Tuesday, November 13, 2007

Mencoba DewaLinux

Beberapa hari yang lalu tanpa sengaja aku mendengar istilah DewaLinux dari seorang teman. Karena penasaran, aku coba googling untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai DewaLinux. Berdasarkan informasi yang aku dapatkan, DewaLinux merupakan distro turunan dari Ubuntu yang dikembangkan oleh aktivis Open Source Jember. Distro ini memiliki tampilan yang mirip dengan Windows XP. Hmm... bagi pengguna Windows yang mau migrasi ke Linux, distro ini sepertinya layak untuk dicoba.

Sayangnya aku belum sempet untuk mencoba meng-install distro ini. Males juga karena mesti menyediakan partisi baru untuk DewaLinux ini. Selain itu, aku kan udah pake Ubuntu. Berhubung distro ini adalah turunan dari Ubuntu, jadinya kupikir ujung-ujungnya bedanya nggak akan jauh. Jadinya, aku cuma menjalankan distro ini menggunakan emulator VirtualBox dari Ubuntu ku. Sengsara juga karena Ubuntu yang berjalan di laptop yang aku gunakan berjalan dengan memori yang pas-pasan, 512 MB. Dan berbagi memori dengan VirtualBox ternyata sangat menyita resource. Syukur juga bisa mengambil beberapa screenshot dari live CD nya. Akhirnya, karena nggak sanggup dengan lambatnya, aku nggak install distro ini. Cukup lah menjalankan live CD nya aja.

Berikut ini adalah beberapa screenshot yang diambil dalam VirtualBox:







Ternyata DewaLinux menggunakan XFCE sebagai desktop environmentnya. Maklum sih aku baru pertama kali ini pakai XFCE, jadinya nggak terlalu ngeh dengan tampilan desktopnya. Memang sih aku akui icon-icon dan theme nya mirip sekali dengan Windows XP. Sayangnya icon-icon bawaan distro ini menurutku terkesan nggak serasi dengan theme Windows XP nya. Lagipula, aku udah terlanjur suka ama GNOME dengan theme Gartoon nya.

3 comments:

kunderemp said...

Menurutku, karena terlalu dimiripkan dengan Windows, justru jadi kelemahannya.. Freespire agak lebih baik di sini.


Console-nya itu. Aku gak begitu doyan. Terlalu mirip banget dengan DOS yang gak ada scrollbar-nya dan hurufnya terlalu besar.

Selain itu berat buat laptopku..

Tunjung Tri Utomo said...

aku barusan install dewalinux di laptop P4 2,6 GHz, Mem 512MB,HDD 60GB,vga share ku set ke 8 MB.

Yang lambat cuma bootingnya aja kok,yg rata2 ngabisin lebih dari 2,5 menit.Begitu masuk smuanya snappy dan responsif.

Setelah tanya2 ternyata waktu booting bisa dipangkas dengan mematikan beberapa service.

Di satu sisi,kemiripannya dengan WinXP memang membuat kita mempertanyakan kreatifitas si pembuat.Tapi disisi lain,si pembuat,dan juga kita semua,hidup di dalam masyarakat Indonesia yang agak sulit menerima perubahan terhadap apapun yang telah biasa kita lakukan tiap hari,termasuk dalam pemakaian OS WinXP (yg kebanyakan adalah versi bajakan).Jadi menurutku langkah membuat linux yg mirip dengan windows ini masuk akal dan logis.Meski perlu dicamkan bahwa tindakan memiripkan linux dengan Windows ini harus dianggap sebagai bagian dari proses sosialisasi penggunaan software2 open source dalam masyarakat,jadi kedepannya tidak boleh kita selalu berusaha memiripkan rupa distro2 linux dengan windows,terutama kalau kita bisa membuat yg lebih baik.

Bottom line,kerja yang bagus dari Joss center sebagai pembuat.

Atik said...

Untuk info, sekarang sudah ada Dewlinux versi baru: Dewalinux Eiffel (http://www.dewalinux.web.id). Tampilannya mirip Windows Vista....