Sunday, November 30, 2008

Sekilas Rectoverso: Baca Musiknya, Dengar Fiksinya


Buku yang berisi 11 kisah yang ditulis oleh Dewi Lestari ini aku beli seminggu yang lalu melalui www.inibuku.com. Berawal dari rekomendasi salah seorang temanku kurang lebih sebulan yang lalu - yang waktu itu juga belum membaca bukunya, akhirnya bisa kebeli juga. Maklum, ada beberapa buku yang sebelumnya sudah masuk wish list ku, jadi nunggu listnya abis dulu baru beli Rectoverso. :D

Sewaktu menerima kiriman bukunya, langsung aku bongkar, ada bonus stikernya, tetapi nggak ada CD nya. Baru ngeh, kalo CD nya ternyata dijual terpisah. Harga 75 ribu rupiah dipotong diskon 10% ternyata cuma bukunya doang. Nggak mau rugi, dan emang udah pengen denger lagunya, langsung aja googling, nemu, dan langsung unduh :P. Jadilah sebelum aku 'dengar' bukunya, lagu-lagunya sudah aku 'baca' duluan. Sayang sekali kalo sampe nggak punya album musiknya. Karena album musiknya pun terdiri dari 11 lagu yang merepresentasikan masing-masing kisah dalam bukunya.

Berikut ini adalah 11 judul kisah yang ada di buku maupun album musiknya:

  1. Curhat Buat Sahabat
  2. Malaikat Juga Tahu
  3. Selamat Ulang Tahun
  4. Aku Ada
  5. Hanya Isyarat
  6. Peluk
  7. Grew A Day Older
  8. Cicak Di Dinding
  9. Firasat
  10. Tidur
  11. Back To Heaven's Light
Dari sisi isi bukunya, aku bisa bilang bagus. Semua kisahnya rata-rata pendek, cuma beberapa halaman aja, malah ada yang cuma 2 halaman. Tapi sudah cukup mewakili apa yang ingin disampaikan oleh penulisnya. Baik buku dan lagunya bisa dinikmati secara terpisah maupun bersama-sama. Namun, untuk kasusku kemarin, aku 'membaca' semua musiknyanya dulu, baru 'mendengarkan' fiksinya. Rasa-rasanya menikmati buku dan lagunya dengan cara tersebut menyenangkan juga. Dengan membaca lagunya, aku hanya bisa menebak-nebak apa maksud yang ingin diutarakan oleh penulisnya. Begitu mendengarkan bukunya, baru tahu deh, ternyata maksud yang sebenarnya jauh dari apa yang aku bayangkan sebelumnya. Kurasa, jika lagu-lagu lain dibuat pula kisahnya dalam bentuk cerpen/fiksi, mungkin akan menyenangkan. Jadi bisa tahu apa isi sebenarnya dari lagu yang kita dengarkan, dan apa yang ingin disampaikan oleh di pencipta lagu tersebut.

Dalam Rectoverso ini, IMHO, kurasa tak ada happy ending atau sad ending. Semuanya diceritakan menggantung, seolah tak berawal dan tak berakhir, hanya menceritakan potongan-potongan kisah. Untuk ujung ceritanya gimana, biarlah masing-masing pembaca yang berimajinasi sendiri. Namun walaupun demikian, dengan adanya lagu yang terpisah jadi berasa saling melengkapi.

Sayangnya, harga bukunya rada-rada 'kemahalan' mengingat jumlah halamannya sekitar 140an. Padahal banyak halaman kosongnya juga yang menjadi pembatas masing-masing kisah. Entah apa karena banyak halaman yg dipenuhi oleh gambar-gambar yang berwarnanya ditambah dengan sampulnya yang hard cover, harganya jadi mahal. Tapi, basically worth it lah ;) .

Wednesday, November 26, 2008

Konversi Format File Teks Windows ke Unix Menggunakan Shell

Windows dan Unix menggunakan format yang berbeda dalam file teks mereka. Pada Windows, setiap baris diakhiri dengan karakter ASCII line feed dan carriage return (\n\r). Sementara itu pada Unix masing-masing baris dipisahkan dengan karakter ASCII line feed saja (\n). Di Unix, file format teks ini akan menampilkan karakter carriage return dengan Ctrl-M (^M) pada setiap akhir barisnya. Sangat jelas terlihat ketika sedang menyunting file menggunakan perintah vi.

