Tuesday, October 30, 2007

Memperbaiki Diri

Entah kapan aku bisa menjadi orang yang 'lebih baik'. Ketika aku telah melakukan suatu kebaikan kecil, selalu saja kutemukan hal-hal yang lebih baik yang masih bisa kulakukan. Semakin banyak hal-hal baik yang telah kukerjakan, semakin banyak pula hal-hal yang lebih baik yang telah menungguku. Selalu saja ada hal-hal yang lebih baik dari hal-hal yang aku rasakan lebih baik dari sebelumnya. Yang terkadang malah membuatku berpikir bahwa semua itu tidak ada artinya, karena aku belum merasa menjadi orang yang baik.

Sebaliknya, ketika telah kulakukan suatu keburukan, maka seolah aku lupa diri dan mencari-cari justifikasi alias pembenaran atas tindakan burukku. Tampaknya setan tak henti-hentinya menggoda. Baik ketika aku melakukan kebaikan maupun keburukan.

Ingin ku memperbaiki diri ini agar menjadi seseorang yang lebih baik. Namun sepertinya semakin kesini yang kulihat malah semakin banyak kekurangan yang aku miliki. Hhh.. Mungkin sudah saatnya bagiku untuk menyendiri.. merenungi dan mengevaluasi semua hal yang telah aku lakukan. Semoga saja keinginanku bisa tercapai..

Sunday, October 21, 2007

Pengalaman buruk dengan prosesor

Akhir-akhir ini, suara kipas pendingin prosesor komputer di rumahku berisik sekali. Sejak komputerku aku pindahkan dari kampus dulu, memang suaranya sudah bising. Tapi nggak sebising yang sekarang. Maklum aja sih, secara di rumah nggak pake AC dan prosesor yang kugunakan adalah Pentium D yang panasnya minta ampun. Jadi suara bising itu masih aku anggap wajar lah. Beli kipas tambahan, males juga masangnya ntar. Jadi selama ini aku biarkan saja.

Kejadiannya dimulai beberapa hari yang lalu ketika aku sedang menggunakan komputerku lalu tiba-tiba mati listrik karena kelebihan beban. Setelah listrik nyala lagi, tiba-tiba di BIOS nya muncul peringatan kalo temperatur CPU nya nggak normal. Setelaah aku periksa di BIOS nya, cukup mengejutkan juga ternyata. Suhu di prosesor dilaporkan mencapai 100° C. Weks... lumayan juga nih, bisa membuat air mendidih dengan menggunakan prosesorku.

Karena penasaran, aku bongkar saja heatsink dan kipas CPU nya dari motherboard. Karena memang nggak pengalaman membongkar dan memasang heatsink CPU, jadinya rada-rada lama deh, sambil belajar-belajar dulu. Hmm.. ternyata di heatsinknya banyak sekali debunya yang terpaksa aku bersihkan dulu (karena skalian udah dibongkar).

Setelah aku bersihkan dan aku pasang lagi, ternyata kondisinya tidak membaik. Suara kipas masih tetap bising tetapi suhu prosesornya sudah tidak bermasalah lagi walaupun masih tetap panas untuk ukuran normal. Akhirnya aku kepikiran mungkin sebaiknya aku tambahkan gel diantara prosesor dan heatsinknya. Siapa tahu kondisinya lebih baik.

Setelah membeli gel yang dibuat khusus untuk prosesor seharga 15 ribu rupiah, aku bongkar lagi CPU nya. Pertama-tama aku bersihkan dulu sisa-sisa gel yang yang lama yang menempel di prosesor dan heatsinknya baru kemudian aku tambahkan gel yang baru. Berhubung lupa nanya dan memang nggak ada panduannya mesti seberapa banyak aku tuangkan gelnya diatas prosesor, jadinya aku sembarangan aja. Kutuangkan gelnya cukup banyak, yang belakangan kusadari ternyata itu kebanyakan.

Setelah aku pasang lagi heatsink prosesornya nya, aku nyalakan komputerku. Mungkin karena memang aku nggak berpengalaman dalam urusan pasang-memasang heatsink, jadinya ketika aku periksa suhu prosesornya, lagi-lagi 100° C. Suhu yang tinggi disebabkan karena permukaan prosesornya tidak menempel secara sempurna pada permukaan heatsink CPU nya. Sehingga panas prosesor tidak dapat dihantarkan ke heatsink, yang akhirnya berakibat tingginya suhu prosesor. Untuk mengatasi masalah ini, ditambahkan gel diantara prosesor dan heatsink. Agar permukaan prosesor dan heatsinknya bisa menempel dengan sempurna. Tapi kalau gelnya kebanyakan jadi bermasalah juga ujung-ujungnya.

Sempet frustasi juga ketika berulang kali aku mencoba dan hasilnya tetap sama. Setelah mencoba kesekian kalinya, akhirnya aku putuskan untuk mengurangi jumlah gelnya. Aku bersihkan lagi permukaan prosesor dan heatsinknya dan aku tambahkan lagi gelnya, namun dalam jumlah yang sedikit. Well.. untungnya kali ini berhasil. Suhu prosesornya lumayan normal untuk prosesor seukuran Pentium D. Sebagai tambahannya, kipas prosesornya menjadi jauh lebih tidak berisik dibanding sebelumnya. Senangnya.. walaupun cukup membuat panik dan frustasi, ternyata dapet pengalaman yang lumayan berharga kali ini.

Saturday, October 20, 2007

Ubuntu 7.10.. bagus.. tapi...

Seneng juga akhirnya bisa mengunduh dan meng-install Ubuntu 7.10 (Gutsy Gibbon) yang baru release tanggal 18 kemarin. Walaupun cuma bisa dapet yang versi CD nya, karena versi isi DVD nya entah kenapa aksesnya lambat banget ketika mau diunduh. Akhirnya ya... terima sajalah versi CD nya.

Kesan pertama sih sepertinya nggak beda jauh-jauh amat sama versi yang sebelumnya. Cuma sepertinya lebih reliable dan lebih bagus. So far belum sempet mencoba macem-macem karena memang baru sempet install. Yang kelihatan jelas pertama kali adalah adanya dua applet baru di panel bagian atas. Kedua applet tersebut adalah fast user switching applet dan deskbar applet.


Fast user switching memungkinkan session antar user yang berbeda. Kalo pengguna komputernya cuma satu sih nggak ngefek sepertinya.

Sementara deskbar applet memungkinkan akses cepat ke suatu kata kunci yang diberikan. Bisa berupa menjalankan aplikasi sesuai dengan kata kunci yang dicari, mencari kata kunci tersebut di internet menggunakan berbagai macam search engine, menampilkan file atau folder yang sesuai dengan pencarian, dan lain sebagainya.


Hmm.. walaupun lumayan bagus, penggunaan memorynya pun cukup boros. Jika diurutkan berdasarkan penggunaan memory, masih dibawah firefox lah :P..


Fitur-fitur baru Ubuntu 7.10 secara lengkap dapat dilihat di http://www.ubuntu.com/getubuntu/releasenotes/710tour

Yang bikin sebel adalah akses ke repositorynya yang lambatnya minta ampun. Padahal cuma mau update repository nya dengan perintah apt-get update aja lamanya minta ampun. Terakhir, mencoba dari kambing juga sama aja, walaupun agak mendingan sih. Seharian belum kelar. Mungkin karena baru rilis, jadinya banyak yang akses. Aaargh... updatenya aja nggak kelar-kelar apalagi install package nya :((

Thursday, October 18, 2007

KRL Express-nya mana niy?

Hiks..kecewa aku hari ini. Selama seminggu ini semua KRL Express dibatalkan alias nggak ada yang jalan. Duh.. Mana udah dateng pagi-pagi lagi. Dan baru tahunya pas udah di stasiun. Walaupun KRL Ekonomi AC tetep jalan, masa mesti nunggu sejam lagi di stasiun. Akhirnya aku putuskan untuk naik kereta ekonomi langsam yang bercampur dengan para pedagang pasar. Duh, mana banyak yang merokok pula lagi. Untungnya minggu depan KRL Expressnya udah jalan lagi..

Wednesday, October 17, 2007

Akhirnya masuk kantor

Lelah sekali hari ini. Seperti biasa, perjalanan kembali dari kampung halaman menuju Jakarta selalu melelahkan. Padahal di jalan juga nggak ngapa-ngapain.

Perjalanan dimulai dari Tulungagung, kota tempat aku dilahirkan. Dengan menggunakan kereta api Gajayana jurusan Malang - Jakarta, keretanya berangkat dari stasiun Tulungagung kira-kira jam 6 sore. Beruntung masih sempat sholat maghrib dan isya sekalian di musholla stasiun.

