Tuesday, March 31, 2009

Sunrise


ISO 200 - 1/60s - F8 - 11mm - Tokina AF 11-16mm f/2.8 AT-X Pro DX
~on the way to Ujung Genteng~

Monday, March 30, 2009

Puteri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng

Inilah buku ke-4 Jostein Gaarder yang aku baca setelah Dunia Sophie, Gadis Jeruk, dan Misteri Soliter. Buku ini menceritakan kisah Petter si laba-laba. Petter ketika kecil digambarkan sebagai seorang anak yang penyendiri dan jarang bergaul dengan teman-teman sebayanya. Namun demikian Petter memiliki imajinasi yang kuat sehingga dalam kesendiriannya, dia seringkali menciptakan permainan-permainan dalam bayangannya sendiri.

Gaarder menggambarkan secara implisit Petter kecil sebagai sosok yang bisa dibilang cerdas dan melebihi anak-anak sebayanya yang lain. Ada plot yang menceritakan bagaimana dia mendapatkan uang dengan cara mengerjakan PR teman-temannya. Dan hebatnya lagi, dengan kemampuannya, bahkan dia bisa mengerjakan PR teman-temannya secara kolektif namun hasilnya disesuaikan, sesuai dengan kemampuan temannya. Jadi jika temannya memang dirasa tak mampu, dia tak akan memberikan jawaban yang akan memberinya nilai A. Para guru tidak menyadari jika ternyata PR yang dikerjakan oleh murid-muridnya ternyata hanya dikerjakan oleh satu orang saja.

Dengan daya imajinasinya yang tinggi, Petter seringkali membuat dongeng-dongeng. Dia tak pernah sekalipun kehabisan ide. Selalu saja dia memiliki ide untuk ditulis. Sebenarnya dia bisa saja menjadi penulis hebat, tetapi dia tidak menginginkannya. Petter lebih senang menjadi orang yang berada di belakang layar. Karena dia membutuhkan uang, akhirnya dia jual ide-idenya kepada penulis ataupun calon penulis yang mengalami kebuntuan ide sampai akhirnya terbentuklah jaring rahasia antara Petter dan mereka. Para penulis mengetahui bahwa Petter hanya menjual idenya ke mereka, tanpa tahu bahwa dia juga sebenarnya menjual idenya untuk penulis lain.

Namanya juga cerita, rahasia Petter mulai tercium oleh para penulis tersebut. Para penulis mulai curiga kepada Petter dan tentu saja masalah ini menjadi sangat pelik. Dalam bukunya, diceritakan juga bagaimana Petter diam-diam merekam dan menyimpan bukti setiap transaksi, sehingga bila dia dibunuh, penyebabnya akan diketahui. Benar-benar kisah yang hebat menurutku, karena segala sesuatunya seolah diceritakan secara matang dan penuh rencana.

Kondisi ini tentu saja meresahkan Petter dan dia harus segera mencari cara untuk lepas dari jaring laba-laba yang dia ciptakan sendiri. Dalam pelariannya, dia justru menemukan sesuatu yang tak disangka-sangka, yang menjadi ending dari novel tersebut.

Tak seperti ketiga bukunya yang aku baca sebelumnya, novel ini tak terlalu sarat dengan filosofi-filosofi. Lebih gampang dipahami lah intinya. Di awal membaca buku ini, rada-rada bosan dan kesel, karena isi buku ini sebenarnya adalah kisah Petter yang diceritakan ulang oleh dirinya sendiri, sehingga kebanyakan bagian dari buku ini menggunakan kalimat-kalimat tak langsung. Agak-agak mengesalkan dan terasa monoton. Tetapi begitu konflik ceritanya mulai kelihatan apalagi setelah mengetahui ending ceritanya sangat tak terduga, rasa-rasanya nggak rugi aku membaca buku ini. Pada akhir kisahnya, aku baru menyadari mengapa judul novel ini adalah 'Puteri Sirkus' yang secara nyata tak ada hubungannya dengan alur cerita utamanya.

Friday, March 27, 2009

Ayo Dukung Earth Hour

Apa itu Earth Hour?
Earth Hour merupakan kampanye perubahan iklim global WWF. Individu, pelaku bisnis, pemerintah dari berbagai negara di semua belahan dunia akan mematikan lampu selama satu jam sebagai pernyataan dukungan upaya penanggulangan perubahan iklim pada Sabtu, 28 Maret pukul 20.30 – 21.30 (waktu setempat).

Tahun ini, untuk pertama kalinya Earth Hour dilakukan di Indonesia, di mana Jakarta dipilih menjadi kota pertama tempat penyelenggaraannya.

Pada Sabtu, 28 Maret 2009, tepat pukul 20.30, masyarakat Jakarta akan menyaksikan dan menjadi bagian dari aksi global dalam memadamkan lampu selama 1 jam.

Dan pada saat yang bersamaan, lampu-lampu di bangunan bersejarah seperti Monumen Nasional (Monas) serta di beberapa ciri khas kota Jakarta lainnya, seperti Patung Pemuda, Jembatan Semanggi, Bundaran HI, Air Mancur Arjuna Wiwaha dan tak terkecuali kantor gubernur balaikota akan dipadamkan.

Apa yang ingin dicapai dari pelaksanaan Earth Hour di Jakarta?

  • Mendapat dukungan dan partisipasi pemerintah, pelaku bisnis, dan publik
  • Mengedukasi publik untuk melakukan perubahan gaya hidup sehari-hari demi menurunkan emisi karbon dioksida dan mengurangi dampak perubahan iklim
  • Mengukur kontribusi dan perubahan yang dapat dilakukan Jakarta dalam upaya penurunan emisi karbon dioksida (jika dilakukan tiap tahun atau menjadi program tahunan Pemda DKI Jakarta)
  • Berkontribusi dalam kampanye global untuk membuktikan bahwa dengan bekerja sama kita bisa membuat perubahan besar
Kenapa Jakarta?
Konsumsi listrik di Indonesia masih terkonsentrasi di Jawa, yakni pada 2007 mencapai sekitar 77% dari konsumsi nasional, dan sekitar 20% pengguna listrik di Indonesia berada di Jakarta, sedangkan untuk pasokan listrik di daerah lain di Indonesia masih berbagi dalam jumlah yang lebih kecil.

Total konsumsi listrik wilayah DKI Jakarta dan Tangerang adalah 23% dari total konsumsi listrik di seluruh Indonesia, dengan komposisi terbesar sebagai berikut:
• 34% berasal dari sektor rumah tangga (sebagian besar di DKI Jakarta)
• 30% berasal dari sektor industri (sebagian besar di Tangerang)
• 29% dari sektor bisnis (sebagian besar di DKI Jakarta)

Seberapa penting Earth untuk Jakarta?
Memadamkan lampu di DKI Jakarta 1 jam, sama dengan:
  • 300MW (cukup untuk mengistirahatkan 1 pembangkit listrik dan menyalakan 900 desa)
  • Mengurangi beban biaya listrik Jakarta sekitar Rp 200 juta
  • Mengurangi emisi sekitar 284 ton CO2
  • Menyelamatkan lebih dari 284 pohon
  • Menghasilkan O2 untuk lebih dari 568 orang

(sumber http://www.earthhour.wwf.or.id/)

Saturday, March 21, 2009

Lelah...

Minggu ini benar-benar menjadi minggu yang melelahkan. Dimulai dari awal minggu ketika ada acara dari kantor selama dua hari berturut-turut yang menyebabkan aku kurang tidur + overdosis kopi. Biasanya, dalam keadaan normal, aku jarang-jarang minum kopi. Kalopun minum, dibatasi hanya secangkir dalam satu hari. Konsumsi melebihi 3 cangkir sudah aku anggap sebagai overdosis. Overdosis kopi menyebabkan pikiran menjadi tak jernih dan nggak bisa fokus. Udah tahu bgini, masih aja nambah terus. Kopi memang enak, tapi tak menyehatkan.

Di tengah minggu, tiba-tiba muncul kerjaan yang berhubungan dengan iPhone yang akan di-launch hari Jumat lalu. Yang paling menyebalkan adalah requestnya biasanya suka mendadak dan gampang berubah. Benar-benar bikin kesal. Seolah memberikan kesan bagian yang meminta request nggak konsisten dan mempermainkan. Dan hari Kamis lalu menjadi hari yang paling parah dalam seminggu ini. Pulang dari kantor jam 11 malem barengan ama temen-temen lain yang satu tim juga. Malam itu, aku mendengar gerutuan, caci maki, dan kekesalan yang ditujukan kepada proyek ini. Well.. It's the dark side of iPhone. Bikin panik tiap orang yang terlibat didalamnya hanya gara-gara orang-orang yang kurasa terlalu paranoid akan proyek ini.

Hari Jumatnya, aku sudah sangat lelah. Kerjaan lain sudah menumpuk, pikiran udah jelas nggak jernih gara-gara efek kopi di awal minggu dan efek negatif iPhone di hari sebelumnya. Emosiku nggak stabil. Pikiran nggak tenang. Pola makan menjadi terganggu. Selera makanku agak-agak bermasalah beberapa hari terakhir ini. Pada hari Jumat itu malah aku rasakan aku mengalami 'trashing' -> istilah yang aku dapatkan dari mata kuliah Sistem Operasi *silakan googling untuk mendapatkan penjelasan*. Yah, istilah kasarnya mungkin bisa disamakan dengan idle atau bengong.

Hari ini, aku ada acara keluarga. Dan memakan waktu seharian. Benar-benar membuatku merasa begitu lelah di akhir minggu ini. Tadinya kupikir hanya sampai setengah hari, sehingga setengah harinya bisa kugunakan untuk istirahat. Ternyata aku salah memperhitungkan waktu. Lebih parahnya lagi, besok aku ada rencana lainnya yang kurasa akan memakan waktu seharian juga. Ah, kapan bisa istirahatnya? Should I take one more cup of hot coffee to throw away all of this matter for a while??? Damn, for this question, I can't even make a decision. Sigh..

Thursday, March 19, 2009

Meng-embed Subtitle Kedalam Video

Berhubung iPod tak bisa nenampilkan video dengan file subtitle yang terpisah, jadi kepikiran gimana caranya untuk mengembed file subtitle yang biasanya berekstensi *.srt atau *.sub ke dalam videonya sendiri. iPod sendiri pada dasarnya hanya mengenali format mp4, bukan avi, sehingga video yang ada harus dikonversi dulu menjadi format mp4.

Setelah googling *lupa sumbernya dari mana* untuk mengembed subtitle kedalam video, bisa menggunakan tools MEncoder yang dijalankan dari command line shell. Pada dasarnya tools MEncoder ini dapat digunakan untuk melakukan konversi video ke dalam format lain menggunakan codecs yang berbeda-beda. Secara umum, perintah mencoder adalah sebagai berikut:
mencoder [video source] -ovc [video output codec] -oac [audio output codec] -o [video ouput]

Untuk mengembed subtitle kedalam video output, hanya perlu menambahkan parameter -sub [subtitle file]. Sangat sederhana dan mudah.

Untuk mengkonversi video agar bisa dimainkan di iPod, biasanya aku menggunakan aplikasi yang bernama mvPod. Sayang aplikasi ini belum memiliki fitur untuk meng-embed subtitle kedalam video outputnya. Berhubung mvPod pada dasarnya menggunakan tools mencoder dan tools lain yang bisa diakses dari shell, jadi urutan perintah yang dieksekusi bisa aku ketahui. Setelah mengutak-atik sedikit parameter-parameter yang diperlukan, seperti resolusi video output dan setting untuk subtitlenya, perintah mencoder yang aku gunakan menjadi:

mencoder -aid 1 -o [output] -sub [subtitle] -oac faac -faacopts br=128:mpeg=4:object=2 -channels 2 -srate 48000 -ovc x264 -x264encopts bitrate=500:nocabac:direct_pred=auto:me=umh:frameref=1:level_idc=13:partitions=all:subq=6:threads=auto:trellis=1:vbv_maxrate=768:vbv_bufsize=244:bframes=0 -vf-add scale=480:-2 -vf-add harddup -vf-add expand=480:320:::1 -subfont-autoscale 3 -subfont-osd-scale 4 -subfont-text-scale 3 [source]

Walaupun output dari perintah diatas berupa file mp4, namun format tersebut tidak dikenali oleh iPod (di gtkPod nya sudah di-reject). Ternyata mvPod menggunakan tools tambahan yaitu avi2raw dan mp4creator untuk mengkonversi file output yang dihasilkan oleh mencoder agar bisa dikenali oleh iPod. Perintahnya sangat sederhana, dan memakan waktu yang relatif cepat dibandingkan dengan proses sebelumnya. Berikut ini adalah perintah yang digunakan:

avi2raw --video [output> [output video raw]
avi2raw --audio [output> [output audio raw]

mp4creator --create=[output video raw] -r 23.976 [final output]
mp4creator --create=[output audio raw] [final output]

Output terakhir dari proses ini adalah [final output] yang bisa dimainkan di iPod. Well, sebenernya masih rada-rada nggak mudeng sih penggunaan perintah avi2raw dan mp4creator ini. Udah rada-rada males googling, yang penting tujuan tercapai :P.

Catatan:

  • mencoder dapat diinstall melalui package mencoder (apt-get install mencoder)
  • avi2raw dan mp4creator dapat diinstall melalui package mpeg4ip-server (apt-get install mpeg4ip-server)

Monday, March 16, 2009

Sarapan dan Efisiensi

Mulai awal bulan Maret ini, perusahaan tempat aku bekerja menyediakan sarapan pagi mulai pukul 07:30 s/d 08:15. Jika sebelumnya hanya menyediakan makan siang, sekarang makan pagi juga disediakan, walaupun jumlah porsinya terbatas. Ini tentunya cukup menggembirakan melihat kenyataan beberapa rekan kerjaku seringkali mesti mencari sarapan keluar ketika baru datang ke kantor. Secara pengeluaran, sarapan pagi secara gratisan di kantor berarti penghematan dana untuk sarapan.

Sementara aku sendiri biasanya sarapan di rumah, jadi sebenarnya kebijakan ini tak terlalu berpengaruh. Hanya saja jika aku berniat untuk sarapan di kantor, aku bisa berangkat lebih pagi dari biasanya. Dengan berangkat lebih pagi dan sarapan di kantor, aku bisa menghemat pengeluaran untuk transportasi. Jika biasanya aku naik kereta KRL AC Express seharga 8.000 rupiah, dengan aku datang lebih pagi, aku bisa memilih untuk naik KRL Ekonomi AC dengan tiket seharga 4.500 atau KRL Ekonomi biasa dengan tiket seharga 1.500 rupiah. Dari sisi kenyamanan, aku rasa tak terlalu beda jauh. KRL Ekonomi biasa walaupun tak ber AC, tapi penuhnya nggak nyesek-nyesek banget seperti KRL Ekonomi Jakarta-Bogor. Aku masih bisa baca buku dengan tenang di sepanjang perjalanan.

Kembali ke masalah sarapan pagi di kantor, saat ini aku lihat perilaku dan kebiasaan orang-orang di kantorku mulai berubah. Well.. entah kapan mulainya, tetapi dari dulu walaupun disebutkan jam kantor adalah jam 08:00 s/d 17:00, ini tak berlaku mutlak. Datang jam setengah 9 pun masih bisa dibilang kantor masih sepi. Hanya segelintir ornag-orang yang benar-benar berniat datang pagi. Menurut pengamatanku, kebanyakan rekan-rekan kerjaku mulai benar-benar bekerja jam 9 ke atas.

Entahlah apakah tujuan sampingan dari menyediakan sarapan pagi ini adalah mendorong karyawan agar datang lebih pagi atau tidak. Karena menurutku cara ini sangat halus dan persuasif, dan tampaknya bisa dibilang cukup berhasil. Jika dibandingkan dengan cara kasar dan sedikit memaksa, malah aku lihat tidak akan berhasil karena dari pengamatanku kebanyakan rekan-rekan kerjaku sendiri tipikal orang yang fleksibel dalam urusan waktu, yang penting kerjaan beres. Mari kita lihat dalam sebulan ke depan, apakah bisa memberikan perubahan positif yang cukup signifikan pada perilaku orang-orang disekitarku yang akhirnya bisa mengarah pada efisiensi. Who knows? Hanya waktu yang bisa menjawabnya..

Thursday, March 12, 2009

Telkomsel Luncurkan iPhone 3G

Fiuh.. akhirnya keluar juga informasi resmi mengenai tanggal launching dan harganya. Rencananya iPhone3G akan di launching pada tanggal 20 Maret di Pacific Place.

Berikut ini informasi mengenai paket dan tarif untuk iPhone3G ini:
(dalam ribu rupiah)


Post Paid*Post Paid*Post Paid*Pre Paid
TurboTurbo PlusTurbo PremiumTurbo
Monthly fee**Rp. 354Rp. 488Rp. 733-
Free Talk** -180 minutes360 minutes-
Free SMS** -150 SMS300 SMS-
Free Data** 500 MB500 MB1,000 MB500 MB
Handset Price 8GBRp. 4.455Rp. 3.844Rp. 2.622Rp. 9.605
Handset Price 16GBRp. 5.912Rp. 5.301Rp. 4.079Rp. 11.205

Jam penjualan di Pavilion-South Entrance, Pacific Place

20 Maret 2009 : 08:00 PM – 00:00 AM (Midnight)
21 Maret 2009 : 10:00 AM – 10:00 PM
22 Maret 2009 : 10:00 AM – 10:00 PM


* Untuk pelanggan yang memenuhi persyaratan
** Setiap bulannya selama satu tahun


Sigh, tetep aja mahal euy :'(. Untuk informasi lebih lengkap, klik disini.

Tuesday, March 10, 2009

Resepsi Nikahan Jefri & Vara

Sedikit kecewa karena anak-anak 2002 yang dateng nggak sebanyak yang diperkirakan. Malah yang banyak dateng anak-anak 2003. :( Berhubung yang dateng dikit, foto-fotonya juga dikit jadinya. :P

Foto-fotonya bisa dilihat di:



Monday, March 09, 2009

Mission Accomplished..



Fiuhh.. eventually, after waiting so long

Wednesday, March 04, 2009

Misteri Soliter: Antara Filsafat, Dongeng, dan Fantasi

Permainan soliter adalah sebuah kutukan keluarga. Selalu ada seorang joker yang tak tertipu angan-angan. Dari generasi ke generasi, selalu ada orang bodoh yang berjalan di muka bumi dan tak menjadi tua oleh waktu. Seseorang yang mengetahui takdirnya harus menjalaninya.

Misteri Soliter berkisah tentang perjalanan seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang bernama Hans Thomas, yang bersama ayahnya mencari ibunya yang telah menghilang dan meninggalkan mereka berdua 8 tahun silam.

Di dalam perjalanan mereka bertemu dengan kurcaci kecil dan memberi Hans Thomas sebuah kaca pembesar. Tak lama setelah itu, mereka berhenti di sebuah toko roti. Pemilik toko roti yang telah tua itu memberikan beberapa kue kismis kepada Hans Thomas. Ketika memakan kue kismis yang terbesar, dia menemukan sebuah buku mungil yang tulisannya sebegitu kecilnya sehingga tak bisa dibaca menggunakan mata telanjang. Hans Thomas akhirnya membaca buku mungil tersebut menggunakan kaca pembesar yang diberikan oleh sang kurcaci sebelumnya.

Dan setelah itu, cerita dalam buku itu beralih antara kisah perjalanan Hans Thomas beserta ayahnya dan kisah yang diceritakan dalam buku mungil tersebut.

Dalam buku-buku ini akan ditemukan istilah-istilah semacam pulau ajaib, soda pelangi, kartu remi beserta jokernya, filsafat tentang joker, hubungan kartu remi dengan penanggalan, Hari Joker, dan istilah-istilah lain yang menurutku sangat menarik. Apakah hubungan antara Hans Thomas, kurcaci, pemilik toko roti yang sudah tua, semua istilah-istilah aneh yang telah kisebutkan, dan cerita yang ada di dalam buku mungil tersebut? Hmm.. mendingan baca sendiri aja deh. Dalam buku itu juga disebutkan sebuah permainan Joker, dimana seluruh kurcaci di pulau ajaib mendeklamasikan kalimat-kalimat yang jika disusun akan menjadi isi atau inti dari cerita dalam buku Misteri Soliter ini.

Walaupun isi buku ini pada intinya adalah cerita dalam cerita dan cerita tersebut berada dalam cerita yang lain - cukup membingungkan *sigh*, namun isinya sangat menarik. Bintang 5 lah. Dalam buku itu banyak sekali cerita-cerita filosofisnya. Gaarder sangat piawai dalam membungkus filsafat ke dalam dongeng yang penuh fantasi dan menuliskannya dalam sebuah buku. Salah satu pertanyaan yang mengelitik dalam buku ini adalah: 'Siapakah kau? Dari manakah kau berasal?' yang dilontarkan oleh Joker yang selalu ingin tahu. Benar-benar mendalam untuk bahan perenungan.

