Rabu, Desember 30, 2020

Resolusi dan Harapan di 2021

Seperti biasanya, menjelang pergantian tahun, aku merasa perlu untuk menuliskan harapan dan resolusiku di tahun 2021. Walaupun resolusiku di tahun 2020 banyak yang tidak tercapai karena pandemi, namun bukan berarti aku akan melalui 2021 tanpa rencana. Belajar dari pengalaman di tahun 2020, sebenarnya untuk resolusi dan target pribadi tidak perlu muluk-muluk, yang penting adalah konsistensinya. Dengan demikian pada dasarnya resolusiku di tahun depan tidak akan banyak mengalami perubahan dibanding dengan tahun ini. 

Senin, Desember 21, 2020

Kontemplasi 2020

Tahun 2020 sebentar lagi akan berakhir. Ini adalah tahun yang berat, dimana efek pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan di banyak hal dan memaksa orang-orang untuk beradaptasi dengan kondisi apa yang disebut dengan new normal. Termasuk juga dengan rencana dan resolusiku di tahun ini, ada beberapa yang memerlukan penyesuaian dan bahkan dicoret dari daftar. Namun demikian pandemi ini membuka pintu-pintu peluang lainnya yang kurasa cukup layak untuk dijadikan resolusi di tahun-tahun berikutnya.

Minggu, November 29, 2020

Ulasan Keyboard Logitech K380

Dalam tulisan kali ini aku mencoba untuk mengulas keyboard Logitech K380 yang sudah kugunakan selama beberapa minggu. Sebelumnya aku menggunakan keyboard Apple Magic Keyboard generasi pertama yang terhubung ke PC ku yang menggunakan OS Windows. Keyboard tersebut aku gunakan juga untuk mengetik di iPad ku walaupun frekuensinya tidak terlalu sering. Permasalahannya adalah Apple Magic Keyboard hanya di desain untuk dapat terhubung ke 1 perangkat saja, sehingga jika ingin dihubungkan dengan perangkat lain, perlu proses pairing ulang yang menurutku sangat tidak praktis. Jadi kebutuhan awalnya adalah:

  • Keyboard bluetooth yang dapat terhubung ke lebih dari 1 perangkat tanpa proses yang ribet
  • Nyaman dipakai untuk mengetik dan tidak berisik, dengan ekspektasi senyaman menggunakan Apple Magic Keyboard ku yang sebelumnya

Senin, Oktober 26, 2020

3 bulan Menuju 2021

Tahun 2020 menjadi tahun yang tidak akan terlupakan dalam sejarah. Wabah Covid-19 telah memberikan banyak perubahan pada hampir semua sektor. Semua orang dipaksa untuk dapat beradaptasi pada era baru yang disebut new normal. Secara pribadi, perubahan yang paling terasa adalah implementasi kebijakan Work From Home (WFH) dan social distancing. Kedua hal ini telah banyak mengubah aktivitas sehari-hari yang kulakukan, baik yang berhubungan dengan pekerjaan, hobi, dan interaksi dengan keluarga dan lingkungan sosialku. 

Dalam tulisan kali ini aku ingin sekedar berbagi perubahan-perubahan apa saja yang terjadi dalam 10 bulan terakhir sejak Covid-19 mulai memberikan dampak serius dan mendapatkan banyak perhatian dari pemerintah.

Senin, Februari 17, 2020

Sakau Gorengan

Dalam usahaku untuk mencapai target resolusiku di tahun 2020, selama 1 bulan belakangan ini aku mencoba untuk mengurangi konsumsi daging merah dan makanan yang dimasak dengan cara digoreng. Kuakui, cukup sulit untuk benar-benar berhenti mengkonsumsi dua kategori makanan diatas, terutama jika makanannya sudah tersaji di meja makan. Jika sudah seperti ini, biasanya aku mengambil seperlunya saja. Yang saat ini benar-benar bisa kukontrol adalah makan siangku ketika aku berada di kantor.

