Tulisan ini kubuat sebagai catatan pribadiku, tidak kumaksudkan untuk mencari justifikasi dan validasi. Aku hanya ingin mencoba sedikit membuka diri tentang kepribadianku, caraku berpikir, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarku.
Rasanya sudah lama ingin menulis artikel terkait dengan tipe kepribadianku. Namun karena bingung mulai dari mana, akhirnya keinginan itu pudar bersama dengan waktu. Hingga pada akhirnya sekarang aku merasa harus menuliskannya karena terpikir untuk membuat seri tulisan yang berhubungan. Jadi mau tidak mau mesti ditulis dulu tulisan pembukanya agar tulisan-tulisan berikutnya bisa dilanjutkan dengan lebih mudah.
Entah sejak kapan aku berhasil mengidentifikasi kalau aku adalah seorang INTJ. Sebelum aku mempelajari tipe-tipe personality MBTI dan mengetahui kalau tipeku adalah INTJ, aku merasa kalau aku adalah bagian dari outlier, merasa tidak cocok/fit dengan lingkungan sekitar. Cara berpikirku seringkali berbeda dengan teman-temanku. Keluargaku bahkan men-cap aku tipe orang yang tidak mau bersosialisasi dengan orang lain, dan menganggap itu tidak normal. Well.. aku merasa berbeda sendiri karena mungkin tipe kepribadian ini terhitung langka, jadi tak banyak teman yang kurasa memiliki tipe kepribadian yang serupa. Ketika itu aku berpikir bahwa “kurang sosial” dan memiliki perilaku yang berbeda dengan lingkungan sekitar adalah “aneh”. Tekanan dari sekitar membuat aku berpikir demikian dan berusaha untuk memenuhi ekspektasi orang lain, yang tentunya terasa sangat berat karena seolah aku harus berubah menjadi bukan diriku sendiri.
Setelah aku mempelajari tipe-tipe personality dan mengambil tes nya, ternyata tipe kepribadianku adalah INTJ. Dari sini aku mulai melihat benang merah dari apa yang kurasakan selama ini. Aku mungkin memang berbeda dengan orang-orang pada umumnya, tetapi bukan berarti hal ini tidak normal dan aku harus mengikuti konsensus orang-orang di sekitarku. Jika selama ini aku merasa harus hidup dalam ekspektasi orang lain, kini semuanya berubah. Aku bisa menentukan untuk menjalani hidup sesuai dengan ekspektasiku, tanpa perlu peduli apa kata orang-orang sekitarku selama apa yang kulakukan tidak mengganggu dan masih logis.
Bagian tulisan berikutnya aku coba rangkum dari informasi yang kudapat dari internet, sebagai referensi yang dapat menjelaskan bagaimana cara berpikir dan perilaku INTJ pada umumnya.
Mengenal karakter INTJ
INTJ merupakan singkatan dari Introverted, iNtuitive, Thinking, dan Judging. Tipe kepribadian ini memiliki karakteristik:
- Introverted (I): Mendapatkan energi dari kesendirian dan refleksi tenang.
- Intuitive (N): Fokus pada konsep abstrak, pola, dan kemungkinan jangka panjang daripada detail langsung.
- Thinking (T): Mengandalkan logika objektif, analisis, dan rasionalitas di atas kenyamanan emosional.
- Judging (J): Lebih menyukai organisasi, struktur yang jelas, dan perencanaan yang matang.
INTJ memiliki fungsi kognitif Ni – Te – Fi – Se, yang terdiri dari Introverted Intuition, Extraverted Thinking, Introverted Feeling, dan Extraverted Sensing. Fungsi kognitif ini menggambarkan bagaimana suatu tipe MBTI memproses informasi dan mengambil keputusan, yang disusun dari yang paling dominan sampai yang paling lemah/tidak berkembang.
Dominan: Introverted Intuition (Ni)
Ini adalah otak utama INTJ. Ni bekerja dengan cara mengumpulkan informasi, pola, dan pengalaman dari waktu ke waktu, lalu memprosesnya secara bawah sadar sampai muncul sebagai satu insight atau kesimpulan yang terasa "tiba-tiba jelas." Prosesnya tidak linear. INTJ sering tidak bisa menjelaskan langkah-langkah persis bagaimana sampai pada suatu kesimpulan, tapi begitu kesimpulan itu muncul, biasanya terasa sangat meyakinkan. Ni juga yang membuat INTJ cenderung fokus pada satu visi jangka panjang.
Auxiliary: Extraverted Thinking (Te)
Fungsi pendukung yang mengubah insight dari Ni menjadi rencana konkret dan tindakan nyata. Te ini berorientasi eksternal, menyukai struktur, efisiensi, sistem, dan hasil yang terukur. Te yang membuat INTJ dikenal sebagai eksekutor: begitu visi sudah jelas dari Ni, Te langsung menyusun langkah-langkah, mengevaluasi apa yang berjalan efektif, dan membuang apa yang tidak perlu. Kombinasi Ni-Te inilah yang jadi ciri khas utama pola pikir INTJ.
Tertiary: Introverted Feeling (Fi)
Fungsi ini berkaitan dengan sistem nilai personal dan beroperasi sebagai kompas pribadi. Fi menjaga etika personal, autentisitas, dan nilai-nilai inti. Karena fungsi Fi ini tidak terlalu menonjol secara eksternal, INTJ tidak akan memperlihatkan nilai-nilainya ke luar, tapi ketika batas kompas ini dilewati reaksi yang muncul bisa sangat tegas dan tiba-tiba.
