Akhirnya Nokia E72 yang aku gunakan selama lebih dari 2,5 tahun terpaksa aku pensiunkan. Setelah dulu sempat kecemplung dan terpaksa ganti IC, kasus terakhir yang menimpanya adalah jatuh dari saku saat akan aku keluarkan. Anehnya, walaupun terjatuh ke karpet, namun efeknya cukup fatal. Beberapa keypad tidak bisa berfungsi. Mau nggak mau ya mesti ganti sirkuit untuk keypadnya, karena setelah diperiksa ternyata sedikit sobek.
Setelah mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk penggantian diatas, isu baterai pun melanda. Hal ini sudah kusadari sejak lama jika umur baterai Nokia E72 ku sudah berkurang. Padahal Nokia cukup terkenal dengan baterainya yang awet, sekali charge bisa untuk 3 hari. Kasus Nokia E72 ku ini, sekali charge paling bisa bertahan 24 jam, itupun tanpa ada akses data dan hanya aku gunakan untuk standby saja.
Tampilkan postingan dengan label E72. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label E72. Tampilkan semua postingan
Minggu, Agustus 05, 2012
Jumat, Juni 04, 2010
Blackberry Onyx VS Nokia E72
Setelah bertahun-tahun terbiasa menggunakan produk Nokia, akhirnya kali ini aku mencoba produk Blackberry atau BB. Kalo nggak karena terpaksa dan dipaksa ama boss, mungkin nggak bakalan menggunakan BB. Secara untuk urusan push email, Nokia E72 masih mencukupi walaupun penggunaan baterainya lebih boros. Tapi apa dikata, selagi dalam keadaan terpaksa ada yang ngejual BB Onyx dibawah harga pasaran, yawdah deh sikat aja jadinya. Tapi tentu saja Nokia E72 nya masih aku gunakan karena memang BB dan Nokia menurutku bisa saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhanku.
Setelah hampir dua bulan menggunakan BB Onyx, mungkin bisa aku paparkan sedikit perbedaan dan dari sisi kelebihan + kekurangan masing-masing produk.
Blackberry Onyx:
Dengan menggunakan BB, kita dapat terkoneksi ke internet selama 24 jam. Dan karena datanya dikompresi, jadi transfer datanya lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan produk lain walaupun dalam jaringan yang sama. Secara experience ke pengguna, BB lebih unggul karena lebih cepat ketika me-load halaman web karena memang isinya kebanyakan teks, jadi kompresinya bisa maksimum. Kalo digunakan untuk me-load gambar, baru deh terasa agak lemot kalo menggunakan jaringan 2G.
Karena terkoneksi dengan internet, jadi informasi-informasi yang menggunakan internet seperti instant messaging dan push email bisa dilakukan lebih realtime. Dan hebatnya lagi penggunaan baterainya pun cukup awet jika dibandingkan dengan Nokia yang terus-terusan dipaksa online selama 24 jam sehari.
Killer application dalam BB menurutku adalah Blackberry Messenger atau BBM. Fitur ini tentunya memiliki kelebihan-kelebihan dibandingkan dengan aplikasi instant messaging seperti Yahoo Messenger atau Google Talk. Dengan BBM, pengguna bisa mengetahui apakah pesan yang dikirimkan sudah terdeliver ke BB pengguna yang dituju, dan bahkan bisa tahu apakah pesan yang dikirim sudah dibaca atau belum. Terlebih lagi dengan fitur Group yang memungkinkan para pengguna berdiskusi secara real time. Inti-intinya sih kalo cuma perlu push email saja, handset-handset vendor lain sudah punya fiturnya. Tapi sayangnya tidak memiliki killer application semacam BBM ini. Tentunya fitur ini sangat membantu jika banyak relasi kita yang juga sudah menggunakan BB.
Untuk fitur multimedia, BB Onyx dilengkapi dengan player musik dan video. Malah menurutku kualitas suara speakernya lebih baik dibandingkan dengan Nokia E72. Resolusi layarnya pun 480x320, lebih besar dibandingkan dengan Nokia E series yang hanya 320x240. Untuk menonton video, kualitas gambarnya lebih tajam tentunya.
Tentunya selain kelebihan-kelebihan diatas, BB juga memiliki beberapa kekurangan yang diantaranya:
Nokia E72:
Bisa dikatakan, untuk fitur-fitur yang berkaitan dengan internet, BB memiliki experience yang lebih baik dalam pengunaannya. Walaupun telah tersedia paket Nokia Email & Messaging, dengan harga yang jauh dibawah paket langganan Blackberry, tetap saja penggunaannya kurang diminati. Padahal dengan berlangganan paket internet unlimited dari operator, pengguna Nokia bisa melakukan semua fungsi yang disediakan oleh BB seperti layanan Push Email, chatting, dan berinternet ria sepuasnya + handsetnya bisa pula dijadikan modem jadi bisa digunakan untuk internetan melalui PC atau laptop. Inilah salah satu kelebihannya, walaupun bisa saja pengguna BB berlangganan paket layanan BB + paket unlimited, tetapi biayanya tentu jadi membengkak.
Kelebihan lain yang dimiliki Nokia E72 adalah handset ini mendukung protokol ActiveSync yang digunakan oleh Microsoft Exchange. Jadi pengguna korporat dapat selalu terkoneksi dengan email kantornya yang mencakup sinkronisasi email, kontak, notes, dan kalender. Sementara di Blackberry pengguna harus berlangganan pake Blackberry Enterprise atau BES untuk dapat menikmati fitur ini (BIS hanya bisa melakukan sinkronisasi email dan kalender satu arah dari server ke handset). Tentunya paket berlangganan BES lebih mahal dibanding dengan BIS.
Selain itu Nokia E72 kini dilengkapi dengan Ovi Maps yang lisensi navigasinya gratis. Terlebih lagi, untuk memanfaatkan fitur ini pengguna tidak perlu online karena peta offlinenya bisa diunduh terlebih dahulu. Jadi untuk me-load petanya bisa lebih cepat dibandingkan dengan Blackberry Maps yang penggunanya harus selalu terkoneksi.
Aplikasi-aplikasi yang tersedia untuk Nokia E72 pun lebih banyak. Nokia E72 mendukung aplikasi-aplikasi yang menggunakan platform Java dan Symbian 3rd generation. Jika dihitung dari jumlah aplikasi yang beredar, aplikasi yang bisa digunakan pada Nokia E72 lebih banyak jika dibandingkan dengan Blackberry. Ibaratnya, beli HP Nokia tanpa embel-embel mesti langganan paket internet masih lebih baik daripada membeli BB tapi hanya digunakan untuk nelpon dan SMS.
Jika dibandingkan dengan Onyx, kekurangan-kekurangan E72 antara lain:
Blackberry cocok untuk pengguna yang kebutuhan akses internetnya tinggi, pengguna korporat yang selalu mobile dan kebutuhan akan informasinya tinggi, dan pengguna yang nggak mempermasalahkan budget untuk berlangganan Blackberry. Walaupun bisa aja sih pengguna yang kebutuhan akses internetnya rendah, setelah membeli BB, bisa jadi autis karena ingin selalu exist di dunia maya.
Dengan harga yang lumayan jauh dari Onyx, E72 menurutku lebih cocok digunakan oleh pecinta gadget dan pengguna yang ingin memiliki akses ke internet tapi tidak terlalu sering. Walaupun harga handsetnya lebih murah, tapi dukungan aplikasinya lebih banyak dan terlebih lagi tidak dikenakan biaya berlangganan untuk memanfaatkan fitur-fiturnya (kecuali biaya pemakaian GPRS).
Memang bingung juga sih membandingkan keduanya, karena pada akhirnya yang kurasakan setelah memiliki kedua gadget ini, keduanya saling melengkapi. Nokia E72 lebih kugunakan untuk fitur Maps + hiburan dari aplikasinya + modem. Sementara untuk surfing di web + chatting + membuka dan mengirim email + nonton video aku gunakan Onyx.
Setelah hampir dua bulan menggunakan BB Onyx, mungkin bisa aku paparkan sedikit perbedaan dan dari sisi kelebihan + kekurangan masing-masing produk.
Blackberry Onyx:
Dengan menggunakan BB, kita dapat terkoneksi ke internet selama 24 jam. Dan karena datanya dikompresi, jadi transfer datanya lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan produk lain walaupun dalam jaringan yang sama. Secara experience ke pengguna, BB lebih unggul karena lebih cepat ketika me-load halaman web karena memang isinya kebanyakan teks, jadi kompresinya bisa maksimum. Kalo digunakan untuk me-load gambar, baru deh terasa agak lemot kalo menggunakan jaringan 2G.
Karena terkoneksi dengan internet, jadi informasi-informasi yang menggunakan internet seperti instant messaging dan push email bisa dilakukan lebih realtime. Dan hebatnya lagi penggunaan baterainya pun cukup awet jika dibandingkan dengan Nokia yang terus-terusan dipaksa online selama 24 jam sehari.
