Tuesday, December 30, 2008

Ipod di Ubuntu

Rythmbox Music Player
Sejak beberapa bulan terakhir ini, aku tak pernah lepas dari Ipod. Pergi kemana-mana, pasti Ipod Shuffle yang aku miliki sejak bulan Agustus lalu selalu aku bawa. Ketika itu, aku pikir Ipod hanya kompatibel dengan iTunes yang hanya bisa digunakan di Windows. Jadilah aku mengkopi lagu-lagu favoritku menggunakan iTunes. Kelemahan Ipod Shuffle adalah perangkat ini hanya bisa digunakan menggunakan iTunes pada komputer yang sama. Ribet banget dah dan nggak praktis. Kalau digunakan di iTunes di komputer yang lain, pilihan yang tersedia adalah me-reset isi Ipod Shuffle sebelum mengkopi lagu baru, atau membatalkan opsi. Duh, padahal Ipod Shuffle nya sih praktis dan yang paling menyenangkan perangkat ini memiliki klip. Bisa dicantolin di baju atau jaket.

Lain ceritanya ketika aku plug ke laptopku yang menggunakan Ubuntu. Ipod Shuffle ku langsung terdeteksi dan bisa dibuka menggunakan aplikasi Rythmbox Music Player yang sudah pre-installed di Ubuntu. Melalui aplikasi ini, aku dapat menambahkan lagu-lagu favoritku kedalam Ipod Shuffleku sekaligus memainkan lagu yang ada di dalamnya.

gtkPod
Lain ceritanya ketika akhir bulan Nopember kemarin ada yang berbaik hati memberikan Ipod Nano secara gratis untukku. Dengan ukuran 8 GB yang menurutku cukup mubazir untuk orang sepertiku, Ipod Nano memberikan kualitas suara yang jauh lebih baik dibandingkan dengan Ipod Shuffle. Mungkin karena interface Ipod Shuffle dirancang begitu simplenya, sehingga tidak ada pilihan equalizer, plus mungkin kualitas suaranya kurang begitu diperhatikan. Setelah terbiasa mendengarkan lagu menggunakan Ipod Nano, rasa-rasanya aneh aja ketika mendengarkan lagu menggunakan Ipod Shuffle lamaku.

Ternyata Ipod Nano tidak kompatibel dengan Rythmbox. Sebagai gantinya, di Ubuntu ada package yang namanya gtkpod (untuk menginstall tinggal mengetikkan apt-get install gtkpod sebagai super user). Aplikasi ini benar-benar pengganti iTunes di Ubuntuku. Sejauh ini, aplikasi ini sudah sangat mencukupi kebutuhan ketika berurusan dengan Ipod Nano ataupun Ipod Shuffle. Aku bisa membuat playlist baru dan menambahkan lagu-lagu favoritku. Selain itu aku juga bisa mengkopi lagu yang telah tersimpan di Ipod ke laptop, salah satu fitur yang tidak ada di iTunes (untuk mengurangi penyebaran lagu secara ilegal). Aku pun bisa mengkopi foto, video, mengedit metadata lagu (ID3 tag), dan melakukan sinkronisasi kontak, notes, dan kalender melalui aplikasi ini.

Video untuk Ipod
Ipod Nano hanya kompatibel dengan video dengan format .m4v, .mp4, dan .mov. Kebanyakan format video saat ini menggunakan format .avi. Sehingga jika ingin menambahkan video dengan format .avi tersebut, harus dikonversi terlebih dahulu ke dalam format yang telah disebutkan sebelumnya. Di Windows sebenarnya banyak aplikasi konverternya, dan setahuku nggak gratis (walaupun bisa di-crack). Berhubung udah Ubuntu-minded :P, jadi seperti biasa, googling dulu. Dan akhirnya aku temukan juga aplikasi konverter sederhana yang bernama mvPod yang bisa diunduh melalui link berikut ini:
http://sourceforge.net/projects/mvpod

Aplikasi konverter ini sangat sederhana menurutku, dan tidak masuk ke dalam daftar package bawaan Ubuntu. Saking sederhananya, aplikasi ini hanya bisa mengkonversi video. Tidak bisa menggabungkan video + subtitle dan mengkonversinya kedalam format yang dikenali Ipod.

Agar video yang telah dikonversi ini bisa disimpan ke dalam Ipod melalui aplikasi gtkPod, package gtkpod-aac harus sudah terinstall terlebih dahulu. Package ini memungkinkan aplikasi gtkPod untuk menambahkan lagu atau video dengan format aac (MP4) ke dalam Ipod.

Selamat mencoba..

Wednesday, December 17, 2008

Kalap: Betapa Cepat Uang Menguap :(

Well, hari Selasa kemarin aku lagi kalap. Banyak hal-hal yang tidak kurencanakan sebelumnya terjadi begitu saja, yang dalam kasus ini tentunya berkaitan dengan pengeluaran. Salah satu hal yang rada-rada aneh adalah membeli buku di 4 toko buku yang berbeda. Dan ini tentunya diluar rencanaku.

Kejadiannya dimulai dari hari Kamis minggu kemarin ketika aku memesan beberapa buku dari www.inibuku.com. Buku-buku tersebut baru dikirimkan hari Selasa kemarin dengan rincian sebagai berikut:

  • La Tahzan (Walaupun buku ini udah lama banget jadi bestseller dan direkomendasikan, baru sekarang-sekarang ini muncul niat untuk membelinya :P)
  • Gunung Kelima - Paulo Coelho
  • Sebelas Menit - Paulo Coelho
Pada hari yang sama aku dan temanku merencanakan untuk menonton sebuah film di Citos. Tadinya sih hari mau nontonnya hari Rabu ini, tapi tiba-tiba berubah menjadi jadi hari Selasa kemarin. Okelah, ini adalah perubahan rencana mendadak yang pertama. Berhubung sebelumnya aku sudah merencanakan untuk membeli tas kamera dan memory card tambahan untuk kameraku di JPC Kemang (harusnya sih belinya weekend kemarin, tapi ada acara dadakan juga untuk mengikuti acara FlashCom Community Gathering) jadilah aku berpikir dua kali. Sebelumnya, aku berencana untuk membeli kedua barang tersebut akhir minggu ini, tapi daripada weekend mesti keluar rumah, dan kebetulan skalian mau ke Citos, nggak ada salahnya juga jika beli barangnya kemarin, biar sekalian dan nggak bolak-balik.

Dengan menggunakan ojek, selepas jam kerja, aku langsung ke JPC Kemang. Tadinya sih mau beli memory card SD Sandisk yang Ultra II. Karena ternyata kecepatan baca tulis nya nggak terlalu berpengaruh ke kameraku. Eh, ternyata stoknya lagi kosong, dan yang ada adalah San Disk Extreme III, yang harganya berbeda hampir 200 ribu. Akhirnya kubeli juga tuh barangnya seharga sekitar 480 ribu. Pemborosan pertama diluar rencana pun terjadi.

Ketika dalam perjalanan menuju Citos dari JPC Kemang, temanku ngasih tahu kalo acara nontonnya terpaksa dibatalkan. Well.. bagus sekali. Rencanaku hari itu sudah rusak gara-gara dibatalkannya acara nonton itu. Berhubung udah nanggung mau ke Citos, sekalian aja jalan-jalan ke Periplus untuk mencari buku yang pengen aku beli dari dulu(tapi ga terlalu butuh sih): By River Piedra I Sat Down and Wept karangannya Paulo Coelho dan buku lainnya yang berjudul Orange Girl karangan Jostein Gaarder, pengarang Dunia Sophie. Sayangnya, buku kedua tidak aku temukan di Periplus, stoknya sedang kosong. Begitu pula di Aksara, barangnya juga udah habis. Kecewa deh. Tapi ini kedua kalinya aku membeli barang diluar rencanaku hari itu.

Perjalanan dilanjutkan dengan naik angkot ke arah Lebak Bulus. Tiba-tiba keingetan kalo aku lagi butuh mouse untuk laptopku. Beberapa minggu ini aku terpaksa pake mouse buat PC di laptop karena mouse yang sebelumnya hilang entah dimana dan belum sempet beli lagi. Jadi deh turun dulu ke Poins Square dan belanja mouse. Yang ini nggak pemborosan karena aku memang butuh, tapi tetep aja diluar rencana. :(

Keluar dari Poins Square, aku masih penasaran dengan Orange Girl tadi. Udah nanggung di Lebak Bulus, mengapa tak sekalian aja ke PIM, kan deket dari situ pikirku. Dan berhubung udah cukup boros, aku berencana beli buku edisi Indonesianya saja, yang judulnya menjadi Gadis Jeruk dan aku taksir harganya sekitar 30 s/d 40 ribuan. Ternyata di Gramedia bukunya nggak ada, stoknya sedang kosong juga. Di www.inibuku.com terakhir aku lihat ada sih bukunya, tapi nanggung kalo cuma beli satu. Jadi, mending sekalian menjajal aja Periplus dan Kinokuniya. Harga sih udah jelas berbeda cukup jauh karena itungannya buku impor. Di Periplus PIM ternyata bukunya nggak ada. Di Kinokuniya hampir aja nggak ketemu bukunya. Setelah mencari dan meminta tolong mbak-mbak yang ada disitu, akhirnya ditemukan juga tuh bukunya: Hard Cover dengan harga 293 ribu. Weks, padahal bukunya aja cuma 160 halaman. Ga worth deh. Tapi ternyata lagi diskon 50% jadi 144 ribu. Masih kemahalan juga sih, tapi kalopun ada yang soft covernya, harganya juga nggak beda jauh dari situ. Berhubung gambar cover depannya cukup menarik hatiku (damn), yah.. ujung-ujungnya bisa ditebak. Beberapa menit kemudian, buku tersebut sudah beralih kepemilikan.

Pulangnya, aku balik lagi ke Gramedia karena sebelumnya tak sengaja melihat Kartun Benny & Mice yang baru: Lost in Bali. Sekalian udah belanja macam-macam, dan entah kapan lagi bisa menyempatkan untuk jalan-jalan, jadi aku beli buku itu seharga 40 ribu. Bener-bener parah, dalam sehari beli 6 buku dari 4 toko buku yang berbeda. Kayaknya bulan depan alokasi pengeluaran untuk belanja buku distop dulu nih. Mana ini belum termasuk tas kamera dan memory card yang aku beli sebelumnya. :((

Monday, December 15, 2008

FlashCom Community Gathering 13-14 Des'08

Ceritanya berawal dari hari Kamis minggu lalu. Salah seorang teman kantorku yang kebetulan pernah membantu mengurus website FlashCom Community diundang untuk mengikuti acara gathering ini. Namun entah karena alasan apa, minggu kemarin ini dia nggak bisa ikut. Berhubung dia tahu kalo aku adalah pengguna setia Flash - walaupun powered by kantor :P, dia menawariku untuk menggantikannya.

