Selasa, Februari 17, 2026

Jabar Banten Loop: Penutup

Ada perasaan senang ketika aku berhasil menyelesaikan rute ini. Tak disangka rute yang kukira sulit, ternyata bisa dieksekusi juga. Yang menunjukkan bahwa tantangan terbesarnya adalah mental. Sementara kondisi fisik bisa disesuaikan. Walaupun di hari ketiga target jaraknya melenceng, pada akhirnya perjalanan ini bisa diselesaikan tanpa lewat dari 4 hari. Selama 1 tahun terakhir, banyak kekhawatiran ketika aku mencoba rute ini, akan memakan waktu lebih dari 4 hari. Sehingga menjadikan wishlist 2 tahun ini tidak pernah bisa tereksekusi.

Sebuah kepuasan tersendiri bagi seorang INTJ sepertiku ketika eksekusi di lapangan nggak melenceng jauh dari rencana. Tapi selalu ada faktor X. Kita nggak tahu apa yang terjadi di hari pertama maupun hari kedua. Kegagalan perencanaan di hari ketiga ini seharusnya bisa jadi masukan untuk melewati rute ini lagi: spare waktu yang cukup panjang sangat diperlukan ketika melewati segmen tanjakan panjang dan pedas. Kecepatan rata-rata 19,9 km/jam di hari itu, seharusnya bisa jadi gambaran untuk perencanaan yang lebih baik ke depan. Perencanaan matang memang penting, tapi juga diperlukan adaptability jika seandainya terjadi sesuatu yang diluar rencana.

Pada akhirnya, perjalanan ini memberikan pelajaran yang bisa dipetik: perencanaan itu penting, namun harus siap jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. We can’t predict, but we can prepare. Dengan membuat perencanaan, paling tidak kita bisa tahu baseline dari hasil yang diharapkan. Ketika kita mengeksekusi perencanaan tersebut, kita harus selalu memonitor progress, apakah masih on track, ataukah sudah melenceng sehingga memerlukan penyesuaian. Perencanaan dan eksekusi menjadi 2 hal yang saling melengkapi. Eksekusi tanpa perencanaan bisa berakhir buruk, perencanaan tanpa eksekusi, hanya akan menjadi mimpi.

Artikel utama: Yang Tersisa dari Jabar Banten Loop

Jabar Banten Loop Dalam Angka

 Total Perjalanan (versi Strava)

Metrik Nilai
Total Jarak 1.215,43 km
Total Elevasi 10.148 m
Total Moving Time 51 jam 28 menit
Rata-rata Harian 304 km/hari


Statistik Harian (versi Cyclocomp)

Hari Rute Jarak Elevasi Moving Time Avg Speed
1 Jakarta → Ciamis 363,21 km 2.311 m 13jam 14menit 27,4 km/jam
2 Ciamis → Sindangbarang 309,81 km 2.479 m 12jam 59menit 23,8 km/jam
3 Sindangbarang → Muara Binuangeun 260,99 km 3.464 m 13jam 03menit 19,9 km/jam ⚠️
4 Muara Binuangeun → Jakarta 281,42 km 1.694 m 12jam 12menit 23 km/jam

⚠️ Hari terberat: tanjakan Puncak Habibi & Sawarna


Pengeluaran

Kategori Rincian Nominal
🏨 Penginapan 3 malam (Ciamis, Sindangbarang, Muara Binuangeun) Rp950.000
🍽️ Makan Besar Sarapan, makan siang, makan malam Rp662.000
🥤 Snack & Minum Semua yang dibeli di minimarket Rp752.800
📦 Logistik Kirim pakaian (Lion Parcel/JNE) Rp50.550
TOTAL Rp2.415.350

💡 Per orang: Rp1.207.675 (dibagi 2)

