Senin, September 29, 2014

How to NTFS Partition Accessible by All Users on Raspbmc

After installing Raspbmc on my Raspberry Pi, I just found out that whenever I plug any USB disk (USB flash disk or external hard disk) with NTFS partition, all files and directories within this partition only accessible by root user. Partition with ext format such as ext3 and ext4 can be mounted normally without any file permissions issue.

Minggu, September 28, 2014

Shafiya - 1 Tahun

Tanggal 24 lalu Shafiya berumur tepat 1 tahun. Dalam dua bulan terakhir ini perkembangannya cukup pesat. Giginya sudah ada 6 yang tumbuh. Gigi atas 4 dan gigi bawahnya 2. Seperti yang sudah kuprediksi sebelumnya, dia sudah bisa berjalan sebelum umurnya 1 tahun. Berjalannya sudah cukup lancar, walaupun terkadang masih belum stabil khususnya kalau jalannya sedikit terburu-buru. Karena sudah bisa berjalan, dia mulai senang mengeksplorasi, berjalan kesana kemari. Dan paling seneng kalau bundanya sudah ke dapur, dia akan mengikuti kesana dan mengacak-acak sendok dan garpu di tempat pengeringan yang memang letaknya dibawah sehingga terjangkau oleh tangannya.

Shafiya kadang iseng juga suka menggigit. Iseng kali yah menjajal giginya yang baru tumbuh. Kalau menggigit memang nggak tanggung-tanggung sih, susah dilepasnya. Kakaknya aja sampai nangis kejer digigit sama Shafiya. Gara-garanya iseng masukin jari tangannya ke mulutnya Shafiya, yang langsung disambut dengan gigitan maut. Abis itu kakaknya trauma deh, nggak akan berani lagi deh tuh masukin jari ke mulut adiknya.

Jumat, September 26, 2014

Bermain-main dengan Raspberry Pi

Raspberry Pi adalah mini komputer berukuran kecil, hanya sekitaran ukuran KTP. Walaupun ukurannya kecil, perangkat ini dapat berfungsi layaknya komputer namun dengan kapasitas yang terbatas. Mengenai definisi dan spesifikasi lengkapnya, bisa mengunjungi situs Wikipedia ini.

Berawal dari kekesalanku karena perangkat Seagate Centralku tidak bisa digunakan lagi alias sudah rusak, aku mencoba mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhanku akan perangkat media server di rumah. Setelah mencoba mengoprek Raspberry Pi milik temanku, ternyata lumayan juga. Paling tidak, aku bisa membuat media server yang fungsinya kurang lebih sama seperti perangkat Seagate Central ku sebelumnya.

Sabtu, September 13, 2014

Mengurus Pelunasan KPR BNI

Setelah aku niatkan sejak lama, akhirnya KPR BNI ku kini sudah lunas. Sesuai dengan resolusiku di tahun ini, aku menargetkan ¾ dari sisa KPR ku bisa aku lunasi sebelum akhir tahun. Pada awalnya memang seperti itu niatnya, namun apa daya ada perubahan kebijakan di BNI terkait dengan pelunasan dipercepat. Di awal tahun, aku menargetkan untuk melunasi KPR dalam 3 tahap: 2 kali extra payment/pelunasan sebagian, dan yang terakhir baru dilunasi seluruhnya. Tahun 2014 ini targetku adalah 2 kali extra payment ini. Namun ketika akan melakukan extra payment pertama, aku diberi tahu bahwa jumlah extra payment nya dibatasi, dan untuk sisa KPR nya tidak bisa dilakukan extra payment lagi, kecuali ya dilunasi sekalian. Ibaratnya target pelunasan dalam 3 tahap berubah menjadi 2 tahap.

Selasa, Agustus 26, 2014

How to Recover Seagate Central Data

Few weeks ago I purchased Seagate Central 4TB. My first intention was to store my movie collection so I can watch it wirelessly on my iOS devices and AppleTV. Since my movie collection only consume around 800GB of space, it still has a lot of room to store anything. So I decided to move all of my data from my conventional hard disk to Seagate Central.

It worked perfectly, until several days ago I can not locate this device on my Mac. I just realize that the led indicator kept blinking all the time. On my router, the led indicator for the device is turned off. So it means, the device was not connected to my local network.

