Friday, January 30, 2009

Apalah arti cuti 3 hari??

Cuti selama 3 hari yang aku ambil dari hari Selasa hingga Kamis lalu memberikan beberapa hal yang bermanfaat dan menyenangkan, dan priceless tentunya. Jika aku rangkum, mungkin inilah beberapa hal tersebut:

  1. Yang pertama tentu saja untuk rileks dan menyegarkan kembali pikiranku. Namanya juga cuti, harus dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal yang bisa membuat otak beristirahat. Karena rileks, ini memberiku banyak sekali waktu untuk berpikir dan menyusun kembali rencana-rencanaku di tahun 2009 ini. Intinya sih memungkinkanku untuk memperoleh inspirasi-inspirasi yang tidak akan aku dapat ketika sudah tenggelam dalam pekerjaan.

  2. Mengunjungi keluarga dan bersilaturahmi. Betapa senangnya bisa bertemu dengan keluarga jauhku yang jarang-jarang bisa aku temui, paling banter setahun 2 atau 3 kali.

  3. Wisata Kuliner. Ini adalah hal yang tak boleh dilewatkan ketika aku pulang kampung. Sayangnya aktivitas ini kurang optimal karena seperti Jakarta, di kampungku sedang musim hujan. Mana ujannya lebih parah daripada di Jakarta. Kalo udah ujan, bisa sampe malem nggak berhenti.

  4. Hunting foto. Berhubung sedang musim hujan, jadi nggak bisa kemana-mana. Foto-foto kemarin yang aku anggap lumayan bagus juga cuma sedikit :(. Tapi nggak apa-apa lah. Lagipula objek yang aku cari juga cuma serangga, yang harusnya ada dimana-mana tapi susah nge-capturenya.

  5. Beruntung ketika cuti, sedang ada masalah di kantor. Walaupun ditelepon dari sana-sini, tinggal bilang: "Saya sedang cuti", beres deh masalahnya. Jadi berasa banget ngambil cutinya. Beda kalo cuti akhir tahun atau pas lagi lebaran, yang biasanya nggak ada masalah. Emang cuti itu harusnya diambil pas lagi banyak kerjaan, baru kerasa.

Namun ada juga beberapa hal yang kurang menyenangkan dan aku sesali dari liburan kemarin. Beberapa diantaranya adalah:
  1. Liburan terpotong sehari, gara-gara mesen tiketnya nggak bener :(( (Walaupun sehari, tetapi berharga banget)

  2. Di kampung tempat kelahiranku, lagi musim hujan. Keputusan yang salah ngambil cuti pas lagi musim hujan. Jadi nggak bisa kemana-mana, kebanyakan cuma tinggal di rumah aja. Untuk udah menyiapkan plan B: bawa buku bacaan.

  3. Begitu masuk kantor, langsung diuber-uber kerjaan, mana di perusahaanku sedang dilakukan reorganisasi. Membuat pekerjaan menjadi agak-agak nggak jelas. Selain itu, walaupun sebenarnya pekerjaan yang ke-pending gara-gara cuti bisa dibilang nggak ada, tetep aja pekerjaanku di hari pertama setelah cuti berasa banget, belum lagi udah ditungguin oleh orang audit yang kayaknya nggak bosan untuk mengganggu. Jadi menyesal kenapa cutinya nggak sampai hari Jumat aja sekalian
Fiuhh.. paling nggak masih lebih banyak sisi positifnya daripada sisi negatifnya.

2 comments:

joolean said...

iya boss, kenapa cutinya nggak rabu-kamis-junat aja?

Eko Budi Prasetyo said...

Tadinya sih malah cuma selasa ama rabu (secara disini hari Senin libur).

Tapi beruntung juga sih ngambil cutinya cuma Selasa-Kamis. Karena hari Senin minggu depannya udah mulai reorganisasi. Bos gw dipromosiin dan caw ke tempat laen, jadi mesti ngurusin banyak hal yg berurusan ama tanda tangan hari Jumat kemaren.