Monday, March 02, 2009

My Handphone

Fungsi handphone pada saat ini tak hanya digunakan sebatas untuk menelepon dan mengirim sms. Banyak sekali fitur-fitur yang disediakan oleh handphone-handphone keluaran terbaru saat ini. Handphone Nokia E71 yang aku miliki saat ini telah mengubah banyak sekali perilaku dan pola kehidupanku. Sayang saja handphone ini adalah produk Nokia yang harusnya kedepannya aku hindari lah, tapi berhubung udah punya, masa iya mesti dibuang.

Menurutku, handphone ini cocok untuk orang-orang yang seneng online untuk browsing, chatting, berkomunikasi menggunakan email *tapi nggak demen ama Blackberry*, seneng menulis, butuh fungsi modem, dan lain sebagainya. Baik Blackberry dan Nokia E71 ini sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan, namun bukan itu yang akan aku bahas dalam tulisanku kali ini.

Berikut ini adalah apa saja yang biasa aku lakukan dengan memanfaatkan handphoneku, yang dalam hal ini tentunya juga didukung oleh fitur-fitur yang tersedia didalamnya.

  1. Berkomunikasi menggunakan email. Nokia menyediakan aplikasi yang bernama Mail For Exchange yang bisa digunakan sebagai mail client untuk Microsoft Exchange. Email di perusahaan dimana aku bekerja menggunakan Ms Exchange. Jadi klop deh. Melalui aplikasi ini tak menjadi masalah kapanpun dan dimanapun aku berada, selama ada koneksi ke internet, aku bisa berkomunikasi menggunakan email (dalam konteks pekerjaan). Tentu saja hal ini sangat memudahkanku, terutama ketika aku tak berada di meja kerjaku.

  2. Selain itu aku juga menggunakan Gmail Mobile untuk membaca semua email yang masuk ke account Gmail-ku. Cukup berguna juga. Bisa mengikuti perkembangan milis kapan dan dimana saja.

  3. Chatting dan Browsing. Didukung dengan keypad QWERTY, chatting menggunakan handphone ini menjadi lebih mudah dan cepat. Ditambah dengan layar yang cukup lebar (320x240 pixel), membuat pengalaman ketika berselancar di internet menjadi lebih menyenangkan. Terlebih banyak sekali situs-situs yang saat ini menyediakan halamannya dalam versi mobile, seperti kompas, facebook, plurk, dan lain sebagainya yang memang tampilannya disesuaikan untuk mobile. Apalagi E71 layarnya lebar, pas deh. Tak masalah mau menggunakan browser bawaan yang sudah mendukung Javascript atau mau menggunakan Opera Mini, sama-sama menyenangkannya.

  4. Fitur WiFi yang disediakan oleh handphone ini memberikan akses koneksi yang lebih cepat, terutama ketika kecepatan menggunakan GPRS dirasa kurang memadai. Di kantor, fitur ini sering aku gunakan untuk menyalin dokumen antara PC dengan handphone menggunakan FTP. Selama PC itu masih satu network dengan WiFi nya. Lebih fleksibel daripada menggunakan kabel data ataupun bluetooth dan tentunya kurasa lebih cepat.

  5. Mendengarkan musik. Walaupun seri E yang memang ditujukan untuk kalangan bisnis, tetap saja aplikasi pemutar musiknya disediakan juga dan memang sudah menjadi standar. Walaupun suaranya nggak sebagus seri N, tapi cukup lah. Sayangnya audio outputnya menggunakan 2.5 mm, bukan 3.5 mm, jadi mesti pake konverter lagi kalo mau denger musik menggunakan earphone yang 3rd party. Tapi setelah memiliki iPod Nano, aku jarang mendengarkan musik melalui handphone.

  6. Menulis draft tulisan untuk blog. Dulu agak-agak ribet untuk menulis draft tulisan menggunakan Nokia N70-ku yang lama. Namun keypad QWERTY yang tersedia di Nokia E71 sangat nyaman ketika digunakan untuk menulis tulisan yang panjang. Selain itu, memungkinkan pula untuk menulis dengan cepat walaupun hanya menggunakan dua jempol. Biasanya ide untuk menulis blog bisa datang kapan saja, seperti misalnya ketika aku sedang dalam perjalanan. Jika tak segera disalurkan, moodnya bisa segera hilang dan males untuk nulis. Karena fitur inilah, aku bisa menulis dimana saja dan kapan saja, termasuk tulisan yang sedang anda baca ini aku tulis menggunakan E71 ku.

  7. Menjadikan handphone sebagai modem. Nokia E71 ku seringkali aku jadikan modem agar bisa berselancar di internet menggunakan PC atau laptop. Dengan fitur HSDPA (walaupun langganannya di paket yang paling murah 256-kbps downlink), kecepatan yang diperoleh sudah memadai untuk sekedar browsing, chatting dan download file-file yang tidak terlalu besar. Sayangnya, handphonenya seringkali cepat panas jika digunakan sebagai modem. Tapi, so what lah.. Selama masih berfungsi dengan baik, dipake aja. Daripada beli modem lagi yang harganya lumayan mahal, belum lagi bongkar-bongkar handphonenya untuk mengeluarkan simcard. Ribet. Lagipula ketika dijadikan sebagai modem, E71 tersebut bisa digunakan untuk menerima dan mengirim sms serta membuat dan menerima panggilan. Itulah keunggulannya dibanding dengan modem.

  8. Memanfaatkan fitur GPS. Nokia E71 memiliki GPS internal yang bisa digunakan untuk mengetahui posisi saat ini. E71 sendiri dilengkapi dengan aplikasi Nokia Maps yang dapat menampilkan posisi saat ini pada peta. Peta yang digunakan oleh aplikasi ini dapat diunduh menggunakan aplikasi Map Loader yang diinstall di PC. Walaupun peta yang disediakan tak terlalu lengkap, tapi sudah cukup memadai untuk sekedar mencari tempat-tempat publik yang ada di Jakarta. Sudah beberapa kali aplikasi GPS ini membantuku dalam mencari suatu tempat, dan menampilkan rute menuju tempat tersebut.

  9. Mengakses server yang ada di kantor. Terkadang jika sedang masalah dengan server yang ada di kantor, masih bisa di handle lah menggunakan E71. Tinggal SSH menggunakan aplikasi Putty yang khusus untuk Symbian, beres deh. Nggak senyaman di PC lah, tapi layarnya yang lebar cukup membuatku nyaman untuk melihat tulisan-tulisan di terminalnya.

  10. Internet Banking dan Mobile Banking. Dengan kemampuan browsernya, kini masalah-masalah yang berhubungan dengan keuangan (asal ga buat ngambil duit aja) seperti transfer, beli pulsa, ngecek saldo, bayar zakat, ngecek daftar mutasi, dll, bisa dilakukan dimana aja. Asal ada koneksi internet aja.

  11. Nonton film. Layar 320x240-nya cukup memadai ketika digunakan untuk menonton film. Lumayan aja kalo lagi di kereta atau di perjalanan yang jauh bisa sambil nonton. Walaupun kerugiannya membuat baterai cepat habis.

  12. Kamus berjalan. Nokia E71 menyediakan kamus Indonesia-English dan English-Indonesia yang sudah terintegrasi. Cukup menyenangkan, tapi rasanya masih kurang, jadi aku install lagi aplikasi kamus lainnya yang perbendaharaan kata-katanya kebih lengkap. Sangat berguna ketika di jalan sedang membaca buku atau novel luar dan tiba-tiba menemukan kata-kata yang tak aku mengerti.

Itulah fungsi-fungsi yang aku manfaatkan secara optimal dari Nokia E71. Diantara fitur-fitur umum yang dimiliki oleh handphoneku, mungkin yang paling jarang aku gunakan adalah fitur kameranya. Nggak pernah percaya dengan kualitas kamera di handphone. Kecuali yah.. Lagi kepepet banget. Kini handphone memiliki banyak sekali fungsi diluar voice dan sms. Dan kurasa Nokia E71 ku ini sudah cukup memadai untuk memenuhi semua kebutuhanku. Terlebih aku juga berlangganan akses internet unlimited pada kartu yang aku gunakan di handphoneku. Kalo nggak, nggak kebayang berapa tagihan yang harus dibayar tiap bulannya.