dilakukan dengan mengubah nilai pada registry. Berikut adalah langkah-langkahnya:
Cara pemakaiannya cukup mudah, tinggal klik tombol Change Logon Screen lalu pilih file gambar yang diiginkan untuk dijadikan background. Untuk mengembalikan Logon Screen ke setingan default, tinggal klik Revert Default Logon Screen.
Bagi yang penasaran mengenai detail caranya, perubahan Logon Screen ini bisa dilakukan dengan mengubah nilai pada registry. Berikut adalah langkah-langkahnya:
- Buka Registry Editor. Start Menu -> ketik regedit. Jendela Registry Editor akan terbuka.
- Masuk ke entry: Computer\HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Authentication\LogonUI\Background
- Periksa apakah ada entry OEMBackground dengan tipe DWORD (32 bit). Jika tidak ada, buat entrynya, dan masukkan nilai 1.
- Buka Windows Explorer. Masuk ke folder Windows\system32\oobe\.
- Tambahkan folder info jika belum ada. Masuk ke folder info tersebut dan tambahkan folder baru yang bernama backgrounds jika belum ada.
- Terakhir, salin file gambar yang diinginkan ke dalam folder ini (Windows\system32\oobe\info\backgrounds) dan ganti namanya menjadi backgroundDefault.jpg (harus dalam format jpg). Pastikan bahwa ukuran file dibawah 245 KB. Jika ukuran masih terlalu besar, gunakan aplikasi editor gambar untuk me-resize ukuran file gambar tersebut.
Selasa, Januari 19, 2010
Membuat Installer Windows 7 di USB Flash Disk
Iseng-iseng, kmaren baca artikel tentang menginstall Windows 7 dari USB Flash Disk, jadi pengen mencoba. Sekalian membuat backup dari installer yang ada, terlebih lagi USB Flash Disk lebih praktis dan bisa dibawa kemana-mana. Setelah googling sana-sini, pada intinya ada dua cara untuk membuat installer Windows 7 di USB Flash Disk. Cara pertama lebih ribet, sementara cara kedua, memang Microsoft sudah menyediakan tools untuk membuat sebuah USB Flash Disk menjadi installer Windows 7. Yang perlu diperhatikan, kapasitas minimun USB Flash Disk yang dibutuhkan adalah 4GB, karena Installer Windows 7 nya sendiri berukuran sekitar 2,5 GB.
Cara 1
Yang perlu dipersiapkan adalah DVD Installer Windows 7 atau file ISO installernya. Lebih baik jika memiliki file ISO installernya, karena hanya perlu di mount saja dan kecepatan bacanya tentu jauh lebih cepat. Untuk membuat file ISO Installer Windows 7, dapat menggunakan tools Magic Disc. Tools ini juga dapat melakukan mount ISO untuk membuat semacam Virtual DVD-ROM.
Cara 2
Cara kedua lebih sederhana dan lebih mudah. Yang diperlukan adalah file ISO yang berisi Installer Windows 7 yang bisa dibuat menggunakan tool MagicDisc seperti pada cara pertama. Selain itu diperlukan juga sebuat tool yang bernama Windows 7 USB DVD Download Tool yang bisa diunduh melalui link Microsoft ini. Jalankan installernya dan ikuti petunjuk-petunjuk yang ada.
Untuk menginstall Windows 7 dari USB Flash Disk, restart PC/laptop. Pada menu bios pastikan bahwa USB Flash Disk menjadi pilihan pertama untuk proses booting. Selanjutnya, proses booting akan dijalankan dari USB Flash Disk dan proses instalasi Windows 7 bisa dilakukan seperti melakukan instalasi dari DVD.
Cara 1
Yang perlu dipersiapkan adalah DVD Installer Windows 7 atau file ISO installernya. Lebih baik jika memiliki file ISO installernya, karena hanya perlu di mount saja dan kecepatan bacanya tentu jauh lebih cepat. Untuk membuat file ISO Installer Windows 7, dapat menggunakan tools Magic Disc. Tools ini juga dapat melakukan mount ISO untuk membuat semacam Virtual DVD-ROM.
