Sunday, October 21, 2007

Pengalaman buruk dengan prosesor

Akhir-akhir ini, suara kipas pendingin prosesor komputer di rumahku berisik sekali. Sejak komputerku aku pindahkan dari kampus dulu, memang suaranya sudah bising. Tapi nggak sebising yang sekarang. Maklum aja sih, secara di rumah nggak pake AC dan prosesor yang kugunakan adalah Pentium D yang panasnya minta ampun. Jadi suara bising itu masih aku anggap wajar lah. Beli kipas tambahan, males juga masangnya ntar. Jadi selama ini aku biarkan saja.

Kejadiannya dimulai beberapa hari yang lalu ketika aku sedang menggunakan komputerku lalu tiba-tiba mati listrik karena kelebihan beban. Setelah listrik nyala lagi, tiba-tiba di BIOS nya muncul peringatan kalo temperatur CPU nya nggak normal. Setelaah aku periksa di BIOS nya, cukup mengejutkan juga ternyata. Suhu di prosesor dilaporkan mencapai 100° C. Weks... lumayan juga nih, bisa membuat air mendidih dengan menggunakan prosesorku.

Karena penasaran, aku bongkar saja heatsink dan kipas CPU nya dari motherboard. Karena memang nggak pengalaman membongkar dan memasang heatsink CPU, jadinya rada-rada lama deh, sambil belajar-belajar dulu. Hmm.. ternyata di heatsinknya banyak sekali debunya yang terpaksa aku bersihkan dulu (karena skalian udah dibongkar).

Setelah aku bersihkan dan aku pasang lagi, ternyata kondisinya tidak membaik. Suara kipas masih tetap bising tetapi suhu prosesornya sudah tidak bermasalah lagi walaupun masih tetap panas untuk ukuran normal. Akhirnya aku kepikiran mungkin sebaiknya aku tambahkan gel diantara prosesor dan heatsinknya. Siapa tahu kondisinya lebih baik.

Setelah membeli gel yang dibuat khusus untuk prosesor seharga 15 ribu rupiah, aku bongkar lagi CPU nya. Pertama-tama aku bersihkan dulu sisa-sisa gel yang yang lama yang menempel di prosesor dan heatsinknya baru kemudian aku tambahkan gel yang baru. Berhubung lupa nanya dan memang nggak ada panduannya mesti seberapa banyak aku tuangkan gelnya diatas prosesor, jadinya aku sembarangan aja. Kutuangkan gelnya cukup banyak, yang belakangan kusadari ternyata itu kebanyakan.

Setelah aku pasang lagi heatsink prosesornya nya, aku nyalakan komputerku. Mungkin karena memang aku nggak berpengalaman dalam urusan pasang-memasang heatsink, jadinya ketika aku periksa suhu prosesornya, lagi-lagi 100° C. Suhu yang tinggi disebabkan karena permukaan prosesornya tidak menempel secara sempurna pada permukaan heatsink CPU nya. Sehingga panas prosesor tidak dapat dihantarkan ke heatsink, yang akhirnya berakibat tingginya suhu prosesor. Untuk mengatasi masalah ini, ditambahkan gel diantara prosesor dan heatsink. Agar permukaan prosesor dan heatsinknya bisa menempel dengan sempurna. Tapi kalau gelnya kebanyakan jadi bermasalah juga ujung-ujungnya.

Sempet frustasi juga ketika berulang kali aku mencoba dan hasilnya tetap sama. Setelah mencoba kesekian kalinya, akhirnya aku putuskan untuk mengurangi jumlah gelnya. Aku bersihkan lagi permukaan prosesor dan heatsinknya dan aku tambahkan lagi gelnya, namun dalam jumlah yang sedikit. Well.. untungnya kali ini berhasil. Suhu prosesornya lumayan normal untuk prosesor seukuran Pentium D. Sebagai tambahannya, kipas prosesornya menjadi jauh lebih tidak berisik dibanding sebelumnya. Senangnya.. walaupun cukup membuat panik dan frustasi, ternyata dapet pengalaman yang lumayan berharga kali ini.

4 comments:

Ilham said...

memang dari sisi bongkar membongkar, lebih enakan pc ketimbang laptop.

fajran said...

gel loe apaan Ko? bbrp tahun yg lalu gw sempet membeli thermal paste quicksilver 2 (kalo gak salah), bentuknya kaya suntikan kecil sepanjan 5 cm.. harganya sampe 75rb.. kaco dah :))

masang thermal paste emang gak banyak2, paling segede ujung korek api doang. trus diratain tipis baru deh dipasang heatsink nya.

kalo intel pentium enak ya karena core nya dilapisin sesuatu yg keras dan luas. dulu gw pake amd athlon (bukan athlon xp), core nya kaya gak ditutupin apa2 gtu.. kecil, rapuh pula. Punya gw udah agak retak gtu sudutnya krn buka/pasang heatsink walau masih bisa dipake.

Sekarang kompinya sudah beralihtangan ke sodara gw dan gw gak tau kabarnya gmn.

Eko Budi Prasetyo said...

@ilham:
Untungnya belum pernah sampe mesti ngebongkar laptop :P

@iang:
Yah thermal paste nya gw sebut gel disini. Kmaren sempet curiga juga karena harganya cmn 15 rebu. Mana belinya jg bukan di mangga dua lagi.

Yang parah kmaren gw masangnya banyak banget. Ga kira-kira deh. Untungnya sih udah beres masalahnya. Yang penting udah ga terlalu berisik skarang..

febri said...

ohh yg kaya bekas kerak itu gel pendingin ya?
w kira kotoran doang
baru aja w buka heatsink n ngebersihin keraknya
trus w ga kasih gel laagi