Semula aku ragu mau ikutan atau nggak, karena weekend kemarin aku udah ada rencana lain. Tapi, setelah aku pikir masak-masak, nggak ada salahnya juga kalau aku ikut. Lumayan, bisa nambah relasi dan berkenalan orang-orang baru. Seluruh peserta acara FlashCom Community Gathering ini adalah pelanggan Telkomsel Flash. Yang beruntung mengikuti acara ini adalah pelanggan-pelanggan yang paling cepat me-reply sms notifikasi dari panitia penyelenggara acara ini. Untuk beberapa area, peserta dipilih secara random dan dihubungi melalui telepon.

Acara ini merupakan gathering komunitas pelanggan Telkomsel Flash yang pertama. Acaranya diadakan di Bandung pada hari sabtu dan minggu kemarin (13-14 Des '08). Jatah pesertanya katanya sih ada sekitar 150 orang. Cuma yang confirm nggak sampai segitu. Peserta yg ikut aku taksir sekitar 80 orang, kurang lebih 50% dari jatah dan kebanyakan adalah laki-laki.

Pada hari sabtu, semua peserta yang berasal dari Jabotabek berkumpul di Kantor Regional Telkomsel jam 8 pagi dan berangkat ke Bandung jam 9. Sementara peserta dari Bandung langsung menuju lokasi acara, yaitu di Hotel Jayakarta. Sampai di lokasi sekitar jam 12 siang, yang dilanjutkan dengan makan siang dan istirahat sejenak. Acara dilanjutkan dengan workshop mengenai Internet Marketing dari pukul 14:30 s/d 17:30. Workshopnya menurutku sangat bagus. Menjelaskan mengenai dasar-dasar memasarkan produk di internet. Pembicaranya menurutku lumayan oke. Langsung dipraktekkan di tempat. Karena memang kebanyakan peserta disarankan membawa laptop masing-masing. Sayang, walaupun menurutku workshopnya bagus, tapi agak nggak tepat sasaran. Karena kebanyakan pesertanya masih muda-muda dan banyak juga yang masih kuliah. Dan kalau aku lihat, profilenya mereka menggunakan internet adalah untuk sekedar browsing dan download. Hanya sedikit yang memiliki background sebagai pebisnis. Tapi, oke lah untuk sekedar menambah ilmu.

Setelah dipotong istirahat dan sholat maghrib, acara dilanjutkan dengan makan malam dan entertainment di Fame Station. Bener-bener nggak ngerti tempat macam apa itu Fame Station. Setelah akhirnya aku menghubungi salah seorangku yang tinggal di Bandung dan mengatakan kalo itu adalah tempat dugem. Kaco banget dah. Tapi aku berpikir positif aja, seharusnya sih nggak bakalan ada acara rame-rame disana. Memang sih itu adalah tempat dugem, tapi disulap menjadi tempat makan malam yang diselingi dengan lagu yang slow dan menenangkan.

Ternyata dugaanku salah. Setelah acara makan malam selesai, baru deh semua berubah total. Bener-bener jadi acara hiburan yang berisik. Mana ada sexy dancersnya pula lagi. Doh, kenapa selalu ada acara yang seperti ini. Aku bener-bener nggak suka. Mana musiknya juga berisik banget. Membuat kepalaku pening dan merasa nggak nyaman di tempat seperti ini. Akhirnya aku putuskan untuk mojok dan mencari tempat dimana aku bisa menyendiri dan mengeluarkan laptopku untuk online dan sekedar menghabiskan waktu selagi acara berjalan. Tak lupa aku memasang earphone untuk sedikit mengurangi suara berisik yang ada di tempat itu. Akhirnya acara selesai jam 10 (padahal di run downnya, acaranya sampai jam 11 malam). Akhirnya bisa terbebas juga dari acara yang bikin nggak tenang seperti ini.

Di hari kedua, acaranya adalah off road menggunakan Land Rover plus Paint Ball di Cikole. Kedua acara ini menurutku sangat menyenangkan, secara selama ini belum pernah merasakan seperti apa sih off road itu. Seluruh peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang berjumlah sekitar 10 orang dan masing-masing kelompok berada pada kendaraan yang sama pada saat off-road. Dari situlah kami menjadi kenal satu sama lain. Dan menyenangkan aja dalam dua hari ini bisa berkenalan dengan banyak orang baru. Satu kelompokku backgroundnya macam-macam. Ada yang masih kuliah, dan ada yang sudah kerja. Campur aduk deh. Dan sepertinya seluruh peserta ini memiliki profile yang sama. Jadinya semua omongannya nyambung.

Acara off-roadnya benar-benar menyenangkan. Berasa rafting tapi di darat. Karena medannya sendiri juga memang parah sih, melewati jalanan kecil diantara pohon-pohon pinus. Beberapa kali kelompokku teriak-teriak histeris ketika melewati medan yang cukup sulit yang membuat semua penumpang sampai terjatuh dari tempat duduk. It's really amazing ^_^. Beruntung pada saat acara, kamera SLRku aku bawa. Jadilah sepanjang perjalanan kami berfoto-foto ria. Terlebih lagi teman-teman satu kelompokku memang doyan foto semua tambah klop deh. Bahkan ketika sampai di tempat tujuan untuk mengikuti acara selanjutnya: Paint Ball, kelompok kami bukannya mengatur strategi, tapi malah berfoto ria. Ibarat teman-teman kuliahku, yang demen difoto, begitu pula dengan kelompokku. Foto-foto narsis pun bertebaran memenuhi kameraku. Hehehehe.. Apalagi tempat Paint Ball nya menurutku sangat oke. Berada di dalam hutan pinus + kondisinya saat itu sedang berkabut tebal. Komplit deh.

Setelah acara selesai, kami semua kembali ke hotel untuk segera check out dan menuju Rumah Keboen untuk makan siang. Acara ini menjadi semacam acara penutup dari panitia penyelenggaranya. Di acara itu diumumkan pemenang terbaik dari game Paint Ball, dan ternyata kelompokku yang menang. Lumayan, masing-masing orang dapat screen protector untuk laptop. Dan yang penting adalah foto-foto tentunya.

Rangkaian acara diakhiri dengan sesi belanja yang cuma disediakan 1 jam karena sudah melewati jadwal. Parahnya, semua peserta dilepas di daerah yang dipenuhi dengan FO yang notabene, para peserta laki-laki pada males. Maunya sih dilepas di tempat oleh-oleh. Nggak tepat sasaran. Padahal yang ikutan juga kebanyakan cowok. Ceweknya masih bisa diitung dengan jari lah. Setelah semuanya selesai dan kembali ke bus untuk segera pulang ke Jakarta, para peserta yang duduk di belakang, langsung mengeluarkan laptop: segeralah dilakukan pertukaran foto-foto. Dan parahnya milis dan groups di facebook pun langsung dibuat di bus. Emang orang-orangnya edan juga. Di bus masih aja maenan laptop dan konek ke internet. Peserta lain yang berada di bus yang berbeda lalu di-broadcast agar segera mendaftarkan diri di milis yang baru saja dibuat. Yang lebih parah lagi adalah: total foto yang berhasil dikumpulkan ada sekitar 1.8 GB dan pada malam itu langsung diupload semuanya utuh-utuh. Nggak di resize atau diutak-atik dulu. Karena kebetulan ada salah satu peserta yang kerja di salah satu ISP di Gedung Cyber. Skalian deh..

It was another unforgettable weekend. Baru aja seminggu sebelumnya mendapat pengalaman rafting yang menyenangkan, langsung dilanjutkan dengan pengalaman baru yang tak kalah menyenangkan. Baru pertama kali ini bisa berkumpul dengan komunitas semacam ini. Lumayan lah, nggak menyesal aku ikut. Dan untungnya aku jadi pesertanya, jadi bisa berbaur dan berkenalan dengan orang-orang baru. Yang aku sesali cuma satu, acara dugem malam minggu itu yang nggak penting banget. Harusnya ada format acara lain yang lebih berguna dibandingkan dengan acara dugem yang cuma nambah-nambah dosa aja.

Friday, December 12, 2008

Sekilas Maryamah Karpov: Dibawah ekspektasi


Kesan pertama ketika aku membuka sampul buku ini adalah sedikit terkejut. Karena tak seperti yang aku bayangkan sebelumnya, bukunya ternyata cukup tebal. Lebih tebal daripada buku pertamanya malah. Dan yang lebih mengesankan lagi, bahan kertas yang digunakan juga menurutku lebih baik dibandingkan ketiga buku sebelumnya. Bahan kertas yang digunakan mirip dengan buku-buku impor yang walaupun tebal tapi ringan. Dengan harga 79.000 rupiah dipotong diskon 15%, kurasa worth lah. Terlebih lagi, buku ini telah berada di meja kantorku hari Jumat pagi, tak lama setelah buku ini resmi di-launch.

Buku keempat dari tetralogi Laskar Pelangi ini menceritakan kisah Ikal, tokoh utama dalam cerita, setelah menyelesaikan studi masternya di Eropa dan kembali lagi ke kampung halamannya di Belitong. Inti dari cerita di dalam buku ini adalah kisah perjuangan Ikal dalam mencari A Ling. Seorang tokoh perempuan yang dia sukai di buku pertamanya. Perjalanan mengenai pencarian cinta dan orang yang dicintai terkadang memang membuat semuanya seolah tak masuk akal. Dalam bukunya, diceritakan bagaimana Ikal yang seumur hidupnya tak pernah membuat perahu harus membuatnya untuk membuktikan kebenaran yang dia yakini.

Dalam buku ini juga dikisahkan pertemuan Ikal dengan anggota-anggota Laskar Pelangi lainnya. Tadinya aku pikir inti buku ini adalah pertemuan kembali para anggota Laskar Pelangi. Ternyata aku salah. Dikisahkan pula dalam bukunya kecerdasan-kecerdasan Lintang yang tak pernah lagi dibahas sejak buku pertamanya.

Pesan moral yang aku tangkap dari cerita ini adalah betapa pentingnya mimpi dan bagaimana seseorang seharusnya menggapai mimpi-mimpinya. Walaupun mungkin terkadang tak masuk akal, namun jangan menyerah sebelum mencoba. Terkadang dalam memandang masalah, seseorang terlalu overestimated, sehingga menganggap masalah tersebut tak bisa dipecahkan. Padahal dengan mengubah sudut pandang, masalah tersebut dapat disederhanakan. Hal ini dibuktikan Ikal dengan keberhasilannya membuat perahu dan keberhasilannya dalam memainkan biola walaupun dalam buku tersebut dia tidak memiliki bakat musik dan tidak memiliki bakat sebagai pembuat perahu. Pelajaran yang bisa ditarik adalah hal-hal yang tak mungkin bisa dibuat menjadi mungkin asal ada keinginan yang kuat walaupun tak memiliki bakat.

