Sabtu, September 19, 2026

Ikhtiar, Ego, dan Kesabaran: Catatan 13 Tahun Perjalananku di Pasar Saham

Cerita ini dimulai ketika aku yang pada saat itu belum mengenal dunia saham tetiba mendapatkan opsi untuk mendapatkan saham TLKM melalui ESOP (Employee Stock Ownership Program).  Saham ini sudah lama tak berada di portofolioku, semua sahamnya kujual setelah periode lock-up nya selesai. Keputusan untuk membeli ESOP ini mungkin terlihat remeh, namun setelah waktu berlalu hingga kini, dampaknya luar biasa pada kehidupan yang aku jalani. 

Tahun 2026 adalah tahun ke-13 ku berkecimpung di pasar saham. Banyak cerita yang mewarnai perjalananku dalam rentang waktu tersebut. Banyak pelajaran yang bisa kupetik dari perjalananku di pasar saham. Bukan pelajaran finansial, namun justru yang paling banyak kurasakan adalah pelajaran tentang hidup. Yang kuingat, dulu aku cukup idealis: dunia seharusnya berjalan di kondisi ideal yang memenuhi aturan. 

Selama ini, aku pernah merasa sudah melakukan analisis dengan benar, tetapi harga saham bergerak berlawanan. Aku pernah memegang saham yang naik tinggi, tetapi gagal menjualnya di waktu yang tepat. Aku juga pernah membeli saham karena ikut-ikutan, lalu harus menanggung akibatnya. Dari sana aku mulai memahami bahwa pasar saham bukan hanya tempat menguji kemampuan membaca laporan keuangan dan key stat suatu emiten, melainkan juga tempat menguji karakter dan mental.

Kembali ke masa kini, aku tak lagi memandang kehidupan ini sebagai hitam dan putih. Banyak gradasi abu-abu di antara keduanya. Pasar saham mengajarkan bahwa manusia hanya dapat mengendalikan proses dan responsnya, bukan hasil akhirnya. Emiten yang bagus belum tentu sahamnya naik, emiten yang jelek juga belum tentu harga sahamnya turun. Pasar saham lebih terlihat sebagai panggung sandiwara, di mana para pelakunya harus lebih hati-hati dengan apa yang tampak di depan mata. Pasar saham adalah tempat di mana batu dijual seharga berlian dan berlian dijual seharga batu bukan sebagai sesuatu yang mustahil.

Di tulisan ini, aku ingin sedikit berbagi cerita dari perjalanan 13 tahunku mengarungi dunia pasar modal, sekaligus sebagai refleksi untuk diriku sendiri untuk bisa terus belajar dan berkembang.

Disclaimer: Tulisan ini bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Setiap keputusan investasi memiliki risiko dan perlu disesuaikan dengan kondisi serta profil masing-masing investor.

Jumat, Agustus 28, 2026

Life of an INTJ: A Mind that Never Rests

Tulisan ini kubuat sebagai catatan pribadiku, tidak kumaksudkan untuk mencari justifikasi dan validasi. Aku hanya ingin mencoba sedikit membuka diri tentang kepribadianku, caraku berpikir, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarku. 

Rasanya sudah lama ingin menulis artikel terkait dengan tipe kepribadianku. Namun karena bingung mulai dari mana, akhirnya keinginan itu pudar bersama dengan waktu. Hingga pada akhirnya sekarang aku merasa harus menuliskannya karena terpikir untuk membuat seri tulisan yang berhubungan. Jadi mau tidak mau mesti ditulis dulu tulisan pembukanya agar tulisan-tulisan berikutnya bisa dilanjutkan dengan lebih mudah. 

Entah sejak kapan aku berhasil mengidentifikasi kalau aku adalah seorang INTJ. Sebelum aku mempelajari tipe-tipe personality MBTI dan mengetahui kalau tipeku adalah INTJ, aku merasa kalau aku adalah bagian dari outlier, merasa tidak cocok/fit dengan lingkungan sekitar. Cara berpikirku seringkali berbeda dengan teman-temanku. Keluargaku bahkan men-cap aku tipe orang yang tidak mau bersosialisasi dengan orang lain, dan menganggap itu tidak normal. Well.. aku merasa berbeda sendiri karena mungkin tipe kepribadian ini terhitung langka, jadi tak banyak teman yang kurasa memiliki tipe kepribadian yang serupa. Ketika itu aku berpikir bahwa “kurang sosial” dan memiliki perilaku yang berbeda dengan lingkungan sekitar adalah “aneh”. Tekanan dari sekitar membuat aku berpikir demikian dan berusaha untuk memenuhi ekspektasi orang lain, yang tentunya terasa sangat berat karena seolah aku harus berubah menjadi bukan diriku sendiri.