Rincian pengeluaran harian:
Hari Keterangan Kategori Pengeluaran
Hari ke-1 Indomaret Snack Rp61.400
Makan Siang - Cirebon (Ayam + Telur) Makan Besar Rp60.000
Makan Malam - Ciamis (Nasi Goreng) Makan Besar Rp80.000
Indomaret Snack Rp42.400
Penginapan - Ciamis Penginapan Rp380.000
Alfamart Snack Rp68.400
Alfamart Snack Rp42.400
Hari ke-2 Tips Penginapan Penginapan Rp20.000
Sarapan - Ciamis (Kupat Tahu) Makan Besar Rp47.000
Makan Siang - Cikalong (Sop Iga) Makan Besar Rp123.000
Makan Malam - Sindangbarang (Pecel Ayam) Makan Besar Rp33.000
Penginapan - Sindangbarang Penginapan Rp300.000
Indomaret Snack Rp55.000
Indomaret Snack Rp113.100
Indomaret Snack Rp37.200
Biaya packing paket - Ciamis Logistik Rp20.000
Kirim Lion Parcel - Ciamis Logistik Rp30.550
Hari ke-3 Sarapan - Sindangbarang (Kupat Tahu) Makan Besar Rp47.000
Makan siang - Palabuhan Ratu (Sop Iga) Makan Besar Rp179.000
Kopi - Puncak Habibi Snack Rp17.000
Makan malam - Malingping (Soto Ayam) Makan Besar Rp43.000
Penginapan - Muara Binuangeun Penginapan Rp250.000
Alfamart Snack Rp63.500
Indomaret Snack Rp108.000
Alfamidi Snack Rp12.400
Hari ke-4 Sarapan - Cibaliung (Nasi Uduk) Makan Besar Rp50.000
Indomaret Snack Rp37.000
Indomaret Snack Rp33.500
Indomaret Snack Rp61.500
Total Rp2.415.350

Berikutnya: Jabar Banten Loop: Penutup

Artikel utama: Yang Tersisa dari Jabar Banten Loop

Jabar Banten Loop Day 4: The Mechanical & Mental Battle (Muara Binuangeun → Jakarta, 281km)

[06:00] Start Tanpa Sarapan & Hujan Gerimis

Hari terakhir menyisakan jarak sekitar 280km-an untuk sampai kembali ke Jakarta. Kalau sesuai rencana dan bisa menginap di daerah Sumur, sisa perjalanannya sekitar 230km dan relatif flat. Rute pada gap 50km antara Muara Binuangeun dan Sumur bisa dibilang nggak mudah. Jalanannya relatif menanjak sampai Cibaliung dan banyak segmen rolling sepanjang rute tersebut. Inilah kenapa di rencana awal, target hari ke-3 menginap di daerah Sumur, karena setelah ini rute menuju Jakarta sudah bisa dibilang enteng, flat. Jadi ekspektasiknya di hari terakhir bisa benar-benar santai.

Sarapan di Cibaliung

Seperti biasa kami jalan jam 6 pagi. Tapi berhubung tempat kami menginap agak di luar pusat keramaian, jadi di dekat penginapan nggak ada warung yang jual sarapan. Kami putuskan untuk lanjut menuju Cibaliung yang berjarak sekitar 38km dari penginapan. Cuaca pada pagi itu mendung dan gerimis. Kami sampai di Cibaliung (km 962) sekitar jam 7:30, dan langsung cari sarapan nasi uduk sekalian mampir di minimarket untuk refuelling.

Jabar Banten Loop Day 3: The Mountain Test (Sindangbarang → Muara Binuangeun, 260km)

[06:00] Start & Masalah Logistik

Perjalanan di hari ke-3 dimulai sekitar jam 6 pagi, seperti biasa. Di hari ini, kami menitipkan kembali baju kotor di penginapan untuk bisa di-pick up kurir, yang belakangan ternyata jasa pickup-nya nggak tersedia di Sindangbarang. Pada akhirnya temanku minta orang penginapan untuk mengirimkan barang kami melalui kurir terdekat. Dan itupun baru bisa dikirimkan keesokan harinya karena hari ke-3 ini jatuh pada hari Minggu, dimana kurir tutup.

Sebelum melanjutkan ke arah Palabuhan Ratu, kami sarapan dulu di warung kaki lima yang tak jauh dari penginapan. Yang penting sarapan, jadi nggak pilih-pilih makanannya. Begitu lihat ada penjual kupat tahu, langsung kami putuskan untuk sarapan di sini.

Jabar Banten Loop Day 2: The Rolling Hell (Ciamis → Sindangbarang, 308km)

[05:45] Checkout & Logistik

Kami checkout sekitar jam 5:45 pagi. Pakaian kotor dari hari pertama kami titipkan di hotel untuk di-pick up kurir dan dikirimkan kembali ke Jakarta. Lumayan, beban berkurang. Sebelum melanjutkan, kami cari sarapan di dekat alun-alun, sekalian berfoto di sana.

Pakaian kotor dikirimkan kembali ke Jakarta, titip ke penginapan
Berfoto di spot ikonik Ciamis, lanjut sarapan

Jabar Banten Loop Day 1: The Flat Marathon (Jakarta → Ciamis, 363km)

start dari Citos
[05:30] Start & Janjian di Citos

Aku start dari rumah sekitar jam 5:30. Janjian dengan Om Terry di Citos jam 6. Pagi itu cuaca cukup cerah, berkebalikan dengan cuaca seminggu sebelumnya. Tiap pagi selalu hujan, jadi nggak sempat mencoba settingan sepeda. Barang bawaanku cukup minim. Tapi karena membawa tas expedition 14L, ya kuisi aja agar nggak terlalu kosong. Dibandingkan dengan Om Terry, barang bawaanku bisa dibilang nggak minimalis: aku malah membawa handuk kecil, sajadah, dan sarung, untuk memastikan bisa sholat di kondisi apa pun.