Walaupun beberapa editor di Windows maupun di Linux menyediakan fungsi untuk konversi dari dari format Windows ke Unix dan sebaliknya, ternyata ada solusi yang lebih sederhana, yaitu menggunakan shell command di Unix, dengan menggunakan perintah tr untuk menghapus karakter-karakter carriage return. Berikut ini adalah contoh perintahnya :

tr -d '\r' <> output_file

Perintah diatas akan menghilangkan karakter carriage return pada file input_file dan menyimpannya ke dalam file output_file.

Untuk mengkonversi file secara batch, misalnya dalam satu direktori dan termasuk subdirektorinya, dapat menggunakan cara-cara berikut ini:

  1. Buat file script dengan nama misalnya convert.sh yang berisi:

  2. temp="/tmp/temp.tmp"
    files=$@
    for file in $files
    do
    tr -d '\r' < $file > $temp
    mv $temp $file
    done


  3. Mengubah permission dari file convert.sh menjadi executable dengan menjalankan perintah:

  4. chmod +x convert.sh

  5. Menjalankan perintah berikut untuk mengkonversi file secara batch:

  6. find [directory] -name [pattern] -type f | xargs ./convert.sh

    Misalkan semua file berekstensi *.txt pada direktori /home/test berikut subdirektorinya akan dikonversi, maka perintahnya adalah:

    find /home/test -name *.txt -type f | xargs ./convert.sh

Sunday, November 16, 2008

Driver Bluetooth Toshiba pada Ubuntu

Beberapa waktu lalu, ketika aku masih menggunakan Ubuntu 8.04, perangkat bluetooth yang ada pada notebook Toshiba Portege M600-ku, tidak dikenali. Setelah berusaha mencari informasi mengenai cara instalasi driver bluetooth pada notebook Toshiba, akhirnya aku dapatkan juga informasi yang cukup berguna dari link berikut ini. Ternyata instalasinya tidak terlalu rumit seperti instalasi FingerPrint reader pada laptopku. Walaupun di link tersebut disebutkan instalasi driver bluetooth untuk Toshiba Satellite U400, namun setelah aku coba, ternyata masih applicable untuk Toshiba Portege M600-ku.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk melakukan instalasi driver bluetooth pada notebook Toshiba:

  1. Menambahkan packages berikut ini pada /etc/apt/sources.list:

  2. deb http://packages.kirya.net/debian/ sid main contrib non-free
    deb-src http://packages.kirya.net/debian/ sid main contrib non-free

    Walaupun package ini masih unstable, namun masih bisa digunakan.

  3. Jalankan perintah untuk melakukan sinkronisasi package index dari repository:

  4. apt-get update

  5. Install package omnibook-source:

  6. apt-get install omnibook-source

  7. Melakukan proses kompilasi kernel module dari package omnibook-source:

  8. m-a a-i omnibook-source

  9. Mengkonfigurasi agar module omnibook di load ketika startup dengan menambahkan baris:

  10. omnibook

    ke dalam file /etc/modules

  11. Buat file baru dengan nama omnibook.modprobe di dalam direktori /etc/modprobe.d dan tambahkan baris berikut:

  12. options omnibook ectype=14 userset=0 lcd=0 display=0 blank=0 battery=0 ac=0

  13. Untuk langsung menggunakan bluetooth tanpa me-reboot laptop, jalankan perintah berikut ini:

  14. modprobe omnibook ectype=14

Icon bluetooth akan langsung muncul pada panel Ubuntu dan bluetooth bisa langsung digunakan.

Note:
Sayangnya, pada Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex, driver bluetooth ini masih harus diinstall secara manual. Namun cara di-atas masih bisa digunakan pada Ubuntu 8.10 kok.

Selamat mencoba!!

Friday, November 14, 2008

Sisi Positif dan Negatif Audit

Sisi Positif dan Negatif dari Audit

Setelah badai audit mereda beberapa waktu yang lalu, aku mencoba untuk menelaah sisi-sisi positif dan negatif yang diakibatkan oleh proses audit itu sendiri, dilihat dari sudut pandang orang yang diaudit. Tulisan dibawah ini sangat subjektif. Jadi kalo ada yang mau berkomentar atau memberi masukan, sok-sok aja, terutama mungkin dari sisi auditornya sendiri :P.