- Mount file ISO Installer Windows 7 ke dalam sebuah Virtual DVD-ROM. Jika tidak memiliki file ISO Installer nya, masukkan DVD Installer Windows 7 ke dalam DVD ROM
- Format USB Flash Disk yang hendak dijadikan Installer Windows 7.
- Jadikan USB Flash Disk menjadi bootable dengan menggunakan tools bootsect yang ada pada DVD ROM/ISO Installernya. Masuk ke Command Prompt dari menu berikut Start Menu -> All Programs -> Accessories -> Command Prompt. Klik kanan lalu pilih Run As Administrator. Dengan asumsi DVD ROM/Virtual DVD ROM yang berisi Installer Windows 7 ada pada drive D dan USB Flash Disk yang digunakan berada pada drive E, ketik perintah berikut:
- Salin seluruh file instalasi Windows 7 ke USB Flash Disk, bisa menggunakan Windows Explorer atau menggunakan perintah Command Prompt. Masih pada jendela command prompt yang sama, ketik perintah berikut:
D: cd boot bootsect /nt60 e:
xcopy d:*.* /s/e/f e:Setelah perintah ini dijalankan, akan muncul daftar file yang sedang disalin ke USB Flash Disk, dan tunggu hingga prosesnya selesai.
Cara 2
Cara kedua lebih sederhana dan lebih mudah. Yang diperlukan adalah file ISO yang berisi Installer Windows 7 yang bisa dibuat menggunakan tool MagicDisc seperti pada cara pertama. Selain itu diperlukan juga sebuat tool yang bernama Windows 7 USB DVD Download Tool yang bisa diunduh melalui link Microsoft ini. Jalankan installernya dan ikuti petunjuk-petunjuk yang ada.
- Jalankan aplikasinya melalui: Start Menu -> All Progams -> Windows 7 USB DVD Download Tool -> Windows 7 USB DVD Download Tool. Klik Browse dan pilih file ISO yang telah dibuat sebelumnya lalu klik Next.
- Kemudian pilih media yang akan dijadikan instalasi Windows 7. Dalam kasus ini klik USB Device.
- Pilih drive USB Flash Disk. Tool ini akan secara otomatis menampilkan drive mana saja yang berisi USB Flash Disk. Dan klik Begin Copying. Selanjutnya USB Flash Disk yang dipilih akan di-format dan proses penyalinan akan berjalan. Setelah semuanya selesai. USB Flash Disk telah siap untuk digunakan.
Untuk menginstall Windows 7 dari USB Flash Disk, restart PC/laptop. Pada menu bios pastikan bahwa USB Flash Disk menjadi pilihan pertama untuk proses booting. Selanjutnya, proses booting akan dijalankan dari USB Flash Disk dan proses instalasi Windows 7 bisa dilakukan seperti melakukan instalasi dari DVD.
Rabu, Januari 13, 2010
God Mode pada Windows 7
Baru mendengar adanya istilah GodMode di Windows 7 beberapa hari yang lalu dari sebuah situs berita. Karena penasaran, mencoba googling dan menemukan beberapa link yang isi penjelasannya sih sama saja. Dengan membuat folder dengan nama GodMode.{ED7BA470-8E54-465E-825C-99712043E01C} di mana saja, maka alih-alih folder biasa yang muncul, namun muncul sebuah folder dengan icon Control Panel. Jika dilihat didalamnya, terdapat lebih dari 200 shortcut untuk mengatur setingan-setingan Windows layaknya fungsi Control Panel.
