
Hari itu aku putuskan untuk masuk ke trek JPB classic, trek JPB yang dibuka pertama kali. Biasanya sih kalau aku gowes ke JPB pasti campur-campur antara JPG dan JEP (Jalur Extreme Parigi), dimana beberapa jalur JPG dimodifikasi dengan tanjakan atau turunan ekstrim. Tujuanku sih sebenarnya pengen ujicoba berapa lama waktu terbaikku ketika masuk ke dalam trek tersebut. Trek JPB adalah trek favoritku jika dibandingkan dengan trek JPG (Jalur Pipa Gas). Selain treknya lebih panjang, trek nya juga menurutku lebih aman jika dibandingkan dengan JPG. Harapanku dengan gowes serius, walaupun hanya sekedar masuk trek, jumlah kalori yang dibakar kurang lebih sama dengan ketika aku gowes uphill ke Sentul.
Well.. hasilnya nggak buruk-buruk amat. Di beberapa segmen aku mendapatkan titel KOM (King of Mountain) dari Strava. Sementara di segmen yang lain paling nggak masih bisa masuk 5 besar lah. Sepertinya di tahun 2016 ini targetku adalah memperbaiki rekor yang sudah kubuat sekarang.
Yang agak mengecewakan adalah segmen tanjakan atlet, dimana aku sempat nyasar karena rutenya sudah lama tak kulewati. Di segmen ini pula penahan telinga ear phone ku jatuh dan hilang pulak, sehingga sedikit nggak konsen. Dan yang lebih parahnya, di tanjakan atlet aku gagal karena ban belakangku selip, sepertinya karena pagi itu treknya agak licin karena embun.
Oke lah, *next time *sepertinya akan aku fokuskan untuk perbaikan waktu di segmen tanjakan atlet ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar