Minggu, Oktober 18, 2026

Papandayan Trail Run: Menutup Resolusi 2026-ku

Resolusi 2026-ku cukup sederhana: ikut dua event trail run di 2026, lalu selesai. Event pertama beres di Merbabu 1 bulan sebelumnya. Event kedua, Papandayan Trail Run, menjadi penutupnya, dan eksekusinya tidak semulus rencananya: surat sehat dadakan di H-1, tidur hanya 40 menit sebelum race, dan mobil lain yang mengunci jalan keluarku selama empat jam.

Papandayan Trail Run diselenggarakan di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan, Garut pada tanggal 4 Oktober 2026 (Minggu). Ada 3 kategori yang tersedia: 5K, 10K, dan 21K. Aku mendaftar untuk jarak 21K karena kupikir kategori 10K terlalu pendek untuk bisa dinikmati. Beruntung tidak ada syarat harus pernah menyelesaikan event trail run dengan jarak serupa atau marathon di jalan raya sehingga aku qualified untuk mendaftar di kategori ini.

Jadi, begitu pendaftaran event ini dibuka, aku tanpa berpikir panjang langsung mendaftar early bird. Pada awalnya aku berniat untuk menggunakan transportasi umum saja karena kupikir venue lombanya tidak jauh dari pusat Kota Garut. Namun setelah mencari-cari informasi ternyata jaraknya cukup jauh sekitar 30km, dan transportasinya mungkin agak susah. Dengan pertimbangan ini aku mencoret opsi untuk naik bus dan memutuskan untuk naik kendaraan pribadi, namun dengan catatan akan menginap di penginapan yang paling dekat dengan venue event.

Sekitar 2 minggu sebelum hari H, aku mulai mencari penginapan yang paling dekat. Ada akomodasi yang hanya berjarak sekitar 5 km. Namun apesnya semua kamarnya sudah habis di hari H event-nya. Hanya tersisa barak di mana aku akan tidur bareng-bareng dengan tamu lain. Kuputuskan untuk lanjut, tak masalah menginap bareng-bareng, yang penting sat-set, aku hanya perlu tempat untuk menginap.

Mendekati hari H, ada pengumuman kalau race pack-nya bisa diambil di Jakarta. Aku mengambil race pack-ku di sini, 1 minggu sebelum event. Normalnya race pack baru bisa diambil di H-1, di lokasi yang tak jauh dari venue, sehingga peserta mesti sudah ada di sana ketika waktu pengambilan race pack dibuka. Dengan race pack sudah di tangan, ini membuatku berpikir untuk ke Garut-nya tidak perlu buru-buru pada H-1. Setidaknya bisa berangkat siang atau sore hari dari Jakarta.