Minggu, Agustus 24, 2014

Hidup Lebih Mudah dengan Mandiri e-money

Mungkin judul tulisan ini bisa dibilang sudah telat karena produk ini sudah cukup lama beredar di pasaran. Namun demikian, walaupun sudah cukup lama dipasarkan, sepertinya belum terlalu banyak yang menggunakan produk ini. Mungkin sedikit kalah pamor dibandingkan dengan produk dari bank sebelah (Flazz), dimana merchant nya pun lebih banyak dibandingkan dengan produk ini.

Sebelumnya, aku bukanlah pengguna kartu-kartu semacam ini. Melihat dari iklan dan kegunaannya, produk Flazz dan Mandiri e-money tampaknya lebih dominan dan menguasai pasar. Dan yang apesnya lagi, aku tidak memiliki rekening di kedua bank tersebut. Jadi kupikir memiliki produk kartunya tanpa memiliki rekening banknya akan cukup merepotkan untuk kedepannya.

Sabtu, Agustus 23, 2014

Kelebihan dan Kekurangan Seagate Central

Part 1 - Mengapa Seagate Central?
Part 2 - Unboxing dan Instalasi
Part 3 - Uji Coba Perangkat
Part 4 - Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan
  • Harga cukup terjangkau dibandingkan dengan produk NAS lain
  • Setup dan instalasi yang mudah
  • Kecepatan baca dan tulis yang lumayan cepat (ketika dihubungkan dengan jaringan yang telah mendukung gigabit ethernet)
  • Bisa memainkan semua konten yang didukung secara native oleh perangkat iOS
  • Integrasi yang mudah dengan fitur Time Machine
  • Mendukung streaming konten ke AppleTV (Anda membutuhkan perangkat iOS untuk melakukan hal ini)
  • Mendukung protokol DLNA, yang bisa diakses melalui perangkat seperti SmartTV maupun smartphone dengan aplikasi yang mendukung
  • Bisa mengakses konten secara remote melalui internet
  • Memiliki expansion port yaitu USB 2.0 yang memungkinkan pengguna untuk membackup konten yang ada pada produk ini ke media penyimpanan eksternal lain (hard disk eksternal ataupun USB flash disk)

Kekurangan
  • Aplikasi SeagateMedia hanya mendukung konten yang disupport secara native oleh perangkat. Jadi misalnya untuk konten film, format yang didukung oleh aplikasi SeagateMedia versi iOS adalah format mp4 atau m4v. Anda tidak dapat memainkan konten film dengan format mkv
  • Fitur Facebook backup untuk membackup seluruh konten video maupun foto tidal bekerja sesuai dengan yang diharapkan
  • Dashboard aplikasi sangat sederhana, tidak ada pengaturan untuk pengguna tingkat lanjut (advanced). Dan berdasarkan pengamatanku, konfigurasi fitur-fitur seperti DLNA, iTunes, dll akan ter-reset ketika Anda me-restart perangkat. Jika sebelumnya Anda mematikan salah satu fitur, misalnya agar tidak bisa dilakukan remote access, maka ketika Seagate Central Anda restart, fitur ini kembali aktif.
  • Tidak dapat memonitor aktivitas yang sedang terjadi maupun menampilkan progress dari sebuah aktivitas
  • Media yang digunakan tidak dapat dipartisi
  • Fitur SlideShow pada aplikasi SeagateMedia hanya menampilkan konten pada resolusi yang telah disesuaikan dengan perangkat. Jika akan ditampilkan ke layar eksternal yang lebih besar seperti TV, konten gambarnya menjadi kurang tajam.
  • Fitur iTunes yang disediakan perangkat ini tidak mendukung playlist
  • Aplikasi SeagateMedia masih memiliki banyak bug dan perlu perbaikan. Namun demikian karena produk ini menggunakan protokol DLNA, bisa digunakan aplikasi alternatif lainnya

Kesimpulan
Secara keseluruhan, perangkat ini tidak mengecewakan. Kebutuhanku untuk backup data dan streaming konten melalui perangkat mobile seperti smartphone dan tablet sudah terpenuhi. Namun demikian, rasa-rasanya masih ada beberapa fitur seperti DLNA yang belum bisa kumanfaatkan dengan optimal karena keterbatasan perangkat yang kumiliki yang mendukung protokol tersebut.

Bagi Anda yang berniat membeli produk ini, harap diperhatikan bahwa Seagate Central memerlukan koneksi ethernet untuk dapat digunakan. Sehingga Anda tidak dapat menghubungkannya langsung dengan PC/laptop menggunakan kabel USB. Port USB yang ada pada perangkat ini hanya dapat digunakan untuk printer dan hard disk eksternal lain. Selain itu untuk pengalaman yang lebih baik, disarankan agar menggunakan jaringan yang sudah mendukung gigabit ethernet.

Harap diperhatikan juga, tidak semua konten didukung oleh aplikasi Seagate Media. Konten yang didukung bisa berbeda-beda tergantung dari platform perangkatnya (iOS, Android, dan lain sebagainya).

Uji Coba Seagate Central

Part 1 - Mengapa Seagate Central?
Part 2 - Unboxing dan Instalasi
Part 3 - Uji Coba Perangkat
Part 4 - Kelebihan dan Kekurangan

Setelah mencoba perangkat ini selama beberapa hari, rasanya aku tak salah telah memutuskan untuk membeli perangkat ini. Sesuai dengan ekspektasiku di awal, aku berencana untuk menyimpan seluruh koleksi film dan foto-fotoku di perangkat ini. Dan karena perangkat ini otomatis dikenali melalui aplikasi Finder di Mac, proses penyalinan kontennya dapat dilakukan dengan mudah. Satu hal yang cukup mengganggu adalah router yang aku gunakan di rumah bukan router Gigabit, sehingga kecepatan transfernya secara teori tidak akan melebihi 100Mbps (kurang lebih 12,5MB/s). Bisa dibayangkan untuk menyalin konten film dengan ukuran 3GB akan diperlukan waktu kurang lebih 3 s/d 5 menit. Jika ada 100 film, bisa berjam-jam nih. Untuk itu, agar bisa melakukan uji coba dengan maksimal, selain aku lakukan di rumah, aku lakukan juga di kantor yang notabene jaringannya sudah menggunakan gigabit ethernet.

Seagate Central: Unboxing & Instalasi

Part 1 - Mengapa Seagate Central?
Part 2 - Unboxing dan Instalasi
Part 3 - Uji Coba Perangkat
Part 4 - Kelebihan dan Kekurangan

Isi Kemasan
Dus perangkat ini cukup besar. Ketika dibuka, Anda akan menemukan:
  • 1 box perangkat penyimpanan
  • Power adapter, yang dilengkapi dengan beberapa pilihan colokan listrik
  • 1 buah kabel ethernet
  • Quick Start Guide
Pada bagian belakang perangkat Seagate Central, Anda akan menemukan 3 buah port:
  • Port untuk power
  • Port USB 2.0, yang bisa digunakan untuk menancapkan hard disk eksternal lain maupun printer
  • Port gigabit ethernet untuk dihubungkan dengan jaringan lokal
Pada bagian bawah boxnya Anda akan menemukan tombol reset, yang bisa digunakan untuk me-reset konfigurasi Seagate Central tanpa menghapus data yang sudah ada di dalamnya. Tombol ini dapat anda gunakan ketika misalnya Anda lupa password administrator perangkat.

Mengapa Seagate Central?

Part 1 - Mengapa Seagate Central?
Part 2 - Unboxing dan Instalasi
Part 3 - Uji Coba Perangkat
Part 4 - Kelebihan dan Kekurangan

Berawal dari sisa space hard disk eksternalku yang kian hari semakin menipis, rasa-rasanya sudah saatnya membeli hard disk baru dengan kapasitas yang lebih besar. Salah satu konten yang paling rakus dalam urusan space adalah film. Film-film yang biasanya sudah aku tonton akan aku koleksi siapa tahu di masa yang akan datang ketika mau nonton lagi kan nggak perlu repot-repot mencari (padahal sih dalam kenyataannya jarang sekali aku dan mungkin pembaca sekalian untuk menonton film yang sama lebih dari satu kali). Alasan yang lebih logisnya adalah siapa tahu nanti ada teman, saudara, atau tetangga yang kebetulan belum nonton kan tinggal dikasih aja.

Sementara itu, konten-konten lain selain film seperti lagu, dokumen, foto-foto, dan dokumen-dokumen terkait pekerjaan tidak terlalu memakan spacehard disk. Kuperkirakan dengan menggunakan hard disk berukuran 1TB, diluar untuk menyimpan konten film, sisa space tersebut sudah mencukupi kebutuhanku selama beberapa tahun kedepan.