Di pertengahan tahun ini, aku menambahkan resolusi baru. Targetnya nggak muluk-muluk: aktivitas gowes sejauh minimal 50 km dalam satu minggu dan 200 km dalam satu bulan. Yang aku kejar bukanlah target jaraknya, namun kekonsistenan untuk mempertahankan rutinitas ini setiap minggu nya hingga akhir tahun ini.
Target 50 km dalam seminggu menurutku bukanlah hal yang sulit untuk dicapai. Untuk ukuran on road, jarak sejauh ini bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 3 jam. Menyisihkan 3 jam dalam 1 minggu tentunya tidak sulit bukan? Namun, kan nggak mungkin aku gowes on road terus, dan kalaupun on road harapanku sih ke tempat-tempat yang medannya menantang seperti ke Sentul dimana banyak tanjakan menanti.
Selasa, September 22, 2015
Minggu, September 13, 2015
My Birthday Gift
Senin, September 07, 2015
Kecelakaan Pertamaku dalam Gowes
Sebenarnya sih ini bukan pertama kali nya aku mengalami kecelakaan alias terjatuh ketika gowes. Namun bisa dibilang ini adalah kecelakaan pertama yang membuatku harus beristirahat beberapa saat. Terjatuh pada saat gowes terutama di medan-medan off-road sudah kualami beberapa kali. Dari mulai yang ringan karena masalah teknis di sepeda, hingga jatuh terjerembab karena medan jalanan yang diluar prediksi. Dan sejauh ini sih alhamdulillah nggak apa-apa. Aku bisa melanjutkan kembali aktivitas gowes ku setelahnya.
Selasa, Agustus 04, 2015
Menjajal Track Jalur Pinus Negla (JPN)
Berawal dari informasi di internet bahwa Ciamis memiliki track yang konon sengaja dibuat khusus untuk jogging dan MTB, akhirnya aku niatkan juga untuk mudik kali ini aku akan membawa serta sepedaku. Jika dilihat di peta, lokasi track ini berada di tengah-tengah antara kota Ciamis dan Tasikmalaya. Secara jarak sih harusnya lebih dekat ke Tasikmalaya, namun lokasinya masih di kabupaten Ciamis, tepatnya daerah Sindang Kasih.
Pada awalnya, aku berencana untuk gowes dari Ciamis kota hingga ke ke lokasi track nya. Namun berhubung waktuku di Ciamis terbatas dan jalanan raya nya lumayan ramai karena masih dalam suasana lebaran, aku putuskan untuk membawa mobil. Berdasarkan informasi yang aku dapatkan dari internet, kendaraan bisa masuk hingga warung Mang Koko. Jadi dari Rumah Makan Manjabal 2, aku mengikuti jalanan aspal hingga kurang lebih 4 km. Jalanannya ternyata menanjak abis, kebayang deh jika gowes dari Ciamis kota, bisa-bisa sudah tepar duluan sebelum masuk track.
Pada awalnya, aku berencana untuk gowes dari Ciamis kota hingga ke ke lokasi track nya. Namun berhubung waktuku di Ciamis terbatas dan jalanan raya nya lumayan ramai karena masih dalam suasana lebaran, aku putuskan untuk membawa mobil. Berdasarkan informasi yang aku dapatkan dari internet, kendaraan bisa masuk hingga warung Mang Koko. Jadi dari Rumah Makan Manjabal 2, aku mengikuti jalanan aspal hingga kurang lebih 4 km. Jalanannya ternyata menanjak abis, kebayang deh jika gowes dari Ciamis kota, bisa-bisa sudah tepar duluan sebelum masuk track.
Senin, Juni 29, 2015
Gowes ke KM 0 - Pondok Pemburu - Kampung Awan - Katulampa
Akhir pekan itu sudah aku niatkan untuk bergowes ria di seputaran Sentul. Target di hari Minggu ini adalah pintu air Katulampa yang sudah terkenal itu khususnya dikala musim hujan tiba. Seperti biasa aku bergowes ria sendirian karena gowes bareng yang dilakukan di hari Sabtu sebelumnya tidak bisa aku ikuti. Dan pada saat itu rekan-rekan goweserku mengambil rute ke Katulampa. Yah intinya sih ini gowes edisi balas dendam karena pengen kesana tapi nggak kesampaian.
Berbekal rute yang aku temukan di Endomondo yang kebetulan ada yang pernah mengambil rute dari Bakmi Golek ke Katulampa, aku putuskan untuk mengikuti rute tersebut. Namun rencananya sih aku tidak mengikuti rute tersebut 100%. Rencanaku adalah start dari Bakmi Golek lalu naik ke KM 0 mengambil rute terpendek dan paling curam, lalu turun ke Rainbow Hills dan kemudian baru deh mengikuti rute tersebut.
Berbekal rute yang aku temukan di Endomondo yang kebetulan ada yang pernah mengambil rute dari Bakmi Golek ke Katulampa, aku putuskan untuk mengikuti rute tersebut. Namun rencananya sih aku tidak mengikuti rute tersebut 100%. Rencanaku adalah start dari Bakmi Golek lalu naik ke KM 0 mengambil rute terpendek dan paling curam, lalu turun ke Rainbow Hills dan kemudian baru deh mengikuti rute tersebut.
Sabtu, Juni 13, 2015
Gowes ke Curug Barong - Sentul
Sentul belakangan ini menjadi lokasi favoritku untuk bergowes ria. Selain karena udaranya yang sejuk, di area ini masih ada beberapa track gowes yang masih bisa di-explore. Setelah Gunung Pancar dan Km 0, pada acara gowes kali ini aku sempatkan untuk bersepeda ke Curug Barong.
Pada awalnya, tidak ada niatan ke Curug Barong. Rencanaku hari itu adalah bergowes ria ke Gunung Pancar. Ceritanya sih masih penasaran sama Nasi uduk di warung depan Sebex, karena di kesempatan gowes ke Gunung Pancar sebelumnya, warungnya belum buka :(. Sehari sebelumnya beberapa rekan gowesku kebetulan sudah bergowes ria ke Curug Barong, dan tadinya sih aku mau ikut. Hanya saja karena ada acara mendadak, aku batalkan dan jadilah aku gowes sendirian keesokan harinya. Berbekal pengalaman rekan-rekanku ke Curug Barong, aku putuskan untuk pergi kesana.
Pada awalnya, tidak ada niatan ke Curug Barong. Rencanaku hari itu adalah bergowes ria ke Gunung Pancar. Ceritanya sih masih penasaran sama Nasi uduk di warung depan Sebex, karena di kesempatan gowes ke Gunung Pancar sebelumnya, warungnya belum buka :(. Sehari sebelumnya beberapa rekan gowesku kebetulan sudah bergowes ria ke Curug Barong, dan tadinya sih aku mau ikut. Hanya saja karena ada acara mendadak, aku batalkan dan jadilah aku gowes sendirian keesokan harinya. Berbekal pengalaman rekan-rekanku ke Curug Barong, aku putuskan untuk pergi kesana.
Minggu, Juni 07, 2015
Gowes ke Track Rindu Alam
Beberapa waktu lalu akhirnya kesampaian juga untuk menjajal track Rindu Alam. Berangkat jam 4 pagi dari rumah dan berkumpul dengan rekan-rekan goweser lainnya di mesjid Gadog sekalian sholat subuh disana. Mesjid Gadog ini memang sudah biasa dijadikan tempat berkumpul, selain parkirannya yang luas, ada tempat cuci sepedanya juga.
Sekira jam 5:30, ada beberapa angkot yang masuk ke areal parkir dan menawarkan jasanya. Awalnya aku dan rombongan mau menyewa pick up, namun karena telat akhirnya men-carter angkot dengan tarif Rp 200 ribu per angkot. Satu angkot bisa muat 4 sepeda dan 4 orang goweser. Start sekitar jam 6 lewat kami dan rombongan naik ke arah puncak pass hingga titik start track Rindu Alam yaitu warung Mang Ade. Setelah selesai unloading sepeda, kami bersiap-siap untuk berangkat.
Sekira jam 5:30, ada beberapa angkot yang masuk ke areal parkir dan menawarkan jasanya. Awalnya aku dan rombongan mau menyewa pick up, namun karena telat akhirnya men-carter angkot dengan tarif Rp 200 ribu per angkot. Satu angkot bisa muat 4 sepeda dan 4 orang goweser. Start sekitar jam 6 lewat kami dan rombongan naik ke arah puncak pass hingga titik start track Rindu Alam yaitu warung Mang Ade. Setelah selesai unloading sepeda, kami bersiap-siap untuk berangkat.
Rabu, April 15, 2015
Perubahan Daya Listrik PLN
Beberapa waktu lalu, daya listrik di rumahku telah dinaikkan dari sebelumnya 1300VA menjadi 2200VA. Sebenarnya sih belum ada kebutuhan mendesak untuk menaikkan daya listrik ini. Sejauh ini tidak ada kendala terkait dengan penggunaan listrik di rumahku. Jarang sekali aku mengalami kondisi kelebihan beban yang menyebabkan listrik di rumah mati. Memang dari awal, aku dan istriku sudah berkomitmen untuk membeli barang-barang yang hemat listrik, untuk mengantisipasi kelebihan beban ketika perangkat tersebut digunakan bersamaan.
Namun, memang kedepannya aku berenana membeli perangkat yang membutuhkan daya listrik yang cukup besar, sehingga mau tidak mau daya listrik di rumahku aku naikkan. Terlebih lagi, saat ini sudah tidak ada lagi perbedaan tarif antara 1300VA dan 2200VA. Daya listrik 1300VA mulai tahun lalu sudah tidak disubsidi lagi.
Namun, memang kedepannya aku berenana membeli perangkat yang membutuhkan daya listrik yang cukup besar, sehingga mau tidak mau daya listrik di rumahku aku naikkan. Terlebih lagi, saat ini sudah tidak ada lagi perbedaan tarif antara 1300VA dan 2200VA. Daya listrik 1300VA mulai tahun lalu sudah tidak disubsidi lagi.
Menuju Sentul KM 0
Setelah rencana sebelumnya untuk bergowes ria ke Sentul KM 0 gagal, akhirnya minggu lalu rencana itu dapat tereksekusi. Peserta gowes kali ini kebanyakan berasal dari peserta gowes yang melalui rute Gunung Pancar sebelumnya. Berangkat dari rumah jam 5 lewat dan berkumpul di Ruko Graha Niaga pukul 6:30. Ada beberapa peserta gowes yang baru aku kenal disitu, dan ada pula peseeta gowes yang baru saja mengupgrade sepedanya, termasuk aku diantaranya :D.
Setelah hampir satu tahun bergowes ria, aku putuskan untuk mengupgrade sepedaku. Awalnya aku ragu apakah akan memilih sepeda yang full suspension yang memang ditujukan untuk masuk trek dan melibas medan yang cukup sulit ataukah cukup dengan sepeda hard tail namun ringan. Akhirnya aku memilih sepeda hard tail dengan frame karbon dengan pertimbangan aku akan lebih sering bersepeda di jalanan aspal dan masuk track yang ringan-ringan sekelas cross country saja. Dan kupikir dengan berat sepeda yang lebih ringan, rute dengan tanjakan ekstrim bisa aku lalui dengan lebih mudah.
Setelah hampir satu tahun bergowes ria, aku putuskan untuk mengupgrade sepedaku. Awalnya aku ragu apakah akan memilih sepeda yang full suspension yang memang ditujukan untuk masuk trek dan melibas medan yang cukup sulit ataukah cukup dengan sepeda hard tail namun ringan. Akhirnya aku memilih sepeda hard tail dengan frame karbon dengan pertimbangan aku akan lebih sering bersepeda di jalanan aspal dan masuk track yang ringan-ringan sekelas cross country saja. Dan kupikir dengan berat sepeda yang lebih ringan, rute dengan tanjakan ekstrim bisa aku lalui dengan lebih mudah.
Sabtu, Maret 21, 2015
Sentul.. I’m coming
Berangkat jam 5:30 dari rumah, sampai di Sentul jam 6:30, dan langsung ketemuan dengan temen-temennya tetanggaku di Sentul. Total kita ber-7, dengan berbagai latar belakang pekerjaan, dan berbagai macam sepeda juga.
Awalnya sih kita mau ke KM 0 (tempat ini pun aku nggak tahu ada dimana, yang penting ngikut ajah), namun karena di tengah jalan kita ketemu dengan biker yang kebetulan sendirian (sebut saja Pak Budi - bukan nama sebenarnya) dan doi mengajak untuk bergowes ria ke rute lain yang konon katanya lebih menantang, kita iyain aja ajakannya. Ketahuan banget dah kita rame-rame ke Sentul untuk hepi-hepi doang, nggak masalah rute yang diambil mau kemana. Rute ini akan melewati Gunung Pancar, yang saat itu aku juga nggak tahu tempatnya seperti apa.
Langganan:
Postingan (Atom)


