Selasa, Februari 17, 2026

Jabar Banten Loop Day 2: The Rolling Hell (Ciamis → Sindangbarang, 308km)

[05:45] Checkout & Logistik

Kami checkout sekitar jam 5:45 pagi. Pakaian kotor dari hari pertama kami titipkan di hotel untuk di-pick up kurir dan dikirimkan kembali ke Jakarta. Lumayan, beban berkurang. Sebelum melanjutkan, kami cari sarapan di dekat alun-alun, sekalian berfoto di sana.

Pakaian kotor dikirimkan kembali ke Jakarta, titip ke penginapan
Berfoto di spot ikonik Ciamis, lanjut sarapan

[06:00-10:00] Ciamis-Pangandaran: Ekspektasi vs Realita

Setelah sarapan, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Banjar dan Pangandaran. Secara topografi, seharusnya jalur dari Ciamis ke Pangandaran didominasi turunan, karena mengarah ke pantai. Tapi pada kenyataannya ada jalannya cukup naik turun. Ibaratnya tidak ada turunan yang gratis. Di jarak 90km yang kami tempuh, elev gain yang didapatkan berdasarkan cyclocompku sekitar 500m. Ekspektasi awalku, bisa sampai di Pangandaran sekitar jam 9 pagi, tapi kenyataannya kami baru sampai sini pukul 10:00, karena startnya agak telat habis sarapan, ditambah rutenya ternyata tak semudah perkiraan. Kalau dibandingkan dengan hari sebelumnya di mana barang bawaan lebih minim, di hari kedua ini ada 2 tambahan stel pakaian bersih yang kubawa.

Numpang foto di spot ikonik Pangandaran

[10:00-12:00] Pangandaran-Cikalong: Menyusuri Jalur Pinggir Pantai

Dari Pangandaran perjalanan dilanjutkan ke arah barat, menyusuri jalur di pinggir pantai menuju Sindangbarang yang jaraknya kurang lebih 220km lagi. Jalanan di sini relatif mulus, tapi jalannya nggak selebar jalur Banjar-Pangandaran. Ditambah lagi aspalnya agak kasar walaupun nggak banyak lubang. Cukup terasa rolling resistance-nya meningkat.

[12:00] Makan Siang: Warung Sop Iga

Kami makan siang di daerah Cikalong, Tasikmalaya sekitar jam 12 siang (km500). Kebetulan melewati warung Sop Iga, menu kuah yang memang sangat dicari. Karena agak kelaparan di sini, aku pesan porsi nasi double, 2 gelas es jeruk, 1 gelas kopi panas, dan 1 jus buah naga.


Makan siang di Cikalong


[12:00-17:00] Cuaca Berubah & Tanjakan Sebelum Pameungpeuk

Habis makan siang perjalanan dilanjutkan menuju perbatasan kabupaten Tasikmalaya dan Garut. Cuaca dari pagi yang sebelumnya cerah,  berubah menjadi mendung dan anginnya berhembus cukup kencang, menambah effort kayuhan.

sekitaran Pameungpeuk


Sebelum masuk daerah Pameungpeuk Garut, ada satu segmen tanjakan yang cukup menguras tenaga. Secara gradien sih nggak terlalu curam, tapi ya namanya sudah capek ditambah barang bawaan yang nggak sedikit, tanjakan halus pun terasa berat. Kami sampai di Pameungpeuk sekitar jam 17:00 (sekitar km580). Di sini kami melipir untuk refuelling.

[17:00-20:30] Jalur Neraka: Pameungpeuk-Rancabuaya

Dari Pameungpeuk masih tersisa jarak 85km lagi menuju Sindangbarang, yang ekspektasi awalnya sih bisa diselesaikan dalam waktu 3-4 jam. Nah, di sinilah jalur neraka dimulai.

Dari Pameungpeuk ke Rancabuaya hanya berjarak sekitar 35km, tapi di sepanjang jalur ini tak terhitung jumlah segmen rolling yang kami lewati. Nggak ada tanjakan panjang, tapi rollingnya pedes. Rata-rata tanjakan dan turunannya pendek-pendek, tapi gradiennya lumayan, sehingga di ujung tanjakan tetap perlu effort ekstra dan nge-push. Banyak energi yang terbuang di segmen ini: fisik dan emosi. Di jalur yang bisa dibilang relatif "flat" karena secara elevasi Pameungpeuk dan Rancabuaya sama-sama di dekat pantai, elev gain-nya sekitar 300m.

Melewati rute ini jadi teringat dengan rute Jabar Loop dengan arah berlawanan. Kalau diingat-ingat kembali aku jadi cukup paham kenapa waktu itu start dari Cidaun-Cipatujah yang jaraknya cuma 100km ditempuh setengah hari. Waktu itu start dari Cidaun sekitar jam 6 pagi, sampai Cipatujah sekitar jam makan siang. Start dari Cidaun langsung dihajar tanjakan pedes, setelah itu terkena segmen neraka Rancabuaya-Pameungpeuk dan terakhir disiksa lagi dengan tanjakan panjang sebelum masuk ke Cipatujah.

[21:30] Finish: Sindangbarang

Setelah sampai Rancabuaya, kami harus melewati lagi segmen pamuncak: tanjakan sepanjang kurang lebih 5km dengan gradien lumayan. Setelah itu turun menuju ke arah Cidaun. Segmen Cidaun-Sindangbarang yang berjarak kurang lebih 30km jalanannya relatif flat. Segmen rollingnya pun hanya ada 2, bisa diabaikan.

akhirnya sampai di Sindangbarang

Akhirnya sampai di penginapan sekitar jam 21:30 (km665), sedikit melenceng dari jadwal. Walaupun demikian cukup puas karena belum terlalu malam sudah bisa masuk ke penginapan. Kota Sindangbarang relatif lebih ramai dibandingkan dengan Cidaun dan Rancabuaya. Jam 10 malam masih banyak warung kaki lima yang berjualan. Kami memutuskan makan malam di dekat penginapan, beres-beres, lanjut untuk beristirahat.

Berikutnya: Jabar Banten Loop Day 3: The Mountain Test (Sindangbarang → Muara Binuangeun, 260km)

Artikel utama: Yang Tersisa dari Jabar Banten Loop

Tidak ada komentar:

Posting Komentar