Wednesday, December 17, 2008

Kalap: Betapa Cepat Uang Menguap :(

Well, hari Selasa kemarin aku lagi kalap. Banyak hal-hal yang tidak kurencanakan sebelumnya terjadi begitu saja, yang dalam kasus ini tentunya berkaitan dengan pengeluaran. Salah satu hal yang rada-rada aneh adalah membeli buku di 4 toko buku yang berbeda. Dan ini tentunya diluar rencanaku.

Kejadiannya dimulai dari hari Kamis minggu kemarin ketika aku memesan beberapa buku dari www.inibuku.com. Buku-buku tersebut baru dikirimkan hari Selasa kemarin dengan rincian sebagai berikut:

  • La Tahzan (Walaupun buku ini udah lama banget jadi bestseller dan direkomendasikan, baru sekarang-sekarang ini muncul niat untuk membelinya :P)
  • Gunung Kelima - Paulo Coelho
  • Sebelas Menit - Paulo Coelho
Pada hari yang sama aku dan temanku merencanakan untuk menonton sebuah film di Citos. Tadinya sih hari mau nontonnya hari Rabu ini, tapi tiba-tiba berubah menjadi jadi hari Selasa kemarin. Okelah, ini adalah perubahan rencana mendadak yang pertama. Berhubung sebelumnya aku sudah merencanakan untuk membeli tas kamera dan memory card tambahan untuk kameraku di JPC Kemang (harusnya sih belinya weekend kemarin, tapi ada acara dadakan juga untuk mengikuti acara FlashCom Community Gathering) jadilah aku berpikir dua kali. Sebelumnya, aku berencana untuk membeli kedua barang tersebut akhir minggu ini, tapi daripada weekend mesti keluar rumah, dan kebetulan skalian mau ke Citos, nggak ada salahnya juga jika beli barangnya kemarin, biar sekalian dan nggak bolak-balik.

Dengan menggunakan ojek, selepas jam kerja, aku langsung ke JPC Kemang. Tadinya sih mau beli memory card SD Sandisk yang Ultra II. Karena ternyata kecepatan baca tulis nya nggak terlalu berpengaruh ke kameraku. Eh, ternyata stoknya lagi kosong, dan yang ada adalah San Disk Extreme III, yang harganya berbeda hampir 200 ribu. Akhirnya kubeli juga tuh barangnya seharga sekitar 480 ribu. Pemborosan pertama diluar rencana pun terjadi.

Ketika dalam perjalanan menuju Citos dari JPC Kemang, temanku ngasih tahu kalo acara nontonnya terpaksa dibatalkan. Well.. bagus sekali. Rencanaku hari itu sudah rusak gara-gara dibatalkannya acara nonton itu. Berhubung udah nanggung mau ke Citos, sekalian aja jalan-jalan ke Periplus untuk mencari buku yang pengen aku beli dari dulu(tapi ga terlalu butuh sih): By River Piedra I Sat Down and Wept karangannya Paulo Coelho dan buku lainnya yang berjudul Orange Girl karangan Jostein Gaarder, pengarang Dunia Sophie. Sayangnya, buku kedua tidak aku temukan di Periplus, stoknya sedang kosong. Begitu pula di Aksara, barangnya juga udah habis. Kecewa deh. Tapi ini kedua kalinya aku membeli barang diluar rencanaku hari itu.

Perjalanan dilanjutkan dengan naik angkot ke arah Lebak Bulus. Tiba-tiba keingetan kalo aku lagi butuh mouse untuk laptopku. Beberapa minggu ini aku terpaksa pake mouse buat PC di laptop karena mouse yang sebelumnya hilang entah dimana dan belum sempet beli lagi. Jadi deh turun dulu ke Poins Square dan belanja mouse. Yang ini nggak pemborosan karena aku memang butuh, tapi tetep aja diluar rencana. :(

Keluar dari Poins Square, aku masih penasaran dengan Orange Girl tadi. Udah nanggung di Lebak Bulus, mengapa tak sekalian aja ke PIM, kan deket dari situ pikirku. Dan berhubung udah cukup boros, aku berencana beli buku edisi Indonesianya saja, yang judulnya menjadi Gadis Jeruk dan aku taksir harganya sekitar 30 s/d 40 ribuan. Ternyata di Gramedia bukunya nggak ada, stoknya sedang kosong juga. Di www.inibuku.com terakhir aku lihat ada sih bukunya, tapi nanggung kalo cuma beli satu. Jadi, mending sekalian menjajal aja Periplus dan Kinokuniya. Harga sih udah jelas berbeda cukup jauh karena itungannya buku impor. Di Periplus PIM ternyata bukunya nggak ada. Di Kinokuniya hampir aja nggak ketemu bukunya. Setelah mencari dan meminta tolong mbak-mbak yang ada disitu, akhirnya ditemukan juga tuh bukunya: Hard Cover dengan harga 293 ribu. Weks, padahal bukunya aja cuma 160 halaman. Ga worth deh. Tapi ternyata lagi diskon 50% jadi 144 ribu. Masih kemahalan juga sih, tapi kalopun ada yang soft covernya, harganya juga nggak beda jauh dari situ. Berhubung gambar cover depannya cukup menarik hatiku (damn), yah.. ujung-ujungnya bisa ditebak. Beberapa menit kemudian, buku tersebut sudah beralih kepemilikan.

Pulangnya, aku balik lagi ke Gramedia karena sebelumnya tak sengaja melihat Kartun Benny & Mice yang baru: Lost in Bali. Sekalian udah belanja macam-macam, dan entah kapan lagi bisa menyempatkan untuk jalan-jalan, jadi aku beli buku itu seharga 40 ribu. Bener-bener parah, dalam sehari beli 6 buku dari 4 toko buku yang berbeda. Kayaknya bulan depan alokasi pengeluaran untuk belanja buku distop dulu nih. Mana ini belum termasuk tas kamera dan memory card yang aku beli sebelumnya. :((

5 comments:

mahli said...

Memang suka baca buku, yah, Ko :)

edel said...

buset bukunya filsafat semua yang bikin kepala muter..

Eko Budi Prasetyo said...

@mahli:
Iya suka, cuma nggak sampe fanatik banget lah Ham :P

@edel:
Ah bisa aja lo Syn, Bukunya perasaan biasa-biasa aja deh. Novel semua isinya, kecuali yang la Tahzan ama Benny & Mice.

Anonymous said...

ck...ck...ck... hehehe susah di kontrol ya pengeluaran

aam said...

Ayo.. Berhemat.. Berhemat..
Katanya tahun ini tahun jalan2 ;)
Kekekeke