Killer application dalam BB menurutku adalah Blackberry Messenger atau BBM. Fitur ini tentunya memiliki kelebihan-kelebihan dibandingkan dengan aplikasi instant messaging seperti Yahoo Messenger atau Google Talk. Dengan BBM, pengguna bisa mengetahui apakah pesan yang dikirimkan sudah terdeliver ke BB pengguna yang dituju, dan bahkan bisa tahu apakah pesan yang dikirim sudah dibaca atau belum. Terlebih lagi dengan fitur Group yang memungkinkan para pengguna berdiskusi secara real time. Inti-intinya sih kalo cuma perlu push email saja, handset-handset vendor lain sudah punya fiturnya. Tapi sayangnya tidak memiliki killer application semacam BBM ini. Tentunya fitur ini sangat membantu jika banyak relasi kita yang juga sudah menggunakan BB.
Untuk fitur multimedia, BB Onyx dilengkapi dengan player musik dan video. Malah menurutku kualitas suara speakernya lebih baik dibandingkan dengan Nokia E72. Resolusi layarnya pun 480x320, lebih besar dibandingkan dengan Nokia E series yang hanya 320x240. Untuk menonton video, kualitas gambarnya lebih tajam tentunya.
Tentunya selain kelebihan-kelebihan diatas, BB juga memiliki beberapa kekurangan yang diantaranya:
- Ada biaya tambahan untuk menggunakan layanan BB. Karena memang ada biaya lisensi yang dikenakan RIM ke operator.
- Aplikasi hanya bisa diinstall di memory internal, dan tidak bisa diinstall di memory eksternal (microSD card). Jadi ya mesti pilih-pilih. Nggak semua aplikasi yang diinginkan bisa diinstall karena keterbatasan memory internalnya.
- Waktu restart nya lama bener. Dari mulai mati sampai nyala lagi, bisa memakan waktu diatas 5 menit. Restart juga diperlukan ketika pengguna menghapus aplikasi.
- Walaupun dilengkapi dengan GPS, aplikasi mapsnya terkoneksi secara online. Jadi kalau menggunakan jaringan 2G, experience nya kurang nyaman digunakan.
- Menurutku aplikasi-aplikasi di BB tidak sekaya pada platform Symbian di Nokia. Untuk aplikasi-aplikasi seperti game tidak terlalu banyak pengembangnya, dan terlebih lagi memainkannya pun kurang nyaman karena BB menggunakan trackball/trackpad.
- Paket-paket Blackberry yang ditawarkan para operator GSM tidak mencakup kebutuhan untuk streaming video dan menjadikan Blackberry sebagai modem. Jadi kalo mau video streaming di BB siap-siap aja tagihan jebol karena akan di charge sesuai dengan tarif GPRS biasa.
Nokia E72:
Bisa dikatakan, untuk fitur-fitur yang berkaitan dengan internet, BB memiliki experience yang lebih baik dalam pengunaannya. Walaupun telah tersedia paket Nokia Email & Messaging, dengan harga yang jauh dibawah paket langganan Blackberry, tetap saja penggunaannya kurang diminati. Padahal dengan berlangganan paket internet unlimited dari operator, pengguna Nokia bisa melakukan semua fungsi yang disediakan oleh BB seperti layanan Push Email, chatting, dan berinternet ria sepuasnya + handsetnya bisa pula dijadikan modem jadi bisa digunakan untuk internetan melalui PC atau laptop. Inilah salah satu kelebihannya, walaupun bisa saja pengguna BB berlangganan paket layanan BB + paket unlimited, tetapi biayanya tentu jadi membengkak.
Kelebihan lain yang dimiliki Nokia E72 adalah handset ini mendukung protokol ActiveSync yang digunakan oleh Microsoft Exchange. Jadi pengguna korporat dapat selalu terkoneksi dengan email kantornya yang mencakup sinkronisasi email, kontak, notes, dan kalender. Sementara di Blackberry pengguna harus berlangganan pake Blackberry Enterprise atau BES untuk dapat menikmati fitur ini (BIS hanya bisa melakukan sinkronisasi email dan kalender satu arah dari server ke handset). Tentunya paket berlangganan BES lebih mahal dibanding dengan BIS.
Selain itu Nokia E72 kini dilengkapi dengan Ovi Maps yang lisensi navigasinya gratis. Terlebih lagi, untuk memanfaatkan fitur ini pengguna tidak perlu online karena peta offlinenya bisa diunduh terlebih dahulu. Jadi untuk me-load petanya bisa lebih cepat dibandingkan dengan Blackberry Maps yang penggunanya harus selalu terkoneksi.
