| suhu nya 6° C |
| suhu nya 6° C |
Setelah tertunda entah berapa lama, akhirnya aku sekeluarga berkesempatan untuk liburan ke Dieng. Dieng menjadi salah satu wishlist destinasi yang ingin kami kunjungi sejak beberapa tahun ke belakang, dan akhirnya baru bisa tereksekusi di akhir bulan Juni lalu bertepatan dengan waktu liburan sekolah anak-anak. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan di internet, banyak spot wisata yang bisa kami kunjungi di Dieng. Selain itu, aku juga berencana untuk mencoba beberapa rute tanjakan di daerah sekitaran Dieng. Dengan pertimbangan ini pada akhirnya, kami memutuskan untuk mengambil waktu liburan agak lama, yaitu selama 4 hari. Seandainya bukan karena rencana untuk mengikuti RUPS nya Samudera Indonesia di tanggal 28 Juni, mungkin akan ku-extend liburanku hingga waktu Idul Adha.
Begitu tahu rutenya seperti ini satu minggu sebelumnya, aku jadi tidak terlalu bersemangat karena rutenya melalui daerah Bogor yang cukup ramai dengan angkot, kemudian rutenya juga melalui daerah Rumpin yang terkenal dengan jalanan agak jelek dan banyak truk, dan yang terakhir rutenya dilewati daerah Jakarta dan kembali lagi ke Bekasi melalui rute Kalimalang. Terdengar bukan rute yang menyenangkan untuk gowes. Apalagi ini eventnya diadakan di hari Sabtu dimana jalanan bakalan ramai dan macet.
Seperti biasa, aku menyiapkan 2 plan untuk menyelesaikan event ini. Plan A: Gowes dengan pace ku sendiri dimana nggak pengen terlalu nge push juga, namun dengan ekspektasi di tiap CP hanya berhenti untuk scan CP dan refuel kalau memang diperlukan. Dengan rencana ini, aku menyiapkan hydration vest dengan kapasitas 2 liter. Sementara itu untuk Plan B: kalau kesamber sama peloton Sport Gel ya aku akan coba ikut gandol.
Dari awal start aku nggak grasak-grusuk, malah akhirnya ketemu temen kantor ga sampe 1km dari titik start. Akhirnya kuputuskan untuk gowes barengan aja sambil ngobrol-ngobrol. Rencananya awalnya sih begitu ketemu jalan Juanda yang ke arah Depok aku akan gowes duluan karena pace nya temenku ini juga lebih santai. Setelah gowes bareng sejauh kurang lebih 30km, pas banget ini sebelum berbelok ke jalan Raya Bogor, tetiba Om Lucky & Munir dari Sport Gel lewat dan menyapa, jadilah rencana berubah ke plan B. Aku ijin duluan ke temenku, dan langsung ugal-ugalan ngegandol mereka.
Di tahun 2023 ini, aku memiliki beberapa wishlist yang diharapkan bisa tercapai. Tadinya ingin menulis resolusi, tetapi jujur aku tidak terlalu menyukai istilah resolusi karena terkesan terlalu agresif dan seolah di tahun-tahun sebelumnya aku memiliki masalah yang harus kudapatkan solusinya di tahun 2023 ini. Di tahun ini aku ingin lebih natural saja, let it flow saja. Ada beberapa target jangka panjang, dan aku tidak ingin terlalu terburu-buru untuk mengejarnya. Menyeimbangkan antara mengejar target dan menikmati apa yang sudah ada adalah salah satu hal yang ingin kulakukan di tahun ini. Konsistensi lah yang lebih penting daripada sekedar mengejar resolusi yang sifatnya sekali saja.
Untuk harapan-harapanku di tahun ini, aku akan menuliskannya menjadi lebih spesifik sehingga akan lebih mudah untuk menilai tingkat keberhasilannya di akhir tahun nanti.
Tahun 2022 telah berakhir, dan sejauh ini 2022 menjadi tahun terbaik yang pernah kujalani. Ada beberapa pencapaian yang menurutku bisa dijadikan sebagai milestone dan layak untuk dirayakan. Could I have done it better? Tentu saja. Banyak pelajaran yang kupetik dan memberikan ruang untuk kuperbaiki di waktu yang akan datang. Namun secara umum, aku sudah cukup puas. Sejujurnya, aku lebih menyukai jalanan yang berliku dan mungkin jarang dilalui orang, jadi walaupun hasilnya kurang sesuai ekspektasi, setidaknya aku mendapat pengalaman baru.
Setelah membaca Financial Freedom karya Grant Sabatier, aku merasa perlu menuliskan kembali beberapa hal yang kuanggap penting dari buku ini. Pada awalnya aku tidak memiliki ekspektasi terlalu tinggi pada buku ini, namun setelah selesai kubaca semuanya, buku ini memberikan cukup banyak inspirasi terkait dengan rencanaku dalam mencapai kebebasan finansial dan pensiun lebih cepat. Selain itu, karena ada cukup banyak kesamaan antara pandanganku terkait dengan kebebasan finansial dengan apa yang ditulis, ini setidaknya memberikan dukungan moral dan membuatku lebih percaya diri bahwa rencanaku ini memang bisa dieksekusi, tidak sekedar rencana diatas kertas saja.