Kurasa GodMode ini hanyalah tampilan Control Panel yang dibuat lebih detail saja, dengan menampilkan semua fungsi yang ada pada satu aplikasi. Sebagai contohnya, pada Control Panel ada aplikasi yang bernama User Accounts, maka pada folder GodMode ini akan ditampilkan 13 fungsi yang terkait dengan User Accounts: Membuat/menghapus account tertentu, mengganti profile picture account yang aktif, mengganti password account, membuat disk untuk me-reset password, membuat account administrator, dst.
Yang menjadi pertanyaanku adalah, mengapa namanya GodMode yah? Beberapa sumber mengatakan karena nama foldernya diawali dengan GodMode dan memiliki ekstensi {ED7BA470-8E54-465E-825C-99712043E01C}. Setelah aku coba, nama foldernya tidak harus diawali dengan GodMode, yang penting ekstensinya {ED7BA470-8E54-465E-825C-99712043E01C}, maka icon foldernya akan berubah menjadi icon Control Panel. Jadi penasaran, siapa yah orang yang menemukannya pertama kali dan iseng-iseng memberi nama GodMode? Konon trik ini juga bisa digunakan pada Windows Vista, namun pada versi 64 bit, selalu crash (untung bukan pengguna Vista).
Namun demikian, kurasa trik ini cocok untuk pengguna awam yang baru menggunakan Windows 7 dan bingung untuk mengatur berbagai macam konfigurasi yang disediakan. Terutama jika penggunanya sebelumnya menggunakan Windows XP atau Vista dimana konfigurasi pada Control Panel nya masih tidak sebanyak Windows 7. Daripada mencoba satu persatu aplikasi di Control Panel untuk mencari fungsi yang diinginkan, mending sekalian diberikan list fungsinya sekalian. Jadi bisa sekalian belajar deh.
Senin, Desember 14, 2009
Windows 7 di Toshiba Portege M600
Beberapa waktu lalu, aku mencoba meng-install Windows 7 Ultimate di laptopku. OS bawaan dari seri Portege M600 adalah Vista Business. Cuma karena berat dan kurasa menghabiskan resource yang banyak, aku downgrade ke Windows XP, yang mana jarang aku pake juga karena aku lebih suka menggunakan Ubuntu. Karena ada temenku yang udah menggunakan Windows 7 dan katanya lumayan enteng, aku pun iseng-iseng mencoba.
Proses instalasinya sendiri terhitung mudah dan cepat. Sepertinya nggak sampai 30 menit OS baru ini sudah terinstall. Tadinya aku cukup khawatir mengenai masalah kompatibilitas driver-drivernya. Ternyata kekhawatiranku tak beralasan. Setelah selesai install, hampir semua peripheral laptop yang penting bisa terdeteksi. Tampilan yang OK dan suara yang muncul setelah proses instalasi selesai menunjukkan driver graphic card dan sound card sudah terinstall dengan benar. Bahkan FingerPrint reader nya pun bisa digunakan walaupun nggak secara otomatis terinstall (driver diunduh melalui Windows Update). Perangkat yang tidak dikenali hanyalah Web Cam dan Bluetooth yang drivernya mesti diunduh secara manual dari website Toshiba nya.
Secara sebelumnya aku bukan pengguna Windows Vista, jadi nggak terlalu ngeh sih dengan perubahan yang ada. Kalau dibandingkan dengan Windows XP tentunya jauh lah bedanya. Namun dari segi performa dan fitur, kurasa Windows 7 lebih nyaman untuk aku gunakan ketimbang XP (Apalagi dibandingkan dengan Vista, jauh banget deh). Walaupun penggunaan memorinya lebih boros dibanding dengan XP, tetapi proses booting dan proses load aplikasinya kurasa lebih cepat.
Dari sisi fitur tentunya banyak sekali fitur-fitur baru di Windows 7. Aku akan mencoba menekankan pada masalah experience nya. Mengapa aku bisa mengatakan bahwa produk ini bahkan jauh lebih kupilih dibanding Windows XP yang menurutku sudah enteng banget. Berikut ini adalah perbedaan-perbedaan yang tampak jelas terlihat pada tampilannya:
Windows Taskbar
Pada Windows 7, taskbarnya terlihat lebih simple. Toolbar Quick Launch sudah tidak nampak lagi, digantikan oleh icon-icon shortcut ke aplikasi. Karena taskbarnya lebih berorientasi kepada aplikasi, bukan berorientasi lagi pada window, jadinya judul windownya tidak ditampilkan (walaupun ada opsi untuk menampilkan judul window). Jika ada beberapa window dalam satu aplikasi, akan ditampilkan seperti gambar dibawah ini. Jika mouse diarahkan pada icon aplikasi tersebut, akan muncul preview window-window yang aktif dalam aplikasi tersebut.
Selain itu ada fitur Jump List yang dapat diakses dengan meng-klik kanan icon aplikasi pada taskbar. Contoh dibawah ini adalah Jump List dari aplikasi Google Chrome yang menampilkan halaman-halaman yang terakhir dibuka. Jump List ini dapat diakses walaupun aplikasinya belum dijalankan.
Libraries
Windows Explorer pada Windows 7 kini memiliki Libraries yang merupakan Virtual Folder yang dapat digunakan untuk mengumpulkan file-file yang tersebar di berbagai lokasi dalam satu tempat. Fitur ini lumayan membantu ketika misalnya kita ingin melakukan grouping pada jenis-jenis file tertentu yang lokasinya tersebar, baik di jaringan atau di PC lokal. Fitur ini juga memudahkan sharing dokumen antar sesama pengguna dalam satu PC yang sama.
Desktop dan Personalisasi
Ketika meng-klik kanan mouse pada area desktop akan muncul menu berikut:
Ketiga menu diatas memberikan akses langsung untuk mengubah resolusi layar, mengatur gadgets, dan melakukan personalisasi tampilan (theme, background, sound, dll)
Gadget pada Windows 7 konon lebih hemat memory karena tidak seperti Windows Vista. Jadi kalo nggak ada Gadget yang dijalankan, tidak ada proses yang perlu di-load ke memory. Masih ingat ketika dulu menggunakan Vista, ada proses yang namanya Sidebar yang menurutku malah ngabis-ngabisin memori aja.
Dengan mengakses menu Personalize pada desktop akan muncul sebuah window yang dapat mengatur theme yang digunakan, yang mencakup background wallpaper (yang kini mendukung tampilan slideshow pada desktop), screen saver, suara, dan warna. Tidak seperti pada versi Windows XP yang menurutku pengaturannya theme nya tersebar dan terpisah-pisah.
Device Manager
Pengguna Windows sebelumnya tentu ingat dengan fitur Windows yang bernama Device Manager yang isinya menampilkan list seluruh peripheral yang terpasang pada PC . Pada Windows 7, fitur ini masih ada, namun diperkenalkan dua fitur baru yaitu Device and Printers dan Device Stage.
Device and Printers merupakan fitur baru yang bisa diakses melalui Control Panel dan dapat diakses langsung pada Start Menu. Tidak seperti Device Manager yang menampilkan semua perangkat, pada Device and Printers yang ditampilkan hanyalah perangkat-perangkat yang secara fisik memang terpasang dan mudah dikenal oleh pengguna yang kurang expert seperti USB Drive, Bluetooth, Printer, Web Cam, Hard Disk External, dan lain-lain sebagainya.
Sementara itu, Device Stage merupakan bagian dari Device and Printers yang menampilkan informasi mengenai sebuah perangkat dan operasi apa saja yang bisa dilakukan pada perangkat tersebut. Konon katanya Windows 7 ini dapat mengenali perangkat-perangkat yang umum dipasaran (sejauh ini gadget yang aku miliki terdeteksi dengan baik di Windows 7), dan menyediakan representasi gambar sebuah perangkat dalam resolusi tinggi. Gambar dibawah merupakan salah satu contoh tampilan Device Stage untuk printer yang terpasang di kantorku.