Aplikasi-aplikasi yang tersedia untuk Nokia E72 pun lebih banyak. Nokia E72 mendukung aplikasi-aplikasi yang menggunakan platform Java dan Symbian 3rd generation. Jika dihitung dari jumlah aplikasi yang beredar, aplikasi yang bisa digunakan pada Nokia E72 lebih banyak jika dibandingkan dengan Blackberry. Ibaratnya, beli HP Nokia tanpa embel-embel mesti langganan paket internet masih lebih baik daripada membeli BB tapi hanya digunakan untuk nelpon dan SMS.
Jika dibandingkan dengan Onyx, kekurangan-kekurangan E72 antara lain:
- Baterai lebih boros untuk penggunaan online selama 24 jam sehari
- Trackpad pada nokia E72 tidak terlalu berguna dibandingkan dengan Onyx. Kalo Nokia E72 tidak memiliki navi key, bisa useless tuh handset.
- Experience untuk fitur push emailnya lumayan lah walaupun masih dibawah Blackberry. Namun aplikasi untuk chatting yang disediakan masih kurang nyaman digunakan jika dibandingkan dengan aplikasi chatting yang disediakan oleh Blackberry.
- Belum memiliki killer application seperti BBM pada Blackberry, dan sepertinya Nokia tidak akan mengembangkan aplikasi chat nya sendiri.
- Jika mengandalkan browser internal, browsing akan terasa lambat. Kebanyakan pengguna akan menginstall aplikasi Opera Mini untuk browsing, karena Opera Mini mengkompresi data yang ditransfer.
Blackberry cocok untuk pengguna yang kebutuhan akses internetnya tinggi, pengguna korporat yang selalu mobile dan kebutuhan akan informasinya tinggi, dan pengguna yang nggak mempermasalahkan budget untuk berlangganan Blackberry. Walaupun bisa aja sih pengguna yang kebutuhan akses internetnya rendah, setelah membeli BB, bisa jadi autis karena ingin selalu exist di dunia maya.
Dengan harga yang lumayan jauh dari Onyx, E72 menurutku lebih cocok digunakan oleh pecinta gadget dan pengguna yang ingin memiliki akses ke internet tapi tidak terlalu sering. Walaupun harga handsetnya lebih murah, tapi dukungan aplikasinya lebih banyak dan terlebih lagi tidak dikenakan biaya berlangganan untuk memanfaatkan fitur-fiturnya (kecuali biaya pemakaian GPRS).
Memang bingung juga sih membandingkan keduanya, karena pada akhirnya yang kurasakan setelah memiliki kedua gadget ini, keduanya saling melengkapi. Nokia E72 lebih kugunakan untuk fitur Maps + hiburan dari aplikasinya + modem. Sementara untuk surfing di web + chatting + membuka dan mengirim email + nonton video aku gunakan Onyx.
Minggu, April 25, 2010
Meng-Hack Nokia E72
Nokia E72 menggunakan OS Symbian S60 V3 yang membatasi instalasi aplikasi yang berbasis Symbian. Penggunanya hanya bisa menginstall aplikasi yang sudah 'Signed', sementara aplikasi-aplikasi yang masih 'Unsigned' tidak bisa diinstall dengan mudah. Aplikasi-aplikasi yang 'Signed' biasanya merupakan aplikasi yang memang gratisan atau yang berbayar. Dan permasalahannya, aplikasi-aplikasi 'Signed' yang berbayar tidaklah mudah untuk ditemukan. Karena biasanya aplikasi yang 'Signed' hanya dapat digunakan secara spesifik untuk handset tertentu, yang tujuannya tak lain untuk mengurangi pembajakan. Kebanyakan yang beredar dan mudah dicari adalah versi 'Unsigned' nya, yang tentunya tidak bisa diinstall langsung ke dalam handset.
Ada beberapa cara untuk meng-hack handset yang berbasis Symbian S60 V3, namun tidak semuanya berhasil untuk E72, mungkin karena baru keluar, jadi cara-cara lama sudah tidak kompatibel lagi. Namun setelah berusaha mencari informasi kemana-mana, akhirnya bisa menemukan salah satu link yang bermanfaat dari sini (http://akhpuji.wordpress.com/2009/11/24/tips-untuk-hack-nokia-e72/). Cara ini bisa aku gunakan di E72 maupun E71, dan sepertinya sih bisa diaplikasikan juga ke handset-handset S60 V3 yang lain.