Sabtu, Januari 18, 2020

Resolusi & Harapan 2020

Di tahun 2020 ini ada beberapa resolusi yang ingin aku capai. Walaupun mungkin di dalam blog ini aku sudah mulai jarang menulis, khusus untuk resolusi aku merasa harus menuliskannya ke dalam sebuah catatan tersendiri. Alasanku sederhana: karena apa yang hendak kita capai cenderung lebih mudah untuk direalisasikan jika kita menuliskannya. Sudah aku praktekkan di resolusi pada tahun-tahun sebelumnya dan menurutku memudahkanku untuk mengingat apa yang menjadi resolusiku di sepanjang tahun.

Selasa, September 24, 2019

Membatasi waktu penggunaan iPhone/iPad anak

Melanjutkan tulisan sebelumnya terkait dengan fitur Screen Time di iOS dan cara membuat akun Apple ID untuk anak, di tulisan kali ini aku ingin berbagi cara untuk membatasi waktu penggunaan perangkat iOS yang digunakan oleh anak-anak dengan menggunakan Screen Time. Fitur Screen Time ini sangat bermanfaat bagi orang tua yang ingin mengontrol dan memonitor penggunaan perangkat iOS yang digunakan oleh anaknya. Proses kontrol dan pengawasannya pun tidak ribet, semuanya dapat dilakukan dari perangkat iOS yang dimiliki oleh orang tua. Yang penting adalah akun Apple ID anak terdaftar sebagai Family Member dan dipasang pada perangkat iOS yang akan dimonitor.

Selasa, September 03, 2019

Membuat akun Apple ID untuk Anak

Berawal dari iPad lamaku yang dalam penggunaannya semakin lebih sering digunakan oleh anak-anakku, akhirnya kuputuskan untuk membuat akun Apple ID sendiri untuk mereka. Ada beberapa alasan mengapa aku putuskan agar iPad tersebut menggunakan Apple ID milik mereka sendiri dan bukan Apple ID milikku:

Rabu, Agustus 21, 2019

Move On

Lebaran tahun ini menjadi momen penting dalam perjalanan hidupku. Di lebaran ini, kami sekeluarga pindah ke tempat tinggal yang baru, rencana yang sudah aku tunda-tunda dari 2 tahun yang lalu. Dan kebetulan juga setelah lebaran aku mendapat mendapat penugasan baru di luar unit kerjaku pada saat itu. Cukup kaget juga sih, karena sebelumnya tidak ada berita apa-apa. Tadinya kupikir akan dirotasi di internal saja, ternyata sampai ke luar unit kerjaku.

Dua peristiwa yang berhubungan dengan pindahan ini kupandang sebagai sebuah kesempatan untuk move on. Tidak hanya move on dari lingkungan lama ke lingkungan baru saja, tetapi juga dari kebiasaan-kebiasan lama yang kurang produktif. Ada beberapa kebiasaan yang kurasa kurang produktif namun sulit untuk aku ubah karena aku sudah merasa nyaman dengan kondisiku pada saat itu. Perubahan kondisi ini memberikan peluang untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan baru yang lebih produktif, menyesuaikan dengan kondisiku pada saat ini.

Minggu, Juni 23, 2019

Menikmati Teh Oplosan

Dalam sebulan terakhir ini aku memiliki hobi baru: menikmati teh oplosan. Awalnya sih dari acara jalan-jalan di akhir bulan April lalu ke Solo, dimana ketika sarapan di hotel aku sempatkan untuk meminum teh yang sudah tersaji. Karena tinggal ngambil sendiri di server, pada awalnya sih kupikir teh yang dipakai palingan teh-teh seduh yang instan semacam Sariwangi gitu. Ternyata rasanya oke dan mantap, dan seumur-umur aku belum pernah merasakan cita rasa teh yang seperti ini. Berhubung aku penasaran dengan teh apa yang dipakai, aku tanyakan ke petugas hotelnya. Ternyata teh yang dipakai adalah teh campuran dari beberapa merek yang berbeda. Sayangnya sih aku nggak inget itu campuran tehnya apa saja, salah satu merk yang kuingat adalah teh Dandang.