Thursday, April 23, 2009

Screen - Aplikasi Terminal Virtual

Screen merupakan salah satu utility yang belakangan ini sering aku gunakan dalam Unix khususnya ketika sedang me-remote server menggunakan SSH. Melalui screen, memungkinkan pengguna untuk membuat session baru. Dalam session ini, dapat dibuat beberapa terminal yang virtual. Meskipun pengguna yang membuat sesi screen telah logout ataupun koneksinya terputus, sesi yang telah dibuat akan tetap berjalan, sehingga bisa di-resume kemudian.

Fitur-fitur tersebut sangat bermanfaat ketika menjalankan sebuah proses secara remote melalui SSH. Terutama untuk proses-proses yang memakan waktu dan resource, tanpa perlu khawatir proses tersebut akan di-terminate ketika session SSH tiba-tiba terputus. Lebih terasa lagi manfaatnya jika koneksi jaringan dari client ke server yang sedang di-remote sangat terbatas, seperti misalnya melakukan SSH ke server melalui handphone dan menjalankan sebuah script yang memakan waktu.

Untuk menjalankan screen, hanya perlu mengetikkan:

screen

Perintah tersebut akan menjalankan shell yang baru, seperti shell yang biasa digunakan. Namun shell ini berada dalam sesi screen yang telah dijalankan sebelumnya. Di dalam sesi screen yang sedang aktif, ada beberapa perintah yang dapat dijalankan, dimana semuanya dimulai dengan Ctrl+a. Berikut ini adalah beberapa perintah yang dapat dilakukan dalam sesi screen:

Ctrl+a c: Membuat jendela terminal baru
Ctrl+a 1 ... Ctrl+a 9: Pindah ke terminal 1-9
Ctrl+a n: Pindah ke terminal selanjutnya
Ctrl+a p: Pindah ke terminal sebelumnya
Ctrl+a w: Melihat daftar jendela terminal dalam sesi yang aktif
Ctrl+a d: Detach - Keluar dari sesi yang sedang aktif.
Perintah ini akan mengembalikan shell ke shell yang digunakan untuk menjalankan screen. Sesi yang sebelumnya aktif akan tetap aktif. Untuk kembali ke sesi terakhir (re-attach) yang aktif, dapat menjalankan perintah:

screen -r

Jika ada beberapa sesi screen yang sedang aktif dan ingin kembali ke sesi tertentu dapat menjalankan perintah:

screen -r PID

Dengan PID adalah instance dari sesi screen yang dapat dilihat melalui perintah

screen -list

Perintah-perintah lain yang tersedia dalam sesi screen dapat diakses menggunakan perintah Ctrl+a ?

Thursday, April 16, 2009

Perahu 007

ISO 200 - 1/2s - F22 - 11mm - Tokina AF 11-16mm f/2.8 AT-X Pro DX
~Pantai Ujung Genteng- sunrise ~

Tuesday, April 14, 2009

Sang Penyihir Dari Portobello

Baru beli bukunya beberapa hari yang lalu di Gramedia. Niatnya sih sebelumnya mau pesen online aja, tapi nanggung. Berhubung beberapa hari ini libur, jadi ada kesempatan untuk segera menyelesaikan bukunya.

Buku ini menceritakan kisah hidup tentang Athena, seorang wanita anak seorang gipsi yang dilahirkan di Transylvania yang kemudian diadopsi oleh pasangan yang berasal dari Lebanon. Yang menarik adalah kisah hidup Athena yang merupakan inti dari novel ini, diceritakan dari sudut pandang orang ketiga, orang-orang yang pernah berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengannya: ibu angkatnya, suaminya (dan mantan suaminya), jurnalis, pendeta, alhi kaligrafi, sejarawan, aktris, hingga numerologis. Dan semuanya disusun secara kronologis kecuali di bagian awal bukunya, karena bukunya diawali dengan kisah kematiannya. Menjadikannya semacam biografi namun fiksi tentunya.

Dalam perjalananan ceritanya Athena selalu berusaha menjati jati dirinya. Mencari jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari dalam diri manusia. Dia mencari sesuatu yang hilang dari hidupnya, yaitu apa yang dia sebut sebagai 'ruang kosong'. Pencariannya ini menuntunnya untuk menjadi seorang pemimpin spiritual yang kontroversial di Portobello.

Novel ini menurutku cukup inspiring, mengajari banyak hal berkaitan dengan cinta, identitas, perubahan, dan sudut pandang. Semua yang ada di dalam hidup ini akan tampak berbeda jika mencoba memandangnya dari sudut pandang dan perspektif yang lain, seperti halnya bagaimana karakter Athena yang digambarkan dari sudut pandang orang-orang sekitarnya.