Caranya sangat mudah. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:
Ada beberapa cara untuk meng-hack handset yang berbasis Symbian S60 V3, namun tidak semuanya berhasil untuk E72, mungkin karena baru keluar, jadi cara-cara lama sudah tidak kompatibel lagi. Namun setelah berusaha mencari informasi kemana-mana, akhirnya bisa menemukan salah satu link yang bermanfaat dari sini (http://akhpuji.wordpress.com/2009/11/24/tips-untuk-hack-nokia-e72/). Cara ini bisa aku gunakan di E72 maupun E71, dan sepertinya sih bisa diaplikasikan juga ke handset-handset S60 V3 yang lain.
Caranya sangat mudah. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:
- Request certificate untuk handset E72 anda. Certificate ini dapat diperoleh secara cuma-cuma di
http://cer.opda.cn/en/
Register dulu di website tersebut, lalu lakukan Log In. - Pilih menu My Certificate dan klik tombol Apply Cert
- Isi form yang tersedia. Untuk IMEI, masukan IMEI E72 anda yang dapat diakses dengan mengetik *#06#
- Klik Submit untuk me-request certificate.
- Permintaan anda akan diproses. Terakhir waktu aku melakukan request, bisa memakan waktu lumayan lama. Kalau lagi beruntung sih nggak sampai menunggu bebera jam certificate yang kita inginkan sudah bisa diunduh.
- Setelah permintaan anda diproses, akan muncul link untuk mengunduh file .cer dan .key. Unduh kedua file tersebut.
- Unduh aplikasi SignSIS Tool yang bisa diunduh melalui link berikut: http://cer.opda.cn/uploads/tools/SignSISTool.zip
- Unduh aplikasi HelloOx melalui link: http://www.4shared.com/file/137782202/e2408b8e/HelloOX2v203Unsigned.html
- Jalankan aplikasi SignSISTool. Lakukan sign aplikasi HelloOX menggunakan file .cer dan .key yang telah diunduh sebelumnya.
- Install aplikasi HelloOX yang telah di sign kedalam handset menggunakan aplikasi PC Suite.
- Jalankan aplikasi HelloOX pada handset. Akan muncul pilihan untuk meng-hack handset. Hack handset anda.
- Setelah proses selesai akan muncul aplikasi ROMPatcher. Jalankan aplikasi ini. Terdapat dua patch yang bisa diimplementasikan: Open4All_RP+ untuk membuka akses ke private folder dan Installserver_FP2 untuk menginstall aplikasi yang 'Unsigned'
Minggu, Februari 14, 2010
Kekurangan-kekurangan pada Nokia E72
Setelah lebih dari 2 bulan menggunakan E72, semakin terasa beberapa kekurangan yang dimiliki oleh ponsel ini. Namun demikian, bukan berarti ponsel ini jelek atau kurang bagus, hanya saja dalam tulisan ini aku mencoba untuk mengulas kekurangan-kekurangan yang ada. Berikut ini adalah beberapa kekurangan atau kelemahan yang cukup mengganggu:
- Ketika mengetik dengan cepat, terkadang ada beberapa karakter (sejauh yang aku tahu adalah tombol-tombol yang mewakili angka dan alphabet seperti R, T, Y, F, G, H, V, B, N, dan M) tidak muncul. Penyebabnya adalah ketika mengetik cepat, ada kemungkinan dua tombol tertekan secara bersamaan. Jika tombol yang belakangan ditekan adalah tombol-tombol diatas sementara tombol sebelumnya belum dilepaskan, karakter nya tidak akan muncul. Cobalah untuk menekan tombol A, lalu tekan salah satu tombol diatas sebelum tombol A nya dilepaskan, bandingkan jika misalnya tombol yang ditekan berikutnya adalah tombol S misalnya.
- Tombol spasi terkadang tidak mau bekerja. Entah kenapa, yang jelas tiba-tiba seperti ini. Solusi: restart HP.
- Aplikasi-aplikasi yang menggunakan jaringan internet (seperti email, browser, dan aplikasi chat) kadang-kadang hang. Semua tombol lain menjadi tidak berfungsi kecuali tombol Power yang ada bagian atas ponsel. Terpaksa deh dengan tombol tersebut Switch Off lalu menyalakannya lagi.
- Optical Navi Key nya kurang berguna. Sensitifitasnya kurang, walaupun sudah diatur di Control Panel.
