Tuesday, November 27, 2007

Nikahannya Irene - 24 Nopember 2007

Well, akhirnya sempet juga nge-post di blog. Acaranya lumayan rame, yang sebenernya kayaknya rame gara2 anak CSUI 02. Rada-rada nggak tahu malu juga tuh :P. Serasa bikin acara sendiri aja di acara nikahannya Irene. Waktu acaranya udah selesai pun anak-anaknya masih pada nongkrong. Entah pada males pulang atau emang masih pada betah. Hehe... Yang jelas, lebih rame lah dibandingkan dengan acara-acara sebelumnya.

Foto-fotonya bisa dilihat di picasa.

Foto-foto ukuran asli dan belum diapa-apain, bisa diunduh di:



Saturday, November 17, 2007

Seandainya

Ah, kemanakah keinginan itu pergi
Setelah sekian lama hati ini sepi
Kurindukan sesuatu yang cukup berarti
Untuk sekedar mengobati rasa sesal ini

Terbayang sekilas rasa itu
Menumbuhkan sedikit asa
Bagai secercah cahaya dalam kegelapan
Semoga ini adalah pertanda
Untuk mengejar impianku

Kerinduan ini semakin dalam
Namun apa daya aku tak kuasa
Aku tak mampu meraihnya
Menggapai sebuah rasa yang begitu kunantikan

Ku ingin memilikinya
Perasaan yang tak lekang oleh ruang dan waktu
Yang membuat hidupku menjadi lebih indah
Lebih berarti dan bermakna

Seandainya..
Aku bisa memiliki perasaan ini

Thursday, November 15, 2007

SOCKS Proxy dengan SSH

Berhubung di kantor ada akses ke server yang terhubung langsung ke internet (dalam artian nggak lewat proxy lagi), aku bisa membuat SOCKS Proxy dengan menggunakan ssh. Karena di kantor menggunakan proxy, jadi akses ke luar menggunakan port-port selain port 80 diblok. Dengan menggunakan SOCKS Proxy, lumayan lah jadi bisa akses port-port lain seperti FTP, IMAP, dan SMTP.

Dengan menggunakan perintah :

ssh -D @server

contoh : ssh -D 1080 user@10.1.1.1

maka setelah terkoneksi ke server 10.1.1.1 akan dibuat SOCKS Proxy di localhost:1080. Email Client seperti Thunderbird pun bisa digunakan dengan menggunakan Socks Proxy yang telah dibuat ini. Untuk keperluan browsing di Firefox, cuma perlu mengatur agar proxy yang digunakan adalah Socks Host dan mengisi alamatnya dengan localhost atau 127.0.0.1 di port 1080.

Sebagai informasi tambahan, karena menggunakan koneksi SSH yang notabene secure, jadi semua paket yang masuk dan keluar akan dienkripsi dulu. Lebih aman dan nggak akan bisa di snoop dengan mudah.

Tuesday, November 13, 2007

Mencoba DewaLinux

Beberapa hari yang lalu tanpa sengaja aku mendengar istilah DewaLinux dari seorang teman. Karena penasaran, aku coba googling untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai DewaLinux. Berdasarkan informasi yang aku dapatkan, DewaLinux merupakan distro turunan dari Ubuntu yang dikembangkan oleh aktivis Open Source Jember. Distro ini memiliki tampilan yang mirip dengan Windows XP. Hmm... bagi pengguna Windows yang mau migrasi ke Linux, distro ini sepertinya layak untuk dicoba.

Sayangnya aku belum sempet untuk mencoba meng-install distro ini. Males juga karena mesti menyediakan partisi baru untuk DewaLinux ini. Selain itu, aku kan udah pake Ubuntu. Berhubung distro ini adalah turunan dari Ubuntu, jadinya kupikir ujung-ujungnya bedanya nggak akan jauh. Jadinya, aku cuma menjalankan distro ini menggunakan emulator VirtualBox dari Ubuntu ku. Sengsara juga karena Ubuntu yang berjalan di laptop yang aku gunakan berjalan dengan memori yang pas-pasan, 512 MB. Dan berbagi memori dengan VirtualBox ternyata sangat menyita resource. Syukur juga bisa mengambil beberapa screenshot dari live CD nya. Akhirnya, karena nggak sanggup dengan lambatnya, aku nggak install distro ini. Cukup lah menjalankan live CD nya aja.

