Rabu, September 30, 2026

Kopeng Short Escape: Sunset Telomoyo, Merbabu Trail Run, dan Treetop bersama Anak

Di awal bulan September lalu kami sekeluarga berlibur singkat di Kopeng. Objektif utamanya sebenarnya bukan liburan, tapi karena ada event Merbabu Trail Run yang ingin kuikuti. Selain itu, ada juga keinginan lain:

  • Mengunjungi Kopeng Treetop Adventure Park, karena anak perempuanku ingin ke sana lagi. Dua tahun sebelumnya, kami pernah ke sana dan tempatnya memberikan kesan yang sangat baik untuk anakku, jadi kupikir worth it untuk diulang. Dan kebetulan event trail run-ku lokasinya tak jauh dari sana.
  • Kopeng secara lokasi juga tak jauh dari Gunung Telomoyo, di mana setiap kali aku menginap di sini, aku selalu membawa sepeda dan gowes hingga puncaknya. Namun kali ini ada unfinished business: di event ultracycling Mangewu Mangatus Yogyakarta, aku gagal menikmati sunrise di sini karena ban bocor tiga kali, waktunya meleset. Kabarnya, sunset di Telomoyo tak kalah indah, jadi kurencanakan untuk redemption ride mengejar sunset-nya.
Tempat favorit untuk mampir kalau ke arah Magelang dan sekitarnya

Jadi weekend ini menjadi kesempatan sekali mendayung langsung untuk mencapai 3 target: gowes dan menikmati sunset di puncak Telomoyo, mengikuti event trail run, dan menemani anak bermain treetop.

Kopeng Treetop Adventure Park

Merbabu Trail Run diselenggarakan oleh Sunsetfalls Garden Resort, tempat kami pernah menginap sebelumnya. Awalnya kami berencana untuk menginap di hotel itu agar dekat dengan titik start dan finish. Main-main treetop-nya bisa sebelum atau sesudah acara trail run. Namun tampaknya hotel itu penuh karena dipakai oleh panitia dan penyelenggara. Dan beruntung di Kopeng Treetop Adventure Park masih ada kamar kosong untuk keluarga. Jadi kuputuskan untuk menginap di sana: jauh dari titik start acara lari, namun dekat dengan permainan treetop.

Sabtu, September 19, 2026

Ikhtiar, Ego, dan Kesabaran: Catatan 13 Tahun Perjalananku di Pasar Saham

Cerita ini dimulai ketika aku yang pada saat itu belum mengenal dunia saham tetiba mendapatkan opsi untuk mendapatkan saham TLKM melalui ESOP (Employee Stock Ownership Program).  Saham ini sudah lama tak berada di portofolioku, semua sahamnya kujual setelah periode lock-up nya selesai. Keputusan untuk membeli ESOP ini mungkin terlihat remeh, namun setelah waktu berlalu hingga kini, dampaknya luar biasa pada kehidupan yang aku jalani. 

Tahun 2026 adalah tahun ke-13 ku berkecimpung di pasar saham. Banyak cerita yang mewarnai perjalananku dalam rentang waktu tersebut. Banyak pelajaran yang bisa kupetik dari perjalananku di pasar saham. Bukan pelajaran finansial, namun justru yang paling banyak kurasakan adalah pelajaran tentang hidup. Yang kuingat, dulu aku cukup idealis: dunia seharusnya berjalan di kondisi ideal yang memenuhi aturan. 

Selama ini, aku pernah merasa sudah melakukan analisis dengan benar, tetapi harga saham bergerak berlawanan. Aku pernah memegang saham yang naik tinggi, tetapi gagal menjualnya di waktu yang tepat. Aku juga pernah membeli saham karena ikut-ikutan, lalu harus menanggung akibatnya. Dari sana aku mulai memahami bahwa pasar saham bukan hanya tempat menguji kemampuan membaca laporan keuangan dan key stat suatu emiten, melainkan juga tempat menguji karakter dan mental.

Kembali ke masa kini, aku tak lagi memandang kehidupan ini sebagai hitam dan putih. Banyak gradasi abu-abu di antara keduanya. Pasar saham mengajarkan bahwa manusia hanya dapat mengendalikan proses dan responsnya, bukan hasil akhirnya. Emiten yang bagus belum tentu sahamnya naik, emiten yang jelek juga belum tentu harga sahamnya turun. Pasar saham lebih terlihat sebagai panggung sandiwara, di mana para pelakunya harus lebih hati-hati dengan apa yang tampak di depan mata. Pasar saham adalah tempat di mana batu dijual seharga berlian dan berlian dijual seharga batu bukan sebagai sesuatu yang mustahil.

Di tulisan ini, aku ingin sedikit berbagi cerita dari perjalanan 13 tahunku mengarungi dunia pasar modal, sekaligus sebagai refleksi untuk diriku sendiri untuk bisa terus belajar dan berkembang.

Disclaimer: Tulisan ini bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Setiap keputusan investasi memiliki risiko dan perlu disesuaikan dengan kondisi serta profil masing-masing investor.