Wednesday, January 30, 2008

TelkomselFlash Volume Based

Pada hari ini (30 Januari 2008) Telkomsel meluncurkan paket Volume Based untuk Telkomsel Flash, melengkapi paket sebelumnya yang Time Based. Paket Volume Based saat ini hanya bisa dinikmati oleh pelanggan kartuHALO (karena mekanismenya berlangganan), sementara pengguna simPATI dan kartuAS belum bisa memanfaatkan paket baru ini. Skema tarif yang ada meliputi:

  • Rp. 125.000 / bulan untuk 500 MB
  • Rp. 225.000 / bulan untuk 1,2 GB
  • Rp. 400.000 / bulan untuk 3 GB
Kelebihan pemakaian akan dikenakan biaya Rp. 1 / Kb.

Selain itu, tersedia juga paket berlangganan Volume Based dan Time Based dimana pelanggan akan mendapatkan TelkomselFlash USB Modem secara gratis. Berikut ini adalah skema tarif untuk paket berlangganan yang baru:


Time Based
  • Rp. 250.000 / bulan untuk 20 jam
  • Rp. 350.000 / bulan untuk 50 jam
  • Rp. 525.000 / bulan untuk 125 jam
Kelebihan pemakaian akan dikenakan biaya Rp. 350 / menit


Volume Based
  • Rp. 250.000 / bulan untuk 500 MB
  • Rp. 350.000 / bulan untuk 1,2 GB
  • Rp. 525.000 / bulan untuk 3 GB
Kelebihan pemakaian akan dikenakan biaya Rp. 1 / Kb.

Untuk yang tertarik mencoba paket Volume Based, silakan menghubungi Ghrapari terdekat :D.

Syarat dan ketentuan serta informasi yang lebih lengkap, dapat dilihat disini.

Thursday, January 24, 2008

shMessenger 2.0.5

Beberapa hari yang lalu, ketika aku mau menggunakan shMessenger untuk online, ada notifikasi dari aplikasinya, yang mengatakan versi baru shMessenger (2.0.5) sudah tersedia dan dapat diunduh dan diinstall secara langsung melalui handset. Well.. karena gagal ketika aku coba install langsung dari HP, aku install secara offline setelah sebelumnya aku download dulu ke PC.

Secara tampilan, sepertinya perubahannya tidak terlalu banyak. Theme default nya menjadi biru muda cerah, tidak seperti pada versi sebelumnya biru agak-agak gelap.

Begitu shMessenger 2.0.5 aku jalankan, rada-rada kaget juga. Ternyata versi yang baru sudah kompatibel dengan MSN dan GoogleTalk walaupun katanya masih beta. Yah.. paling nggak bisa dicoba lah.

Sementara untuk Yahoo nya sendiri, perubahannya tidak terlalu banyak. Yang terlihat jelas pertama kali adalah pada Buddylist nya, yang ditampilkan bukannya Y!ID dari masing-masing contact, tetapi nama dari contact nya (jika ada). Lumayan cukup membantu dan jadi lebih mudah dibaca.

Selain itu, fitur lain yang kurasa cukup baru adalah versi yang 2.0.5 ini dapat memilih display image. Display image ini akan ditampilkan jika menggunakan messenger seperti YM atau Pidgin. Sementara untuk shMessenger sendiri, display image dari suatu contact dapat dilihat dengan membuka tab conversation dengan contact tersebut lalu memilih menu View Icon.

Berikut ini adalah beberapa screenhot dari shMessenger 2.0.5





shMessenger 2.0.5 beserta themes-nya dapat diunduh dari sini.

Artikel terkait mengenai shMessenger dapat dilihat di sini.

Tuesday, January 22, 2008

Foto-foto: Mobil Jatuh dari Menara Jamsostek

Cuma sekedar menambahkan foto-foto kecelakaan Mobil Jatuh dari Menara Jamsostek. Secara tempat kejadiannya deket dari kantor :P. Sayang ngambilnya kurang cepet. Udah banyak orang, jadinya rada-rada susah ngambil foto-fotonya.

Berita selengkapnya dapat dilihat di sini.










































Monday, January 21, 2008

Kejadian di minggu malam...

Semalem, ketika sedang enak-enaknya nonton, tiba-tiba muncul pop-up window dari Yahoo Messenger. Hmm.. ternyata dari seseorang teman yang udah lama aku kenal, dan tumben sekali mau berbaik hati menyapa malem-malem. Anggap aja namanya X. Ternyata.. kalimat pembukanya adalah: "beliin pulsa dong!!!". Bener-bener parah deh. Nggak pake basa-basi pula lagi.

