Friday, December 14, 2007

Perjuangan Menuju Kantor

Pagi ini, aku berangkat buru-buru ke stasiun kereta untuk pergi ke kantor karena mendengar kabar semua KRL alias kereta listrik tidak ada yang beroperasi. Penyebabnya adalah gardu listrik yang terbakar. Entahlah di gardu listrik yang mana aku kurang tahu. Beruntungnya, jalur kereta Serpong-Tanah Abang dilewati oleh Kereta Diesel (KRD) dari Rangkasbitung menuju Jakarta Kota. Namanya juga kereta diesel, tidak terpengaruh oleh ada atau tidaknya aliran listrik.

Aku berangkat jam setengah 7 dari rumah dengan harapan bisa mengejar KRD yang jam setengah 7 lewat. Berhubung stasiunnya deket dari rumah, berangkat mepet-mepet dikit nggak apa-apa lah. Sesampainya di stasiun, kulihat keadaannya lumayan semrawut. Banyak sekali orang yang memenuhi halaman stasiun. Sepertinya mereka baru tahu juga bahwa pagi itu tidak ada KRL yang beroperasi. Kulihat mereka sepertinya agak-agak panik mengalami kejadian yang jarang terjadi seperti ini. Ada yang memutuskan untuk naik angkot atau ojek ke kantornya. Beberapa bahkan sibuk dan dengan serius menelepon. Entah siapa yang di telpon. Mungkin bosnya kali yah, dan mengabari kalau orang tersebut datang terlambat masuk kantor.

Aku lebih memilih kereta karena perjalanan ke kantor bisa ditempuh dalam waktu 45 menit. Jika naik kendaraan lain, bisa sampe 2 jam. Nggak kebayang macetnya di daerah Lebak Bulus dan Mampang kalau mesti naik bus. Karena alasan inilah, apapun yang terjadi, mending naik kereta aja lah. Kecuali jika memang nggak ada satupun kereta yang jalan, baru nyari alternatif lain.

Setelah memasuki stasiun, semakin banyak orang yang aku lihat. Rada-rada nggak yakin juga bisa naik kereta KRD yang biasanya penuh dengan para pedagang pasar. Terlebih lagi situasinya sedang seperti ini. Akhirnya kereta pun datang. Dan benar saja, kereta tersebut sudah penuh sekali dengan para pedagang dan penumpang dari stasiun Serpong. Berhubung sudah niat untuk naik kereta apapun yang terjadi, aku paksakan untuk naik. Lumayan, ketika itu aku teringat kata-kata di buku Sang Pemimpi karya Andrea Hirata yang baru selesai aku baca. Pikiran positif dan optimis akan mengekstrapolasi kurva yang menanjak (apa coba). Yah ternyata tak ada yang tak mungkin jika kita berusaha. Asalkan ada niat dan determination, semua yang berat akan terasa ringan saat kita melaluinya.

Akhirnya aku sampai di kantor jam setengah 8. Beruntung nggak sampe telat. Kalo nggak naik kereta bisa-bisa jam 9 baru nyampe. Itupun udah dengan keadaan mandi keringat. Di pagi itu kuperkirakan ribuan penumpang sepanjang jalur Serpong-Tanah Abang yang tidak terangkut kereta. Entahlah, mereka sampai jam berapa di kantornya masing-masing. Yang jelas aku bisa sampai di kantor tepat waktu, dan nggak perlu sampai mandi keringat walaupun keretanya penuh banget :P.

0 comments: