Rabu, September 04, 2013

Commuter Line yang Semakin Tak Nyaman

Beberapa waktu lalu KJC memberlakukan tarif progresif untuk KRL Commuter Line. 5 stasiun pertama penumpang hanya perlu membayar Rp 3.000 (disubsidi menjadi Rp 2.000), dan untuk 3 stasiun berikutnya dikenakan tambahan Rp 1.000 (disubsidi menjadi Rp 500). Walaupun memang tujuannya baik, yaitu agar Commuter Line ini bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, namun tampaknya penurunan tarif ini tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas kereta untuk mengimbangi peningkatan jumlah penumpang.


Memang sih sebelum tarifnya turun, tidak bisa dibilang juga kalau KRL waktu jam-jam sibuk nggak penuh. Tapi, setelah penurunan tarif, penuhnya nggak kira-kira. Terkadang saking penuhnya, mau masuk saja sudah susah. Kalaupun berhasil masuk, nanti di stasiun-stasiun berikutnya akan masuk lebih ke dalam lagi oleh penumpang-penumpang yang 'memaksa' masuk. Yah bukan salah mereka juga sih, namanya juga sama-sama penumpang, maunya kan pasti terangkut dan bisa sampai ke stasiun tujuan dengan cepat.

Jumat, Agustus 23, 2013

Genteng Bocor? Perbaiki Saja Sendiri

Salah satu masalah yang belakangan cukup menjengkelkan adalah adanya rembesan pada plafon rumah. Rembesan ini biasanya ditandai dengan menjamurnya plafon atau dinding yang dekat lokasi rembesan. Dan seminggu belakangan ini aku cukup dibuat repot dengan masalah rembesan ini, yang kuduga disebabkan karena renovasi rumah tahun lalu, dimana bagian belakang rumah dirombak, nambah kamar + nge dak bagian atasnya untuk jemuran.

Berhubung rumahnya baru aku tempati beberapa bulan, dan selama itu nggak pernah ngerasain + melihat sendiri kondisi rumah ketika hujan deras, jadi ya niatnya setengah-setengah deh buat ngebenerin. Alasan keduanya sih karena letaknya di bagian belakang rumah alias di dapur, jadi aku merasa tidak terlalu urgent untuk memperbaiki. Nah baru minggu kemarin aku merasakan sendiri ketika hujan deras + angin kencang, rembesannya sangat parah. Selain merembes ke dinding, air sudah menetes cukup deras dari plafon.

Rabu, Agustus 14, 2013

Ramadhan & Lebaran 2013

Honestly, aku cukup puas dengan bulan Ramadhan tahun ini. Walaupun masih banyak kekurangan disana-sini, namun aku merasakan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan bulan Ramadhan tahun lalu. Pada Ramadhan tahun lalu, rasa-rasanya waktuku banyak terbuang untuk urusan pekerjaan. Sampai akhirnya mendekati H-3 sebelum lebaran aku malah sakit, gejala DB. Beruntung masih bisa ngeles-ngeles untuk nggak dirawat di RS karena trombositku sudah dibawah normal. Rugi lah lebaran-lebaran di rumah sakit. Mending pula ada yang nungguin. Akhirnya walaupun bisa istirahat di rumah, puasa bolong deh 3 hari.

Minggu, Agustus 11, 2013

Quanta - 2 tahun 4 bulan

Q bentar lagi genap 28 bulan. Walaupun udah lebih dari 2 tahun, Q masih belum bisa ngomong, nggak seperti anak-anak lain seusianya yang rata-rata udah bisa ngomong dan berkomunikasi 2 arah. Namun demikian, beberapa minggu belakangan ini dia udah mulai seneng ngoceh. Walaupun belum jelas apa yang dia ucapkan, sepertinya Q sedang mencoba untuk berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya.