- Tombol Contact berdasarkan pengaturannya, jika ditekan dengan lama akan menjalankan shortcut untuk membuat kontak baru. Tetapi nyatanya tidak demikian. Ketika tombol Contact ditekan lama, hanya muncul aplikasi Contact saja, tidak menampilkan tampilan untuk menambah contact baru. Namun demikian, kekurangan ini diperbaiki pada firmware versi 023.002
- Fungsi Send To Email tidak berfungsi dengan semestinya. Ketika akan mengirimkan catatan yang cukup panjang pada aplikasi Notes atau Active Notes melalui Email, maka catatan yang muncul pada aplikasi email nya terpotong. Alhasil, mesti kerja dua kali. Mengkopi semua isi catatannya terlebih dahulu menggunakan tombol Ctrl+A, lalu menyalinnya menggunakan Ctrl+C, dan menyisipkan catatan yang telah disalin ini ke aplikasi email dengan Ctrl+V.
- Pada Control Panel tidak ada aplikasi pengaturan untuk Memory Card yang biasanya bisa digunakan untuk melakukan format memory card atau pengaturan password pada memory card sehingga tidak bisa digunakan di handphone lain.
Selasa, Desember 22, 2009
Perbandingan Nokia E72 vs E71
Sebelumnya, aku punya HP E71 telah menemaniku selama lebih dari 1 tahun. Dan berhubung barangnya kini telah hilang, jadilah beli E72, yang digembor-gemborkan sebagai penerus E71. Karena udah lama pake E71, jadi bisa tahu bedanya seperti apa. Berikut ini adalah perbedaan-perbedaan yang menunjukkan kekuatann E72:
Ada beberapa hal yang menurutku kurang dari E72: terkadang suka bermasalah ketika dipakai untuk mengetik cepat. Beberapa keypadnya terutama keypad alphabet yang juga bisa digunakan untuk menampilkan angka, terkadang tidak menampilkan karakter yang diharapkan ketika mengetik cepat. Ini terjadi karena ketika aku menekan salah satu huruf, sementara jariku belum lepas, aku sudah menekan huruf yang lain (huruf yang bisa digunakan untuk mengetik angka), maka huruf yang kedua ini nggak akan muncul. Bikin frustasi juga sih, karena masala seperti ini nggak ada di E71. Semoga saja ini adalah bug yang bisa diperbaiki pada versi firmware berikutnya.
Kekurangan yang lain adalah, ketika aku menulis sebuah note yang lumayan panjang, lalu note ini aku kirimkan melalui email, maka isi note ini terpotong. Tidak seperti pada E71 yang langsung mengkopi seluruh isi note nya kedalam email. Kurasa ini adalah sebuah bug lain yang perlu diperbaiki di versi firmware yang akan datang. Ribet amat setiap kali mau ngirim notes, mesti Select All isi note nya, bikin email, dan paste disitu. Bener-bener nggak praktis.
Kesimpulan
Kalo nggak perlu-perlu spec hardware yang tinggi sih sebenernya E71 udah jauh dari cukup. Fitur-fitur penting seperti WLAN, GPS, 3G, QWERTY Keypad, fungsi Email, Musik udah ada semua di E71. E72 hanyalah penerus E71 yang fitur-fiturnya menurutku nggak ada yang 'baru', namun disempurnakan. Untuk pecinta gadget dan nggak ada masalah dalam urusan budget, mending beli E72 lah. Heheheh...
- Kecepatan Prosesor Prosesor yang digunakan E71 adalah 369 MHz, sementara E72 dilengkapi dengan prosesor berkecepatan 600 MHz. Perbedaan ini tentunya lumayan berpengaruh pada kecepatan load aplikasi yang tentunya membuat pengalaman menggunakan E72 menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.
- Kamera E72 dilengkapi dengan kamera beresolusi 5 MPix, sementara E71 3,2 MPix. Sebenernya sih fitur ini nggak terlalu berpengaruh, karena fitur kamera memang paling jarang aku gunakan. Nggak peduli resolusinya mau berapa MPix, hasilnya masih jauh dari ekspektasi lah.
- GPS, Kompas, dan Akselerometer Baik E71 dan E72 dilengkapi dengan GPS, namun demikian E72 dilengkapi dengan Kompas Digital dan akselerometer yang tidak ada di E71. Aku masih belum terbiasa dengan fitur ini. Untuk kompas magnetik bisa digunakan di aplikasi Nokia Maps, sementara untuk akselerometernya, belum termanfaatkan secara penuh. Belum nemu aplikasi yang pas untuk digunakan di E72 yang memanfaatkan fitur ini.