Sisi positif:

  • Membantu unit kerja tertentu untuk menambal berbagai macam celah yang ada dan yang mungkin timbul di masa yang akan datang.
  • Memastikan suatu unit kerja menjalankan proses yang benar dan sesuai dengan SOP yang telah ditentukan.
  • Dengan adanya audit, proses bisnis unit kerja tempat kita bekerja menjadi transparan. Terutama yang berhubungan dengan uang, dimana unit kerja tersebut sangat rentan dari tindakan-tindakan fraud dan korupsi. Dan tentunya, dengan audit pula, bisa mencegah segelintir orang tertentu untuk melakukan dosa-dosa korupsi dan fraud.
  • Membuat para karyawan menjadi lebih disiplin dalam pekerjaannya. Alasan ini aku pilih karena melalui audit, semua dokumen-dokumen yang mendukung harus tersedia. Cukup memaksa masing-masing unit kerja untuk selalu melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan. Ujung-ujungnya karena adanya suatu paksaan, bisa melatih kedisiplinan.
  • Audit bisa melatih seseorang menjadi rajin, karena semua hal yang berhubungan dengan transaksi dan proses bisnis akan selalu dicatat dengan baik. Sehingga hal ini memudahkan proses pencarian dan pengorganisasian dokumen-dokumen yang diminta oleh tim audit.
  • Bisa meningkatkan Key Performance Index (KPI) dari unit kerja yang diaudit, jika tidak ditemukan temuan apapun.

Sementara itu, sisi-sisi negatifnya antara lain:
  • Menambah kerjaan. Jelas banget nih. Karena mesti mengobrak-abrik dokumen dan menyediakan dokumen-dokumen yang diperlukan. Terkadang, bisa bermunculan dokumen-dokumen baru yang harus dibuat agar unit kerja tertentu comply dengan audit.
  • Menyita waktu dan memicu stress, karena dokumen-dokumen yang diminta seolah tak pernah habis dan deadlinenya sangat ketat. Belum lagi setelah dokumen diserahkan, ternyata masih ada yang salah dan kurang. Ujung-ujungnya, yang ada malah jadi kesel sama auditornya. *Untung audit kemaren auditornya nggak ngeselin*
  • Jika desain kontrolnya ternyata kurang sesuai dengan kondisi nyata, bisa ribet. Karena harus memenuhi dan membuat dokumen yang jelas-jelas tidak bisa dipenuhi. Artinya ekspektasi dari tim penyusun desain kontrolnya terlalu perfeksionis dan kurang memahami kondisi unit kerja yang diaudit.
  • Kurang ramah lingkungan. Bayangkan, berapa banyak lembar kertas yang harus dicetak dan difotokopi untuk menunjukkan bahwa pihak-pihak terkait menandatangani dokumen-dokumen tersebut. Untuk menghindari fotokopi, semua dokumen bisa di scan, dan tentunya akan memudahkan pencarian.
Well, kira-kira kalo dari sisi auditornya sendiri gimana yah?

Friday, November 07, 2008

New Gmail Mobile 2.0

Beberapa waktu lalu, Google merilis aplikasi Gmail for Mobile versi 2.0 yang bisa digunakan di handphone yang mendukung J2ME atau di BlackBerry. Aplikasi Gmail yang versi terdahulu, sebelumnya memang sudah aku gunakan dari dulu. Fitur-fiturnya menurutku sudah cukup untuk versi mobilenya. Tampilan nggak ribet dan cepat aksesnya.

Berbeda dengan versi sebelumnya, pada versi 2.0 ini aku menemukan beberapa fitur baru yang lumayan berguna. Diantaranya adalah:

