Setelah sebelumnya me-review Samsung Galaxy Tab 8.9, kali ini aku akan mencoba mengulas perbandingan antara Galaxy Tab 8.9 dengan Apple iPad. Seperti biasa, aku nggak akan terlalu menonjolkan perbandingan dari sisi spesifikasi teknisnya. Untuk detail spesifikasi teknis dari kedua produk ini, bisa membuka tautan berikut: spesifikasi teknis iPad, spesifikasi teknis Galaxy Tab 8.9.
Perbandingan kedua tablet ini akan aku coba ulas dari sisi user experience atau pengalaman pengguna. Tentunya kedua tablet ini memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Mungkin dalam menguraikan perbedaan kedua tablet ini, penilaianku bisa sedikit subyektif. Feel free to comment jika memang ada informasi yang kurang sesuai.
Fitur & tampilan
[iPad] Tampilan iPad jauh lebih sederhana dibandingkan dengan Galaxy Tab. Pada Home Screen nya langsung ditampilkan menu-menu aplikasi yang sudah terinstall. Namun demikian iPad memiliki Dock yang menampilkan aplikasi-aplikasi yang bisa diakses secara cepat. Tablet ini memiliki tombol fisik untuk menyembunyikan aplikasi aktif dan kembali ke Home Screen. Jika tombol ini ditekan dua kali secara cepat, akan menampilkan history aplikasi yang dibuka sebelumnya. Melalui menu ini pengguna juga bisa mengatur kecerahan layar, mengontrol musk yang sedang didengarkan, dan juga mengatur volume secara visual. Selain fitur diatas, iPad juga memiliki beberapa gesture yang bisa diatur. Misalnya menggeser 4 jari keatas akan menampilkan history aplikasi. Menggeser 4 jari ke kiri atau ke kanan akan berpindah ke aplikasi lain yang telah dibuka sebelumnya.
Resolusi layar yang dimiliki oleh iPad adalah 1024x768 dan belum memiliki fitur Retina Display seperti halnya pada iPhone4 maupun iPhone4S. Dengan resolusi sebesar ini, iPad cocok digunakan untuk membaca dokumen maupun ebook, menulis catatan, dan browsing dengan tampilan penuh.
[Galaxy Tab] Sementara itu tampilan Galaxy Tab sedikit lebih kompleks, memang bawaannya Samsung sudah seperti itu. Pada Home Screen nya, pengguna dapat menambahkan widget yang bisa menampilkan daftar email, tweet, kalender, catatan/notes, dan lain sebagainya. Pengguna juga bisa bernavigasi ke halaman lain pada Home Screen. Selain itu, pengguna bisa menambahkan shortcut aplikasi-aplikasi yang sering diakses pada Home Screen. Untuk menampilkan daftar semua aplikasi, disediakan menu yang bisa diakses dari halaman mana saja pada Home Screen.
Tidak seperti pada iPad yang memiliki tombol fisik untuk mengakses Home Screen, Galaxy Tab akan menampilkan tray yang akan selalu muncul (bahkan ketika sedang membuka aplikasi). Tray ini berisi menu-menu untuk menampilkan Home Screen, menampilkan history aplikasi yang trlah dibuka sebelumnya, tombol Back untuk kembali ke tampilan sebelumnya, serta menu untuk mengakses Task Manager yang bisa digunakan untuk menutup aplikasi-aplikasi yang sedang dibuka. Pada tray ini pengguna juga bisa mengakses daftar notifikasi yang masuk, mengaktifkan/menonaktifkan bluetooth, WiFi, Flight Mode, dan lain sebagainya secara cepat. Terkadang, tray ini dirasa bisa cukup mengganggu apabila sedang menjalankan aplikasi, terutama Game. Seringkali tanpa sengaja tersentuh sehingga mengganggu tampilan aplikasinya.
Walaupun ukuran layarnya lebih kecil, resolusi layar yang dimiliki oleh Galaxy Tab 8.9 adalah 1280x800, lebih besar dibandingkan dengan iPad. Dengan resolusi yang lebih besar, Galaxy Tab mampu memberikan tampilan yang lebih jelas dan tajam dibandingkan dengan iPad.
Aplikasi Bawaan
[iPad] Bisa dibilang aplikasi bawaan iPad sangatlah minim. Aplikasi bawaan iPad diantaranya adalah Music, Video, YouTube, Reminder, Notes, Contact, Mail, Calendar, Safari, Maps, App Store, Camera, Facetime, Photo Booth, dan Game Center. Menurutku aplikasi-aplikasi ini sudah standar. Tidak ada aplikasi yang menurutku memiliki fungsi lebih yang bisa memberikan nilai tambah. Dengan aplikasi ini, pengguna tidak bisa membuka dokumen Ms Office ataupun PDF secara langsung. Dokumen-dokumen tersebut hanya bisa dibuka melalui email, dan itupun hanya read only, yang artinya pengguna tidak bisa menyunting atau membuat dokumen baru.
[Galaxy Tab] Sementara itu Galaxy Tab memiliki lebih banyak aplikasi dibandingkan iPad. Selain aplikasi-aplikasi standar seperti pemutar musik, pemutar video, aplikasi untuk menulis catatan, serta kalender, Salah satu aplikasi yang menurutku cukup memberikan nilai tambah adalah Polaris Office. Melalui aplikasi ini pengguna bisa membuka, membuat, dan mengedit dokumen-dokumen Ms Office. Walaupun fiturnya terbatas, namun untuk ukuran tablet lumayan OK lah.
Selain itu ada aplikasi eBook yang bisa digunakan untuk membuka dokumen-dokumen PDF. Dalam aplikasi ini, semua dokumen PDF yang telah dibuka akan otomatis ditambahkan pada koleksi kita. Dokumen ini ditampilkan dalam bentuk thumbnail pada rak buku. Pengguna bisa menambahkan bookmark pada dokumen yang sedang dibuka untuk akses cepat ke halaman yang ditandai, serta bisa juga menambahkan catatan-catatan pada halaman yang sedang dibuka.
Sistem Operasi (OS)
[iPad] iPad yang aku test disini menggunakan iOS 5.01. Sistem operasi bawaan Apple ini sangat tertutup. Dan bisa dibilang nggak bisa diapa-apain kalau nggak di JailBreak. Untuk pengguna biasa atau pengguna awam yang tentunya dari sisi populasinya mendominasi pengguna iPad secara keseluruhan, rasanya fitur-fitur yang disediakan iOS sudah mencukupi. Yang penting kan aplikasinya bisa dipakai dan berfungsi dengan baik. Untuk pengguna yang seneng ngoprek pun nggak masalah, tinggal Jailbreak saja, dan anda sudah bisa mengutak-atik isi sistemnya walaupun beresiko kehilangan garansi. Jadi Walaupun sistem operasinya tertutup, bukan berarti nggak bisa diutak-atik. Sistem operasi yang tertutup ini kurasa akan menyebalkan bagi sebagian orang. Seperti misalnya pengguna tidak bisa mengubah tampilan pada Home Screen semudah pada Galaxy Tab.
Salah satu kekuranan iOS yang menurutku cukup mengganggu adalah dalam hal transfer dokumen. Ketika anda menghubungkan iPad ke PC/Mac, iPad tersebut tidak akan dikenali sebagai eksternal drive. Untuk mentransfer dokumen harus dilakukan melalui iTunes, dan itupun tidak seperti kita mentransfer dokumen ke folder tertentu. iTunes hanya dapat mentransfer dokumen ke aplikasi tertentu (tidak semua aplikasi memiliki fitur transfer ini). iTunes akan menampilkan daftar aplikasi yang mendukung fungsi transfer dokumen ini. Dengan fitur ini, dokumen yang telah ditransfer hanya bisa dibuka pada aplikasi yang dituju saja. Kurasa ini adalah bagian dari fitur keamanan pada iOS yang sangat meminimalisir perkembangan malware atau penyimpangan-penyimpangan dalam aplikasi.
[Galaxy Tab] Galaxy Tab yang aku test memiliki sistem operasi Android 3.2 Honeycomb. Sistem operasi besutan Google ini memberikan ruang yang lebih banyak untuk dieksplorasi, cocok bagi pengguna-pengguna yang demen ngoprek. Selain di Jailbreak (istilahnya di-rooting), pengguna juga bisa memodifikasi firmware nya. Bahkan dalam beberapa kasus pengguna bisa menginstall sistem operasi lain pada tablet ini (sejauh ini sih aku belum pernah nyoba sejauh itu). Tidak seperti iOS, pada Android pengguna dapat menyimpan dokumen di mana saja. Seperti pada komputer sendiri anda bisa menyimpan dokumen di folder manapun. Dan aplikasi-aplikasi pada OS ini juga bisa membuka dokumen dimanapun anda menyimpannya.
Kebebasan dalam sistem operasi Android ini jika dilihat dari satu sisi, sangat memudahkan pengguna dalam mengakses dokumen dimanapun pengguna tersebut menyimpannya. Namun kelemahannya adalah pengguna tidak akan menyadari jika ada aplikasi-aplikasi yang perilakunya menyimpang dan mencoba mengakses dokumen atau data-data yang tidak dikehendaki oleh penggunanya. Oleh sebab itu sering kali diberitakan pertumbuhan malware meningkat cukup pesat pada sistem operasi Android ini. Tinggal kita sebagai pengguna yang perlu sedikit berhati-hati dalam menginstall aplikasi yang berasal dari sumber yang kurang bisa dipercaya (tidak melalui Android Market)
Selanjutnya..
Sabtu, Maret 03, 2012
Sabtu, Februari 18, 2012
Kekurangan Samsung Galaxy Tab 8.9
Pada tulisan sebelumnya: Review Samsung Galaxy Tab 8.9, aku telah menuliskan ulasan mengenai tablet ini. Pada tulisan kali ini aku akan mengulas beberapa kekurangan yang aku rasakan selama menggunakan produk tablet ini. Beberapa diantaranya bisa dibilang cukup subyektif. Berikut adalah beberapa kekurangan yang aku rasakan selama menggunakan tablet ini.
Layar sentuh yang kurang responsif
Dalam kondisi normal, layar sentuh tablet ini cukup responsif. Namun terkadang ada kalanya menjadi kurang responsif, seperti sedikit nge-lag, dan beberapa saat kemudian normal lagi. Kondisi ini bisa dibilang jarang, dan terjadi ketika mengakses Home Screen. Penyebabnya sendiri aku tidak tahu. Aku duga ada aplikasi yang berjalan pada mode background dan melakukan proses yang cukup memakan sumber daya prosesornya. Kondisi serupa juga cukup sering aku alami ketika membuka dokumen PDF yang berukuran cukup besar (diatas 50MB) melalui aplikasi eBook. Kurasa cukup wajar jika melihat ukuran dokumen yang dibuka, tetapi harusnya nggak perlu sampai membuat layar sentuhnya menjadi kurang responsif.
Kies yang selalu bermasalah
Pada awalnya aku bisa menghubungkan tablet Galaxy Tab ku ke aplikasi Kies di laptop. Namun belakangan ini, koneksinya selalu gagal, seolah-olah tabletnya tidak merespon aplikasi Kies-nya. Penyebabnya pun sampai saat ini aku tidak tahu. Setelah googling, aku menemukan beberapa artikel yang menunjukkan masalah yang serupa, tapi tidak ada satupun solusi yang aku dapatkan. Dugaanku, ada perubahan seting/konfigurasi akibat dari instalasi aplikasi tertentu pada tabletnya. Namun sampai saat ini aku juga tidak tahu aplikasi mana yang menyebabkan masalah ini. Satu-satunya solusi yang paling efektif adalah factory reset, yang tentunya dengan resiko kehilangan seluruh aplikasi yang sudah diinstall berikut dengan data-datanya. Setelah factory reset, sekarang masalah ini kembali terulang *sigh*. Dan kurasa factory reset bukanlah solusi yang akan aku ambil.
Transfer File Melalui Bluetooth Bermasalah
Masalah ini bisa dibilang hampir sama dengan masalah sebelumnya: penyebabnya tidak diketahui dan googling tidak membantu sama sekali dalam menemukan solusinya. Perangkat bluetoothnya sendiri tidak bermasalah karena bisa dideteksi oleh PC/laptop. Hanya saja, ketika akan melakukan transfer file langsung di-reject oleh tabletnya. Masalah ini juga terjadi ketika aku mencoba melakukan transfer file dari perangkat lain (HP) ke tablet.
Solusi alternatif untuk masalah ini adalah menginstall aplikasi tambahan, yaitu Bluetooth File Exchanger. Aplikasi ini gratis namun disisipi iklan. Kusebut solusi alternatif karena permasalahan gagalnya transfer menggunakan aplikasi bawaan yang sudah terinstall di dalam tablet tidak diketahui penyebabnya. Namun demikian solusi alternatif ini cukup ampuh. Selain bisa melakukan transfer file dengan bebas, aplikasi ini juga memiliki kelebihan lain, aku tidak perlu melakukan konfirmasi pada tablet ketika akan melakukan transfer file (konfirmasi ini kurasa untuk alasan keamanan), selain itu aku bisa melakukan transfer beberapa file sekaligus.
Kies tidak bisa melakukan backup pada data aplikasi
Yang sangat disayangkan, data-data aplikasi (contohnya adalah informasi username pada aplikasi, data preferensi, atau progress dalam game) tidak bisa dibackup melalui Kies. Aneh memang, namun sepertinya kurasa ini untuk masalah keamanan juga. Pada dasarnya data-data aplikasi ini bisa dianggap sensitif, dan pengguna tidak bisa membaca data-data ini, kecuali pengguna tersebut telah melakukan rooting pada tabletnya. Proses rooting ini sendiri walaupun bisa dikatakan aman, tetapi akan menghilangkan garansi produknya. Cukup beresiko bagi pengguna awam.
Android Market hanya bisa diakses melalui Tablet
Client Android Market hanya dapat dibuka melalui tablet, tidak seperti Apple yang menyediakan iTunes untuk mengunduh aplikasi via PC/laptop. Dengan keterbatasan ini, jika ingin mengunduh aplikasi-aplikasi yang cukup besar, solusi yang paling efisien dan murah adalah melalui WiFi, kalau pake jaringan selular kayaknya sayang bandwidth. Nah tidak semua tempat kan ada WiFi nya. Belum lagi WiFi hotspot tersebut harus memiliki koneksi langsung ke internet. Tablet Galaxy Tab ini tidak bisa terkoneksi ke WiFi Hotspot yang memerlukan proxy, seperti halnya pada jaringan kantor. Sebenernya bisa saja sih konek pakai proxy, tapi tabletnya mesti di-root terlebih dahulu. Untuk pengguna awam, tentunya lumayan ribet.
Seandainya ada versi client untuk PC/laptop kan bakalan lebih mudah. Bisa membeli dan mengunduh aplikasi secara bebas melalui PC/laptop, setelah diunduh, baru ditransfer deh ke tabletnya. Menurutku ini lebih simpel dan efektif. Jujur saja, dengan banyaknya isu malware pada OS Android, membuatku nggak berani beli aplikasi berbayar melalui Android Market (terlalu parno sih). Daripada nanti disalahgunakan dan merugikan diri sendiri, mending cari versi crack nya di internet dan install secara langsung tanpa melalui Android Market.
Kompatibilitas aplikasi
Tablet Galaxy Tab 8.9 dilengkapi dengan resolusi layar 1280x800 pixel. Untuk kebanyakan perangkat yang menggunakan OS Android, resolusi tersebut bisa dibilang sangat tinggi. Kebanyakan perangkat yang menggunakan OS Android memiliki resolusi dibawah itu. Nah ada kalanya ada aplikasi yang didesain untuk menggunakan resolusi rendah. Aplikasi yang seperti ini dapat diinstall dengan baik pada Galaxy Tab, namun terkadang tampilannya menjadi kurang menarik, dan bahkan pecah (pixelated), karena seolah tampilannya di-stretch ke dalam resolusi yang lebih besar. Sebenarnya ini tidak terlalu bermasalah, tetapi paling nggak ekspektasiku semua aplikasi yang tersedia di Android Market bisa memberikan informasi resolusi optimum, sehingga sebelum aku menjalankan aplikasi tersebut, paling nggak aku sudah tahu bahwa tampilan aplikasinya bakalan sedikit bermasalah, dan bisa memutuskan untuk melanjutkan untuk mengunduh atau tidak.
Kurangnya dukungan untuk MacAplikasi Kies memang tersedia untuk Mac, namun Kies ini memiliki banyak keterbatasan dan lebih cocok digunakan untuk melakukan sinkronisasi data-data seperti kontak, memo, dan kalender antara Mac dengan tablet. Tidak seperti pada Windows, dimana ketika dihubungkan dengan kabel data, tablet Galaxy Tab akan dikenali sebagai USB drive. Pada Mac, ketika anda menghubungkan table menggunakan kabel data, seolah tidak terjadi apa-apa. Mac tidak mengenali perangkat ini sebagai USB Drive. Jika dikenali sih harusnya muncul pada aplikasi Finder di Mac nya. Sepertinya sih ini bukan salah tabletnya, tapi karena Mac nya yang tidak support secara native. Dan parahnya lagi, Samsung tidak menyediakan driver khusus untuk menangani masalah ini.
Kebayang kan, jika anda pengguna Mac (dan nggak punya OS Windows), anda akan kesulitan dalam mentransfer file dari Mac ke tablet. Bisa saja melalui Bluetooth, tapi ya nggak bisa cepet, dari pengalamanku, maksimal kecepatan transfernya sekitar 160 KB/s. Terlebih lagi jika Kies nya pun tidak bisa digunakan seperti pada masalah yang telah disebutkan diatas, bisa membuat frustasi deh.
Kesimpulan
Tablet Galaxy Tab ini jika dilihat dari perspektif OS Android, bisa dibilang OK lah. Selain banyaknya aplikasi yang tersedia, perangkat ini juga custimizable dan bisa dioprek. Hanya saja menurutku untuk pengguna awam, kalau mau benar-benar memanfaatkan perangkat ini secara optimal ya mesti mau belajar dan meluangkan waktu untuk ngutak-ngatik. Untuk pengguna yang memang malas untuk ngoprek, rasanya sayang aja. Ibaratnya beli komputer canggih dan up to date, tapi dipakai untuk mengetik dan bermain Solitaire. Mubazir kan?
Namun demikian, jika aku melihat tablet ini dari perspektif Samsung (nggak ngomongin Androidnya), aku sangat kecewa dengan produk ini. Masalah-masalah terkait dengan Bluetooth dan Kies diatas, kurasa tidak berhubungan dengan Android nya, tetapi Samsung nya ini yang bermasalah. Kedengarannnya cukup konyol, namun demikianlah kenyataannya. Mungkin banyak pengguna yang memang jarang menggunakan Kies, namun jika memang Samsung cukup peduli, seharusnya masalah-masalah diatas sudah ada solusinya.
Oke, memang pendapatku diatas bisa dibilang sangat subyektif. Tapi rasanya aku cukup bisa menyimpulkan kualitas produk keluaran Samsung ini seperti apa. Seolah Samsung hanya ikut-ikutan untung dari popularitas Android, tetapi mengabaikan support untuk produknya. Aku adalah pengguna Mac, dan kurasakan dukungan Samsung untuk Mac sangat mengecewakan. Bagi pengguna Mac yang tidak memiliki OS lain, masalah konektivitas bisa menjadi mimpi buruk. Solusi alternatifnya, ya mau nggak mau install OS Windows (pakai dual boot), atau virtualisasi menggunakan aplikasi seperti VMWare, VirtualBox, atau Parallels.
Artikel terkait:
Perbandingan iPad 2 vs Samsung Galaxy Tab
Jumat, Februari 17, 2012
Review Samsung Galaxy Tab 8.9
Samsung Galaxy Tab 8.9 merupakan salah satu tablet keluaran Samsung yang memiliki ukuran layar 8.9 inch dan resolusi 1280x800 pixels. Tablet ini dibekali dengan OS Android Honeycomb (3.0, yang bisa diupgrade ke versi 3.2). Spec prosesornya pun lumayan canggih: Dual Core Cortex-A9 1 GHz. Untuk RAM nya, berdasarkan informasi yang kudapat, tablet ini dilengkapi dengan 1GB RAM, namun jika melihat informasi dari tabletnya sendiri, memory yang tersedia adalah 768 MB. Entah kenapa bisa berbeda, mungkin yang 256 MB di reserve untuk OS nya sendiri.
Tulisan ini tidak akan terlalu banyak membahas spesifikasi teknis dari tablet ini. Penulis akan mencoba untuk menuliskan ulasan dari sisi user experience atau pengalaman pribadi sendiri dalam menggunakan tablet ini, ditambah dengan fitur-fitur dari sisi aplikasinya. Spesifikasi lengkap mengenai tablet ini, bisa dilihat melalui tautan berikut.
Konektivitas
Tablet ini dapat beroperasi pada jaringan 2G (GPRS, EDGE) maupun 3G (HSDPA). Selain itu, perangkat ini pun dilengkapi dengan WiFi dan Bluetooth untuk koneksinya. Pastikan anda berlangganan paket data dari operator anda, karena tablet Android ini menurut pengamatanku cukup boros untuk urusan data. Perangkat ini didesain untuk selalu terkoneksi dengan internet, bisa jadi anda tidak sedang menggunakan tablet ini, tetapi secara background, ada aplikasi yang melakukan sinkronisasi via internet. Jika di tempat anda ada WiFi hotspot, konektivitas ke jaringan selular bisa dimatikan dan beralih ke WiFi.
Untuk konektivitas ke PC/laptop, Samsung menyediakan aplikasi yang bernama Kies. Kies memungkinkan pengguna untuk melakukan sinkronisasi data-data kontak, memo, dan kalender dari tablet ke PC/laptop. Selain itu, pengguna bisa melakukan sinkronisasi file-file media seperti lagu dan film. Untuk bisa terkoneksi dengan Kies, anda bisa menggunakan kabel data, Bluetooth, ataupun WiFi. Tentunya koneksi menggunakan kabel data akan jauh lebih cepat dibandingkan menggunakan Bluetooth ataupun WiFi.