- Musik Tidak seperti E71 yang menggunakan jack 2.5mm untuk output audio, E72 menggunakan jack 3.5 mm yang lebih standar. Jadi inget sewaktu menggunakan E71 sempat BT nyari-nyari konverternya. Kalo sekarang sih mau denger musik melalui earphone tinggal colok aja, ga perlu pake konverter segala.
- Konektivitas Baik E72 dan E71 menggunakan kabel data USB yang sama, yaitu CA-101. Namun bedanya pada E72 kabel data ini bisa digunakan untuk melakukan charge baterai. Memang sih lebih lambat dibandingkan dengan menggunakan kabel charger, tetapi lebih praktis karena menyediakan dua pilihan. Siapa tahu kabel chargernya ketinggalan, kan bisa di-charge menggunakan kabel datanya. Untuk koneksi data, E72 mendukung HSDPA yang kecepatannya mencapai 10.2 Mbps dan HSUP hinggal 2 Mbps. Sementara E71 sendiri hanya mendukung HSDPA 3.6 Mbps, dan nggak ada HSUPAnya. Kecepatan uplink maksimalnya adalah 384 Kbps. Namun walaupun terkesan canggih, kayaknya nggak bakalan terlalu kepakai disini. Teknologinya belum mendukung, dan terlebih lagi udah pake paket unlimited yang speednya dibatesin jauh dibawah HSDPA ataupun HSUPA.
- Memori dan penyimpanan data (storage) E72 memiliki kapasitas penyimpanan data internal sebesar 250 MB, dua kali lebih besar dari E71 yang hanya 110 MB. Dalam paket penjualannya, E72 dilengkapi dengan microSD berukuran 4GB sementara E71 hanya 2GB. Maksimal kapasitas microSD yang didukung E72 pun dua kali lebih besar dibandingkan E71 yaitu 16GB. Terasa lumayan jauh bedanya. Namun kurasa untuk urusan kerjaan sih 4GB aja dah kebanyakan.
- Keypad Walaupun sama-sama QWERTY E72 dilengkapi dengan beberapa tombol keypad baru, yang menempati jatah tombol spasi, yang menyebabkan tombol spasi di E72 setengah kali lebih kecil dibandingkan denga E71. Selain itu, beberapa tombol dapat dijadikan shortcut ketika pengguna berada pada menu stand by: mengaktifkan/mendeaktifkan bluetooth, profil Silent, dan lampu senter. Selain itu, E72 juga dilengkapi Optical Navi Key yang memudahkan navigasi. Rada-rada aneh juga sih karena sebelumnya nggak biasa pake fitur ini. Tapi lumayan membantu ketika browsing, terutama ketika menggunakan Opera Mini. Tombol yang mungkin berguna di E72 yaitu tombol Ctrl, yang bisa digunakan sebagai shortcut untuk Select All (Ctrl+A), Cut (Ctrl+X), Copy, dan Paste ketika sedang mengedit tulisan.
- Baterai E72 menggunakan baterai yang sama dengan E71: BP-4L yang memiliki kapasitas 1500 mAH. Namun demikian sesuai dengan informasi resminya, waktu bicara dan stand by pada E72 lebih lama dibandingkan dengan E71. Pada E72, waktu bicara dan stand by nya masing-masing 13 jam dan 480 jam (pada jaringan GSM), sementara E71 10.5 jam dan 410 jam. Setelah aku coba untuk internetan dan email seharian, batrenya memang lebih awet dibandingkan E71. Entah apa karena masih beli baru kali ya. Tapi dulu rasa-rasanya sewaktu masih baru-baru pakai E71, batrenya lebih cepet abis dibandingkan dengan E72 ku sekarang.
- Personalisasi dan User Interface E72 menyediakan user interface yang lebih baik dan lebih cepat dibandingkan dengan E71 (jelas lah, kecepatan prosesornya aja beda). Terlebih lagi E72 juga dapat menampilkan animasi ketika berpindah-pindah menu ataupun aplikasi (pada HP ku, fitur ini aku disable karena berasa membuat HP jadi lambat). Audio Theme juga didukung pada E72 (pada E71 tidak ada fitur ini), walaupun aku sendiri belum nyoba fitur ini sih.
