Sayangnya walaupun di Apple App Store nya sudah dinyatakan bahwa OS X Lion sudah terinstall, tidak disediakan pilihan untuk megngunduh ulang installernya, kecuali untuk pengguna Mac yang sebelumnya mengupgrade OS nya ke OS X Lion. Terpaksa ditempuh jalur-jalur yang sedikit ilegal, mengunduh installernya melalui torrent ataupun forum-forum underground. Tetapi masalahnya tidak berhenti sampai disini, karena kebanyakan versi yang aku unduh ternyata tidak kompatibel dengan MacBook Air ku tanpa disertai dengan informasi yang cukup jelas. Bahkan aku sudah mencoba beberapa kali membuat installer di USB flash disk dari beberapa sumber yang berbeda tetapi hasilnya nihil. Setiap kali aku coba untuk boot melalui USB flash disk, selalu gagal dan muncul simbol forbidden dengan background abu-abu. Titik terang mulai aku dapatkan ketika aku mencoba untuk booting USB flash disk tersebut pada MacBook Pro milik temanku. Booting berjalan dengan sukses, dan installer bisa dijalankan. Aku menyimpulkan bahwa versi installer untuk MacBook Air yang versi terbaru ini tentunya berbeda dengan installer untuk versi MacBook yang sebelumnya.Senin, September 19, 2011
Installer OS X Lion untuk MacBook Air 2011
Sayangnya walaupun di Apple App Store nya sudah dinyatakan bahwa OS X Lion sudah terinstall, tidak disediakan pilihan untuk megngunduh ulang installernya, kecuali untuk pengguna Mac yang sebelumnya mengupgrade OS nya ke OS X Lion. Terpaksa ditempuh jalur-jalur yang sedikit ilegal, mengunduh installernya melalui torrent ataupun forum-forum underground. Tetapi masalahnya tidak berhenti sampai disini, karena kebanyakan versi yang aku unduh ternyata tidak kompatibel dengan MacBook Air ku tanpa disertai dengan informasi yang cukup jelas. Bahkan aku sudah mencoba beberapa kali membuat installer di USB flash disk dari beberapa sumber yang berbeda tetapi hasilnya nihil. Setiap kali aku coba untuk boot melalui USB flash disk, selalu gagal dan muncul simbol forbidden dengan background abu-abu. Titik terang mulai aku dapatkan ketika aku mencoba untuk booting USB flash disk tersebut pada MacBook Pro milik temanku. Booting berjalan dengan sukses, dan installer bisa dijalankan. Aku menyimpulkan bahwa versi installer untuk MacBook Air yang versi terbaru ini tentunya berbeda dengan installer untuk versi MacBook yang sebelumnya.Sabtu, September 17, 2011
MacBook Air 2011
Akhirnya kesampean juga untuk merealisasikan salah satu wish list di tahun ini: membeli laptop baru, yang akhirnya pilihanku jatuh pada MacBook Air. Beruntung aku tidak terburu-buru membeli pada waktu itu karena mendengar rumor akan adanya seri MacBook Air yang terbaru setelah Apple merilis OS X Lion. Dan ternyata benar saja, karena menurutku perbedaannya lumayan signifikan dibanding dengan seri MacBook Air sebelumnya yang dirilis pada bulan Oktober 2010 lalu. Perbedaan yang cukup signifikan adalah dari sisi processor yang kini menggunakan Core i5 dan memory yang telah ditingkatkan menjadi 4 GB (walaupun ada seri yang masih menggunakan memory 2 GB), selain itu MacBook Air terbaru dilengkapi dengan fitur backlit keyboard dan port Thunderbolt yang memiliki kecepatan transfer hingga 10Gbps.
Pilihanku jatuh pada seri MacBook Air dengan spesifikasi layar 11.6 inch, SSD 128 GB, memory 4 GB, dan berat sekitar 1 kg yang menjadikannya praktis untuk dibawa kemana-mana. Dengan spesifikasi diatas, laptop ini sudah lebih dari cukup untuk mengerjakan pekerjaan sehari-hari, dari mulai pengolahan dokumen, hiburan, sampai photo editing. Percayalah bahkan dengan clock processor yang lebih rendah, performanya terbilang sangat baik karena didukung oleh media penyimpan yang menggunakan SSD, dimana setelah aku lakukan benchmark, kecepatan bacanya bisa mencapai 200 MB/s. Perbedaan ini sangat signifikan dibandingkan dengan media penyimpan yang menggunakan kepingan magnetik. Pada MacBook Air, proses booting dan startup aplikasi dapat berjalan dengan cepat.
Menurutku berikut adalah kelebihan-kelebihan yang aku sukai dari MacBook Air Mid 2011:
- Processor sudah menggunakan Core i5/i7 (dual core + hyperthreading), tentunya lebih cepat daripada generasi Core 2 Duo pada Mac Book Air sebelumnya
- Media penyimpanan yang menggunakan SSD (Solid State Disk). Setelah menjajal kemampuan dan performa SSD ini, jadi kepikiran nanti kalau mau upgrade PC akan kugunakan media penyimpanan untuk OS dan aplikasinya. Walaupun jauh lebih mahal, tapi sepertinya worth lah, sebanding dengan performanya.
- Ringan seri 11.6 inch memiliki berat 1,08 kg sementara seri 13.3 inch memiliki berat 1,35 kg
- Sudah menggunakan OS X yang terbaru: OS X Lion. Paling nggak bisa berhemat $ 29 untuk upgrade ke OS X Lion (tentunya secara legal)
- Port Thunderbolt. Audio Output dimungkinkan melalui port ini. Jadi jika seri ini dihubungkan ke perangkat seperti TV melalui HDMI (yang tentunya membutuhkan konverter Mini Display Port to HDMI), audio yang keluar dari MacBook bisa didengar melalui TV.
Kekurangan-kekurangannya:
- Media penyimpanannya tidak terlalu besar. Karena menggunakan SSD yang harganya memang lumayan mahal, kapasitas penyimpanannya tidak terlalu besar. Walaupun sebenarnya sih 128 GB sudah cukup, tapi menurutku agak-agak pas-pasan kalau kita memiiki banyak dokumen seperti video dan foto yang memerlukan kapasitas yang cukup besar.
- Walaupun sudah menggunakan Port Thunderbolt, sayangnya sepertinya belum banyak perangkat yang menggunakan port ini di pasaran. Aku berharap Apple menyediakan dock untuk Thunderbolt ini. Paling nggak ada docking nya yang outputnya USB 3.0 atau eSata dimana kecepatan transfernya jauh lebih baik daripada USB 2.0 namun perangkat yang menggunakan protokol tersebut sudah banyak di pasaran.
Selasa, Juli 05, 2011
Ekspresi Quanta
Akhirnya berhasil juga mengabadikan beberapa ekspresi dede Quanta dalam beberapa jepretan. Dari ekspresi penasaran, bengong, nangis, tertawa, hingga tertawa lepas. Nggak rugi memang punya lensa fix 35mm. Walaupun terhitung sebagai lensa murah, tapi untuk memotret bayi, far more beter lah dibandingkan dengan lensa fix ku yang 85mm. Tak sabar untuk bisa mengabadikan momen-momen yang lain nih.
Minggu, Juli 03, 2011
Commuter Line Berhasil atau Gagal?
Perubahan yang langsung terasa adalah penyesuaian jadwal karena sekarang semua kereta berhenti di setiap stasiun. Berhubung sekarang aku tinggal di Bekasi dan sebelumnya aku biasa naik Express, jadwalnya tidak terlalu mengganggu. Waktu tempuh memang lebih lama, tetapi perubahannya tidak terlalu signifikan karena antara Bekasi dan stasiun tujuanku, Manggarai tidak terlalu banyak stasiun pemberhentiannya. Tidak seperti jalur Bogor yang konon katanya waktu tempuhnya akan bertambah sampai 30 menit.
Selama uji coba ini aku rasakan waktu tempuhnya memang tidak banyak mengalami perubahan. Namun demikian yang menjadi permasalahan adalah keretanya tidak datang tepat waktu. Biasanya aku naik KRL jam 7 pagi yang selama ini kurasakan selalu tepat waktu karena rangkaiannya sudah tersedia di depo Stasiun Bekasi. Pada saat ujicoba, KRL pada. jadwal tersebut datang dari arah Kranji, entah apakah KRL tersebut berangkat dari Stasiun Kota ataupun Tanah Abang. Pada hari pertama, jam berangkatnya mengalami keterlambatan sekitar 10 menit. Beruntung waktu tempuhnya nggak ikut-ikutan telat parah juga.
Uji coba hari kedua, aku mencoba jadwal kereta 7:37 yang lebih siang dari yang pertama. Kali ini terlambatnya lebih parah. Kereta baru datang sekitar jam 8 dan berangkat 5 menit kemudian. Beruntung lagi-lagi waktu tempuhnya tidak mengalami keterlambatan juga.
Sepertinya uji coba Commuter Line ini bisa dibilang cukup berhasil untuk rute dari Bekasi. Mungkin nanti aku perlu mencoba jadwal yang lebih pagi, dimana memang keretanya diberangkatkan dari depo Bekasi sehingga jadwal berangkatnya bisa tepat waktu sehingga terlambat atau tidaknya bisa langsung dicek dengan melihat ke jadwal aslinya. Sementara untuk rute lain sepertinya perlu dipastikan lagi. Ada salah seorang temanku dari Depok yang mengatakan kalau sekarang jadwal keretanya lebih banyak pilihannya, tetapi semuanya penuh. Yang lebih parah lagi, waktu tempuhnya bertambah hingga 30 menit. Ini baru dari Depok, apalagi kalau dari Bogor.
Minggu, Februari 27, 2011
Review Blackberry 9700 Onyx OS 6
Berhubung masih newbie untuk masalah upgrade OS di BB, perangkat BB nya nggak aku wipe dulu. Cara nya tidak terlalu rumit. Setelah OS nya diunduh dan diinstall, selanjutnya hanya perlu menghubungkan BB dengan PC, lalu menjalankan Desktop Manager, dan pilih Update Device. DM akan memberikan opsi untuk membackup data-data yang ada pada BB sebelum proses upgrade dilakukan. Proses upgrade nya sendiri membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Setelah proses upgrade selesai dijalankan, selanjutnya adalah merestore data-data yang sudah dibackup sebelumnya. Berhubung proses upgradenya tidak dari nol (tanpa proses wipe), semua aplikasi yang ada di BB sebelumnya masih ada dan tidak terhapus.
- Menu tampilan yang baru yang tentunya lebih bagus. Semua menu ditampilkan dengan animasi dan tidak terkesan kaku seperti pada OS 5. Karena menu tampilannya juga baru, theme pada OS 5 tidak bisa digunakan pada OS 6. Selain itu icon-icon aplikasi pada home screen nya bisa di customize. Pengguna pun bisa mengakses aplikasi-aplikasi yang paling sering digunakan pada tab di home screen nya.
- Browsernya kini mendukung multi tabs, bisa membuka beberapa halaman tanpa perlu menutup halaman yang sedang dibuka. Namun demikian, pada OS 5 pengguna bisa memilih jenis koneksi untuk membuka halaman: WAP, BIS, WiFi atau BES (jika ada). Pada OS 6 opsi ini tidak ada. Agak-agak aneh juga nih, walaupun sebenarnya malah memudahkan pelanggan agar nggak ribet dalam mengatur setingan koneksinya. Kalau misalnya jaringan BB nya bermasalah dan koneksinya otomatis menggunakan WAP kan bisa kena charge lagi.
- Fitur universal search di home screen. Fitur ini memungkinkan penggunanya untuk mencari kata kunci di semua aplikasi BB (contact, BB messenger, email, sms, dsb).
- Ada aplikasi baru yang bernama Social Feeds. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat melihat perubahan status/post terbaru pada Blackberry Messenger, Yahoo Messenger, Facebook, Twitter, dan Google Talk dalam satu tampilan. Pengguna juga dapat memposting status terbaru pada kelima aplikasi diatas melalui Social Feeds dan berlangganan RSS feeds melalui aplikasi ini.
- Fitur media yang telah dienhance. Pada OS 6, ketika pengguna menyetel musik atau video dan berpindah ke aplikasi lain, menu Now Playing.. akan muncul di system menu aplikasi (ketika pengguna menekan tombol berlogo BB pada perangkatnya).
- Pengaturan setting pada OS 6 menjadi lebih mudah dan user friendly. Tidak seperti menu Options pada OS 5 yang hanya menampilkan daftar pilihan berupa teks, pada OS 6 menu Options ditampilkan dengan icon dan menu-menunya pun telah dikelompokkan ke dalam kategori-kategori tertentu sehingga memudahkan pengguna awam untuk melakukan konfigurasi pada perangkat BB nya.
- Aplikasi Email saat ini sudah bisa mengelompokkan pesan email berdasarkan subjeknya. Dengan fitur ini, pengguna bisa lebih cepat dalam membaca pesan-pesan dalam thread yang sama. Sebelumnya setahuku fitur ini hanya tersedia secara spesifik untuk Gmail saja.
- Pada OS 6 untuk melakukan panggilan menjadi lebih ribet karena pengguna harus menekan tombol Call dulu baru memasukkan nomor yang akan dipanggil. Sementara pada OS 5 pengguna bisa langsung menekan nomor yang dipanggil pada home screen.
- OS 6 memakan lebih banyak memori jika dibandingkan dengan OS 5. Sepertinya boleh juga mencoba Hybrid OS untuk OS 6 ini atau mencoba untuk wipe BB nya dulu sebelum menginstall OS yang baru.
- Entah ini terjadi pada pengguna lain atau tidak, aplikasi ODP Kompas yang aku gunakan perilakunya agak-agak aneh terutama ketika sedang melakukan scrolling. Kekurangan ini sangat mengganggu karena sebelumnya pada OS 5, ketika sedang membaca artikel, fungsi scrolling nya terasa smooth sehingga nyaman digunakan. Sementara pada OS 6, fungsi scrollingnya sangat tidak nyaman digunakan. Ketika melakukan scrolling, dari bagian atas artikel akan langsung scroll ke bagian paling akhir artikel sehingga membaca artikelnya menjadi sangat tidak nyaman. Kupikir mungkin versi ODP Kompas sebelumnya tidak kompatibel dengan OS versi 6. Aku mencoba untuk mengunduh ulang dari BB App World, hasilnya sama saja. Mencoba mengunduh dari link yang ada di m.kompas.com, malah nggak bisa. Sepertinya aplikasi untuk Onyx OS 6 belum tersedia.
Selasa, Februari 15, 2011
Video Converter untuk Blackberry
Blackberry pada dasarnya merupakan perangkat yang digunakan agar penggunanya senantiasa selalu online dan tentunya untuk mendukung pekerjaan. Namun demikian bukan berarti perangkat ini tidak memiliki fitur-fitur hiburan yang salah satunya adalah untuk menonton video. Menonton video tidak harus dilakukan di PC atau di laptop, karena saat ini sudah banyak gadget yang memiliki resolusi yang cukup untuk mendukung hal tersebut. Sayang sekali bukan jika Blackberry yang kita miliki hanya digunakan untuk chatting, membuka email, online di twitter dan FB. Padahal fitur-fitur multimedianya juga tak kalah menarik.
Layar perangkat Blackberry saat ini, rata-rata memiliki resolusi sebesar 240 x 320 pixel atau 360 x 480 pixel. Sementara itu file-file video yang beredar saat ini memiliki resolusi yang lebih tinggi karena memang ditujukan untuk dinikmati di PC atau laptop. Semakin besar resolusi videonya, semakin besar pula ukuran filenya. Sementara kapasitas perangkat Blackberry yang kita miliki terbatas pada ukuran memory card yang terpasang. Untuk itulah diperlukan sebuah converter untuk file-file video tersebut agar resolusi maupun ukurannya pas untuk disimpan di Blackberry.
Ada beberapa aplikasi converter yang bisa digunakan. Dari beberapa itu, yang aku gunakan adalah WinMEnc yang sampai saat ini versi terakhirnya adalah 0.81 beta. Pada dasarnya, aplikasi ini menggunakan mencoder, sebuah aplikasi command line yang digunakan untuk encoding dan decoding video, dan juga bisa digunakan untuk mengkonversi format-format video menggunakan codecs yang berbeda. Karena itulah, aplikasi WinMEnc ini bisa mengkonversi file video ke banyak format, yang salah satunya adalah format yang bisa dibaca di Blackberry. List lengkap mengenai format video yang bisa dibaca oleh Blackberry dapat dilihat melalui tautan ini.
Pengguna juga bisa menyimpan konfigurasi-konfigurasi yang telah dibuat (seperti codec video dan audio, bitrate, resolusi, jenis subtitle, dan lain sebagainya) agar kedepannya tidak perlu melakukan seting ulang. Selain itu, aplikasi ini juga sudah menyimpan beberapa pre-defined profile konfigurasi seperti untuk format iPhone, iPod, Nokia, dan lain-lain. Jadi jika penggunanya memiliki gadget lain dan ingin menonton video disitu, tinggal memilih saja profile yang sesuai untuk gadgetnya, lalu tinggal di convert deh.
Rabu, Februari 09, 2011
Selamat Tinggal Mobo Lama
Yang bikin nyesek adalah motherboard penggantinya, yang kelasnya jauh dibawah mobo lamaku itu. Walaupun merk masih sama-sama ASUS, harga ga bisa bohong. Dengan harga sekitar 500 ribu, sudah bisa dapet mobo ASUS P5KPL-AM SE yang mengunakan socket LGA 775 yang support Intel Pentium kelas jebot sampai Intel Core 2 Quad. Sayang aja, prosesor lamaku masih Pentium D, prosesor Intel pertama yang menggunakan 2 Core yang tentunya udah ketinggalan jaman banget.
Dengan fitur yang minimalis: slot memori hanya ada 2, slot SATA juga cuma 2, dan nggak ada embel-embel eSata atau Firewire, dengan harga 500 ribu sebenernya udah lumayan cukup. Kalo dipikir-pikir banyak mobo2 sekarang yang ngasih slot SATA sampe 6, slot memori sampe 4 atau 6 tapi nggak kepake semua: mubazir. Serba salah juga, mau beli PC baru sekalian, tapi kok belum terlalu butuh, tapi ini mobo kalo nggak diganti malah sayang PC nya mubazir. Sebatas dipake buat ngetik, internetan, atau main game-game ringan sih masih cukup.
Hebatnya lagi ini mobo udah support Windows 7. Bahkan ga perlu sama sekali install driver yang ada di CD bawaannya, semua drivernya langsung dikenali bahkan sampai graphic card internalnya pun otomatis dikenali. Tetep aja masih nyesek, masih ga bisa terima kalo mobo lama udah rusak alias udah ga bisa dipake lagi :(
Minggu, Januari 30, 2011
House Designing
Anyway, karena kegiatan itu suami saya baru menyadari betapa menyenangkannya arsitektur itu dan betapa kangennya dia dengan perkuliahan. Dia bahkan sampai mempertimbangkan untuk kuliah lagi dan mengambil jurusan arsitektur. Yah, saya sih ga keberatan asal biayanya tidak mengganggu stabilitas ekonomi mikro rumah tangga aja *nah loh* ^-^. Lain yg dirasa suami, lain pula yang dirasa istri, saya pribadi justru merasa deja-vu dengan passion pada interior desain dan betapa sangat rindunya pada penggunaan laptop pribadi ;). Mengingat dulu pernah ngambil kursus singkat piranti lunak tertentu (Lightwave 3D) untuk interior desain. Sekarang kayanya udah banyak yang lupa, selain proses rendering yang membutuhkan kesabaran itu Xp. Photoshop/CorelDraw aja udah jarang banget digali-gali, padahal pengen banget bisa menghasilkan sesuatu dari situ. Setidaknya untuk menyalurkan passion dulu lah. Kalo si Mas, secara dia hobi fotografi jadi makenya udah bukan Photoshop lagi untuk ngedit tapi pake Lightroom dan Photoscape. Menurut dia pribadi tools itu lebih nyaman dan mudah dalam hal penggunaannya. Mungkin bagi pecinta fotografi di luar sana bisa saling berbagi lebih lanjut dalam hal penggunaan aplikasi untuk mengedit foto.
Mengenai desain interior sendiri, udah bikin jatuh cinta sama namanya. Apalagi melihat contoh buku-buku seputar itu yang beredar di toko buku-toko buku. Harganya jangan ditanya, karena banyak gambar dan mengingat kualitas kertas yang dipakai, tak heran harga buku-buku arsitektur dan sebangsanya mahal-mahal. Saya pribadi merasa tertarik melihat bagaimana para artis-artis ahli desain itu mendekorasi sebuah ruang tertentu dari pemilihan jenis komponen, tekstur serta warna. Belum menilik dari segi utitilitas/fungsi dari komponen yang ada, misalnya: meja yang juga sekaligus tempat penyimpanan buku, sofa yang sekaligus tempat tidur, tempat tidur yang memiliki laci-laci di bagian bawahnya, rak buku merangkap meja kerja. Menurut saya itu adalah salah satu solusi dalam menyiasati pengeluaran untuk properti, sekaligus mengatur penyimpanan barang-barang yang kita miliki di dalam rumah agar tetap terlihat rapih dan terorganisir dengan baik. Karena perserakan dan ketidakrapihan dalam menyimpan barang-barang di rumah juga bisa memicu stres pada sebagian orang (seperti saya contohnya :P).
Pelajaran yang bisa ditarik dari kegiatan bersama kemarin itu juga ada sangkutannya dengan hubungan antar manusia loh. Bukan, saya bukan bicara mengenai pelajaran PPKN, Sosiologi ato Antropologi (jauh bener yak :D), mungkin lebih ke arah psikologi dan spiritual sedikit. Well, intinya adalah, saya melihat betapa Maha Adil dan Maha Mengetahui-nya Alloh dengan membuat pria-wanita saling berpasangan dan melengkapi. Such as, si Mas yang ternyata lebih tertarik dengan exterior desain sementara saya interiornya. Kalaupun ternyata kami memiliki kesamaan ketertarikan pada suatu hal, belum tentu juga perspektif kami sama. Persamaan dan perbedaan inilah yang membuat saya merenung lebih dalam tentang hakikat kebersamaan dalam ikatan pernikahan/keluarga. Hal tersebut pastinya dapat memicu terjadinya konflik, dan banyak memang yang mengatakan hidup dalam sebuah ikatan itu tidaklah mudah. The key to survive berdasarkan teori yang saya baca dan nasihat orang2 yang sampai saat ini masih berjuang dan berhasil mengatasi konflik2 perusak keutuhan ikatan tersebut adalah : kesabaran dan pengertian. Dari sisi spiritualitas, kesabaran jelas2 adalah hal yang sangat dianjurkan dalam menjalani hidup di dunia. Baik kesabaran dalam suasana sulit maupun senang, serta dalam istiqomah beribadah dan bermuamalah. Sedangkan pengertian, lebih karena kita adalah manusia, tempatnya salah dan hawa nafsu. Adalah hal yang wajar ketika kita kecewa atau mengecewakan, marah atau dimarahi, sedih atau membuat sedih, karena kita memang bukan makhluk sempurna. Jadi jangan berharap terlalu tinggi pada diri dan pasangan anda, tapi jangan berhenti untuk berbuat yang terbaik selama kita bisa. Segala perhitungan dan keadilan yang sebenarnya ada di tangan Alloh, yang baru kita bisa ketahui nantinya. Janganlah terlalu berkutat dalam perasaan/pikiran/perbuatan negatif yang kita alami, lihatlah di balik itu semua. Apa sih sebenarnya yang kita butuhkan? Apakah perlu mengeliminasi seseorang dalam hidup Anda, alih-alih mengeliminasi persoalan Anda? Mari berpikir lebih bijak. Salam super! *halah* (kebanyakan nonton Mario Teguh nih :P). Kasih sayang dan dukungan juga merupakan faktor penting dalam perekat suatu hubungan/ikatan karena bisa mengeluarkan energi positif dan mengoptimalkan kelebihan masing-masing tanpa saling memusnahkan satu sama lain.
Kembali ke topik utama, soal desain rumah. Ketertarikan saya tentang desain rumah ini berawal dari masa kecil saat kakak perempuan saya membuatkan saya denah sederhana dari sebuah rumah di balik tanggalan/kalender yang sudah tidak terpakai. Denah itu dibuat sedemikian rupa menggunakan spidol warna dan penggaris, untuk rumah orang-orangan kertas yang saya mainkan. Maklum keluarga kami berasal dari keluarga menengah ke bawah, jadi untuk mainan anak waktu itu lebih banyak yang mumer (murah meriah). Alhamdulillah jadi bisa lebih banyak memancing imajinasi dan kreatifitas kami pada akhirnya :). Kakak saya memang tidak terlalu suka bermain boneka, tapi dia suka melengkapi perlengkapan bermain saya. Seperti contohnya membuatkan rumah untuk orang-orangan kertas ataupun menjahitkan baju-baju untuk boneka barbie saya. Sedangkan saya, lebih suka menjadi sutradara sekaligus pemeran bagi orang-orangan dan boneka tersebut :D. Kakak saya juga suka melibatkan saya dalam kegiatannya, misalnya saya memberi masukan mengenai jumlah kamar atau ruangan tertentu yang saya inginkan dalam rumah tersebut. Saya lebih suka jika kakak saya menggambar di balik kalender yang panjang atau besar, karena biasanya jumlah kamar yang dibuatnya lebih banyak, ruangannnya pun beraneka ragam, ada ruang baca, keluarga, olah raga, dsb. Bahkan bisa ada kolam renangnya. Hanya saja pengerjaannya tidak cukup sehari, secara membuat itu pastinya tergantung mood dan inspirasi dia juga dan ga bisa dipaksa. Alhamdulillah tidak pernah sampai seminggu membuatnya. Komponen pelengkap rumahnya juga sudah digambar, ada pintu, tempat tidur, kitchen set, dining set, telepon, tv, dsb. Semuanya dibuat dengan cara digambar menggunakan spidol dengan skala seadanya tapi tetap proporsional dan warna-warni, sehingga menarik. Dari situ lah sedikit banyak saya belajar mengenai pelajaran dasar tentang desain rumah.
Sekarang, alhamdulillah kakak saya sudah berhasil mengejar passionnya menjadi seorang arsitek. Dia juga sudah mendesain rumahnya sendiri baik exterior maupun interiornya. Sedangkan saya, yah, bisa dikatakan masih berjuang untuk mengejar apa yang selama ini menjadi passions pribadi :P. Doakan ya semoga bisa segera terwujud. Amin.
(Also posted on critaprita.multiply.com)
Jumat, Januari 21, 2011
Masihkan Kejujuran Diperlukan?
Di dalam hidup ini tidak ada yang sempurna. Kondisi ideal tidak pernah ada. Sifat manusia yang tidak pernah puas menunjukkan adanya keinginan-keinginan baru yang harus selalu terpenuhi. Sudah seharusnya kita sebagai manusia bisa mengatur keinginan-keinginan tersebut, memilah-milahnya berdasarkan skala prioritas, dan apakah ada hak-hak orang lain yang kita ambil dalam memenuhi keinginan-keinginan tersebut.
Begitu halnya dengan dunia kerja, tidak ada kondisi ideal disini. Jangan berpikir bahwa semua orang yang berada di sekitar kita bekerja dengan jujur. Bukan berarti kita berprasangka buruk dengan mereka, tetapi lihatlah kenyataan. Dimana-mana selalu terdengar si X melakukan ini itu, si Y selalu mencari muka, dan lain sebagainya. Entahlah, jika ada kondisi yang benar-benar ideal, aku menyangsikannya. Bahkan jika mau ditelaah lebih lanjut lagi dalam skala yang lebih besar, apakah perusahaan tempat kita bekerja sudah berperilaku dengan jujur dan ideal? Tanyakanlah kepada diri masing-masing. Terkadang perusahaan hanya menargetkan peningkatan revenue, revenue, dan revenue, tanpa ada guideline bagaimana cara memperoleh revenue yang baik, jujur, dan tidak merugikan orang lain. Lantas apakah bisa dianggap jujur juga seandainya perusahaan tempat kita bekerja juga bekerja sama dengan perusahaan lain anggap saja perusahaan X, dan perusahaan X ini bertindak tidak jujur dalam mencapai targetnya, sementara revenue yang didapat di share dengan perusahaan kita. Semua orang mungkin menyadari bahwa ini salah dan harus diperbaiki, tetapi seolah-olah tidak ada tindakan apa-apa untuk memperbaikinya. Sepertinya menghitung pendapatan lebih mudah dibandingkan dengan menghitung semua dosa diakibatkan karena tindakan yang tidak jujur.
Selain hal diatas, ada lagi bentuk-bentuk ketidakjujuran lainnya. Segelintir orang-orang yang mencari keuntungan demi kepentingan pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan perusahaan atau bahkan merugikan kepentingan perusahaan itu sendiri. Lantas ada juga orang-orang yang memancing di air keruh, mengambil keuntungan dari suasana yang tidak kondusif: mencari muka, melakukan fitnah, menyebar berita-berita yang tidak benar, saling sikut menyikut dalam lingkungan kerja. Dan tentunya yang harus diingat, berapa banyak hak orang lain yang terambil karena tindakan-tindakan diatas. Jadi penasaran, apa sih motif untuk melakukan hal-hal seperti diatas? Apakah karena alasan materi? Ingin diperhatikan oleh atasan? Membat suasana kerja menjadi tidak kondusif? Entahlah. Tentunya masih ada bentuk-bentuk ketidakjujuran lain dengan skala lebih rendah: terlambat masuk kerja, bekerja dengan setengah hati, mangkir ketika jam kerja, pulang lebih awal, dan lain sebagainya.
Saat ini sudah banyak orang yang pintar, cerdas, dan memiliki keahlian, tetapi mungkin banyak diantaranya yang tidak jujur, terutama ketika dihadapkan pada godaan-godaan dan kondisi yang 'memaksa' mereka untuk menyimpang. Pertanyaannya sekarang adalah dengan melihat kondisi saat ini apakah keberadaan orang yang jujur masih dibutuhkan? Idealnya tentu saja iya, tetapi marilah kita melihat dari sudut pandang yang lebih realistis. Mungkin jawabannya tidak akan selalu iya, tergantung dari situasi dan kepentingan masing-masing.
Catatan: Tulisan ini hanyalah opini dan sedikit curhatan penulis dan tidak ada maksud untuk menyinggung pihak-pihak tertentu.
Minggu, Januari 02, 2011
Tersembunyi diantara dedaunan
Pulang kampung memang tidak bisa dilewatkan begitu saja tanpa berburu objek-objek makro seperti belalang pada foto diatas. Kampung halaman yang jauh dari keramaian kota menjadi tempat yang cocok untuk berburu serangga. Untuk memaksimalkan efek blur pada dedaunannya, aku gunakan f3,2, bukaan maksimum yang dapat dihasilkan oleh lensa macroku pada saat itu.