Windows XP Mode
Pengguna Windows 7 versi Ultimate, Enterprise, dan Professional dapat menggunakan fitur yang bernama Windows XP Mode yang dapat diunduh secara terpisah. Fitur ini memungkinkan penggunanya untuk menjalankan aplikasi-aplikasi lama yang hanya kompatibel dengan Windows XP dan tidak kompatibel dengan Windows 7. Untuk menggunakan fitur ini pastikan PC atau laptop yang digunakan sudah mendukung fitur Hardware Virtualization. Dan pastikan fitur ini aktif (yang biasanya bisa diset dari menu BIOS)
Selain fitur-fitur diatas, tentunya masih banyak lagi fitur-fitur lain yang belum sempat aku utak-atik. Fitur-fitur Windows 7 yang lebih lengkap dapat dilihat di:
http://en.wikipedia.org/wiki/Features_new_to_Windows_7
http://windows.microsoft.com/en-us/windows7/products/features
Proses instalasinya sendiri terhitung mudah dan cepat. Sepertinya nggak sampai 30 menit OS baru ini sudah terinstall. Tadinya aku cukup khawatir mengenai masalah kompatibilitas driver-drivernya. Ternyata kekhawatiranku tak beralasan. Setelah selesai install, hampir semua peripheral laptop yang penting bisa terdeteksi. Tampilan yang OK dan suara yang muncul setelah proses instalasi selesai menunjukkan driver graphic card dan sound card sudah terinstall dengan benar. Bahkan FingerPrint reader nya pun bisa digunakan walaupun nggak secara otomatis terinstall (driver diunduh melalui Windows Update). Perangkat yang tidak dikenali hanyalah Web Cam dan Bluetooth yang drivernya mesti diunduh secara manual dari website Toshiba nya.
Secara sebelumnya aku bukan pengguna Windows Vista, jadi nggak terlalu ngeh sih dengan perubahan yang ada. Kalau dibandingkan dengan Windows XP tentunya jauh lah bedanya. Namun dari segi performa dan fitur, kurasa Windows 7 lebih nyaman untuk aku gunakan ketimbang XP (Apalagi dibandingkan dengan Vista, jauh banget deh). Walaupun penggunaan memorinya lebih boros dibanding dengan XP, tetapi proses booting dan proses load aplikasinya kurasa lebih cepat.
Dari sisi fitur tentunya banyak sekali fitur-fitur baru di Windows 7. Aku akan mencoba menekankan pada masalah experience nya. Mengapa aku bisa mengatakan bahwa produk ini bahkan jauh lebih kupilih dibanding Windows XP yang menurutku sudah enteng banget. Berikut ini adalah perbedaan-perbedaan yang tampak jelas terlihat pada tampilannya:
Windows Taskbar
Pada Windows 7, taskbarnya terlihat lebih simple. Toolbar Quick Launch sudah tidak nampak lagi, digantikan oleh icon-icon shortcut ke aplikasi. Karena taskbarnya lebih berorientasi kepada aplikasi, bukan berorientasi lagi pada window, jadinya judul windownya tidak ditampilkan (walaupun ada opsi untuk menampilkan judul window). Jika ada beberapa window dalam satu aplikasi, akan ditampilkan seperti gambar dibawah ini. Jika mouse diarahkan pada icon aplikasi tersebut, akan muncul preview window-window yang aktif dalam aplikasi tersebut.
Selain itu ada fitur Jump List yang dapat diakses dengan meng-klik kanan icon aplikasi pada taskbar. Contoh dibawah ini adalah Jump List dari aplikasi Google Chrome yang menampilkan halaman-halaman yang terakhir dibuka. Jump List ini dapat diakses walaupun aplikasinya belum dijalankan.