Bluetooth-nya pun bisa digunakan untuk berkirim dokumen. Namun tidak semua dokumen bisa dikirimkan, hanya dokumen-dokumen yang dikenali oleh perangkat ini saja yang bisa dikirimkan. Repotnya lagi, tiap kali mau transfer mesti konfirmasi. Lumayan ribet, tapi mungkin untuk alasan keamanan juga sih. Jika nggak mau ribet dengan limitasi diatas, bisa menginstall aplikasi tambahan dari pihak ketiga. Cara yang lebih gampang untuk transfer file adalah menggunakan kabel data. Ketika perangkat ini terkoneksi via kabel, di PC/laptop akan dikenali sebagai USB drive. Anda bisa mentransfer banyak file sekaligus, tidak perlu satu persatu seperti halnya menggunakan Bluetooth.
Anda juga dapat menjadikan perangkat tablet ini menjadi personal hot-spot. Dengan fitur ini anda bisa membagi akses internet dari tablet ini ke perangkat lain melalui WiFi. Cukup praktis menurutku, selain menjadi modem portabel, fitur ini memungkinkan beberapa perangkat sekaligus dapat terhubung dan menggunakan koneksi internet yang sama.
Multimedia & Hiburan
Tablet ini dilengkapi dengan kamera 3 MP yang bisa digunakan untuk memotret maupun merekam video. Untuk memainkan file-file musik ataupun video, tablet ini sudah dilengkapi dengan aplikasi bawaan. Untuk membuat playlist musik, selain bisa langsung dibuat pada tabletnya, bisa juga menggunakan Kies. Kies lebih memudahkan pengguna karena bisa meng-import playlist iTunes secara langsung. Selain itu, membuat playlist juga menjadi lebih mudah. Bandingkan dengan membuat playlist langsung dari tablet, dimana lagu yang akan ditambahkan mesti dipilih satu persatu.
Aplikasi & Game
Anda bisa mengunduh banyak aplikasi (baik gratis maupun berbayar) melalui Android Market yang bisa diakses langsung dari perangkat ini. Ada lebih dari 400 ribu aplikasi yang tersedia melalui Android Market saat ini. Apalagi banyak aplikasi/games yang gratis, dimana biasanya mereka mendapatkan pemasukan melalui iklan.
Selain melalui Android Market, anda juga bisa menginstall aplikasi dari internet/PC. File instalasi Android biasanya berekstensi *.apk. Untuk menginstalnya, anda bisa mentransfer file instalasi tersebut kedalam perangkat melalui Bluetooth/kabel data. Setelah ditransfer, buka file APK tersebut melalui aplikasi File Manager (Samsung menyertakan aplikasi yang bernama My files untuk keperluan ini). Untuk alasan keamanan, secara bawaannya, anda tidak disarankan untuk menginstall aplikasi tanpa melalui Android Market. Anda bisa mengubah setingan ini melalui Settings->Applications, dan centang pilihan "Unknown Source: Allow installations of non-Market applications".
Email & Aplikasi Office
Untuk urusan pekerjaan, perangkat ini sudah cukup canggih. Untuk urusan portabilitas, perangkat ini bisa menggantikan laptop. Anda bisa membaca dan berkirim email melalui perangkat ini secara realtime. Tablet ini juga dilengkapi dengan aplikasi Polaris Office untuk membuka dan mengedit dokumen-dokumen Word, Excel, maupun Power Point, namun tentunya dengan fitur yang terbatas. Jika anda kurang puas, Anda bisa menginstall aplikasi seperti Documents To Go atau Office Suite melalui Android Market, yang tentunya tidak gratis.
Untuk membuka dokumen PDF, anda bisa menggunakan aplikasi bawaan eBook. Sesuai namanya, aplikasi ini diperuntukkan untuk membuka eBook. Namun berhubung salah satu format eBook adalah PDF, jadi nggak salah juga jika anda membuka dokumen PDF melalui aplikasi ini. Melalui aplikasi ini anda bisa menambahkan bookmark di halaman manapun. Selain itu, anda juga bisa menambahkan catatan-catatan maupun penanda (bookmark) pada dokumen anda.
Kesimpulan
Dalam hal mobilitas, tablet Samsung Galaxy Tab 8.9 ini cukup memuaskan, baik untuk urusan pekerjaan maupun untuk hiburan. Perangkat ini lebih sering aku gunakan untuk browsing, bermain game, menonton film dan membaca buku dalam format ebook. Sementara untuk urusan email dan pekerjaan aku lebih prefer menggunakan laptop (ya iya lah). Ribet kan soalnya mesti transfer-transfer dokumennya. Untuk baca email masih lumayan lah, namun untuk menulis email, masih enakan pakai HP biasa yang menggunakan keypad (jelas lebih praktis). Dengan ukurannya yang lumayan besar, tentunya perangkat ini tidak sepraktis handphone yang bisa dimasukkan kedalam saku celana. Jadinya agak ribet jika menggunakan perangkat ini di tempat umum seperti di dalam bus/kereta.
Bisa dikatakan juga, anda bisa melakukan apapun melalui tablet ini. Semuanya karena sistem operasi Android yang disematkan pada tablet ini. Banyaknya dukungan aplikasi yang tersedia membuat tablet ini sangat powerful. Jika ingin fitur tambahan, ya install aplikasi yang sesuai, beres kan. Ibaratnya seperti membeli PC kosong, kita bisa menginstall bermacam-macam aplikasi. Fungsi dan manfaat PC tersebut bergantung pada penggunanya dalam memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang ada. Jika anda pengguna awam, mungkin bagian yang agak menyusahkan adalah menemukan aplikasi-aplikasi yang bagus dan tentunya bermanfaat. Tapi dengan teknologi internet saat ini, seharusnya hal ini tidak menjadi masalah: tinggal googling saja.
Lebih ekstrimnya lagi, anda bisa me-root tablet Galaxy Tab anda atau bahkan menginstall ROM dari pihak ketiga. Tapi kedua hal tersebut tidak akan aku ulas disini. Secara aku juga masih newbie dan belum punya waktu luang yang cukup banyak untuk ngoprek-ngoprek. Lagipula jika anda melakukan kedua hal diatas, otomatis garansi resminya akan hilang. Yah walaupun pada kenyataannya bisa diakali juga sih, untuk mengembalikan tablet dalam kondisi semula.
Rabu, Februari 01, 2012
Buku Hafalan Shalat Delisa: Benar-benar menyentuh
Akhirnya kesampaian juga untuk membaca buku ini. Judulnya memang sudah lama familier di telingaku karena cerita ini sudah difilmkan, walaupun aku sendiri belum menonton filmnya. Hanya saja, menurut pengamatanku judul buku yang akhirnya dibuat film, dan apalagi buku tersebut bercerita tentang anak-anak, biasanya memang bagus isinya, dan pada umumnya highly recommended untuk dibaca. Namun jujur saja, baru kali ini aku membaca bukunya Tere Liye. Dan biasanya, begitu aku tahu salah satu tulisannya bagus, akan berlanjut untuk ke buku lainnya.
Sesuai dengan judulnya, buku ini menceritakan kisah Delisa, anak kecil berusia 6 tahun yang sedang belajar untuk menghapal bacaan shalat. Cerita diambil dari sudut pandang tokoh utamanya. Latar yang digunakan adalah kisah tsunami Aceh pada tahun 2004. Setelah membaca bagian awal buku ini, kupikir judul buku ini hanya hiasan dan tidak benar-benar merepresentasikan keseluruhan isi bukunya. Namun setelah membaca hingga bagian akhir, rasanya aku paham, mengapa buku ini diberi judul demikian.
Isi buku ini benar-benar menyentuh. Banyak sekali bagian-bagian yang mengharukan dan membuatku hampir menangis. Seandainya aku membaca buku ini tidak dalam perjalanan pulang menggunakan kendaraan umum, mataku pasti sudah basah oleh air mata. Di buku ini, sang penulis benar-benar mampu menuliskan pandangan-pandangan dan pola pikir dari sudut pandang anak kecil yang berusia 6 tahun. Kepolosan pola pikir inilah yang menurutku sangat terasa dan menusuk hati nurani. Selain nilai-nilai kebenaran yang tersebar di seluruh bagian, buku ini banyak mengajarkan apa itu arti tulus dan ikhlas. Dalam melakukan kebaikan, sudah sepantasnya itu dilakukan dengan tulus dan ikhlas karena Allah, bukan karena mengharapkan imbalan. Inilah inti cerita dari buku ini.
Ending ceritanya menurutku agak gimana gitu. Agak sedikit memaksa, karena seolah ending seperti itu sudah disiapkan penulis mulai dari tengah-tengah cerita. Tapi kurasa sangat wajar karena sepertinya penulis tidak ingin meninggalkan potongan puzzle yang tidak terjawab. Anyway, this book is great. Rasanya tidak sabar untuk membaca buku-buku lainnya yang ditulis oleh Tere Liye. Semoga saja isinya sebagus buku ini. Syukur-syukur lebih bagus lagi.
Sesuai dengan judulnya, buku ini menceritakan kisah Delisa, anak kecil berusia 6 tahun yang sedang belajar untuk menghapal bacaan shalat. Cerita diambil dari sudut pandang tokoh utamanya. Latar yang digunakan adalah kisah tsunami Aceh pada tahun 2004. Setelah membaca bagian awal buku ini, kupikir judul buku ini hanya hiasan dan tidak benar-benar merepresentasikan keseluruhan isi bukunya. Namun setelah membaca hingga bagian akhir, rasanya aku paham, mengapa buku ini diberi judul demikian.
Isi buku ini benar-benar menyentuh. Banyak sekali bagian-bagian yang mengharukan dan membuatku hampir menangis. Seandainya aku membaca buku ini tidak dalam perjalanan pulang menggunakan kendaraan umum, mataku pasti sudah basah oleh air mata. Di buku ini, sang penulis benar-benar mampu menuliskan pandangan-pandangan dan pola pikir dari sudut pandang anak kecil yang berusia 6 tahun. Kepolosan pola pikir inilah yang menurutku sangat terasa dan menusuk hati nurani. Selain nilai-nilai kebenaran yang tersebar di seluruh bagian, buku ini banyak mengajarkan apa itu arti tulus dan ikhlas. Dalam melakukan kebaikan, sudah sepantasnya itu dilakukan dengan tulus dan ikhlas karena Allah, bukan karena mengharapkan imbalan. Inilah inti cerita dari buku ini.
Ending ceritanya menurutku agak gimana gitu. Agak sedikit memaksa, karena seolah ending seperti itu sudah disiapkan penulis mulai dari tengah-tengah cerita. Tapi kurasa sangat wajar karena sepertinya penulis tidak ingin meninggalkan potongan puzzle yang tidak terjawab. Anyway, this book is great. Rasanya tidak sabar untuk membaca buku-buku lainnya yang ditulis oleh Tere Liye. Semoga saja isinya sebagus buku ini. Syukur-syukur lebih bagus lagi.
Selasa, Januari 24, 2012
Review Game: Jelly Defense for Mac
Jelly Defense adalah satu permainan yang bergenre Tower Defense. Permainan ini sebenarnya sudah lumayan lama nongol di Mac App Store. Walaupun ratingnya bagus, aku tidak percaya begitu saja. Sampai akhirnya salah seorang temanku yang telah membeli permainan ini seharga $4,99 memberikan penilaian yang cukup bagus. Oke, akhirnya aku mencari versi bajakannya di internet untuk mencoba-coba (ga mau rugi banget). Sebagai informasi tambahan permainan ini juga tersedia untuk platform iOS dan Android dengan harga yang lebih murah.
Setelah mencoba, ternyata permainan ini membuatku ketagihan. Agak heran juga permainan dengan genre Tower Defense ini begitu jarang di Mac OSX. Plants vs Zombies mungkin bisa dimasukkan ke dalam kategori tersebut, tapi alur permainannya sangat berbeda dengan Jelly Defense. Tidak seperti Plants vs Zombies yang berisi karakter-karakter menyeramkan (kecuali karakter tanaman-tanamanya yah), pada Jelly Defense, semua karakternya lucu. Dan memang seperti namanya, semua karakternya seperti Jelly.
Desain dan tampilan permainan ini juga bisa dibilang unik. Latar belakang permainan ini didominasi oleh warna abu-abu, sementara karakter-karakter dalam permainannya berwarna merah dan biru. Agak-agak kontras memang, seolah-olah pencipta permainan ini adalah seorang Apple fanboy yang produk-produknya banyak terinspirasi oleh warna tersebut (ga penting banget :p). Untuk efek suara, menurutku tak kalah lucu dengan karakter-karakternya. Tapi untuk musiknya, agak-agak aneh menurutku. Kayak nggak cocok gitu lah. Perlu beberapa lama sampai telingaku cukup terbiasa dengan alunan musik latarnya.
To the point, cara memainkan permainan ini tidak sulit. Pemain hanya perlu menaruh tower-tower yang akan menembaki musuh ketika melewati tower tersebut pada tempat yang telah disediakan. Pilihan tempat tower ini juga beragam, tergantung level permainannya. Strateginya justru terletak pada penempatan tower ini. Pemain harus bisa menempatkan tower yang tepat dan di tempat yang tepat pula. Untuk membeli tower, pemain diberikan koin pada awal permainan. Setiap kali berhasil menghancurkan lawan, akan diberikan tambahan koin yang mesti segera diambil. Koin ini akan segera menghilang jika tidak diambil. Tujuan akhir dari permainan ini adalah menahan sebanyak mungkin batu permata (ada 10 batu permata dalam setiap level) agar tidak diambil oleh musuh. Pada intinya, hancurkan semua musuh dengan tower yang ada, maka batu-batu permata tersebut akan aman.
Karakter musuh dalam permainan ini ada dua macam, berwarna biru dan merah. Jelly biru pada dasarnya mampu bergerak lebih cepat daripada Jelly merah. Untuk melawan Jelly biru, harus menggunakan Tower yang berwarna biru, dan begitu pula sebaliknya. Disediakan Tower berwarna merah untuk melawan si Jelly merah. Namun demikian ada Tower universal yang berwarna kombinasi biru dan merah, bisa digunakan untuk menembak Jelly biru maupun Jelly merah, namun kekuatannya tentu tidak seberapa.
Ada 6 musuh yang berbeda, 3 berwarna merah dan 3 berwarna biru. Masing-masing memiliki kecepatan dan kekuatan yang berbeda-beda. Jelly yang mampu bergerak cepat, biasanya sangat rapuh dan lemah. Sementara Jelly yang bergerak lambat cenderung kuat dan sulit dilumpuhkan. Diantara semua Jelly musuh, yang paling mengerikan adalah Jelly yang memiliki hidung seperti belalai. Menurutku ini karakter Jelly yang paling lucu, namun demikian, dibalik mata dan hidungnya yang lucu, jelly ini adalah musuh yang paling kuat, sampai-sampai dijuluki Pure Evil.
Sementara, untuk karakter towernya ada 10 macam, 3 tower untuk melawan jelly berwarna merah, 3 tower untuk jelly biru, 1 tower universal, 1 karakter pohon untuk me-riset tower (pada awal permainan, pemain hanya diberikan 1 universal tower, 1 tower merah, 1 tower biru, dan 1 karakter pohon untuk riset, sisa tower lainnya didapat melalui proses riset), 1 tower Letnan Jenderal yang tidak menembak musuh, tapi akan membuat tower-tower disekelilingnya menjadi lebih agresif, dan 1 Piggy Bank yang akan memberikan koin (semakin besar koin yang kita miliki, semakin banyak pula koin yang dihasilkan oleh Piggy Bank ini) ketika pemain berhasil menghancurkan 1 rangkaian musuh. Semua tower dalam permainan ini bisa di-upgrade. Semakin tinggi, semakin besar pula kekuatannya. Semua Tower kecuali tower untuk riset, dapat di-upgrade hingga maksimal 3 kali.
Karakter tower yang berwarna merah cenderung memiliki kekuatan yang besar dan cocok untuk menghancurkan jelly-jelly yang bergerak lambat, namun tidak cocok untuk melawan jelly merah yang mampu bergerak cepat. Namun demikian ada satu karakter tower yang tidak menembak, hanya mengeluarkan gas untuk memperlambat jelly merah musuh. Setelah gerakannya diperlambat, kedua karakter tower sisanya dapat digunakan untuk menghancurkan musuh dengan efektif. Karakter tower yang mengeluarkan gas ini hanya ada pada tower yang berwarna merah.
Sementara karakter tower yang berwarna biru, cenderung mampu menembak lebih cepat. Yang paling rendah tingkatannya adalah tower yang mampu menembak musuh dengan cepat, namun kekuatan tembaknya tidak terlalu besar, dan hanya bisa menembak satu musuh pada waktu yang sama. Karakter tower berikutnya mampu menembak banyak musuh dalam waktu yang bersamaan, dan kekuatannya pun cukup besar, namun hal ini diimbangi dengan waktu reload yang cukup lama. Karakter tower terakhir memiliki kekuatan yang paling besar. Tower ini akan menembak laser dengan kekuatan yang besar. Bisa dipastikan semua jelly biru musuh yang berada pada jangkauan sinar lasernya akan terkena imbasnya. Tentunya, kehebatan tower ini diimbangi dengan waktu reload yang cukup lama juga. Menurutku inilah satu-satunya tower yang paling efektif dalam menghancurkan si Pure Evil. Sederetan jelly Pure Evil bisa langsung menciut bila berada satu garis dengan sinar lasernya.
Strategi dalam memainkan permainan ini cukup mudah: tempatkan tower pada tempat yang tepat sehingga memberikan efek maksimal (yang tentunya didapat dari beberapa kali percobaan), gunakan sesedikit mungkin tower (agar lebih efisien tentunya), dan manfaatkanlah Piggy Bank untuk menambah jumlah koin. Selamat mencoba!!!
Setelah mencoba, ternyata permainan ini membuatku ketagihan. Agak heran juga permainan dengan genre Tower Defense ini begitu jarang di Mac OSX. Plants vs Zombies mungkin bisa dimasukkan ke dalam kategori tersebut, tapi alur permainannya sangat berbeda dengan Jelly Defense. Tidak seperti Plants vs Zombies yang berisi karakter-karakter menyeramkan (kecuali karakter tanaman-tanamanya yah), pada Jelly Defense, semua karakternya lucu. Dan memang seperti namanya, semua karakternya seperti Jelly.
Desain dan tampilan permainan ini juga bisa dibilang unik. Latar belakang permainan ini didominasi oleh warna abu-abu, sementara karakter-karakter dalam permainannya berwarna merah dan biru. Agak-agak kontras memang, seolah-olah pencipta permainan ini adalah seorang Apple fanboy yang produk-produknya banyak terinspirasi oleh warna tersebut (ga penting banget :p). Untuk efek suara, menurutku tak kalah lucu dengan karakter-karakternya. Tapi untuk musiknya, agak-agak aneh menurutku. Kayak nggak cocok gitu lah. Perlu beberapa lama sampai telingaku cukup terbiasa dengan alunan musik latarnya.
To the point, cara memainkan permainan ini tidak sulit. Pemain hanya perlu menaruh tower-tower yang akan menembaki musuh ketika melewati tower tersebut pada tempat yang telah disediakan. Pilihan tempat tower ini juga beragam, tergantung level permainannya. Strateginya justru terletak pada penempatan tower ini. Pemain harus bisa menempatkan tower yang tepat dan di tempat yang tepat pula. Untuk membeli tower, pemain diberikan koin pada awal permainan. Setiap kali berhasil menghancurkan lawan, akan diberikan tambahan koin yang mesti segera diambil. Koin ini akan segera menghilang jika tidak diambil. Tujuan akhir dari permainan ini adalah menahan sebanyak mungkin batu permata (ada 10 batu permata dalam setiap level) agar tidak diambil oleh musuh. Pada intinya, hancurkan semua musuh dengan tower yang ada, maka batu-batu permata tersebut akan aman.
Karakter musuh dalam permainan ini ada dua macam, berwarna biru dan merah. Jelly biru pada dasarnya mampu bergerak lebih cepat daripada Jelly merah. Untuk melawan Jelly biru, harus menggunakan Tower yang berwarna biru, dan begitu pula sebaliknya. Disediakan Tower berwarna merah untuk melawan si Jelly merah. Namun demikian ada Tower universal yang berwarna kombinasi biru dan merah, bisa digunakan untuk menembak Jelly biru maupun Jelly merah, namun kekuatannya tentu tidak seberapa.
Ada 6 musuh yang berbeda, 3 berwarna merah dan 3 berwarna biru. Masing-masing memiliki kecepatan dan kekuatan yang berbeda-beda. Jelly yang mampu bergerak cepat, biasanya sangat rapuh dan lemah. Sementara Jelly yang bergerak lambat cenderung kuat dan sulit dilumpuhkan. Diantara semua Jelly musuh, yang paling mengerikan adalah Jelly yang memiliki hidung seperti belalai. Menurutku ini karakter Jelly yang paling lucu, namun demikian, dibalik mata dan hidungnya yang lucu, jelly ini adalah musuh yang paling kuat, sampai-sampai dijuluki Pure Evil.
Sementara, untuk karakter towernya ada 10 macam, 3 tower untuk melawan jelly berwarna merah, 3 tower untuk jelly biru, 1 tower universal, 1 karakter pohon untuk me-riset tower (pada awal permainan, pemain hanya diberikan 1 universal tower, 1 tower merah, 1 tower biru, dan 1 karakter pohon untuk riset, sisa tower lainnya didapat melalui proses riset), 1 tower Letnan Jenderal yang tidak menembak musuh, tapi akan membuat tower-tower disekelilingnya menjadi lebih agresif, dan 1 Piggy Bank yang akan memberikan koin (semakin besar koin yang kita miliki, semakin banyak pula koin yang dihasilkan oleh Piggy Bank ini) ketika pemain berhasil menghancurkan 1 rangkaian musuh. Semua tower dalam permainan ini bisa di-upgrade. Semakin tinggi, semakin besar pula kekuatannya. Semua Tower kecuali tower untuk riset, dapat di-upgrade hingga maksimal 3 kali.