Walaupun demikian, seperti novel-novel Paulo Coelho yang lain, dimana sarat dengan hal-hal yang berbau spiritual, aku merasa banyak pertentangan-pertentangan ketika membaca novel ini, terutama yang berkaitan dengan keyakinan yang aku anut. Memang inspiring sih jika bisa mengambil pesan moralnya, tapi dibumbui dengan hal-hal yang agak-agak klenik dan kontrovesial. Ini nih yang nggak kusuka dari novel-novelnya dia. Yah, mungkin sisi positif yang bisa aku ambil adalah tak ada salahnya juga mengetahui, hitung-hitung menambah pengalaman. Asal jangan ikut-ikutan aja.

Saturday, April 11, 2009

Ayat-ayat Semesta: Sisi-sisi Al-Quran yang Terlupakan

Berawal dari melihat secara tak sengaja buku tersebut di rumah, dan kebetulan ada salah seorang temanku yang sudah membaca dan merekomendasikan buku ini, akhirnya aku putuskan untuk membacanya. Tadinya buku ini masuk prioritas terakhir, berhubung masih ada beberapa buku yang ingin aku baca duluan. Tapi sesekali, tak apa-apa lah membaca buku sains daripada kebanyakan membaca novel dan buku-buku bacaan ringan.

Dari judulnya, bisa diterka apa isi buku ini. Buku yang ditulis oleh Agus Purwanto, D.Sc, doktor fisika partikel lulusan ITB dan Universitas Hiroshima ini mencoba menafsirkan ayat-ayat kauniyah Al-Quran (ayat-ayat tentang alam semesta) dari perspektif sains modern. Di pengantarnya, penulis menyatakan bahwa kelalaian dan pengabaian sains di Dunia Islam terjadi secara luas. Umat Islam masih berkutat dan menghabiskan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk perkara fikih. Meski ayat-ayat yang mengatur fiqih hanya berjumlah seperlima dari ayat kauniyah yang berjumlah 750 ayat, tetapi telah menyedot hampir semua energi ulama dan umat Islam. Sebaliknya ayat-ayat kauniyah yang berjumlah lebih banyak, malah terabaikan.

Berhubung latar belakang penulis adalah fisika, khususnya fisika partikel, jadinya penjelasan-penjelasan yang ada di buku ini juga dikaitkan dengan ilmu fisikanya. Sangat menarik, karena banyak hal yang aku dapat dari buku ini, terutama mengenai fisika, walaupun sekedar kulitnya saja. Sebagian diantaranya mencoba menjelaskan fenomena-fenomena fisika yang dipelajari ketika SMA, dan sebagian sisanya, nggak pernah aku dapatkan ketika SMA, antara nggak ngerti apa isinya dan sekaligus penasaran.

Yang disayangkan dari buku ini, karena bahasan yang ditulis cukup banyak, jadi penjelasannya kurang mendalam. Sisi negatifnya, aku jadi nggak ngerti apa yang sedang dijelaskan. Sementara sisi positifnya, ini membuatku penasaran dan ingin mempelajari lebih jauh mengenai bahasan tersebut. Dan terkadang apa yang dijelaskan sudah advanced, jadi mesti nyari-nyari artikel pengantarnya biar aku ngerti apa yang sedang dibahas, Harapanku adalah kedepannya ada lagi buku-buku sejenis yang membahas lebih dalam, atau mencoba mengaitkan ayat-ayat kauniyah Al-Quran dengan ilmu-ilmu lain seperti Biologi dan Kimia misalnya.

Buku cocok dibaca oleh orang-orang yang menyukai sains, khususnya fisika. Entah apa kata mereka yang telah membaca buku ini. Tapi untukku, buku ini memberikan banyak inspirasi dan mendorongku untuk mempelajari lebih jauh mengenai ilmu-ilmu fisika, khususnya fisika partikel. Ada yang berminat?

Thursday, April 09, 2009

Dua Fotografer

ISO 200 - 1/125s - F10 - 11mm - Tokina AF 11-16mm f/2.8 AT-X Pro DX
~Pantai Ujung Genteng~

Wednesday, April 01, 2009

Sebutir Kelapa di Pinggir Pantai

ISO 200 - 1/100s - F11 - 11mm - Tokina AF 11-16mm f/2.8 AT-X Pro DX
~Pantai Ujung Genteng~