Aku masih sedikit penasaran kenapa bukunya diberi judul Maryamah Karpov: Mimpi-mimpi Lintang. Maryamah Karpov adalah salah seorang tokoh dalam buku yang memiliki anak perempuan yang dikisahkan dalam buku itu pandai bermain biola (sesuai dengan covernya). Sementara Mimpi-mimpi Lintang adalah nama perahu buatan si tokoh utama. Diberi nama itu karena Lintang si tokoh cerdas memiliki andil yang besar dalam pembuatan desain perahu yang dibuat oleh Ikal. Keduanya tampak tidak ada hubungannya. Tapi aku rasa, dinamai demikian karena kedua-duanya seolah menunjukkan semuanya bisa diraih jika ada keinginan yang kuat. Mungkin itulah pesan moral tersembunyi dari penulisnya, Andrea Hirata dalam memberikan judul buku ke empatnya.

Namun entah kenapa, secara alur cerita aku agak-agak kurang suka dengan buku ini. Dengan sedikit terpaksa aku memberikan rating 3 di www.goodreads.com, dan secara statistik kebanyakan pembaca lain juga memberikan rating 3 untuk buku ini. Pesan moralnya sih bagus, cuma alur ceritanya menurutku banyak bercabang dan nggak fokus. Tadinya aku pikir akan diceritakan masa depan Laskar Pelangi dalam buku ini. Atau at least, ada semacam kisah penutup lah untuk para anggota Laskar Pelanginya. Di dalam buku ini seolah hanya lewat begitu aja. Padahal bukunya kan bertajuk buku keempat dari tetralogi Laskar Pelangi. Cukup banyak lah hal-hal yang dibiarkan left unexplained dan menggantung. Terlebih lagi ending ceritanya juga menggantung dan nggak jelas. Rasa-rasanya buku kedua dan ketiga aja nggak separah ini.

Membaca kisah di akhir bukunya, aku malah jadi berpikir, jangan-jangan masih ada lanjutannya nih. Aku merasa ekspektasiku terlalu besar pada buku ini. Sedikit kecewa lah :(. Dan akhirnya kesimpulanku adalah: menurutku isi buku ini seolah dibuat untuk memenuhi keinginan pasar. Seolah telah disiapkan lagi buku lanjutannya sebagai penyambung buku keempat ini. Ujung-ujungnya bukan tetralogi deh. Jadi berasa baca komik, dimana karena laku, ceritanya dipanjang-panjangin dan nggak pernah tamat.

Well, adakah pendapat lain? Atau mungkin pikiran yang serupa denganku?

Wednesday, December 10, 2008

Reflection


Nggak sengaja nemu serangga di mobilnya Novan waktu acara rafting kmaren. Thx juga bwt Maya yang ngasih tahu :P

Tuesday, December 09, 2008

Rafting CSUI 02 - 6 Desember 2008

Perjalanan dimulai dari rumah Mamat pada hari Sabtu sekitar jam 5 pagi. Selanjutnya, dengan taksi, perjalanan diteruskan ke arah flyover Casablanca di Saharjo. Disana aku dijemput Novan dan langsung menuju ILP Pancoran untuk menjemput Kania, Diah, Enno, dan Tiwi. Maya dijemput di dekat Antam, sementara Isti dijemput di rumahnya di daerah Lenteng Agung. Selanjutnya, rombongan langsung menuju tol Ciawi dan berhenti di salah satu tempat peristirahatan (lupa km berapa) untuk bertemu dengan rombongan lainnya.

Disitu kami sempat menyempatkan foto-foto sebentar. Dan berhubung nggak menemukan makanan untuk sarapan, kami memutuskan untuk meneruskan perjalanan dan berhenti di tempat peristirahatan selanjutnya. Pada saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 7 lewat.
Akhirnya, di tempat peristirahatan selanjutnya sebelum pintu keluar tol Ciawi, kami bisa sarapan. Berhubung hampir semua pesertanya memesan makanan sementara yang jual makanannya hanya ada dua, jadinya pesen indomie rebus aja baru diantar setengah jam kemudian.


Perjalanan dilanjutkan. Tempat rafting yang akan kami tuju berada di daerah Sukabumi, tepatnya di sungai Cicatih. Walaupun jaraknya hanya sekitar 30 km dari pintu tol Ciawi, perjalanannya sendiri membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Permasalahannya adalah karena kami melalui banyak pasar yang membuat macet. Padahal yang kami lalui adalah jalan utama menuju Sukabumi. Setelah melalui pasar Cibadak, kami belok kanan ke arah Pelabuhan Ratu. Dari situ perjalanan bersisa sekitar 14 km, dan tidak macet.

Kami sampai di tempat tujuan sekitar jam 11 an lewat. Di tempat itu, kami dipersilakan untuk mengganti baju dan meninggalkan semua barang-barang bawaan. Sayang kamera nggak bisa aku bawa walaupun pada saat rafting panitia menyediakan water proof box. Terlalu beresiko. Setelah semuanya siap, kami diantar menuju tempat start rafting. Anak-anak cewek diantar naik angkot, sementara anak-anak cowoknya naik truk terbuka.

Di tempat start rafting kami diberi pengarahan dari panitianya. Perjalanan yang akan kami tempuh sekitar 19 km dan diperkirakan akan memakan waktu sekitar 3 jam (pada saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang). Rombongan dipecah menjadi kelompok-kelompok kecil yang berjumlah 5 orang untuk satu perahu. Masing-masing kelompok akan ditemani oleh satu pemandu, jadi dalam satu perahu ada 6 orang. Kelompokku sendiri terdiri dari: Aku, Maya, Ari, Agnes, dan Arief.

Perjalanan selama rafting sungguh menyenangkan. Maklum lah baru pertama kali ikut acara bginian. Baru berjalan beberapa ratus meter, kami sudah dikejutkan oleh salah satu jeram yang kami lewati. Sampai-sampai pemandu kami pun terjerembab ke depan. Untung nggak ada yang jatuh ke sungai. Nggak seperti salah seorang pemandu lain yang katanya ingin menceburkan peserta yang dipandunya dari perahu, pemandu kami justru sangat care dan bertanggung jawab. Karena perahu kami harusnya berada paling belakang, jadi tiap kali ada perahu lain yang tertinggal pasti ditungguin.

Perjalanan kami terhenti di tengah-tengah karena salah satu perahu yang ditumpangi oleh Kania dkk terjebak di salah satu jeram. Entah lah penjelasan secara ilmiahnya gimana, yang jelas perahu tersebut nggak bisa kemana-mana. Perlu waktu sekitar setengah jam lebih untuk membebaskan perahu tersebut. Tim SAR dan pemanduku sendiri sampai turun tangan. Kesempatan ini aku gunakan untuk berjemur, secara semua pakaianku sudah basah kuyup setelah melewati berbagai macam jeram, walaupunn nggak sampai jatuh ke sungai. Akhirnya perjalanan diteruskan. Sayang, dari banyak jeram yang kami lalui, hanya beberapa yang membuat kami cukup 'shock' dan tertantang. Hehehe.. Di salah satu jeram terakhir, Arief yang satu kelompok denganku terjatuh ke sungai gara-gara keasyikan dan nggak memperhatikan laju perahu. Untungnya bisa cepet naik ke perahu. Katanya kakinya sempat terantuk batu ketika jatuh. Dari pengalamanku, sepertinya posisi perahu yang kemungkinan besar akan menjatuhkan orang yang menaikinya adalah ketika perahu berjalan menyamping, bukan ke depan. Kalo udah bgini, siap-siap aja orang yang berada di samping perahu untuk memegang tali ketika berhadapan dengan jeram.

Ketika perjalanan rafting kami selesai, waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Telah disediakan kelapa muda di tempat finish. Dan harusnya gorengan juga sih. Gara-gara emang kebagian kelompok terakhir, yang bersisa hanyalah kelapa mudanya aja. Dari tempat itu, perjalanan dilanjutkan lagi menggunakan truk terbuka dan angkot menuju tempat flying fox dan tempat peristirahatan. Busyet dah, udah pakaian basah semua, naik truk terbuka pula selama kurang lebih setengah jam. Untung nggak sampai masuk angin. Mana hanya bermodalkan sarapan di pagi hari dan mem by pass makan siang pula lagi. Bener kata Maya: Adrenalin mengalahkan segalanya.

Semua barang bawaan kami yang sebelumnya dititipkan diantar ke tempat peristirahatan tersebut. Disana kami mandi sholat dan 'makan siang' (walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore). Salah seorang temanku, Hera mengalami musibah, tas miliknya yang sebelumnya dititipkan ke panitia tidak ditemukan diantara barang-barang kami semua. Duh, padahal isinya HP, dompet, uang dan beberapa kartu ATM. Untungnya semua kartu ATM nya bisa diblok pada saat itu juga. Walaupun katanya pihak panitia akan mengganti semua barang akibat peristiwa ini, jadi rada-rada ngeri juga. Seharusnya, dari awal panitianya mencatat semua barang-barang yang dititipkan, jadi ketahuan nanti hilangnya dimana. Walaupun semua barang hilang diganti, tetep aja repot kalo misalnya mesti ngeblokir semua kartu atm dan ngeblokir nomor telepon. Semoga aja kedepannya kejadian seperti ini nggak terjadi lagi deh. Akibat kejadian ini, kami berada cukup lama disana dan waktu tersebut seperti biasa kami manfaatkan untuk berfoto-foto ria. Akhirnya kami pulang dari tempat peristirahatan sekitar pukul 7 malam dan langsung menuju tempat kami memarkir mobil. Untungnya kali ini nggak naik truk terbuka lagi. Bisa beneran kena masuk angin ntar.

Setengah jam kemudian kami sampai di tempat awal kami datang. Karena sudah malam, diputuskan kami semua akan langsung pulang tanpa perlu saling menunggu seperti pada waktu berangkat sebelumnya. Malam ternyata tak membuat perjalanan pulang menjadi lebih mudah. Jalur Sukabumi-Ciawi sama aja baik ke arah Sukabumi maupun Ciawi. Sama-sama macet. Karena pada saat itu adalah malam minggu, dimana pasar-pasar yang kami lewati sebelumnya menja pusat-pusat keramaian. Huff.. Perjalanan yang sungguh melelahkan. Akhirnya jam setengah 1 malam aku di drop di daerah Tanjung Barat oleh Novan dan perjalanan pulang aku teruskan dengan menggunakan taksi. Sampai rumah sekitar jam 1 malam. Aku membersihkan diri, sholat Isya, dan langsung tidur.

