Monday, June 30, 2008

Mari Berhemat

Agak miris juga melihat banyak sekali pemborosan energi listrik di kantor. Jika dilihat dari tiap-tiap ruangan yang ada di tiap-tiap lantai, hampir semua PC selalu menyala 24 jam setiap harinya. Ketika jam kantor berakhir dan pengguna PC tersebut akan pulang, alih-alih mematikannya, penggunanya lebih memilih untuk me-lock PC mereka masing-masing. Dengan asumsi jam kerja normal adalah jam 8 s/d jam 5 sore, penggunaan PC sekitar 9 jam dengan asumsi penggunanya tidak lembur. Artinya dalam sehari 15 jam PC tidak digunakan. Belum lagi hari Sabtu dan Minggu, nambah 48 jam lagi. Jadi dalam seminggu 1 PC idle selama 123 jam, sementara penggunaannya hanya 45 jam. Hampir 1:3 lah.

Jika ditanya mengapa PC nya tidak dimatikan sebelum pulang kantor, alasannya pun beragam. Semua alasan mengarah ke masalah kepraktisan dalam penggunaan. Ada yang mengatakan perlu waktu yang cukup lama agar PC tersebut siap digunakan. Ada lagi alasan lain yang mengatakan sudah banyak aplikasi yang dibuka, dan jika nanti PC tersebut restart perlu waktu lagi untuk membukanya satu persatu. Wajar juga sih, karena untuk orang-orang tertentu dalam satu desktop bisa membuka lebih dari 10 terminal dan aplikasi lainnya.

Memang kepraktisan menjadi alasan utama. Tapi apakah menunggu sekitar 10 menit untuk proses start up dan membuka semua aplikasi yang diperlukan lebih buruk dibandingkan dengan membiarkan PC idle selama 15 jam? Entah siapa yang memulai, tapi jika melihat trendnya, semua seolah menjadi kebiasaan yang diikuti juga oleh karyawan-karyawan yang baru.

Memang, karyawan tidak dikenakan biaya untuk pemakaian listrik di kantor. Semuanya telah ditanggung oleh perusahaan. Rasa-rasanya energi listrik di kantor menjadi unlimited, tidak akan habis, dan gratis tentunya. Anggap saja perusahaan mampu meng-cover seluruh biaya penggunaan listrik walaupun semua peralatan dinyalakan 24 jam nonstop. Namun demikian alangkah baiknya jika energi listrik tersebut digunakan seperlunya. Setelah membaca dari beberapa sumber, diketahui bahwa masyarakat Indonesia boros listrik. Walaupun penggunaan listrik di kantor bisa dianggap gratis (karena kantor mampu membayar), akan tetapi sumber daya listrik tersebut tidaklah unlimited, namun terbatas. Kasihan kan daerah-daerah lain yang belum bisa menikmati listrik, jatahnya berkurang karena perilaku boros listrik yang diakibatkan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menghemat energi listrik.

Isu lain adalah 34 % energi listrik yang tersedia dihasilkan dari bahan bakar minyak (sumber: www.kapanlagi.com/h/0000235307.html). Padahal harga minyak saat ini terus naik. Yah, disinilah dilemanya, di satu sisi seolah listrik murah, tapi harga sumber untuk menghasilkan listrik tersebut semakin mahal dan semakin lama semakin terbatas. Belum lagi isu pemanasan global diakibatkan oleh bertambahnya gas karbondioksida di atmosfer yang salah satu penyebabnya berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Padahal kini efek pemanasan global sudah dirasakan dimana-mana. Pola cuaca yang ekstrim dan sulit diprediksi dan meningkatnya suhu rata-rata di permukaan bumi adalah satu dampak yang timbul akibat pemanasan global. Semakin miris ketika membaca berita-berita mengenai efek pemasanan global di internet. Rasa-rasanya cepat sekali dampat yang terjadi, dan seolah semuanya terjadi tanpa kita sadari.

Berhemat energi hanyalah satu dari solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi efek pemanasan global. Masih banyak solusi-solusi lain yang bisa dilakukan seperti mencari sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan, menanam pohon dan mengurangi penebangan hutan secara liar, dan lain sebagainya, Masyarakat perlu menyadari dan ikut memikirkan solusi untuk menekan dampak pemanasan global. Tidak usah jauh-jauh, mari dimulai dari diri kita sendiri. Mari kita mencintai dan menyelamatkan bumi kita!!!

4 comments:

fajran said...

PC-PC itu dipakai.. untuk donlod =))

mahli said...

bener tu, ko, si iang =))

(ato jadi server p2p =)))

seriously speaking, selain ngabisin listrik, kompinya lebih cepet rusak. depreciation valuenya lebih tinggi ketimbang biasanya, sehingga dapat dijadikan alasan untuk beli kompi baru :D

fajran said...

nyala juga gak apa2 asal gak sia2 nyalanya. ikutan proyek semacam folding@home, seti@home, distributed.net, atawa program2 komputasi terdistribusi laennya.

donlod terdistribusi jg menarik.. wakakkaa..

Eko Budi Prasetyo said...

Halah, ngomongin soal donlot jadi inget dulu. Sekarang sih udh jarang, itupun donlotnya juga di kantor. Nggak sampe ditinggal. Sayangnya PC yang nyala rata2 bener2 idle, lagian kayaknya disini yang tukang donlot masih bisa diitung dengan jari deh :P