[06:00-14:00] Pantura: Sangat Flat dan Membosankan

Kami menyusuri TB Simatupang hingga Pasar Rebo, berbelok ke arah Condet dan UKI, menyusuri jalanan Kalimalang hingga Bekasi dan dari Bekasi menyusuri jalur pantura yang sangat flat dan membosankan hingga Cirebon. Sepanjang 260km, kecepatan rata-rata kami sekitar 30km/jam. Nggak terlalu cepat, dan nggak terlalu lambat juga.

Di rute ini aku bisa merasakan sepeda baruku smooth. Di jalan mulus rasanya hampir nggak ada suara dan getaran tambahan, berbeda dengan sepeda lamaku yang sedikit berisik. Beberapa hal lain yang kuperhatikan: ban 32c bisa dibilang sangat nyaman walaupun memakai merek yang baru kudengar, Obor Mojo Stamina. Untuk jalanan yang agak kasar dan nggak mulus, masih bisa dilibas dengan nyaman.


Tapi entah kenapa aku merasa perlu power yang lebih besar daripada sepeda lamaku untuk bisa maintain speed. Entah karena ban yang profilnya lebih lebar, ataukah karena WS yang kugunakan adalah WS bawaan yang lebih berat dan kurang aerodinamis (dari spek lebih berat 300gr).

Jabar Banten Loop: Persiapan

gambaran setup sepeda
Sejujurnya tidak ada latihan khusus untuk menjajal rute ini. Hanya saja karena rutenya banyak beririsan dengan rute Jabar Loop namun dibalik arah, jadi cukup terbayang medan dan kondisi jalan yang akan dilewati. Secara fisik tidak ada persiapan khusus latihan, apalagi plannya cukup mepet, hanya sekitar 2 minggu dari sejak aku tuliskan di resolusi 2026-ku. Dalam waktu 1 minggu terakhir ini lebih banyak dihabiskan untuk perencanaan terkait bagaimana kami akan menyelesaikan rute ini: berapa target jarak harian, di mana tempat untuk menginap, dan bagaimana strategi agar tidak terlalu banyak membawa barang dengan memanfaatkan jasa logistik dan kurir.

Rute Jabar Banten Loop yang kubuat berjarak sekitar 1200km dengan elevation gain 9900m versi Strava. Rute ini start dan finish di Jakarta, sesuai namanya "loop" dan mengitari wilayah Jawa Barat dan Banten. Rute ini melewati Bekasi - Cikampek - Cirebon - Kuningan - Ciamis - Banjar - Pangandaran - Cijulang - Pameungpeuk - Rancabuaya - Sindangbarang - Agrabinta - Surade - Palabuhan Ratu - Sawarna - Bayah - Malingping - Muara Binuangeun - Cibaliung - Sumur - Tanjung Lesung - Anyer - Serang - Tangerang - dan kembali ke Jakarta. Jalan yang dilalui adalah jalan raya utama, menghindari jalan-jalan kecil jika memang tidak terpaksa.

Yang Tersisa Dari Jabar Banten Loop

Rute gowes yang berjarak kurang lebih 1200km ini pada awalnya kubuat setelah aku dan rekanku (Om Terry Tarigan) menyelesaikan rute Jabar Loop untuk partisipasi dalam event PRCC Seceng di akhir tahun 2023. Pada saat itu, masih dalam suasana euforia menyelesaikan Jabar Loop yang berjarak kurang lebih 950km, iseng-iseng kubuat rutenya jika mengelilingi Jawa Barat + Banten. Ternyata rutenya hanya bertambah sekitaran 250km. Jika pada saat itu Jabar Loop bisa kami selesaikan 3 hari 3 malam, maka seharusnya tambahan 250km ini akan menambah waktu perjalanan 1 hari saja.

Karena waktu itu hanya iseng-iseng saja, tidak ada rencana yang nyata untuk mewujudkan rute ini. Tapi ternyata di akhir tahun 2024, aku memasukkan rute ini sebagai salah satu resolusiku di 2025, yang pada akhirnya di tahun tersebut tidak terwujud juga. Banyak pertimbangan mengapa rute ini sangat sulit untuk direalisasikan: