Sabtu, Mei 21, 2016

Escape to Gunung Pancar

Gunung Pancar sudah beberapa kali aku kunjungi dengan menggunakan sepeda. Medan tanjakannya yang lumayan curam tak membuatku bosan, karena di ujung rute aku bisa menikmati pemandangan hutan pinus dan udara pagi yang sejuk. Inilah rewarduntuk segala usaha yang aku kerahkan untuk melibas setiap tanjakan menuju tempat wisata ini.

Dan akhirnya pada akhir pekan lalu, kesampaian juga keinginanku untuk mengunjungi Gunung Pancar bersama keluarga. Target utamaku adalah pemandian air panas yang berada di dalam kawasan wisata ini. Anggap saja pemandangan hutan pinusnya adalah bonus, karena belum tentu anak-anak suka. Kalau yang namanya main air, tidak usah ditanya lagi.

Selasa, Mei 17, 2016

Libur Long Weekend telah Tiba

Long weekend telah tiba. Tanggal merah selama dua hari berturut-turut pada tanggal 5 dan 6 Mei lalu tidak kusia-siakan. Seperti biasa, libur panjang seperti ini bisa dipastikan jalanan macet dan tempat-tempat wisata di luar kota pasti dipadati oleh pengunjung. Dengan alasan inilah aku memutuskan untuk tidak pergi kemana-mana, khususnya keluar kota. Rencanaku, di libur panjang kali ini aku akan melakukan gowes jarak jauh ke Gunung Halimun dan ke Puncak. 2 hari sisanya baru untuk keluarga.

Minggu, Mei 15, 2016

Gowes to Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Berawal dari pengalaman teman gowesku yang sudah beberapa kali ke Gunung Halimun, membuatku cukup tertarik untuk bersepeda kesana. Namanya gunung pasti nanjak lah ya. Dan secara aku menyukai medan tanjakan, destinasi ini membuatku cukup penasaran. Namun demikian, rute pulang pergi ke Gunung Halimun ini lumayan jauh: 120km. Dengan jarak sejauh ini, rasa-rasanya sedikit menciutkan niat, terlebih lagi ini acara gowesnya sendirian pula.

Akhirnya niat itu terlaksana juga di hari pertama long weekend kemarin. Aku putuskan untuk menggunakan MTB karena aku tidak tahu medan yang aku hadapi seperti apa, dan seberapa ‘parah’ tanjakan yang mesti aku libas nantinya. Dengan persiapan yang kurang (nggak makan malam + sarapan alakadarnya), aku langsung ngebut menuju Gunung Halimun dengan rute Rumah-Ciputat-Parung-Ciseeng-Ciampea-Gn Halimun. Ternyata jalurnya sedikit kurang recommended, aku menemukan beberapa titik kemacetan: Pasar Parung dan Pasar Ciampea. Namun demikian, jalur yang kulewati cukup bagus, didominasi oleh beton. Sehingga sebenarnya layak juga untuk dilalui oleh Road Bike walaupun ada beberapa ruas jalan yang rusak.

Minggu, Maret 13, 2016

1000 km Pertama dengan Road Bike

Tak terasa sudah 2 bulan lebih sejak aku memiliki road bike Pertamaku: Polygon Helios A8. Dan kini berdasarkan catatanku di Strava , kilometernya sudah melewati 1000km. Sejak kubeli, bisa dibilang sepeda ini menjadi sepeda utamaku, menggantikan MTB yang sudah kumiliki sebelumnya. Namun demikian, bukan berarti aku beralih ke aliran road bike. Karena memang belakangan ini sudah memasuki musim hujan, sehingga trek favoritku di dekat rumah kurang nyaman untuk dilibas dengan MTB. Pilihan gowes ku menjadi terbatas pada jalanan aspal, yang tentunya akan lebih nyaman jika dilibas dengan Helios.

Minggu, Februari 21, 2016

Gowes Gadog - Guest House Kompas Gramedia: My First Crash

Sejatinya, bersepeda menggunakan MTB maupun road bike sama-sama memiliki resiko kecelakaan. Ketika menggunakan MTB, resiko kecelakaan meningkat ketika goweser melalui medan off road yang licin ataupun ketika melibas drop dalam trek yang sulit. Sementara itu, ketika menggunakan road bike, musuh utamanya adalah jalanan yang licin serta turunan tajam. Itu baru resiko yang disebabkan oleh sepedanya sendiri, belum termasuk resiko tertabrak oleh kendaraan lain yang mungkin sedang tidak awas.

Selasa, Februari 09, 2016

Road Bike vs Mountain Bike

Konon sepeda adalah salah satu alat transportasi yang paling efisien. Selain sebagai alat transportasi, sepeda juga digunakan sebagai sarana untuk berolahraga. Bersepeda di akhir pekan bersama rekan dan kolega, selain membuat badan menjadi lebih sehat dan bugar, juga dapat menjadi sarana untuk bersosialisasi.

Pada umumnya, sepeda yang beredar di jalanan dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu Mountain Bike (MTB) atau yang dikenal dengan sepeda gunung, dan Road Bike yang dikenal dengan sepeda balap. Ada pula kategori lain seperti sepeda hybrid yang mencoba menggabungkan kedua kategori diatas dan sepeda untuk triathlon yang desainnya mirip dengan road bike namun ditujukan untuk balapan dengan jarak yang relatif lebih dekat.

Kamis, Februari 04, 2016

Catatan 2015

Tahun 2015 telah berlalu dan meninggalkan beberapa catatan untuk perbaikan di tahun 2016. Untuk me-review target-targetku selama 2015 ini aku akan mencoba membandingkan dengan resolusi dan harapanku di tahun 2015 ini. Jika dilihat secara sekilas, ada beberapa resolusi yang memiliki pencapaian yang baik, dan beberapa lainnya dengan hasil yang tidak terlalu menggembirakan. Oke, mari kita lihat satu persatu:

Rabu, Januari 06, 2016

My First 100km ride

Tanggal 3 Januari 2016 menjadi hari yang cukup bersejarah dalam aktivitas gowesku. Di hari itu, untuk pertama kalinya aku bersepeda sejauh 100km. Rekor terjauhku sebelumnya adalah 80km dengan rute yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari rumahku. Hanya karena rutenya memutar, jarak tempuhnya menjadi jauh. Sementara untuk gowes 100km kali ini, rute yang aku ambil adalah Rumah - Serpong - Parung - Bogor - Parung - Pamulang - Rumah.

Sudah cukup lama niatku untuk bersepeda dengan jarak minimum 100km. Selama ini belum kesampaian karena aku nggak cukup pede dengan kekuatanku yang tentunya akan mempengaruhi waktu tempuhnya. Semakin lama, artinya aku harus bergowes ria dibawah teriknya sinar matahari di tengah hari. Pertimbangan lainnya lebih ke persiapan dan mental. Bagaimana jika nanti terjadi apa-apa di tengah aktivitas dan ternyata malah membuatku kerepotan sendiri.

Gowes Perdana 2016

Tahun 2016 ini aku awali dengan bergowes ria ke Jalur Parigi Baru (JPB) yang lokasinya memang tak jauh dari rumahku. Padahal sih rencana awalnya mau ke Sentul, gowes uphill dengan rute Bagol - Katulampa - Gunung Geulis - Rainbow Hill - KM0 - dan balik lagi ke Bagol. Namun apa daya, pada hari itu aku bangun agak kesiangan gara-gara begadang di malam sebelumnya. Ditambah lagi kekhawatiran nanti kena arus balik dari orang-orang yang merayakan tahun baru di Puncak.


Minggu, Desember 20, 2015

Wisata Murah Meriah dengan Commuter Line

Hari ini aku berencana untuk menjajal aturan baru KCJ yang telah menghapuskan fasilitas free out per 16 Desember lalu. Fasilitas free outmemungkinkan pengguna untuk tap out di stasiun yang sama tanpa dikenakan denda selama berada dalam periode dibawah 1 jam sejak tap in. Jika tap out dilakukan 1 jam setelah tap in, maka akan dikenakan denda sebesar Rp 11.000 (ini untuk Kartu Multi Trip ya). Nah setelah aturan ini dihapus, tap out di stasiun yang sama mau kurang atau lebih dari 1 jam akan dikenakan tarif flat sebesar Rp 2.000 (kalau beda hari kayaknya sih nggak bisa), sesuai dengan tarif paling rendah dalam perjalanan KRL. Jadi sekali sudah tap in, KCJ minimal akan mendapatkan revenue sebesar Rp 2.000 lah kasarnya.

Walaupun katanya penghapusan tarif ini untuk mengurangi tindakan kecurangan yang dilakukan segelintir oknum tertentu, namun menurutku aturan baru ini juga membuka celah baru bagi orang-orang iseng yang melakukan tap in lalu menjajal semua rute perjalanan KRL dan kembali lagi di stasiun yang sama dan tap out disana. Salah satu orang iseng itu adalah aku tentunya :p.