Setelah pembicaraan berlanjut, akhirnya aku tahu si X ini sedang menelpon seseorang yang dia anggap penting (nggak tahu lah cukup penting atau sangat penting). Yang jelas sih si X ini keliatan panik karena pulsanya abis. Sebagai informasi, X adalah pengguna Simpati tapi nggak tahu ada skema tarif per detik. Padahal sih kalo pake skema tarif per detik, bisa lumayan awet tuh pulsanya (aku asumsikan sih seseorang yang dia telp pake no Telkomsel).

Berhubung saat itu sudah jam 10 malem lewat, dan sepertinya tempat jualan pulsa di deket tempat kost nya sudah pada tutup (nggak yakin sih, sepertinya karena males aja), dia minta tolong ke aku. Lagi enak-enak nonton bgini sih males banget mesti keluar malem-malem bgini untuk beli pulsa. Mana keperluannya juga nggak jelas :P Hehehe. Dan belum tentu juga tempat yang jualan pulsa nya masih buka. Tapi yah.. namanya juga sesama teman, apalagi X ini adalah teman kuliah dulu, dibantu lah.

Kebetulan aku punya eSecure BNI yang bisa aku gunakan untuk internet banking. Walaupun semalem internet banking-nya rada-rada lemot, akhirnya bisa juga tuh ngisi pulsa-nya. Walaupun entah kenapa sampai saat ini masih berasa aneh aja. Ngisi pulsa buat temen, mana malem-malem pula, dan untuk tujuan yang rada-rada aneh pula lg. Hhh... akhirnya si X bermigrasi juga ke simpati PeDe dan melanjutkan percakapannya lagi.

Pesan moral:
Sebelum nelpon seseorang yang dianggap penting, sebaiknya periksa dulu jumlah pulsa yang dimiliki, tarif percakapan, dan perkiraan lama percakapan dengan sisa pulsa yang ada. :P Daripada di tengah jalan pembicaraan terputus dan ujung-ujungnya bisa dianggap nggak bermodal lagi ama lawan bicaranya. hehehe
- peace, no offense -

Friday, January 18, 2008

Iseng dengan Dbus Service

Ceritanya sih lagi iseng mengutak-atik Ubuntu dan masuk ke Service Settings yang bisa diakses dari System -> Administration -> Services. Karena sepertinya banyak beberapa service yang kurasa nggak perlu, jadinya aku matiin satu persatu. Efisiensi dikit lah.

Tanpa sengaja meng-uncheck service yang bernama System communication bus (dbus). Seperti yang diketahui, perubahan pada dialog di Ubuntu (mungkin juga Linux) langsung terjadi ketika mengutak-atik form di dialog tersebut. Makanya, jarang ada tombol Apply pada dialog-dialog yang berhubungan dengan preference atau administrasi sistem. Karena hal ini, begitu aku meng-uncheck service dbus tersebut, perubahan langsung terjadi. Dialog Service Settings yang sedang terbuka langsung tertutup begitu saja tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu.

Well.. selanjutnya aku coba untuk membuka kembali dialog Service Settings tersebut namun hasilnya selalu gagal dan muncul peringatan : "You are not allowed to access the system configuration." Dan sepertinya bukan ini saja, WiFi menjadi tidak berfungsi, kemudian informasi Power Management juga tidak berfungsi, termasuk didalamnya informasi penggunaan baterai laptop. Dan herannya GUI untuk administrasi Users dan Group juga tidak bisa dijalankan. Lalu, di menu Quit Ubuntu, tidak muncul menu Hibernate dan Suspend. Hmm.. mungkin ada akibat-akibat lain. Tapi so far, aku belum nyoba-nyoba impact nya kemana aja. Udah panik duluan. Restart laptop pun bukan solusi. Hasilnya sama aja.

Ujung-ujungnya sih googling dengan kompie kantor untuk mengetahui lebih lanjut apa itu Dbus dan bagaimana solusinya. Dari Wikipedia aku sih Dbus diartikan sebagai aplikasi yang memungkinkan suatu aplikasi berhubungan dengan aplikasi lain. Dbus sendiri berfungsi untuk menjembatani komunikasi antara aplikasi pada satu sesi desktop yang sama dan menjembatani suatu sesi desktop dengan sistem operasi. Hmm.. kalau melihat dari fungsinya sih sepertinya cukup signifikan. Dan jika servicenya mati, sepertinya akan muncul banyak masalah lain yang sejauh ini sih belum ketahuan.

Solusi dari masalah ini ternyata cukup simple:

  1. Jalankan service dbus dengan perintah

  2. sudo /etc/init.d/dbus restart

  3. Buka Service Settings dialog melalui System -> Administration -> Services lalu check service System Communication bus (dbus).