Berikut ini adalah beberapa screenshot yang diambil dalam VirtualBox:







Ternyata DewaLinux menggunakan XFCE sebagai desktop environmentnya. Maklum sih aku baru pertama kali ini pakai XFCE, jadinya nggak terlalu ngeh dengan tampilan desktopnya. Memang sih aku akui icon-icon dan theme nya mirip sekali dengan Windows XP. Sayangnya icon-icon bawaan distro ini menurutku terkesan nggak serasi dengan theme Windows XP nya. Lagipula, aku udah terlanjur suka ama GNOME dengan theme Gartoon nya.

Tuesday, November 06, 2007

HSDPA I'm coming...

HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) merupakan teknologi lanjutan dari 3G yang memungkinkan kecepatan transfer data yang lebih tinggi. Dengan HSDPA, kecepatan transfer untuk downlink bisa mencapai 3.6 Mbps, sementara untuk uplinknya sekitar 384 Kbps. Lumayan beda jauh jika dibandingkan dengan 3G yang kecepatan transfer untuk downlink dan uplink nya masing-masing 384 kbps dan 64 kbps.

Setelah beberapa waktu lalu memastikan bahwa rumahku telah ter-cover jaringan HSDPA (pake HP HSDPA, dan itupun minjem :P), akhirnya kemaren aku meminjam (lagi, dan dari orang yang sama pula lagi) USB Modem Huawei E220 yang memang dijual sepaket dengan paket penjualan Telkomsel Flash. Setelah mencoba USB Modemnya, sepertinya jaringan HSDPA di rumahku belum stabil. Sinyalnya nggak sekuat 3G. Tapi cukuplah untuk sekedar mencoba.



Seperti biasa, yang pertama kali dicoba adalah tentu saja speed transfernya. Pengujian kecepatan transfernya menggunakan speedtest. Hasil yang didapatkan ternyata tidak terlalu buruk. Inilah hasil pengujian kecepatannya dengan menggunakan beberapa server:





Pagi ini, setiba di kantor, aku coba tes lagi menggunakan USB Modem. Ternyata perbedaan kecepatannya lumayan juga. Agak-agak aneh juga ketika menguji dengan server di Tokyo. Perbedaan kecepatan downlink dan uplinknya jauh banget. Ini hasil pengujian selengkapnya dari kantor:





Dengan melihat perbedaan hasil pengujian antara di kantor dan di rumah, sepertinya memang jaringan HSDPA di rumah belum terlalu bagus. Tapi paling nggak kecepatan transfernya lumayan lah jika dibandingkan dengan 3G. Hmm... Sayangnya USB Modemnya cuma pinjem. Hari ini mesti dibalikin lagi. Jadi pengen beli.. :(, tapi sepertinya nggak worth. Jadi penasaran ama Nokia 6120 classic niy...

Saturday, November 03, 2007

Mudahnya konek ke internet menggunakan Ubuntu

Semenjak install Ubuntu Gutsy Gibbon di laptop, aku nggak pernah mencoba untuk konek ke internet selain menggunakan WiFi atau kabel LAN di kantor. Di rumah, sekarang udah rada-rada jarang untuk online. Sepulang kerja maunya cepet-cepet tidur. Biar bisa bangun lebih pagi keesokan harinya.

Kebetulan hari ini aku pulang ke Ciamis. Dan ketika mau coba konek ke internet lewat Ubuntu, aku baru sadar kalo Ubuntu nya sudah aku upgrade. Dan belum sempet install package macem-macem lagi. Biasanya sih dulu konek ke internet menggunakan media bluetooth. Berhubung bluetoothnya lupa kubawa, jadinya yang memungkinkan cuma melalui kabel data. Untungnya kabel data N70 ku selalu kubawa.

Untungnya konfigurasi untuk konek ke internetnya nggak ribet. Tinggal mengedit file /etc/wvdial.conf yang isinya kira-kira seperti ini:

[Dialer Defaults]
modem = /dev/ttyACM0
baud = 460800
init1 = AT
init2 = AT+CGDCONT=1, "IP", "flash"
phone = *99#
Username = ''
Password = ''
Stuppid Mode = yes


Berhubung aku pakai Telkomsel Flash, maka settingan init2 nya seperti diatas. Belum aku coba juga sih menggunakan operator dan handset tipe lain. Seharusnya nggak jauh beda.

Semakin seneng aja pake Ubuntu. Ga perlu install macem-macem udah bisa konek ke internet dengan mudah. Berbeda dengan menggunakan Windows. Dimana aku mesti install dan menjalankan Nokia PC Suite terlebih dahulu untuk konek ke internet. Mana aplikasinya lumayan makan memori juga lagi. I Love Ubuntu... ;)