Minggu, Februari 22, 2015

Resolusi dan Harapan di Tahun 2015

Well.. Tulisan ini mungkin bisa dibilang terlambat. Tahun 2015 sudah memasuki bulan ke-2, dan beberapa hari lagi, akan berganti ke bulan Maret. Namun demikian, menurutku tidak ada kata terlambat untuk menuliskan beberapa harapan dan resolusi yang ingin kucapai di tahun 2015 ini.

Jika melihat resolusiku di tahun 2014 lalu, rasa-rasanya resolusi di tahun 2015 ini tidak akan jauh berbeda. Pada dasarnya, aku merasa kurang kreatif dalam menentukan target, jadi tahun ini let it flow saja lah. Terlebih lagi, menurutku mempertahankan sesuatu yang sudah tercapai lebih sulit dibanding dengan mencapai sesuatu yang baru. Jadi, beberapa resolusiku di tahun ini adalah mempertahankan hal-hal baik yang sudah aku capai di tahun-tahun sebelumnya.

Sabtu, Februari 14, 2015

Catatan Keuangan 2014

Berdasarkan catatan keuanganku, secara finansial tahun 2014 dapat aku lalui dengan baik. Beberapa resolusi finansial dapat tercapai, dan alhamdulillah aku masih bisa menyisihkan sebagian uangku untuk investasi. Salah satu resolusi finansialku di tahun 2014 lalu adalah melunasi ¾ dari sisa cicilan rumah, dan aku bersyukur tidak hanya ¾ nya yang bisa aku lunasi, melainkan aku lunasi seluruhnya.

Kamis, Februari 05, 2015

Tips Mengelola Keuangan yang Baik

Walaupun secara teori cara-cara mengelola keuangan yang baik bisa dipelajari melalui berbagai sumber khususnya internet, namun pada prakteknya agak sulit untuk dilakukan. Untuk mengukur sejauh mana keberhasilannya, tentunya perlu dilakukan perbandingan antara apa yang kita lakukan dan orang lain lakukan. Nah, karena alasa tabu tadi nggak mungkin juga kan untuk melakukan survey secara mendetail ke teman-teman kita untuk mengetahui bagaimana mereka mengelola keuangannya dan kemudian membandingkan dengan diri kita sendiri. Sehingga jika ada pertanyaan seperti diatas pada sebuah forum, jawabannya cenderung normatif dan prakteknya bisa berbeda-beda bagi tiap individu.

Dalam konteks tulisan kali ini aku akan mencoba berbagi pengalamanku dalam mengelola keuangan pribadi dan keluarga. Aku bukanlah seorang financial planner, jadi monggo kalau ada yang mau dikoreksi ataupun ditambahkan.

Sabtu, Desember 13, 2014

How to Install SeedDMS on Ubuntu

SeedDMS is an open source document management system. In my opinion, its features are quite powerful, easy to use, but unfortunately lack of documentation. I guess the developers are too busy focusing on coding and forgetting how good documentation will help the others to install and use the application. After some trial and error, I’m finally able to install SeedDMS on my Ubuntu.

In this tutorial, I use latest Ubuntu server 14.10 (Utopic Unicorn) which can be downloaded via Ubuntu official website here and latest SeedDMS (version 4.3.13 ) which can be downloaded via sourceforge here. I assume you already installed Ubuntu and are familiar with Ubuntu environment.

Rabu, Desember 10, 2014

Mencicip Teknologi 4G LTE Telkomsel

Tanggal 8 Desember 2014 lalu, Telkomsel resmi menggelar teknologi 4G LTE (Long Term Evolution) di dua tempat: Jakarta dan Bali yang tersebar di 200 titik. Layanan ini digelar di frekuensi 900Mhz dengan kecepatan yang ditawarkan hingga 36Mbps. Untuk dapat menikmati teknologi 4G ini, pengguna selain harus memiliki perangkat yang sudah mendukung teknologi 4G, juga harus menggunakan sim card khusus (USIM). Untuk mendapatkan USIM, pelanggan Telkomsel dapat menukarkan sim card nya dengan USIM di Grapari.

Perlu diingat, tidak semua perangkat/handphone yang telah mendukung 4G dapat digunakan untuk menikmati layanan 4G Telkomsel. Karena frekuensi 4G yang digunakan adalah 900 Mhz, maka hanya perangkat yang dapat beroperasi pada frekuensi tersebut saja yang dapat digunakan.

Selasa, Desember 02, 2014

How to Build DLNA Server using Raspberry Pi & Time Capsule

Background
Basically, you can build a DLNA server just using Raspberry Pi and external hard drive which contains your multimedia contents (movies, music, and pictures). Just plug the external hard drive to the Pi’s USB port, and you can just use Raspbmc OS or install other package which support DLNA server like minidlna.