Setelah naik kereta, aku perhatikan gerbong tempat aku duduk. Lumayan mengecewakan. Pintu yang menghubungkan antar gerbong dan pintu luarnya tidak berfungsi dengan semestinya. Tak ayal, di sepanjang perjalanan jadi terganggu oleh suara berisik gesekan roda kereta dengan rel. Padahal, seharusnya penumpang tidak akan terganggu oleh suara yang berisik ini. Seharusnya ruang dalam gerbong cukup kedap suara lah.

Lebih parah lagi, tidak ada air di toilet di kedua ujung gerbong. Aargh, sengsara juga jadinya. Males juga mesti jalan-jalan ke gerbong lain. Ntar malah dicurigai lagi berlalu lalang di gerbong lain.

Kondisi ini jauh berbeda dengan kereta Argo Wilis yang aku naiki untuk pulang kampung sebelumnya. Gerbongnya terlihat lebih terawat dan lebih nyaman. Semua fasilitas berfungsi dengan semestinya.

Entah benar atau tidak, aku merasa sepertinya kebanyakan kereta api jurusan Jakarta selalu tidak memuaskan. Yang paling sering adalah pintu yang tidak berfungsi dengan semestinya sehingga gerbong menjadi berisik. Berbeda sekali dengan kereta yang berangkat dari Bandung. Mungkin pendapatku ini tidak valid karena cuma mengambil beberapa sampel saja. Konon kata temanku, depo perawatan kereta api itu berada di Bandung. Sehingga wajar saja jika kereta yang berangkat dari Bandung lebih terawat. Entahlah..

Seperti biasa pula kereta yang kunaiki mengalami keterlambatan. Jadwalnya siy jam setengah 7 sudah sampai di Gambir. Nyatanya baru sampai Gambir jam setengah 10. Telat 3 jam. Untung sudah biasa. Jadi nggak terlalu kecewa. Walaupun tadi kulihat ada penumpang yang sepertinya mengejar waktu dan kecewa berat karena keretanya terlambat. Hhh.. Mungkin baru pertama kali tuh naik Gajayana yang memang setiap kali kunaiki nggak pernah tepat waktu.

Sesampai di Gambir, aku mandi di stasiun. Berhubung hari ini aku harus masuk kantor -walaupun terlambat-, jadi nggak pulang ke rumah dulu. Biar cepet dan praktis lah.

Sampai di kantor jam setengah 11. Lalu bersilaturrahim dengan teman-teman satu divisi. Berhubung hari itu kerjaanku dikit banget, yah, disempetin lah untuk mengunduh Heroes eps 4, dan tentu saja sekalian nonton di kantor :P. Begini deh, kepala sekolah dan gurunya nggak ada, murid-muridnya jadi bebas berkeliaran. Bahkan jam kantor masih serasa ketika bulan puasa kemarin. Jam 4 sore sudah sepi. Hhh.. Mari menikmati kebebasan hingga akhir minggu ini. Sebelum bos-bos masuk di hari Senin minggu depan :P.

Saturday, October 13, 2007

Perjalanan panjang menuju kampung halaman

Lebaran kali ini aku nggak pulang kampung bareng keluarga. Keluargaku sudah pulang duluan tanggal 9 kemarin. Secara aku belum dapet jatah cuti, jadi cuma bisa mengambil cuti bersama selama 3 hari, yang nantinya akan mengurangi jatah cutiku tahun depan. Hiks.. padahal harusnya libur nih.. :((

Sayangnya aku nggak kebagian tiket pulang dari Jakarta. Sempet sedih juga waktu itu. Beruntung aku masih bisa kebagian tiket dari Bandung bareng temen-temen kantor yang memang tujuannya searah denganku. Tiket kereta yang aku dapatkan adalah Argo Wilis yang berangkat dari Bandung tanggal 12 Oktober jam 7 pagi. Yah, beruntung lah, daripada nggak bisa pulang sama sekali. Apalagi ini tiketnya bukan harga calo :p

Aku dan temen-temen kantor berangkat jam 5 sore pada hari kamis. Kebetulan ada yang bawa mobil, jadi bisa lebih nyaman lah. Jalur yang diambil adalah jalur yang melewati Jonggol, dengan asumsi lewat Cipularang akan macet. Ternyata jalur Cipularang pada saat itu lancar-lancar saja. Doh.. Jadi nyesel lewat Jonggol. Selain jalanannya kecil dan tidak rata, di beberapa ruas jalan kena macet pula. Alhasil baru sampai di Bandung jam 9 malam.

