Sesuai dengan postingan sebelumnya mengenai berbagai macam sensor yang digunakan dalam bersepeda, power meter merupakan salah satu sensor yang keberadaannya cukup penting, khususnya dalam sesi training. Harganya yang cukup mahal sempat membuatku berpikir dua kali untuk membelinya. Namun demikian sensor ini menjadi salah satu perangkat sepeda yang menurutku paling worth untuk dibeli di tahun 2017 lalu. Alih-alih meng-upgrade group set yang sudah direncanakan jauh-jauh sebelumnya, aku putuskan untuk membeli power meter, yang ternyata lebih memberikan manfaat.
Selasa, April 03, 2018
Minggu, Januari 21, 2018
Mengenal berbagai macam sensor dalam bersepeda
Dalam bersepeda, biasanya ada beberapa perangkat yang digunakan untuk merekam aktivitas bersepeda itu sendiri. Perangkat tersebut memiliki fungsi secara spesifik dan dapat membantu si pesepeda untuk mengetahui berbagai macam informasi selama aktivitas bersepeda itu sendiri. Sensor-sensor ini tentu saja bersifat opsional. Namun jika Anda adalah pesepeda yang cukup antusias, dengan mengetahui lebih banyak informasi tentunya dapat membantu Anda untuk melakukan improvisasi.
Jumat, Januari 05, 2018
BFC Mini Farm Bintaro
Beberapa waktu lalu, warga komplek perumahanku mengadakan acara yang bertema “Satu Hari Bersama Ayah”. Sesuai dengan namanya peserta acara ini hanya anak-anak dan para ayah saja, sementara para ibu tidak ikut serta. Belakangan aku baru tahu sementara para ayah menemani anak-anaknya bermain, para ibu bersenang-senang sarapan dan ngopi-ngopi cantik di hotel 🤦🏻♂️. Nah, acaranya diadakan di BFC Mini Farm Bintaro. Lokasinya dipilih karena cocok untuk anak-anak, dan tidak hanya bersenang-senang, namun ada edukasinya juga. Pada awalnya kupikir karena namanya ada kata-kata “farm” nya, tempatnya akan menyediakan edukasi mengenai bercocok tanam, ternyata istilah “farm” disini untuk peternakan hewan.
Kamis, Desember 07, 2017
Catatan Liburan ke Pangandaran
![]() |
| sunset di Pangandaran |
Aku dan anak-anak berangkat jam 3 pagi di hari Sabtu. Perjalanan masih cukup panjang karena harus menjemput istriku dulu di Bandung dan kemudian mampir dulu di Ciamis untuk membeli abon untuk oleh-oleh sekaligus bertemu dengan teman lamaku. Tak lupa aku mengunjungi Bakso langgananku ketika SMA dulu.
Jika ditotal sih waktu yang diperlukan sekitar 12 jam, termasuk melipir sebentar si Bandung, dan beristirahat kurang lebih 2 jam di Ciamis. Seandainya nggak mampir-mampir dulu, tentunya bisa lebih cepat. Dan karena perjalanannya didominasi di pagi dan siang hari, jalanannya pun ramai.
Senin, Oktober 16, 2017
Pengalaman Mengurus e-KTP di Tangerang Selatan
Sebenarnya sampai sekarang aku masih bingung apa definisi e-KTP itu. Apakah e-KTP itu dilihat dari fisiknya (lebih tebal daripada KTP konvensional) atau dilihat dari NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang merupakan identitas tunggal dari si pemiliknya. Sebelum pindah ke Tangerang Selatan di tahun 2013 lalu, aku sudah memiliki e-KTP yang dibuat di Jakarta, yang artinya data-data biometrik seperti sidik jari dan scan retina mataku sudah tersimpan di server. Namun ketika pindah, karena blangko nya sudah habis, aku diberikan KTP biasa namun NIK tidak berubah. Paling nggak walaupun fisik KTP nya sendiri masih konvensional, namun data-dataku seharusnya sudah terdaftar.Rabu, Oktober 04, 2017
Menikmati Keindahan Kawah Ijen
![]() |
| pemandangan kawah Ijen |
Senin, September 11, 2017
Catatan Liburan Ke Yogyakarta
Di acara gowes Tour de Ambarrukmo (TdA) yang diadakan pada tanggal 22 Juli lalu, aku memutuskan untuk sekalian mengajak keluargaku liburan ke Yogyakarta. Hitung-hitung biar kedepannya lebih gampang untuk mendapatkan VISA gowes , jadi kalau memungkinkan acara gowes di luar kota bisa dibarengin dengan liburan bersama keluarga. Dan agar lebih mudah transportasi nya, aku putuskan untuk berkendara ke Yogya, selain lebih irit, bisa lebih fleksibel juga. Sekalian mau menjajal ketahanan tubuhku untuk nyetir dengan jarak yang cukup jauh.Aku putuskan untuk mengambil cuti selama 3 hari, dari Jumat sampai hari Selasa di minggu depannya. Hari Jumat sampai di Yogya, dan hari Senin pulang kembali ke Jakarta. Sementara hari Selasa untuk jaga-jaga jika kecapaian di jalan. Anak-anak juga ijin dari sekolahya. Kebetulan baru masuk 1 minggu, jadi nggak apa-apa lah. Toh liburan keluar kota seperti ini juga jarang-jarang.
Selasa, Agustus 22, 2017
Tour de Ambarrukmo 2017
Pada tanggal 22 Juli lalu grup Ambarrukmo menggelar event gowes Tour de Ambarrukmo 2017, yang rutenya mengelilingi berbagai wilayah di sekitaran Yogyakarta. Di brosurnya, rute yang ditempuh sejauh 148 km, dan dibagi menjadi 5 segmen dan 4 pitstop. Start dan Finish di lokasi yang sama: Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Di antara pitstop ke-2 dan ke-3 ada segmen tanjakan untuk KOM/QOM dengan elevasi kurang lebih sekitaran 300-400m.
Sabtu, Juni 10, 2017
🚵 Gowes Edisi Nanjak: Sentul - Pinus 🌲
![]() |
| Pemandangan di titik finish |
Yang membuatku penasaran adalah total elevasi yang didapat, yaitu sekitaran 2000m, padahal jaraknya hanya 60km saja. Elevasi di titik finishnya juga sekitaran 1000mdpl, masih dibawah Mang Ade (Puncak Pass) yang memiliki elevasi 1450mdpl. Nah, ini kan artinya jalanan sepanjang rute ini berbukit-bukit alias naik turun. Informasi lain yang aku dapatkan adalah jalanan sepanjang rute ini tidaklah mulus, dan sangat tidak disarankan menggunakan Road Bike, karena ngeri ketika turunan + jalanan rusak nya.
Sabtu, Mei 06, 2017
Ulasan Wahoo ELEMNT
Beberapa waktu yang lalu aku membeli ELEMNT, perangkat bike computer keluaran Wahoo yang sudah dilengkapi dengan GPS. Sejauh ini, sebenarnya kebutuhanku untuk merekam aktivitas bersepedaku sudah cukup terakomodasi oleh aplikasi Cyclemeter + Strava. Sementara untuk dapat memonitor kecepatan, heart rate, dan cadence secara realtime, aku sudah cukup puas menggunakan RFLKT keluaran Wahoo juga. iPhone yang aku gunakan berfungsi sebagai bike computer nya, dan informasi nya akan ditampilkan melalui RFLKT.
Namun demikian godaan untuk memiliki ELEMNT sangatlah besar, apalagi di Bukalapak aku menemukan ada yang menjual barang ini dengan harga Rp4,5 juta saja. Beda tipis lah dari harga aslinya USD 329, dan pada umumnya ELEMNT dibanderol dengan harga diatas Rp 5 juta di Bukalapak, dan bahkan ada juga yang menjualnya di harga Rp 6 juta an. Salah satu kekurangan yang paling mendasar ketika menggunakan handphone sebagai bike computer adalah borosnya konsumsi baterai, terutama untuk aktivitas gowes yang memakan waktu cukup panjang. Selain itu untuk aktivitas gowes yang mengharuskanku untuk melihat rute dan arah secara rutin, terasa sangat merepotkan jika aku harus sering berhenti untuk melihat peta di handphone. Kedua hal ini menurutku sudah cukup menjustifikasiku untuk membeli perangkat ini. 😁
Namun demikian godaan untuk memiliki ELEMNT sangatlah besar, apalagi di Bukalapak aku menemukan ada yang menjual barang ini dengan harga Rp4,5 juta saja. Beda tipis lah dari harga aslinya USD 329, dan pada umumnya ELEMNT dibanderol dengan harga diatas Rp 5 juta di Bukalapak, dan bahkan ada juga yang menjualnya di harga Rp 6 juta an. Salah satu kekurangan yang paling mendasar ketika menggunakan handphone sebagai bike computer adalah borosnya konsumsi baterai, terutama untuk aktivitas gowes yang memakan waktu cukup panjang. Selain itu untuk aktivitas gowes yang mengharuskanku untuk melihat rute dan arah secara rutin, terasa sangat merepotkan jika aku harus sering berhenti untuk melihat peta di handphone. Kedua hal ini menurutku sudah cukup menjustifikasiku untuk membeli perangkat ini. 😁
Langganan:
Postingan (Atom)