Libraries
Windows Explorer pada Windows 7 kini memiliki Libraries yang merupakan Virtual Folder yang dapat digunakan untuk mengumpulkan file-file yang tersebar di berbagai lokasi dalam satu tempat. Fitur ini lumayan membantu ketika misalnya kita ingin melakukan grouping pada jenis-jenis file tertentu yang lokasinya tersebar, baik di jaringan atau di PC lokal. Fitur ini juga memudahkan sharing dokumen antar sesama pengguna dalam satu PC yang sama.
Desktop dan Personalisasi
Ketika meng-klik kanan mouse pada area desktop akan muncul menu berikut:
Ketiga menu diatas memberikan akses langsung untuk mengubah resolusi layar, mengatur gadgets, dan melakukan personalisasi tampilan (theme, background, sound, dll)
Gadget pada Windows 7 konon lebih hemat memory karena tidak seperti Windows Vista. Jadi kalo nggak ada Gadget yang dijalankan, tidak ada proses yang perlu di-load ke memory. Masih ingat ketika dulu menggunakan Vista, ada proses yang namanya Sidebar yang menurutku malah ngabis-ngabisin memori aja.
Dengan mengakses menu Personalize pada desktop akan muncul sebuah window yang dapat mengatur theme yang digunakan, yang mencakup background wallpaper (yang kini mendukung tampilan slideshow pada desktop), screen saver, suara, dan warna. Tidak seperti pada versi Windows XP yang menurutku pengaturannya theme nya tersebar dan terpisah-pisah.
Device Manager
Pengguna Windows sebelumnya tentu ingat dengan fitur Windows yang bernama Device Manager yang isinya menampilkan list seluruh peripheral yang terpasang pada PC . Pada Windows 7, fitur ini masih ada, namun diperkenalkan dua fitur baru yaitu Device and Printers dan Device Stage.
Device and Printers merupakan fitur baru yang bisa diakses melalui Control Panel dan dapat diakses langsung pada Start Menu. Tidak seperti Device Manager yang menampilkan semua perangkat, pada Device and Printers yang ditampilkan hanyalah perangkat-perangkat yang secara fisik memang terpasang dan mudah dikenal oleh pengguna yang kurang expert seperti USB Drive, Bluetooth, Printer, Web Cam, Hard Disk External, dan lain-lain sebagainya.
Sementara itu, Device Stage merupakan bagian dari Device and Printers yang menampilkan informasi mengenai sebuah perangkat dan operasi apa saja yang bisa dilakukan pada perangkat tersebut. Konon katanya Windows 7 ini dapat mengenali perangkat-perangkat yang umum dipasaran (sejauh ini gadget yang aku miliki terdeteksi dengan baik di Windows 7), dan menyediakan representasi gambar sebuah perangkat dalam resolusi tinggi. Gambar dibawah merupakan salah satu contoh tampilan Device Stage untuk printer yang terpasang di kantorku.
Windows XP Mode
Pengguna Windows 7 versi Ultimate, Enterprise, dan Professional dapat menggunakan fitur yang bernama Windows XP Mode yang dapat diunduh secara terpisah. Fitur ini memungkinkan penggunanya untuk menjalankan aplikasi-aplikasi lama yang hanya kompatibel dengan Windows XP dan tidak kompatibel dengan Windows 7. Untuk menggunakan fitur ini pastikan PC atau laptop yang digunakan sudah mendukung fitur Hardware Virtualization. Dan pastikan fitur ini aktif (yang biasanya bisa diset dari menu BIOS)
Selain fitur-fitur diatas, tentunya masih banyak lagi fitur-fitur lain yang belum sempat aku utak-atik. Fitur-fitur Windows 7 yang lebih lengkap dapat dilihat di:
http://en.wikipedia.org/wiki/Features_new_to_Windows_7
http://windows.microsoft.com/en-us/windows7/products/features
Langganan:
Postingan (Atom)





