Malamnya aku menginap di mesjid STT Telkom. Lumayan nyaman dan gratisan. Maklum, aku nggak ngerti daerah Bandung. Terakhir kali aku pergi ke Bandung adalah ketika aku SMA dulu. Tadinya siy mau nginep di Lab nya, sekalian liat-liat. Cuma berhubung Labnya dikunci karena memang sudah mau lebaran, ya nginep di mesjid deh.

Waktu perjalanan di kereta keesokan harinya kebanyakan kugunakan untuk tidur. Ngantuk dan capek banget soalnya. Itung-itung investasi waktu lah. Walaupun tujuan akhir dari kereta yang kunaiki adalah Surabaya, namun kebanyakan penumpangnya turun di Jogja dan Solo. Pantes aja masih bisa kebagian tiket. Berbeda dengan kereta dari Jakarta yang biasanya kebanyakan penumpangnya turun di stasiun tujuan akhir.

Akhirnya aku sampai di stasiun tujuanku, yaitu Jombang kira-kira jam 6 sore. Beruntung di kereta dapet jatah makanan untuk berbuka. Nggak perlu repot-repot nyari makanan buat berbuka. Selanjutnya untuk menuju kota kampung halamanku, aku harus melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus. Jarak dari kota Jombang ke Tulungagung kira-kira 60 km yang ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam. Beruntung jalur bus yang menuju kotaku melewati stasiun Jombang. Fiuh.. Capek banget. Yang jelas aku sampai di rumah nenekku jam setengah 9 malam. Walaupun capek, aku senang karena aku bisa pulang kampung, kembali ke tempat dimana aku dulu dilahirkan.

Wednesday, October 10, 2007

HaditsWeb 3.0

Kebetulan dapet dari milis...

Di aplikasi HaditsWeb 3.0 ini terdapat:

  • Al-Qur'an dan Terjemahannya
  • Pendahuluan, yakni pembahasan awal mengenai ilmu hadits
  • Ringkasan Shahih Bukhari
  • Kumpulan Hadits dari Shahih Muslim
  • Ringkasan Syarah Arba'in An-Nawawi
  • Kitab Hadits Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam
  • 1100 Hadits Terpilih
  • Sejarah Singkat Beberapa Ahli Hadits
  • Artikel-Artikel Tentang Hadits
  • Dan informasi-informasi menarik lainnya
Sebenernya cuma file CHM aja sih. Jadi bisa dicopy kalo sudah diinstall.

Aplikasinya dapat diunduh disini:
http://www.sendspace.com/file/588jtb
http://www.savefile.com/files/880974
http://www.axifile.com/?5830425
http://rapidshare.com/files/42418416/HaditsWeb3_Setup.zip


Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi http://opi.110mb.com/.

Monday, October 08, 2007

Pentingnya md5sum

md5sum, menurut Wikipedia merupakan program komputer yang berfungsi untuk mengkalkukasi dan memverifikasi MD5 hash dari suatu file. MD5 hash itu sendiri berfungsi sebagai fingerprint dari sebuah file. Untuk sebagian orang, mungkin kalkulasi MD5 hash dari sebuah file dirasa kurang penting. Ketika melakukan pengunduhan suatu file dari internet, biasanya jarang sekali orang yang melakukan kalkulasi MD5 hash pada file tersebut dan menyamakannya dengan kalkukasi MD5 hash file aslinya. Padahal MD5 hash tersebut berguna untuk memverifikasi apakah suatu file yang diunduh isinya benar-benar sama dengan file yang sebenarnya, yang berada di server. Ketika dilakukan pengunduhan, banyak sekali faktor yang menyebabkan paket-paket file yang diunduh tersebut menjadi corrupt.

Hari jumat kemarin, iseng-iseng aku mencoba untuk mengunduh dan menginstall Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon versi Beta. Berhubung keinginan itu muncul ketika hari sudah sore, dalam artian mendekati jam pulang kantor, aku paksakan mengunduh file iso Ubuntu tersebut menggunakan download manager dengan jumlah thread lebih dari satu. Biasanya sih nggak masalah, cuma karena mengunduhnya dari komputer kantor yang memang dipasangi anti virus dan aplikasi-aplikasi monitoring lainnya, secara otomatis aplikasi-aplikasi tersebut akan aktif ketika aku mengunduh suatu file dengan kecepatan yang diatas normal :P.