Jumat, November 28, 2014

Terlalu Manis.. untuk dilupakan

“Terlalu manis.. untuk dilupakan
Kenangan yang indah bersamamu tinggal lah mimpi
Terlalu manis.. untuk dilupakan
Walau memang kita tak saling cinta, takkan terjadi… diantara kita”

Pas banget lagu tersebut dimainkan ketika suasana kantor sedang galau karena hujan deras di luar sana. Mengingatkanku pada masa-masa jaman SMP dulu, ketika menyanyikan lagu ini bersama-sama dengan teman sekelasku, sambil menunggu hujan rintik-rintik. Ketika itu, Slank adalah salah satu grup musik favoritku. Dan diantara lagu-lagu Slank yang lain yang kuanggap ‘bagus’, Terlalu Manis adalah lagu favoritku. Selain itu, lagu ini mungkin bisa dikategorikan ke dalam salah satu lagu yang liriknya nggak aneh-aneh alias nggak vulgar.

Kembali ke dunia nyata, hujan deras yang mengguyur Jakarta sore ini dipastikan akan membuat banjir di beberapa titik. Dan ujung-ujungnya bisa ditebak, pulang pasti macet parah, ditambah ini adalah hari Jumat, fiuhh.. Tambah galau deh.

Minggu, Oktober 26, 2014

Mengurus Pindah Domisili dari Jakarta ke Tangerang Selatan

Setelah sekian lama nebeng alamat KTP dan Kartu Keluarga (KK) di salah satu rumah keluargaku yang kebetulan beralamat di Jakarta, akhirnya beberapa waktu lalu aku putuskan untuk pindah sesuai dengan alamat domisiliku saat ini. Dari sejak kuliah, alamat KTP ku Jakarta, walaupun sebenarnya aku tinggal di Tangerang Selatan. Dulu alasannya sih cukup sederhana, konon dengan KTP Jakarta, mengurus segala sesuatunya akan lebih mudah.

Namun kini rasa-rasanya malah menjadi tidak relevan. Bayangkan saja, perpanjang KTP mau tidak mau ngurus ke Jakarta, lahiran anak pertama dan kedua, ujung-ujungnya ya harus ke Jakarta lagi. Walaupun secara jarak tidak terlalu jauh, namun sama saja. Ada sedikit perasaan bersalah karena alamat KTP tidak sama dengan alamat domisili.

Minggu, Oktober 19, 2014

Raspcontrol: Aplikasi monitoring Raspberry Pi berbasis Web

Seperti yang diketahui, Raspberry Pi tidak memiliki tombol untuk restart ataupun switch untuk menyalakan atau mematikan perangkatnya. Solusi untuk melakukan tersebut ya tinggal cabut kabel power yang terhubung ke perangkat ini. Berdasarkan informasi yang aku dapatkan, mematikan/me-restart Raspberry Pi dengan menggunakan cara tersebut tidak aman karena dapat membuat SD Card yang digunakan menjadi corrupt dan ada potensi data-data yang dimiliki bisa hilang. Cara paling aman adalah dengan mematikan perangkat melalui GUI OS yang telah di-install pada perangkat ataupun melalui perintah shutdown ataupun halt yang dijalankan pada terminal baru kemudian cabut kabelnya. Permasalahannya, Raspberry Pi yang aku gunakan jarang sekali aku hubungkan dengan monitor (headless Raspberry Pi). Dalam artian Raspberry Pi tersebut aku seting menjadi sebuah server yang bisa diakses melalui protokol SSH. Memang pada dasarnya aku bisa mematikan atau me-restart Raspberry Pi melalui SSH, namun menurutku cara ini kurang praktis. Ekspektasiku adalah aku bisa mematikan dan me-restart Raspberry Pi melalui akses Web, yang menurutku lebih user friendly.

Minggu, Oktober 05, 2014

Instalasi iTunes Server pada Raspberry Pi

Pada tulisan kali ini, aku akan mengulas cara meng-install iTunes Server pada Raspberry Pi. Mengapa iTunes Server? Karena aku adalah pengguna Mac, dan tentunya ingin agar server ini bisa kompatibel dengan iTunes, aplikasi pemutar media bawaan dari Mac. Objektif yang ingin aku capai adalah menjadikan Raspberry Pi yang aku miliki menjadi sebuah media server yang dapat menyimpan lagu-lagu favoritku dan memainkannya melalui iTunes.

Pada artikel ini, aku menggunakan sistem operasi Raspbian. Mengapa Raspbian? Alasannya karena aku sudah cukup familiar dengan Debian. Cara-cara dalam artikel ini seharusnya bisa digunakan juga untuk sistem operasi berbasis Debian yang lain seperti Raspbmc. Raspbian yang aku gunakan adalah versi September 2014.