Karena waktu itu hanya iseng-iseng saja, tidak ada rencana yang nyata untuk mewujudkan rute ini. Tapi ternyata di akhir tahun 2024, aku memasukkan rute ini sebagai salah satu resolusiku di 2025, yang pada akhirnya di tahun tersebut tidak terwujud juga. Banyak pertimbangan mengapa rute ini sangat sulit untuk direalisasikan:
- Waktu tempuh: berdasarkan estimasi awal, rute ini memerlukan waktu tempuh minimal 4 hari 4 malam, dengan rata-rata jarak harian yang ditempuh 300km. Jarak sejauh ini hitungannya sudah semi-race, kalau mau jam tidur layak berarti perlu meminimalisir waktu berhenti. Untuk amannya perlu reservasi 5 hari untuk menyelesaikannya, ini artinya perlu cuti 3 hari, kecuali ada long weekend.
- Logistik: Karena mau gowes dengan proper (bukan race tentunya), harapannya ya setiap hari ganti pakaian dong. Artinya setiap hari perlu 1 set jersey bib. Perjalanan 4 hari tentunya perlu bawa pakaian ganti 3 stel. Ini baru pakaian buat gowes, belum termasuk embel-embel lainnya: peralatan sholat dan pakaian untuk tidur di penginapan. Berdasarkan pengalaman ketika Jabar Loop, gowes nanjak dengan membawa banyak logistik sangat menguras tenaga. Jadi sebisa mungkin logistik bisa diatur sehingga ketika bersepeda, barang yang dibawa bisa diminimalisir.
- Kesiapan mental. Ini yang paling tricky. Ketika eksekusi nanti ya ekspektasinya mood gowes ultra-nya lagi ada dan juga siap mental untuk sengsara selama 4 hari. Dan tentunya juga agak-agak ngeri sedap kalau gowesnya sendirian, jadi harapannya ya bisa bareng-bareng dengan yang lain. Nah kalau bareng-bareng, ini juga mesti barengan dengan orang yang memiliki pace dan visi yang sama, agar target 4 hari tercapai.
Di tahun 2025 karena cuti habis terkuras urusan tak terduga, ditambah lagi mood gowes sedang di titik terendah. Kondisi ini secara tak langsung membuat rencana gowes Jabar Banten Loop ini tidak bisa tereksekusi.
Di penghujung tahun 2025 lalu, aku memasukkan kembali rute Jabar Banten Loop sebagai salah satu resolusiku di tahun 2026. Setelah melihat keseruan teman-temanku menyelesaikan event Audax Jakarta 1000K, aku merasa terinspirasi untuk bisa menyelesaikan unfinished business yang telah mengganjal dari awal tahun 2025 ini. Untuk meminimalisir jumlah cuti yang kuambil, aku mencoba membuat rencana awal dengan menyisir semua long weekend di tahun 2026. Setelah melalui berbagai pertimbangan, aku rencanakan untuk dieksekusi di tanggal 16 Januari. Menurutku semakin cepat semakin baik, mumpung masih bersemangat. Toh kalau semisal melenceng, masih ada long weekend berikutnya.
Di awal tahun 2026, kusampaikan rencana ini ke rekan gowesku Om Terry Tarigan. Bisa dibilang hanya dia goweser yang punya pace yang sama denganku, dan yang tak kalah penting: satu visi terkait dengan jam makan dan jam istirahat. Beruntungnya dia menyambut baik rencana ini, yang ternyata belakangan aku baru tahu kalau salah satu resolusinya di 2026 ini adalah gowes 3 digit. Secara tak langsung, menyelesaikan rute ini akan menyelesaikan salah satu resolusinya. 1 minggu sebelum hari H dikonfirmasi dia bisa ikut. Fase iseng-iseng berakhir. Saatnya masuk ke mode serius.
Untuk memudahkan membaca, tulisan ini kupecah menjadi beberapa part

Tidak ada komentar:
Posting Komentar