Thursday, February 12, 2009

4 Jam Bersama Busway

Hari minggu lalu, setelah pulang dari acara pengajian salah satu mesjid di Menteng, iseng-iseng aku ingin membaca buku di sambil menggunakan jasa Busway. Tadinya sih maunya cuma rute bolak-balik koridor I, tapi tentu saja nggak dari ujung ke ujung. Kalo dari ujung ke ujung, yang ada mesti keluar dari halte, jalan lagi, dan bayar lagi deh.

Start dimulai sekitar jam 10 pagi dari halte Tosari. Aku mengambil rute ke arah blok M. Sambil berdiri, aku mengeluarkan buku yang sudah kusiapkan dari dalam tas, yaitu Misteri Soliter yang ditulis oleh Jostein Gaarder, dan mulai membacanya. Agak susah juga membaca dengan satu tangan sementara tangan lain mesti memegang sesuatu karena nggak dapet duduk. Ketika sudah sampai halte Mesjid Agung Al Azhar, aku turun dan mengambil rute ke arah sebaliknya. Kali ini Busway nya lumayan kosong karena haltenya adalah halte kedua setelah halte Blok M. Cukup nyaman juga membaca buku di dalam Busway. Asal nggak terlalu fokus aja, bisa-bisa halte tujuan malah terlewat.

Akhirnya aku turun di halte Glodok, satu halte sebelum halte terakhir: Stasiun Kota, dan kembali naik Busway ke arah Blok M lagi. Tadinya aku berencana untuk turun di halte Bendungan Hilir, lalu ke Plaza Semanggi. Tapi berhubung diluar sana agak-agak gerimis dan rasanya masih pengen baca buku, aku putuskan untuk mencoba jalan-jalan ke koridor lain. Pilihan aku putuskan untuk turun di halte Dukuh Atas dan beralih ke koridor IV (Dukuh Atas Pulogadung). Nyaman, dan tentu saja bisa duduk. Halte pertama gituh. Ternyata perjalanan dari Dukuh Atas ke Pulogadung tak memerlukan waktu terlalu lama. Nggak kebayang kalo jalan-jalannya pas hari kerja dan jam pulang kantor. Bisa teler di jalan deh.

Sesampainya di halte Pulogadung, kupikir bisa langsung pindah ke koridor II (Pulogadung - Harmoni). Ternyata mesti keluar dulu dan bayar lagi deh Rp. 3.500. Nggak apa-apa, itung-itung pengalaman. Beruntung antriannya nggak terlalu panjang. Yang penting bisa dapet duduk lah. Dari sini aku meneruskan perjalanan melalui koridor II menuju halte Harmoni.

Sesampainya di Harmoni, pikiranku adalah kembali ke koridor I dan pergi ke tempat tujuanku semula: Plaza Semanggi. Tapi melihat antrian yang ke arah Blok M yang sudah begitu panjang membuatku jadi agak-agak malas. Kebetulan melihat antrian yang ke arah Kalideres (koridor III) kosong melompong. Tak ada salahnya juga kupikir untuk iseng-iseng sekalian jalan-jalan. Toh halaman buku yang aku baca juga masih banyak.

Dan dilanjutkanlah lagi perjalanan nggak jelas ke arah Kalideres. Kali ini aku turun di halte Pesakih, dan kembali lagi ke Harmoni. Waktu tempuhnya pulang pergi mungkin nyaris satu jam. Rada-rada jauh soalnya. Yang penting bisa sambil baca buku walaupun nggak dapet tempat duduk.

Dari Harmoni, aku memutuskan untuk langsung pindah koridor ke koridor I, mengingat waktu sudah menunjukkan jam setengah 2 lewat dan aku belum sholat pula. Kebetulan antriannya sekarang lebih pendek, jadi nunggunya nggak terlalu lama. Sekitar 20 menit kemudian aku sampai di halte Bendungan Hilir dan berjalan ke tujuan akhirku: Plaza Semanggi.

Perjalanan yang cukup panjang. Hampir 4 jam berurusan dengan Busway. Lumayan itung-itung mencoba untuk menikmati isi buku dengan cara yang baru. Hanya dengan 7.000 rupiah dah bisa nyobain busway dari koridor I hingga IV. Sesekali memang perlu rasanya melakukan hal-hal yang tak biasa seperti ini. Mungkin nanti kalo koridor VIII sudah ibuka bisa lebih seru lagi. Menurut informasi, koridor VIII Lebak Bulus - Harmoni panjang jalurnya sekitar 20 an km. Pulang pergi kalo nggak macet sekitar 2 jam.

Secara garis besar, inilah rute yang aku ambil kemarin:
Tosari -> Mesjid Agung Al Azhar -> Glodok -> Dukuh Atas -> Pulogadung -> Harmoni -> Pesakih -> Harmoni -> Bendungan Hilir. Kesimpulannya: membaca buku dengan cara ini lumayan menyenangkan. Daripada mesti nyari tempat untuk ngadem dan diem disana sampe baca bukunya selesai. Lain kali bisa dicoba seharian naik Busway dan mencoba semua koridor yang ada.

3 comments:

mahli said...

sounds fun
kyknya kalo lu di jerman, bisa jadi satu harian naek trem/bus tok :P

Siti Mawaddah (tya) said...

Wauuwww buspacker hehe temennya bagpacker =D

Eko Budi Prasetyo said...

@mahli:
Disana udah banyak yah jalurnya? Disini busway sayangnya aja baru dikit koridornya. Kalo udah jadi semuanya (yang denger2 ada 15 koridor), bisa seharian jg kayaknya

@tya:
baru tahu nih punya blog juga di blogspot :P