Benar-benar pengalaman yang sangat menyenangkan. Walaupun sebenarnya pada hari itu aku masih belum terlalu sehat akibat dua hari sebelumnya aku sakit, tetap saja aku paksakan untuk ikut. Sayang kalo nggak bisa ikut acara kumpul-kumpul seperti ini. Mana jarang-jarang pula lagi bisa ngumpulin sekitar 30 orang lebih dari teman-teman kuliahku. Satu-satunya yang membuat kesal barangkali cuma satu: perjalanan PP dari Ciawi ke tempat raftingnya itu yang nggak kira-kira.



Foto-foto Rafting kemarin bisa diakses di Picasa melalui link berikut ini.

Yang mau file-file ukuran full-size nya bisa mengunduh melalui link rapidshare dibawah ini:

Atau dari Megaupload:
Note: Beberapa foto yang terlalu 'vulgar' dan 'personal' nggak aku upload. Silakan japri ajah yah.. ;)

Sunday, November 30, 2008

Sekilas Rectoverso: Baca Musiknya, Dengar Fiksinya


Buku yang berisi 11 kisah yang ditulis oleh Dewi Lestari ini aku beli seminggu yang lalu melalui www.inibuku.com. Berawal dari rekomendasi salah seorang temanku kurang lebih sebulan yang lalu - yang waktu itu juga belum membaca bukunya, akhirnya bisa kebeli juga. Maklum, ada beberapa buku yang sebelumnya sudah masuk wish list ku, jadi nunggu listnya abis dulu baru beli Rectoverso. :D

Sewaktu menerima kiriman bukunya, langsung aku bongkar, ada bonus stikernya, tetapi nggak ada CD nya. Baru ngeh, kalo CD nya ternyata dijual terpisah. Harga 75 ribu rupiah dipotong diskon 10% ternyata cuma bukunya doang. Nggak mau rugi, dan emang udah pengen denger lagunya, langsung aja googling, nemu, dan langsung unduh :P. Jadilah sebelum aku 'dengar' bukunya, lagu-lagunya sudah aku 'baca' duluan. Sayang sekali kalo sampe nggak punya album musiknya. Karena album musiknya pun terdiri dari 11 lagu yang merepresentasikan masing-masing kisah dalam bukunya.

Berikut ini adalah 11 judul kisah yang ada di buku maupun album musiknya:

  1. Curhat Buat Sahabat
  2. Malaikat Juga Tahu
  3. Selamat Ulang Tahun
  4. Aku Ada
  5. Hanya Isyarat
  6. Peluk
  7. Grew A Day Older
  8. Cicak Di Dinding
  9. Firasat
  10. Tidur
  11. Back To Heaven's Light
Dari sisi isi bukunya, aku bisa bilang bagus. Semua kisahnya rata-rata pendek, cuma beberapa halaman aja, malah ada yang cuma 2 halaman. Tapi sudah cukup mewakili apa yang ingin disampaikan oleh penulisnya. Baik buku dan lagunya bisa dinikmati secara terpisah maupun bersama-sama. Namun, untuk kasusku kemarin, aku 'membaca' semua musiknyanya dulu, baru 'mendengarkan' fiksinya. Rasa-rasanya menikmati buku dan lagunya dengan cara tersebut menyenangkan juga. Dengan membaca lagunya, aku hanya bisa menebak-nebak apa maksud yang ingin diutarakan oleh penulisnya. Begitu mendengarkan bukunya, baru tahu deh, ternyata maksud yang sebenarnya jauh dari apa yang aku bayangkan sebelumnya. Kurasa, jika lagu-lagu lain dibuat pula kisahnya dalam bentuk cerpen/fiksi, mungkin akan menyenangkan. Jadi bisa tahu apa isi sebenarnya dari lagu yang kita dengarkan, dan apa yang ingin disampaikan oleh di pencipta lagu tersebut.

Dalam Rectoverso ini, IMHO, kurasa tak ada happy ending atau sad ending. Semuanya diceritakan menggantung, seolah tak berawal dan tak berakhir, hanya menceritakan potongan-potongan kisah. Untuk ujung ceritanya gimana, biarlah masing-masing pembaca yang berimajinasi sendiri. Namun walaupun demikian, dengan adanya lagu yang terpisah jadi berasa saling melengkapi.

Sayangnya, harga bukunya rada-rada 'kemahalan' mengingat jumlah halamannya sekitar 140an. Padahal banyak halaman kosongnya juga yang menjadi pembatas masing-masing kisah. Entah apa karena banyak halaman yg dipenuhi oleh gambar-gambar yang berwarnanya ditambah dengan sampulnya yang hard cover, harganya jadi mahal. Tapi, basically worth it lah ;) .

Wednesday, November 26, 2008

Konversi Format File Teks Windows ke Unix Menggunakan Shell

Windows dan Unix menggunakan format yang berbeda dalam file teks mereka. Pada Windows, setiap baris diakhiri dengan karakter ASCII line feed dan carriage return (\n\r). Sementara itu pada Unix masing-masing baris dipisahkan dengan karakter ASCII line feed saja (\n). Di Unix, file format teks ini akan menampilkan karakter carriage return dengan Ctrl-M (^M) pada setiap akhir barisnya. Sangat jelas terlihat ketika sedang menyunting file menggunakan perintah vi.

Walaupun beberapa editor di Windows maupun di Linux menyediakan fungsi untuk konversi dari dari format Windows ke Unix dan sebaliknya, ternyata ada solusi yang lebih sederhana, yaitu menggunakan shell command di Unix, dengan menggunakan perintah tr untuk menghapus karakter-karakter carriage return. Berikut ini adalah contoh perintahnya :

tr -d '\r' <> output_file

Perintah diatas akan menghilangkan karakter carriage return pada file input_file dan menyimpannya ke dalam file output_file.

Untuk mengkonversi file secara batch, misalnya dalam satu direktori dan termasuk subdirektorinya, dapat menggunakan cara-cara berikut ini:

  1. Buat file script dengan nama misalnya convert.sh yang berisi:

  2. temp="/tmp/temp.tmp"
    files=$@
    for file in $files
    do
    tr -d '\r' < $file > $temp
    mv $temp $file
    done


  3. Mengubah permission dari file convert.sh menjadi executable dengan menjalankan perintah:

  4. chmod +x convert.sh

  5. Menjalankan perintah berikut untuk mengkonversi file secara batch:

  6. find [directory] -name [pattern] -type f | xargs ./convert.sh

    Misalkan semua file berekstensi *.txt pada direktori /home/test berikut subdirektorinya akan dikonversi, maka perintahnya adalah:

    find /home/test -name *.txt -type f | xargs ./convert.sh

Sunday, November 16, 2008

Driver Bluetooth Toshiba pada Ubuntu

Beberapa waktu lalu, ketika aku masih menggunakan Ubuntu 8.04, perangkat bluetooth yang ada pada notebook Toshiba Portege M600-ku, tidak dikenali. Setelah berusaha mencari informasi mengenai cara instalasi driver bluetooth pada notebook Toshiba, akhirnya aku dapatkan juga informasi yang cukup berguna dari link berikut ini. Ternyata instalasinya tidak terlalu rumit seperti instalasi FingerPrint reader pada laptopku. Walaupun di link tersebut disebutkan instalasi driver bluetooth untuk Toshiba Satellite U400, namun setelah aku coba, ternyata masih applicable untuk Toshiba Portege M600-ku.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk melakukan instalasi driver bluetooth pada notebook Toshiba:

  1. Menambahkan packages berikut ini pada /etc/apt/sources.list:

  2. deb http://packages.kirya.net/debian/ sid main contrib non-free
    deb-src http://packages.kirya.net/debian/ sid main contrib non-free

    Walaupun package ini masih unstable, namun masih bisa digunakan.

  3. Jalankan perintah untuk melakukan sinkronisasi package index dari repository:

  4. apt-get update

  5. Install package omnibook-source:

  6. apt-get install omnibook-source

  7. Melakukan proses kompilasi kernel module dari package omnibook-source:

  8. m-a a-i omnibook-source

  9. Mengkonfigurasi agar module omnibook di load ketika startup dengan menambahkan baris:

  10. omnibook

    ke dalam file /etc/modules

  11. Buat file baru dengan nama omnibook.modprobe di dalam direktori /etc/modprobe.d dan tambahkan baris berikut:

  12. options omnibook ectype=14 userset=0 lcd=0 display=0 blank=0 battery=0 ac=0

  13. Untuk langsung menggunakan bluetooth tanpa me-reboot laptop, jalankan perintah berikut ini:

  14. modprobe omnibook ectype=14

Icon bluetooth akan langsung muncul pada panel Ubuntu dan bluetooth bisa langsung digunakan.

Note:
Sayangnya, pada Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex, driver bluetooth ini masih harus diinstall secara manual. Namun cara di-atas masih bisa digunakan pada Ubuntu 8.10 kok.

Selamat mencoba!!

Friday, November 14, 2008

Sisi Positif dan Negatif Audit

Sisi Positif dan Negatif dari Audit

Setelah badai audit mereda beberapa waktu yang lalu, aku mencoba untuk menelaah sisi-sisi positif dan negatif yang diakibatkan oleh proses audit itu sendiri, dilihat dari sudut pandang orang yang diaudit. Tulisan dibawah ini sangat subjektif. Jadi kalo ada yang mau berkomentar atau memberi masukan, sok-sok aja, terutama mungkin dari sisi auditornya sendiri :P.

Sisi positif:

  • Membantu unit kerja tertentu untuk menambal berbagai macam celah yang ada dan yang mungkin timbul di masa yang akan datang.
  • Memastikan suatu unit kerja menjalankan proses yang benar dan sesuai dengan SOP yang telah ditentukan.
  • Dengan adanya audit, proses bisnis unit kerja tempat kita bekerja menjadi transparan. Terutama yang berhubungan dengan uang, dimana unit kerja tersebut sangat rentan dari tindakan-tindakan fraud dan korupsi. Dan tentunya, dengan audit pula, bisa mencegah segelintir orang tertentu untuk melakukan dosa-dosa korupsi dan fraud.
  • Membuat para karyawan menjadi lebih disiplin dalam pekerjaannya. Alasan ini aku pilih karena melalui audit, semua dokumen-dokumen yang mendukung harus tersedia. Cukup memaksa masing-masing unit kerja untuk selalu melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan. Ujung-ujungnya karena adanya suatu paksaan, bisa melatih kedisiplinan.
  • Audit bisa melatih seseorang menjadi rajin, karena semua hal yang berhubungan dengan transaksi dan proses bisnis akan selalu dicatat dengan baik. Sehingga hal ini memudahkan proses pencarian dan pengorganisasian dokumen-dokumen yang diminta oleh tim audit.
  • Bisa meningkatkan Key Performance Index (KPI) dari unit kerja yang diaudit, jika tidak ditemukan temuan apapun.

Sementara itu, sisi-sisi negatifnya antara lain:
  • Menambah kerjaan. Jelas banget nih. Karena mesti mengobrak-abrik dokumen dan menyediakan dokumen-dokumen yang diperlukan. Terkadang, bisa bermunculan dokumen-dokumen baru yang harus dibuat agar unit kerja tertentu comply dengan audit.
  • Menyita waktu dan memicu stress, karena dokumen-dokumen yang diminta seolah tak pernah habis dan deadlinenya sangat ketat. Belum lagi setelah dokumen diserahkan, ternyata masih ada yang salah dan kurang. Ujung-ujungnya, yang ada malah jadi kesel sama auditornya. *Untung audit kemaren auditornya nggak ngeselin*
  • Jika desain kontrolnya ternyata kurang sesuai dengan kondisi nyata, bisa ribet. Karena harus memenuhi dan membuat dokumen yang jelas-jelas tidak bisa dipenuhi. Artinya ekspektasi dari tim penyusun desain kontrolnya terlalu perfeksionis dan kurang memahami kondisi unit kerja yang diaudit.
  • Kurang ramah lingkungan. Bayangkan, berapa banyak lembar kertas yang harus dicetak dan difotokopi untuk menunjukkan bahwa pihak-pihak terkait menandatangani dokumen-dokumen tersebut. Untuk menghindari fotokopi, semua dokumen bisa di scan, dan tentunya akan memudahkan pencarian.
Well, kira-kira kalo dari sisi auditornya sendiri gimana yah?

Friday, November 07, 2008

New Gmail Mobile 2.0

Beberapa waktu lalu, Google merilis aplikasi Gmail for Mobile versi 2.0 yang bisa digunakan di handphone yang mendukung J2ME atau di BlackBerry. Aplikasi Gmail yang versi terdahulu, sebelumnya memang sudah aku gunakan dari dulu. Fitur-fiturnya menurutku sudah cukup untuk versi mobilenya. Tampilan nggak ribet dan cepat aksesnya.

Berbeda dengan versi sebelumnya, pada versi 2.0 ini aku menemukan beberapa fitur baru yang lumayan berguna. Diantaranya adalah:

  • Menunya lebih banyak dibandingkan dengan versi sebelumnya. Banyaknya pilihan menu mencerminkan jumlah fitur yang semakin banyak.
  • Email yang akan dikirimkan bisa disimpan terlebih dahulu dan bisa diakses di menu Mobile Drafts. Pada versi sebelumnya, tidak ada opsi ini.
  • Versi saat ini telah terintegrasi dengan Contacts yang kita miliki di account Gmail. Dengan fitur ini, memudahkan pengguna untuk mencari kontak dan menampilkan informasi yang relevan. Selain itu, kontak bisa di look up ketika pengguna membuat email. Sangat membantu jika pengguna tersebut tahu nama kontaknya tapi tidak tahu alamat emailnya.
  • Dukungan untuk multiple account. Melalui fitur ini, pengguna bisa membuka email dari beberapa account sekaligus. Cukup membantu jika pengguna tersebut memiliki lebih dari satu account dan memisahkan fungsi masing-masing account (misalnya account yang pertama untuk keperluan kerja, sementara yang lain untuk nyampah :p). Jadi untuk membuka account lain, tidak perlu sign out terlebih dahulu. Tinggal switch aja.
  • Ada menu Chats yang menampilkan daftar percakapan yang pernah dilakukan, walaupun bacanya rada-rada nggak enak karena layarnya terbatas.
  • Bisa offline. Tidak seperti versi sebelumnya yang harus online dulu ketika membuka aplikasi, pada versi terbaru ini, email-email terakhir / terbaru yang sebelumnya telah diambil dari server bisa dibaca secara offline. Artinya, pengguna bisa membaca dan membuat email tanpa perlu terhubung dengan internet terlebih dahulu. Email yang dikirimkan pada mode offline akan disimpan pada folder Outbox dan akan dikirimkan ketika aplikasi online.
  • Performa yang lebih baik, yang menurutku diakibatkan oleh adanya fitur offline. Loading aplikasi menjadi lebih cepat, karena aplikasi hanya perlu mengambil data-data terakhir dari memory handphone.
  • Shortcut yang lebih banyak dibandingkan dengan versi sebelumnya. Sayangnya pada beberapa menu, shortcutnya tidak ditampilkan. Untuk melihat semua shortcut yang tersedia, bisa mengaksesnya melalui Menu->Go to->Help.
Berharap semoga kedepannya aplikasinya bisa terintegrasi dengan Chat. Bisa sekalian chatting ketika membaca email. Dan mungkin bisa dipertimbangkan juga untuk menambahkan fitur untuk memuat attachments di dalam email yang dibuat. Kalau perlu develop versi untuk Symbian yang lebih powerful namun kurang portable karena jumlah handphone yang didukung Symbian tak sebanyak Java.

Tuesday, November 04, 2008

I hate Monday

It was really troubled me. I wished, I could go home early. This week, I intend to go home early everyday. I don't want to waste my time too much in the office. When I come home earlier, at least I can do more things useful for me. Moreover, I could spare my time to rest and sleep.

But, Monday has ruined my schedule. When suddenly, I had to prepare all documents needed for audit requirement. Just guess when I should submit all of them. It's the next day, Tuesday morning, today. Irritated me so much. After collecting all of the documents, I had to verify them one by one, organize them, ask my manager for approval and sign it, and finally scan it one by one and send it to the one who responsible in ruining my day.

Yesterday, I went out from office at 20:30. One hours later, I could relax myself on my room. Straighten my feet on my bed. Thinking, how much time I supposed to be had if I could go home earlier. After all, I am contented of what I had done yesterday. Even though I came home late, all damn things related to audit had been done. The question is: "Why there'll always be one day like this every week?" When, I had a plan but it's all had to be canceled due to my job. Sigh..

Saturday, November 01, 2008

Foto-foto Nikahannya Anti

Hari ini dateng sengaja pagi, dengan niat pengen ngambil foto-foto saat akad nikahnya. Tapi apa mau dikata, karena suasanya pada saat akad nikahnya terkesan sangat formal dan kaku, jadi nggak enak. Padahal banyak banget momen-momen yang bisa di-capture. Jadi bener-bener nyesel karena cuma bisa diem ngeliatin acara akadnya dari kursi.

Akhirnya, seperti biasa, foto-foto yang diambil kebanyakan foto bersama anak-anak CSUI-02 yang lain, walaupun ada beberapa sih foto Anti & Hari pas mau masuk ke kursi pelaminannya. Congrats buat Anti & Hari, semoga bisa menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahmah dan selalu diberkahi oleh Allah.

Foto-fotonya nggak terlalu banyak. Semuanya bisa dilihat di album Picasa-ku yang bisa dilihat melalui link berikut ini: http://picasaweb.google.com/amphie/NikahannyaAnti1Nopember2008

Wednesday, October 22, 2008

Cepat 2x sholat atau cepat 2x pulang?

Sedikit miris ketika sore kemarin aku melihat sesuatu yang menurutku agak-agak nggak sreg. Kejadiannya ketika aku sedang menunggu kereta di Stasiun Sudirman. Kereta yang sebenarnya aku tunggu - Sudirman Express tujuan Serpong - telah datang. Namun bukannya dari arah Manggarai, tapi dari arah Tanah Abang menuju Manggarai yang kemudian akan kembali lagi ke Tanah Abang lalu ke Serpong. Pada saat itu, telah masuk waktu maghrib. Waktunya cukup jika aku gunakan untuk melaksanakan sholat maghrib terlebih dahulu, sambil menanti keretanya kembali lagi dari arah Manggarai. 15 menit cukup lah.

Tetapi pemandangan yang aku lihat ternyata lain pikiranku saat itu. Ketika kereta datang, orang-orang berebut masuk ke dalam kereta. Kereta langsung terisi penuh. Agak-agak aneh aja menurutku. Kurasa lebih baik sholat dulu sembari menunggu keretanya kembali lagi. Karena, dengan jadwal keberangkatan 18:15 dan itupun juga telat, bisa-bisa sampe stasiun tujuan sudah keburu Isya. Sehari sebelumnya, naik yang pukul 17:30 saja baru sampe di rumah sekitar 18:30, tepat ditengah-tengah waktu antara Maghrib dan Isya. Masa iya mereka non muslim semua? Terlebih lagi, jika memang takut kereta tak terkejar karena sholat terlebih dahulu, masih ada kereta berikutnya pukul 18:25 yang berselisih 10 menit.

Mungkin karena fasilitas untuk sholat di Stasiun Sudirman kurang memadai sehingga menyebabkan orang-orang enggan untuk menunaikan sholat disana dan prefer sholat di rumah (walaupun udah telat bangat bahkan waktunya sudah habis). Tapi apapun alasannya, menurutku sholat di awal waktu lebih baik jika memungkinkan. Tampaknya saat ini orang-orang lebih banyak yang ingin cepat-cepat sampai di rumah dibandingkan dengan cepat-cepat menunaikan waktu sholat. Tanya kenapa...

Monday, October 20, 2008

Inspirasi..

Adalah hal yang sangat menyenangkan ketika setiap hari pikiran selalu dipenuhi dengan inspirasi-inspirasi. When your brain is filled with interesting things. It's the time when you'll have so many ideas. All the negative things will be washed out from your mind. Everything you see is beautiful. In my opinion, it's the best time to make a decision and plan your life. Inilah saat-saat dimana aku merasa sangat bersyukur karena aku bisa merasakan semua perasaan senang yang meluap-luap ini.

Walaupun demikian, bukanlah hal yang mudah untuk bisa selalu mengkondisikan diri agar pikiran ini selalu terisi dengan inspirasi-inspirasi positif. Banyak sekali faktor-faktor yang menyebabkan pikiran-pikiran menjadi kacau sehingga menghalangi ide-ide baru masuk.