Karakter tower yang berwarna merah cenderung memiliki kekuatan yang besar dan cocok untuk menghancurkan jelly-jelly yang bergerak lambat, namun tidak cocok untuk melawan jelly merah yang mampu bergerak cepat. Namun demikian ada satu karakter tower yang tidak menembak, hanya mengeluarkan gas untuk memperlambat jelly merah musuh. Setelah gerakannya diperlambat, kedua karakter tower sisanya dapat digunakan untuk menghancurkan musuh dengan efektif. Karakter tower yang mengeluarkan gas ini hanya ada pada tower yang berwarna merah.
Sementara karakter tower yang berwarna biru, cenderung mampu menembak lebih cepat. Yang paling rendah tingkatannya adalah tower yang mampu menembak musuh dengan cepat, namun kekuatan tembaknya tidak terlalu besar, dan hanya bisa menembak satu musuh pada waktu yang sama. Karakter tower berikutnya mampu menembak banyak musuh dalam waktu yang bersamaan, dan kekuatannya pun cukup besar, namun hal ini diimbangi dengan waktu reload yang cukup lama. Karakter tower terakhir memiliki kekuatan yang paling besar. Tower ini akan menembak laser dengan kekuatan yang besar. Bisa dipastikan semua jelly biru musuh yang berada pada jangkauan sinar lasernya akan terkena imbasnya. Tentunya, kehebatan tower ini diimbangi dengan waktu reload yang cukup lama juga. Menurutku inilah satu-satunya tower yang paling efektif dalam menghancurkan si Pure Evil. Sederetan jelly Pure Evil bisa langsung menciut bila berada satu garis dengan sinar lasernya.
Strategi dalam memainkan permainan ini cukup mudah: tempatkan tower pada tempat yang tepat sehingga memberikan efek maksimal (yang tentunya didapat dari beberapa kali percobaan), gunakan sesedikit mungkin tower (agar lebih efisien tentunya), dan manfaatkanlah Piggy Bank untuk menambah jumlah koin. Selamat mencoba!!!
Kamis, Januari 19, 2012
Review Blackberry 9790 Bellagio
Blackberry 9790 dengan kode Bellagio ini adalah penerus seri Blackberry Onyx sebelumnya. Sebelumnya RIM telah mengeluarkan Onyx 1 dan Onyx 2, dan Blackberry 9790 ini adalah Onyx 3. Tidak seperti Onyx 1 dan Onyx 2 yang desainnya mirip, Onyx 3 cukup banyak berubah. Desainnya lebih ramping dan tipis, sementara tombol-tombol Call/Send, Menu, Escape, dan End/Power nya timbul, tidak seperti seri sebelumnya yang terasa rata jika diraba. RIM juga meningkatkan kapasitas memorinya menjadi 768 MB dan kapasitas penyimpanan aplikasi sebesar 512 MB. Menurutku sudah lebih dari cukup lah. Perbedaan lainnya adalah, Onyx 3 menggunakan OS 7 dan layarnya pun layar sentuh. Menurutku agak-agak aneh aja sih layar sentuh tapi ukuran layarnya tidak terlalu lebar (2.45 inch).
Selain itu, Onyx 3 dilengkapi dengan media penyimpanan internal sebesar 8 GB (menurut spec nya 8GB, tetapi jika aku lihat informasinya di menu Options, yang tertera adalah 6 GB). Dengan kapasitas media penyimpanan sebesar ini, menurutku sudah tidak perlu lagi membeli memori tambahan, terlebih lagi kecepatan baca dari media penyimpanan eksternal (MicroSD) lebih lambat dibandingkan dengan media penyimpanan internalnya. Pernah aku coba untuk membuka file video yang ukurannya cukup besar, dan hasilnya jika file video tersebut aku simpan di media eksternal, gambarnya kurang smooth. Spesifikasi teknis lebih lengkap bisa dibaca disini.
Pada tulisan ini, aku akan mencoba menuliskan pengalamanku dalam menggunakan Onyx 3, yang tentunya bisa dibilang sangat subyektif. Jadi no offense yah kalau ada yang nggak sesuai. Untuk sisi obyektifnya, silakan mengacu ke spesifikasi teknis yang telah aku sebutkan pada tautan diatas.
Desain
Tidak seperti Onyx 1 dan Onyx 2 yang menurutku desainnya elegan, desain Onyx 3 bisa dibilang kurang elegan, tidak terlihat kesan bahwa produk ini memiliki spesifikasi yang high end. Tapi memang begitulah kenyatannya. Dari sisi harga aja jauh dibawah Dakota. Bodinya juga terkesan lebih ringkih dibanding pendahulunya, mungkin karena ukurannya lebih tipis kali yah. Jika aku perhatikan, yang mirip dan tidak mengalami banyak perubahan adalah bentuk keypadnya.
Fitur & Aplikasi
Secara fitur, menurutku tidak terlalu banyak perubahan yang berarti. OS 7 yang digadang-gadang RIM memiliki banyak fitur baru, rupanya kemampuannya hanya segitu saja. Jika anda menggunakan BB untuk urusan pekerjaan, perbedaannya tidak akan terlalu terasa. Yang jelas sih, proses restart/boot up masih memerlukan waktu yang cukup lama (bisa sampai 5 menit bahkan lebih). OS 7, yang artinya OS terbaru, tentunya mengkonsumsi lebih banyak memori dan storage.
Rasa-rasanya peningkatan kapasitas memori menjadi 768 MB dan kapasitas media penyimpanan aplikasi sebesar 512 MB tidak terlalu berpengaruh buatku. Karena memang produk ini aku gunakan kebanyakan untuk urusan pekerjaan semata, jadi tidak perlu ada aplikasi aneh-aneh. Selama masih bisa ber BBM ria, menjawab email, browsing, dan membuka twitter/facebook, chatting menggunakan YM/Google Talk/WhatsApp, rasa-rasanya sudah cukup. Untuk urusan hiburan, masih cukup lah untuk mendengarkan musik atau menonton video, hanya saja untuk bermain game bisa dikatakan semua produk Blackberry tidak didesain untuk itu.
Fitur touch screen nya sangat berguna untuk navigasi pada menu-menu serta shortcut di Home Screen nya, terlebih lagi ketika browsing (melakukan zoom dan scrolling). Namun fitur ini ternyata juga lumayan merepotkan ketika produk ini dimasukkan ke dalam saku celana, tetapi tidak dalam keadaan terkunci. Biasanya yang terjadi adalah tanpa disadari ada menu-menu yang tidak sengaja terpilih atau ada aplikasi-aplikasi yang tidak sengaja terbuka. Bisa gawat kan kalau tanpa disengaja dan disadari produk ini tiba-tiba mengrimkan pesan/email yang tidak diinginkan ke pengguna lain.
Sementara itu, dari sisi aplikasinya menurutku tidak ada yang istimewa pada aplikasi-aplikasi bawaan produk ini. Bisa kubilang, RIM kurang berinovasi pada OS 7 yang digunakan produk Onyx 3 ini. Aplikasi bawaannya jika aku lihat tidak jauh berbeda dengan perangkat-perangkat pendahulunya. Yah paling nggak ada OS baru ya ada aplikasi baru gitu yang disertakan dalam perangkatnya. Seandainya Onyx 3 ini tidak memiliki layar sentuh, secara experience, kurasa tidak ada bedanya jika perangkat ini menggunakan OS 6. Mengecewakan sekali..
Baterai
Walaupun dilengkapi dengan baterai 1230 mAh, perangkat ini menurutku sangat boros. Sekali charge sampai penuh paling banter bisa bertahan kurang dari 12 jam. Tidak seperti produk pendahulunya, yang baterainya bisa bertahan lebih dari sehari semalam. Ini pun menggunakan jaringan 2G. Bisa dibayangkan kan jika menggunakan jaringan 3G. Nggak sampai 6 jam juga sudah keok. Namun secara subyektif, menurutku daya tahan baterainya masih lebih baik lah dibandingkan dengan Monza atau Dakota. Dengan daya tahan baterai seperti ini, sangat disarankan untuk senantiasa membawa charger produk ini. Jika hendak dibawa ke acara-acara outdoor seperti outing seharian penuh, bisa dipastikan produk ini tidak akan bertahan sampai acaranya selesai. Akan lebih baik jika memiliki dan membawa serta portable charge.
Kesimpulan
Sebagai pengguna yang pernah merasakan Onyx 1, aku cukup puas dengan performa Onyx 3. Perangkat Blackberry ini relatif stabil walau terkadang muncul jam yang berputar-putar alias nge-hang, tapi bisa dibilang jarang lah. Bagi para penggemar Blackberry yang memiliki bugdet yang cukup besar, produk ini cukup layak untuk dimiliki. Kecuali kalau memang untuk alasan prestise, menurutku lebih baik membeli Dakota atau Monza saja sekalian, karena dari sisi spec, kedua perangkat diatas berada diatas Bellagio.
Namun demikian, sejak pertama kali menggunakan Blackberry, menurutku tidak ada kemajuan yang cukup berarti. Dari dulu aplikasi-aplikasi yang aku gunakan ya itu-itu aja. Mau install aplikasi yang agak berat, pasti mikirnya nanti bakalan nge-hang lah atau nggak stabil lah, dan sebagainya. Fitur yang memang benar-benar bisa diandalkan hanya BBM dan email, yang memang menjadi killer apps nya Blackberry. Aku memang pengguna Blackberry, tapi bukan penggemar produk ini karena menurutku bisa dibilang ketinggalan jaman. Memang diluar sana masih banyak pengguna Blackberry yang benar-benar bisa memanfaatkan fitur-fiturnya secara penuh, tetapi dengan kemampuannya yang minim fitur baru, Blackberry kelas bawah seperti Gemini saja aku rasa sudah cukup. Terakhir, IMHO dengan fitur-fitur seperti yang telah disebutkan diatas, rasa-rasanya terlalu mahal untuk mengeluarkan 4,6 juta rupiah untuk membeli Bellagio. Dengan uang tersebut, sudah cukup untuk membeli handphone Android kelas atas yang bisa digunakan untuk berkirim email dan browsing, namun minus BBM tentunya.
Sabtu, Januari 07, 2012
Warna-warni 2011 - Bagian 3 (Tamat)
Tak seperti tahun-tahun sebelumnya saat aku masih melajang #halah, di tahun 2011 ini semuanya tampak berubah. Tidak semua hal bisa aku lakukan sebebas seperti dulu. Apalagi hal-hal yang menyangkut pengeluaran, perlu didiskusikan baik-baik dengan istri sebelum memutuskan. Namun demikian bukan berarti aku tidak bisa melakukan apa-apa. Menteri keuangan kan tugasnya hanya mengawasi :p, jadi dengan komunikasi yang tepat, semuanya mungkin untuk dilakukan. Yang penting tujuan tercapai lah.
Pada bagian yang terakhir ini, aku merangkum segala hal yang bertema 'senang-senang' selama tahun 2011.
Upgrade PC
Sebagai penggemar game Age Of Empires III aku merasa PC lamaku ini kurang berfungsi secara optimal. Aku tak bisa bermain pada resolusi maksimum dengan nyaman. Pada resolusi rendah saja kadang-kadang masih lambat, apalagi pada resolusi maksimum. Tadinya sih rencananya mau beli PC baru sekalian. Tapi rasanya sayang aja, PC lama masih bisa digunakan. Dan terlebih lagi keperluannya hanya untuk bermain game aja. Kalaupun untuk urusan kerjaan ataupun remote, spesifikasinya masih cukup. Akhirnya aku putuskan untuk mengupgrade sebagian komponennya: motherboard, power supply, memory, dan VGA card.
Motherboard dan power supply nya diganti karena waktu itu sudah kurang stabil karena listrik di rumahku yang sebelumnya bermasalah. Sebel aja nih, padahal motherboardku yang rusak itu adalah motherboard yang bagus, dan pada saat aku beli dulu harganya lumayan. Yah, sebagai penggantinya sih kupikir nggak perlu beli yang mahal-mahal lah. Yang penting bisa buat maen game :p. Namun demikian, untuk power supply, aku sengaja membeli yang agak bagus. Alasanku adalah, jika suatu saat nanti aku akan merakit PC baru, nggak perlu beli lagi power supply nya.
VGA Card adalah komponen yang jelas perlu aku upgrade. Setelah aku upgrade ke VGA Card kelas menengah, performa game Age Of Empires III yang biasa aku mainkan meningkat cukup signifikan. Nggak ada lagi yang namanya nge-lag, walaupun dalam setingan dan resolusi maksimum. Hanya saja, dalam benchmarknya, score VGA Card ku tidak maksimal karena processor yang aku gunakan bisa dibilang udah outdated, sementara VGA Card yang aku pakai tergolong masih baru. Sehingga aku tak bisa memainkan game-game rilis terbaru dengan maksimal.
Nikon AF 85mm f/1.8D
Waktu itu sih justifikasinya untuk foto-foto sang buah hati yang baru lahir. Tapi… setelah dicoba rasanya lensa 85mm ini terlalu panjang fokusnya. Agak kurang-kurang cocok untuk foto-foto bayi kalo menurutku. Pakai lensa 35mm hasilnya malah lebih bagus. Kecuali nanti si dede nya udah bisa berdiri dan jalan, baru deh nge pas. Ah, yang penting barangnya udah kebeli dulu lah. Dipake mah belakangan aja. Huehehe..
Mac Book Air 2011
Ini adalah hadiah ulang tahun untuk diriku sendiri. Walaupun sebenarnya aku nggak terlalu butuh, tapi memang pengen sih. Maklum udah sejak lama mengincar model laptop ini. Apalagi setelah beberapa sebelumnya istriku membeli Mac Book juga. Jadi tambah kepengen deh. Alasan utama membeli laptop ini adalah karena ringan, dan spesifikasinya juga lumayan oke. Terlebih lagi aku ingin menjajal sistem operasi Mac OSX, bosen sama Windows mulu.
Dalam kenyatannya, laptop ini jarang sekali kupakai untuk mengerjakan pekerjaan kantor. Keseringannya adalah untuk browsing, mengolah foto, ngoprek, main game, menonton film, dan mendengarkan musik. Namun, karena ringan, laptop ini sering kubawa kemana-mana. Kalaupun memang perlu untuk mengerjakan pekerjaan kantor, tinggal remote saja, dan beres lah kerjaan. Aku agak-agak malas untuk memindahkan semua urusan kantorku ke laptop ini. Pertama karena sistem operasinya. Banyak aplikasi-aplikasi yang biasa aku gunakan, hanya ada untuk versi Windows. Dan alasan kedua karena ukuran media penyimpanan laptop ini tidak terlalu besar, hanya 120 GB karena menggunakan SSD.
Secara umum, menurutku jajarannya Mac Book Air ini sangat cocok digunakan untuk hal-hal yang berbau hiburan. Walaupun ukuran media penyimpanannya hanya 120 GB, namun performa SSD ini sungguh memuaskan. Untuk mengolah dokumen-dokumen berukuran yang cukup besar, laptop ini tidak mengalami masalah yang berarti. Waktu yang diperlukan untuk membuka aplikasi-aplikasi yang cenderung berat seperti Photoshop juga relatif cepat. Setelah menggunakan laptop ini, aku berpikir untuk mengganti media penyimpanan laptop lamaku dengan SSD. Namun performa yang tinggi juga diimbangi dengan harga yang tinggi juga. Hix..
Jalan-jalan ke Belitung
Bisa dibilang acara jalan-jalan bersama anak-anak Pura Pala ini termasuk dadakan. Hanya direncanakan 2 minggu sebelum hari keberangkatan. Tapi hasilnya sangat memuaskan. Agak-agak nggak enak juga sih karena istriku nggak bisa ikut. Tapi yah, pada kenyatannya aku pergi juga. Hehehe.. Maklum pada acara jalan-jalan Pura Pala sebelumnya aku nggak ikutan, jadi ya di acara jalan-jalan kali ini aku mengusahakan untuk ikut. Cerita lebih lanjut mengenai acara ini bisa dilihat di dalam tulisan Trip to Belitung, Negeri Laskar Pelangi.
Samsung Galaxy Tab 8.9
Akhir tahun ini ditutup dengan kejutan yang menyenangkan. Diawali dengan undangan workshop dari unit kerja lain. Jarang-jarang undangan workshop pas liburan akhir tahun begini. Sesuai dengan dugaan, acara yang terkait dengan kerjaannya sih nggak terlalu banyak. Acara jalan-jalannya yang lebih terasa. Ternyata di pada acara workshop ini ada door prize nya. Dan aku mendapatkan hadiah utamanya, Samsung Galaxy Tab 8.9.
Sebenarnya aku nggak terlalu suka dengan produk Samsung, secara doi banyak menjiplak desain produknya Apple. Tadinya mau aku jual aja, tapi rasanya sayang aja barang pemberian malah dijual. Terlebih lagi, aku ingin menjajal dan ngoprek OS Android dulu. Rencananya tahun ini aku akan membeli iPad. Dan setelah memiliki Galaxy Tab ini, rasa-rasanya aku ingin membuat perbandingan diantara keduanya.
Sejauh ini sih, aku nggak terlalu banyak memakai barangnya, karena kebetulan istriku suka dan dia yang lebih banyak memakai. Namun dari pengalamanku, produk tablet sepertinya sangat cocok untuk dijadikan bahan oprekan. Sayang aja kalau cuma dipakai baca ebook dan main game. Tidak seperti Apple yang cenderung tertutup, Android lebih terbuka dan bebas. Tapi aku masih belum nyoba kalau sampe nge-root dan nge flash ROM nya. Selain beresiko gagal dan menghilangkan garansinya, saat ini aku tidak memiliki cukup waktu untuk ngoprek-ngoprek.
Warna-warni 2011 - Bagian 2
Pada bagian ini, aku akan mencoba untuk mengupas beberapa catatan terkait dengan keluargaku. Tentunya aku tidak akan menuliskan hal-hal yang bersifat personal disini.
Tua di Jalan???
Inilah tahun pertama dimana aku tinggal setahun penuh di Bekasi. Jika dilihat di peta, jarak dari tempat tinggal ku sebelumnya, di daerah Tangerang Selatan lebih jauh daripada Bekasi. Tapi jarak tidak berelasi dengan waktu tempuh ke kantor. Waktu 1,5 jam adalah waktu paling cepat yang bisa ditempuh dari Bekasi ke kantor, tapi biasanya sih bisa lebih lama lagi. Yah, bisa aja sih lebih cepat, tapi tentunya berangkat lebih pagi dan menurutku berangkat sebelum jam 5:30 agak kurang masuk akal.
Ada beberapa alternatif kendaraan umum yang bisa digunakan. Naik bus, omprengan, atau naik kereta. Naik bus atau omprengan waktu tempuhnya bisa diluar perkiraan. Semakin siang, tol dalam kota macetnya bukan main. Dan dari pintu keluar Tol Cawang sendiri bisa 1 jam sendiri untuk sampai ke kantor. Naik omprengan lebih sedikit manusiawi karena sudah tentu kebagian duduk. Sementara naik bus dapat duduk saja sudah untung. Sementara itu kalau naik kereta, keuntungannya adalah waktu tempuh lebih cepat, walaupun nanti mesti naik angkutan umum sekali lagi. Permasalahannya adalah rute angkutan umum setelah naik kereta ini adalah rute macet. Yah, lebih baik waktu tempuh 1,5 jam tapi paling nggak bisa melihat banyak pemandangan sepanjang jalan daripada 1,5 jam tapi berhenti total. Pilihan yang sulit
Permasalahan berikutnya adalah ketika pulang. Jika masih dibawah jam 8, aku masih bisa naik omprengan. Diatas itu, mesti naik bus, dan busnya tentu saja belum tentu kebagian duduk dan kadang menunggunya pun lumayan lama. Waktu tempuh ketika pulang bisa dibilang lebih manusiawi lah dibanding waktu berangkat. Asal nggak parah-parah banget, bisa lah 1 jam sampai ke rumah.
Sebagai perbandingannya, ketika tinggal di Tangerang Selatan, waktu tempuh pulang pergi kurang lebih sama, sekitar 1 jam. Dan tidak perlu terjebak dalam macet pula, karena naik kereta dan rute kendaraan umum dari stasiun ke kantor bukan rute macet. Yang paling nyaman adalah waktu tempuhnya kurang lebih sama jika aku berangkan jam 6, jam 7, atau jam 8 sekalipun. Hehehe
Rumah Baru
Di awal tahun aku dan istriku memutuskan untuk membeli rumah di dekat tempat tinggalku dulu, di daerah Tangerang Selatan. Aku cukup beruntung untuk mendapatkan rumah dengan lokasi dekat stasiun dan pasar dan dengan harga yang terjangkau. Sebenarnya cluster rumahnya sudah terbeli semua. Hanya saja ada yang membatalkan. Dan kebetulan aku mendapat info tersebut. Beruntungnya, harga rumahnya sama dengan penawaran pertama 1 tahun yang lalu, dalam artian harganya belum naik. Dengan lokasi se-strategis itu, aku bisa mendapatkan rumah dengan harga yang lebih murah daripada rumah dengan tipe yang sama yang lokasinya di sekitaran rumahku.
Walaupun sekitar pertengahan tahun 2011 rumah ini sudah jadi, namun baru akan kami tempati tahun ini. Maklum lah, udah jadi kan bukan berarti bisa langsung ditempati. Perlu waktu untuk mengisinya sedikit-sedikit. Belum lagi rencananya tahun ini kami akan menambah satu kamar lagi. Yah, semoga rencana ini bisa berjalan dengan lancar.
Sang Buah Hati
Pada bulan April, tepatnya tanggal 19 April, telah lahir putra pertama kami. Terasa lengkap sudah kebahagiaan yang kami rasakan. Pada awalnya aku dan istriku berencana untuk menjalani persalinan normal. Namun apa daya keinginan itu tak menjadi kenyataan. Di hari kelahirannya, ketuban pecah duluan. Karena masih menginginkan persalinan secara normal, dokter menyarankan untuk induksi. Konon katanya sakitnya bukan main. Yah, terbukti dari ganasnya cakaran-cakaran istriku setelah dilakukan induksi. Setelah beberapa jam tanpa ada hasil, terlebih lagi ketubannya sudah pecah sejak pagi, akhirnya kami memilih untuk persalinan secara caesar. Sore hari, pukul 15:30 putra pertama kami lahir.
Dengan bertambahnya anggota keluarga, selalu ada alasan untuk pulang cepat dari kantor. Hehehe.. Sayangnya dalam beberapa minggu pertama sejak hari kelahirannya aku tak bisa mengabadikan foto-fotonya karena kameraku tiba-tiba (dan entah kenapa) rusak. Sebenernya sih bisa aja ngambil pakai kamera HP, tapi berasa ga worth aja #lebay. Beban pengeluaran bulanan pun bertambah. Dan bertambahnya pun lumayan banyak. Pengeluaran untuk susu dan lain-lain kalau aku hitung-hitung kurang lebih sama dengan pengeluaran operasional bulanan untuk diriku sendiri. Apalagi ASI istriku tidak terlalu banyak, sehingga dari sejak lahir ya setengah-setengah dengan susu formula. Tapi walaupun demikian, kebahagiaan yang diberikan sebanding kok.
Investasi
Di sekitaran awal tahun 2011 aku memutuskan untuk mengkonversi sebagian tabunganku ke dalam dinar emas. Setelah sekian lama tidak yakin dengan dinar, akhirnya aku beranikan juga untuk mencoba. Secara performa, kenaikan harga emas per tahunnya ini jauh lebih baik daripada deposito. Dan kalau dipikir-pikir menyimpan uang di deposito itu malah rugi karena kisaran bagi hasil/bunganya berada di bawah inflasi. Sejak saat itu, ketika ada uang nganggur, aku konversikan ke dinar emas yang aku beli melalui geraidinar (www.geraidinar.com). Alasan lain adalah, aku memerlukan instrumen investasi (bukan invest sih, tapi lebih tepat kalau preserve kali yah) yang cukup likuid, mudah untuk dicairkan namun tetap perlu usaha untuk mencairkannya. Bayangkan aja kalo ngendon di deposito atau tabungan, bisa gampang banget kepake nya.
Pada saat pertama membeli dinar, harga per koin nya adalah sekitar 1,7 juta. Dan sekarang selang hampir setahun, harganya meningkat menjadi sekitar 2,1 juta. Agak-agak menyesal juga sih kenapa nggak dari dulu berinvestasi di dinar. Jika membeli melalui gerai dinar, kita akan diberikan 2 pilihan: membeli dinar fisiknya atau menyimpannya kedalam m-dinar. M-dinar ini semacam tabungan, yang nanti dananya akan diputar lagi oleh gerai dinar, sehingga tiap bulan pemilik akun m-dinar akan menerima bagi hasil. Walaupun bagi hasilnya ini tidak sebesar bunga bank konvensional atau bagi hasil dari bank syariah, namun nilai yang disimpan dalam satuan dinar. Jadi jika harganya naik ya nilai total investasi kita bertambah. Dengan memiliki dinar ini sebenarnya kita tidak akan bertambah kaya, karena nilainya ya segitu-segitu saja. Pemilik dinar akan memperoleh keuntungan dari capital gain karena memang tidak ada cash flow nya. Dinar hanya berfungsi sebagai instrumen yang menjaga nilai kekayaan yang dimiliki oleh pemegang dinar.
Pada pertengahan tahun, secara tak sengaja ditawari keripik Maicih yang dijual oleh salah satu resepsionis di kantorku. Karena rasanya enak dan istriku suka, akhrnya jadi sering membeli dan kecanduan deh. Akhirnya istriku mulai membawa produk tersebut ke kantornya, dan ternyata teman-teman kantornya banyak yang suka juga. Akhirnya istriku pun memutuskan untuk mencoba berjualan produk-produk Maicih di kantornya. Dan kini selain Maicih, merambah juga ke produk lain yaitu keripik Uyut. Walaupun keuntungan dari usaha ini kecil, namun paling nggak ada uang yang mengalir disini, tidak seperti dinar yang hanya tersimpan dan tidak termanfaatkan secara optimal. Dengan adanya cash flow, artinya dana yang kita miliki bisa termanfaatkan dengan baik dan tidak hanya diam saja.
Karena keterbatasan waktu dan hal-hal lain, perkembangan usaha jualan ini tidak terlalu pesat. No pain no gain lah. Walaupun masih untung, namun menurutku masih kurang optimal. Harapanku di tahun 2012 ini aku dan istriku bisa mengembangkan usaha ini dan kalau perlu merambah ke usaha-usaha lain. Btw, kalau mau produk-produk diatas, bisa menghubungi kami, nanti insyaAllah kami layani. Hehe, numpang ngiklan :p
Warna-warni 2011 - Bagian 1
Tahun 2011 telah berlalu dan menyisakan banyak cerita. Aku akui, tahun 2010 masih lebih baik dibanding dengan tahun 2011, dimana aku kehilangan cukup banyak motivasi untuk mengerjakan hal-hal yang baru. Walaupun produktivitas menurun, aku lebih enjoy dengan tahun 2011. Lebih rileks dan memiliki waktu yang lebih banyak untuk bersenang-senang. Di tahun 2011 aku berusaha untuk tidak terlalu fokus pada pekerjaan yang tidak ada habis-habisnya. Apalagi kini beban dan tanggung jawabku bertambah. Jadi lupakanlah sejenak urusan pekerjaan :p
Karena banyak sekali yang ingin kutulis disini, aku membagi-bagi catatanku dalam beberapa bagian. Di bagian pertama ini aku akan mengupas beberapa catatan terkait dengan pekerjaan.
Jam Kerja
Tahun 2011 ini saatnya cooling down. Tidak seperti tahun sebelumnya dimana banyak sekali pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan waktu ekstra untuk menyelesaikannya. Bahkan sampai menginap di kantor dan pulang keesokan harinya. Di tahun 2011 ini semuanya terasa lebih ringan. Sejak istriku hamil tua, aku skip pekerjaan-pekerjaan yang memaksaku untuk lembur. Pekerjaan memang tidak ada habis-habisnya, jadi nggak usah terlalu dipaksakan lah. Kerjakan keesokan harinya. Sekalinya lembur sampai malam, bisa rusak itu jadwal tidur jam biologis. Terlebih lagi aku tinggal di Bekasi yang walaupun secara jarang bisa dibilang tak terlalu jauh, tapi waktu tempuh pulang pergi bisa bikin tua di jalan.
Bos Baru
Sebenernya sih nggak baru-baru banget karena Bos baruku ini resmi jadi Manager di departemenku mulai pertengahan tahun 2010. Hanya saja, berhubung sebelumnya jabatan Manager sampai General Manager di tempatku kosong, bisa dibayangkan kan adanya bos baru ini bagaikan hujan di musim kemarau #lebai. Setidaknya begitulah kesan awalnya. Adanya bos berarti ada seseorang yang bisa dijadikan panutan dan mengarahkan bawahannya dalam urusan pekerjaan. Dibanding dengan kondisi sebelumnya yang aku rasakan seperti orang luntang-lantung dan tersesat dalam pekerjaan, tentunya bos baru membuat suasana menjadi lebih baik.
Bos baruku ini cekatan, cepat tanggap, sangat mampu untuk berinisiatif namun juga panikan. Karena sifat-sifat positifnya ini, jika dilihat dari sudut pandang bos diatasnya lagi: manusia super yang sangat bisa diandalkan. Jadilah departemenku berasa tong sampah. Banyak pekerjaan yang terkadang kurang jelas lingkup dan tanggung jawabnya dilimpahkan ke departemenku. Kondisi ini diperparah dengan kondisi departmen yang memiliki jumlah staf terbanyak dalam satu divisi. Jumlah staf banyak kan bukan berarti kerjanya nyantai. Namanya juga manager, ya tugasnya mengatur pekerjaan. Limpahan pekerjaan yang aneh-aneh tadi tentunya akan didisposisikan lagi ke staf-staf dibawahnya. Dengan karakter dan kondisi seperti ini, tentunya bawahannya tidak tinggal diam. Yah, sesekali ada lah pemberontakan-pemberontakan kecil :p
Walaupun demikian, aku belajar banyak hal dari bos baruku ini. Kemampuan analisis dan negosiasiku meningkat cukup pesat. Kemampuan berdebat apalagi. Hehe. Yang namanya belajar itu bisa dari mana saja.
Promosi
Alhamdulillah, di pertengahan tahun 2011 aku dipromosikan satu level ke atas. Walaupun masih dalam masa probation selama 6 bulan, tapi tetep dapet tunjangannya. Lumayan untuk nambah-nambah pemasukan, apalagi setelah punya anak, biaya hidup meningkat dan banyak sekali pengeluaran-pengeluaran yang mendadak. Sekarang udah nggak ada lagi uang lembur, tapi bodo amat lah. Emang udah jarang lembur juga. Malah kalo ada dihindari. Huehehehe..
Bulan Berkabung untuk Layanan SMS Premium
Seperti yang diketahui, belakangan ini marak isu-isu terkait dengan Layanan SMS Premium. Kejadiannya tepatnya terjadi pada bulan Oktober 2011. Entah bagaimana mulainya sehingga isu ini langsung cepat mencuat dan menimbulkan kehebohan yang besar. Hanya saja kurasa sepertinya ada oknum-oknum yang mungkin keceplosan ngomong dan tidak menyadari bahwa efeknya akan begitu besar. Tanggal 18 Oktober 2011 mungkin adalah tanggal yang bersejarah, karena pada tanggal tersebut, semua layanan di-reset. Tak ayal lagi banyak Content Provider yang merugi dan konon banyak pula yang gulung tikar. Untuk isu ini, aku nggak akan menjelaskan panjang lebar. Terkait dengan kode etik dan daripada nanti salah info kan bisa berabe.
Aku sangat bersyukur karena dulu memilih untuk meninggalkan tim yang menangani Layanan-layanan SMS Premium di perusahaanku. Walaupun saat ini lingkup pekerjaanku masih menangani platform yang digunakan, tetapi paling nggak aku nggak perlu ikut merasakan 'kerusuhan-kerusuhan' yang terjadi. Lembur sana sini untuk memenuhi permintaan dari regulasi, hingga diperiksa oleh pihak berwenang. Namun, walaupun demikian, imbasnya ke pekerjaanku cukup terasa.
Bukan tanpa alasan aku menulis masalah ini dalam tulisanku. Karena salah satu pekerjaanku adalah mengurusi platform yang digunakan dalam bisnis ini, dan terlebih lagi dulu ketika aku baru masuk aku ditempatkan di tim yang mengurusi teknis layanan ini, jadi cukup tahu seluk beluk yang terjadi. Dan lagi aku cukup dekat dengan orang-orang yang berada di tim tersebut. Wajar lah, dulu aku 3 tahun disana. Yah, semoga permasalahan yang terjadi ini segera berakhir dan badai segera berlalu.
Reorganisasi
Menjelang akhir tahun ada isu akan dilakukannya reorganisasi dalam perusahaan. Kalau jadi, nantinya unit kerja yang berkutat dengan bisnis akan terpisah dengan unit kerja yang terkait dengan bagian teknis. Sisi positifnya adalah unit kerja dimana aku berada bakalan bisa lebih independen dan bebas. Selama ini, tempatku seolah hanya berfungsi sebagai pelengkap dan support untuk unit kerja yang mengurusi bisnis. Sisi baiknya lagi adalah sepertinya di tahun 2012 nanti nggak bakalan ada lagi workshop-workshop maut yang kerjanya bisa sampe pagi. Fiuhh….