  4. Jalankan perintah berikut :

  5. sudo mv /etc/rc2.d/S50dbus /etc/rc2.d/S12dbus

    Kurang ngerti juga buat apa perintah ini. Sepertinya sih agar service dbus ini dijalankan sebelum daemon HAL (Hardware Abstraction Layer) dijalankan. Karena urutan daemon HAL itu sendiri berada pada urutan ke 12 juga (S12hal). CMIIW.

  6. Restart Ubuntu. Dan setelah itu seharusnya semua sistem berjalan dengan normal. :D

Well, mungkin ada yang bisa menjelaskan sebenarnya apa sih Dbus itu dan apa yang terjadi ketika service ini dimatikan?

Perenungan

e manakah aku harus melangkah
Ketika hati ini dirudung kegalauan
Bimbang menentukan jalan
Arah tujuan yang harus kulalui

Aku bingung
Pijakanku rapuh
Seolah tak ada lagi tempat untuk berlindung
Dan tak ada tempat untuk kembali

Ya Allah...
Aku telah melangkah terlalu jauh
Tunjukkanlah aku jalan lurusMu
Agar aku kembali menemukan tujuan hidupku

Tuesday, January 08, 2008

A struggle to watch The Golden Compass movie...

Last night would become a longest and wonderful night in this week. And I felt I was the most stupid person on earth.

It began with a plan on the afternoon to watch The Golden Compass movie on the cinema. After browsing on 21 Cineplex website, I decided to watch the movie on PIM XXI because the movie will begin at 19.15. So I had enough time to travel there. Actually, I had another choice. I could choose Plaza Semanggi. But because I had another intent - I wanted to look for the second book of His Dark Material novel, The Subtle Knife, which is the next after The Golden Compass - I decided to choose PIM.

Anyway, on the evening someone asked me to watch the movie at Plaza Semanggi. I thought it was a good idea because I wouldn't watch the movie alone. And because the movie would start at 6:45 pm, earlier than on PIM, I supposed I could go home earlier. My first intent to look for the novel was gone.

After office hour, at 6pm, I went directly to Plaza Semanggi. I was the one who came first, so I had to buy the ticket. Surprisingly, the ticket were sold out. Aargh, I felt disappointed and resentful. I informed my friend about this and she was still in her office. Damn.. I didn't even know what I felt. I thought I might not have another spare time on this week to see the movie.

While I was thinking deeply, whether I should go home or try to watch the movie at the other cinema, I was browsing on my phone to list the schedule of the movie on the other cinema. I found a suitable one. It was on PIM 1. This cinema would show the movie at 8:40pm. I still had more than one hour to get there. Moreover, I was still be able to do my previous plan. Looking for the novel there.

Fortunately, I could use a bus routed to Ciputat from where I was. If I had trapped in a traffic jam so I couldn't come on PIM before 8:40pm, it would be OK for me. I would stop at the end of the bus route and went home. I was lucky, I felt. I arrived at PIM at 8:25pm and bought a ticket which was currently still available. Fiuhh.. In the next 15 minutes before the movie began, I visited Gramedia, Periplus, and Kinokuniya bookstore to find out whether my desirable novel was available. Miserably, the novel was sold out. Hhh.. Not only for the second sequel, but for the first and the last it were also sold out.

Even I felt unsatisfied, I tried to forget it and enjoy the movie. Though I just had read half of the story from the novel, I thought the movie itself had been manipulated everywhere. So it wasn't appropriated based on the novel. I supposed The Lord of The Rings trilogy were better in translation to its movies version instead. I was confused with the plot and the fact described on the movie. Too much manipulation I thought. Even its plot was generally same with the novel. And it's too short and less detail though the duration is almost two hours. I guessed it would be different if I hadn't read the novel. In my opinion it would be better to watch the movie first and then read the novel as my friend had ever told me. :( But overall, the movie was nice and worth enough to watch.

Finally the show was end at about 10:30pm and I was satisfied enough. I felt encouraged to finish the remaining chapter on the novel, instead. Interesting novel, and I recommend it to be read. I traveled to my home with satisfaction and curiosity though I didn't realize I would face another problem when I came home.

I got home at 11:30pm. Too night and too late for me. The door had been locked. Foolishly, I had put the key on my office and forgot to bring it back. I knocked the door and tried to call any of my family member but no one replied. I called them using my phone about more than 10 times and end with my own desperation. I really really felt frustrated. :(( I decided not to disturb and wake my family member up. So I tried to sleep on terrace in front of the door. Huhuhu.. Felt satisfied and also desperate. I gazed to the sky. It was clear so I could see so many stars laid there as if they're laughing at me. And the last one, there were so many mosquitoes here as companion on my sleep. I was half asleep when my phone rang. It was coming from one of my family member. In the next five minutes, I was already on my bed. When I saw the time on the clock, it was 1 am. But I didn't care and continue to sleep. Sigh... nice journey just to watch a movie and look for an unavailable novel.