Minggu, Maret 17, 2024

Yang Tersisa dari East Java Journey 2024

Dalam tulisanku kali ini, aku akan mencoba menuliskan catatan dan kronologis ketika aku mengikuti event  East Java Journey 1500km yang berlangsung dari tanggal 26 Februari s/d 3 Maret 2024 lalu. Karena di dalam kepalaku rasanya banyak yang ingin aku ungkapkan, mungkin tulisan ini bakalan lumayan panjang karena  gowesnya saja sudah 5 hari sendiri. Selalu ada cerita dari setiap event sepeda yang aku ikuti, dan khusus untuk tulisan EJJ ini, rangkaian cerita itu tidak hanya ketika hari eventnya saja.

Berhubung isinya lumayan panjang dan mungkin terlalu panjang, aku membaginya kedalam beberapa bagian, Terkait dengan persiapan, plan dan strategi bisa melihat 5 bagian pertama. 7 bagian selanjutnya buatku ini adalah jurnal, yang lebih berisi kronologis selama acara berlangsung yang mungkin membosankan dan terkesan bertele-tele.

Rabu, Februari 07, 2024

Gowes Konten: Bintaro - Citorek

Di awal bulan Februari ini, aku dan beberapa orang teman gowesku berencana untuk gowes ke Ciwidey PP dari Jakarta. Namun karena peminatnya hanya 2 orang, jadi untuk sementara rencana untuk gowes ke Ciwidey di-postpone dulu untuk waktu yang belum kita tentukan. Nah kebetulan salah satu teman yang kuharapkan bisa ikut ke Ciwidey ada rencana untuk ke Citorek, jadilah kami putuskan untuk ikut gowes kesana.

Citorek menjadi salah satu rute wishlist ku di 2024. Sudah lama aku rencanakan untuk gowes kesini bareng dengan rekanku, namun apadaya karena kurang nyali jadilah rencana ini tertunda terus. Apalagi mendengar beberapa cerita teman-temanku yang dari sana katanya kapok. Melihat salah satu goweser yang cukup kurespect di Strava juga perlu waktu lumayan lama untuk bisa PP. Jadi taksiran awal, dengan rute PP dari Bintaro sekitaran 220 km, ini akan menjadi acara gowes berangkat pagi pulang malem.

rute & elevasi

Senin, Januari 08, 2024

Catatan Liburan ke Situ Gunung

Di awal bulan Desember lalu aku dan keluargaku menginap di Situ Gunung, Sukabumi sebagai bagian dari pembayaran sajen untuk acara gowes Jabar Loop ku yang akan kueksekusi di minggu depannya. Rencana ini sempat tertunda 4 bulan dimana waktu itu tol seksi Cigombong-Cibadak baru dibuka di bulan Agustus. Harapannya dengan dibukanya tol hingga Cibadak, perjalanan menuju Situ Gunung yang biasanya sangat-sangat melelahkan bagi sopir baik ketika pergi maupun pulang bisa lebih menyenangkan.

Namun pada kenyataannya setelah pintu tol sudah dibuka sampai Cibadak, jalurnya tetap saja seperti neraka. Perjalanan ketika pergi maupun pulang tercatat memerlukan waktu 4-5jam ++ dimana ekspektasiku bisa dicapai dalam 3 jam. Dari Cibadak hingga pertigaan yang menuju Situ Gunung ini hanya berjarak 10-12 km an kalau aku nggak salah hitung. Namun demikian, jarak sependek ini harus ditempuh dalam waktu 1 jam lebih. Benar-benar pemborosan waktu. Well, Situ Gunung ini adalah salah satu tempat favoritku, dan ada kemungkinan kedepannya aku akan kesini lagi. Namun dengan kondisi seperti ini, aku mungkin akan menunggu hingga tolnya benar-benar sudah sampai Sukabumi terlebih dahulu sebelum berpikir untuk memutuskan apakah akan berlibur kembali kesini atau nggak.

Sabtu, Januari 06, 2024

Books read in 2023

Salah satu resolusi di tahun 2023 lalu adalah self improvement melalui membaca buku, dengan target yang tidak muluk-muluk: 12 buku dalam setahun atau kurang lebih 1 buku/bulan.

Alhamdulillah di 2023 kemarin targetnya tercapai, dan berikut adalah buku yang berhasil kuselesaikan (urutan acak):

  1. GRIT
  2. Thinking in Bets
  3. Talking to Strangers
  4. The Little Book of Common Sense Investing
  5. Quit: The Power of Knowing When to Walk Away
  6. The Simple Path to Wealth
  7. The Little Book That Still Beats the Market
  8. Joy of Missing Out
  9. Ikigai
  10. Ichigo Ichie
  11. The 5 Am Club
  12. Richer Wiser Happier
  13. Courage to Be Disliked

Dari 13 buku diatas, mungkin yang paling memberikan pencerahan adalah Quit yang ditulis oleh Annie Duke dan Courage to Be Disliked.

Quit memberikan perspektif yang berbeda dalam membuat keputusan. Ada kalanya kita harus “menyerah” dan move on dari kondisi yang sedang kita jalani. Menyerah bukan berarti karena kita tidak memiliki kegigihan, tetapi memberikan jalan untuk kita dalam membuang hal-hal yang kurang penting sehingga bisa fokus pada hal yang lebih penting. Dijabarkan juga beberapa contoh nyata bagaimana persistensi untuk tetap melanjutkan sebuah project berakhir buruk karena sudah terlalu terlambat untuk dibatalkan.

Sementara itu Courage to Be Disliked yang masuk ke dalam kategori self-help, jujur aku agak sulit untuk menggeneralisir inti sarinya karena banyak sekali pelajaran yang bisa diambil. Sesuai dengan judulnya, buku ini menekankan perlunya courage/keberanian dalam mengejar kebahagiaan dan hal-hal yang ingin dicapai dalam kehidupan, bahkan jika itu tidak disukai oleh orang lain. Buku ini juga menyatakan bahwa kebahagiaan itu adalah pilihan. Ketidakbahagiaan tidak disebabkan oleh pengalaman masa lalu, tetapi karena ketidakmauan kita untuk berubah dan tidak memiliki keinginan yang kuat untuk merasakan kebahagiaan. Bahasanya agak sulit dicerna sih, tetapi begitulah, menurutku sangat masuk akal.

Senin, Januari 01, 2024

Wishlist dan Harapan di Tahun 2024

Mengulang tradisi di tahun-tahun sebelumnya, dalam tulisan kali ini aku ingin menuliskan rencana serta harapan yang inginn kucapai di tahun 2024. Secara umum apa yang ingin kucapai di tahun 2024 ini mungkin tidak akan terlalu banyak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bukannya aku tidak ingin mencapai sesuatu yang baru, tetapi menurutku menjaga konsistensi menjadi lebih prioritas dibandingkan hanya sekedar mengejar target one-time. Tema di tahun 2024 ini mungkin masih sama: menyeimbangkan antara apa yang sudah diraih vs menikmati apa yang sudah ada. Di tahun 2024 sejujurnya aku tidak ingin terlalu ngoyo, let it flow saja lah.

Minggu, Desember 31, 2023

Catatan Invetasi 2023


Rapor investasiku di tahun 2023 ini bisa dibilang kurang memuaskan. Di saat kinerja IHSG menguat sebeser 6.2% sepanjang tahun 2023, portfolioku hanya tumbuh 4.4%. Penurunan ini  otomatis menurunkan angka CAGR portfolio yang mulai ku track sejak tahun 2020, dimana pada tahun 2022 CAGR yang kudapatkan sebesar 55.5% turun menjadi 40.7% di tahun 2023. Untuk ukuran investasi selama 4 tahun angka ini tentunya masih oke banget, namun demikian jika kinerja portofolioku kedepannya jeblok terus, tentunya ini akan menurunkan CAGR di tahun-tahun berikutnya.

364 Days Active in 2023

Ada sebuah harapan di awal tahun untuk bisa konsisten berolahraga setiap hari selama minimal 30 menit. Walaupun harapan ini tidak masuk menjadi resolusiku di tahun 2023, namun aku tetap mencoba komit untuk terus beraktivitas. Terkadang badan kurang fit pun tetap aku paksakan, yang biasanya malah membuat tubuh menjadi bugar kembali. Menyisihkan waktu 30 menit setiap hari untuk bergerak sebenarnya bukan hal yang sulit, tantangan terbesarnya adalah bisa berapa lama kita terus konsisten melakukannya tanpa terputus.

Selasa, Desember 26, 2023

Yang Tersisa dari Jabar Loop

Pada tanggal 9-12 Desember lalu, aku berhasil menyelesaikan gowes melewati rute Jabar Loop, yang menjadi salah satu resolusiku di tahun 2023. Rencana awalnya, rute ini akan aku jajal bersama Om Ewin, teman gowes yang kukenal ketika Audax YUCC 1200K 2022 lalu. Namun karena beberapa hal, rencana ini belum terlaksana hingga mendekati akhir tahun 2023. Rute Jabar Loop yang kugambar waktu itu memiliki jarak tempuh sekitar 950km an dengan rute memutari Jawa Barat, melewati pesisir pantai selatan dan utara berlawanan dengan arah jarum jam.

Nah bagaimana ceritanya akhirnya aku bisa memiliki nyali untuk menyelesaikan rute ini? Berawal dari kiriman di sebuah grup WA untuk mengikuti challenge #seceng yang diadakan oleh akun pelotonrocket di Instagram, dimana challenge nya adalah gowes minimal sejauh 1000km selama 10 hari dari tanggal 8 s/d 17 Desember 2023. Waktu itu masih mikir-mikir karena jujurly lagi nggak pengen gowes jauh-jauh. Jarak 1000km buat 10 hari ini jelas perlu rada all out minimal di weekend. Weekday paling paling gowes tipis-tipis saja sekedar nambah-nambah kilometer.

Tetiba oleh penyelenggara acaranya aku dimasukkan ke group Strava untuk challenge ini, padahal aku belum daftar 🤣, yang akhirnyaaku jadi malah merasa ter-challenge. Aku lalu berpikir rute mana yang bisa dipake untuk minggat, yang jelas aku agak malas kalau hanya nge-loop saja di Bintaro hanya untuk mengejar jarak. Banten Loop? Jujur rada kapok, lagipula sudah pernah juga. Akhirnya terbersit Jabar Loop yang kebetulan sudah masuk wishlist dari dulu. Sejujurnya mikir-mikir juga dengan rute ini karena elev gain nya sekitaran 8000m ++ yang tentunya bakalan menguras tenaga. Dan karena jaraknya cukup jauh, perlu spare waktu 4 hari untuk menyelesaikannya.

Pada awalnya kepikiran buat gowes sendiri, tapi somehow rada ngeri kalau malam-malam hutan sendirian. Singkat cerita, salah satu teman gowes ultra,m Terry mau menemani, setelah sebelumnya kuracunin juga buat daftar di challenge #seceng nya. Setelah waktu eksekusinya fixed diputuskan di tanggal 9-11 Desember, kita coba mengajak salah satu goweser yang demen gowes jauh juga, Om Peter, yang sayangnya ternyata pada hari H sudah ada agenda lain. Jadi akhirnya kami gowes berdua saja.

Rabu, Desember 06, 2023

Yang Tersisa dari Audax Yogyakarta 1000K

rute YUCC 2023 1000K
Pada bulan September lalu, aku mengikuti Audax Yogya 1000K yang menjadi event terakhir untuk Super Randonneur 2023. Jika di event-event sebelumnya peserta akan dikonfirmasi terlebih dahulu untuk partisipasinya, di audax kali ini panitia langsung mengirimkan email konfirmasi keikutsertaan peserta dalam event ini. Jika bukan karena aku sudah mendaftar di Super Randonneur, mungkin aku tidak akan mengikuti event ini. Entah, pada saat itu moodku sedang kurang bagus untuk mengikuti acara long ride seperti ini.

Seminggu sebelum event

Seminggu sebelum acara, aku ada acara kantor ke luar kota. Berhubung nggak bawa sepeda aku mencoba untuk berolahraga jogging. Tak disangka sesi lari pagi yang hanya berlangsung sekitar 40 menit ini membawa penderitaan. Baru berlari sekitar 2-3km paha kiriku sakit, mungkin memang karena tak terbiasa lari. Kupaksakan terus berlari hingga finish, beberapa kali gejala sakitnya hilang timbul. Namun pada akhirnya kakiku lumayan sakit, dipakai berjalan lumayan effort.

persiapan pada H-1

Keesokan harinya aku gowes, baru beberapa menit kakiku langsung ngambek, sakit. Bahkan aku coba mengayuh pelan-pelan pun tetap sakit. Sepertinya olahraga lari sehari sebelumnya membuat otot kakiku cedera lumayan parah, sehingga dipakai olahraga lain pun yang kurasa tidak menggunakan otot yang sama, jadi tidak bisa karena menahan sakit. Kondisi ini berlangsung beberapa hari sampai aku lumayan panik, karena event audax akan berlangsung dalam beberapa hari kedepan.


Pada akhirnya di H-2 aku mencoba kembali gowes pelan-pelan dan hasilnya cukup oke. Aku bisa bertahan paling nggak 1 jam tanpa ada gejala aneh-aneh. Akhirnya kuputuskan untuk tetap mengikuti event audax namun dengan ekspektasi rendah. Jika nanti terjadi apa-apa dengan kakiku, aku tidak akan memaksakan diri.

Senin, Desember 04, 2023

Catatan Liburan ke Ambarawa & Dieng - Day 4

Karena hari ke-4 ini adalah hari terakhir kami di Dieng, aku sengaja tidak mengambil rute yang jauh untuk gowes. Rute yang kupilih kali ini adalah Dieng - Tambi PP, dengan jarak yang relatif pendek 30km saja yang bisa kuselesaikan dalam waktu kurang dari 3 jam termasuk foto-foto di area kebun teh daerah Tambi dan di area dekat Batu Angkruk yang seharusnya kami kunjungi di hari sebelumnya. Pagi itu cuaca cukup cerah, sehingga ketika menuruni Dieng menuju Tambi aku bisa melihat Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing dari kejauhan.

Pemandangan menuju Tambi