- Aplikasi Aplikasi bawaan yang terintegrasi pada E72 pada umumnya tidak berbeda jauh dibandingka dengan E71. Pada E72 ada tambahan menu Media yang dapat digunakan untuk sharing konten (gambar, musik, dan video) dan melakukan sinkronisasi konten antara E72 dengan PC melalui jaringan WLAN. Aku sendiri belum pernah mencoba fitur ini, tetapi sepertinya lumayan berguna untuk orang-orang yang kebutuhan akan konten multimedianya tinggi. Aplikasi lain yang tersedia pada E72 adalah Font Magnifier yang dapat digunakan untuk mengatur ukuran font yang digunakan pada aplikasi. Selain itu terdapat pula Software Update untuk melakukan update firmware E72 melalui jaringan WLAN atau menggunakan GPRS. Sementara itu, aplikasi seperti Download!, yang berisi katalog aplikasi yang bisa diunduh dan digunakan (kebanyakan berbayar) dan aplikasi Advanced Call Manager yang dapat digunakan untuk filter panggilan masuk, tidak disertakan dalam E72. Padahal kedua aplikasi ini cukup berguna ketika aku masih menggunakan E71. Nokia malah cenderung mengintegrasikan aplikasi-aplikasi internet semacam Facebook, YouTube, dan Ovi Store pada E72. Sepertinya sih Nokia mulai serius untuk merambah gaya hidup pengguna handset saat ini. Terlebih lagi Ovi Store yang sekarang kurasa menjadi fokus Nokia untuk menjual kontennya (mungkin karena alasan inilah menu Download! dihilangkan dari E72).
- Fitur lain Fitur lain yang menurutku lumayan membantu yaitu Noise Cancellation. Waktu itu iseng nyoba nelepon di KRL ekonomi yang sedang jalan, yang tentunya berisik banget. Ternyata suara lawan bicara bisa aku dengar dengan jelas, dan suaraku juga bisa terdengar dengan jelas oleh lawan bicara.
- Harga Ya iyalah. Jelas E72 lebih mahal daripada E71. Hargaya sendiri bisa terpaut 1,5 jt lebih mahal dibanding E71. Tapi kalo melihat spec hardware dan fitur email yang disediakan, kayaknya masih worth lah.
Namun demikian, saat ini E72 telah didukung oleh Ovi Maps versi 3.03 terbaru, dimana semua layanan navigasinya gratis (tidak perlu lisensi). Ovi Maps terbaru ini belum mendukung Nokia E71. Walaupun sama-sama Symbian 3rd edition, namun aplikasinya tidak serta merta dapat digunakan di E71. Selain layanan navigasinya yang gratis, Ovi Maps terbaru ini didukung oleh fitur-fitur lain seperti informasi even, cuaca, dan Lonely Planet yang mampu menampilkan informasi lokasi-lokasi menarik yang berada di sekitar posisi saat ini. Selain itu pengguna juga dapat berbagi informasi mengenai lokasi saat ini melalui Facebook.
Review mengenai Ovi Maps 3.03 dapat dibaca disini.
Ada beberapa hal yang menurutku kurang dari E72: terkadang suka bermasalah ketika dipakai untuk mengetik cepat. Beberapa keypadnya terutama keypad alphabet yang juga bisa digunakan untuk menampilkan angka, terkadang tidak menampilkan karakter yang diharapkan ketika mengetik cepat. Ini terjadi karena ketika aku menekan salah satu huruf, sementara jariku belum lepas, aku sudah menekan huruf yang lain (huruf yang bisa digunakan untuk mengetik angka), maka huruf yang kedua ini nggak akan muncul. Bikin frustasi juga sih, karena masala seperti ini nggak ada di E71. Semoga saja ini adalah bug yang bisa diperbaiki pada versi firmware berikutnya.
Kekurangan yang lain adalah, ketika aku menulis sebuah note yang lumayan panjang, lalu note ini aku kirimkan melalui email, maka isi note ini terpotong. Tidak seperti pada E71 yang langsung mengkopi seluruh isi note nya kedalam email. Kurasa ini adalah sebuah bug lain yang perlu diperbaiki di versi firmware yang akan datang. Ribet amat setiap kali mau ngirim notes, mesti Select All isi note nya, bikin email, dan paste disitu. Bener-bener nggak praktis.
Kesimpulan
Kalo nggak perlu-perlu spec hardware yang tinggi sih sebenernya E71 udah jauh dari cukup. Fitur-fitur penting seperti WLAN, GPS, 3G, QWERTY Keypad, fungsi Email, Musik udah ada semua di E71. E72 hanyalah penerus E71 yang fitur-fiturnya menurutku nggak ada yang 'baru', namun disempurnakan. Untuk pecinta gadget dan nggak ada masalah dalam urusan budget, mending beli E72 lah. Heheheh...
Langganan:
Postingan (Atom)