One Time Compensation
Di akhir tahun ini, semua karyawan di kantorku mendapatkan one time compensation sesuai dengan tuntutan serikat pekerja perusahaan. Paling nggak demo yang waktu itu kami jalani di Bulan November tak sia-sia lah.One time compensation ini dibayarkan sebagai bentuk kompensasi penyesuaian untuk kenaikan inflasi yang belum dibayarkan selama periode tahun 2008-2010. Alhamdulillah, Lumayan, berasa mendapatkan rejeki nomplok tiba-tiba :p
Karena banyak sekali yang ingin kutulis disini, aku membagi-bagi catatanku dalam beberapa bagian. Di bagian pertama ini aku akan mengupas beberapa catatan terkait dengan pekerjaan.
Jam Kerja
Tahun 2011 ini saatnya cooling down. Tidak seperti tahun sebelumnya dimana banyak sekali pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan waktu ekstra untuk menyelesaikannya. Bahkan sampai menginap di kantor dan pulang keesokan harinya. Di tahun 2011 ini semuanya terasa lebih ringan. Sejak istriku hamil tua, aku skip pekerjaan-pekerjaan yang memaksaku untuk lembur. Pekerjaan memang tidak ada habis-habisnya, jadi nggak usah terlalu dipaksakan lah. Kerjakan keesokan harinya. Sekalinya lembur sampai malam, bisa rusak itu jadwal tidur jam biologis. Terlebih lagi aku tinggal di Bekasi yang walaupun secara jarang bisa dibilang tak terlalu jauh, tapi waktu tempuh pulang pergi bisa bikin tua di jalan.
Bos Baru
Sebenernya sih nggak baru-baru banget karena Bos baruku ini resmi jadi Manager di departemenku mulai pertengahan tahun 2010. Hanya saja, berhubung sebelumnya jabatan Manager sampai General Manager di tempatku kosong, bisa dibayangkan kan adanya bos baru ini bagaikan hujan di musim kemarau #lebai. Setidaknya begitulah kesan awalnya. Adanya bos berarti ada seseorang yang bisa dijadikan panutan dan mengarahkan bawahannya dalam urusan pekerjaan. Dibanding dengan kondisi sebelumnya yang aku rasakan seperti orang luntang-lantung dan tersesat dalam pekerjaan, tentunya bos baru membuat suasana menjadi lebih baik.
Bos baruku ini cekatan, cepat tanggap, sangat mampu untuk berinisiatif namun juga panikan. Karena sifat-sifat positifnya ini, jika dilihat dari sudut pandang bos diatasnya lagi: manusia super yang sangat bisa diandalkan. Jadilah departemenku berasa tong sampah. Banyak pekerjaan yang terkadang kurang jelas lingkup dan tanggung jawabnya dilimpahkan ke departemenku. Kondisi ini diperparah dengan kondisi departmen yang memiliki jumlah staf terbanyak dalam satu divisi. Jumlah staf banyak kan bukan berarti kerjanya nyantai. Namanya juga manager, ya tugasnya mengatur pekerjaan. Limpahan pekerjaan yang aneh-aneh tadi tentunya akan didisposisikan lagi ke staf-staf dibawahnya. Dengan karakter dan kondisi seperti ini, tentunya bawahannya tidak tinggal diam. Yah, sesekali ada lah pemberontakan-pemberontakan kecil :p
Walaupun demikian, aku belajar banyak hal dari bos baruku ini. Kemampuan analisis dan negosiasiku meningkat cukup pesat. Kemampuan berdebat apalagi. Hehe. Yang namanya belajar itu bisa dari mana saja.
Promosi
Alhamdulillah, di pertengahan tahun 2011 aku dipromosikan satu level ke atas. Walaupun masih dalam masa probation selama 6 bulan, tapi tetep dapet tunjangannya. Lumayan untuk nambah-nambah pemasukan, apalagi setelah punya anak, biaya hidup meningkat dan banyak sekali pengeluaran-pengeluaran yang mendadak. Sekarang udah nggak ada lagi uang lembur, tapi bodo amat lah. Emang udah jarang lembur juga. Malah kalo ada dihindari. Huehehehe..
Bulan Berkabung untuk Layanan SMS Premium
Seperti yang diketahui, belakangan ini marak isu-isu terkait dengan Layanan SMS Premium. Kejadiannya tepatnya terjadi pada bulan Oktober 2011. Entah bagaimana mulainya sehingga isu ini langsung cepat mencuat dan menimbulkan kehebohan yang besar. Hanya saja kurasa sepertinya ada oknum-oknum yang mungkin keceplosan ngomong dan tidak menyadari bahwa efeknya akan begitu besar. Tanggal 18 Oktober 2011 mungkin adalah tanggal yang bersejarah, karena pada tanggal tersebut, semua layanan di-reset. Tak ayal lagi banyak Content Provider yang merugi dan konon banyak pula yang gulung tikar. Untuk isu ini, aku nggak akan menjelaskan panjang lebar. Terkait dengan kode etik dan daripada nanti salah info kan bisa berabe.
Aku sangat bersyukur karena dulu memilih untuk meninggalkan tim yang menangani Layanan-layanan SMS Premium di perusahaanku. Walaupun saat ini lingkup pekerjaanku masih menangani platform yang digunakan, tetapi paling nggak aku nggak perlu ikut merasakan 'kerusuhan-kerusuhan' yang terjadi. Lembur sana sini untuk memenuhi permintaan dari regulasi, hingga diperiksa oleh pihak berwenang. Namun, walaupun demikian, imbasnya ke pekerjaanku cukup terasa.
Bukan tanpa alasan aku menulis masalah ini dalam tulisanku. Karena salah satu pekerjaanku adalah mengurusi platform yang digunakan dalam bisnis ini, dan terlebih lagi dulu ketika aku baru masuk aku ditempatkan di tim yang mengurusi teknis layanan ini, jadi cukup tahu seluk beluk yang terjadi. Dan lagi aku cukup dekat dengan orang-orang yang berada di tim tersebut. Wajar lah, dulu aku 3 tahun disana. Yah, semoga permasalahan yang terjadi ini segera berakhir dan badai segera berlalu.
Reorganisasi
Menjelang akhir tahun ada isu akan dilakukannya reorganisasi dalam perusahaan. Kalau jadi, nantinya unit kerja yang berkutat dengan bisnis akan terpisah dengan unit kerja yang terkait dengan bagian teknis. Sisi positifnya adalah unit kerja dimana aku berada bakalan bisa lebih independen dan bebas. Selama ini, tempatku seolah hanya berfungsi sebagai pelengkap dan support untuk unit kerja yang mengurusi bisnis. Sisi baiknya lagi adalah sepertinya di tahun 2012 nanti nggak bakalan ada lagi workshop-workshop maut yang kerjanya bisa sampe pagi. Fiuhh….
One Time Compensation
Di akhir tahun ini, semua karyawan di kantorku mendapatkan one time compensation sesuai dengan tuntutan serikat pekerja perusahaan. Paling nggak demo yang waktu itu kami jalani di Bulan November tak sia-sia lah.One time compensation ini dibayarkan sebagai bentuk kompensasi penyesuaian untuk kenaikan inflasi yang belum dibayarkan selama periode tahun 2008-2010. Alhamdulillah, Lumayan, berasa mendapatkan rejeki nomplok tiba-tiba :p
Senin, Januari 02, 2012
Menghemat Space Pada Mac OSX - Menghapus Sleepimage
File sleepimage yang biasanya tersimpan di /var/vm/sleepimage digunakan oleh Mac OSX untuk menyimpan isi memory ketika berada dalam kondisi sleep. Ukuran file sleepimage ini sama besarnya dengan jumlah RAM yang terpasang di Mac Anda. Sebelum sleep, isi memory disimpan ke dalam hard disk, sehingga ketika Mac Anda mati total dan Anda menyalakan kembali Mac dari sleep, kondisi Mac Anda akan kembali ke kondisi semula seperti halnya sebelum sleep. Isi file sleepimage akan dikembalikan ke dalam memory, sehingga aplikasi-aplikasi yang sebelumnya sedang Anda jalankan otomatis akan terbuka ketika Anda keluar dari mode sleep.
Mac memiliki beberapa mode sleep yang bisa diatur melalui perintah pmset melalui terminal. Untuk mengetahui mode sleep yang sedang aktif, ketikkan perintah dibawah melalui terminal:
pmset -g | grep hibernatemode
Untuk melakukan setting mode sleep, gunakan perintah dibawah ini:
pmset -a hibernatemode [x]
Nilai [x] yang bisa diatur adalah:
0 : Ketika sistem akan masuk ke dalam mode sleep, isi memory tidak akan disimpan ke dalam hard disk. Kondisi memory akan tetap menyala. Isi memory akan hilang ketika Mac anda kehilangan catu daya ataupun baterai Mac Anda habis.
3 : Ini adalah konfigurasi default. Ketika sistem masuk ke dalam mode sleep, isi memory akan disimpan ke dalam file sleepimage. Namun demikian, kondisi memory akan tetap menyala. Ketika Anda keluar dari mode sleep sistem akan melakukan wake up dari kondisi memory yang masih menyala. Kecuali jika setelah sleep Mac Anda kehilangan catu dayanya, sistem akan melakukan wake up dari file sleepimage.
25 : Dalam mode ini, sistem akan menyimpan isi memory kedalam file sleepimage dan mematikan memory. Ketika keluar dari kondisi sleep, sistem melakukan wake up dari file sleepimage. Ketika mode ini digunakan, proses sleep dan wake up akan memakan waktu lebih lama, namun lebih hemat energi karena baterai Mac Anda tidak digunakan.
Jika Anda jarang menggunakan mode sleep, Anda bisa menghemat beberapa GB (sesuai dengan memory yang terpasang pada Mac Anda) dengan mengatur nilai hibernatemode=0. Atau jika Anda menggunakan Solid State Disk (SSD) dengan kapasitas yang tidak terlalu besar, tentunya space sebesar 2GB, 4GB, atau bahkan 8GB tentunya cukup mewah bagi Anda. Bagi saya sendiri, space 4GB bisa digunakan untuk menyimpan ratusan dokumen yang jauh lebih penting daripada menyimpan isi memory Mac saya untuk mode sleep, dan terlebih lagi saya jarang menggunakan mode tersebut sampai baterai Mac saya habis. Jika saya berencana untuk tidak menggunakan Mac dalam waktu yang cukup lama, saya memilih untuk melakukan shutdown daripada masuk ke dalam mode sleep.
Untuk menghapus file sleepimage secara permanen, ketikkan perintah dibawah melalui terminal:
sudo pmset -a hibernatemode 0
sudo rm -rf /var/vm/sleepimage
Perintah diatas akan mengatur agar ketika sleep isi memory tidak akan ditulis ke file sleepimage sekaligus menghapus file sleepimage yang ada.
Langganan:
Postingan (Atom)