Selasa, Agustus 25, 2026

Trip to Belitung Day-5: Waktunya Pulang

Karena ini adalah hari terakhir kami di Belitung, tak banyak aktivitas yang kami lakukan. Terlebih lagi istriku di hari itu ada meeting zoom di pagi hari yang menyebabkan kami baru bisa check out dari hotel jam 10 pagi, sementara jadwal pesawat kami ke Jakarta jam 1 siang. Waktu yang efektif hanya tersisa 2 jam. Pada awalnya kami berniat untuk mengunjungi representasi rumah adat, namun karena waktunya mepet di hari itu kami putuskan untuk mampir ke toko oleh-oleh, makan siang di Mie Ayam Bangka dan lanjut ke bandara.

Trip to Belitung Day-4: Wisata Sejarah & Pantai Tanjung Tinggi

Pada hari ke-empat kunjungan kami ke Pulau Belitung, itinerarynya bisa dibilang sudah tak sama lagi dengan itinerary awal yang diinfokan tour guide kami di hari pertama. Destinasi kami di hari ke-4 ini seharusnya hanya ada 2 destinasi: Peternakan Lebah Madu dan eksplorasi Pantai Tanjung Tinggi. Namun karena itinerary nya diperbolehkan untuk fleksibel, jadi bisa menyesuaikan dengan keinginan kami.

Trip to Belitung Day-3: Island Hopping

Di hari ketiga, itinerarynya adalah mengunjungi pulau-pulau yang menjadi ikon pariwisata Belitung. Ada itinerary untuk snorkeling juga di tengah-tengah sesi. Karena berhubungan dengan pulau-pulau, kami sudah di brief agar sudah menggunakan baju siap basah dari sejak pertama meninggalkan hotel, dan tentunya menyiapkan baju ganti juga. Sama seperti halnya dengan kunjungan kami ke Pulau Leebong di hari sebelumnya, destinasi wisata kami di hari ketiga ini hanya satu: Pantai Tanjung Kelayang. Dari Pantai Tanjung Kelayang, kami akan naik perahu dan mengunjungi satu persatu pulau-pulau yang berada tak jauh dari pantai, kembali lagi ke titik awal, dan kembali ke hotel.

Trip to Belitung Day-2: Pulau Leebong

Di hari kedua, destinasi wisata yang kami kunjungi hanya satu: Pulau Leebong. Pulau Leebong ini adalah destinasi wisata pulau pribadi (private island) yang terletak di sisi barat Pulau Belitung. Pulau Leebong ini dapat diakses melalui Pelabuhan Tanjung Ru, dan dilanjutkan dengan menyeberang menggunakan perahu tradisional selama kurang lebih 20 menit. Terhitung dekat, karena pulaunya sendiri masih dapat terlihat dari Pelabuhan Tanjung Ru.

Berdasarkan informasi dari tour guide kami, itinerary dan kunjungan ke Pulau Leebong ini diatur sepenuhnya oleh pengelola pulaunya. Jadi walaupun kami menggunakan jasa tour, mereka hanya bertugas mengantarkan hingga Pelabuhan Tanjung Ru. Selanjutnya semua itinerary seperti jadwal perahu yang mengantar jemput hingga kepulangan diatur oleh pengelola pulau.

Trip To Belitung Day-1: Belitung Timur

Agar bisa memaksimalkan waktu eksplorasi di Belitung, kami naik pesawat yang paling pagi ke Tanjung Pandan, Belitung. Di hari itu, fokus eksplorasinya ada di daerah Belitung Timur yang jaraknya kurang lebih 80km dari kota Tanjung Pandan. Kalau kuperhatikan dalam beberapa paket tour, eksplorasi daerah Belitung Timur ini seringkali dilakukan di hari pertama. Mungkin ada pertimbangan karena biasanya wisatawan mengejar pesawat yang paling pagi, jadi kurang tidur. Perjalanan ke Belitung Timur yang makan waktu cukup lama 1.5-2jam bisa digunakan untuk tidur dan beristirahat.

5D 4N Trip to Belitung

Mengeksplorasi Belitung bersama keluarga adalah salah satu wishlistku di tahun ini. Untuk merealisasikan wishlist ini, tentunya jadwalnya juga pas sedang liburan anak-anak sekolah. Dari awal tahun, sudah diputuskan agar trip ini dilakukan di tengah tahun ketika anak-anak liburan kenaikan kelas. Selain karena biasanya waktu liburannya lebih lama sehingga bisa lebih fleksibel jadwalnya, di akhir tahun biasanya sudah menjadi jatah untuk pulang kampung.