Menurutku, beberapa hal berikut ini dapat menumbuhkan ide-ide dan inspirasi-inspirasi baru:

  • Istirahat yang cukup. Ketika tubuh lelah, pikiran menjadi tidak jernih. Akibat yang aku rasakan adalah malah banyak waktu terbuang karena banyak mengerjakan hal-hal yang nggak jelas dan kurang bermanfaat. Ujung-ujungnya malah tambah kurang istirahat. Kalo udah sakit, akibatnya malah nggak bisa konsen untuk berpikir.
  • Membaca buku. Dengan membaca buku, seringkali aku mendapat hal-hal baru yang bisa dijadikan bahan perenungan untuk mengubah diri sendiri menjadi lebih baik. Ide-ide baru pun banyak aku dapatkan melalui cara ini.
  • Membaca blog orang lain. Menurutku ini adalah cara untuk memahami pemikiran-pemikiran orang lain. Blog mencerminkan identitas dan karakter si penulisnya - IMHO. Dan tentu saja pemikiran-pemikiran si penulis blog ini bisa memberikan ide-ide baru, terutama ide untuk menulis blog lagi :P.
  • Menyendiri. Dari beberapa cara, inilah yang paling aku sukai. Bukannya bermaksud menjadi makhluk anti sosial. Tetapi kadang-kadang aku merasa dengan menyendiri, aku mempunyai cukup waktu untuk 'lari' dari kesibukan. It's the best time to contemplate and plan my life. Dengan waktu ini, aku bisa merenung sejenak untuk mengetahui sejauh mana progress yang telah aku buat dalam hidup ini, mengevaluasi diri, dan menentukan langkah-langkah selanjutnya untuk memperbaiki kualitas hidup yang sedang aku jalani ini.
  • Hunting foto *halah*, terutama dengan objek-objek natural seperti pemandangan dan objek-objek berupa makhluk hidup. Ini mungkin baru beberapa kali aku lakukan. Tapi efeknya lumayan. Bisa aku anggap sebagai salah satu cara mensyukuri nikmat Allah yang diberikan melalui kedua mataku. Begitu banyak pemandangan-pemandangan indah ciptaanNya yang bisa aku capture kedalam sebuah dokumen digital. Terlebih lagi untuk objek-objek makro. Indahnya sayap kupu-kupu dan warna-warni serangga-serangga yang bertebaran di taman bisa aku rekam. Sungguh, hidup ini terasa begitu menyenangkan jika kita bisa ikhlas dan mensyukuri semua karuniaNya.

Ada masukan lain?
*bertanya adalah salah satu cara untuk mendapatkan pemikiran-pemikiran orang lain - halah*

Saturday, October 18, 2008

Komik Pak Janggut

Beberapa waktu lalu, ada seorang rekan di kantor yang telah mengunduh koleksi Komik Pak Janggut. Entah dapetnya dari mana, tapi kalo aku lihat-lihat isinya sih cukup update sesuai dengan versi onlinenya yang ada di "Rumahnya Pak Janggut Indonesia". Makasih banyak buat Josef yang sebelumnya memposting link tersebut di milis. Tapi berhubung males baca secara online, waktu itu sempet mengunduh semua komiknya menggunakan aplikasi. Tapi berhubung telah ada yang berbaik hati mengunduh dan merapikan gambar-gambarnya per album, nggak apa-apa dong kalo versi yang ini aku pake. Thx Mas Nuri yang telah berbagi koleksi komiknya.

Kemaren-kemaren, aku upload semua filenya ke Rapidshare. Berikut ini adalah list komiknya:


Atau bisa membuka LinkList Rapidshare melalui link berikut ini: http://rapidshare.com/users/5TCIZD

Tuesday, October 14, 2008

Serangga apakah ini?

Penasaran, ini serangga apa ya? Ada yang bilang LadyBug, tapi kok rasa-rasanya bukan deh. Ada yang tahu?



Nikon D80
AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED
ISO 125
Aperture F/8
Focal length 105mm
Exposure 1/60

Monday, October 13, 2008

Sluurppp...



Nikon D80
AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED
ISO 125
Aperture F/8
Focal length 105mm
Exposure 1/200

Friday, October 10, 2008

Dibalik rumput...



Nikon D80
AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED
ISO 100
Aperture F/11
Focal length 105mm
Exposure 1/60

Thursday, October 09, 2008

Capung...



Nikon D80
AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED
ISO 200
Aperture F/5.6
Focal length 105mm
Exposure 1/50

Wednesday, October 08, 2008

Stress..

Melihat teman di depan meja lagi pusing, langsung ambil kamera dan jepret... Sekalian mencoba lensa pinjaman. Sorry Din.. no offense

Nikon D80
AF 50mm f/1.8D
ISO 200
Aperture F/1.8
Focal length 50 mm
Exposure 1/60

Macro Photography

Inilah alasan utama mengapa aku membeli kamera DSLR. Aku menyukai objek-objek close-up seperti bunga, serangga, dan objek-objek kecil lainnya. Untuk mencari objek-objek tersebut, menurutku nggak terlalu susah. Ada dimana-mana, bahkan di dalam rumah sekalipun.

Setelah memberi kamera berikut dengan lensa kitnya, baru sadar jika ternyata lensa kit tidak bisa digunakan untuk pengambilan gambar secara close-up untuk objek-objek yang berukuran kecil. Lensa 18-135 mm yang merupakan lensa kit dari kamera yang aku beli, nggak banget deh. Jarak fokus minimumnya sekitar 30 cm dari lensa. Dan itu udah maksimal, nggak bisa fokus untuk objek yang lebih dekat.

Akhirnya aku putuskan untuk membeli sebuah lensa makro yang cukup recommended, yaitu AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED. Dengan focal length 105 mm, lensa tersebut memberikan jarak yang cukup untuk mengambil objek-objek kecil seperti serangga. Jarak fokus minimumnya sekitar 31cm atau sekitar 15cm dari ujung lensa (dengan magnification ratio 1:1, artinya pada jarak segitu, ukuran objek pada sensor berukuran sama dengan ukuran objek yang sebenarnya). Lensa ini adalah prime lens. Nggak ada zoomnya, karena memang untuk makro biasanya nggak ada zoomnya. Dan konon secara kualitas, prime lens lebih baik dibandingkan dengan lensa yang bukan prime lens, walaupun mengurangi fleksibilitas.

Tadinya, aku pikir mengambil objek-objek makro itu gampang. Kalo ngeliat foto-foto yang ada di Fotografer.net atau di Flickr bagus-bagus banget, jadi mikirnya gampang aja. Ternyata susahnya setengah mati. Objeknya sih memang banyak dan ada dimana-mana, tapi untuk mendapatkan gambar yang bagus dan benar-benar tajam, mesti benar-benar sabar dan tekun. Dalam tulisan ini, aku ingin sedikit berbagi unek-unek dalam menggunakan lensa makro. Berikut ini adalah beberapa kesulitan yang aku alami:

  1. Untuk objek-objek tidak bergerak seperti bunga, lebih gampang diambil, karena objeknya diam. Untuk objek-objek bergerak seperti serangga, tak segampang yang dikira. Objek yang difoto harus didekati, dan nggak semua serangga bisa didekati dengan mudah. Ada beberapa yang langsung kabur begitu didekati dari jarak sekitar 2 meter.

  2. Untuk mendapatkan pembesaran yang maksimum (magnification ratio 1:1) objek jelas perlu didekati. Semakin dekat, semakin besar kemungkinan objeknya kabur. Terkadang ada momen yang bagus banget, begitu mau mengatur fokus, objeknya sudah menghilang duluan. Dan ini nggak terjadi cuma sekali atau dua kali. Jadi memang mesti benar-benar sabar.

  3. Depth of Field atau DOF (bagian dari objek yang berada dalam fokus). Semakin kecil DOF, maka bagian objek yang fokus semakin kecil. Misalnya mengambil gambar suatu serangga dengan DOF yang kecil, maka yang fokus hanya bagian tertentu saja, misalnya matanya saja, sementara kakinya blur. Karena pada DOF yang kecil, objek yang berbeda 1 mm saja dari fokusnya, akan tergambar blur alias nggak jelas.

  4. Permasalahan dalam DOF ini adalah, semakin besar magnification rationya - semakin dekat dengan objek, DOF nya juga semakin kecil. Untuk memperbesar nilai DOF, bisa menggunakan aperture (bukaan) yang lebih kecil (f-number yang lebih besar) sehingga seluruh objek yang akan diambil tergambar dengan tajam dan tidak blur. Kompensasi dari menggunakan nilai f-number yang lebih besar adalah shutter speed yang digunakan juga harus semakin lambat, agar cahaya yang masuk cukup - kalo nggak hasilnya gelap. Penggunaan shutter speed yang lebih lambat sangat merepotkan, karena semakin besar kemungkinannya terjadi shaking pada saat pengambilan gambar, yang ujung-ujungnya, gambar yang dihasilkan blur dan nggak jelas. Dan bahkan bisa saja gambarnya jelas, tapi fokusnya nggak tepat, karena ketika terjadi shaking, jarak fokus ke objeknya bisa berubah walaupun hanya 1 mm, dan hasilnya bisa fatal.

    Solusi untuk memecahkan masalah shutter speed ini adalah dengan menggunakan flash. Tapi nggak recommended deh kalo pake built-in flash. Dengan jarak sedekat itu, hasilnya malah nggak karu-karuan. Cahaya yang dihasilkan nggak soft, dan objeknya terlalu ter-expose. Yang bener sih katanya pake flash yang didesain khusus untuk Macro Photography, dimana cahaya yang dihasilkan lebih soft, dan flash nya juga nggak cuma satu, tapi ada dua, untuk meminimalkan bayangan pada gambar yang dihasilkan. Sayangnya, harganya mahal, sekitar 8-9 jutaan, mana nggak yakin lagi hasilnya kayak apa, plus cuma bisa dipake untuk macro, untuk kepentingan lain malah mubazir. Solusi lain bisa juga menggunakan flash eksternal yang standar dengan menggunakan tambahan diffuser agar cahayanya lebih soft. Mungkin hasilnya nggak sebagus yang memang didedikasikan untuk makro, tapi melihat foto-foto yang dihasilkan dari penggunaan eksternal flash yang standar, bagus-bagus kok. Walaupun demikian, eksternal flash juga bukan barang murah :(. Aahh.. semoga saja bisa kebeli dalam waktu dekat ini.

  5. Untuk kebanyakan kasus, aku memerlukan tripod agar gambar yang dihasilkan tajam walaupun menggunakan shutter speed yang lambat. Dan ini artinya nggak praktis. Bawa-bawa tripod kan ribet. Berat pula lagi. Masih mending objeknya bisa dapet. Menurutku tripod adalah tool wajib yang mesti dibawa. Ada sebagian orang yang nggak suka pakai tripod untuk mengambil gambar makro. Kurasa, walaupun sudah menggunakan flash, tripod akan tetap diperlukan untuk menjamin kualitas foto hasil jepretannya.

  6. Faktor lain yang cukup menyulitkan menurutku adalah angin. Sebel banget jika sedang ada serangga yang sedang diem diatas daun, tahu-tahu angin berhembus. Walaupun cuma sepoi-sepoi, bisa membuat gambarnya menjadi nggak tajam dan nggak fokus.
Itulah mungkin beberapa faktor yang membuat aku cukup frustasi ketika mengambil objek makro. Belum lagi jika sedang mengambil foto lain dengan lensa lain, tiba-tiba ada objek makro yang menarik. Ribet banget mesti ganti lensa. Begitu lensa sudah diganti, momennya udah hilang. Beruntung lensa yang aku beli, selain untuk makro, lumayan bagus untuk digunakan untuk mengambil foto-foto portrait. Hasilnya tajam dan memuaskan. Bisa digunakan sebagai pelarian ketika sudah frustasi dengan makro.