Biasanya sih aku selalu membatasi kecepatan downloadnya jika menggunakan download manager. Karena aku tahu biasanya filenya corrupt jika kecepatannya tidak aku batasi, yang disebabkan karena aplikasi semacam anti virus dan aplikasi monitoring tadi. Namun yah.. karena namanya juga sudah sore, jadinya ya begitu deh. Setelah pengunduhan selesai, bukannya mengecek MD5 hashnya (karena males lagi nyari aplikasi md5sum nya), aku buka langsung saja file iso tersebut menggunakan IZarc. Karena bisa dibuka, aku asumsikan file tersebut nggak bermasalah.

Ketika di rumah, aku melewatkan lagi proses kalkukasi MD5 hashnya. Duh.. padahal tinggal menjalankan aplikasinya saja dan memilih file yang akan dikalkulasi. Dengan asumsi filenya tidak rusak, langsung saja aku burn file iso tersebut ke CD. Proses burning pun berjalan mulus tanpa halangan.

Nah.. ketika dilakukan booting dari CD dan memulai proses instalasi, mulai deh nampak error dimana-mana. Kupikir proses burningnya yang bermasalah, setelah melakukan pengecekan CD melalui boot menu nya, ternyata memang ada 81 file yang corrupt. Hiks.. Akhirnya karena kecurigaanku tertuju pada file iso yang sudah aku unduh, aku lakukan kalkulasi MD5 hash pada file tersebut. Dan ternyata hasilnya berbeda dari file aslinya. Duh.. apes deh. Niat untuk mencoba Ubuntu 7.10 beta di akhir minggu pun gagal karena kesalahan sendiri

Thursday, October 04, 2007

Nemu HP

Hari rabu lalu, tepatnya tanggal 3 Oktober kebetulan aku pulang kemaleman dari kantor. Baru jam 10 aku pulang. Di jalan udah ngantuk2 nggak jelas. Pengen cepet-cepet sampe di rumah dan segera tidur.

Seperti biasa, kalo udah kemaleman, aku pulang naik P20 jurusan Senen-Lebak Bulus. Dilanjutkan dengan angkot ke Ciputat lalu ganti angkot lagi yang ke arah rumah. Di P20 aku sempatkan untuk tidur. Lumayan, ceritanya biar nambah jam tidur di hari itu. Ketika sudah sampai di Lebak Bulus, aku terbangun. Masih setengah sadar lah. Penumpangnya udah tinggal sedikit. Saat itu aku melihat penumpang bangku sebelahku turun. Ketika orangnya sudah turun baru kusadari kalo ada barangnya yang ketinggalan yang kemudian aku kenali sebagai tas HP. Mau aku panggil orangnya sudah turun. Mana aku juga masih setengah sadar. Setelah melihat kiri kanan dan memastikan keadaan, aku putuskan untuk menyimpan tas HP tersebut (dan isinya juga tentunya). "Daripada diambil oleh orang lain", begitu pikirku. Rencananya, akan aku tunggu hingga ada yang menghubungi no HP tersebut.

Di sisa perjalananku menuju rumah, aku jadi nggak bisa tidur. Entah, jadi merasa nggak tenang aja. Sesampainya di rumah, aku buka tas HP nya. Didalamnya ada HP Nokia 1600 dan fotokopi KTP pemilik HP tersebut. Pemilik HP tersebut perempuan (iyalah, tas HP nya aja warna pink). Di KTPnya siy kelahiran tahun 1989.

Keesokan harinya ada yang menelepon ke nomor HP tersebut, yang pada akhirnya aku tahu dia adalah teman kerja si pemilik HP. Dari pembicaraan di telepon, si pemilik HP tersebut kerja di daerah Senen dan katanya tempat tinggalnya juga di Ciputat. Akhirnya aku berikan nomorku dan memintanya agar si pemilik HP tersebut menghubungi nomorku.

Sore harinya, akhirnya si pemilik HP tersebut menghubungiku. Dia minta ketemuan. Cuma mentang-mentang jam kerjanya malam, dia mintanya ketemuan malam-malam, dan parahnya di pasar Ciputat pula lagi. Duh, ini orang seenaknya aja. Yang butuh HPnya juga siapa, maen ngasal nentuin tempat aja. Mana di pasar pula lagi + malem-malem. Nggak banget deh. Akhirnya setelah pembicaraan yang cukup alot, aku minta dia saja yang dateng ke kantorku keesokan harinya di waktu jam kerja.

Fiuhh.. Semoga aja besok orangnya benar-benar datang ke kantorku. Biar nggak jadi beban juga. Nggak tenang aja rasanya menyimpan barang yang bukan milik sendiri.