Selasa, Februari 17, 2026

Jabar Banten Loop: Penutup

Ada perasaan senang ketika aku berhasil menyelesaikan rute ini. Tak disangka rute yang kukira sulit, ternyata bisa dieksekusi juga. Yang menunjukkan bahwa tantangan terbesarnya adalah mental. Sementara kondisi fisik bisa disesuaikan. Walaupun di hari ketiga target jaraknya melenceng, pada akhirnya perjalanan ini bisa diselesaikan tanpa lewat dari 4 hari. Selama 1 tahun terakhir, banyak kekhawatiran ketika aku mencoba rute ini, akan memakan waktu lebih dari 4 hari. Sehingga menjadikan wishlist 2 tahun ini tidak pernah bisa tereksekusi.

Sebuah kepuasan tersendiri bagi seorang INTJ sepertiku ketika eksekusi di lapangan nggak melenceng jauh dari rencana. Tapi selalu ada faktor X. Kita nggak tahu apa yang terjadi di hari pertama maupun hari kedua. Kegagalan perencanaan di hari ketiga ini seharusnya bisa jadi masukan untuk melewati rute ini lagi: spare waktu yang cukup panjang sangat diperlukan ketika melewati segmen tanjakan panjang dan pedas. Kecepatan rata-rata 19,9 km/jam di hari itu, seharusnya bisa jadi gambaran untuk perencanaan yang lebih baik ke depan. Perencanaan matang memang penting, tapi juga diperlukan adaptability jika seandainya terjadi sesuatu yang diluar rencana.

Pada akhirnya, perjalanan ini memberikan pelajaran yang bisa dipetik: perencanaan itu penting, namun harus siap jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. We can’t predict, but we can prepare. Dengan membuat perencanaan, paling tidak kita bisa tahu baseline dari hasil yang diharapkan. Ketika kita mengeksekusi perencanaan tersebut, kita harus selalu memonitor progress, apakah masih on track, ataukah sudah melenceng sehingga memerlukan penyesuaian. Perencanaan dan eksekusi menjadi 2 hal yang saling melengkapi. Eksekusi tanpa perencanaan bisa berakhir buruk, perencanaan tanpa eksekusi, hanya akan menjadi mimpi.

Artikel utama: Yang Tersisa dari Jabar Banten Loop

Tidak ada komentar:

Posting Komentar