Berdasarkan informasi yang kudapatkan dari internet, untuk mengeksplorasi Belitung seharusnya cukup 3 hari 2 malam saja. Spot-spot yang penting dan ikonik di Belitung dapat dikunjungi dalam rentang waktu ini. Namun karena aku berharap liburan ini bisa dinikmati tanpa perlu dikejar-kejar waktu, kami putuskan untuk liburan disana selama 5 hari. Dan dengan alasan nggak mau ribet juga, kami menggunakan jasa tour lokal disana (Belitung Tours). Jadi udah terima bersih, tinggal pilih paket, hotel, dan itinerary, dan bayar. Karena tidak ada paket 5 Hari 4 Malam, kami mengambil paket reguler 4 Hari 3 Malam + 1 Paket Hari untuk mengunjungi Pulau Leebong.

Berdasarkan itinerary awal yang tertera di situsnya berikut adalah titik-titik yang akan kami kunjungi:

Itinerary Utama
Day-1
  • Sarapan di Mie khas Belitung
  • SD Muhammadiyah Gantong (SD Laskar Pelangi)
  • Rumah Keong (Dermaga Kirana)
  • Museum Kata Andrea Hirata
  • Kampung Ahok
  • Vihara Dewi Kuan In
  • Pantai Burung Mandi

Day-2
  • Pantai Tanjung Kelayang
  • Hopping Island + Snorkeling: Pulau Pasir, Pulau Batu Berlayar, Pulau Lengkuas
  • Explore Pulau Kelayang & Goa Kelayang

Day-3
  • Pantai Bukit Berahu
  • Pantai Tanjung Tinggi
  • Pantai Tanjung Pendam

Day-4
  • Spot Oleh-oleh
  • City Tour: Rumah Adat Belitung
  • Danau Kaolin

Itinerary Tambahan (1 hari terpisah)
  • Full Day explore Pulau Leebong

Namun pada hari H, itinerarynya berubah. Nggak berubah banget sih, tapi ada beberapa yang dimodifikasi. Dan ternyata itinerarynya juga bisa fleksibel selama dikomunikasikan dengan driver kami yang bertugas mengantarkan dan mendampingi kami mengunjungi spot-spot di itinerary, sekaligus menjadi tour guide dan fotografer.


Berikutnya

Selasa, Juli 14, 2026

Short Trip Kota Yogyakarta

Pada awal bulan Juli ini, aku ikut berpartisipasi dalam event sepeda Lakoni 600K di Yogyakarta. Biasanya aku selalu pergi membawa kendaraan sendiri. Jika eventnya start di hari Sabtu, aku selalu berangkat hari Jumat dini hari. Sampai Yogyakarta di jam-jam makan siang setelah sebelumnya mampir dulu di warung langganan di daerah Ambarawa. Namun kali ini karena ada opsi untuk memakai jasa angkut sepeda yang layanannya door-to-door, aku putuskan untuk mencobanya. Transportasi PP ke Yogyakarta aku putuskan untuk menggunakan kereta api dengan alasan lebih cepat. Sebenarnya ingin mencoba transportasi menggunakan bus, namun waktu tempuhnya nggak kaleng-kaleng: masa bedanya sampai 6 jam dengan kereta. Aku merasa terlalu mubazir waktuku dihabiskan di jalan.

Sabtu, Juli 11, 2026

Short Trip Kota Surakarta

Beberapa waktu lalu, aku berkesempatan untuk mengunjungi Kota Surakarta untuk menghadiri undangan pernikahan teman kantorku dari divisi lama. Karena acara pernikahannya di hari libur tanggal merah, dan tengah minggu pula, aku putuskan untuk tidak cuti. Jadi kesana hanya menginap semalam, dan pulang lagi ke Jakarta keesokan harinya di hari H nya. Acara pernikahannya di Karanganyar, cukup jauh dari Kota Surakarta, lumayan agak merepotkan untuk pergi-pulangnya dari Surakarta-Karanganyar.

Kesempatan ini ingin kugunakan untuk mengeksplorasi Kota Surakarta, walaupun mungkin waktuku tidak banyak hanya dari setelah acara pernikahan hingga malam hari. Dengan pertimbangan ingin sat-set dan juga ingin foto-foto, rencanaku spot-spot yang akan kukunjungi lokasinya tidak terlalu jauh dari Stasiun Solo Balapan, sehingga masih bisa kueksplorasi dengan berjalan kaki saja. Setelah berkonsultasi dengan AI dan melihat peta di area sekitaran Stasiun Solo, aku memutuskan untuk mengunjungi titik-titik ini: