Pada tanggal 9-12 Desember lalu, aku berhasil menyelesaikan gowes melewati rute Jabar Loop, yang menjadi salah satu resolusiku di tahun 2023. Rencana awalnya, rute ini akan aku jajal bersama Om Ewin, teman gowes yang kukenal ketika Audax YUCC 1200K 2022 lalu. Namun karena beberapa hal, rencana ini belum terlaksana hingga mendekati akhir tahun 2023. Rute Jabar Loop yang kugambar waktu itu memiliki jarak tempuh sekitar 950km an dengan rute memutari Jawa Barat, melewati pesisir pantai selatan dan utara berlawanan dengan arah jarum jam.
Nah bagaimana ceritanya akhirnya aku bisa memiliki nyali untuk menyelesaikan rute ini? Berawal dari kiriman di sebuah grup WA untuk mengikuti challenge #seceng yang diadakan oleh akun pelotonrocket di Instagram, dimana challenge nya adalah gowes minimal sejauh 1000km selama 10 hari dari tanggal 8 s/d 17 Desember 2023. Waktu itu masih mikir-mikir karena jujurly lagi nggak pengen gowes jauh-jauh. Jarak 1000km buat 10 hari ini jelas perlu rada all out minimal di weekend. Weekday paling paling gowes tipis-tipis saja sekedar nambah-nambah kilometer.
Tetiba oleh penyelenggara acaranya aku dimasukkan ke group Strava untuk challenge ini, padahal aku belum daftar 🤣, yang akhirnyaaku jadi malah merasa ter-challenge. Aku lalu berpikir rute mana yang bisa dipake untuk minggat, yang jelas aku agak malas kalau hanya nge-loop saja di Bintaro hanya untuk mengejar jarak. Banten Loop? Jujur rada kapok, lagipula sudah pernah juga. Akhirnya terbersit Jabar Loop yang kebetulan sudah masuk wishlist dari dulu. Sejujurnya mikir-mikir juga dengan rute ini karena elev gain nya sekitaran 8000m ++ yang tentunya bakalan menguras tenaga. Dan karena jaraknya cukup jauh, perlu spare waktu 4 hari untuk menyelesaikannya.
Pada awalnya kepikiran buat gowes sendiri, tapi somehow rada ngeri kalau malam-malam hutan sendirian. Singkat cerita, salah satu teman gowes ultra,m Terry mau menemani, setelah sebelumnya kuracunin juga buat daftar di challenge #seceng nya. Setelah waktu eksekusinya fixed diputuskan di tanggal 9-11 Desember, kita coba mengajak salah satu goweser yang demen gowes jauh juga, Om Peter, yang sayangnya ternyata pada hari H sudah ada agenda lain. Jadi akhirnya kami gowes berdua saja.