Tuesday, October 07, 2008

Reserved...

Nikon D80
AF-S VR 70-200mm f/2.8G IF ED
ISO 200
Aperture F/3
Focal length 105 mm
Exposure 1/400



Nggak sengaja nemu pas lagi jalan-jalan ke kuburan belakang rumah.


Monday, October 06, 2008

Wet...

Beberapa objek yang diambil setelah hujan pada pagi hari:

Nikon D80
AF-S VR 70-200mm f/2.8G IF ED
ISO 100
Aperture F/2.8
Focal length 200 mm
Exposure 1/20



Nikon D80
AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED
ISO 100
Aperture F/11
Focal length 105 mm
Exposure 1/20



Nikon D80
AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED
ISO 100
Aperture F/4.8
Focal length 105 mm
Exposure 1/40



Nikon D80
AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED
ISO 100
Aperture F/6.3
Focal length 105 mm
Exposure 1/80



Nikon D80
AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED
ISO 100
Aperture F/4
Focal length 105 mm
Exposure 1/100










Tuesday, September 23, 2008

Nikonians dari Cipayung :P


kebun raya bogor


Nikon D80
AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED
ISO 125
Aperture F/3
Focal length 105mm
Exposure 1/25


Monday, September 22, 2008

Buka Bersama CSUI 02

Agak-agak kecewa juga dengan acara buka bersama kemarin. Yang dateng sedikit, nggak sebanyak yang kubayangkan. Maklum sih, acaranya hari minggu dan besoknya mesti kerja. Belum lagi yang sudah punya acara-acara lain sebelumnya plus, penentuan harinya aja terkesan agak-agak mendadak. Tapi, walaupun begitu acaranya berjalan dengan baik. Semoga tahun depan masih bisa ngumpul-ngumpul lagi dan yang dateng juga bisa lebih banyak.

Setelah satu persatu melakukan konversi gambar dari RAW ke JPEG, dan ditambah dengan mengedit exposurenya, akhirnya selesai juga. Foto-foto lengkapnya dapat dilihat di Picasa.


Monday, July 14, 2008

epaper.kompas.com - Kompas Edisi Digital


Baru-baru ini, Kompas meluncurkan epaper.kompas.com yang merupakan layanan koran versi digital. Benar-benar versi digitalnya, semua berita dan iklan pun ditampilkan.

Walaupun versi digital, versi yang ditampilkan di situsnya bukan versi real time hari ini, tetapi satu hari lebih lambat. Cukup berguna juga lah walaupun telat sehari, masih update.

Yang cukup menyenangkan dari Kompas versi digital ini adalah berita-berita pada hari-hari sebelumnya masih bisa diakses, bisa di-search, dan di-print pula lagi. Fitur pencariannya kurasa sangat membantu sekali. Nggak perlu membolak-balik halaman untuk mencari kata-kata yang diinginkan. Navigasi antar halamannya pun lumayan mudah dan nyaman untuk digunakan.

Paling nggak, untuk baca berita-berita yang kemaren-kemaren, nggak perlu beli koran lagi. Tinggal baca secara online. Ramah lingkungan pula lagi, karena nggak perlu kertas. Walaupun nggak tahu juga sih apakah jumlah koran versi cetak yang diproduksi oleh Kompas akan dikurangi jika layanan Kompas versi digital ini sukses di pasaran.

Monday, June 30, 2008

Mari Berhemat

Agak miris juga melihat banyak sekali pemborosan energi listrik di kantor. Jika dilihat dari tiap-tiap ruangan yang ada di tiap-tiap lantai, hampir semua PC selalu menyala 24 jam setiap harinya. Ketika jam kantor berakhir dan pengguna PC tersebut akan pulang, alih-alih mematikannya, penggunanya lebih memilih untuk me-lock PC mereka masing-masing. Dengan asumsi jam kerja normal adalah jam 8 s/d jam 5 sore, penggunaan PC sekitar 9 jam dengan asumsi penggunanya tidak lembur. Artinya dalam sehari 15 jam PC tidak digunakan. Belum lagi hari Sabtu dan Minggu, nambah 48 jam lagi. Jadi dalam seminggu 1 PC idle selama 123 jam, sementara penggunaannya hanya 45 jam. Hampir 1:3 lah.

Jika ditanya mengapa PC nya tidak dimatikan sebelum pulang kantor, alasannya pun beragam. Semua alasan mengarah ke masalah kepraktisan dalam penggunaan. Ada yang mengatakan perlu waktu yang cukup lama agar PC tersebut siap digunakan. Ada lagi alasan lain yang mengatakan sudah banyak aplikasi yang dibuka, dan jika nanti PC tersebut restart perlu waktu lagi untuk membukanya satu persatu. Wajar juga sih, karena untuk orang-orang tertentu dalam satu desktop bisa membuka lebih dari 10 terminal dan aplikasi lainnya.

Memang kepraktisan menjadi alasan utama. Tapi apakah menunggu sekitar 10 menit untuk proses start up dan membuka semua aplikasi yang diperlukan lebih buruk dibandingkan dengan membiarkan PC idle selama 15 jam? Entah siapa yang memulai, tapi jika melihat trendnya, semua seolah menjadi kebiasaan yang diikuti juga oleh karyawan-karyawan yang baru.

Memang, karyawan tidak dikenakan biaya untuk pemakaian listrik di kantor. Semuanya telah ditanggung oleh perusahaan. Rasa-rasanya energi listrik di kantor menjadi unlimited, tidak akan habis, dan gratis tentunya. Anggap saja perusahaan mampu meng-cover seluruh biaya penggunaan listrik walaupun semua peralatan dinyalakan 24 jam nonstop. Namun demikian alangkah baiknya jika energi listrik tersebut digunakan seperlunya. Setelah membaca dari beberapa sumber, diketahui bahwa masyarakat Indonesia boros listrik. Walaupun penggunaan listrik di kantor bisa dianggap gratis (karena kantor mampu membayar), akan tetapi sumber daya listrik tersebut tidaklah unlimited, namun terbatas. Kasihan kan daerah-daerah lain yang belum bisa menikmati listrik, jatahnya berkurang karena perilaku boros listrik yang diakibatkan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menghemat energi listrik.

Isu lain adalah 34 % energi listrik yang tersedia dihasilkan dari bahan bakar minyak (sumber: www.kapanlagi.com/h/0000235307.html). Padahal harga minyak saat ini terus naik. Yah, disinilah dilemanya, di satu sisi seolah listrik murah, tapi harga sumber untuk menghasilkan listrik tersebut semakin mahal dan semakin lama semakin terbatas. Belum lagi isu pemanasan global diakibatkan oleh bertambahnya gas karbondioksida di atmosfer yang salah satu penyebabnya berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Padahal kini efek pemanasan global sudah dirasakan dimana-mana. Pola cuaca yang ekstrim dan sulit diprediksi dan meningkatnya suhu rata-rata di permukaan bumi adalah satu dampak yang timbul akibat pemanasan global. Semakin miris ketika membaca berita-berita mengenai efek pemasanan global di internet. Rasa-rasanya cepat sekali dampat yang terjadi, dan seolah semuanya terjadi tanpa kita sadari.

Berhemat energi hanyalah satu dari solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi efek pemanasan global. Masih banyak solusi-solusi lain yang bisa dilakukan seperti mencari sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan, menanam pohon dan mengurangi penebangan hutan secara liar, dan lain sebagainya, Masyarakat perlu menyadari dan ikut memikirkan solusi untuk menekan dampak pemanasan global. Tidak usah jauh-jauh, mari dimulai dari diri kita sendiri. Mari kita mencintai dan menyelamatkan bumi kita!!!

Wednesday, June 11, 2008

KRL Ekonomi AC Malam: Serpong Manggarai PP

Sejak hari senin (9 Juni 2008) kemarin dioperasikan KRL Ekonomi AC malam untuk jurusan Manggarai - Serpong PP. Jadwalnya bisa dilihat di tabel dibawah ini:

Serpong-Manggarai

No KA 4043 4045
Serpong 20.00 22.00
Rawabuntu Berhenti sebentar Berhenti sebentar
Sudimara 20.10 22.10
Pondokranji 20.15 22.15
Kebayoran Lama 20.25 22.25
Palmerah 20.31 22.31
Tanah Abang 20.38 22.38
Sudirman Berhenti sebentar Berhenti sebentar
Manggarai 20.47 22.47


Manggarai-Serpong
No KA 4044 4045
Manggarai 20.50 22.50
Sudirman Berhenti sebentar Berhenti sebentar
Tanah Abang 21.00 23.00
Palmerah 21.06 23.06
Kebayoran Lama 21.12 23.12
Pondokranji 21.21 23.21
Sudimara 21.28 23.28
Rawabuntu Berhenti sebentar Berhenti sebentar
Serpong21.35 23.35

Berhubung aku biasanya kalo pulang dari Stasiun Palmerah, aku bisa naik yang jadwalnya pukul 21.06 dan 23.06. Sangat membantu sekali jika kebetulan harus pulang malam dari kantor. Sebelumnya, kereta terakhir dari Palmerah adalah KRL ekonomi biasa yang berangkat pukul 20.22 ke Serpong. Beda sekitar 45 menit lah.

Tidak seperti KRL Ekonomi AC biasa yang harga karcisnya 5.000, harga tiket KRL Ekonomi AC malam adalah 6.000. Beda 1.000 aja sih nggak masalah. Yang penting kan service availability nya. :p

Daripada pulang mengunakan P20 ke arah Lebak Bulus ditambah ganti angkot 2 kali, lebih nyaman menggunakan kereta. Itung-itungannya pun beda lumayan jauh. Naik kendaraan biasa ke rumah rata-rata memerlukan waktu 1,5 jam. Sementara menggunakan kereta bisa 45 menit lebih cepat. Secara ongkos pun lebih murah menggunakan kereta. Naik bus ke Palmerah + kereta = 2.500 + 6.000 = 8.500. Sementara naik P20 + ganti angkot 2 kali = 9.500. Kereta jelas lebih nyaman. Ber-AC dan nggak macet.

Kemarin aku pulang malam, sekalian pengen mencoba KRL Ekonomi AC malam. Aku naik kereta yang pukul 21.06 dari Palmerah. Ternyata tidak sesepi yang aku kira. Masih kebagian tempat duduk sih. Tapi di gerbong yang aku naiki, semua tempat duduk telah terisi. Setelah lewat Stasiun Kebayoran Lama, penuh deh. Cukup banyak penumpang yang berdiri. Kurasa jika melihat jumlah penumpangnya, ternyata peminatnya cukup banyak, dan kebanyakan adalah orang-orang kantoran. PJKA tampaknya sudah mengetahui keadaan ini, makanya berani mengoperasikan KRL Ekonomi AC malam.