Extraverted Sensing (Se)
Berada di bagian paling bawah dari susunan sadar, Se berurusan dengan lingkungan fisik langsung dan masukan sensorik. Karena ini fungsi inferior, INTJ sering kurang nyaman dengan situasi yang serba mendadak atau butuh reaksi cepat tanpa persiapan. Ini yang menjelaskan kenapa INTJ cenderung benci kejutan dan lebih suka semua direncanakan jauh-jauh hari.
Kurang lebih itulah penjelasan teknisnya, sekarang kembali ke ceritaku.
And Now I Know Why
Setelah mengetahui tipe kepribadianku, aku merasa sangat tercerahkan. Karakterku yang bisa dibilang “kurang bersosialisasi” adalah berasal dari karakter Introvert yang memang lebih senang menyendiri. Energiku justru banyak habis dalam keramaian yang memaksaku untuk berinteraksi dengan banyak orang sekaligus. Karakter inilah yang membuatku cenderung lebih memilih-milih teman, bisa menjalin hubungan yang lebih mendalam, dibandingkan dengan banyak koneksi tapi dangkal.
Karakter Intuitive atau mungkin lebih nyambung dengan fungsi kognitif Introverted Intuition membuat otakku seolah tak mau berhenti bekerja. Dulu aku merasa aneh sekali karena sering merasa overthinking untuk hal-hal yang remeh. Ketika aku diam, otakku secara alam bawah sadar akan selalu berusaha mencari sesuatu untuk dipikirkan. Mungkin hal inilah yang membuatku merasa seolah mudah untuk “menebak” situasi apa yang akan terjadi kedepannya dengan mengamati kejadian-kejadian atau pola-pola tertentu. Dulu aku merasa aneh, karena aku bisa menyadari jika ada yang tidak beres, sementara teman-temanku tampaknya biasa-biasa saja dan tidak menyadari apa yang menurutku sudah terlihat jelas gejalanya.
Aku dulu pernah dicap kurang memiliki empati. Namun kalau kuperhatikan baik-baik ini berasal dari karakter Thinking ku yang lebih dominan dibanding Feeling. Ini membuatku berusaha untuk melihat sesuatu permasalahan secara logis. Kombinasi karakter ini dan fungsi kognitif Introverted Feeling (Fi) membuatku memiliki kompas pribadi atau moral code sesuai logikaku tadi. Karena aku menggunakan logika, aku merasa semua orang harus diperlakukan sama. Tak peduli itu keluarga, tetangga, ataupun teman. Jadi dalam pandanganku kalau ada anggota keluarga yang misal bermasalah karena tindakannya sendiri aku tidak akan terlalu berempati. Salah adalah salah, tak peduli itu orang asing atau keluarga sendiri.
Kombinasi Thinking dan fungsi kognitif Introverted Intuition juga membuatku cenderung lebih banyak fokus pada pemikiran dan duniaku sendiri. Jadi sekarang rasanya aku merasa wajar saja jika dulu aku pernah di-judge kurang peka terhadap sekitar, dan terkesan cenderung egois. Ini adalah salah satu kekurangan INTJ yang kuakui paling sulit untuk diubah. Mungkin karena inilah aku cenderung menghindari interaksi yang tidak perlu dengan orang-orang, sehingga kekuranganku ini tidak ter-expose.
Sementara itu karakter Judging mungkin tidak menyebabkan aku merasa aneh sendiri di lingkunganku. Aku merasa banyak orang-orang di sekitarku yang memiliki kemampuan dalam menyusun rencana dan strategi. Namun mungkin karena aku memiliki fungsi kognitif Extraverted Sensing (Se) yang berada di urutan paling bawah, seringkali aku merasa kagum dengan kemampuan orang-orang di sekitarku ketika mereka berhadapan dengan situasi yang spontan dan mendadak, yang memiliki refleks yang baik untuk merespon. Sementara kondisi ini malah membuatku lemot dan nge-blank. Seolah otakku berhenti berpikir, mogok. Karena inilah mungkin karakter Judging ku dominan, berusaha untuk menutupi kekurangan itu dengan membuat plan A, plan B, dst dengan harapan bisa mengakomodir semua kondisi.
Now What?
Kini aku menyadari bahwa mengenali tipe kepribadian diri sendiri itu sangatlah penting dan kusesali tidak kupelajari dari dulu. Dengan mengenali lebih awal, setidaknya seharusnya aku akan lebih bisa menerima diriku sendiri apa adanya, tanpa perlu mempertimbangkan tekanan dari lingkungan sekitarku yang “mengharapkan” aku untuk berubah. Ini juga mengubah cara pandang terhadap lingkungan sekitarku, bahwa setiap orang memiliki karakter yang unik. Berbeda karakter itu wajar, dan tak perlu juga untuk mengharapkan orang lain untuk berpikir dan bertindak sama dengan kita. Sebagai seorang INTJ sedang belajar untuk menjadi lebih bijak, saat ini aku cenderung menghindari debat kusir yang tidak menghasilkan apa-apa, tak perlu menghabiskan energi untuk mencari validasi dan menunjukkan ego.
Kutipan ini mungkin menggambarkan diriku saat ini:
“I am at that stage of my life where I keep myself out of arguments. Even if you tell me 1 + 1 = 5, you are absolutely right. Enjoy."
Tak semua tantangan harus diselesaikan, tak semua pertarungan harus dimenangkan. Ekspektasi orang lain bukan menjadi obligasi untuk dipenuhi, tak perlu didebat, cukup berikan jarak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar