Thursday, May 01, 2008

Hardy Heron on Portege M600

Beberapa hari yang lalu, aku menginstall Ubuntu 8.04 Hardy Heron ke laptop Portege M600 ku. Udah nggak perlu pake upgrade lah. Langsung hajar aja, install ulang, menimpa instalasi Ubuntu Gutsy 7.10 yang sudah ada. Berhubung sejak awal partisi untuk /home sudah aku pisahkan dari partisi utamanya, nggak perlu khawatir ada data-data personal dan preference (shortcut, tampilan desktop, history, bookmark, dsb) yang hilang.

Performa dan Tampilan
Puas deh ama tampilannya, apalagi didukung dengan GNOME 2.22, Xorg 7.3 dan Kernel 2.6.24. Walaupun dari tampilan nggak berbeda jauh dengan pendahulunya, untuk versi yang ini kurasa ada penambahan performa. Kerasa lebih kenceng dibandingkan dengan Gutsy. Bagi pengguna Gutsy, kusarankan untuk mengupgrade ke Hardy. Bakalan kerasa deh peningkatan performanya.

Tidak seperti pada Gutsy, dimana pertama kali install resolusi desktopnya rada-rada bermasalah di Portege M600. Mana VGA card nya masuk black list (atau memang belum di-support), jadi nggak bisa pake compiz kalo nggak diutak-atik dulu. Sekarang sudah diperbaiki di Hardy.


Suara
Sound Card Portege M600 (Realtek ALC268) dikenali dengan baik, dan yang penting suaranya keluar. Seneng banget ketika setelah proses login, keluar deh suara start up Ubuntu yang khas. Pada Ubuntu 7.10 sebelumnya sound cardnya dikenali, tapi suaranya nggak keluar. Waktu itu sempet puyeng karena solusinya nggak ketemu juga. Akhirnya bisa keluar juga setelah menginstall module backport nya Ubuntu.

Firefox 3 beta 5
Nggak terlalu ngeh dengan fitur-fitur baru yang ada di firefox terbaru ini. Yang paling berasa sih fungsi autocomplete pada address bar nya yang berasa lebih 'keren' dan lebih cerdas. Keyword yang diketik pada address bar selain dicari pada history alamat web yang dikunjungi, juga akan dicari pada judul bookmark dan tag yang diberikan pada bookmark.


Fitur lain yang menurutku lumayan menarik adalah fitur untuk menyimpan session dari tab yang sedang dibuka. Ketika aplikasi firefox akan ditutup, muncul dialog konfirmasi yang meminta pengguna untuk memilih menyimpan session semua tab yang sedang dibuka atau tidak. Jika session tab nya disimpan, maka nanti ketika firefox dijalankan lagi, semua tab yang terbuka sebelumnya, akan dibuka kembali. Jika dulu pengguna harus menginstall Add-On tambahan seperti Session Saver, sekarang sudah tidak diperlukan lagi karena sudah terintegrasi.


Authorizations
Ada fitur baru yang namanya Authorizations / Policy Kit yang bisa diakses dari System->Administration->Authorizations. Fitur PolicyKit ini memungkinkan aplikasi-aplikasi administratif seperti pengaturan waktu, pengaturan user dan group, dan lain sebagainya dapat dijalankan dengan menggunakan priveledge user biasa, bukan sebagai root. User biasa tersebut dapat melakukan perubahan konfigurasi pada aplikasi-aplikasi administratif dengan mendapat priveleges khusus.


Masih belum ngerti banget ama fungsi sebenarnya dari PolicyKit ini. Tapi sepertinya dengan PolicyKit ini urusan-urusan yang bersifat administratif jadi lebih gampang ngaturnya. Bisa mengatur user mana saja yang dapat mengakses fungsi-fungsi administratif tertentu dan mana yang tidak.


Wubi
Wubi memungkinkan user untuk meng-install Ubuntu di dalam partisi Windows tanpa perlu membuat pertisi sendiri secara terpisah. Dan bisa di uninstall pula lagi. Minimal space yang tersedia sekitar 5GB untuk bisa digunakan. Ketika instalasi ukuran partisi instalasinya dapat diatur sesuai dengan kapasitas free space yang ada pada partisi yang akan diinstall. Ukuran minimal partisi instalasinya adalah 4GB. Pada dasarnya, Wubi membuat semacam hard disk virtual pada partisi yang telah ada. Lalu pada saat boot, hard disk virtual tersebut di load jadi seolah-olah menjadi seperti partisi sendiri yang terpisah. CMIIW. Walaupun katanya performanya sedikit menurun dibandingkan jika diinstall pada partisi sendiri, kurasa perbedaannya nggak terlalu terasa.


Fitur ini cocok untuk pengguna Windows yang tertarik untuk mencoba Ubuntu dan nggak mau ribet pada saat instalasinya. Terbukti beberapa temen kantorku berhasil kuracunin untuk menggunakan Ubuntu karena fitur ini. Buat yang sudah bosen dengan virus-virus yang berkeliaran di Windows, nggak ada salahnya untuk mencoba Wubi :P.

3 comments:

hery said...

salam kenal mas...

mas di ubuntu terbaru blum blom bisa mengenali blutot, webcam n fingerprint nya pertegee m600 ya...???

klo mas dah punya drivernya versi linux ,,minta ya mas...thanks...

Eko Budi Prasetyo said...

@Mas Hery
Salam kenal juga. Untuk bluetooth sih sampe saat ini aku masih nyari-nyari nih drivernya. Katanya bisa pake utility toshset. Perintahnya toshset -bluetooth on. Tapi nggak bisa. Sepertinya masih ada bug nya.

Sementara untuk driver webcam dan fingerprint semuanya bisa berjalan dengan baik. Untuk fingerprint, perlu diinstall modul tambahan. Artikelnya bisa dibaca disini

Anonymous said...

Salam

Mahu bertanya sedikit

M600 punyai volume control disebelah kiri notebook. Saya hadapi masalah apabila adjust volume menggunakannya. Ianya tidak berfungsi dengan betul dan menyebabkan keyboard saya tidak boleh digunakan. Saya gunakan Ubuntu 11.10.

Any suggestion?