  • Menunya lebih banyak dibandingkan dengan versi sebelumnya. Banyaknya pilihan menu mencerminkan jumlah fitur yang semakin banyak.
  • Email yang akan dikirimkan bisa disimpan terlebih dahulu dan bisa diakses di menu Mobile Drafts. Pada versi sebelumnya, tidak ada opsi ini.
  • Versi saat ini telah terintegrasi dengan Contacts yang kita miliki di account Gmail. Dengan fitur ini, memudahkan pengguna untuk mencari kontak dan menampilkan informasi yang relevan. Selain itu, kontak bisa di look up ketika pengguna membuat email. Sangat membantu jika pengguna tersebut tahu nama kontaknya tapi tidak tahu alamat emailnya.
  • Dukungan untuk multiple account. Melalui fitur ini, pengguna bisa membuka email dari beberapa account sekaligus. Cukup membantu jika pengguna tersebut memiliki lebih dari satu account dan memisahkan fungsi masing-masing account (misalnya account yang pertama untuk keperluan kerja, sementara yang lain untuk nyampah :p). Jadi untuk membuka account lain, tidak perlu sign out terlebih dahulu. Tinggal switch aja.
  • Ada menu Chats yang menampilkan daftar percakapan yang pernah dilakukan, walaupun bacanya rada-rada nggak enak karena layarnya terbatas.
  • Bisa offline. Tidak seperti versi sebelumnya yang harus online dulu ketika membuka aplikasi, pada versi terbaru ini, email-email terakhir / terbaru yang sebelumnya telah diambil dari server bisa dibaca secara offline. Artinya, pengguna bisa membaca dan membuat email tanpa perlu terhubung dengan internet terlebih dahulu. Email yang dikirimkan pada mode offline akan disimpan pada folder Outbox dan akan dikirimkan ketika aplikasi online.
  • Performa yang lebih baik, yang menurutku diakibatkan oleh adanya fitur offline. Loading aplikasi menjadi lebih cepat, karena aplikasi hanya perlu mengambil data-data terakhir dari memory handphone.
  • Shortcut yang lebih banyak dibandingkan dengan versi sebelumnya. Sayangnya pada beberapa menu, shortcutnya tidak ditampilkan. Untuk melihat semua shortcut yang tersedia, bisa mengaksesnya melalui Menu->Go to->Help.
Berharap semoga kedepannya aplikasinya bisa terintegrasi dengan Chat. Bisa sekalian chatting ketika membaca email. Dan mungkin bisa dipertimbangkan juga untuk menambahkan fitur untuk memuat attachments di dalam email yang dibuat. Kalau perlu develop versi untuk Symbian yang lebih powerful namun kurang portable karena jumlah handphone yang didukung Symbian tak sebanyak Java.

Tuesday, November 04, 2008

I hate Monday

It was really troubled me. I wished, I could go home early. This week, I intend to go home early everyday. I don't want to waste my time too much in the office. When I come home earlier, at least I can do more things useful for me. Moreover, I could spare my time to rest and sleep.

But, Monday has ruined my schedule. When suddenly, I had to prepare all documents needed for audit requirement. Just guess when I should submit all of them. It's the next day, Tuesday morning, today. Irritated me so much. After collecting all of the documents, I had to verify them one by one, organize them, ask my manager for approval and sign it, and finally scan it one by one and send it to the one who responsible in ruining my day.

Yesterday, I went out from office at 20:30. One hours later, I could relax myself on my room. Straighten my feet on my bed. Thinking, how much time I supposed to be had if I could go home earlier. After all, I am contented of what I had done yesterday. Even though I came home late, all damn things related to audit had been done. The question is: "Why there'll always be one day like this every week?" When, I had a plan but it's all had to be canceled due to my job. Sigh..

Saturday, November 01, 2008

Foto-foto Nikahannya Anti

Hari ini dateng sengaja pagi, dengan niat pengen ngambil foto-foto saat akad nikahnya. Tapi apa mau dikata, karena suasanya pada saat akad nikahnya terkesan sangat formal dan kaku, jadi nggak enak. Padahal banyak banget momen-momen yang bisa di-capture. Jadi bener-bener nyesel karena cuma bisa diem ngeliatin acara akadnya dari kursi.

Akhirnya, seperti biasa, foto-foto yang diambil kebanyakan foto bersama anak-anak CSUI-02 yang lain, walaupun ada beberapa sih foto Anti & Hari pas mau masuk ke kursi pelaminannya. Congrats buat Anti & Hari, semoga bisa menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahmah dan selalu diberkahi oleh Allah.

Foto-fotonya nggak terlalu banyak. Semuanya bisa dilihat di album Picasa-ku yang bisa dilihat melalui link berikut ini: http://picasaweb.google.com/amphie/NikahannyaAnti1Nopember2008