Dari sisi keamanan, sepertinya bisa dijamin aman. Kali ini, kondekturnya tidak hanya ditemani Polsuska saja (Polisi Khusus KA), tapi bener-bener polisi yang membawa senjata api. Mantap dah. Moga aja copet nggak berani masuk deh.

Semoga ini semua merupakan pertanda bahwa PJKA saat ini sedang berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna jasa kereta api khususnya untuk Jabodetabek. Moga kedepannya PJKA bisa lebih baik lagi dalam memberikan pelayanannya.

Thursday, May 29, 2008

Hari gini ga beli karcis???

Hari ini aku mencoba pulang lebih cepat dari biasanya. Jika biasanya aku pulang menggunakan KRL Ekonomi AC jurusan Tanah Abang Serpong, kali ini pulang naik KRL Ekonomi yang biasa. Penuhnya sih sama aja, cuma bedanya yang AC tentu lebih nyaman, tetapi jadwalnya 1 jam setelah KRL Ekonomi yang biasa. Harga karcis, tentu berbeda juga lah.

Biasanya, naik KRL Ekonomi AC atau KRL Ekspress, penumpangnya kebanyakan orang-orang kantoran. Yang dalam hal ini, tentunya mereka membeli karcis sesuai dengan harga yang telah ditetapkan. Walaupun jarang dilakukan pemeriksaan karcis diatas kereta, tapi aku yakin mereka cukup disiplin lah. Malu aja kali tuh pake baju rapi ketahuan nggak beli karcis.

Situasinya cukup berbeda dengan penumpang KRL Ekonomi biasa. Sebagian penumpangnya adalah orang-orang kantoran, sebagian lagi pedagang asongan dan penumpang biasa yang memang menggunakan KRL sebagai sarana transportasi, bukan pulang dari tempat kerja.

Tadi ada kejadian yang cukup menarik, setahuku biasanya hanya kondektur saja yang memeriksa karcis diatas kereta. Kali ini ada beberapa petugas keamanan yang menemani kondektur ketika memeriksa karcis masing-masing penumpang. Jika biasanya penumpang yang tidak memiliki karcis bisa membayar diatas kereta (dengan membayar Rp. 1000, padahal harga karcis Rp. 1500, dan nggak tahu tuh yang Rp. 1000 masuk ke PJKA atau ke kondekturnya), kali ini penumpang yang tidak memiliki karcis tak berkutik oleh petugas keamanannya. Menurut aturannya, yang ketahuan nggak memiliki karcis akan dikenakan denda sebesar Rp. 5000 (untuk KRL Ekonomi biasa), dan penumpang tersebut akan mendapatkan tanda bukti berupa karcis suplisi (kalo nggak salah namanya seperti itu). Tadi lumayan juga sih, ada beberapa yang ketahuan tak memiliki karcis. Padahal kulihat dari penampilannya sih mampu untuk beli. Masa iya sih harga karcis Rp. 1500 nggak bisa kebeli. Udah jaraknya lumayan jauh, waktu perjalanan lebih singkat, keitung murah banget, dan selama dua kali kenaikan harga BBM harganya belum naik, tetap Rp. 1500, masih bisa aja nggak beli karcis. Padahal, mereka-mereka yang nggak beli karcis tadi kulihat bisa tuh membayar harga karcis suplisinya.

Semoga saja dengan kejadian ini mereka kapok. Atau sekalian aja sekarang kondektur mesti ditemani oleh petugas keamanan supaya penumpangnya lebih disiplin dan nggak ada kebocoran pemasukan untuk PJKA.

Monday, May 19, 2008

The Chronicles of Narnia: Prince Caspian

Berhubung dulu film pertamanya lumayan bagus, jadi pengen nonton film keduanya deh. Jadilah acara nontonnya hari sabtu kemaren di PIM 2. Sekalian jalan-jalan dan beli buku disana. Tadinya pengen nonton pas hari kerja. Lebih sepi dan lebih leluasa. Tapi karena jadwal filmya nggak cocok, jadi males deh.

Sewaktu mau beli tiket, antriannya panjang bener dah. Weekend sih. Karena datang kesananya udah agak telat, ngambil CD Ubuntu dulu di kantor pos Fatmawati, jadi agak ragu juga bisa dapet tiket atau nggak. Cuma, karena nontonnya sendirian, bisa dapet deh. Padahal hampir semua tempat duduknya sudah terisi. Cuma ada beberapa tempat duduk yg masih kosong, tapi tidak berderetan tentunya.

Di film yang kedua ini, menurutku nggak terlalu nyambung sama film yang pertamanya. Nyambungnya nggak terlalu signifikan lah. Jadi nggak masalah buat yang belum nonton film pertamanya.

Efek visual yang ditampilkan sudah jauh lebih baik dibanding pendahulunya, yang dulu masih kasar dan ketahuan banget bohongnya. Theme soundtracknya juga banyak kesamaannya dengan film yang pertama. Yah, secara overall sih lumayan worth lah untuk ditonton.

Akhirnya datang juga...


Setelah menunggu sekitar 3 mingguan lebih, CD Ubuntu Hardy yang kupesan akhirnya datang juga. Seperti biasa, berhubung mintanya dikirim ke kantor, ujung-ujungnya malah disuruh ngambil barangnya ke kantor pos, plus bayar Rp. 3000. Aneh deh, padahal kenapa ga dikasih langsung aja.

Di versi yang 8.04 ini, cuma bisa request 1 CD aja. Bisa minta lebih siy, tapi mesti ngasih alesan macem-macem. Padahal di versi yang 7.10 sekali pesan dikasih 2 CD. Walaupun sebenernya 1 aja udah cukup. Dan nggak perlu repot-repot pula. Tinggal download aja. Tapi, lumayan lah, buat kenang-kenangan ama stiker gratisnya.

Thursday, May 01, 2008

Hardy Heron on Portege M600

Beberapa hari yang lalu, aku menginstall Ubuntu 8.04 Hardy Heron ke laptop Portege M600 ku. Udah nggak perlu pake upgrade lah. Langsung hajar aja, install ulang, menimpa instalasi Ubuntu Gutsy 7.10 yang sudah ada. Berhubung sejak awal partisi untuk /home sudah aku pisahkan dari partisi utamanya, nggak perlu khawatir ada data-data personal dan preference (shortcut, tampilan desktop, history, bookmark, dsb) yang hilang.

Performa dan Tampilan
Puas deh ama tampilannya, apalagi didukung dengan GNOME 2.22, Xorg 7.3 dan Kernel 2.6.24. Walaupun dari tampilan nggak berbeda jauh dengan pendahulunya, untuk versi yang ini kurasa ada penambahan performa. Kerasa lebih kenceng dibandingkan dengan Gutsy. Bagi pengguna Gutsy, kusarankan untuk mengupgrade ke Hardy. Bakalan kerasa deh peningkatan performanya.

Tidak seperti pada Gutsy, dimana pertama kali install resolusi desktopnya rada-rada bermasalah di Portege M600. Mana VGA card nya masuk black list (atau memang belum di-support), jadi nggak bisa pake compiz kalo nggak diutak-atik dulu. Sekarang sudah diperbaiki di Hardy.


Suara
Sound Card Portege M600 (Realtek ALC268) dikenali dengan baik, dan yang penting suaranya keluar. Seneng banget ketika setelah proses login, keluar deh suara start up Ubuntu yang khas. Pada Ubuntu 7.10 sebelumnya sound cardnya dikenali, tapi suaranya nggak keluar. Waktu itu sempet puyeng karena solusinya nggak ketemu juga. Akhirnya bisa keluar juga setelah menginstall module backport nya Ubuntu.

Firefox 3 beta 5
Nggak terlalu ngeh dengan fitur-fitur baru yang ada di firefox terbaru ini. Yang paling berasa sih fungsi autocomplete pada address bar nya yang berasa lebih 'keren' dan lebih cerdas. Keyword yang diketik pada address bar selain dicari pada history alamat web yang dikunjungi, juga akan dicari pada judul bookmark dan tag yang diberikan pada bookmark.


Fitur lain yang menurutku lumayan menarik adalah fitur untuk menyimpan session dari tab yang sedang dibuka. Ketika aplikasi firefox akan ditutup, muncul dialog konfirmasi yang meminta pengguna untuk memilih menyimpan session semua tab yang sedang dibuka atau tidak. Jika session tab nya disimpan, maka nanti ketika firefox dijalankan lagi, semua tab yang terbuka sebelumnya, akan dibuka kembali. Jika dulu pengguna harus menginstall Add-On tambahan seperti Session Saver, sekarang sudah tidak diperlukan lagi karena sudah terintegrasi.


Authorizations
Ada fitur baru yang namanya Authorizations / Policy Kit yang bisa diakses dari System->Administration->Authorizations. Fitur PolicyKit ini memungkinkan aplikasi-aplikasi administratif seperti pengaturan waktu, pengaturan user dan group, dan lain sebagainya dapat dijalankan dengan menggunakan priveledge user biasa, bukan sebagai root. User biasa tersebut dapat melakukan perubahan konfigurasi pada aplikasi-aplikasi administratif dengan mendapat priveleges khusus.


Masih belum ngerti banget ama fungsi sebenarnya dari PolicyKit ini. Tapi sepertinya dengan PolicyKit ini urusan-urusan yang bersifat administratif jadi lebih gampang ngaturnya. Bisa mengatur user mana saja yang dapat mengakses fungsi-fungsi administratif tertentu dan mana yang tidak.


Wubi
Wubi memungkinkan user untuk meng-install Ubuntu di dalam partisi Windows tanpa perlu membuat pertisi sendiri secara terpisah. Dan bisa di uninstall pula lagi. Minimal space yang tersedia sekitar 5GB untuk bisa digunakan. Ketika instalasi ukuran partisi instalasinya dapat diatur sesuai dengan kapasitas free space yang ada pada partisi yang akan diinstall. Ukuran minimal partisi instalasinya adalah 4GB. Pada dasarnya, Wubi membuat semacam hard disk virtual pada partisi yang telah ada. Lalu pada saat boot, hard disk virtual tersebut di load jadi seolah-olah menjadi seperti partisi sendiri yang terpisah. CMIIW. Walaupun katanya performanya sedikit menurun dibandingkan jika diinstall pada partisi sendiri, kurasa perbedaannya nggak terlalu terasa.


Fitur ini cocok untuk pengguna Windows yang tertarik untuk mencoba Ubuntu dan nggak mau ribet pada saat instalasinya. Terbukti beberapa temen kantorku berhasil kuracunin untuk menggunakan Ubuntu karena fitur ini. Buat yang sudah bosen dengan virus-virus yang berkeliaran di Windows, nggak ada salahnya untuk mencoba Wubi :P.