Kalau kuperhatikan, dia memang nggak banyak ngoceh, tapi senang mengamati dan meniru dari lingkungan sekitarnya. Jadi walaupun belajar ngomongnya telat, Q sudah bisa mengenali banyak objek berdasarkan apa yang dia lihat. Dia sudah bisa menunjukkan huruf dan angka jika kita menyebutkannya. Walaupun demikian, dia belum bisa mengucapkan huruf/angka yang dimaksud. Beberapa huruf yang bisa dia ucapkan adalah huruf-huruf vokal dan beberapa huruf konsonan seperti B, S, C, P. Q sudah bisa mengucapkan kata-kata berikut:
- ayah
- mah -> menunjuk ke bundanya
- tas -> menunjukkan arah ke atas
- apa -> menanyakan sesuatu
- pupup -> buang air besar
- pipis -> buang air kecil
- ta -> meminta sesuatu

Kamis, Juli 11, 2013

[Review] Ulasan dan Fitur Baru pada iOS7 Beta

iOS 7 diumumkan oleh Apple pada WWDC 2013 pada tanggal 10 Juni lalu. Pada versi iOS kali ini, Apple melakukan perubahan yang cukup signifikan pada tampilan dan user experience penggunanya. Tidak seperti pada iOS versi sebelumnya dimana perubahan tampilannya tidak terlalu mencolok, pada iOS7 ini perubahannya cukup signifikan, dan konon ini adalah perubahan terbesar sejak Apple meluncurkan iPhone untuk pertama kali. Karena hal inilah aku nekat untuk melakukan upgrade iOS pada iPhone ku, walaupun aku tidak memiliki account developer Apple. Karena iPhone yang aku upgrade memang pada dasarnya aku gunakan untuk pemakaian sehari-hari, ada kekhawatiran akan banyaknya celah ataupun bugs yang akan mengganggu produktiviasku. Beruntung menurutku kekurangan-kekurangan yang ada masih bisa ditoleransi dan tidak terlalu mengganggu.

Kesan Pertama
Setelah berhasil melakukan upgrade, kesan pertama yang muncul di benakku adalah masalah desain icon pada aplikasi bawaan seperti App Store, Safari, Mail, Camera, Newstand, Messages, dan lain-lain yang tampak tidak konsisten dan terkesan sangat tidak elegan seperti pada iOS6. Yah, namanya juga masih versi Beta, kemungkinan untuk berubah tentu saja masih ada. Namun demikian, sejujurnya sih setelah sebulan lebih menggunakan iOS7, masalah ini segera aku lupakan. Selama iPhone ini masih bisa mendukung produktivitas, masalah desain icon bisa kuanggap masuk prioritas nomor 2. Namun, jika nanti pada versi finalnya tidak ada perubahan desain icon yang signifikan, aku akan benar-benar kecewa pada Apple, yang sejauh ini aku persepsikan sebagai perusahaan yang benar-benar peduli pada detail dan desain.

Minggu, Juni 09, 2013

Two Thumbs Up buat Taksi Express

Beberapa waktu lalu, aku mengalami kejadian yang kurang menyenangkan dengan Taksi Express. Kejadiannya ketika aku akan pulang kantor menuju ke Stasiun Palmerah untuk melanjutkan perjalanan dengan Commuter Line. Berhubung udah malem, dan lagi rada-rada males buat naik Busway, kuputuskan untuk naik Taksi, dan seperti biasa, pilihanku jatuh ke Taksi Express. Yang jadi masalah adalah ketika turun, si pengemudi taksinya minta dikasih lebih. Padahal yang kubayar juga lebih dari argo yang tertera.

Sebenarnya sih untuk urusan yang seperti ini aku biasanya cenderung mengalah dan males untuk ngeributin, terlebih lagi tambahan yang diminta juga nggak terlalu gede. Sayangnya mood ku lagi nggak bagus waktu itu, tapi aku juga lagi males untuk negur pengemudinya. Akhirnya aku catat aja nomor lambung taksinya, dan uang tambahan yang diminta aku bayar juga.

1 Bulan Setelah Pindahan



sumber: mrnamie.com
Akhirnya kesampaian juga pindahan rumah setelah lebih dari 1 tahun ditunda. Alasan-alasan untuk menunda pindahan memang cukup klasik: rumah baru belum siap untuk ditempati, nanggung nunggu lebaran, dan segudang alasan lain yang kalau dipikir-pikir sih lebih karena memang kurang niat aja sih. Memang sih dari sejak rumah baru udah jadi sampai ditempatin, udah banyak upgrade sana-sini, dari mulai furnitur, kitchen set, kamar tambahan, nge-dak buat jemuran, kanopi di depan rumah, sampai terakhir kanopi di bagian belakang rumah dengan justifikasi biar kalo jemur baju nggak perlu khawatir kalau hujan.

Pindahan bisa diartikan dengan tambahan pengeluaran. Well.. setelah pindahan tentunya kepikiran macem-macem untuk mengisi berbagai kekurangan, yang memang nggak bakalan kepikiran kalau belum pindah rumah. Setelah diakumulasikan, kekurangan-kekurangan ini lumayan menguras kantong :(. Definisi menguras kantong ini lebih disebabkan karena pengeluaran untuk pernak-pernik ini diluar perkiraan sebelumnya. Ini baru pernak-pernik yang penting. Nah, yang 'nggak penting' nya ini justru baru kepikiran setelah sebulan pindahan. Namanya juga rumah sendiri, maunya ya bebas ngatur isinya seperti apa. Fiuhhh… memang perlu kesabaran dan belajar untuk menahan diri nih, biar nggak kebablasan.

Minggu, April 28, 2013

Ketika Baterai BlackBerry Berulah

sumber: forums.crackberry.com
Hidup enggan, mati pun tak mau. Itulah analogi yang tepat untuk menggambarkan perangkat BlackBerry 9790 yang sudah lebih dari 2 tahun ini menemaniku. Aku sebenernya udah males pake perangkat ini kalau nggak gara-gara grup kerjaan resmi di kantor pakai BlackBerry. Sebenernya sih bukan dalam artian kantor secara perusahaan yah, tapi di unit kerjaku. BBM seolah menjadi alat komunikasi resmi antar karyawan, dan begitulah jadinya. Rata-rata karyawan di unit kerjaku pasti paling nggak punya 2 handset, yang tentunya salah satunya adalah BlackBerry.

Belakangan ini, entah kenapa si BB ini batrenya cepet banget nge-drop, padahal baru 5 bulan ganti karena batre yang lama bermasalah dan ga bisa dipakai. Di layar BlackBerry hanya muncul simbol baterai yang kosong disertai dengan tanda silang. Orang awam pun bisa menerjemahkan itu: permasalahan ada di baterainya.

Minggu, April 21, 2013

iPad Mini: Kelebihan dan Kekurangannya

Setelah menjajal produk ini selama kurang lebih 1 bulan, rasanya menjadi malas untuk menggunakan kembali iPad 9.7 inch. Alasan yang paling mendasar adalah dari sisi ukuran dan berat. iPad mini jelas lebih tipis dan lebih ringan. Dengan berat yang hanya sekitar setengahnya (selisih sekitar 300 gram) dari iPad 9.7", efeknya sangat berasa untuk jangka panjang. iPad Mini lebih portabel untuk dibawa kemana-mana, serta ukurannya menurutku sangat pas untuk digunakan untuk membaca artikel, e-book, dan lain-lainnya ketika mobile, tanpa perlu membuat tangan cepat pegal.

Setelah cukup lama menggunakan produk Apple, paradigma berpikirku bergeser. Spek bukanlah menjadi alasan utama untuk membeli sebuah produk. Faktor-faktor diluar spek seperti desain, kualitas produk, kemudahan/kepraktisan dalam penggunaan, serta seberapa besar pengaruh suatu produk dalam meningkatkan produktivitas, menjadi poin pertimbangan yang sangat penting. Berdasarkan pengalamanku, selama suatu produk performanya stabil, nggak sering berulah, dan dapat dioperasikan dengan mudah, produk tersebut akan terus aku gunakan.

Minggu, April 14, 2013

Finally...

Akhirnyaaaa, setelah beberapa tahun belakangan ini nggak pernah ngadain workshop di luar kota (definisi luar kota: lebih dari 100km dari Jakarta), workshop kali ini diadakan di Bandung. Yah lumayan lah, daripada nggak sama sekali. Walaupun demikian, kalo ngeliat sub direktorat tetangga yang dulu awalnya masih sama-sama satu sub dir, workshop di Bandung bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan. Tetangga sebelah sekalinya workshop transportasinya minimal pake pesawat.

Workshop kemarin ini hanya diadakan selama 2 hari: mulai Kamis pagi (yang ujung-ujungnya sih mulainya siang hari karena jalanan yang cukup maceet), dan selesai pada hari Jumat siang. Setelah makan siang, peserta workshop udah pada bubar entah kemana.